spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1079

Buka Wisata ke Mars, NASA Minta Bantuan Elon Musk dkk

0

Telko.id, Jakarta – NASA meminta bantuan bos Blue Origin sekaligus Amazon, Jeff Bezos dan CEO SpaceX, Elon Musk untuk membuat terobosan misi luar angkasa pada masa depan, termasuk wisata ke Mars.

NASA bermitra dengan 13 perusahaan Amerika Serikat, termasuk Blue Origin dan SpaceX, untuk 19 proyek berbeda guna memajukan teknologi luar angkasa. NASA ingin membawa Amerika Serikat menjadi yang terdepan di dunia.

Seperti dilansir New York Post, administrator NASA, Jim Bridenstine menyoroti beberapa perusahaan, termasuk Boulder dan Advanced Space dalam hal penggarapan sistem navigasi antara Bumi dan bulan.

{Baca juga: Ada-ada Saja, SpaceX Kirim “Cairan Nickelodeon” ke ISS}

“Pengalaman dan fasilitas NASA membantu perusahaan komersial untuk mematangkan teknologi,” timpal Jim Reuter, administrator Direktorat Misi Teknologi Antariksa NASA, dikutip Telko.id, Jumat (02/08/2019).

“Kami telah mengidentifikasi area teknologi yang dibutuhkan NASA untuk misi pada masa depan. Kemitraan publik dan swasta akan mempercepat pengembangan sehingga mendorong implementasi,” tambahnya.

Berbagai perusahaan, termasuk Lockheed Martin, Aerojet Rocketdyne, dan Maxar akan bekerja sama dengan berbagai pusat NASA di seluruh negara untuk menyediakan keahlian serta fasilitas teknologi tanpa biaya.

{Baca juga: Coba Lihat! Foto Berwarna Ini Aslinya Hitam Putih}

Blue Origin memang segera melayani perjalanan wisata ke Mars. Bahkan, mereka sudah mempersiapkan tiket untuk dijual. Harganya sekitar USD 200 ribu-USD 300 ribu atau sekitar Rp 2,8 miliar-Rp 4,3 miliar per orang.

SpaceX pun demikian. Musk menyatakan bahwa tiket ke Mars bersama SpaceX dipatok sekitar USD 500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Namun, harga tiket tetap bergantung dari jumlah orang yang tertarik untuk ikut plesiran. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

Kini, Bayar Belanjaan di Play Store Bisa via Go-Pay

0

Telko.id, Jakarta Go-Pay telah resmi menjadi alat pembayaran di Google Play Store. Layanan uang digital besutan Go-Jek ini nantinya bisa digunakan pengguna untuk membeli aplikasi dan game di Play Store.

Menurut Product Divital SVP Go-Pay, Timothius Martin, layanannya diharapkan bisa mempermudah pengguna smartphone Android di Indonesia untuk berbelanja di toko aplikasi milik Google tersebut.

“Go-Pay menyelesaikan opsi pembayaran di Google Play, yang sebelumnya didominasi oleh pembayaran kartu kredit, sedangkan hanya sejumlah kecil orang Indonesia yang memiliki kartu kredit,” kata Timothius Martin.

{Baca juga: 90 Juta Warga NU Kini Bisa Bersedekah via Go-Pay}

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Jumat (02/08/2019), dengan kehadiran ekosistem Go-Jek tersebut,pengguna bisa dimudahkan untuk membeli beragam produk disana.

“Pengguna smartphone yang tidak memiliki akses ke kartu kredit dapat membeli aplikasi Google Play dengan Go-Pay untuk memudahkan kegiatan sehari-hari mereka,” tambah Martin.

{Baca juga: LinkAja Anggap Go-Pay dan OVO Bukan Saingan, Kenapa?}

Go-Jek sendiri telah menghitung, bahwa konsumsi orang Indonesia untuk aplikasi mobile pada 2018 sebesar USD 313,6 juta atau Rp 4,4 Triliun. Google Play juga telah melihat peningkatan pemasangan aplikasi sebesar 16,4% sejak awal tahun.

Dan sampai sekarang, game masih menjadi daya tarik utama bagi pengguna Android yang melakukan pembelian aplikasi atau di dalam aplikasi (in-app purchase). (NM/FHP)

Sumber: Asia One

Coba Lihat! Foto Berwarna Ini Aslinya Hitam Putih

0

Telko.id, Jakarta  – Ada banyak rahasia di belakang otak manusia yang belum pernah terungkap. Itulah sebabnya ilusi optik sangat menarik karena bisa menipu otak kita untuk melihat hal-hal yang tidak seharusnya ada.

Ambil contoh satu set foto hitam dan putih yang bila dilapis dengan kisi-kisi warna dapat menipu mata dan otak manusia. Ketika melihatnya, Anda pun pasti berpikir bahwa foto tersebut memang berwarna. Padahal?

{Baca juga: Viral! Karya Seniman Turki Ini Mengaduk-aduk Emosi Netizen}

Foto yang viral itu dibuat oleh seniman dan pengembang Øyvind Kolås. Foto memperlihatkan sejumlah gadis yang sedang kumpul. Ia mengambil foto karya Chuwa (Francis) dan memodifikasinya untuk memberi ilusi warna.

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (2/8/2019), gambar tersebut adalah eksperimen visual/artistik yang dimainkan dengan kontras simultan. Kisi jenuh di gambar skala abu-abu dianggap mempunyai warna.

Ilmuwan visi Bart Anderson dari University of Sydney menjelaskan kenapa otak kita melihat apa yang dilihat. “Sistem warna disebut sebagai low pass, yaitu banyak bidang reseptif dengan kode warna cukup besar,” ucapnya.

Ia melanjutkan, grid mendapatkan “rata-rata’”dengan latar belakang achromatic, yang kemudian dikaitkan dengan bagian gambar. Kolas pun berencana untuk menambahkannya ke GIMP dalam pembaruan berikutnya.

{Baca juga: Netizen Temukan Penampakan Aneh di Foto Ini, Coba Tebak!}

“Lewat eksperiman yang dilakukan, foto yang pada dasarnya adalah hitam putih menjadi tampah berwarna. Padahal, secara visual, hanya ada penambahan kotak-kotak kecil berwarna-warni di sana,” pungkas Kolas. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Asyik! YouTube Premium Dukung Download Video Full HD

0

Telko.id, JakartaYouTube Premium memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan yang mau berlangganan. Aplikasi ini memberikan beberapa fitur unggulan, dan sekarang YouTube menambahkan fasilitas baru di layanan premiumnya.

Sekadar informasi, pelanggan YouTube Premium memungkinkan untuk memutar video di latar belakang serta menghapus iklan. Mereka juga bisa mengunduh konten untuk dilihat secara offline atau tanpa internet.

Seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (02/08/2019), fasilitas baru di YouTube Premium berupa fitur yang memungkinkan pelanggan YouTube Premium bisa mengunduh video Full HD melalui iPhone.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Meski demikian, fasilitas tersebut rupanya tidak berlaku untuk pengguna Android.

Beberapa waktu lalu, YouTube membatalkan penggarapan dua serial orisinil terbesar, sekaligus tidak lagi membuat penggarapan serial baru. Dua serial itu adalah fiksi ilmiah Origin dan Overthinking with Kat & June.

Alasannya, YouTube berganti fokus untuk tidak lagi melawan Netflix. YouTube “menyerah” untuk bersaing dengan layanan sejenis dalam penggarapan program orisinil.

{Baca juga: YouTube Premium “Menyerah” Lawan Netflix}

Sebelum berganti nama, layanan ini awalnya bernama YouTube Red. Lalu, layanan tersebut juga akan berganti strategi ke konten musik. Artinya, para pelanggan akan memperoleh fitur khusus musik, semisal Playback.

YouTube juga berinvestasi menyeponsori para musisi baru. Mereka akan pula berinvestasi ke konten orisinil lain meski masih fokus di musik. Guna memberikan sesuatu yang lebih, YouTube pun menambah fitur pada layanan berbayarnya. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

Kumpulan Cheat GTA San Andreas PC dan PS2 Lengkap

0

Efek Cheat Kode Cheat Lampu lalu lintas selalu hijau kanan, R1, atas, L2, L2, kiri, R1, L1, R1, R1 Lalu lintas ramai R2, bulat, R1, L2, kiri R1, L1, R2, L2 Lalu lintas sepi X, bawah, atas, R2, bawah, segitiga, L1, segitiga, kiri Lalu lintas penuh mobil pedesaan L1, L1, R1, R1, L2, L1, R2, bawah, kiri, atas Lalu lintas penuh mobil mahal kanan, R1, atas, L2, L2, kiri, R1, L1, R1, R1 Lalu lintas penuh mobil hitam bulat, L2, atas, R1, kiri, X, R1, L1, kiri, bulat Lalu lintas penuh mobil pink bulat, L1, bawah, L2, kiri, X, R1, L1, kanan, bulat Mobil balap bawah, R1, bulat, L2, L2, X, R1, L1, kiri, kiri Mobil balap 2 R1, bulat, R2, kanan, L1, L2, X, X, kotak, R1 Mobil balap 3 R2, L1, bulat, kanan, L1, R1, kanan, atas, bulat, R2 Truk monster kanan, atas, R1, R1, R1, bawah, segitiga, segitiga, X, bulat, L1, L1 Tank rhino bulat, bulat, L1, bulat, bulat, bulat, L1, L2, R1, segitiga, bulat, segitiga Mobil tanker R1, atas, kiri, kanan, R2, atas, kanan, kotak, kanan, L2, L1, L1 Mobil rancher atas, kanan, kanan, L1, kanan, atas, kotak, L2 Mobil romero bawah, R2, bawah, R1, L2, kiri, R1, L1, kiri, kanan Mobil limousin R2, atas, L2, kiri, kiri, R1, L1, bulat, kanan Mobil truk sampah bulat, R1, bulat, R1, kiri, kiri, R1, L1, bulat, kanan Pesawat capung bulat, atas, L1, L2, bawah, R1, L1, L1, kiri, kiri, X, segitiga Mobil golf bulat, L1, atas, R1, L2, X, R1, L1, bulat, X Mobil vortex segitiga, segitiga, kotak, bulat, X, L1, L2, bawah, bawah Mobil bloodring banger atas, kanan, kanan, L1, kanan, atas, kotak, L2 Mobil dozer R2, L1, L1, kanan, kanan, atas, atas, X, L1, kiri Pesawat tempur (Hydra) segitiga, segitiga, kotak, bulat, X, L1, L1, bawah, atas Helikopter hunter bulat, X, L1, bulat, bulat, L1, bulat, R1, R2, L2, L1, L1 Jetpack kiri, kanan, L1, L2, R1, R2, atas, bawah, kiri, kanan ATV kiri, kiri, bawah, bawah, atas, atas, kotak, bulat, segitiga, R1, R2 Parasut kiri, kanan, L1, L2, R1, R2, R2, atas, bawah, kanan, L1 Mobil kebal L1, L2, L2, atas, bawah, bawah, atas, R1, R2, R2 Kapal terbang R2, bulat, atas, L1, kanan, R1, kanan, atas, kotak, segitiga Mobil terbang kotak, bawah, L2, atas, L1, bulat, atas, x, kiri Meledakkan semua mobil R2, L2, R1, L1, L2, R2, kotak, segitiga, bulat, segitiga, L2, L1 Semua mobil dilengkapi NOS kiri, segitiga, R1, L1, atas, kotak, segitiga, bawah, bulat, L2, L1, L1 Mobil aerjalan di atas air kanan, R2, bulat, R1, L2, kotak, R1, R2 Mobil ringan kotak, R2, bawah, bawah, kiri, bawah, kiri, kiri, L2, X Mobil transparan segitiga, L1, segitiga, R2, kotak, L1, L1

Ilmuwan Berhasil Terjemahkan Sinyal Otak Jadi Teks Tulisan

0

Telko.id, Jakarta – Ilmuwan terus melakukan eksplorasi terhadap kekuatan otak manusia. Baru-baru ini mereka berhasil menemukan cara untuk menerjemahkan sinyal otak manusia menjadi teks tulisan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (01/08/2019) Para ilmuwan dari University of California ebrhasil menymabil sinyal otak dan menerjemahkannya kedalam sebuah teks. Proyek yang didanai oleh Facebook ini diketuai oleh ahli bedah syaraft Edward Chang dan diterbitkan di Jurnal Nature.

“Sampai saat ini tidak ada sistem prostetik bicara yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi pada skala waktu yang cepat dari percakapan manusia,” kata Chang.

{Baca juga: Berkat Samsung, TV Bisa Dikendalikan Gelombang Otak}

Peneliti lain, David Moses menambahkan jika ini pertama kalinya mereka berhasil menemukan cara untuk mengurai sinyal otak menjadi teks tulisan. Walaupun kosa kata yang diterjemahkan masih terbatas, mereka berkomitmen untuk meningkatkan temuannya tersebut.

“Penting untuk diingat bahwa kami mencapai ini menggunakan kosakata yang sangat terbatas, tetapi dalam penelitian selanjutnya kami berharap dapat meningkatkan fleksibilitas serta keakuratan apa yang dapat kami terjemahkan,” ujar Moses.

Sebelumnya Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology atau MIT juga mengembangkan cara untuk mengendalikan robot secara lebih intuitif, yakni menggunakan gerakan tangan dan gelombang otak. Bagaimana cara yang mereka ujicobakan?

{Baca juga: Peneliti Pakai Sinyal Otak untuk Kendalikan Robot}

Dilansir Engadget, tim MIT memanfaatkan kekuatan sinyal otak yang disebut sebagai error-related potentials atau potensi yang berhubungan dengan kesalahan (ErrP). Sistem memonitor aktivitas otak seseorang yang mengamati kerja robotik. Jika ErrP terjadi karena robot telah membuat kesalahan, aktivitas akan terhenti sehingga pengguna dapat memperbaikinya.

Sistem akan memanfaatkan antarmuka yang mengukur aktivitas otot lewat gerakan tangan guna mencari opsi yang benar untuk robot.

Sumber: Ubergizmo

 

Mulai 3 September, YouTube Disetop dari Nintendo 3DS

0

Telko.id, Jakarta  – Nintendo 3DS lebih dari sekadar konsol permainan genggam. Konsol tersebut juga dilengkapi dengan dukungan untuk beberapa aplikasi, seperti YouTube. Sayangnya, mulai September 2019 nanti, aplikasi YouTube akan dihilangkan dari konsol game ini.

Keberadaan aplikasi YouTube di Nintendo 3DS memungkinkan gamer menonton video di konsol. Dengan begitu, mereka bisa istirahat dari bermain game untuk menikmati video.

{Baca juga: Nintendo Digugat Gara-gara Masalah di Joy-Cons}

Namun, jika Anda kerap menggunakan aplikasi berbagi video itu di konsol ini, Anda mungkin akan kecewa mengetahui bahwa Nintendo sebentara lagi akan menghilangkannya dari konsol game tersebut. Tepatnya pada bulan September 2019 nanti.

Dalam sebuah pengumuman di situs, Nintendo mengkonfirmasi bahwa aplikasi YouTube untuk Nintendo 3DS akan ditutup secara resmi pada 3 September 2019 mendatang.

Namun harap dicatat, aplikasi video itu masih akan terus ada untuk Nintendo Switch dan Wii U. Tapi, tetap saja sangat disayangkan, karena YouTube harus menghilang dari Nintendo 3DS.

Menurut laporan Ubergizmo, Switch berpotensi digunakan untuk menggantikan Nintendo 3DS. Bahkan, baru-baru ini, Nintendo meluncurkan Switch Lite yang lebih murah dan portabel.

{Baca juga: Daya Tahan Baterai Nintendo Switch Kini Bisa 9 Jam}

Namun, Nintendo sebelumnya menyangkal bahwa mereka akan mengganti Nintendo 3DS. Mereka menyatakan akan terus mendukungnya selama ada permintaan untuk itu. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Google Pay Tambah Dukungan 25 Bank, Termasuk Indonesia?

0

Telko.id, Jakarta – Google Pay hadir sebagai cara mudah untuk membayar atau berbelanja menggunakan dompet digital di smartphone. Namun, tidak semua bank di seluruh dunia menandatangani kemitraan dengan Google untuk layanan ini.

Beruntung, Google terus menjajaki kerja sama dengan bank-bank baru untuk memperluas layanan Google Pay. Terbaru, raksasa pencarian ini sukses menambahkan dukungan baru untuk 25 bank di Eropa, Asia, dan Selandia Baru bagi layanan pembayaran digitalnya.

Dikutip Telko.id dari GSMArena, Kamis (01/08/2019), satu bank di Selandia Baru yang bekerja sama adalah ASB Bank. Di Eropa, Google juga bermitra dengan bank asal Prancis, Finlandia, dll.

{Baca juga: Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu}

Bagaimana dengan Asia? Laporan menyebut, Google Pay bisa dipakai bertransaksi di Singapura berkat kerja sama dengan Citibank Singapore Limited. Layanan ini juga bermitra dengan dua bank asal Jepang.

Sekadar informasi, fungsi layanan pembayaran Google itu mirip seperti aplikasi Apple Pay maupun Samsung Pay. Selain sebagai sarana pembayaran, pengguna juga bisa memakainya untuk menyimpan tiket pesawat, tiket konser, dan sebagainya.

Yang menarik, layanan tersebut juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan cara urunan bersama teman-teman. Cukup klik menu transaksi, pengguna bisa membagi tagihan kepada teman lainnya.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Google Pay sendiri adalah layanan pembayaran terpadu persembahan Google, hasil perpaduan antara Android Pay dan Google Wallet. Bagi pengguna yang sudah telanjur menggunakan Android Pay tidak perlu khawatir.

Sebab, aplikasi itu akan otomatis berubah menjadi Google Pay. Kalau belum ada perubahan, pengguna juga bisa melakukan pembaruan secara manual melalui Google Play Store. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena

Pokemon Go Sudah Diunduh 1 Miliar Kali Sejak Dirilis

0

Telko.id, Jakarta  – Begitu banyak kesuksesan yang diraih oleh Pokemon Go. Setidaknya itu yang diungkap oleh The Pokémon Company, dimana mereka mengungkapkan bahwa game Augmented Reality (AR) besutan Niantic ini telah diunduh sebanyak 1 miliar kali sejak pertama kali dirilis.

Laporan yang disampaikan The Pokémon Company cukup unik, karena mereka merilis serangkaian video dalam bahasa Jepang mengenai kesuksesan game yang sangat populer di seluruh dunia itu.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

Menurut Engadget, game mobile berbasis lokasi itu telah diunduh lebih dari 1 miliar kali sejak diluncurkan. Beberapa di antaranya adalah unduhan ulang meski tidak jelas berapa banyak pemain yang aktif.

Merujuk catatan Superdata, diperkirakan ada 147 juta pengguna bulanan Pokemon Go hingga Mei 2018. Namun, itu adalah pencapaian untuk permainan yang banyak orang pikir akan gagal setelah beberapa bulan.

Memang benar bahwa banyak dari unduhan tersebut datang tidak lama setelah peluncuran game. Pencipta Pokemon Go merayakan 500 juta unduhan pada September 2016 atau hanya beberapa minggu setelah debutnya.

Pertumbuhan jelas jauh lebih lambat sejak itu. Meski demikian, Pokemon Go berhasil mempertahankan dan menumbuhkan basis pemainnya dengan baik setelah orang lain memberikannya umpan.

Baru-baru ini, Niantic disebut-sebut akan mematikan aplikasi Field Trip, yang selama ini menjadi akar dari aplikasi besutannya. Pebesut Pokémon Go, Ingress dan Harry Potter: Wizards Unite ini akan melakukannya dalam waktu dekat.

{Baca juga: Demi Pokemon Go, Niantic Bakal Matikan Aplikasi Pertamanya}

Kabarnya, Niantic memutuskan untuk melakukan hal tersebut demi menghadirkan game augmented reality dalam Pokemon Go. Field Trip sendiri telah berjalan sejak 2012, bahkan setelah perpecahan dengan Google. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

 

Pakai AI, DeepMind Bisa Deteksi Ginjal Akut Dalam 15 Menit

0

Telko.id, Jakarta  – Cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) telah membunuh 500 ribu orang di Amerika Serikat dan 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Hal tersebut terjadi lantaran cedera ginjal akut tidak terdeteksi sejak awal.

Untuk mencegah hal tersebut menimpa lebih banyak orang lagi, para peneliti dari DeepMind, perusahaan Artificial Intelligence (AI) milik Alphabet, mengembangkan algoritma untuk memprediksi AKI.

DeepMind bermitra dengan Departemen Urusan Veteran AS. Algoritma tersebut dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum kejadian. Uji coba berhasil mengidentifikasi 9 dari 10 pasien.

{Baca juga: Berkat Drone, Perempuan Ini Sukses Transplantasi Ginjal}

Bersamaan dengan itu, DeepMind menghadirkan asisten mobile bernama Streams. Hasil uji coba menunjukkan, menggunakan Streams, dokter spesialis bisa meninjau kasus mendesak dalam waktu 15 menit.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Kamis (01/08/2019), menggunakan aplikasi itu, hanya 3,3 persen dari kasus AKI yang terlewatkan. Padahal, tanpa pemakaian aplikasi AKI, ada 12,4 persen kasus yang terlewatkan.

{Baca juga: Di-Retweet Donald Trump, Akun Ini Langsung Diblokir Twitter}

Aplikasi itu juga membantu penghematan biaya perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma pendeteksian AKI, aplikasi ini dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.

Dengan alat tersebut, perusahaan berharap bisa memajukan obat dari model reaktif ke pendekatan berbasis pencegahan. Tim peneliti juga berencana untuk meneruskan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health. (SN/FHP)

Sumber: Engadget