spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1080

Pendapatan XL Axiata di Q2 2019 Naik 11%

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL) mencatat kinerja yang bagus di semester 1 tahun 2019 (Q2). Operator asal Malaysia ini berhasil membukukan pendapatan sebesar 11% Year-On-Year (YoY), serta peningkatan lainnya untuk periode ini.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Kamis (01/08/2019), peningkatan yang dicapai XL didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15%. Peningkatan pendapatan juga dicatat layanan Data menjadi 29%.

{Baca juga: Pendapatan XL Axiata di Q1 2019 Naik 9%}

Menurut CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan jika pertumbuhan ini juga ditopang oleh meningkatnya EBITDA menjadi 19% dan EBITDA margin sebesar 3%. Pada Q2 2019 ini, XL juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 282 miliar.

“Kami masih terus fokus dan konsisten pada pelaksanaan strategi untuk mendorong meningkatkan bisnis layanan data,” ujar Dian.

Dian menambahkan jika pelanggan smartphone mereka mencapai 48,6 juta atau meningkat dari Q2 tahun lalu. Sementara itu total pelanggan berhasil tumbuh mencapai 56,6 juta pengguna atau meningkat 7%.

Pelanggan pascabayar juga meningkat menjadi menjadi lebih dari 1,05 juta. Peningkatan pelanggan ini terutama didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menarik pelanggan smartphone dan juga pertumbuhan pelanggan yang pesat di wilayah luar Jawa.

“Dengan semua peningkatan pada jumlah pelanggan tersebut, ARPU blended juga mengalami peningkatkan sebesar 10% YoY menjadi Rp 34 ribu,” tulis Dian.

Menurut Dian, strategi dual-brand yang memanfaatkan merek XL dan AXIS untuk melayani segmen pasar layanan data yang berbeda masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja XL Axiata yang kuat tahun ini. Kedua merek tersebut berhasil terus tumbuh dan menunjukkan tren yang positif.

{Baca juga: Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun, Ini Target XL Axiata}

Selain itu kenaikan trafik jaringan juga meningkat pesat sebesar 64% di semester 1 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh trafik data pada 4G karena pengguna layanan data XL Axiata mencapai 88% dari total pelanggan.

Terakhir di periode ini, jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. [NM/HBS]

Incar Pekerja Milenial, Ini Harga Lenovo Yoga S940

0

Telko.id, Jakarta – Lenovo Indonesia resmi merilis Lenovo Yoga S940. Dengan mengandalkan fitur pemindai wajah berteknologi Face Recognition, laptop ini akan menyasar pekerja milenial yang memiliki mobilitas tinggi. Kalau begitu, berapa harga laptop ini dibanderol?

Lenovo Yoga S940 dijual mulai dari Rp 24,9 juta dan tersedia di distributor resmi serta mitra ritel online Lenovo. Menurut Consumer Notebook 4P T1 Lenovo Indonesia, Kevin Adityo laptop ini cocok bagi pekerja milenial dengan mobilitas tinggi.

{Baca juga: Lenovo Boyong Laptop untuk Pebisnis Milenial, ThinkBook 13s dan 14s}

“Targetnya millennial worker, mobilitas tinggi dari meeting ke meeting, sehingga membutuhnya banyak fitur dalam 1 package,” ujar Kevin di Jakarta, Kamis (01/08/2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin. Menurutnya laptop ini cocok bagi bagi pekerja kreatif agar bisa bekerja lebih cepat.

“Baik untuk pelanggan yang sering berpindah-pindah, profesional bisnis, kreator konten digital atau desainer, maka Yoga S940 dapat membantu pengguna mengerjakan tugasnya lebih cepat,” ujar Julius.

Layanan purnajual Lenovo Yoga 8940 melingkupi Lenovo PremiumCare yakni 24 jam akses layanan via telepon dan onsite service dari pukul 09.00 hingga 21.00 dengan teknisi yang handal.

Selain itu Lenovo Yoga S940 juga dilengkapi Accidental Damage Protection yakni garansi yang menanggung kerusakan yang tidak termasuk dalam garansi normal selama 2 tahun sejak tanggal pembelian produk.

Sebelumnya Lenovo Yoga S940 resmi dirilis. Dengan mengusung fitur Face Recognition dan Biometric laptop ini memudahkan pengguna dalam menjalankan kesibukan sehari-harinya baik dan kebutuhan kerja.

{Baca juga: Lenovo Yoga S940, Laptop dengan Fitur Pemindai Wajah}

Lenovo Yoga S940 dilengkapi dengan Lenovo Smart Assist dengan Artificial Intelligence (AI). Lewat fitur tersebut pengguna dapat melakukan penguncian ke laptop dengan Face Recognition melalui infrared.

Di laptop ini terpasang Intel Core i7-8565U Processor Generasi Kedelapan dengan Windows 10 Home. Untuk kapasitas memori, Lenovo Yoga S940 memiliki RAM 16GB LPDDR3 dan memori penyimpanan hingga 1TB untuk performa yang kuat. [NM/HBS]

Aplikasi Error, “Penyamaran” Streamer 58 Tahun Ini Terungkap

0

Telko.id, Jakarta  – Seorang ibu paruh baya di China menyamar sebagai streamer cantik nan seksi. Ia menggunakan filter di aplikasi streaming agar terlihat aduhai. Namun, penyamarannya tersebut akhirnya terkuak.

Ibu paruh baya itu bernama Qiaobiluo Dianxia. Di layanan live streaming DouYu, ia populer dengan nama “Yang Mulia Qiaobiluo“. Jumlah penggemarnya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai 130 ribu orang.

Selama menjadi artis di DouYu, Yang Mulia Qiaobiluo tampil menyanyi untuk mendapatkan hadiah uang dari para penggemar. Dasar sial, suatu ketika, gangguan layanan membuat kedoknya terbongkar.

{Baca juga: Atta Halilintar “Diusir” dari Twitter, Kenapa?}

Tak diduga, aplikasi DouYu bermasalah saat ia sedang siaran langsung. Masalah itu secara otomatis menonaktfikan filter kecantikan, sehingga wajah aslinya tampil di aplikasi dan membuat wanita berumur asli 58 tahun tersebut menuai banyak cemoohan.

Padahal, dikutip Telko.id dari BGR, Kamis (01/08/2019), sebelum gangguan terjadi, ia live streaming bersama streamer lain bernama Qingzi. Yang Mulia Qiaobiluo menutupi wajah dengan gambar animasi Jepang.

Bahkan, ia sempat meminta imbalan sebesar CNY100 ribu atau lebih kurang Rp 204 juta kepada para penggemar yang ingin Qiaobiluo menghapus gambar animasi Jepang itu. Permintaannya besarnya pun ditanggapi oleh para penonton.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Sayang, manakala jumlah hadiah sedang dalam proses pengiriman, tanpa sengaja filter kecantikan di aplikasi lenyap. Wajah aslinya pun terlihat. Akibatnya, satu per satu, penggemarnya spontan keluar dari tayangan.

Pascakejadian tersebut, julukan Yang Mulia Qiaobiluo pun berganti menjadi Granny, yang berarti nenek. Yang menarik, jumlah penggemarnya di DouYu justru meningkat drastis menjadi 400 ribu orang. (SN/FHP)

Sumber: BGR

Lenovo Yoga S940, Laptop dengan Fitur Pemindai Wajah

0

Telko.id, Jakarta – Lenovo Indonesia merilis Lenovo Yoga S940. Dengan mengusung fitur keamanan pemindai wajah, karena dilengkapi teknologi Face Recognition dan Biometric. Laptop. ini diklaim cocok buat pekerja kantoran maupun aktifitas pekerjaan sehari-hari.

Menurut Consumer Notebook 4K and T1 Lenovo Indonesia, Kevin Adityo, Lenovo Yoga S940 dilengkapi dengan Lenovo Smart Assist dengan Artificial Intelligence (AI). Lewat fitur tersebut, pengguna dapat melakukan penguncian ke laptop dengan Face Recognition melalui infrared.

“Kami memiliki AI camera login yang bisa mendeteksi personal diri kita secara otomatis,” kata Kevin di Jakarta, Kamis (01/08/2019).

{Baca juga: Speknya Mumpuni, Segini Harga Lenovo Ideapad Terbaru}

Selain itu, laptop ini juga memiliki fitur AI Blackblur yang secara otomatis menyaring suara bising di sekitar pengguna dan memburamkan latar belakang ketika melakukan video call. Menurut Kevin, fitur tersebut dapat mengurangi gangguan ketika video call sedang berlangsung.

“Sering kali kita harus melakukan meeting lewat Skype.  Untuk itu dengan fitur ini kita bisa melakukan meeting lewat skype secara profesional,” tambah Kevin.

Di laptop ini terpasang Intel Core i7-8565U, processor generasi kedelapan dengan Windows 10 Home. Untuk kapasitas memori, laptop ini memiliki RAM hingga 16GB LPDDR3 dan memori penyimpanan hingga 1TB untuk performa yang kuat.

{Baca juga: Lenovo Boyong Laptop untuk Pebisnis Milenial, ThinkBook 13s dan 14s}

“Kita dituntut serba cepat kita kerjaan pun maunya serba cepat. Maka dengan Lenovo Yoga S940 kita bisa menjadi pekerja yang smart,” kata Kevin.

Secara desain Lenovo Yoga S940 memiliki layar 14 Inci FHD, berat 1,2 Kg dengan ketipisan 12,2 mm. Dari kualitas suara, laptop ini menggunakan Dolby Vision dan Dolby Atmos Speaker System Front-facing.

“Jadi ini Dolby-nya bukan software sehingga memberikan pengalaman layaknya menonton di bioskop,” ujar Kevin.

{Baca juga: Lenovo Pamer Fitur “Anti Ngintip” untuk Layar Thinkpad}

Laptop ini juga memiliki daya baterai yang tahan lama hingga 15 jam dengan layar FHD. Terakhir Lenovo Yoga S940 merupakan produk  yang pertama menggunakan Contour Glass di sekitar bezel sehingga menjadi tipis dan menampilkan desain yang licin. [NM/HBS]

Kandidat Presiden AS Pamer Akun Baru Snapchat

0

Telko.id, Jakarta  – Para pesohor dunia juga ingin Anda menjadi follower-nya. di media sosial. Begitupun kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, meminta kepada netizen untuk mengikuti akun Snapchat yang baru dibikinnya.

Seperti dilansir CNET, ia bergabung dengan platform berbagi foto dan video tersebut dengan nama pengguna biden2020 sebelum mengikuti debat pada rabu (31/7/2019) malam waktu setempat.

{Baca juga: Adik Bos Snapchat Bikin Situs Porno Tanpa Gambar}

“Saya punya berita menarik: Saya sekarang punya akun Snapchat! Silakan mengikuti akun saya dan simak terus tautan https://joe.link/snapchat,” ujar Biden via cuitan di akun Twitter resminya.

Dikutip Telko.id, Kamis (1/8/2019), dalam cuitan di Twitter, Biden juga berbagi fotonya dengan nuansa kekinian. Di foto tersebut terdapat logo hantu ala aplikasi berbagi video itu sebagai latar belakang.

Media sosial memang menjadi saran efektif bagi para politisi untuk mengampanyekan diri. Mereka memanfaatkan Facebook, Twitter, dll sebagainya untuk lebih dekat ke konstituen.

Snapchat punya 203 juta pengguna harian aktif hingga kuartal terakhir 2018. Ada beberapa penyebab kenapa pemakai layanan tersebut bertumbuh. Satu di antaranya adalah perubahan tampilan.

Snapchat mengklaim ada peningkatan sekitar tujuh persen sejak menghadirkan tampilan baru. Mayoritas pengguna baru adalah pemilik perangkat bersistem operasi Android.

Perusahaan juga mengatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi data atau retensi yang menggunakan aplikasi mereka. “Lebih dari 10% peningkatan terjadi terkait tingkat retensi orang yang membuka Snapchat untuk pertama kalinya,” tambahnya.

{Baca juga: Sempat Lesu, Snapchat Akhirnya Tembus 200 Juta Pengguna}

Kinerja keuangan pun mulai membaik. Di kuartal terakhir, pendapatan perusahaan naik 48% dibanding Kuartal II tahun lalu yakni USD$ 388 Juta atau Rp 5,4 Triliun. Sayangnya, mereka masih merugi USD$ 255 juta atau Rp 3,5 triliun. [SN/HBS]

Sumber: CNET

 

Hands-on Vivo Z1 Pro, Powerful Berkat Snapdragon 712 AIE

0

Telko.id, Jakarta – Vivo tak lama lagi bakal meluncurkan Vivo Z1 Pro, yang jadi smartphone menengah nan powerful bagi generasi muda yang aktif.

Vivo memastikan, smartphone terbarunya ini akan rilis secara resmi pada 5 Agustus mendatang di Indonesia.

Waktu peluncurannya memang akan terjadi dalam beberapa hari lagi. Akan tetapi, tim Telko.id sudah berkesempatan untuk mencobanya terlebih dahulu sebelum smartphone ini melenggang secara resmi.

{Baca juga: Siap-siap! Vivo Z1 Pro Segera Meluncur di Indonesia}

Dalam tulisan hands-on Vivo Z1 Pro, kami akan memberikan ulasan singkat soal spesifikasi dan desain dari smartphone ini. So, simak baik-baik ya!

Desain

http://telset.id/

Vivo Z1 Pro punya desain yang terbilang berbeda, apabila dibandingkan dengan Vivo V15 Pro maupun Vivo S1. Smartphone ini mengusung desain “Ultra O Screen” atau desain layar memanjang dengan adanya punch hole atau lubang kamera di kiri atas layarnya.

Layarnya sendiri berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+. Dan, berkat adopsi Ultra O Screen, Z1 Pro punya bezel yang cukup tipis di sisi atas, kiri, dan kanannya. Sementara untuk dagu atau bezel bagian bawah, terbilang cukup tebal.

Aspek rasio layarnya terbilang sinematik, mencapai 19,5 : 9. Apabila dihitung, rasio layar terhadap body-nya mencapai 90,77%.

Z1 Pro punya body dengan lengkungan 3D dan dilapisi oleh warna gradasi refleksi cahaya yang ciamik. Ada dua warna yang diberikan Vivo, yaitu Sonic Blue dan Sonic Black yang tampak premium dan eye-catching berkat refleksi cahayanya.

Spesifikasi

http://telset.id/

Vivo Z1 Pro ditenagai oleh prosesor octa-core 2.3 GHz Snapdragon 712 AIE (10nm) dan GPU Adreno 616. AIE sendiri adalah singkatan dari Artificial Intelligence Engine, yang merupakan chip atau komponen yang disematkan di dalam SoC khusus untuk memproses AI.

Dengan adanya komponen tersebut, performa smartphone pun akan terdongkrak, dan kemampuan AI-nya akan jauh lebih unggul. Terdapat juga RAM 4GB, ROM 64GB, dan baterai berkapasitas 5,000 mAh dengan dual engine fast-charging berkekuatan 18W.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Vivo Terbaru}

Spesifikasi ini ditunjang juga oleh adanya fitur khusus gaming yang bisa meningkatkan performa smartphone. Seperti Ultra Game Mode dan Competition Mode. Fitur-fitur itu, berguna untuk meningkatkan pengalaman main game secara maksimal dan memprioritaskan alokasi daya pada sistem ketika pengguna bermain game.

Total, Z1 Pro punya empat kamera. Satu kamera di depan dengan sensor 32MP yang didukung AI Beauty, dan tiga kamera belakang dengan konfigurasi 16MP lensa utama, 8MP lensa ultra-wide angle, dan 2MP lensa depth.

http://telset.id/

Ketiga lensa tersebut dibantu oleh teknologi berbasis AI, terutama pada lensa ultra-wide angle yang dapat memperluas jangkauan kamera hingga 120°.

Bagaimana, apakah Vivo Z1 Pro terbilang menarik? Sayangnya, Vivo Indonesia masih merahasiakan soal harga Vivo Z1 Pro. Jadi, tunggu saja kehadirannya sebentar lagi ya! (FHP)

Gokil! Bocah Ini Kantongi Rp 42 Miliar setelah Juara Fortnite

0

Telko.id, Jakarta  – Dulu dan bahkan hingga kini sebagian orang masih beranggapan bermain video game sebagai sesuatu yang tidak memiliki masa depan. Tapi jika Anda tahu bocah ini mengantongi duit Rp 48 miliar dari hasil juara kompetisi Fortnite, pasti Anda akan berubah pikiran.

Namun, narasi itu telah berubah secara besar-besaran. Kyle “Bugha” Giersdorf, seorang remaja berusia 16 tahun, berhasil membawa pulang $ 3 juta serta gelar dalam kejuaraan Piala Dunia Fortnite pertama.

{Baca juga: Salut! Youtuber Cilik Ini Bisa Beli Rumah Rp 112 Miliar}

Hal itu menunjukkan seberapa besar dunia eSports. Menurut Ubergizmo, total hadiah untuk pertandingan Piala Dunia Fortnite adalah $ 30 juta. Sebuah angka yang cukup fenomenal untuk ukuran kompetisi game.

Seperti yang ditunjukkan oleh Engadget, Giersdorf membawa pulang lebih banyak uang daripada beberapa atlet olahraga terkenal ketika memenangkan pertandingan. Ambil contoh legenda golf, Tiger Woods.

Woods menghasilkan $ 2,07 juta dengan gelar mayor ke-15. Kompetisi game battle royal populer itu tampaknya punya hadiah terbesar untuk turnamen game meskipun hadiah Valve’s Dota 2 “The International” masih yang paling besar.

{Baca juga: Bocah 15 Tahun Belikan Ibunya Rumah dari Hasil Bermain Game}

Beberapa lembaga pendidikan bahkan siap menyedian beasiswa bagi mereka yang mahir dalam permainan video video. Akankah nanti para orangtua menyewa tutor khusus anaknya yang menggeluti dunia game? [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

XL Catat Peningkatan Pendapatan 11% YoY Pada Semester I 2019

0

Telko.id  – Ditengah bisnis telekomunikasi yang sedang bergeliat usai adanya program registrasi kartu prabayar yang dicanangkan pemerintah, XL mampu meningkatkan pendapatannya hingga 11% YoY yang didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15% YoY. Ini sebuah hasil dari strategi XL yang ‘meninggalkan’ pelanggan nya yang kurang ‘menggunaankan’ data. Tak pelak, kinerja XL pun semakin kinclong.

Sementara itu, pendapatan dari layanan data tumbuh 29% YoY, meningkat kontribusinya menjadi 87% terhadap total pendapatan layanan di periode semester 1 2019 ini. Kinerja yang menggembirakan ini juga ditopang oleh meningkatnya efisiensi biaya yang mendorong EBITDA meningkat 19% YoY dan EBITDA margin juga tumbuh 3% YoY. Pada periode semester 1 2019 ini, XL Axiata juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 282 miliar.

“Kami masih terus fokus dan konsisten pada pelaksanaan strategi untuk mendorong dan meningkatkan bisnis layanan data. Sebagai hasilnya, kami mampu meningkatkan penetrasi smartphone sebesar 12% menjadi 86% pada akhir semester pertama tahun ini. Dengan semua pencapaian tersebut, kini XL Axiata memimpin secara industri, dan menempati posisi yang lebih kuat dibandingkan dengan operator lainnya dalam hal menghadapi dampak dari penurunan pendapatan layanan legacy (SMS dan voice),” ungkap Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO XL Axiata.

Dian menambahkan, pelanggan smartphone kami saat ini mencapai 48,6 juta per di semester 1 2019, meningkat 24% dari periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, total pelanggan juga berhasil tumbuh mencapai 56,6 juta, meningkat 7% YoY.

Pelanggan pascabayar juga meningkat menjadi menjadi lebih dari 1,05 juta. Peningkatan pelanggan ini terutama didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menarik pelanggan smartphone dan juga pertumbuhan pelanggan yang pesat di wilayah luar Jawa. Dengan semua peningkatan pada jumlah pelanggan tersebut, ARPU blended juga mengalami peningkatkan sebesar 10% YoY menjadi Rp 34 ribu.

Menurut Dian, strategi dual-brand yang memanfaatkan merek XL dan AXIS untuk melayani segmen pasar layanan data yang berbeda masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja XL Axiata yang kuat tahun ini. Kedua merek tersebut berhasil terus tumbuh dan menunjukkan daya tarik bagi segmen pelanggan masing-masing melalui sejumlah produk baru.

Pelanggan smartphone yang ‘lapar’ data menyukai berbagai paket layanan yang XL Axiata tawarkan, juga nyaman dengan kualitas jaringan data yang semakin baik. Keberhasilan XL Axiata dalam meningkatkan penggunaan layanan data ini, tidak terlepas dari kesuksesan pada program up-selling dan monetisasi data. Hal ini juga turut mendorong pertumbuhan EBITDA pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan, sehingga pada akhirnya juga membantu peningkatan meningkatkan marjin EBITDA.

Pada kuartal kedua 2019, merek XL meluncurkan beberapa paket baru, antara lain “Xtra Rejeki” dengan manfaat cashback yang diluncurkan pada Ramadan lalu. Sementara itu, merek AXIS antara lain meluncurkan paket OWSEM dan BOOSTR yang menargetkan segmen pemuda dengan kuota untuk media sosial, musik, dan game.

XL maupun AXIS juga berhasil mempertahankan NPS (Net Promoter Score) yang kuat dalam setiap segmen target brand. Adapun layanan pascabayar juga terus tumbuh melalui program yang menarik, antara lain myPRIO Talk+ Plan, paket bulanan baru yang menawarkan manfaat layanan voice Any-net dan program bundling melalui shoping pointbekerja sama dengan beberapa merek gawai terkenal.

Meningkatnya kinerja XL Axiata juga terlihat dari kenaikan trafik jaringan yang meningkat pesat sebesar 64% YoY di semester 1 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh trafik data pada 4G karena mayoritas trafik data XL Axiata saat ini berada di jaringan 4G. Di semester 1 2019 ini, total pengguna layanan data XL Axiata mencapai 88% dari total pelanggan.

Kenaikan trafik tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya kualitas infrastruktur jaringan yang dimiliki XL Axiata. Sejak 2016, wilayah di luar Jawa menjadi fokus untuk perluasan jaringan dan jangkauan. Trafik penggunaan layanan XL Axiata di luar Jawa terus meningkat seiring dengan semakin baiknya kualitas jaringan di wilayah-wilayah tersebut.

Sebagai hasilnya, pendapatan dari wilayah luar Jawa ini juga terus meningkat pesat mengungguli tingkat pertumbuhan di Jawa, yang pada akhirnya turut mendorong meningkatnya kinerja perusahaan.

Selama semester 1 2019, XL Axiata terus melakukan perluasan dan peningkatan kapasitas jaringan. Di periode ini, jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL Axiata juga terus diperluas, dan saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia.

XL Axiata juga terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgradejaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data.

Sepanjang semester 1 2019 ini, XL Axiata juga telah melakukan pengembalian pinjaman bank sebesar Rp 600 miliar dengan menggunakan dana internal. Di akhir periode ini, perusahaan juga tidak memiliki fasilitas pinjaman dalam mata uang USD. (Icha)

 

 

 

iPhone 2019 Didukung Apple Pencil?

0

Telko.id, Jakarta  – Sejak Apple memperkenalkan Apple Pencil ke iPad, banyak pengguna yang bertanya-tanya, apakah iPhone bakal mendukung aksesoris tersebut. Sampai sekarang, Apple belum menjawabnya.

Sejauh ini, stylus hadir secara eksklusif untuk iPad. Namun, menurut laporan Business Insider, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Kamis (1/8/2019), Apple tampaknya akan menghadirkan Apple Pencil untuk iPhone 2019.

{Baca juga: iPhone 2020 Bakal Usung Layar 120Hz seperti iPad Pro?}

Menurut publikasi, mengutip laporan Citi Research, analis perusahaan menyatakan bahwa dukungan stylus segera tiba untuk iPhone. Jika benar, keputusan Apple menghadirkannya ke iPhone cukup tepat.

Februari 2019 lalu, Apple dilaporkan “bermain-main” dengan gagasan untuk mengembangkan teknologi stylus di iPhone. Berdasarkan gambar konsep yang tersebar, aksesoris itu bisa bekerja tanpa bantuan iPad Pro.

Konsep kerja Apple Pencil masa depan tersebut digodog oleh tim pengembangan Apple. Nantinya, pensil digital Apple bisa bekerja tanpa perlu menggunakan iPad Pro, tapi dengan dukungan iMac dan MacBook bersensor.

Sensor di bagian atas layar iMac dan MacBook itu berfungsi melacak posisi, gerakan, bahkan orientasi perangkat tersebut. Meski pakai bantuan iMac dan MacBook, Apple Pencil tetap beroperasi tanpa menyentuh layar.

{Baca juga: Tahun Depan, Mengetik di iPhone Cukup Lewat Pikiran}

Apple Pencil ditempelkan ke permukaan benda apapun, lalu ditangkap oleh sensor dan disalin secara digital dalam bentuk 3D di MacBook. Kendati demikian, belum tahu apakah inovasi tersebut terealisasikan atau tidak. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Sedap, Laba bersih Telkom Sepanjang Semester I/2019 Tumbuh 27,4%

0

Telko.id – Kinerja Telkom Indonesia pada semester I tahun 2019 cukup cemerlang. Hal itu terlihat dari profitabilitas Perseroan yang kian meningkat, dimana sepanjang semester I/2019 laba bersih tumbuh hingga 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Sepanjang semester I/2019, dengan pendapatan konsolidasi yang tumbuh 7,7% Perseroan berhasil mencatat laba bersih yang meningkat signifikan hingga 27,4%. Hal tersebut menunjukkan kinerja Perseroan yang kian sehat dengan profitabilitas yang semakin baik karena Perseroan mampu menghasilkan persentase pertumbuhan laba bersih yang jauh di atas persentase pertumbuhan pendapatan. Ini akan menjadi faktor penting bagi sustainability perusahaan di masa mendatang,” ungkap Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah di Jakarta (31/07).

Telkom mencatat laba bersih di semester pertama 2019 sebesar Rp11,08 triliun. Pendapatan konsolidasi Perseroan tercatat sebesar Rp69,35 triliun, tumbuh 7,7% YoY dengan EBITDA (Earnings Before Interest Tax Depreciation Amortization) yang juga mengalami peningkatan sebesar 16,9% menjadi Rp33,12 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari fokus Perseroan terhadap mesin utama pertumbuhan yakni bisnis digital yang konsisten tumbuh dan menunjukkan kinerja positif.

Pendapatan bisnis digital meningkat cukup signifikan sebesar 22,6% YoY menjadi Rp48,29 triliun. Kontribusi bisnis digital juga meningkat menjadi 69,6% dari total pendapatan pada semester I/2019, dimana pada periode yang sama tahun lalu sebesar 61,2%.

Pendapatan bisnis digital terdiri dari pendapatan layanan konektivitas broadband sebesar Rp38,7 triliun atau tumbuh 24,4% dan layanan digital sebesar Rp9,59 triliun atau tumbuh 15,6%.

Entitas anak usaha Telkom, Telkomsel yang saat ini tengah fokus terhadap bisnis digital juga menunjukkan kinerja yang semakin baik dengan membukukan Rp45,11 triliun pada pendapatan, Rp24,23 triliun pada EBITDA dan Rp12,71 triliun pada laba bersih dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 5,5%, 9,0% dan 8,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi operasional, Telkomsel memiliki 167,8 juta pelanggan dengan 66,3% diantaranya atau sebesar 111,2 juta merupakan pelanggan data. Lalu lintas data pun mengalami peningkatan yang meningkat cukup tajam hingga 56,0% menjadi 2.961 petabyte.

Untuk mengembangkan infrastruktur digital Telkomsel juga telah membangun 15.117 BTS berbasis 4G pada semester I/2019 ini, sehingga total BTS 4G Telkomsel menjadi sebanyak 71.789 unit. Hingga saat ini, Telkomsel memiliki 204.198 unit BTS dengan 75,4% diantaranya adalah BTS 3G dan 4G/LTE.

Layanan triple play IndiHome turut menunjukkan kinerja yang semakin kuat baik finansial maupun operasional. Pendapatan IndiHome melonjak 61,5% menjadi Rp8,8 triliun.

Selain itu, sepanjang tiga bulan terakhir IndiHome berhasil menambah 479 ribu pelanggan baru dengan total pelanggan hingga Juni 2019 menjadi 6 juta atau tumbuh 45,1% dibanding semester pertama tahun lalu. Hal ini sekaligus memantapkan posisi IndiHome sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia.

Belanja modal Perseroan di semester 1/2019 ini sebesar Rp15,1 triliun, dengan alokasi terutama digunakan untuk membangun infrastruktur broadband baik untuk mobile maupun fixed broadband. Pada bisnis mobile, belanja modal dialokasi untuk pengembangan kualitas dan kapasitas jaringan 4G serta pengembangan sistem IT.

Sementara untuk fixed broadband, belanja modal digunakan untuk pembangunan jaringan akses serat optik ke rumah serta jaringan backbone. Hingga pertengahan tahun 2019, Telkom telah membangun tambahan backbone serat optik sepanjang sekitar 2.600 km.

“Semester I/2019 menjadi milestone penting perusahaan, dimana Telkom mampu menunjukkan kinerja yang semakin membaik. Kami optimis, Telkom dapat terus meningkatkan kinerjanya baik finansial maupun operasional, pada akhir tahun 2019 nanti.” tutup Ririek.(Icha)