spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1067

Penampakan Oppo Reno 10x Zoom Karya 3 Seniman Ternama

0

Telko.id, Jakarta – Oppo menggelar pameran bertajuk “Renoscape” di Plaza Indonesia, Jakarta. Di pameran ini, brand asal China tersebut memamerkan tiga edisi spesial dari smartphone flagship-nya. Masing-masing adalah, Oppo Reno 10x Zoom Darbotz, Oppo Reno 10x Zoom Arkiv, dan Oppo Reno 10x Zoom Ronald.

Ketiga edisi spesial itu hasil kerja sama Oppo dengan tiga seniman Indonesia, Darbotz, Arkiv Vilmansa, dan Ronald Apriyan.

Ketiga smartphone ini disematkan karya seni dari setiap seniman pada body belakangnya yang dibalut warna Jet Black. Karya seni tersebut diukir dalam bagian body dengan teknik khusus, sehingga dapat terlihat dengan jelas.

{Baca juga: Zoom-Indonesia, “Pendekatan Aneh” Oppo untuk Reno 10x Zoom}

Tim Telko.id sendiri berkesempatan untuk melihat dan mencoba secara langsung tiga edisi spesial dari Oppo Reno 10x Zoom ini.

Oleh sebab itu, kami akan sedikit mengulas ketiga smartphone ini dari sisi desain dan karya seni yang disematkan pada body-nya. Yuk simak!

Oppo Reno 10x Zoom Darbotz

Darbotz merupakan salah satu seniman graffiti Indonesia dengan salah satu karya terkenalnya yaitu Monster Ball. Di Reno 10x Zoom, Darbotz membubuhi smartphone itu lewat seni dengan tema “Berbeda Tapi Tetap Satu”.

Digambar menggunakan warna hitam dan putih, dengan karakter monster yang jadi ciri khasnya, Darbotz mencoba menggambarkan kultur masyarakat Indonesia yang berasal dari berbagai suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda, tapi tetap menjadi satu kesatuan.

Oppo Reno 10x Zoom Arkiv Vilmansa

Arkiv populer lewat karya-karyanya yang terinspirasi dari karakter kartun populer, Mickey Mouse dan Looney Tunes. Pelukis asal Bandung ini pun menyematkan karya seninya yang berbentuk seperti Mickey Mouse pada body Reno 10x Zoom.

Ia menyebut karyanya dengan nama “Crown of Cration”. Tampak pada body smartphone, memang terlihat seperti karakter Mickey Mouse yang terkenal. Meski demikian, ia mengatakan bahwa karya ini terinspirasi dari kompleksitas dan modernitas yang terjadi sehari-hari.

Oppo Reno 10x Zoom Ronald Apriyan

Terakhir adalah seri spesial dari Ronald Apriyan, pelukis asal Yogyakarta. Bisa dibilang, ia memberikan karya seni yang penuh warna dengan imajinasi “out of the box“.

Bagaimana tidak, ia menuangkan imajinasi bertajuk “Memakan Nasi padang di Luar Angkasa” pada body Reno 10x Zoom. Karyanya memenuhi hampir seluruh permukaan body belakang smartphone flagship tersebut dengan garis-garis yang cenderung tipis, namun punya makna inovasi yang kreatif.

Ketiga smartphone edisi spesial ini masing-masing hanya tersedia 30 unit saja. Setiap untinya, dijual dengan harga Rp 12,9 jutaan dan hanya tersedia di Renoscape saja.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Yang menarik, tiap unit tersebut punya aplikasi berbasis Augmented Reality (AR). Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk menikmati karya-karya dari para seniman via animasi yang ditayangkan via AR. (FHP)

Tak Sampai 1 Tahun, Realme Jadi Top 5 Brand Smartphone di Indonesia

Telko.id – Industri smartphone saat ini diisi oleh para pemain yang sangat agresif. Tak pelak, jajaran Top 5 brand smartphone pun terus berubah dari waktu ke waktu. Yang kini menjadi pemain ke lima adalah Realme. Posisi exclusive ini diperoleh Realme dengan waktu kurang dari satu tahun saja.

Kondisi tersebut baru saja diumumkan oleh Counterpoint, perusahaan analisis industri global yang setiap tahun melakukan penelitian tentang penjualan smartphone di dunia, termasuk Indonesia.

Tentunya ini menjadi pencapaian terbesar realme mengingat prestasi ini diperoleh realme dalam waktu kurang dari setahun di Indonesia.

Menurut laporan Counterpoint, penjualan smartphone di Indonesia tumbuh 6% year-on-year (YoY) selama Q2 2019 didorong oleh promosi selama Bulan Ramadan baik di saluran online dan offline. Dan realme berhasil meraih pangsa pasar 8% dari penjualan smartphone di Indonesia, menjadikan realme berada di jajaran lima besar merek smartphone dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Ini adalah hasil yang sangat menggembirakan bagi kami, karena kerja keras kami dalam waktu kurang dari setahun di Indonesia membuahkan hasil yang manis. Tidak mudah bagi kami untuk mencapai Top 5 brand smartphonedi Indonesia, perlu penelitian yang sangat intensif untuk mengetahui kebutuhan anak muda Indonesia dari sebuah smartphone dan semangat “Dare to Leap” kami dalam menghadirkan smartphone yang penuh inovasi, memiliki teknologi terbaru, desain elegan dan harga terjangkau pada saat bersamaan,” ungkap Josef Wang, Marketing Director realme SEA.

“Merek smartphone Tiongkok adalah alasan bertumbuhnya pasar smartphone di Indonesia. Empat dari lima merek smartphone teratas berasal dari Tiongkok. Pangsa pasar gabungan mereka lebih dari 55%,” ujar Parv Sharma, Counterpoint Research Analyst mengomentari hasil laporan Counterpoint.

Khusus untuk Realme, merek smartphone yang diluncurkan di Indonesia pada Q4 2018, menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dengan strategi harga yang agresif. Dalam tiga kuartal, realme telah meraih pangsa pasar 8%, sehingga mendapatkan urutan ke lima brand smartphone berdasarkan volume. Portofolio realme yang lebih ramping dengan fokus penjualan online yang agresif dan proposisi value for moneytelah membantunya mendapatkan pangsa pasar dalam waktu singkat. Namun, realme juga memperluas pangsanya di segmen offline untuk tumbuh lebih lanjut.”

Melalui pengaplikasian teknologi smartphone yang berani dan optimalisasi model bisnis, realme telah menciptakan langkah untuk menjadi game changeruntuk industri smartphone domestik, membawa kejutan dan kemungkinan tak terbatas bagi anak muda.

Realme telah mengadopsi model distribusi dengan rantai yang sederhana e-commerce, dan menguntungkan penggunanya, memungkinkan lebih banyak anak muda menikmati kehidupan berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh kombinasi teknologi dan estetika. Hal tersebut memungkinkan realme untuk melangkah melampaui persaingan dan menjadi game changerpasar smartphone yang ada, terutama di pasar Indonesia yang memiliki persaingan ketat.

Bagaimana dengan merek lainnya?

Samsung

Menurut Associate Director Counterpoint, Tarun Pathak, pada industry smartphone di Indonesia, Samsung masih menduduki posisi pertama.

“Samsung terus memimpin pasar ponsel pintar dengan pangsa 27%. Seri Refreshed A telah mendorong penjualan merek dengan model-model utama seperti Galaxy A50 dan A10. Selain itu, kehadiran offline yang kuat telah membantunya mempertahankan posisi dominan di pasar,” ungkap Tarun.

Yang ketiban sial adalah merek -merek lokal, di mana terus menerus kehilangan pangsa karena diterjang oleh global dan Cina. Itu sebabnya, pasar terkonsentrasi pada 5 merek teratas saja dengan market share 82%.

Sedangkan Advan, satu-satunya merek smartphone lokal, hanya bisa duduk diposisi 10 teratas saja. Itu pun, berada diurutan ke 7 (tujuh).

Xiaomi

Setelah Samsung, posisi kedua diisi oleh Xiaomi. Pertumbuhan Y0Y nya lumayan juga, bisa mencapai 18% YoY. Kondisi ini didorong oleh kehadiran seri Redmi 6A dan Redmi 7. Lalu, strategi ritelnya yang diperrluas jangkauannya dan hadir juga versi offlinenya, memperkuat pijakannya di pasar karena yang kuat. Kemudian, kolaborasi dengan portal mitra online seperti Lazada, Blibli, Shoppee, juga memperkuat posisinya.

Oppo

Posisinya masih belum tergoyahkan. Lewat Oppo A5s dan A3s, merek ini mampu tumbuh di Indonesia sebesar 6% YoY. Posisitiong yang lebih ramping dan melakukan diversifikasi dengan seri Reno yang ditujukan untuk segmen menengah ke atas, terlihat membawa hasil.

Vivo

Lanjut dengan ViVo. Menurut Tarun, Vivo mampu tumbuh pada tingkat yang sehat 50% YoY dan mampu menduduki posisi ke empat. Yang membuatnya mampu meraih prestasi itu karena Vivo meluncurkan model serupa yang telah diluncurkan di Cina tetapi dengan spesifikasi kelas bawah untuk menjaga harga kompetitif di pasar.

ASUS

Yang menarik adalh Asus. Asus adalah merek global lain yang mencatat pertumbuhan tahunan tetapi didorong ke posisi keenam oleh Realme. Asus Max, Max Pro berkinerja baik di pasar.

Advan

Merek lokal ini terlempar dari posisi lima, dua tahun lalu. Sayang, Advan, sampai sekarang belum bisa tembus ke posisi lima besar lagi. Alih-alih ingin balik, ternyata Advan hanya mampu menduduki posisi ke tujuh. Diikuti oleh Nokia HMD, dan Huawei yang berusaha tetap berada di sepuluh besar.

Data dari Counterpoint Research ini didasarkan pada estimasi sell-through berdasarkan survei ritel, pengecekan vendor triangulasi cek rantai pasokan, dan riset sekunder. (Icha)

Dijegal AS, Huawei Pesimistis Bisa “Kudeta” Samsung

0

Telko.id, Jakarta  – Sanksi embargo yang dijatuhkan Amerika Serikat, cukup membuat Huawei kelimpungan. Beberapa target perusahaan pun harus direvisi. Bahkan raksasa teknologi asal China itu pesimis untuk bisa mewujudkan ambisinya “mengkudeta” Samsung sebagai penguasa pasar smartphone.

Huawei Technologies mengatakan pada Jumat (9/8/2019) waktu setempat bahwa perusahaan akan kesulitan untuk memenuhi target menjadi produsen ponsel terbesar di dunia.

{Baca juga: Klarifikasi Trump, Gedung Putih: Huawei Tetap Masuk Daftar Hitam}

Tahun ini, perusahaan asal China itu mengaku benar-benar terkendala dengan pengiriman produk. Alasannya, tak lain karena pemerintah Amerika Serikat melakukan embargo. Mereka masuk daftar hitam entitas.

Menurut laporan terbaru Reuters, seperti dikutip Telko.id, Huawei sebenarnya bakal mampu mengirimkan 300 juta ponsel pada tahun ini jika tak ada kebijakan boikot dari Presiden Donald Trump.

Richard Yu, kepala bisnis konsumen Huawei, mengatakannya pada konferensi pengembang di Dongguan, China selatan. Ia juga berujar, mereka telah membangun kampus mewah dengan model Eropa.

Juni 2019 lalu, perusahan sudah menyadari bahwa pemboikotan AS dan sekutunya berdampak besar terhadap target perusahaan. Padahal, mereka sangat berambisi menjadi penguasa ponsel.

Sempat lama bertengger di peringkat tiga, Huawei beberapa waktu lalu berhasil menggeser posisi Apple sebagai produsen ponsel terbesar kedua di dunia. Huawei pun lantas berambisi menggusur Samsung.

“Kami seharusnya akan menjadi produsen terbesar di dunia pada kuartal IV-2019. Tapi, melihat kondisi sekarang, proses mencapainya butuh waktu lebih lama,” kata pimpinan Huawei, Shao Yang, di Shanghai.

{Baca juga: Apple Babak Belur, Vendor Smartphone Asia Kuasai Pasar}

Namun Huawei tak perlu terlalu sedih. Karena kinerja Apple di kuartal kedua 2019 juga babak belur. Perusahaan asal Amerika Serikat ini merosot ke posisi empat di pasar smartphone. Hasil negatif dialami semua produk Apple, termasuk iPhone juga mengalami penurunan.

Kabar bagusnya, vendor-vendor smartphone asal Asia menguasai pasar. Menurut Business Insider, Apple merosot ke tempat keempat di kuartal kedua 2019 ini. Apple berada di bawah pabrikan Asia, seperti Samsung, Huawei dan Oppo yang berada di posisi pertama, kedua dan ketiga. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Konyol! Youtuber Tewas setelah Lompat dari Cerobong Asap

0

Telko.id,Jakarta – Kisah ini menjadi pelajaran bagi Anda yang ingin membuat konten di YouTube. Jangan hanya demi konten, melakukan hal-hal yang konyol. Seperti yang dilakukan seorang Youtuber, yang harus meregang nyawa setelah melompat dari cerobong asap pabrik.

Dilansir Telko.id dari Dexerto pada Jumat (09/08/2019), Youtuber Spanyol, Ruben Carbonell dilaporkan meninggal dunia di sebuah Pabrik Semen di Alicante Spanyol pada 7 Agustus 2019 lalu.

Diceritakan bahwa Carbonell bersama temannya masuk ke dalam pabrik untuk melakukan aksi melompat dari cerobong setinggi 150 kaki atau 45,7 meter. Rencananya Youtuber yang kabarnya baru memiliki 111 subscribers tersebut akan menggunakan parasut ketika mendarat.

{Baca juga: Demi Konten, YouTuber Ini Nikahi Ibu Sahabatnya}

Tetapi rencana tersebut gagal total ketika parasut yang digunakan tidak berfungsi. Akhirnya pria berusia 29 tahun tersebut seketika jatuh ke tanah dan meninggal dunia.

Temannya Carbonell pun memberi tahu pihak berwenang dan polisi menyelidiki mengapa parasut itu gagal digunakan. Ternyata aksinya ini bukan yang pertama kali dilakukannya. Polisi juga menyelidiki video mereka saat mengunjungi sebuah perusahaan semen di San Vicente del Raspeig, Spanyol.

Memang tidak sedikit Youtuber yang melakukan aksi konyol dan berbahaya hanya demi viewers. Sebelumnya, hanya demi mengejar jumlah viewer, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun rela melakukan aksi nekat dan berbahaya.

YouTubers yang ahli akrobat bernama The Little Nuisance itu mengunggah video ekstrem saat beraksi di gedung Anaconda Cut setinggi 44 lantai di Salford, Manchester, Inggris. Rekaman video kemudian diunggahnya ke YouTube pada 25 April 2019 lalu.

{Baca juga: Demi Viewer, YouTubers Ini Nekat Bergelantungan di Gedung Tinggi}

Dalam video itu, ia tampak berada di puncak sebuah bangunan terbaru di kota tersebut. Ia lantas memasang cincin pengait atau karabiner di gantungan di atas gedung.

Sumber: Dexerto

Apple Babak Belur, Vendor Smartphone Asia Kuasai Pasar

0

Telko.id, Jakarta – Kinerja Apple di kuartal kedua 2019 babak belur. Perusahaan asal Amerika Serikat ini merosot ke posisi empat di pasar smartphone. Hasil negatif dialami semua produk Apple, termasuk iPhone juga mengalami penurunan. Sementara vendor smartphone asal Asia menguasai pasar.

Dilansir Telko.id dari Business Insider pada Jumat (09/08/2019), Apple merosot ke tempat keempat di kuartal kedua 2019 ini. Apple berada di bawah pabrikan Asia, seperti Samsung, Huawei dan Oppo yang berada di posisi pertama, kedua dan ketiga.

Menurut data dari IHS Markit, bahwa Apple hanya mengirim 35,3 juta iPhone sejak April hingga akhir Juni 2019 dengan market share 11%. Sedangkan Samsung mampu mengirimkan ponsel sebanyak 75,1 juta dan Huawei 58,7 juta dengan market shared 23% dan 18%.

{Baca juga: Tak Cuma iPhone, Semua Produk Apple Bakal Naik Harga?}

Apple juga kalah tipis dari Oppo yang mampu mengirim 36,2 juta ponsel dengan market shared 11% di kuartal kedua. Tidak hanya peringkat, penjualan iPhone juga turun sejak kuartal pertama dan berlanjut di kuartal kedua tahun ini dengan presentase 11,8% atau USD$ 26 miliar atau Rp 369 triliun.

Analis menilai jika penurunan ini disebabkan oleh pengguna iPhone yang setia dengan ponsel miliknya sehingga tidak membeli produk iPhone terbaru yang ditawarkan.

Selain itu, penolakan Apple untuk membuat iPhone murah untuk pasar negara berkembang seperti yang dilakukan oleh pesaing yang kini berada diatas mereka.

{Baca juga: Penjualan Melambat, Pendapatan Apple Turun 15 Persen}

Data dari IHS Markit juga menunjukan kompetitor Apple, yakni Huawei, mampu bertahan di tengah gempuran embargo yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Menurut Direktur Riset dan Analisis IHS, Jusy Hong menilai jika prestasi Huawei di kuartal kedua dipengaruhi oleh penjualannya di China.

“Huawei mampu mengatasi badai sejauh ini. Huawei dapat menggantikan pengiriman internasional yang jatuh dengan peningkatan penjualan di Tiongkok,” tulis Jusy Hong. [NM/HBS]

Sumber: Business Insider

Gojek dan GoPay Dukung Transformasi Digitalisasi Pemprov Jawa Timur

0

Telko.id – Setiap provinsi di Indonesia kini sedang berlomba melakukan transformasi digital. Demikian juga dengan Pemerintah provinsi Jawa Timur. Apalagi, pemda Jatim memiliki Nawa Bhakti Satya yang merupakan sembilan misi pembangunan untuk periode 2019-2023 yang bertemakan peningkatan sumber daya manusia Jawa Timur untuk pertumbuhan berkualitas dan berdaya saing. Untuk itu, pemprov Jatim pun melakukan kolaborasi dengn Gojek dan GoPay.

Penandatanganan nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur dalam pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik di Jawa Timur melalui inovasi teknologi ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Jawa Timur lainnya.

“Melalui kolaborasi strategis ini kami sangat bangga bahwa kini Gojek sebagai perusahaansuper-appterdepan di Asia Tenggara, mendapatkan kesempatan dari Pemprov Jawa Timur untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan di Jawa Timur melalui solusi teknologi dan inovasi yang kami tawarkan dalam ekosistem kami dalam menciptakan dampak sosial di Jawa Timur,” ujar Shinto Nugroho, Chief Public Policy & Government Relations Gojek Group,  yang turut hadir dalam penandatangan nota kesepahaman antara Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur.

Melalui kerja sama ini, Gojek, GoPay dan Pemprov Jawa Timur tidak hanya berkolaborasi dalam digitalisasi dan peningkatan promosi produk koperasi dan UMKM Jawa Timur dalam program Gojek Wirausaha, tetapi juga dalam bidang lain seperti pengembangan pembayaran layanan publik non tunai melalui GoPay, pengembangan promosi pariwisata Jawa Timur melalui GoTix, platform penyedia tiket dalam ekosistem Gojek, serta pengembangan talenta ekonomi digital di Jawa Timur dengan berpartisipasi dalam program Millennial Job CenterPemprov Jawa Timur.

Shinto menambahkan bahwa Gojek melihat visi Nawa Bhakti Satya sejalan dengan cita-cita dan komitmen Gojek dalam meningkatkan dampak sosial, khususnya melalui ekonomi digital. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan bahwa kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp44.2 triliun, dimana secara khusus melalui berbagai layanannya Gojek telah berkontribusi Rp. 2,2 triliun bagi perekonomian Kota Surabaya, Jawa Timur selama tahun 2018

Pada kesempatan yang sama, Gojek juga menawarkan program dukungan menyeluruh pada pelaku sektor informal dan UMKM, termasuk salah satunya UMKM binaan Pemprov Jatim dengan cara menyelenggarakan pelatihan, fasilitasi usaha pemasaran, serta fasilitasi akses lapangan kerja dalam ekosistem Gojek melalui program pelatihan yang bernama Gojek Wirausaha.

Program Gojek Wirausaha adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka. Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.

Lewat kampanye Gojek Wirausaha GoNusantara (Gerakan Online Nusantara), Gojek berusaha mendorong lebih banyak lagi UMKM Go Online, melalui pemberian akses bagi UMKM yang sudah mengikuti pelatihan untuk masuk ke ekonomi digital lewat platform Gojek yakni GoFood, GoPay serta Arisan Mapan.

“Saat ini Gojek semangat melihat keaktifan Pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, termasuk juga Pemprov Jatim lewat misi Jatim Berdaya. Sesuai dengan misi kami untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia, Gojek berupaya menjawab tantangan yang dihadapi UMKM dengan memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi.” tambah Shinto.

Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 14 ribu UMKM se-Indonesia di 16 kota di Indonesia melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah, dengan lebih dari 750 UMKM diantaranya berasal dari Jawa Timur. Potensi kolaborasi bersama UMKM Jawa Timur masih terbilang sangat tinggi, dengan data Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur pada Triwulan II-2019 sebesar 5,72% secara year on year dengan ditopang lebih dari 9,57 juta UMKM.

Selain itu, Gojek juga siap berkolaborasi dalam program Millennial Job Center sebagai pelaksanaan dari visi Jatim Kerja dalam menyediakan berbagai talenta ekonomi digital di Jawa Timur. Dalam program ini, Gojek akan membina dan melatih berbagai lulusan dan tenaga kerja di Jawa Timur dalam menghadapi tren pekerjaan baru di kalangan generasi millennial.

“Sebagai perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara yang memiliki tiga super-app di dalam ekosistemnya, kami melihat pengembangan sumber daya manusia merupakan kunci pengembangan ekonomi digital di Indonesia kedepannya, sebagaimana juga arahan Presiden dan misi Jatim Kerja. Inovasi Pemprov Jawa Timur ini sangat baik bagi Jawa Timur sebagai provinsi tertinggi kedua dalam jumlah penduduk di Indonesia dalam menghadapi bonus demografi.” jelas Shinto.

Selain itu, Gojek juga membantu pembangunan Jawa Timur dengan pemanfaatan ekonomi digital melalui ekosistem pembayaran non-tunai yang dihadirkan oleh GoPay salah satunya kemudahan akses pembayaran retribusi daerah dan pajak daerah di Jawa Timur.

“GoPay mendukung penggunaan ekonomi digital untuk pembangunan Jawa Timur dengan menghadirkan pembayaran non-tunai di berbagai layanan publik. Kami senang dan bangga dapat bekerjasama dengan Pemerintah Jawa Timur untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat Jawa Timur mengenai keuntungan transaksi non-tunai. Melalui GoPay, semua transaksi akan tercatat dengan detail dan transparan, dan tentunya sejalan dengan visi Pemprov Jatim yakni Jatim Amanah,” ungkap Arno Tse, Head of Sales GoPay.

Sebelumnya GoPay telah juga menjalin kerjasama dengan beberapa Polres di Jawa Timur sebagai pilot project penerapan kemudahan pembayaran SIM & SKCK secara non-tunai. Arno berharap dengan masuknya pilihan pembayaran non-tunai di berbagai sektor layanan publik di Provinsi Jawa Timur, dapat membantu pemerintah membantu pengumpulan pajak menjadi lebih mudah, aman, dan transparan sekaligus meningkatkan minat dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik.

“Melalui ekosistem kami, Gojek percaya bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berkegiatan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat, seperti layanan publik yang lebih murah, cepat dan transparan serta berkembangnya ekonomi kerakyatan. Untuk itu Gojek dan GoPay selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan publik dan memaksimalkan manfaat pembangunan untuk masyarakat melalui ekonomi digital,” tutup Shinto. (Icha)

 

 

Fintech ‘Wajib’ Lindungi Data Pribadi Penggunanya

0

Telko.id – Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang jatuh pada 10 Agustus 2019, perkembangan fintech lokal menjadi salah satu topik yang patut disorot, terutama dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia akan layanan serta produk keuangan yang semakin inovatif dan memudahkan sebagai penunjang kehidupan sehari-hari.

Terbukti, saat ini OJK mencatat bahwa sudah ada 113 perusahaan fintechyang terdaftar dan berizin. Jumlah masyarakat yang paham tentang fintechpun mengalami kenaikan yang signifikan dari 26,34% pada 2016 menjadi 70,63% pada 2018 (Fintech Report 2018).

Tingginya perkembangan dan penetrasi fintech nampaknya menimbulkan tantangan baru, baik bagi masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah, yaitu terkait kekhawatiran terhadap perlindungan data pribadi.

Survey Global Ipsos-Centre for International Governance Innovation(GICI) mencatat sebanyak 8 dari 10 warganet global sudah mengkhawatirkan keamanan privasi mereka lebih banyak dibandingkan tahun lalu.

Kekhawatiran itu terutama muncul pada warganet di negara berkembang, dimana Indonesia menempati posisi ketujuh dengan jumlah warganet yang khawatir terkait keamanan sebesar 86%.

“Perlindungan data pribadi konsumen di berbagai layanan berbasis teknologi di Indonesia menjadi salah satu fokus yang harus kita cermati bersama. Meningkatnya inovasi serta digitalisasi di era teknologi saat ini tentu harus diimbangi dengan sikap yang bijaksana dan mawas diri. Teknologi mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi kehidupan sehari-hari kita, namun pada saat yang sama juga mampu memberikan dampak yang merugikan jika tidak dimanfaatkan secara bijak,” ungkap Alie Tan, CTO & Co-Founder Kredivo, salah satu platform kartu kredit digital yang pertama kali terdaftar resmi di OJK sejak 2018 lalu.

Data dalam industri fintechmemiliki peranan penting guna menghadirkan layanan inovatif bagi masyarakat. Menurut Alie, analisis terhadap data membantu para pelaku di industri fintechuntuk mampu memahami konsumen, memberikan layanan serta produk terbaik.

“Di Kredivo, data science membantu kami dalam proses mengenal nasabah secara virtual atau electronicKnow Your Customer(e-KYC) serta dalam menentukan nilai kemampuan kredit pengguna sehingga pemberian kredit diberikan secara tepat sasaran,” pungkas Alie.

Namun di satu sisi, perlindungan data pribadi pengguna juga menjadi hak para pengguna dan kewajiban pelaku industri untuk turut berkomitmen atas hal tersebut.

Lebih lanjut, sebagai seorang CTO, Alie tentu dituntut untuk paham akan keamanan data pribadi para pengguna sesuai dengan regulasi yang diatur OJK.

“Kategori dan batasan data pribadi itu sangat luas. Misalnya mulai dari data kependudukan, hingga jejak pesan singkat dan riwayat belanja online seseorang di ponselnya, itu berbeda-beda pengkategoriannya, ada yang mengkategorikannya sebagai data pribadi, ada yang tidak. Kredivo, sebagai layanan keuangan yang diawasi dan terdaftar di OJK tentu selalu merujuk pada regulasi OJK terkait batasan lingkup data pribadi para pengguna, tentang apa yang diperbolehkan untuk diakses, dan apa yang tidak diperbolehkan,” ungkap Alie.

Dirinya juga menambahkan bahwa Kredivo sangat membatasi akses data pribadi pengguna mereka secara ketat. Bahkan pembatasan akses data pribadi pengguna juga berlaku bagi berlaku bagi  karyawan internal dan tim engineer Kredivo yang ia nakhodai.

“Di internal perusahaan, kami pun menerapkan akses yang sangat ketat dan terbatas terhadap data pribadi pengguna. Semua data pengguna, kami enkripsi dan tidak dapat diakses oleh pihak luar maupun dalam dengan mudah. Termasuk kami investasi pada teknologi yang melindungi dari serangan hack. Data yang kami analisa pun bukanlah tentang identitas pribadi mereka, melainkan lebih kepada pola perilaku konsumsi pengguna,” jelas Alie.

Alie juga memberikan contoh serupa bahwa di negara-negara Uni Eropa, perlindungan data pribadi menjadi hal krusial dan telah diatur dalam GDPR (General Data Protection Regulation), yang merupakan regulasi hukum Uni Eropa dan mengatur secara lebih rinci mengenai praktik penggunaan data pribadi milik warga Uni Eropa beserta dengan sanksi pelanggarannya.

Merumuskan dasar perlindungan data pribadi memang menjadi pekerjaan rumah semua pemangku kepentingan terkait. Bahkan, Uni Eropa melakukan pembahasan mengenai peraturan tersebut selama 4 tahun lamanya hingga kemudian mulai diberlakukan pada Mei 2018.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengguna internet aktif terbanyak di dunia pun dapat melakukan hal serupa, guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan lebih kondusif.

Tips Cerdas Manfaatkan Fintech

Sebagai masyarakat, pengguna layanan dan jasa fintechatau aplikasi berbasis teknologi lainnya dituntut semakin cerdas dan bijaksana dalam mengelola serta melindungi data pribadinya. Berikut beberapa hal yang patut diperhatikan oleh masyarakat ketika hendak membagikan data pribadinya dalam platform fintech atau pinjaman online:

Pastikan termasuk dalam daftar resmi OJK

Masyarakat harus mencari informasi lebih lanjut mengenai layanan atau platform pinjaman yang akan digunakan dalam bertransaksi. Perhatikan kembali apakah perusahaan tersebut sudah masuk di dalam daftar resmi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Teliti kembali izin akses aplikasi

Masyarakat juga perlu dengan seksama seluruh persetujuan dan data apa saja yang hendak diakses aplikasi dari smartphone, jangan terlalu cepat mengklik “allow” sebelum menggunakan aplikasi tersebut, karena pihak yang tidak bertanggung jawab bisa dengan mudah mengakses seluruh data pribadi yang ada dalam smartphone.

Aktifkan fitur keamanan di platform

Setiap platform pinjaman yang sudah secara resmi terdaftar di OJK pasti memiliki fitur keamanan yang berfungsi memberikan rasa aman kepada para penggunanya, baik berupa blokir akun, verifikasi, gembok akun dan mode privasi. Pastikan Anda telah mengaktifkan fitur tersebut sebelum melakukan transaksi lebih lanjut.

Unduh aplikasi dari sumber resmi

Pastikan Anda mengunduh aplikasi pinjaman hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS), karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.

“Pada dasarnya, kesadaran dan kebijaksanaan semua pihak dalam menginformasikan atau menggunakan data pribadi menjadi kunci dalam membangun digital society. Bagi para pelaku industri, sudah selayaknya untuk tidak selalu berorientasi pada keuntungan pribadi, namun lebih kepada kontribusi untuk turut menciptakan ekosistem digital yang aman dan lebih kondusif di Indonesia,” tutupAlie. (Icha)

 

Nelpon Pakai Samsung Galaxy Note 10 Bisa via Komputer

0

Telko.id, Jakarta  – Samsung bekerja sama dengan Microsoft untuk mengintegrasikan komputer dengan Samsung Galaxy Note 10. Akhir tahun ini, pengguna bakal bisa melakukan panggilan telepon langsung dari komputer Windows.

Samsung mengumumkan pada acara Unpacked Event di New York, Amerika Serikat, Rabu (7/8/2019) waktu setempat bahwa pengguna tak hanya segera bisa melakukan panggilan telepon, tetapi juga mengakses semua aplikasi ponsel dari komputer.

{Baca juga: Ini Dia Fitur-fitur Canggih S Pen Samsung Galaxy Note 10}

Menggunakan antarmuka Samsung DeX, semua aplikasi dan fungsi di ponsel pengguna akan dicerminkan ke komputer. Jadi, pengguna bisa mendapatkan notifikasi terintegrasi ke Windows, mengakses foto, atau memindah layar ponsel.

Dikutip Telko.id dari CNET, Kamis (8/8/2019), Samsung DeX yang diperkenalkan pada 2017 memungkinkan pengguna mengakses aplikasi di ponsel Galaxy menggunakan pengaturan keyboard/ monitor/mouse. Iterasi terbaru memungkinkan integrasi yang lebih ketat antara perangkat Android dan komputer Windows atau laptop.

Seperti diketahui, Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10+ resmi diperkenalkan ke publik. Phablet premium suksesor Note 9 itu punya peningkatan signifikan di sektor desain, spesifikasi, kamera, sampai kehadiran stylus berupa S Pen.

Lantas, seperti apa spesifikasi lengkap Galaxy Note 10 dan Galaxy Note 10 +? Sesuai presentasi dari pihak Samsung, Galaxy Note 10 mengusung layar berukuran 6,3 inci. Lain hal, Galaxy Note 10+ dibekali layar lebih besar, yakni 6,8 inci.

{Baca juga: S Pen Samsung Galaxy Note 10 Usung Teknologi Motion Tracking}

Keduanya sama-sama memiliki layar berjenis Dynamic AMOLED berdesain Infinity-O atau lubang kamera di bagian tengah atas. Layarnya sendiri beresolusi maksimum QHD+ dan mendukung teknologi Ultrasonic Fingerprint. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Samsung Galaxy Note10 Semakin ‘FullPower’ Dengan Snapdragon 855

0

Telko.id – Untuk menjadi smartphone yang power full memang tidak bisa sendirian. Harus berkolaborasi. Itu yang dilakukan oleh Samsung yang memperkuat produknya, Samsung Galaxy Note10, dengan membenamkan chispet milik Qualcomm.

Yang digunakan adalah platform Mobile Qualcomm® Snapdragon ™ 855. Hal ini baru saja diumumkan oleh Qualcomm Technologies, Inc., anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated.

Snapdragon 855, ketika dikombinasikan dengan modem Snapdragon X50, dirancang untuk menghadirkan konektivitas 5G, kecerdasan buatan (AI), eXtended reality (XR), dan kinerja terdepan di industri untuk mengantarkan pada dekade baru pengalaman mobile yang revolusioner.

“Kami sangat bangga untuk melanjutkan kolaborasi strategis kami yang sudah berlangsung lama dengan Samsung Electronics untuk memberikan pengalaman mobile terobosan, dan Samsung Galaxy Note10 adalah contoh terbaru dari itu,” kata Alex Katouzian, wakil presiden senior dan manajer umum, ponsel, Qualcomm Technologies, Inc.

Alex yakin bahwa “Perangkat seperti Samsung Galaxy Note10 5G akan membantu mendorong transisi ke 5G, yang akan menjadi kekuatan pendorong di balik transformasi industri seluler terbesar hingga saat ini.”

“Samsung Electronics dan Qualcomm Technologies keduanya berkomitmen untuk memberikan pengalaman seluler terbaik di kelasnya kepada konsumen,” kata TM Roh, presiden dan kepala Divisi R&D, IT & Komunikasi Seluler, Samsung Electronics.

Roh pun memastikan bahwa “Galaxy Note10 yang ditenagai oleh Platform Mobile Snapdragon 855, dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik yang diminta konsumen saat ini.”

Galaxy Note10 dirancang untuk dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi sehingga performa nya menjadi lebih baik lagi. Sayang, tidak semua negara bakal kebagian produk ini. Hanya di negara terpilih saja.

Snapdragon 855 ini dilengkapi dengan CPU Qualcomm® Kryo ™ 485 mutakhir yang dibangun di atas Teknologi Arm Cortex, menawarkan peningkatan kinerja hingga 45% dari generasi sebelumnya, yang memberi konsumen kekuatan dan kinerja yang dibutuhkan di era 5G yang baru.

Qualcomm® Adreno ™ 640 GPU yang baru mendukung grafis hingga 20% lebih cepat dari generasi sebelumnya sambil terus memimpin industri seluler dalam kinerja per watt, memungkinkan konsumen masuk ke dalam permainan dan menikmati hiburan yang memikat.

Qualcomm Spectra ™ 380 ISP yang baru mengintegrasikan berbagai kemampuan visi komputer (CV) yang dipercepat perangkat keras, memungkinkan CV-ISP yang diumumkan pertama di dunia untuk menyediakan fitur fotografi komputasi dan pengambilan video mutakhir sementara pada saat yang sama menawarkan penghematan daya hingga 4x dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Snapdragon 855 menghadirkan Qualcomm® AI Engine multi-core generasi ke-4, yang menawarkan kapasitas total lebih dari 7 triliun operasi per detik (7 TOP) dan akan memungkinkan pengalaman kamera, gaming, dan suara generasi berikutnya.

Memanfaatkan Snapdragon 855 dengan modem Snapdragon X50 dan solusi RF Front-end Qualcomm Technologies, Galaxy Note10 5G dirancang untuk memberikan pengalaman transformatif 5G ke dunia, sekaligus memanfaatkan yang terbaik dalam konektivitas 4G multi-gigabit untuk kecepatan data tinggi yang berkelanjutan.

Modem Snapdragon X50 mendukung 5G untuk pita frekuensi Sub-6 GHz dan mmWave dan dirancang untuk memberikan kecepatan multi-gigabit yang sebelumnya tidak dapat dicapai dalam komunikasi seluler – bersama dengan latensi yang sangat rendah dan keandalan yang luar biasa.

Galaxy Note10 juga dilengkapi dengan Qualcomm® 3D Sonic Sensor, yang dirancang untuk memungkinkan perangkat mendeteksi sidik jari sambil membedakan dirinya dari metode otentikasi biometrik alternatif dengan tingkat keamanan dan akurasi yang lebih tinggi. Tidak seperti solusi pemindaian optik, 3D Sonic menggunakan teknologi berbasis akustik yang mencerminkan fitur unik dari sidik jari individu pengguna. (Icha)

 

Di Bawah Rp 100 Ribuan, Ini Harga Pokemon Card Game

0

Telko.id, Jakarta – The Pokemon Trading Card Game resmi hadir di Indonesia. Permainan kartu tersebut dibandrol dengan harga Rp 80 ribu untuk  Starter Deck berisi 60 kartu dan Rp 20 ribu untuk Booster Pack berisi 1 karakter monster.

Menurut Direktur Eksekutif Salim Group, Axton Salim The Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang tersebar di seluruh area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dalam bahasa Indonesia.

{Baca juga: Pokemon Trading Card Game Resmi Hadir di Indonesia}

“Pokemon Trading Card Game akan tersedia di Indomaret yang berada di kawasan Jadebotabek,” kata Axton di Jakarta, Kamis (08/08/2019)

Saat ini memang penjualan game kartu ini masih terbatas. Tetapi mereka tidak menutup kemungkinan untuk membawa Kartu Pokemon ke seluruh Indonesia.  “Ini bertahap. Kita mulai Jadebotabek dulu. Tapi kita sebenarnya mau seluruh Indonesia,” tambah Axton.

Dari segi umur pasar yang ditargetkan untuk penjualan game ini adalah anak-anak dan dewasa dari rentang umur 6 tahun hingga 30 tahun. Menurutnya game tersebut bisa mengajarkan tentang interaksi sosial yang baik bagi pemainnya.

“Kartunya lucu-lucu dan bisa ajarin temen-temen buat social interaction. Kalau kita lihat 50% penduduk Indonesia dibawah 30 tahun dan itu market kita,” ujar Axton.

Game kartu ini memang masuk dalam kategori offline dengan media kartu. Tetapi Anggota Dewan Direksi The Pokemon Company, Kenjiro Ito tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan game tersebut dalam format online.

{Baca juga: Ada Team Rocket & Shadow Pokemon di Update Pokemon Go}

“Untuk masa ke depannya, kami juga akan meluncurkan versi digital dari trading card ini. Ketika versi digital Pokemon Trading Card diluncurkan, itu adalah pilihan pemain mau memainkan versi digital atau kartu fisik,” tutup Ito.

Perlu diketahui jika kehadiran Pokemon Trading Card Game di Indonesia merupakan kerjasama antara The Pokemon Company dan Salim Group melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) sebagai pemegang lisensi. [NM/HBS]