spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1053

Fix! Huawei Mate 30 dkk Dirilis Tanpa Layanan Google

0

Telko.id, Jakarta – Sebuah laporan mengejutkan datang menjelang dirilisnya smartphone flagship Huawei Mate 30 dan Huawei Mate 30 Pro. Menurut sumber terpercaya, suksesor Huawei Mate 20 Series itu bakal hadir tanpa adanya layanan dan servis Google.

Laporan ini datang dari Nikkei Asian Review, seperti dikutip Telko.id pada Senin (09/09/2019). Menurut sumber terpercaya, Huawei Mate 30 dan Huawei Mate 30 Pro akan dijual tanpa adanya layanan seperti Google Play Store, Chrome, Gmail, YouTube, Maps, dan lainnya.

Tak cuma itu, hilangnya layanan dan servis Google juga berlaku pada smartphone lipat, Huawei Mate X. Tentu, ketiadaan dukungan dari layanan dan servis dari Google bak “pukulan telak” bagi Huawei.

{Baca juga: Bukan “Layar Air Terjun”, Begini Tampang Depan Mate 30}

Sebab, banyak aplikasi yang tersedia di Google Play Store, sangat bergantung dengan Google Play Service agar dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu, ketiga smartphone flagship ini juga bakal berjalan di sistem operasi Android yang berbeda daripada biasanya. Pasalnya, ketiganya hanya diizinkan untuk menggunakan Android versi open source.

Masih menurut lampiran Nikkei Asian Review, tidak adanya layanan dan servis Google kemungkinan besar akan berakibat pada penurunan penjualan Huawei yang mencapai lebih dari 10 juta unit di tahun ini. Apalagi, tidak adanya tanda-tanda “melunaknya” sikap Amerika Serikat pada perusahaan asal China ini atas embargo yang diberlakukannya.

Apabila tidak melihat dari sistem operasi yang disematkan di dalamnya, sebenarnya Huawei Mate 30 memiliki spesifikasi kelas atas. Misalnya saja bagian kamera.

{Baca juga: Pindah dari EMUI Android ke HarmonyOS Semudah Update OS}

Smartphone ini diperkirakan akan memiliki empat kamera dengan konfigurasi ultra-widewidetelephoto dengan 5x optical-zoom, dan 3D ToF (Time of Flight). Kemudian untuk spesifikasinya, smartphone tersebut didukung oleh prosesor Kirin 990, baterai dengan fast charging 40W, dan wireless charging 27W.

Jika tidak ada kendala, Mate 30 Series segera meluncur secara resmi pada 6 September 2019. (FHP)

Sumber: Nikkei Asian Review

Mirip ROG Phone, Realme Siapkan Smartphone Berlayar 90Hz

0

Telko.id, Jakarta – Realme dikabarkan sedang mempersiapkan smartphone dengan fitur layaknya smartphone gaming. Hal ini terungkap setelah Product Manager Realme, Wang Derek mengungkapkan bahwa mereka bakal merilis smartphone dengan layar 90Hz, yang disinyalir sebagai Realme XT Pro.

Sekadar informasi, layar dengan refresh rate hingga 90Hz biasanya disematkan pada smartphone gaming atau flagship, seperti Asus ROG Phone, Nubia Red Magic 3, Red Magic 3S sampai OnePlus 7 Pro.

Refresh rate tinggi tersebut mampu memberikan pengalaman yang smooth dan cepat bagi pengguna, ketika menggunakan aplikasi atau bahkan bermain game bergrafis tinggi.

{Baca juga: Gak Punya Kamera Pop-up, Begini Tampang Realme XT}

Derek sendiri membocorkan perangkat Realme terbaru itu melalui situs Weibo. Di media sosial tersebut, ia memastikan bahwa smartphone Realme terbaru akan segera hadir, dan dibanderol dengan harga lebih murah dibandingkan OnePlus 7 Pro.

“Realme dengan layar 90Hz akan semakin dekat, dan harganya lebih rendah dari 7,” katanya.

Meski demikian, ia tidak memberikan informasi secara lengkap mengenai spesifikasi dari smartphone yang diprediksi bernama Realme XT Pro tersebut. Tapi, seperti dilansir dari GSMArena, Senin (09/09/2019), XT Pro kemungkinan mengusung layar berukuran 6,4 inci berjenis AMOLED dengan resolusi Full HD+.

{Baca juga: Realme Mau Rilis Lini Baru Pekan Depan, Smartphone Gaming?}

Smartphone ini bakal ditopang oleh prosesor Snapdragon 730G, RAM 8GB, memori penyimpanan 128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan fast charging 30W.

Untuk kamera, Realme memberikan empat kamera belakang dengan konfigurasi 64MP, 8MP ultra-wide, 2MP macro, dan 2MP lensa depth. Serta satu kamera depan 32MP. Fitur yang disematkan pada Realme XT Pro antara lain, NFC sampai sensor sidik jari di dalam layarnya. (FHP)

Sumber: GSMArena

Resmi Rilis, Ini Spek dan Harga Nokia 7.2 dan Nokia 6.2

0

Telko.id, Jakarta  – HMD Global mengumumkan dua ponsel mid-range milik Nokia. Dua ponsel tersebut adalah Nokia 7.2 dan Nokia 6.2. Lantas, apa kelebihan keduanya sebagai ponsel kelas menengah?

Nokia 7.2 punya chipset Qualcomm Snapdragon 660 disertai dengan RAM  4GB dan 6GB serta ruang penyimpanan 64GB dan 128GB. Layarnya berukuran LCD 6,3 inci dengan resolusi FHD + serta HDR10 diaktifkan.

{Baca juga: Bakal Dirilis, Feature Phone Nokia 220 Pakai Android?}

Bagaimana dengan Nokia 6.2? Menurut Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Minggu (8/9/2019), ponsel itu mirip dengan spesifikasi Nokia 7.2. Layarnya pun sama meskipun memiliki chipset Snapdragon 636.

Ponsel ini mempunyai RAM lebih kecil ketimbang saudaranya, yakni 3GB. Demikian pula dengan ruang penyimpanan, ponsel ini hanya memiliki kapasitas 32GB walaupun masih ada opsi untuk versi 4GB RAM + 64GB.

Baik Nokia 7.2 maupun Nokia 6.2 hadir dengan tiga pengaturan kamera. Nokia 7.2 akan menggunakan kamera kombo belakang 48MP + 8MP + 5MP. Sementara untuk kamera depan, beresolusi 20MP.

Berbeda, Nokia 6.2 akan menampilkan kamera kombo belakang 16MP + 8MP + 5MP dengan kamera depan 8MP. Nokia 7.2 akan tersedia menjelang akhir bulan dengan harga mulai € 300 atau lebih kurang Rp 4,7 juta.

{Baca juga: Nokia TA-1155 Dapat Sertifikasi di Rusia, Nokia 5.2?}

Lain hal, informasi menyebut bahwa Nokia 6.2 akan diluncurkan pada Oktober 2019 mendatang. Harganya mulai € 200 atau sekitar Rp3 juta. Sayang, belum tahu kapan ketersedian keduanya untuk pasar Indonesia. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Apple Angkat Bicara Soal Serangan di iPhone Uighur

0

Telko.id, Jakarta  – Apple mengonfirmasi bahwa Uighur, kelompok minoritas yang sebagian besar Muslim dan dianggap sebagai ancaman oleh China, memang telah menjadi target serangan karena kelemahan keamanan iPhone.

Namun, Alphabet sebagai induk perusahaan Google memperkarakan tentang upaya Apple untuk melacak pengguna ponsel secara nyata waktu. Peneliti Google Project Zero berujar bahwa upaya itu akan dilakukan selama dua tahun.

{Baca juga: Pasar Smartphone Global “Merana”, Apple jadi Korbannya}

“Ada lima kelemahan keamanan yang mengarah kepada upaya berkelanjutan untuk meretas pengguna iPhone di komunitas tertentu selama minimal dua tahun,” terangnya, dikutip Telko.id dari Reuters, Minggu (8/9/2019).

Para peneliti tidak menentukan komunitas yang disasar. Namun, ada laporan bahwa serangan untuk memantau warga Uighur. Ada pula rumor, China meretas perusahaan telekomunikasi Asia untuk memata-matai pelancong Uighur.

Di lain sisi, Apple mengatakan bahwa serangan “terfokus sempit” dan memengaruhi “kurang dari selusin situs yang berfokus kepada konten terkait komunitas Uighur”. Apple membantah ada peretasan massal pengguna iPhone.

“Apa yang disampaikan olehpeneliti Google tidak benar. Kami telah memperbaiki masalah itu dalam 10 hari setelah diberitahu oleh Google. Serangan situs hanya berlangsung dua bulan. Tidak dua tahun seperti kata Google,” katanya.

Apple menambahkan, pernyataan Google keluar enam bulan setelah tambalan iOS dirilis sehingga menciptakan kesan yang salah tentang” eksploitasi massal ” untuk “memantau aktivitas pribadi seluruh populasi secara real-time.”

Dalam sebuah pernyataan, Google menyatakan tetap mendukung temuannya. Google berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Apple dan perusahaan lain guna menemukan serta memperbaiki segala masalah maupun kekurangan.

{Baca juga: Tim Cook “Curhat” Dampak Perang Dagang ke Donald Trump}

Asal tahu saja, Google dan Apple adalah saingan di pasar ponsel. Sistem operasi iOS buatan Apple bersaing sengit dengan Android bikinan Google. Tahun lalu, Google Project Zero menemukan kelemahan keamanan di chip Intel. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Wanita Ini Hampir Buta karena Main Game di Tempat Gelap

0

Telko.id, Jakarta – Kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi Anda yang suka bermain game. Ada seorang perempuan yang hampir buta atau kena penyakit Glaukoma setelah berulang kali main game dalam kondisi ruangan yang gelap.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Minggu (08/09/2019) seorang wanita dari China berusia 29 tahun didiagnosi menderita glaukoma akibat kebiasaannya bermain game di ruang gelap.

Dia kecanduan bermain game setiap malam sebelum tidur bahkan sampai larut pagi. Suatu pagi dirinya tidak dapat membuka mata karena matanya perih. Tetapi tidak kapok dan terus bermain. Sampai suatu ketika, warna matanya sangat merah dan menurut diagnosis dokter, dia menderita Glaukoma.

{Baca juga: Kecanduan Game PUBG, Remaja di India Kena Stroke}

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata. Menurut Dr. Zhu, bermain game di tempat gelap menyebabkan kontraksi paksa pada otot ciliary  atau otot di mata Anda yang memungkinkan lensa berubah bentuk untuk fokus.

Bersamaan dengan itu, terjadi pembatasan suplai darah ke mata, yang mengakibatkan peningkatan tekanan intraokular, yang mengarah pada glaukoma dan bahkan kebutaan.

Kasus serupa juga terjadi di China di tahun 2017. Seorang wanita berusia 21 tahun kehilangan penghilatan di mata kanannya setelah bermain mobile game sepanjang hari. Dia didiagnosis menderita oklusi arteri retina dan penglihatan monokuler.

{Baca juga: Unik! Pemerintah China Bentuk Komite Etik Game Online}

Pemerintah China sebenarnya tidak tinggal diam dengan kasus ini. Tahun lalu pemerintah China akan membentuk Komite Etik Game Online. Dilansir Telko.id dari Engadget, Minggu (09/12) tujuan dibentuknya komite tersebut untuk menyaring game online yang masuk ke Negeri Tirai Bambu itu.

Pemerintah China ingin memastikan jika permainan tersebut sehat dan bermanfaat. Selain itu komite etik juga bertugas mengatasi masalah sosial yang muncul akibat bermain game online. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

Kehilangan Kunci? Minta Tolong Google Assistant Aja!

0

Telko.id, Jakarta Google Assistant akan dikembangkan supaya bisa membantu Anda ketika mencari kunci yang hilang. Pengembangan tersebut dilakukan oleh perangkat pelacak bernama Tile agar pengguna bisa lebih mudah ketika mencari benda miliknya.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Minggu (08/09/2019), Tile merupakan aplikasi pelacak yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) dan Bluetooth. Caranya Anda bisa menaruh perangkat tersebut di kunci rumah atau kendaraan, dan Anda bisa mencarinya lewat aplikasi tersebut.

Tetapi Tile berencana ingin membawa dukungan Google Assistant di perangkat mereka. Tujuannya agar Anda tinggal berbicara pada Assistant saja ketika ingin mencari kunci yang hilang. Tile belum menjelaskan secara rinci tentang bagaimana cara pemakaiannya.

{Baca juga: WhatsApp Call Bisa Lewat Google Assistant}

Asisten digital Google ini juga mendukung aplikasi-aplikasi lain demi memudahkan pengguna.  Misalnya, Anda akan bisa melakukan panggilan telepon dan video call WhatsApp dengan menggunakan Google Assistant. Kemampuan ini kabarnya sudah digulirkan Google di beberapa negara.

Saat ini para pengguna WhatsApp sudah bisa mengirimkan pesan chat dengan bantuan Google Assistant. Tapi rupanya Google tidak berhanti sampai disitu saja, karena fitur baru akan ditambahkan pada update terbaru yang sudah digulirkan. Untuk menggunakannya juga kurang lebih mirip seperti saat Anda mengirimkan pesan WhatsApp.

Ya, untuk memakai fitur baru di Google Assistant ini, Anda tinggal memberikan kata perintah. Seperti misalnya saat ingin membuka WhatsApp Video, Anda bisa mengatakan: “Hey Google, WhatsApp Video ….”.

{Baca juga: Mantap! Google Assistant Bisa Bantu ‘Pesenin’ GoJek}

Di Indonesia Google Assistant  bisa membantu pengguna untuk memesan ojek online GoJek dan juga mengecek kouta Internet. Melalui fitur tersebut pengguna bisa memesan aplikasi Gojek dengan hanya mengucapkannya saja.

Fitur yang bernama “Book a Ride” tersebut diharapkan dapat mempermudah pengguna jika ingin memesan transportasi ‘ojol’ alias ojek online tersebut. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Siap-siap! Vivo V17 Pro akan Masuk Indonesia

0

Telko.id, Jakarta Smartphone seri V-Series Vivo terbaru akan hadir ke Indonesia. Vivo Indonesia resmi mengkonfirmasi jika Vivo V17 Pro akan hadir di tanah air. Lewat iklan TV (TVC), Vivo Indonesia sedikit memberikan gambaran mengenai perangkat terbarunya tersebut.

Menurut Senior Brand Director Vivo Indonesia kualitas kamera 32MP Dual Pop-Up Selfie Camera dan 48MP AI Quad Camera yang menjadi bagian dari keunggulan vivo V17 Pro.

“Melalui TVC yang sudah disiarkan, vivo V17 Pro hampir dapat dipastikan menjadi seri flagship teranyar yang akan diluncurkan oleh vivo dalam waktu dekat,” tutur Edy.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Vivo Terbaru}

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Minggu (08/09/2019) Vivo V17 Pro akan hadir di Indonesia dengan 2 pilihan warna yakni esensial hitam dan putih, serta layar penuh Ultimate All Screen khas V-Series, dengan bingkai tipis di setiap sudut smartphone.

Seri terbaru ini juga menghadirkan pembaruan  berupa Dual Pop-Up Selfie Camera beresolusi 32MP yang dilengkapi Super Wide-Angle Selfie untuk mendapatkan hasil swafoto yang lebih luas.

Selain itu ada 48MP AI Quad Camera yang didukung dengan fitur Super Night Mode untuk menghasilkan foto yang lebih jernih dan tajam meski di pencahayaan yang minim atau malam hari.

“Berbagai pembaruan dan inovasi terbaru dari rangkaian vivo V-series akan kami hadirkan pada vivo V17 pro untuk menjawab kebutuhan para pengguna yang pastinya patut untuk dinantikan. Pantau selalu media sosial vivo Indonesia untuk menantikan update selanjutnya,” pungkas Edy

Pada bulan Agustus 2019 lalu, Vivo Indonesia juga merilis smartphone Vivo terbaru yakni Vivo Z1 Pro. Dengan mengandalkan prosesor Snapdragon Qualcomm 712 AIE, smartphone ini cocok untuk aktifitas gaming dan kegiatan dengan mobilitas tinggi.

{Baca juga: Smartphone Gaming Vivo Z1 Pro Resmi Rilis di Indonesia}

Menurut  Senior Product Manager Vivo Indonesia, Yoga Samiaji, pada pusat prosesor Qualcomm Snapdragon 712 AIE, terdapat CPU 64 bit Qualcomm Kyro 360. Selain itu ada juga GPU Andreno 616 yang mampu menghadirkan aktifitas rendering grafis yang 45% lebih cepat dibanding Snapdragon 660. [NM/HBS]

 

Ilmuwan Jepang Temukan Fosil Dinosaurus Dewa Naga

0

Telko.id, Jakarta – Ilmuwan Jepang berhasil menemukan spesies dinosaurus baru. Spesies dinosaurus pemakan tumbuhan tersebut diberi nama “Kamuysaurus japonicus” atau Dewa Naga Jepang.

Dilansir Telko.id dari Japan Today pada Minggu (08/09/2019), penemuan bermula saat ditemukan fosil ekor di Jepang utara pada tahun 2013. Pengumpulan fosil dilakukan oleh ilmuwan dari Universitas Hokkaido Jepang dan ternyata fosil tersebut merupakan spesies baru dinosaurus.

Mereka memprediksi jika dinosaurus tersebut berukuran 8 meter, pemakan tumbuhan atau herbivora dan berusia 72 juta tahun. Menurut ilmuwan, dinosaurus ini masuk dalam spesies baru di famili Hadrosaurida. Diprediksi dinosaurus ini berkeliaran di Bumi pada akhir periode Cretaceous.

{Baca juga: Ngeri! T-Rex Raksasa Ditemukan di Kanada, Bobotnya Capai 8 Ton}

Usia hidup dinosaurus ini diprediksi sekitar 9 tahun dan memiliki berat 4 atau 5,3 ton tergantung apakah dia berjalan dengan dua kaki atau empat. Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal peer-review Inggris “Scientific Reports”

“Fakta bahwa dinosaurus baru ditemukan di Jepang berarti pernah ada dunia dinosaurus independen di Jepang atau di Asia Timur, dan proses evolusi independen,” kata pemimpin tim Yoshitsugu Kobayashi.

Kobayashi menilai jika  Dinosaurus Dewa Naga Jepang ini mungkin hidup di daerah pantai, yang merupakan habitat langka bagi dinosaurus pada waktu itu.  “Sangat jarang bahwa kerangkat dinosaurus dalam kondisi berkembang ini ditemukan di Asia Timur,” kata Kobayashi.

{Baca juga: Bikin Canggung, Pose Dinosaurus di Legoland Malaysia Viral}

“Karena Jepang memiliki banyak cadangan laut, lebih banyak dinosaurus diperkirakan akan digali di masa depan,” katanya.

Penelitian ini meningkatkan kemungkinan bahwa beberapa spesies dinosaurus lebih suka mendiami daerah dekat lautan, menunjukkan lingkungan garis pantai adalah faktor penting dalam diversifikasi dinosaurus dalam evolusi awal mereka. [NM/HBS]

Sumber: Japan Today

Tawan Pelajar China, Penculik Minta Uang Tebusan 80 Bitcoin

0

Telko.id, Jakarta – Ada peristiwa yang memilukan sekaligus unik. Pelajar asal China ditawan dan penculik meminta uang tebusan dalam bentuk 80 bitcoin atau USD$ 842 ribu atau Rp 11 miliar. Bagaimana akhirnya?

Dilansir Telko.id dari Nextshark pada Minggu (08/09/2019), pria tersebut bernama Ye Jingwang (20) yang sedang belajar di Australia. Sebelum peristiwa naas itu Jingwang terlihat sedang meninggalkan Apartemen di Hurstville, Sydney Australia pada 23 Agustus 2019.

Namun pada tanggal 24 Agustus 2019 ayah Jingwang menerima sebuah video yang memperlihatkan jika Jingwang sedang ditutup matanya dengan wajah berlumuran darah, News.com.au melaporkan.

{Baca juga: Bisnis Bitcoin, Pria Ini Dipenjara Dua Tahun}

Di negeri kangguru tersebut, Jingwang diculik dan orangtuanya harus membayar tebusan agar anaknya bebas. Tetapi bukan uang dollar atau Yuan yang mereka inginkan.

Para penculik meminta uang tebusan berupa 80 bitcoin dari keluarga dan memperingatkan mereka jika mereka gagal mematuhinya, Jingwang akan mengalami kecelakaan.

Dua hari kemudian, ayahnya pun kembali menerima video lain berupa adegan Ye Jingwang yang  memohon ayahnya untuk menyelamatkannya. Keluarga pun menyetujuinya. Alhasil Jingwang pun dibebaskan dan ditemukan disebuah tempat di Central Coast, Australia.

“Setelah investigasi yang ekstensif, pria itu ditemukan oleh polisi di Mooney Mooney di Central Coast negara bagian sekitar pukul 5.30 sore pada hari Minggu, 1 September 2019,” kata juru bicara kepolisian Pasukan Perampokan dan Kejahatan Berat atau Strike Force Galleghan.

“Sejak itu dia telah bersatu kembali dengan keluarganya. Tidak ada penangkapan atau dakwaan dilakukan pada tahap ini dan investigasi sedang berlangsung. Tidak ada informasi lebih lanjut, ”lanjut juru bicara itu.

{Baca juga: Transaksi Bitcoin Ternyata Penuh Tipuan, Kok Bisa?}

Ada spekulasi yang menyatakan bahwa Ye Jingwang bisa menjadi salah satu dari banyak korban dari penculikan palsu. Kejahatan tersebut sebuah penipuan baru yang menargetkan komunitas China di Australia. [NM/HBS]

Sumber: Nextshark

WhatsApp Call Bisa Lewat Google Assistant

0

Telko.id, Jakarta – Tak lama lagi Anda akan bisa melakukan panggilan telepon dan video call WhatsApp dengan menggunakan Google Assistant. Kemampuan ini kabarnya sudah digulirkan Google di beberapa negara.

Saat ini para pengguna WhatsApp sudah bisa mengirimkan pesan chat dengan bantuan Google Assistant. Tapi rupanya Google tidak berhanti sampai disitu saja, karena fitur baru akan ditambahkan pada update terbaru yang sudah digulirkan.

{Baca juga: WhatsApp Web, Cara Pakai dan Trik Memaksimalkannya}

Kemampuan baru yang ditambahkan tersebut adalah kini Anda bisa meminta asisten digital Google untuk melakukan panggilan telpon dan juga video WhatsApp. Untuk menggunakannya juga kurang lebih mirip seperti saat Anda mengirimkan pesan WhatsApp.

Ya, untuk memakai fitur baru di Google Assistant ini, Anda tinggal memberikan kata perintah. Seperti misalnya saat ingin membuka WhatsApp Video, Anda bisa mengatakan: “Hey Google, WhatsApp Video ….”.

Begitupun saat Anda ingin melakukan panggilan telepon, Anda hanya perlu memberikan perintah dengan mengatakan: “Hey Google, WhatsApp Call …”.

Kemampuan ini tentu saja menjadi kabar menggembirakan bagi pengguna WhatsApp, karena bisa lebih memudahkan saat ingin berkomunikasi disaat kondisi kita sedang tidak memegang ponsel. Seperti misalnya pada saat mengendarai mobil.

{Baca juga: Selain Suara, Google Assistant Bisa Pindai Wajah Pengguna}

Sayangnya, fitur baru ini nampaknya belum digulirkan untuk Indonesia. Karena pada saat Tim Telset ingin mencobanya, fitur ini masih belum dapat digunakan. Kita tunggu saja kehadiran fitur ini masuk ke Indonesia. [HBS]