spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1080

Gokil! Bocah Ini Kantongi Rp 42 Miliar setelah Juara Fortnite

0

Telko.id, Jakarta  – Dulu dan bahkan hingga kini sebagian orang masih beranggapan bermain video game sebagai sesuatu yang tidak memiliki masa depan. Tapi jika Anda tahu bocah ini mengantongi duit Rp 48 miliar dari hasil juara kompetisi Fortnite, pasti Anda akan berubah pikiran.

Namun, narasi itu telah berubah secara besar-besaran. Kyle “Bugha” Giersdorf, seorang remaja berusia 16 tahun, berhasil membawa pulang $ 3 juta serta gelar dalam kejuaraan Piala Dunia Fortnite pertama.

{Baca juga: Salut! Youtuber Cilik Ini Bisa Beli Rumah Rp 112 Miliar}

Hal itu menunjukkan seberapa besar dunia eSports. Menurut Ubergizmo, total hadiah untuk pertandingan Piala Dunia Fortnite adalah $ 30 juta. Sebuah angka yang cukup fenomenal untuk ukuran kompetisi game.

Seperti yang ditunjukkan oleh Engadget, Giersdorf membawa pulang lebih banyak uang daripada beberapa atlet olahraga terkenal ketika memenangkan pertandingan. Ambil contoh legenda golf, Tiger Woods.

Woods menghasilkan $ 2,07 juta dengan gelar mayor ke-15. Kompetisi game battle royal populer itu tampaknya punya hadiah terbesar untuk turnamen game meskipun hadiah Valve’s Dota 2 “The International” masih yang paling besar.

{Baca juga: Bocah 15 Tahun Belikan Ibunya Rumah dari Hasil Bermain Game}

Beberapa lembaga pendidikan bahkan siap menyedian beasiswa bagi mereka yang mahir dalam permainan video video. Akankah nanti para orangtua menyewa tutor khusus anaknya yang menggeluti dunia game? [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

XL Catat Peningkatan Pendapatan 11% YoY Pada Semester I 2019

0

Telko.id  – Ditengah bisnis telekomunikasi yang sedang bergeliat usai adanya program registrasi kartu prabayar yang dicanangkan pemerintah, XL mampu meningkatkan pendapatannya hingga 11% YoY yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15% YoY. Ini sebuah hasil dari strategi XL yang ‘meninggalkan’ pelanggan nya yang kurang ‘menggunaankan’ data. Tak pelak, kinerja XL pun semakin kinclong.

Sementara itu, pendapatan dari layanan data tumbuh 29% YoY, meningkat kontribusinya menjadi 87% terhadap total pendapatan layanan di periode semester 1 2019 ini. Kinerja yang menggembirakan ini juga ditopang oleh meningkatnya efisiensi biaya yang mendorong EBITDA meningkat 19% YoY dan EBITDA margin juga tumbuh 3% YoY. Pada periode semester 1 2019 ini, XL Axiata juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 282 miliar.

“Kami masih terus fokus dan konsisten pada pelaksanaan strategi untuk mendorong dan meningkatkan bisnis layanan data. Sebagai hasilnya, kami mampu meningkatkan penetrasi smartphone sebesar 12% menjadi 86% pada akhir semester pertama tahun ini. Dengan semua pencapaian tersebut, kini XL Axiata memimpin secara industri, dan menempati posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan operator lainnya dalam hal menghadapi dampak dari penurunan pendapatan layanan legacy (SMS dan voice),” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Dian menambahkan, pelanggan smartphone kami saat ini mencapai 48,6 juta per di semester 1 2019, meningkat 24% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total pelanggan juga berhasil tumbuh mencapai 56,6 juta, meningkat 7% YoY.

Pelanggan pascabayar juga meningkat menjadi menjadi lebih dari 1,05 juta. Peningkatan pelanggan ini terutama didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menarik pelanggan smartphone dan juga pertumbuhan pelanggan yang pesat di wilayah luar Jawa. Dengan semua peningkatan pada jumlah pelanggan tersebut, ARPU blended juga mengalami peningkatkan sebesar 10% YoY menjadi Rp 34 ribu.

Menurut Dian, strategi dual-brand yang memanfaatkan merek XL dan AXIS untuk melayani segmen pasar layanan data yang berbeda masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja XL Axiata yang kuat tahun ini. Kedua merek tersebut berhasil terus tumbuh dan menunjukkan daya tarik bagi segmen pelanggan masing-masing melalui sejumlah produk baru.

Pelanggan smartphone yang ‘lapar’ data menyukai berbagai paket layanan yang XL Axiata tawarkan, juga nyaman dengan kualitas jaringan data yang semakin baik. Keberhasilan XL Axiata dalam meningkatkan penggunaan layanan data ini, tidak terlepas dari kesuksesan pada program up-selling dan monetisasi data. Hal ini juga turut mendorong pertumbuhan EBITDA pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, sehingga pada akhirnya juga membantu peningkatan meningkatkan marjin EBITDA.

Pada kuartal kedua 2019, merek XL meluncurkan beberapa paket baru, antara lain “Xtra Rejeki” dengan manfaat cashback yang diluncurkan pada Ramadan lalu. Sementara itu, merek AXIS antara lain meluncurkan paket OWSEM dan BOOSTR yang menargetkan segmen pemuda dengan kuota untuk media sosial, musik, dan game.

XL maupun AXIS juga berhasil mempertahankan NPS (Net Promoter Score) yang kuat dalam setiap segmen target brand. Adapun layanan pascabayar juga terus tumbuh melalui program yang menarik, antara lain myPRIO Talk+ Plan, paket bulanan baru yang menawarkan manfaat layanan voice Any-net dan program bundling melalui shoping pointbekerja sama dengan beberapa merek gawai terkenal.

Meningkatnya kinerja XL Axiata juga terlihat dari kenaikan trafik jaringan yang meningkat pesat sebesar 64% YoY di semester 1 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh trafik data pada 4G karena mayoritas trafik data XL Axiata saat ini berada di jaringan 4G. Di semester 1 2019 ini, total pengguna layanan data XL Axiata mencapai 88% dari total pelanggan.

Kenaikan trafik tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya kualitas infrastruktur jaringan yang dimiliki XL Axiata. Sejak 2016, wilayah di luar Jawa menjadi fokus untuk perluasan jaringan dan jangkauan. Trafik penggunaan layanan XL Axiata di luar Jawa terus meningkat seiring dengan semakin baiknya kualitas jaringan di wilayah-wilayah tersebut.

Sebagai hasilnya, pendapatan dari wilayah luar Jawa ini juga terus meningkat pesat mengungguli tingkat pertumbuhan di Jawa, yang pada akhirnya turut mendorong meningkatnya kinerja perusahaan.

Selama semester 1 2019, XL Axiata terus melakukan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan. Di periode ini, jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgradejaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

Sepanjang semester 1 2019 ini, XL Axiata juga telah melakukan pengembalian pinjaman bank sebesar Rp 600 miliar dengan menggunakan dana internal. Di akhir periode ini, perusahaan juga tidak memiliki fasilitas pinjaman dalam mata uang USD. (Icha)

 

 

 

iPhone 2019 Didukung Apple Pencil?

0

Telko.id, Jakarta  – Sejak Apple memperkenalkan Apple Pencil ke iPad, banyak pengguna yang bertanya-tanya, apakah iPhone bakal mendukung aksesoris tersebut. Sampai sekarang, Apple belum menjawabnya.

Sejauh ini, stylus hadir secara eksklusif untuk iPad. Namun, menurut laporan Business Insider, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (1/8/2019), Apple tampaknya akan menghadirkan Apple Pencil untuk iPhone 2019.

{Baca juga: iPhone 2020 Bakal Usung Layar 120Hz seperti iPad Pro?}

Menurut publikasi, mengutip laporan Citi Research, analis perusahaan menyatakan bahwa dukungan stylus segera tiba untuk iPhone. Jika benar, keputusan Apple menghadirkannya ke iPhone cukup tepat.

Februari 2019 lalu, Apple dilaporkan “bermain-main” dengan gagasan untuk mengembangkan teknologi stylus di iPhone. Berdasarkan gambar konsep yang tersebar, aksesoris itu bisa bekerja tanpa bantuan iPad Pro.

Konsep kerja Apple Pencil masa depan tersebut digodog oleh tim pengembangan Apple. Nantinya, pensil digital Apple bisa bekerja tanpa perlu menggunakan iPad Pro, tapi dengan dukungan iMac dan MacBook bersensor.

Sensor di bagian atas layar iMac dan MacBook itu berfungsi melacak posisi, gerakan, bahkan orientasi perangkat tersebut. Meski pakai bantuan iMac dan MacBook, Apple Pencil tetap beroperasi tanpa menyentuh layar.

{Baca juga: Tahun Depan, Mengetik di iPhone Cukup Lewat Pikiran}

Apple Pencil ditempelkan ke permukaan benda apapun, lalu ditangkap oleh sensor dan disalin secara digital dalam bentuk 3D di MacBook. Kendati demikian, belum tahu apakah inovasi tersebut terealisasikan atau tidak. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Sedap, Laba bersih Telkom Sepanjang Semester I/2019 Tumbuh 27,4%

0

Telko.id – Kinerja Telkom Indonesia pada semester I tahun 2019 cukup cemerlang. Hal itu terlihat dari profitabilitas Perseroan yang kian meningkat, dimana sepanjang semester I/2019 laba bersih tumbuh hingga 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Sepanjang semester I/2019, dengan pendapatan konsolidasi yang tumbuh 7,7% Perseroan berhasil mencatat laba bersih yang meningkat signifikan hingga 27,4%. Hal tersebut menunjukkan kinerja Perseroan yang kian sehat dengan profitabilitas yang semakin baik karena Perseroan mampu menghasilkan persentase pertumbuhan laba bersih yang jauh di atas persentase pertumbuhan pendapatan. Ini akan menjadi faktor penting bagi sustainability perusahaan di masa mendatang,” ungkap Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta (31/07).

Telkom mencatat laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp11,08 triliun. Pendapatan konsolidasi Perseroan tercatat sebesar Rp69,35 triliun, tumbuh 7,7% YoY dengan EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) yang juga mengalami peningkatan sebesar 16,9% menjadi Rp33,12 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari fokus Perseroan terhadap mesin utama pertumbuhan yakni bisnis digital yang konsisten tumbuh dan menunjukkan kinerja positif.

Pendapatan bisnis digital meningkat cukup signifikan sebesar 22,6% YoY menjadi Rp48,29 triliun. Kontribusi bisnis digital juga meningkat menjadi 69,6% dari total pendapatan pada semester I/2019, dimana pada periode yang sama tahun lalu sebesar 61,2%.

Pendapatan bisnis digital terdiri dari pendapatan layanan konektivitas broadband sebesar Rp38,7 triliun atau tumbuh 24,4% dan layanan digital sebesar Rp9,59 triliun atau tumbuh 15,6%.

Entitas anak usaha Telkom, Telkomsel yang saat ini tengah fokus terhadap bisnis digital juga menunjukkan kinerja yang semakin baik dengan membukukan Rp45,11 triliun pada pendapatan, Rp24,23 triliun pada EBITDA dan Rp12,71 triliun pada laba bersih dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5%, 9,0% dan 8,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, Telkomsel memiliki 167,8 juta pelanggan dengan 66,3% diantaranya atau sebesar 111,2 juta merupakan pelanggan data. Lalu lintas data pun mengalami peningkatan yang meningkat cukup tajam hingga 56,0% menjadi 2.961 petabyte.

Untuk mengembangkan infrastruktur digital Telkomsel juga telah membangun 15.117 BTS berbasis 4G pada semester I/2019 ini, sehingga total BTS 4G Telkomsel menjadi sebanyak 71.789 unit. Hingga saat ini, Telkomsel memiliki 204.198 unit BTS dengan 75,4% diantaranya adalah BTS 3G dan 4G/LTE.

Layanan triple play IndiHome turut menunjukkan kinerja yang semakin kuat baik finansial maupun operasional. Pendapatan IndiHome melonjak 61,5% menjadi Rp8,8 triliun.

Selain itu, sepanjang tiga bulan terakhir IndiHome berhasil menambah 479 ribu pelanggan baru dengan total pelanggan hingga Juni 2019 menjadi 6 juta atau tumbuh 45,1% dibanding semester pertama tahun lalu. Hal ini sekaligus memantapkan posisi IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia.

Belanja modal Perseroan di semester 1/2019 ini sebesar Rp15,1 triliun, dengan alokasi terutama digunakan untuk membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed broadband. Pada bisnis mobile, belanja modal dialokasi untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT.

Sementara untuk fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pembangunan jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone. Hingga pertengahan tahun 2019, Telkom telah membangun tambahan backbone serat optik sepanjang sekitar 2.600 km.

“Semester I/2019 menjadi milestone penting perusahaan, dimana Telkom mampu menunjukkan kinerja yang semakin membaik. Kami optimis, Telkom dapat terus meningkatkan kinerjanya baik finansial maupun operasional, pada akhir tahun 2019 nanti.” tutup Ririek.(Icha)

 

 

Siap-siap! Vivo Z1 Pro Segera Meluncur di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Setelah memboyong Vivo S1, Vivo bersiap untuk meluncurkan smartphone terbarunya ke Indonesia. Brand asal China ini, akan memperkenalkan Vivo Z1 Pro yang juga akan membidik generasi muda di Tanah Air.

Menurut PR Manager Vivo Indonesia, Tyas K. Rarasmurti, Z1 Pro merupakan smartphone yang punya performa tangguh dan bisa diajak untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu.

Secara spesifikasi, Z1 Pro memang disematkan dapur pacu yang powerful untuk sekelas smartphone menengah. Smartphone ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 712 AIE, yang dibangun berdasarkan proses fabrikasi 10nm.

{Baca juga: Vivo Z1 Pro Jadi Ponsel Gaming di India}

“Ini bagi mereka yang hobi mobile gaming,” kata Tyas di acara media hands-on di Jakarta, kamis (01/08/2019).

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Vivo Terbaru}

Z1 Pro juga punya RAM 4GB, ROM 64GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh dengan dual engine fast-chargingSmartphone ini mengusung layar berukuran 6,53 inci beresolusi Full HD+ dengan desain bernama “Ultra O Screen” atau lubang kamera.

Vivo memastikan, bahwa smartphone terbarunya itu bakal meluncur pada 5 Agustus mendatang. Sayangnya, mereka masih merahasiakan soal harga Vivo Z1 Pro. Jadi, tunggu saja kehadirannya sebentar lagi ya! (FHP)

NextICorn Undang Startup dan VC Daftar Summit 2019

0

Telko.id, Jakarta – Yayasan Next Indonesia Unicorns (NexICorn) kembali menggelar Summit NextIcon 2019. Mereka mengundang Startup dan Ventura Company (VC) untuk mendaftarkan diri acara tersebut yang akan diselenggarakan di bulan Oktober -November 2019 ini.

Menurut Ketua Umum Yayasan NexIcorn, Daniel Tumiwa, acara ini bisa menjadi ajang bagi perusahaan rintisan yang  sedang mencari pendanaan untuk perusahaan mereka.

“Pendaftaran untuk startups dan VCs sudah dibuka sejak awal bulan Juli ini di www.nexticorn.com. Kami mengundang VC dan startups Indonesia yang sedang mencari pendanaan di atas USD$ 1 Juta untuk menghadiri Summit kami tahun ini di  Bali,” kata Daniel, seperti dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo, Kamis (01/08/2019).

{Baca juga: Rudiantara: Pemerintah Siap Dukung Kandidat Unicorn ke-5}

Daniel menjelaskan jika selama ini masih ada jarak antara perusahaan rintisan dengan investor global yang dapat memberikan suntikan modal bagi bisnis mereka.

“Posisi inilah yang tengah coba kami isi. Harapannya tentu agar startup baru kita yang potensial tidak peduli melewati jalan berliku yang dahulu harus ditempuh oleh 4 unicorns pertama kita,” kata Daniel. 

Dengan menjodohkan startup teknologi Indonesia dengan perusahaan modal Ventura terkemuka dunia, Daniel mayakini jika negara dan masyarakat dapat mengambil manfaat seluas-luasnya,

“Masuknya uang dari investor global kepada Startup-startup Indonesia ini tidak hanya memberikan pernasukan bagi negara lewat pajak namun juga akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” pungkas Daniel. 

NextlCorn merupakan inisiatif bersama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO), dan Ernst & Young (EY) untuk  mempromosikan startup-startup paling potensial Indonesia kepada investor-investor dunia lewat program-program kerjanya. 

{Baca juga: Menkominfo: Startup dan Unicorn Kunci Ekonomi Digital Nasional}

Di tahun 2018. NextlCom sukses menyelenggarakan dua summit yang mempertemukan perwakilan 125 startups Indonesia dengan 300 calon investor di Bali. Lewat kegiatan ini tercatat terlaksana lebih dari 600 meeting dan  terjadi pula 400 follow ups. [NM/HBS]

Tencent Gandeng Qualcomm Garap “Game 5G”

0

Telko.id, Jakarta Tencent Holdings berkerjasama dengan Qualcomm untuk  menghadirkan teknologi game 5G dan Augmented/Virtual Reality di perangkat game. Tujuannya untuk mengejar pertumbuhan pendapatan ditengah larangan merilis game baru oleh pemerintah China.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Kamis (01/08/2019), kedua perusahaan tersebut akan bekerja sama untuk mengoptimalkan perangkat game mobile yang berjalan di chip Qualcomm Snapdragon Elite.

Mereka juga akan mengembangkan game berteknologi 5G dan teknologi baru seperti Virtual dan Augmented Reality. “Mobile Gaming, kasus penggunaan 5G akan mengambil keuntungan dari konektivitas generasi berikutnya,” ujar Ketua Qualcomm China, Frank Meng.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

Menurut Frank, teknologi 5G akan menghasilkan pengalaman game berkecepatan tinggi. Selain itu mereka juga akan mengeksplorasi smartphone untuk menghadirkan produk game yang lebih berkualitas.

“Kecepatan lebih cepat, lebih banyak bandwidth, dan latensi ultra-rendah mutakhir akan mendukung pengalaman gaming real-time, multipemain, dan imersif,” tambah Frank Meng.

Kolaborasi ini dilakukan setelah industri di China lumpuh upaya untuk membendung kecanduan game oleh otoritas Cina. Pemerintah menangguhkan proses perizinan untuk game baru selama 9 bulan sejak desember 2018 lalu.

Pemerintah pusat telah menyalahkan game mobile karena berkontribusi terhadap penyakit miopia di kalangan anak muda dan menuduh perusahaan game menjajakan produk yang bersifat adiktif.

Pada kuartal pertama (Q1), Tencent melaporkan penurunan 2% dalam pendapatan game mobile menjadi 21,2 Miliar Yuan atau Rp 43,3 Triliun karena hanya sedikit judul baru yang dirilis pada periode tersebut.

{Baca juga: Qualcomm dan Tencent Kembangkan AI untuk Gaming}

Baru di kuartal kedua (Q2) produk game miliknya mengalami pertumbuhan 23% tahun berkat beberapa judul baru yang dirilis, seperti Peacekeeper Elite yang memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif harian pasca dua bulan diluncurkan. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

Atta Halilintar “Diusir” dari Twitter, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta YouTuber kondang Atta Halilintar diusir oleh warganet Twitter. Bahkan, para warganet membuat petisi di Change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 2.000 warganet agar Atta kembali ke platform YouTube dan pergi dari Twitter. Lho, kok bisa?

Ternyata, penyebabnya karena Atta Halilintar mulai aktif kembali untuk berkicau di Twitter. Asal tahu saja, terakhir kali Atta menggunakan Twitter, yaitu pada 2 tahun lalu tepatnya 16 Agustus 2017.

Dan, ia kembali berkicau pada Selasa (30/07) kemarin. Dalam kicauannya, ia mengucapkan salam kepada warganet Twitter dan bertanya apa yang membuat Twitter menjadi lucu.

Berharap respon positif, ternyata balasan warganet di luar dugaan. Mereka mengusir YouTuber dengan 18 Juta subscribers tersebut.

Mereka beralasan, Twitter bukan tempat untuk memamerkan kemewahan seperti yang Atta lakukan di Youtube atau Instagram miliknya. Hal tersebut dikatakan oleh akun @sucikhrns dan @kang_martabak.

{Baca juga: Jadi Youtuber, Ahok Ancam Atta Halilintar dkk}

Perlahan, tagar #atta pun menjadi trending di Twitter pada Rabu (31/07) kemarin. Berdasarkan pantauan Tim Telko.id di Trends24 pada Kamis (01/08/2019), tagar itu mayoritas isinya adalah opini warganet serta tindakan pemblokiran akun Atta Halilintar.

{Baca juga: 200 Channel YouTube Lokal Berhasil Tembus 1 Juta Subscribers}

“Sorry #atta Elu ngacak2 lapak pedagang kaki lima. Apalah dayaku manusia biasa aja tak punya harta dan benda2 ajaib lainnya,” cuit @BrataWijaya27.

Atta Halilintar merupakan YouTuber yang fenomenal. Pasalnya, dia berhasil menembus 18 juta subscribers dan berhak mendapat Diamond Play Button dari YouTube karena telah menembus 10 juta subscribers lebih. (NM/FHP)

Atta Halilintar “Diusir” Warganet Twitter, Kenapa?

0

Telko.id, Jakarta – YouTuber kondang Atta Halilintar diusir oleh warganet Twitter. Bahkan, para warganet membuat petisi di Change.org yang sudah ditandatangani lebih dari 2.000 warganet agar Atta kembali ke platform YouTube dan pergi dari Twitter. Lho, kok bisa?

Ternyata, penyebabnya karena Atta Halilintar mulai aktif kembali untuk berkicau di Twitter. Asal tahu saja, terakhir kali Atta menggunakan Twitter, yaitu pada 2 tahun lalu tepatnya 16 Agustus 2017.

Dan, ia kembali berkicau pada Selasa (30/07) kemarin. Dalam kicauannya, ia mengucapkan salam kepada warganet Twitter dan bertanya apa yang membuat Twitter menjadi lucu.

Berharap respon positif, ternyata balasan warganet di luar dugaan. Mereka mengusir YouTuber dengan 18 Juta subscribers tersebut.

Mereka beralasan, Twitter bukan tempat untuk memamerkan kemewahan seperti yang Atta lakukan di Youtube atau Instagram miliknya. Hal tersebut dikatakan oleh akun @sucikhrns dan @kang_martabak.

{Baca juga: Jadi Youtuber, Ahok Ancam Atta Halilintar dkk}

Perlahan, tagar #atta pun menjadi trending di Twitter pada Rabu (31/07) kemarin. Berdasarkan pantauan Tim Telko.id di Trends24 pada Kamis (01/08/2019), tagar itu mayoritas isinya adalah opini warganet serta tindakan pemblokiran akun Atta Halilintar.

{Baca juga: 200 Channel YouTube Lokal Berhasil Tembus 1 Juta Subscribers}

“Sorry #atta Elu ngacak2 lapak pedagang kaki lima. Apalah dayaku manusia biasa aja tak punya harta dan benda2 ajaib lainnya,” cuit @BrataWijaya27.

Atta Halilintar merupakan YouTuber yang fenomenal. Pasalnya, dia berhasil menembus 18 juta subscribers dan berhak mendapat Diamond Play Button dari YouTube karena telah menembus 10 juta subscribers lebih. (NM/FHP)

Realme X Jadi Smartphone Paling Dicari Saat Ini, Dijual Mulai Rp 3.499.000

0

Telko.id, Jakarta – Berbicara soal smartphone flagship, pasti erat kaitannya dengan produk yang memiliki beragam fitur canggih nan bermanfaat dan sayangnya smartphone flagship pasti identik dengan harga yang mahal. Namun, bagaimana jika ada smartphone yang bisa memberikan semua pengalaman flagship dengan fitur-fitur yang inovatif dan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 3.499.000?

Sebagai sebuah smartphone flagship, realme X hadir dengan beragam fitur-fitur premium, mulai dari in-display fingerprint, kamera belakang 48 MP dengan sensor Sony IMX586, dan VOOC Flash Charge 3.0 yang canggih.

Dimulai dari pemindai sidik jarinya yang tidak biasa. Realme X menyematkan pemindai sidik jari di bawah layar atau bahasa kerennya in-display fingerprint. Tak hanya sekadar sensor pemindai, realme X menggunakan sensor Goodix yang membuat proses pemindaian berjalan lebih cepat, bahkan menjadi yang tercepat dikelasnya.

{Baca juga : Masuk Indonesia, Begini Tampang Realme X Spider-Man Edition}

Nah selain pemindai sidik jari, fitur fotografi menjadi keunggulan lain. Melihat ke bagian belakang terdapat kamera ganda, yakni 48 MP + 5 MP yang sanggup menjamin kualitas gambar yang prima dalam kondisi apapun. Sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan editing untuk mempercantik foto sebelum diunggah ke media sosial.

Berlanjut ke bagian depan, realme X dipersenjatai dengan kamera selfie 16 MP yang ditenagai sensor premium. Sensor tersebut juga sudah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk membantu pengguna dalam membuat kualitas foto selfie yang lebih baik.

Yang menarik dari kamera depannya adalah sistem pop-up. Dengan sistem pop-up, tampilan layar realme X yang berukuran 6,53 inci tampak lebih lapang untuk menikmati konten multimedia. Kamera depan pop-up realme X memiliki motor pendorong yang dapat terangkat selama 0,74 detik sehingga penguna tidak perlu takut untuk kehilangan momen saat ingin selfie.

Untuk menghindari kerusakan, kamera depan realme X menggunakan kaca safir yang lebih kokoh dan tahan goresan. Selain itu, kamera depan realme X memiliki mekanisme yang dapat menarik kamera secara otomatis ke dalam saat smartphone terjatuh. Hal itu akan memberikan pengguna ketenangan saat melakukan selfie dengan kamera depan realme X.

Fitur fotografi realme sudah memiliki Chroma Boost yang akan membuat warna tampak lebih cerah. Sementara untuk malam hari, mode Nightscape membuat hasil foto rendah cahaya dari realme X tampak lebih megah dan terang.

Belum lagi keunggulan di sektor baterai. Realme X memiliki baterai berkapasitas 3.765 mAh yang sudah cukup untuk pemakaian sehari-hari. Baterai yang besar sudah didukung oleh VOOC Flash Charge 3.0 yang dapat mengisi daya lebih cepat daripada system charger biasa.

{Baca juga : Penasaran! Seperti Ini Hasil Kamera Realme X di Malam Hari}

Dengan beragam fitur yang tersemat, rasanya pantas jika realme X disebut sebagai smartphone kelas menengah yang paling dicari saat ini. Realme X sudah bisa dipesan oleh konsumen sejak 25 Juli dan akan dimulai penjualan perdananya pada tanggal 3-5 Agustus, jam 00.00 WIB, di Shopee. Selama masa ini bagi yang berminat bisa mendapatkan realme X dengan kapasitas memori 8GB+128GB seharga Rp3,999 juta. Sedangkan kapasitas memori 4GB+128GB bisa didapatkan seharga Rp3,499 juta dan edisi khusus Spider-Man: Far From Home (8GB+128GB) seharga Rp3,999 juta. [ADV]