spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1083

Per 1 September 2019, Layanan Nexmedia Resmi Ditutup

Telko.id, Jakarta – Layanan TV berlangganan Nexmedia akan menghentikan layanannya. Kabarnya siaran tv berbayar ini akan tutup sebulan lagi atau tepatnya per tanggal 1 September 2019 mendatang.

Kabar mengenai tutupnya Nexmedia bermula dari cuitan di Twitter. Pada Senin (29/07/2019) Theresia Simanjuntak atau @EsiJuntak bertanya kepada akun twitter @NexmediaTV terkait notifikasi yang diterima penghentian layanan Nexmedia disertai bukti gambar notifikasi tersebut.

“Pelanggan dari awal muncul sampai sekarang, tiba2 ada pesan begini. Sayonara @NexmediaTV,” cuit Theresia, seperti dikuto Telko.id, Selasa (30/07/2019).

Cuitan tersebut dibalas oleh akun @NexmediaTV. Akun tersebut membenarkan jika Nexmedia akan menghentikan layanannya pada September nanti.

Masih lewat, Twitter Theresia mengaku sedih karena harus berpisah dengan Nexmedia. Seakan ikut larut, akun @Nexmedia pun membalasnya dengan mengucapkan mohon maaf. Alasan dari ditutupnya layanan karena keputusan dari pihak menajemen.

{Baca juga: Layanan Pay TV Nexmedia Bisa Tanpa Parabola}

Informasi mengenai dihentikannya layanan Nexmedia ditanggapi oleh Waradhika lewat akun @waradhika_hr. Waradhika mempertanyakan nasib pelanggan yang melakukan pembayaran langsung selama satu tahun.

Admin @NexmediaTV pun membalas cuitan tersebut dan akan membantu untuk melakukan pengurusan pengembalian dana atau refund.

PT Mediatama Anugerah Citra atau Nexmedia TV merupakan stasiun televisi terestrial berlangganan di Jabodetabek. Perusahaan ini didirikan oleh Dian Khrisna Mukti, dan kali pertama mengudara pada tanggal 23 November 2011.

{Baca juga: Layanan Bolt dan First Media di Indonesia Tamat}

Nexmedia sendiri merupakan operator televisi berbayar Emtek Grup. Selain layanan tv berbayar, Emtek Grup juga merupakan pemilik dari beberapa station televisi, seperti SCTV, Indosiar dan O’Channel.

Pada awalnya, TV berbayar ini cukup diminati. Karena salah satu keunggulan Nexmedia adalah pengguna tidak perlu repot pemasangan parabola. Cukup menggunakan antena biasa yang dicolokkan ke Set Top Box (STB).

Salah satu siaran unggulan dari tv ini adalah channel sepakbola yang menyiarkan liga-liga sepakbola dunia, seperti Liga Inggris, Liga Spanyol. Sayangnya, jangkauan Nexmedia sangat terbatas, yakni hanya menjangkau wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang. [NM/HBS]

 

SoftBank Kucurkan Rp 28 Triliun, Grab Indonesia Jadi Unicorn

Telko.id, Jakarta Grab Indonesia “naik kelas”. Setelah mendapat tambahan investasi dari SoftBank kabarnya perusahaan layanan pesan antar dan transportasi online tersebut akan menjadi unicorn dan berencana akan membangun kantor pusat di Indonesia.

Kabar mengenai peningkatan status Grab Indonesia didapat melalui akun Instagram resmi Presiden Joko Widodo atau @jokowi. Dalam foto yang diunggah pada Senin (30/07/2019), Jokowi berfoto dengan CEO SoftBank, Masayoshi Son, Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya serta jajarannya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menjelaskan maksud kedatangan Masayoshi ke Istana Negara adalah melaporkan SoftBank ingin menambah investasinya di bidang teknologi dan pengembangan unicorn di Indonesia.

Menurut Jokowi, rencananya mereka (Softbank) akan memberikan investasi sebesar USD$ 2 Miliar atau setara Rp 28 triliun kepada Grab Indonesia.

{Baca juga: Grab akan Denda Konsumen yang Cancel Order}

“Rupanya, Masayoshi Son hendak menambah investasinya di bidang teknologi dan pengembangan unicorn di Indonesia. SoftBank akan membuka kantor pusat kedua Grab di Indonesia, menjadikannya unicorn ke-5 di Indonesia, sekaligus menginvestasikan USD 2 miliar melalui Grab,” tulis Jokowi.

View this post on Instagram

Masayoshi Son, CEO SoftBank pagi tadi berkunjung ke Istana Merdeka, bersama pemimpin Grab dan Tokopedia. Ada apa gerangan, pemimpin grup perusahaan raksasa Jepang jauh-jauh datang ke Jakarta? Rupanya, Masayoshi Son hendak menambah investasinya di bidang teknologi dan pengembangan unicorn di Indonesia. SoftBank akan membuka kantor pusat kedua Grab di Indonesia, menjadikannya unicorn ke-5 di Indonesia, sekaligus menginvestasikan USD2 miliar melalui Grab. Di saat yang sama, SoftBank juga berniat mengucurkan lebih banyak investasi ke unicorn lokal Indonesia, Tokopedia, dan membantunya berkembang lebih jauh lagi. Pak Masayoshi bahkan ingin berinvestasi lebih banyak di Indonesia terutama terkait mobil listrik, baterai litium, dan beberapa platform lainnya.

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Selain itu, SoftBank juga disebutkan berniat mengucurkan lebih banyak investasi ke unicorn lokal Indonesia, Tokopedia dan membantu mereka agar berkembang lebih jauh lagi.

“Pak Masayoshi bahkan ingin berinvestasi lebih banyak di Indonesia, terutama terkait mobil listrik, baterai litium, dan beberapa platform lainnya,” tambahnya.

Di Indonesia sendiri terdapat  4 perusahaan yang sudah berstatus unicorn, yang masuk dalam daftar 300 unicorn dunia yang memiliki nilai valuasi diatas $ 1 miliar.

{Baca juga : Grab jadi Perusahaan ‘Decacorn’ Pertama di Asia Tenggara}

Dilutip dari CBInsights, di urutan pertama adalah Go-Jek, dengan nilai valuasi sebesar $ 10 Miliar atau Rp 140 triliun. Kemudian pada posisi kedua adalah Tokopedia, dengan nilai valuasi $ 7 miliar atau Rp 98 triliun.

Kemudian posisi ketiga ada Traveloka yang memiliki nilai valuasi sekitar $ 2 miliar atau Rp 28 triliun, dan posisi keempat adalah Bukalapak dengan nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. [NM/HBS]

Data Pribadi Pelanggan Sephora Bocor, Termasuk di Indonesia

Telko.id, Jakarta – Toko kecantikan Sephora sedang mengalami masalah. Kabarnya terjadi kebocoran data pribadi pelanggan di Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Selandia Baru, Australia dan Indonesia.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Selasa (30/07/2019), kasus ini bermula ketika ada 12 toko di Singapura yang memberi tahu jika terjadi pelanggaran data pribadi pelanggan selama dua minggu terakhir.

Direktur Pelaksana Sephora untuk Asia Tenggara, Alia Gogi mengatakan jika informasi pribadi pelanggan diduga telah bocor ke pihak ketiga yang tidak sah.

{Baca juga: Facebook Tuding Pelaku Peretasan Data adalah Spammer}

“Termasuk nama depan dan belakang, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat email dan kata sandi terenkripsi, seperti serta data yang terkait dengan preferensi kecantikan,” tulis Alia.

“Perusahaan tidak punya alasan untuk percaya bahwa data pribadi telah disalahgunakan” tambah Alia.

Tidak diketahui berapa banyak pelanggan yang terpengaruh dalam pelanggaran privasi data ini. Perusahaan asal Perancis tersebut meminta maaf dan membatalkan semua kata sandi yang ada untuk akun pelanggan.

Mereka juga melakukan peninjauan sistem keamanannya dan menawarkan layanan pemantauan data pribadi gratis kepada pelanggannya, melalui penyedia pihak ketiga. Dalam email yang dikirimkan, perusahaan juga merekomendasikan agar pelanggannya mengubah kata sandi ke akun mereka.

Masalah data pengguna bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya 13 juta akun Bukalapak diretas oleh hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers.

Hacker itu mengklaim telah meretas puluhan situs populer dan menjual hasil retasannya di dark web. Yang mengejutkan, nama Bukalapak masuk ke dalam daftar situs yang ia retas.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

Menurut The Hacker News, seperti dilansir Telko.id pada Senin (18/03/2019), Gnosticplayers telah meretas 890 juta akun pengguna dari 32 situs populer beberapa waktu lalu.

Kemudian, ia menjual ratusan juta akun pengguna tersebut pada 6 dark webdalam empat putaran. Tiga putaran di antaranya telah dilakukan pada bulan lalu pada darknet bernama Dream Market. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu

Telko.id, Jakarta Google Pixel 4 punya fitur face unlock yang didukung oleh chip motion-sensing radar dari Project Soli. Untuk mencoba dan menguji teknologi baru itu, Google kabarnya sedang mencari relawan yang mau dibayar USD 5 atau sekitar Rp 70 ribuan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (30/07/2019), Google sedang melakukan peningkatan fitur face unlock untuk Pixel 4 dengan berkeliling di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) untuk mencari relawan yang mau dibayar asalkan wajah mereka dipindai dengan face unlock Project Soli.

Google mengatakan, tujuan dari pemindaian wajah relawan ini untuk meningkatkan algoritma face unlock di Pixel 4.

{Baca juga: Google Pamer Face Unlock “Project Soli” di Pixel 4}

Algoritma itu ditingkatkan agar proses pemindaian menjadi lebih akurat dan cepat dalam mengenali berbagai wajah orang dari berbagai etnis.

“Kami juga sedang membangunnya dengan mempertimbangkan inklusif, sehingga sebanyak mungkin orang dapat memperoleh manfaat,” jelas seorang juru bicara Google.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

Google Pixel 4 dilaporkan akan hadir pada Oktober mendatang. Smartphone ini bakal mengusung layar yang lebih besar dengan resolusi lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya. Masing-masing resolusinya adalah 2280 x 1080 pixel untuk Pixel 4, dan 3040 x 1440 piksel untuk model XL.

Untuk dapur pacunya, Pixel 4 akan menggunakan Snapdragon 855 atau bahkan Snapdragon 855 Plus yang lebih cepat. (NM/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Google Pamer Face Unlock “Project Soli” di Pixel 4

0

Telko.id, Jakarta – Google lagi-lagi pamer teaser soal smartphone terbaru yang akan mereka luncurkan, Google Pixel 4. Dalam teaser-nya, raksasa pencarian itu memperlihatkan fitur face unlock yang didukung teknologi terbaru pada smartphone-nya.

Fitur face unlock memang menjadi fitur keamanan yang pasti ada di smartphone Android sekarang. Tapi, face unlock di Pixel 4 terbilang berbeda, lebih simple, dan jauh lebih aman.

Pasalnya, fitur ini didukung oleh chip motion-sensing radar dari Project Soli yang secara proaktif menyalakan sensor face unlock untuk membuka lockscreen smartphone.

{Baca juga: Bocoran Lengkap Duo Google Pixel 4 dan Pixel 4 XL}

Sekadar informasi, Project Soli merupakan teknologi pengontrolan gerakan yang dikembangkan tim Advanced Technology and Projects Team (ATAP) Google selama kurang lebih 5 tahun.

“Ponsel lain mengharuskan Anda untuk mengangkat perangkat sepenuhnya, berpose dengan cara tertentu, menunggu hingga terbuka, dan geser ke layar utama. Pixel 4 melakukan semua itu dengan cara yang lebih sederhana” jelas Google dalam situs resminya.

Fitur ini, menurut Google, bisa bekerja di hampir seluruh orientasi. Selain itu, fitur berbasis Project Soli juga dapat digunakan untuk pembayaran aman dan otentikasi aplikasi.

Selain face unlock, Pixel 4 juga mendukung teknologi pengontrolan berbasis gerakan atau Motion Sense. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memindahkan lagu, menunda alarm, dan menolak panggilan telepon hanya dengan melambaikan tangan ke layar.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Google Terbaru}

“Kemampuan ini hanyalah permulaan, dan saa Pixel menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, Motion Sense juga akan berkembang,” ungkap Google.

Google Pixel 4 dilaporkan akan hadir pada Oktober mendatang. Smartphone ini bakal mengusung layar yang lebih besar dengan resolusi lebih tinggi dibandingkan seri sebelumnya. Untuk dapur pacunya, Pixel 4 akan menggunakan Snapdragon 855 atau bahkan Snapdragon 855 Plus yang lebih cepat. (FHP)

Jelang Peluncuran, Bocoran Spek Galaxy Note 10+ Terungkap

0

Telko.id, Jakarta – Menjelang peluncurannya yang tinggal seminggu lagi, bocoran soal spesifikasi Samsung Galaxy Note 10+ kembali terungkap. Tidak seperti sebelumnya, bocoran ini dinilai menjadi paling lengkap untuk saat ini.

Dikutip Telko.id dari GSMArena, Selasa (30/07/2019), versi tertinggi dari Note 10 ini punya body yang bongsor dengan dimensi 162,3mm x 77,1mm x 7,9mm dan berbobot 198 gram.

Layarnya berukuran 6,8 inci dengan adanya lubang kamera atau punch-hole di bagian tengah atas. Layarnya sendiri berjenis Super AMOLED dengan resolusi QHD+ (1440 x 3040 piksel).

{Baca juga: Cuma 500 Unit, Samsung Galaxy A80 Blackpink Dijual di Indonesia}

Untuk mesin utamanya, Samsung Galaxy Note 10+ ditopang oleh dua jenis prosesor untuk pasar yang berbeda, yaitu Samsung Exynos 9825 dan Qualcomm Snapdragon 855 Plus.

Disematkan juga RAM hingga 12GB, ROM 256GB atau 512GB UFS 3.0 yang bisa diperluas menggunakan microSD, serta baterai berkapasitas 4,300 mAh dengan fast charging 45W. Smartphone ini juga mendukung wireless charging dengan kecepatan 20W.

Samsung Galaxy Note 10+ mempunyai tiga kamera belakang, dengan konfigurasi masing-masing 12MP lensa utama dengan tiga kombinasi aperture f/1.5, f/1.8, dan f/2.4, kemudian lensa telephoto 12MP aperture f/2.1, serta lensa ultra-wide 16MP aperture f/2.2. Untuk kamera depannya, hanya 10MP saja.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Samsung dipastikan tidak menghadirkan jack audio 3,5mm dan IR Blaster untuk Note 10+, tapi smartphone ini telah memiliki speaker stereo dari AKG untuk meningkatkan pengalaman multimedia penggunanya.

Smartphone ini akan tersedia secara pre-order pada 7 Agustus mendatang atau bertepatan dengan tanggal peluncurannya. Sementara untuk pengiriman dan penjualan perdananya, akan terjadi pada 23 Agustus. So, kita nantikan saja ya! (FHP)

Sumber: GSMArena

Cuma 500 Unit, Samsung Galaxy A80 Blackpink Dijual di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Samsung membuat kejutan bagi konsumen Indonesia yang menjadi penggemar girlband Korea, Blackpink atau disebut sebagai Blink. Pasalnya, brand tersebut memboyong Samsung Galaxy A80 Blackpink Edition untuk para Blink di Indonesia.

Smartphone edisi spesial ini hanya tersedia 500 unit saja di Indonesia, dan dibanderol dengan harga mencapai Rp 14,9 jutaan.

Harga Samsung Galaxy A80 edisi spesial Blackpink memang jauh lebih mahal dibanding versi standar. Akan tetapi, Samsung pun memberikan beberapa gadget tambahan, berupa 1 unit Galaxy Buds dan Galaxy Watch edisi Blackpink dalam paket pembeliannya.

{Baca juga: Review Samsung Galaxy A80: Smartphone Eksperimen Terbaik!}

“Kami memilih bekerja sama dengan Blackpink untuk Galaxy A karena mereka merupakan representasi live generation yang senang membagikan cerita dan pengalaman mereka secara live,” jelas Product Marketing Manager Samsung Indonesia, Irfan Rinaldi.

“Mereka juga menghasilkan konten-konten yang autentik serta ingin selalu terhubung dengan para penggemar melalui berbagai platform media sosial,” tambahnya.

Samsung akan membuka pemesanan edisi spesial Blackpink itu lewat program pre-order melalui situs resmi mereka pada 1 Agustus 2019 mendatang.

Samsung Galaxy A80 sendiri merupakan smartphone pertama dan terunik buatan Samsung. Smartphone ini mengusung konsep kamera slider dan kamera berputar yang membuat kamera utamanya bisa digunakan sebagai kamera depan ataupun kamera belakang.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Terbaru}

Konfigurasi kameranya sendiri adalah 48MP lensa utama dengan aperture f/2.0, kemudian lensa ultra-wide 123° dengan sensor 8MP aperture f/2.2, dan lensa ToF (Time of Flight) 3D Depth.

Untuk spesifikasinya, Galaxy A80 mengusung layar Super AMOLED berukuran 6,7 inci beresolusi Full HD+. Smartphone ditopang oleh prosesor octa-core 2.2 GHz Snapdragon 730G, RAM 8GB, ROM 128GB, baterai berkapasitas 3,700 mAh yang didukung teknologi fast charging 25W, dan sistem operasi One UI berbasis Android 9 Pie.

Di Indonesia, smartphone ini dihargai Rp 9,4 jutaan dan tersedia dalam tiga varian warna, yakni Phantom Black, Angel Gold dan Ghost White. (FHP)

Kenapa Kebijakan USO Di Indonesia Jadi bahan Referensi Negara ASEAN?

0

Telko.id – Kebijakan Universal Service Obligationatau USO, ‘menarik’ 1.25% dari pendapatan para penyelenggara telekomunikasi atau operator ternyata dianggap menarik oleh Negara angora Asean. Pasalnya, ternyata bukan hanya Indonesia saja yang memiliki permasalahan konektivitas broadband dan internet.

“Negara ASEAN mempunyai masalah yang sama yaitu broadband connectivity dan internet connectivity. Peringkat infrastructure communication technology (ICT) Indonesia bukan nomor satu di ASEAN, Indonesia saat ini ada di posisi empat atau lima setelah Singapura, Malaysia, Thailand dan mungkin Vietnam. Tantangan geografis menjadi alasan utama sullitnya membangun infrastruktur TIK di Indonesia, namun pemerintah tidak menyerah,” jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Lokakarya Konsultatif “Approaches to ASEAN Next Generation Universal Service Obligation (USO 2.0)” di Hotel Borobudur Jakarta, minggu lalu.

Menteri Rudiantara menekankan USO di Indonesia dapat menjadi salah satu referensi utama bagi negara lain untuk menangani akses universal untuk internet dan telekomunikasi.

“Kebijakan USO yang diterapkan Indonesia dalam membangun konektivitas internet menjadikan Indonesia sebagai referensi bagi negara lain. Kalau saya melihat kenapa workshop ini diadakan di Indonesia bukan untuk mencontek Indonesia tapi menjadikan Indonesia sebagai reference, karena di negara lain tidak menerapkan,” tandasnya.

Tantangan masing-masing negara, diakui Menteri Kominfo Rudiantara berbeda. Malaysia yang memiliki tantangan konektivitas tapi menjadi negara daratan sehingga lebih mudah untuk menarik kabel. “Berbeda dengan Indonesia sebagai negara kepulauan yang lebih besar tantangannya,” ungkap Rudiantara.

Namun, demikian, Rudiantara yakin jika program yang diterapkan di Indonesia bisa digunakan untuk menyelesaikan tantangan pemerataan internet cepat. “Ini yang mau dishare ke sesama negara ASEAN bagaimana meng-address masalah broadband connectivity dan internet connectivity,” ujarnya.

Maklum saja, operator telekomunikasi tidak tertarik dalam membangun daerah terpencil yang tidak feasible secara bisnis. Oleh karena itu, Pemerintah Republik Indonesia membangun pemerataa akses internet broadband melalui dana Universal Service Obligation (USO). Dana itu, berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 17 tahun 2016 dipungut dari pendapatan kotor penyelenggara telekomunikasi sebesar 1,25 persen.

Kebijakan USO dari berbagai aspek seperti intervensi pemerintah, skema implementasi, sumber daya manusia, tata kelola, pilihan teknologi, skema keuangan, dan masa depan pengembangan TIK di Indonesia.

“Kita share ke mereka mengenai Program Palapa Ring yang menggunakan kebijakan USO, juga satelit yang menggunakan separuh dana USO. Cara mengeksekusinya dengan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha). Kalau di Malaysia yang melakukan procurement bukan BLU seperti BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) tetapi MCMC (Malaysian Communications and Multimedia Commision) yang masih bagian dari regulator,” ungkapnya memberi contoh.

Selain Palapa Ring, Indonesia juga telah membangun satelit multifungsi dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Bernama Satelit Republik Indonesia (SATRIA), satelit dirancang untuk memiliki kapasitas throughput 150 Gigabits per second (Gbps).

Satelit ini dinamakan yang diharapkan dapat menyediakan layanan internet untuk 150.000 fasilitas umum, termasuk sekolah dan pusat kesehatan, serta lembaga pertahanan, administrasi keamanan dan semua pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

“Kita butuh satelit sendiri untuk mengkoneksikan seluruh Indonesia, jika kita fokus ke terrestrial kita tertinggal, sehingga kita butuh satelit. Kita akan koneksikan seluruh sekolah di Indonesia, begitu juga untuk sektor kesehatan juga pemerintah daerah,” jelas Rudiantara.

Lokakarya Konsultatif on Approaches to ASEAN Next Generation Universal Service Obligation (USO 2.0) merupakan kerja sama antara ASEAN, United States Agency for International Development (USAID) dan BAKTI. Lokakarya itu ditargetkan dapat berkontribusi pada upaya ASEAN untuk meningkatkan konektivitas dan memperluas inklusivitas di kawasan ini dengan meningkatkan akses ke internet broadband.

Utusan Misi AS untuk ASEAN James Carouso, menyatakan dukungan terhadap upaya ASEAN untuk merancang, menyelaraskan, dan mengimplementasikan program-program USO.

“Kita semua dapat melihat bahwa ekonomi digital adalah masa depan. Melalui USAID, Pemerintah Amerika Serikat senang dapat bermitra dengan ASEAN untuk memperluas akses ke teknologi digital. Kami berharap dapat melanjutkan upaya bersama ini,” ungkapnya.

Menurut Carouso, manfaat program USO akan besar untuk generasi yang akan datang. “Pada akhirnya, kemajuan ASEAN dalam memperluas akses broadband adalah kemajuan menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan peningkatan kesejahteraan manusia,” ungkapnya.

Lokakarya konsultatif tersebut dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang mewakili Negara-Negara Anggota Telekomunikasi dan Informasi Senior Teknologi (TELSOM) Negara Anggota ASEAN, Dewan Regulator Telekomunikasi ASEAN (ATRC) dan Regulator / Otoritas Layanan Universal (USO) Regulator / Otoritas serta operator dan vendor, penyedia solusi, termasuk layanan OTT, dan startup digital, bersama dengan perwakilan lintas sektor dari pendidikan, kesehatan, dan keuangan. (Icha)

Menkominfo: eCommerce Kasih Diskon Itu Biasa, Tapi..?

0

Telko.id – Apa pun eCommerce yang diakses, tidak ada satu pun yang tidak menawarkan diskon atau potongan harga. Menkominfo, Rudiantara menyebutkan, tindakan yang lakukan oleh eCommerce itu adalah hal biasa.

Namun, Rudiantara menegaskan bahwa diskon atau potongan harga itu tidak bisa dilakukan sepanjang tahun.

“Di industri retail, memberikan diskon atau potongan harga itu hal biasa. Tapi harus ada durasi program nya. Tidak bisa sepanjang tahun,” demikian Rudiantara menjelaskan pada saat perayaaan ulang tahun blibli.com ke 8 yang lalu.

Industri retai juga memiliki hitungan bisnis. Kalau tidak itu bukan bisnis, tapi lembaga sosial. Nah, kita kan tidak mau eCommerce itu jadi lembaga sosial. Mereka harus hidup. Itu sebabnya, kalau pun ada diskon atau potongan harga tidak bisa jor-joran. Harus ada hitungan bisnis nya. Termasuk juga, program marketing itu harus ada tengat waktu berlakunya program tersebut.

Rudiantara pun menambahkan, “eCommerce harus bisa meningkatkan penjualan produk-produk lokal”. Sebab, menurutnya, transaksi yang ada di eCommerce tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Terutama bila platform dagang elektronik tersebut mengutakan untuk menjual produk lokal. Lalu, yang juga memiliki keberpihakan terhadap UMKM.

“Blibli.com merupakan salah satu eCommerce yang memiliki keberpihakan pada UMKM itu,” ungkap Rudiantara.

Ia melanjutkan, “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Blibli.com karena perhatian Blibli kepada produsen lokal atau UMKM. Saya sudah ikut (hadir) dua kali di semacam kompetisi untuk UMKM Indonesia yang dijual melalui Blibli.com.” (Icha)

Pada Usia ke 8, Blibli.com Targetkan Jumlah Order Naik 3.5 Kali

0

Telko.id – Blibli.com cukup puas dengan kinerja nya hingga usia ke-8 nya tahun ini. Namun, hingga akhir tahun diharapkan ordernya bisa tumbuh 3.5 kali lipat dibanding tahun lalu.

Hal itu diungkapkan oleh CEO Blibli.com Kusumo Martanto, di mana pada semester I/2019 ini, Gross Merchandise Value (GMV) perusahaan tumbuh 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu, dengan pengguna aktif bulanan mencapai 15-20 juta.

“Tahun ini, kami berharap dapat memperbanyak jumlah order 3,5 kali dari tahun lalu. Buat kami yang penting bukan besarnya [valuasi perusahaan], tetapi bagaimana bisa sustain dan profit. Untuk apa cepat-cepatan besar tapi tidak sehat. Kita inginnya tumbuh sehat,” ujarnya di Jakarta saat merayakan Ulang Tahun nya ke-8.

Pertumbuhan bisnis Blibli ini terlihat dari pertumbuhan pesanan 16 kategori produk yang dijual, dengan Blibli Mart yang menjual kebutuhan sehari-hari mengalami pertumbuhan mitra dagang hingga 250% dan peningkatan pemesanan hingga 400% di semester pertama 2019.

Sementara itu, Galeri Indonesia—kategori khusus produk UMKM lokal—diklaim mengalami peningkatan mitra dagang hingga 250% dan penambahan produk hingga 380% di semester I/2019. Adapun Blibli Fashion mengalami pertumbuhan mitra dagang hingga 180%, dan peningkatan jumlah pesanan 80%.

Kategori lainnya seperti produk perlengkapan rumah mencapai pertumbuhan pesanan 200%, produk kamera 160%, produk kesehatan dan kecantikan 110%, tiket/voucher digital 110%, dan kategori perjalanan 100%.

Hingga kini, Blibli memiliki monthly active user sebanyak 15-20 juta dengan lalu lintas trafiknya sebesar 60 juta setiap bulan. (Icha)