spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1076

Ilmuwan Berhasil Terjemahkan Sinyal Otak Jadi Teks Tulisan

0

Telko.id, Jakarta – Ilmuwan terus melakukan eksplorasi terhadap kekuatan otak manusia. Baru-baru ini mereka berhasil menemukan cara untuk menerjemahkan sinyal otak manusia menjadi teks tulisan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Kamis (01/08/2019) Para ilmuwan dari University of California ebrhasil menymabil sinyal otak dan menerjemahkannya kedalam sebuah teks. Proyek yang didanai oleh Facebook ini diketuai oleh ahli bedah syaraft Edward Chang dan diterbitkan di Jurnal Nature.

“Sampai saat ini tidak ada sistem prostetik bicara yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi pada skala waktu yang cepat dari percakapan manusia,” kata Chang.

{Baca juga: Berkat Samsung, TV Bisa Dikendalikan Gelombang Otak}

Peneliti lain, David Moses menambahkan jika ini pertama kalinya mereka berhasil menemukan cara untuk mengurai sinyal otak menjadi teks tulisan. Walaupun kosa kata yang diterjemahkan masih terbatas, mereka berkomitmen untuk meningkatkan temuannya tersebut.

“Penting untuk diingat bahwa kami mencapai ini menggunakan kosakata yang sangat terbatas, tetapi dalam penelitian selanjutnya kami berharap dapat meningkatkan fleksibilitas serta keakuratan apa yang dapat kami terjemahkan,” ujar Moses.

Sebelumnya Para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology atau MIT juga mengembangkan cara untuk mengendalikan robot secara lebih intuitif, yakni menggunakan gerakan tangan dan gelombang otak. Bagaimana cara yang mereka ujicobakan?

{Baca juga: Peneliti Pakai Sinyal Otak untuk Kendalikan Robot}

Dilansir Engadget, tim MIT memanfaatkan kekuatan sinyal otak yang disebut sebagai error-related potentials atau potensi yang berhubungan dengan kesalahan (ErrP). Sistem memonitor aktivitas otak seseorang yang mengamati kerja robotik. Jika ErrP terjadi karena robot telah membuat kesalahan, aktivitas akan terhenti sehingga pengguna dapat memperbaikinya.

Sistem akan memanfaatkan antarmuka yang mengukur aktivitas otot lewat gerakan tangan guna mencari opsi yang benar untuk robot.

Sumber: Ubergizmo

 

Mulai 3 September, YouTube Disetop dari Nintendo 3DS

0

Telko.id, Jakarta  – Nintendo 3DS lebih dari sekadar konsol permainan genggam. Konsol tersebut juga dilengkapi dengan dukungan untuk beberapa aplikasi, seperti YouTube. Sayangnya, mulai September 2019 nanti, aplikasi YouTube akan dihilangkan dari konsol game ini.

Keberadaan aplikasi YouTube di Nintendo 3DS memungkinkan gamer menonton video di konsol. Dengan begitu, mereka bisa istirahat dari bermain game untuk menikmati video.

{Baca juga: Nintendo Digugat Gara-gara Masalah di Joy-Cons}

Namun, jika Anda kerap menggunakan aplikasi berbagi video itu di konsol ini, Anda mungkin akan kecewa mengetahui bahwa Nintendo sebentara lagi akan menghilangkannya dari konsol game tersebut. Tepatnya pada bulan September 2019 nanti.

Dalam sebuah pengumuman di situs, Nintendo mengkonfirmasi bahwa aplikasi YouTube untuk Nintendo 3DS akan ditutup secara resmi pada 3 September 2019 mendatang.

Namun harap dicatat, aplikasi video itu masih akan terus ada untuk Nintendo Switch dan Wii U. Tapi, tetap saja sangat disayangkan, karena YouTube harus menghilang dari Nintendo 3DS.

Menurut laporan Ubergizmo, Switch berpotensi digunakan untuk menggantikan Nintendo 3DS. Bahkan, baru-baru ini, Nintendo meluncurkan Switch Lite yang lebih murah dan portabel.

{Baca juga: Daya Tahan Baterai Nintendo Switch Kini Bisa 9 Jam}

Namun, Nintendo sebelumnya menyangkal bahwa mereka akan mengganti Nintendo 3DS. Mereka menyatakan akan terus mendukungnya selama ada permintaan untuk itu. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Google Pay Tambah Dukungan 25 Bank, Termasuk Indonesia?

0

Telko.id, Jakarta – Google Pay hadir sebagai cara mudah untuk membayar atau berbelanja menggunakan dompet digital di smartphone. Namun, tidak semua bank di seluruh dunia menandatangani kemitraan dengan Google untuk layanan ini.

Beruntung, Google terus menjajaki kerja sama dengan bank-bank baru untuk memperluas layanan Google Pay. Terbaru, raksasa pencarian ini sukses menambahkan dukungan baru untuk 25 bank di Eropa, Asia, dan Selandia Baru bagi layanan pembayaran digitalnya.

Dikutip Telko.id dari GSMArena, Kamis (01/08/2019), satu bank di Selandia Baru yang bekerja sama adalah ASB Bank. Di Eropa, Google juga bermitra dengan bank asal Prancis, Finlandia, dll.

{Baca juga: Google Cari Relawan untuk Pixel 4, Bayarannya Rp 70 Ribu}

Bagaimana dengan Asia? Laporan menyebut, Google Pay bisa dipakai bertransaksi di Singapura berkat kerja sama dengan Citibank Singapore Limited. Layanan ini juga bermitra dengan dua bank asal Jepang.

Sekadar informasi, fungsi layanan pembayaran Google itu mirip seperti aplikasi Apple Pay maupun Samsung Pay. Selain sebagai sarana pembayaran, pengguna juga bisa memakainya untuk menyimpan tiket pesawat, tiket konser, dan sebagainya.

Yang menarik, layanan tersebut juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran dengan cara urunan bersama teman-teman. Cukup klik menu transaksi, pengguna bisa membagi tagihan kepada teman lainnya.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Google Pay sendiri adalah layanan pembayaran terpadu persembahan Google, hasil perpaduan antara Android Pay dan Google Wallet. Bagi pengguna yang sudah telanjur menggunakan Android Pay tidak perlu khawatir.

Sebab, aplikasi itu akan otomatis berubah menjadi Google Pay. Kalau belum ada perubahan, pengguna juga bisa melakukan pembaruan secara manual melalui Google Play Store. (SN/FHP)

Sumber: GSMArena

Pokemon Go Sudah Diunduh 1 Miliar Kali Sejak Dirilis

0

Telko.id, Jakarta  – Begitu banyak kesuksesan yang diraih oleh Pokemon Go. Setidaknya itu yang diungkap oleh The Pokémon Company, dimana mereka mengungkapkan bahwa game Augmented Reality (AR) besutan Niantic ini telah diunduh sebanyak 1 miliar kali sejak pertama kali dirilis.

Laporan yang disampaikan The Pokémon Company cukup unik, karena mereka merilis serangkaian video dalam bahasa Jepang mengenai kesuksesan game yang sangat populer di seluruh dunia itu.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

Menurut Engadget, game mobile berbasis lokasi itu telah diunduh lebih dari 1 miliar kali sejak diluncurkan. Beberapa di antaranya adalah unduhan ulang meski tidak jelas berapa banyak pemain yang aktif.

Merujuk catatan Superdata, diperkirakan ada 147 juta pengguna bulanan Pokemon Go hingga Mei 2018. Namun, itu adalah pencapaian untuk permainan yang banyak orang pikir akan gagal setelah beberapa bulan.

Memang benar bahwa banyak dari unduhan tersebut datang tidak lama setelah peluncuran game. Pencipta Pokemon Go merayakan 500 juta unduhan pada September 2016 atau hanya beberapa minggu setelah debutnya.

Pertumbuhan jelas jauh lebih lambat sejak itu. Meski demikian, Pokemon Go berhasil mempertahankan dan menumbuhkan basis pemainnya dengan baik setelah orang lain memberikannya umpan.

Baru-baru ini, Niantic disebut-sebut akan mematikan aplikasi Field Trip, yang selama ini menjadi akar dari aplikasi besutannya. Pebesut Pokémon Go, Ingress dan Harry Potter: Wizards Unite ini akan melakukannya dalam waktu dekat.

{Baca juga: Demi Pokemon Go, Niantic Bakal Matikan Aplikasi Pertamanya}

Kabarnya, Niantic memutuskan untuk melakukan hal tersebut demi menghadirkan game augmented reality dalam Pokemon Go. Field Trip sendiri telah berjalan sejak 2012, bahkan setelah perpecahan dengan Google. [BA/HBS]

Sumber: Engadget

 

Pakai AI, DeepMind Bisa Deteksi Ginjal Akut Dalam 15 Menit

0

Telko.id, Jakarta  – Cedera ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) telah membunuh 500 ribu orang di Amerika Serikat dan 100 ribu orang di Inggris setiap tahun. Hal tersebut terjadi lantaran cedera ginjal akut tidak terdeteksi sejak awal.

Untuk mencegah hal tersebut menimpa lebih banyak orang lagi, para peneliti dari DeepMind, perusahaan Artificial Intelligence (AI) milik Alphabet, mengembangkan algoritma untuk memprediksi AKI.

DeepMind bermitra dengan Departemen Urusan Veteran AS. Algoritma tersebut dapat memprediksi keberadaan AKI hingga 48 jam sebelum kejadian. Uji coba berhasil mengidentifikasi 9 dari 10 pasien.

{Baca juga: Berkat Drone, Perempuan Ini Sukses Transplantasi Ginjal}

Bersamaan dengan itu, DeepMind menghadirkan asisten mobile bernama Streams. Hasil uji coba menunjukkan, menggunakan Streams, dokter spesialis bisa meninjau kasus mendesak dalam waktu 15 menit.

Menurut Engadget, dikutip Telko.id, Kamis (01/08/2019), menggunakan aplikasi itu, hanya 3,3 persen dari kasus AKI yang terlewatkan. Padahal, tanpa pemakaian aplikasi AKI, ada 12,4 persen kasus yang terlewatkan.

{Baca juga: Di-Retweet Donald Trump, Akun Ini Langsung Diblokir Twitter}

Aplikasi itu juga membantu penghematan biaya perawatan kesehatan. Dikombinasikan dengan algoritma pendeteksian AKI, aplikasi ini dapat menawarkan deteksi dini yang lebih baik.

Dengan alat tersebut, perusahaan berharap bisa memajukan obat dari model reaktif ke pendekatan berbasis pencegahan. Tim peneliti juga berencana untuk meneruskan pekerjaan ini sebagai bagian dari Google Health. (SN/FHP)

Sumber: Engadget

Pendapatan XL Axiata di Q2 2019 Naik 11%

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL) mencatat kinerja yang bagus di semester 1 tahun 2019 (Q2). Operator asal Malaysia ini berhasil membukukan pendapatan sebesar 11% Year-On-Year (YoY), serta peningkatan lainnya untuk periode ini.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Kamis (01/08/2019), peningkatan yang dicapai XL didorong oleh peningkatan pendapatan layanan sebesar 15%. Peningkatan pendapatan juga dicatat layanan Data menjadi 29%.

{Baca juga: Pendapatan XL Axiata di Q1 2019 Naik 9%}

Menurut CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan jika pertumbuhan ini juga ditopang oleh meningkatnya EBITDA menjadi 19% dan EBITDA margin sebesar 3%. Pada Q2 2019 ini, XL juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 282 miliar.

“Kami masih terus fokus dan konsisten pada pelaksanaan strategi untuk mendorong meningkatkan bisnis layanan data,” ujar Dian.

Dian menambahkan jika pelanggan smartphone mereka mencapai 48,6 juta atau meningkat dari Q2 tahun lalu. Sementara itu total pelanggan berhasil tumbuh mencapai 56,6 juta pengguna atau meningkat 7%.

Pelanggan pascabayar juga meningkat menjadi menjadi lebih dari 1,05 juta. Peningkatan pelanggan ini terutama didorong oleh keberhasilan perusahaan dalam menarik pelanggan smartphone dan juga pertumbuhan pelanggan yang pesat di wilayah luar Jawa.

“Dengan semua peningkatan pada jumlah pelanggan tersebut, ARPU blended juga mengalami peningkatkan sebesar 10% YoY menjadi Rp 34 ribu,” tulis Dian.

Menurut Dian, strategi dual-brand yang memanfaatkan merek XL dan AXIS untuk melayani segmen pasar layanan data yang berbeda masih menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan kinerja XL Axiata yang kuat tahun ini. Kedua merek tersebut berhasil terus tumbuh dan menunjukkan tren yang positif.

{Baca juga: Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun, Ini Target XL Axiata}

Selain itu kenaikan trafik jaringan juga meningkat pesat sebesar 64% di semester 1 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh trafik data pada 4G karena pengguna layanan data XL Axiata mencapai 88% dari total pelanggan.

Terakhir di periode ini, jaringan XL Axiata telah diperkuat dengan lebih dari 127.000 BTS termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G. Jaringan 4G LTE XL saat ini sudah tersedia di 408 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia. [NM/HBS]

Incar Pekerja Milenial, Ini Harga Lenovo Yoga S940

0

Telko.id, Jakarta – Lenovo Indonesia resmi merilis Lenovo Yoga S940. Dengan mengandalkan fitur pemindai wajah berteknologi Face Recognition, laptop ini akan menyasar pekerja milenial yang memiliki mobilitas tinggi. Kalau begitu, berapa harga laptop ini dibanderol?

Lenovo Yoga S940 dijual mulai dari Rp 24,9 juta dan tersedia di distributor resmi serta mitra ritel online Lenovo. Menurut Consumer Notebook 4P T1 Lenovo Indonesia, Kevin Adityo laptop ini cocok bagi pekerja milenial dengan mobilitas tinggi.

{Baca juga: Lenovo Boyong Laptop untuk Pebisnis Milenial, ThinkBook 13s dan 14s}

“Targetnya millennial worker, mobilitas tinggi dari meeting ke meeting, sehingga membutuhnya banyak fitur dalam 1 package,” ujar Kevin di Jakarta, Kamis (01/08/2019).

Hal serupa juga dikatakan oleh Consumer Lead Lenovo Indonesia, Julius Tjhin. Menurutnya laptop ini cocok bagi bagi pekerja kreatif agar bisa bekerja lebih cepat.

“Baik untuk pelanggan yang sering berpindah-pindah, profesional bisnis, kreator konten digital atau desainer, maka Yoga S940 dapat membantu pengguna mengerjakan tugasnya lebih cepat,” ujar Julius.

Layanan purnajual Lenovo Yoga 8940 melingkupi Lenovo PremiumCare yakni 24 jam akses layanan via telepon dan onsite service dari pukul 09.00 hingga 21.00 dengan teknisi yang handal.

Selain itu Lenovo Yoga S940 juga dilengkapi Accidental Damage Protection yakni garansi yang menanggung kerusakan yang tidak termasuk dalam garansi normal selama 2 tahun sejak tanggal pembelian produk.

Sebelumnya Lenovo Yoga S940 resmi dirilis. Dengan mengusung fitur Face Recognition dan Biometric laptop ini memudahkan pengguna dalam menjalankan kesibukan sehari-harinya baik dan kebutuhan kerja.

{Baca juga: Lenovo Yoga S940, Laptop dengan Fitur Pemindai Wajah}

Lenovo Yoga S940 dilengkapi dengan Lenovo Smart Assist dengan Artificial Intelligence (AI). Lewat fitur tersebut pengguna dapat melakukan penguncian ke laptop dengan Face Recognition melalui infrared.

Di laptop ini terpasang Intel Core i7-8565U Processor Generasi Kedelapan dengan Windows 10 Home. Untuk kapasitas memori, Lenovo Yoga S940 memiliki RAM 16GB LPDDR3 dan memori penyimpanan hingga 1TB untuk performa yang kuat. [NM/HBS]

Aplikasi Error, “Penyamaran” Streamer 58 Tahun Ini Terungkap

0

Telko.id, Jakarta  – Seorang ibu paruh baya di China menyamar sebagai streamer cantik nan seksi. Ia menggunakan filter di aplikasi streaming agar terlihat aduhai. Namun, penyamarannya tersebut akhirnya terkuak.

Ibu paruh baya itu bernama Qiaobiluo Dianxia. Di layanan live streaming DouYu, ia populer dengan nama “Yang Mulia Qiaobiluo“. Jumlah penggemarnya tak tanggung-tanggung, yakni mencapai 130 ribu orang.

Selama menjadi artis di DouYu, Yang Mulia Qiaobiluo tampil menyanyi untuk mendapatkan hadiah uang dari para penggemar. Dasar sial, suatu ketika, gangguan layanan membuat kedoknya terbongkar.

{Baca juga: Atta Halilintar “Diusir” dari Twitter, Kenapa?}

Tak diduga, aplikasi DouYu bermasalah saat ia sedang siaran langsung. Masalah itu secara otomatis menonaktfikan filter kecantikan, sehingga wajah aslinya tampil di aplikasi dan membuat wanita berumur asli 58 tahun tersebut menuai banyak cemoohan.

Padahal, dikutip Telko.id dari BGR, Kamis (01/08/2019), sebelum gangguan terjadi, ia live streaming bersama streamer lain bernama Qingzi. Yang Mulia Qiaobiluo menutupi wajah dengan gambar animasi Jepang.

Bahkan, ia sempat meminta imbalan sebesar CNY100 ribu atau lebih kurang Rp 204 juta kepada para penggemar yang ingin Qiaobiluo menghapus gambar animasi Jepang itu. Permintaannya besarnya pun ditanggapi oleh para penonton.

{Baca juga: Indoxxi XX1 Lite, Aplikasi Nonton Film Streaming Anti Repot}

Sayang, manakala jumlah hadiah sedang dalam proses pengiriman, tanpa sengaja filter kecantikan di aplikasi lenyap. Wajah aslinya pun terlihat. Akibatnya, satu per satu, penggemarnya spontan keluar dari tayangan.

Pascakejadian tersebut, julukan Yang Mulia Qiaobiluo pun berganti menjadi Granny, yang berarti nenek. Yang menarik, jumlah penggemarnya di DouYu justru meningkat drastis menjadi 400 ribu orang. (SN/FHP)

Sumber: BGR

Lenovo Yoga S940, Laptop dengan Fitur Pemindai Wajah

0

Telko.id, Jakarta – Lenovo Indonesia merilis Lenovo Yoga S940. Dengan mengusung fitur keamanan pemindai wajah, karena dilengkapi teknologi Face Recognition dan Biometric. Laptop. ini diklaim cocok buat pekerja kantoran maupun aktifitas pekerjaan sehari-hari.

Menurut Consumer Notebook 4K and T1 Lenovo Indonesia, Kevin Adityo, Lenovo Yoga S940 dilengkapi dengan Lenovo Smart Assist dengan Artificial Intelligence (AI). Lewat fitur tersebut, pengguna dapat melakukan penguncian ke laptop dengan Face Recognition melalui infrared.

“Kami memiliki AI camera login yang bisa mendeteksi personal diri kita secara otomatis,” kata Kevin di Jakarta, Kamis (01/08/2019).

{Baca juga: Speknya Mumpuni, Segini Harga Lenovo Ideapad Terbaru}

Selain itu, laptop ini juga memiliki fitur AI Blackblur yang secara otomatis menyaring suara bising di sekitar pengguna dan memburamkan latar belakang ketika melakukan video call. Menurut Kevin, fitur tersebut dapat mengurangi gangguan ketika video call sedang berlangsung.

“Sering kali kita harus melakukan meeting lewat Skype.  Untuk itu dengan fitur ini kita bisa melakukan meeting lewat skype secara profesional,” tambah Kevin.

Di laptop ini terpasang Intel Core i7-8565U, processor generasi kedelapan dengan Windows 10 Home. Untuk kapasitas memori, laptop ini memiliki RAM hingga 16GB LPDDR3 dan memori penyimpanan hingga 1TB untuk performa yang kuat.

{Baca juga: Lenovo Boyong Laptop untuk Pebisnis Milenial, ThinkBook 13s dan 14s}

“Kita dituntut serba cepat kita kerjaan pun maunya serba cepat. Maka dengan Lenovo Yoga S940 kita bisa menjadi pekerja yang smart,” kata Kevin.

Secara desain Lenovo Yoga S940 memiliki layar 14 Inci FHD, berat 1,2 Kg dengan ketipisan 12,2 mm. Dari kualitas suara, laptop ini menggunakan Dolby Vision dan Dolby Atmos Speaker System Front-facing.

“Jadi ini Dolby-nya bukan software sehingga memberikan pengalaman layaknya menonton di bioskop,” ujar Kevin.

{Baca juga: Lenovo Pamer Fitur “Anti Ngintip” untuk Layar Thinkpad}

Laptop ini juga memiliki daya baterai yang tahan lama hingga 15 jam dengan layar FHD. Terakhir Lenovo Yoga S940 merupakan produk  yang pertama menggunakan Contour Glass di sekitar bezel sehingga menjadi tipis dan menampilkan desain yang licin. [NM/HBS]

Kandidat Presiden AS Pamer Akun Baru Snapchat

0

Telko.id, Jakarta  – Para pesohor dunia juga ingin Anda menjadi follower-nya. di media sosial. Begitupun kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, meminta kepada netizen untuk mengikuti akun Snapchat yang baru dibikinnya.

Seperti dilansir CNET, ia bergabung dengan platform berbagi foto dan video tersebut dengan nama pengguna biden2020 sebelum mengikuti debat pada rabu (31/7/2019) malam waktu setempat.

{Baca juga: Adik Bos Snapchat Bikin Situs Porno Tanpa Gambar}

“Saya punya berita menarik: Saya sekarang punya akun Snapchat! Silakan mengikuti akun saya dan simak terus tautan https://joe.link/snapchat,” ujar Biden via cuitan di akun Twitter resminya.

Dikutip Telko.id, Kamis (1/8/2019), dalam cuitan di Twitter, Biden juga berbagi fotonya dengan nuansa kekinian. Di foto tersebut terdapat logo hantu ala aplikasi berbagi video itu sebagai latar belakang.

Media sosial memang menjadi saran efektif bagi para politisi untuk mengampanyekan diri. Mereka memanfaatkan Facebook, Twitter, dll sebagainya untuk lebih dekat ke konstituen.

Snapchat punya 203 juta pengguna harian aktif hingga kuartal terakhir 2018. Ada beberapa penyebab kenapa pemakai layanan tersebut bertumbuh. Satu di antaranya adalah perubahan tampilan.

Snapchat mengklaim ada peningkatan sekitar tujuh persen sejak menghadirkan tampilan baru. Mayoritas pengguna baru adalah pemilik perangkat bersistem operasi Android.

Perusahaan juga mengatakan bahwa terjadi peningkatan konsumsi data atau retensi yang menggunakan aplikasi mereka. “Lebih dari 10% peningkatan terjadi terkait tingkat retensi orang yang membuka Snapchat untuk pertama kalinya,” tambahnya.

{Baca juga: Sempat Lesu, Snapchat Akhirnya Tembus 200 Juta Pengguna}

Kinerja keuangan pun mulai membaik. Di kuartal terakhir, pendapatan perusahaan naik 48% dibanding Kuartal II tahun lalu yakni USD$ 388 Juta atau Rp 5,4 Triliun. Sayangnya, mereka masih merugi USD$ 255 juta atau Rp 3,5 triliun. [SN/HBS]

Sumber: CNET