spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1053

Spotify Bisa Berbagi Konten ke Snapchat, Begini Caranya

0

Telko.id, Jakarta  – Spotify baru saja mengumumkan integrasi dengan Snapchat. Nantinya, pengguna memungkinkan untuk berbagi secara lancar apa yang didengarkan dalam cerita Snap.

Pembaruan yang membawa integrasi dengan Snapchat akan memungkinkan pengguna Spotify yang memasang aplikasi sosial untuk membagikan trek, daftar putar, album, dan podcast favorit.

{Baca juga: Fitur Spotify Ini Cocok untuk yang Suka Ketiduran}

Berbagi konten Spotify ke Snapchat cukup mudah dan dapat dilakukan dalam beberapa langkah. Kalau belum tahu, Telko.id coba membimbing Anda lewat empat langkah berikut ini:

  1. Ketuk menu “Share” sambil mendengarkan lagu, album, artis, atau podcat apa pun.
  2. Pilih “Snapchat” dari daftar dropdown.
  3. Snapchat akan membuka Snap baru dengan menyertakan album lengkap.
  4. Edit dan kirim ke berapa banyak orang yang Anda inginkan atau ke Story.

Ingatlah bahwa jika seorang teman mengirimi Snap dengan lagu, daftar putar, profil artis, atau rec podcast, Anda akan dapat melakukan streaming dengan menggesekkan ke atas dari bawah layar.

Anda dapat pula mengetuk kartu konteks dengan lagu, artis, daftar putar, atau info podcast. Kemudian, Anda cukup menunggu Spotify untuk membuka dan memutar konten pilihan.

{Baca juga: Pendengar Podcast Spotify Kini jadi Target Iklan}

Integrasi Spotify dengan Snapchat akan tersedia di perangkat Android maupum iOS dalam beberapa hari ke depan. Jadi, pantau terus pembaruan baru untuk bisa mengakses pembaruan tersebut. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Smartfren Gelar ‘Kejutan Undian WOW’ Berhadiah Mobil

0

Telko.id, Jakarta – PT Smartfren Telecom menggelar program bertajuk Kejutan Undian WOW. Program tersebut dipersembahkan untuk pelanggan dengan banyak hadiah seperti Mobil, motor dan lain sebagainya.

Menurut Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim Program Kejutan Undian WOW hadir untuk mewujudkan mimpi pelanggan yang ingin memiliki mobil, motor vespa serta berbagai keperluan lain yang mereka sulit dapatkan.

{Baca juga: Smartfren Tawarkan Pengguna iPhone Upgrade ke eSIM Gratis}

“Kejutan Undian WOW memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk meraih mimpi semudah melakukan aktivasi,” kata Djoko dia Jakarta, Selasa (10/09/2019)

Djoko mengatakan jika Kejutan Undian WOW hadir dalam skema kupon. Untuk mendapatkan kupon pelanggan cukup membeli produk Smartfren baik kartu perdana, voucher data ataupun mengaktivasi paket  di MySmartfren dengan nilai minimum Rp 30 ribu.

“Cukup pakai Smartfren aktifkan paket dan raih kesempatan memiliki rumah, mobil, vespa, smartphone hingga paket liburan,” tambah Djoko.

Kupon undian WOW Smartfren hanya ada di aplikasi MySmartfren dan pengundian pemenang dilakukan setiap bulan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kejutan undian WOW, pelanggan dapat mengunjungi laman www.smartfren.com/wow atau hubungi call center yakni 777, 888 dan 08888188888 atau melalui email wow@smartfren.com.

“Jadi kesempatan menang sangat besar. Selain itu kami juga menyiapkan ratusan voucher pulsa dan voucher belanja yang siap dibagikan kepada pelanggan yang beruntung setiap bulan,” tutup Djoko.

{Baca juga: Pakai eSIM, Pelanggan Smartfren Tak Perlu SIM Card Fisik}

Periode kejutan undian Smartfren WOW tahap pertama akan dimulai pada 10 sampai 30 September  2019 dan periode tahapan kedua dilaksanakan mulai 01 Oktober sampai 31 Oktober 2019.

Pengundian pemenang akan dilakukan selambat lambatnya 14 hari setelah tahapan periode pengundian berakhir. Hati hati terhadap penipuan, karena selain pajak rumah, mobil, dan vespa, pemenang tidak akan dipungut biaya apapun. [NM/HBS]

iPhone XR Masih Dominasi Pasar Smartphone Global

0

Telko.id, Jakarta  – Harga smartphone flagship kini dirasakan semakin tak terjangkau kantong. Itu sebabnya, ponsel kelas menengah pun mulai menjadi alternatif. Karenanya, tak heran kalau iPhone XR mencatat penjualan baik hingga tahun ini.

Meski berharga awal USD 749 atau sekitar Rp 10,5 juta, iPhone XR masih lebih murah daripada iPhone XS dan iPhone XS Max. Makanya, smartphone ini mendominasi pengiriman ponsel kelas menengah pada paruh pertama 2019.

Menurut analis di IHS Market, pada paruh pertama tahun ini, smartphone itu berhasil terkirim 26,9 juta unit. Di posisi dua ada Samsung Galaxy A10, yang berhasil terjual setengah dari iPhone XR, yakni 13,4 juta unit.

{Baca juga: iPhone XR 2 Jadi “Bintang” Acara Apple di 10 September?}

Adapun, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (10/9/2019), iPhone XS Max hanya berhasil terkirim 9,6 juta unit dan berada di posisi sembilan. Bagaimana dengan iPhone XS?  IHS Market tak merilis pencapairannya.

Bukan kali pertama ini tersiar kabar mengenai dominasi iPhone XR di pasaran. Sebelumnya, dilaporkan bahwa ponsel tersebut menyumbang 39 persen dari penjualan iPhone pada Desember 2018 lalu.

Data terbaru ini menegaskan bahwa daya tarik ponsel tersebut jauh lebih baik daripada iPhone andalan. Apple digadang bisa menyegarkan iPhone XR dengan peningkatan spesifikasi, khususnya untuk RAM dan kamera.

{Baca juga: Diprediksi Gak Laku, iPhone XR Ternyata Laris Manis}

Pada Rabu (10/9/2019) waktu setempat, Apple akan menggelar acara peluncuran perangkat terbaru di Steve Jobs Theater. Publik meyakini bahwa Apple bakal menghadirkan trio iPhone terbaru pada gelaran itu. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Gojek Luncurkan ‘GoCar Instan’ di Bandara Soetta, Bedanya dengan GoCar?

0

Telko.id, Tangerang – Gojek meluncurkan layanan terbarunya untuk para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Layanan bernama GoCar Instan ini diklaim bisa lebih cepat melayani para penumpang bandara Soeta yang selama ini sering mengalami kesulitan saat pemesanan.

Menurut Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, kehadiran GoCar Instan bertujuan untuk menjawab permasalahan pelanggan saat di Bandara. Pasalnya mereka acapkali kesulitan untuk memesan GoCar di bandara dan sering terjadi penumpukan penumpang di Bandara.

{Baca juga: Gojek Rekrut Eks Bos Facebook untuk Pimpin Go-Viet}

“Yang sering bepergian sering mengalami masalah saat booking mobil, khususnya untuk GoCar. Selain itu, konsumen kami sering bertumpuk di bandara,” kata Kevin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten Selasa (10/09/2019)

Lewat GoCar Instan pemesanan mobil dijamin lebih cepat dan tertib karena memiliki fitur Titik Jemput. Fitur tersebut membuat konsumen bisa menunggu mobil di tempat tertentu.

Selain itu pemesanan mobil bisa lebih cepat karena GoCar Instan akan mengarahkan kepada mitra pengemudi yang berada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat.” tambah Kevin.

Ketika memesan, penumpang akan mendapatkan pin khusus dan harus menunggu di titik jemput yang tersedia. Di sana ada petugas Gojek dan penumpang harus memberikan kode pin tersebut kepada petugas. Nantinya petugas akan mencatat kode dan memberikan urutan penumpang supaya lebih tertib.

Soal tarif, Kevin menjamin jika tidak ada perbedaan tarif antara GoCar dengan GoCar Instan. Menurutnya GoCar Instan hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna. “Untuk tarif kita mengikuti aturan-aturan yang ada aja. Iya sama dengan GoCar,” tambah Kevin.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek sendiri bekerja sama dengan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (MAESA) untuk operasional ratusan kendaraan GoCar Instan di Bandara Soetta. Saat ini Titik Jemput GoCar Instan berada di Terminal Kedatangan 2D dan 2F.

Rencananya layanan ini akan diperluas lagi di area kedatangan 1A dan Terminal 3 Domestik dan Internasional di Bandara Soeta. [NM/HBS]

Duh! Mobil Otonom Tesla Ngebut di Jalanan, Supirnya Malah Tidur

0

Telko.id, Jakarta  – Video di Twitter memperlihatkan pengemudi dan penumpang yang nampak tertidur pulas di dalam mobil otonom Tesla dengan mode Autopilot menyala. Video tersebut pun menjadi viral di media sosial.

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (10/9/2019), video diunggah oleh seorang netizen bernama Dakota Randall. Ia mengatakan, beberapa pria benar-benar tertidur pulas di belakang kemudi  Tesla.

{Baca juga: Selain Main Game, Pengemudi Tesla Bisa Nonton Netflix di Mobil}

Dakota melihatnya di Newton Corner, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia memergokinya ketika menyalip mobil otonom Tesla itu. Secara cepat, ia kemudian mengambil ponsel dan merekam kejadian.

Setelah melihat lagi hasil rekaman, ia sangat yakin bahwa pengemudi maupun penumpang mobil listrik tersebut memang tengah tertidur pulas. Ia pun mengunggah rekaman ke media sosial Twitter.

Sebenarnya, Dakota sempat mencoba membangunkan mereka dengan membunyikan klakson berkali-kali. Namun, upaya itu ternyata tidak berhasil. Ia akhirnya memilih melanjutkan perjalanan.

“Saya sempat tidak yakin kalau mereka memejamkan mata. Bahkan, saya sampai dua kali melakukan perekaman video. Setelahnya, saya yakin bahwa mereka tertidur, “ katanya kepada NBC10 Boston.

{Baca juga: Tesla Bikin Mobil Listrik Mirip Punya James Bond}

Tesla memang memiliki mode Autopilot nan canggih. Namun, Tesla tetap menyarankan kepada pengemudi untuk selalu berhati-hati menggunakannya. Faktanya, banyak pengemudi yang abai.

Tesla sendiri terus mengembangkan mobil buatan mereka. Belum lama ini, perusahaan asal AS itu dikabarkan berencana membuat mobil listrik amfibi, yang bisa dipakai oleh si empunya untuk melakukan perjalanan di bawah air maupun darat. Mobil listrik Tesla ini terinspirasi dari mobil James Bond di film The Spy Who Love Me.

CEO Tesla, Elon Musk, mengaku telah punya inisiatif tersebut sejak lama. Ia ingin membuat kendaraan yang canggih. Namun, kabarnya, Musk merasa kesulitan untuk merancang mobil model itu.

Elon Musk ingin mobil tersebut berwujud seperti kapal selam Lotus Esprit yang ada di film James Bond, The Spy Who Love Me, pada 2013. Ia bahkan memilikinya seharga 616 ribu Euro atau Rp10 miliar. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

GoCar Instan Layani Penumpang di Bandara Soekarno Hatta

0

Telko.id, Tangerang – Gojek meluncurkan layanan terbarunya untuk para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta). Layanan bernama GoCar Instan ini diklaim bisa lebih cepat melayani para penumpang bandara Soeta yang selama ini sering mengalami kesulitan saat pemesanan.

Menurut Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, kehadiran GoCar Instan bertujuan untuk menjawab permasalahan pelanggan saat di Bandara. Pasalnya mereka acapkali kesulitan untuk memesan GoCar di bandara dan sering terjadi penumpukan penumpang di Bandara.

{Baca juga: Gojek Rekrut Eks Bos Facebook untuk Pimpin Go-Viet}

“Yang sering bepergian sering mengalami masalah saat booking mobil, khususnya untuk GoCar. Selain itu, konsumen kami sering bertumpuk di bandara,” kata Kevin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten Selasa (10/09/2019)

Lewat GoCar Instan pemesanan mobil dijamin lebih cepat dan tertib karena memiliki fitur Titik Jemput. Fitur tersebut membuat konsumen bisa menunggu mobil di tempat tertentu.

Selain itu pemesanan mobil bisa lebih cepat karena GoCar Instan akan mengarahkan kepada mitra pengemudi yang berada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat.” tambah Kevin.

Ketika memesan, penumpang akan mendapatkan pin khusus dan harus menunggu di titik jemput yang tersedia. Di sana ada petugas Gojek dan penumpang harus memberikan kode pin tersebut kepada petugas. Nantinya petugas akan mencatat kode dan memberikan urutan penumpang supaya lebih tertib.

Soal tarif, Kevin menjamin jika tidak ada perbedaan tarif antara GoCar dengan GoCar Instan. Menurutnya GoCar Instan hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna. “Untuk tarif kita mengikuti aturan-aturan yang ada aja. Iya sama dengan GoCar,” tambah Kevin.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek sendiri bekerja sama dengan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (MAESA) untuk operasional ratusan kendaraan GoCar Instan di Bandara Soeta. Saat ini Titik Jemput GoCar Instan berada di Terminal Kedatangan 2D dan 2F.

Rencananya layanan ini akan diperluas lagi di area kedatangan 1A dan Terminal 3 Domestik dan Internasional di Bandara Soeta. [NM/HBS]

Jaksa Agung 48 Negara Bagian AS Selidiki Monopoli Google

0

Telko.id, Jakarta  – Jaksa agung dari 48 negara bagian Amerika Serikat (AS), Distrik Columbia, dan Puerto Rico secara resmi membuka penyelidikan praktik monopoli Google pada Senin (9/9/2019) waktu setempat.

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, menyatakan akan fokus kepada kontrol menyeluruh terhadap pasar periklanan online dan lalu lintas pencarian yang mungkin mengarah kepada perilaku merugikan konsumen.

{Baca juga: Google Ketahuan Lacak Informasi Pengguna Lewat Web Tersembunyi}

Negara-negara yang berpartisipasi meminta kepada Google untuk memberikan dokumen tentang bisnis periklanan. Beberapa jaksa agung yang hadir menggambarkan penyelidikan sebagai pendahuluan.

Mereka berharap, penyelidikan akan berkembang danmencakup masalah lain, termasuk privasi data. Delapan jaksa agung negara bagian, bergabung dengan Distrik Columbia, sedang menyelidiki Facebook.

Jaksa Agung Arkansas, Leslie Rutledge, menyebut mesin pencari Google sebagai “juggernaut” dan berpendapat bahwa pencarian gratis kadang-kadang mengorbankan kebebasan untuk memilih produk terbaik.

Seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Selasa (10/9/2019), Jaksa Agung Utah, Sean Reyes, mengatakan, penyelidikan itu untuk kepentingan ekosistem teknologi guna membantu menyamakan kedudukan.

{Baca juga: Jaksa Selidiki Kasus Dugaan Pengumpulan Data oleh Google}

Juru bicara Jaksa Agung California, Xavier Becerra, mengatakan, negara berkomitmen untuk memerangi perilaku monopoli meski menolak berkomentar lebih lanjut demi  melindungi integritas penyelidikan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Bukalapak Jelaskan Alasan PHK Ratusan Karyawan

0

Telko.id, Jakarta – Bukalapak memberi tanggapan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami oleh ratusan karyawannya. Perusahaan startup unicorn di Indonesia itu mengaku sedang melakukan penataaan diri untuk terus mengembangkan perusahaan.

Hal ini diungkapkan oleh Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono kepada Tim Telko.id, saat diminta konfirmasinya soal kabar PHK karyawan Bukalapak yang sedang hangat diberitakan media.

“Saya luruskan dulu ya, dengan menceritakan konteksnya. Bukalapak sudah tumbuh sebesar dan secepat ini dalam kurun waktu singkat. Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa,” kata Intan kepada Telko.id. 

“Sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan diri untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak,” tambahnya.

{Baca juga: Bukalapak PHK Ratusan Karyawan?}

Namun saat diminta untuk memperjelas maksud dari pernyataannya, Intan belum mau memberikan balasan secara jelas soal PHK ratusan karyawan Bukalapak tersebut.

Sebelumnya dikabarkan bahwa perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu melakukan PHK kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya. “Ada ratusan yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personil di perusahaan e-commerce tersebut.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

“Ada ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel. [NM/HBS]

Huawei Batalkan Gugatan Terhadap AS, Soal Apa?

0

Telko.id, Jakarta  – Huawei telah mengajukan gugatan terhadap pemerintah Amerika Serikat (AS) seusai Washington merilis peralatan telekomunikasi yang disita atas dugaan pelanggaran kontrol ekspor. Namun belakangan gugatan itu dibatalkan oleh perusahaan asal China tersebut.

Huawei, yang telah masuk daftar hitam sejak Mei 2019, menggugat Departemen Perdagangan dan agen pemerintah AS karena menyita peralatannya di Alaska pada 2017 dalam perjalanan kembali ke China.

{Baca juga: Donald Trump: AS Tetap Ogah Berbisnis dengan Huawei}

Penyitaan dilakukan setelah Huawei melakukan tes laboratorium di California, AS. Pemerintah AS kemudian mengembalikan peralatan pada Agustus 2019 setelah mengonfirmasi tidak ada lisensi ekspor.

Huawei lantas membatalkan gugatan meski kecewa pemerintah AS menolak untuk memberikan penjelasan lengkap tentang penahanan “sewenang-wenang dan tidak sah” atas peralatan selama sekitar dua tahun.

Menurut Reuters, seperti dikutip Telko.id, Selasa (10/9/2019), nasib Huawei sangatlah penting dalam peningkatan perang dagang antara Beijing dan Washington. Huawei adalah ikon nasional di China,

Huawei masih menghadapi beberapa tuntutan pidana di AS karena diduga melanggar sanksi ekspor ke negara-negara terlarang, termasuk Iran. Mereka pun mencoba untuk menantang AS lewat gugatan.

{Baca juga: AS Keukeh Embargo Huawei Meski Perang Dagang Usai}

Washington mengatakan, peralatan telekomunikasi perusahaan China itu dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai. Merespons pernyataan miring AS, Huawei membantah semua tuduhan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Bukalapak PHK Ratusan Karyawan? | Telset

0

Telko.id, Jakarta – Bukalapak dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

“Ada ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

“Marketing, engineering dan berbagai divisi,” kata seorang karyawan Bukalapak yang tak mau disebutkan namanya.

Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada 10 Januari 2010. Saat ini Bukalapak telah berusia 9 tahun dan telah menjadi perusahaan startup berstatus Unicorn keempat di Indonesia.

Status unicorn didapatkan karena Bukalapak memiliki nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Suntikan dana didapat perusahaan e-commerce tersebut dari500 Startup, Batavia Incubator dan Emtek Group.

Seperti diketahui, saat ini di Indonesia terdapat  4 perusahaan yang sudah berstatus unicorn, yang masuk dalam daftar 300 unicorn dunia yang memiliki nilai valuasi diatas $ 1 miliar.

{Berita Terkait: Valuasi Operator Disamai Unicorn, Telkom Terancam?}

Dilutip dari CBInsights, di urutan pertama adalah Go-Jek, dengan nilai valuasi sebesar $ 10 Miliar atau Rp 140 triliun. Kemudian pada posisi kedua adalah Tokopedia, dengan nilai valuasi $ 7 miliar atau Rp 98 triliun.

Kemudian posisi ketiga ada Traveloka yang memiliki nilai valuasi sekitar $ 2 miliar atau Rp 28 triliun, dan posisi keempat adalah Bukalapak dengan nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. [NM/HBS]