spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 104

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

0

Telko.id – Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan ketersediaan Instinct Crossover AMOLED di pasar Indonesia, hybrid smartwatch terbaru yang menggabungkan estetika klasik jarum jam analog dengan kejelasan layar AMOLED modern.

Peluncuran ini menjawab permintaan pasar akan perangkat wearable yang tangguh sekaligus stylish untuk mendukung gaya hidup aktif.

Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia, menyatakan bahwa kehadiran Instinct Crossover AMOLED ditujukan bagi para ‘Petualang Urban’ dan profesional.

“Dengan layar AMOLED yang mudah dibaca dan daya tahan baterai luar biasa, kami menargetkan konsumen yang menolak memilih antara gaya klasik dan fungsionalitas modern,” ujarnya.

Produk ini, menurutnya, memperkuat posisi Garmin sebagai pilihan utama bagi yang menuntut ketangguhan standar militer namun tetap ingin tampil elegan.

Smartwatch hybrid ini tersedia dalam satu ukuran case 46mm dengan dua pilihan warna utama: Charcoal dan Bronze/Sunburst. Bagi pengguna dengan kebutuhan khusus, Garmin juga menghadirkan varian Tactical – Black yang dilengkapi dengan fitur-fitur taktis.

Perangkat ini sudah dapat diperoleh di Garmin Brand Store terdekat dan Garmin Official Store secara online.

Content image for article: Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Kelebihan utama Instinct Crossover AMOLED terletak pada paduan desain hybrid yang tangguh. Layar AMOLED (Active-Matrix Organic Light Emitting Diode) menawarkan warna yang lebih hidup, kontras tinggi, dan hitam yang pekat, memastikan informasi seperti notifikasi dan data kesehatan terbaca jelas bahkan di bawah sinar matahari terik. Layar ini dilindungi oleh lensa safir anti-gores terbaru.

Sementara itu, jarum jam analognya dilapisi Super-LumiNova sehingga tetap terlihat jelas dalam kondisi cahaya minim.

Fitur Dynamic Watch Face memungkinkan tampilan digital bawaan berpindah mengikuti arah jarum jam, menjaga seluruh metrik tetap terbaca. Kombinasi ini menciptakan pengalaman baca yang optimal kapan saja.

Content image for article: Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Dari segi ketangguhan, Instinct Crossover AMOLED dirancang memenuhi standar militer MIL-STD-810, tahan terhadap panas, benturan, dan dilengkapi dengan bezel logam berlapis ganda.

Daya tahan baterainya mengesankan, mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode smartwatch dan hingga 18 hari dalam mode hemat daya. Jarum jam analog memastikan waktu tetap terlihat bahkan saat layar mati.

Untuk mendukung berbagai aktivitas, smartwatch ini dilengkapi lampu senter LED bawaan dengan kecerahan yang dapat diatur.

Teknologi RevoDrive menjaga ketepatan waktu dengan mendeteksi dan mengkalibrasi ulang posisi jarum jam secara otomatis pasca benturan.

Multi-band GPS dengan teknologi SatIQ memastikan pelacakan lokasi yang akurat di lingkungan bersinyal sulit.

Fitur lifestyle logging baru di aplikasi Garmin Connect memungkinkan pengguna memantau bagaimana konsumsi kafein, alkohol, dan kebiasaan harian memengaruhi tidur, stres, dan variabilitas detak jantung (HRV).

Varian Tactical Edition dilengkapi fitur khusus seperti ballistics solver, stealth mode, dan kompatibilitas dengan night vision goggle.

Garmin Instinct Crossover AMOLED 46mm varian Charcoal dan Bronze/Sunburst dibanderol dengan harga Rp 10.819.000.

Sementara varian Tactical – Black dijual seharga Rp 12.679.000. Peluncuran ini semakin mengukuhkan Garmin di segmen perangkat wearable premium yang tidak hanya menawarkan teknologi mutakhir tetapi juga desain yang timeless dan fungsionalitas lengkap untuk mendukung aktivitas harian dan petualangan penggunanya. (Icha)

Motorola Moto G06 Power: Baterai 7000mAh, Layar 120Hz Harga Rp1,4 Juta

Telko.id – Motorola secara resmi meluncurkan Moto G06 Power, smartphone dengan baterai berkapasitas raksasa 7000mAh dan layar 120Hz yang dipasarkan dengan harga Rp 1.499.000.

Kombinasi spesifikasi premium di segmen harga terjangkau ini menjadikannya salah satu ponsel paling menarik di kelasnya.

Perangkat ini menawarkan pengalaman hiburan lengkap dengan speaker stereo Dolby Atmos berteknologi Bass Boost.

Motorola menyasar pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan pengalaman multimedia tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Layar Moto G06 Power berukuran 6,88 inci dengan panel LCD resolusi HD+ (1640 x 720 piksel). Refresh rate 120Hz membuat navigasi antarmuka, scrolling media sosial, dan bermain game terasa lebih responsif dan halus.

Fitur Water Touch memungkinkan layar tetap responsif meski dalam kondisi basah, solusi praktis untuk iklim tropis Indonesia.

Dengan kecerahan hingga 600 nits, tampilan tetap jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung. Perlindungan Corning Gorilla Glass 3 dan desain bodi vegan leather memberikan kesan premium yang tidak biasa ditemukan di ponsel harga Rp 1 jutaan.

Sistem audio menjadi salah satu keunggulan utama Moto G06 Power. Dual stereo speaker dengan teknologi Dolby Atmos menghasilkan suara tiga dimensi yang imersif, sementara fitur Bass Boost meningkatkan kualitas audio secara signifikan. Konfigurasi audio semacam ini tergolong langka untuk ponsel di kisaran harga Rp 1 jutaan.

Content image for article: Motorola Moto G06 Power: Baterai 7000mAh dan Layar 120Hz Rp1,4 Juta

Kamera utama 50MP Quad Pixel dengan teknologi Auto Night Vision mampu menangkap gambar detail dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Mode Portrait berbasis AI menghasilkan efek bokeh alami, sementara kamera depan 8MP dilengkapi fitur Face Retouch dan Group Selfie Mode untuk kebutuhan selfie bersama teman.

Ditenagai prosesor MediaTek Helio G81 Extreme octa-core, Moto G06 Power menawarkan performa andal untuk aktivitas sehari-hari.

Tersedia pilihan RAM 4GB dan 8GB LPDDR4X yang dapat diperluas dengan fitur RAM Boost hingga 12GB dan 24GB. Opsi penyimpanan internal mulai dari 64GB, 128GB, hingga 256GB dengan dukungan ekspansi microSD hingga 1TB.

Sistem operasi Android 15 dijalankan dengan antarmuka ringan dan bebas bloatware. Perlindungan keamanan ditangani oleh ThinkShield dan Moto Secure, sementara fitur Family Space dan Moto Unplugged membantu pengelolaan waktu layar dan aktivitas digital anak-anak.

Kapasitas baterai 7000mAh menjadi daya tarik terbesar Moto G06 Power. Motorola mengklaim baterai dapat bertahan hingga 62 jam pemakaian normal, setara dengan dua hari penggunaan intensif.

Dukungan pengisian cepat 18W melalui USB Type-C memastikan pengisian daya tetap efisien meski kapasitas baterai sangat besar.

Konektivitas lengkap meliputi jaringan 4G LTE, Wi-Fi dual band (2.4GHz & 5GHz), Bluetooth, dan GPS dengan dukungan Glonass, Galileo, dan QZSS.

oplus_16

Perangkat ini juga mempertahankan jack audio 3.5mm, slot dual SIM, dan NFC untuk pembayaran digital.

Dalam paket penjualan, Motorola menyertakan case pelindung, kabel USB Type-C, SIM tool, dan panduan penggunaan. Kelengkapan aksesori ini memungkinkan pengguna langsung memakai ponsel tanpa perlu membeli perlengkapan tambahan.

Kehadiran Moto G06 Power memperkuat tren ponsel dengan baterai besar di pasar Indonesia. Sebelumnya, Motorola Moto G36 juga dikabarkan membawa baterai raksasa 7000mAh berdasarkan bocoran di TENAA.

Moto G06 Power tersedia dalam berbagai pilihan warna dan sudah dapat dipesan melalui channel distribusi resmi Motorola di Indonesia. Kehadiran perangkat ini diperkirakan akan meningkatkan persaingan di segmen ponsel menengah-bawah dengan fitur premium. (Icha)

Mahasiswa UNP Antusias Ikuti Program Digistar Telkom

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Seminar Telkom AI Connect di Universitas Negeri Padang (UNP) pada Senin (27/10) dengan tema “Building Next-Generation AI Talents for Indonesia’s Future”.

Acara ini secara khusus mengajak mahasiswa dan fresh graduate untuk bergabung dalam program Digistar, sebuah inisiatif magang selama enam bulan dengan real work experience dan berbagai role di Telkom.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini, dalam kuliah umumnya di UNP, memaparkan bahwa Digistar merupakan wadah pengembangan talenta muda yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Digistar merupakan salah satu program dari Telkom yang mempersiapkan mahasiswa/i dan fresh graduate agar adaptif dan memiliki skill set yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui program ini kami berharap dapat mencetak banyak talenta yang siap untuk bekerja di dunia kerja,” jelas Dian.

Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan hard skill, tetapi juga soft skill seperti leadership, komunikasi, dan growth mindset. Peserta juga akan dibekali strategi praktis untuk mempersiapkan curriculum vitae (CV), menghadapi interview, dan menyusun portofolio.

Pendekatan edukatif dan kolaboratif ini dirancang untuk membuka jalan bagi mahasiswa dalam mengembangkan diri, memperluas jaringan, dan siap menghadapi tantangan industri digital.

Sepanjang 2024-2025, Telkom telah melaksanakan 30 program Digistar di berbagai kampus ternama, termasuk Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Telkom University, BINUS University, Universitas Sriwijaya, dan lainnya.

Program ini bahkan menjangkau kawasan timur Indonesia seperti Makassar, Labuan Bajo, dan Papua melalui kolaborasi Indigo X Digistar, dengan total partisipan lebih dari 4.800 orang yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan pencari kerja muda.

Digistar juga menghadirkan Digistar Club, komunitas talenta digital binaan Telkom yang memberikan akses ke berbagai program eksklusif seperti pelatihan, mentoring, dan peluang magang.

Komunitas ini menjadi bagian dari strategi Employer Branding Telkom untuk mempersiapkan dan menarik talenta terbaik guna mendukung transformasi perusahaan.

Dian Siswarini menambahkan bahwa program ini sejalan dengan semangat menghasilkan talenta muda terbaik Indonesia yang sesuai kebutuhan industri.

“Lebih lanjut, program ini juga kami hadirkan untuk mendorong percepatan talenta siap kerja yang kompeten dan inovatif,” ujarnya. Digistar secara khusus mendukung pengembangan talenta muda digital dalam adopsi dan inovasi teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI).

Program ini merupakan bentuk nyata komitmen Telkom dalam membangun talenta digital unggulan di Indonesia, sejalan dengan misi perusahaan untuk mengembangkan kapabilitas digital bangsa dan mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor.

Sebelumnya, Telkom telah meluluskan 230 peserta Digistar Class Intern batch pertama, menunjukkan konsistensi dalam mencetak talenta siap kerja.

Keberhasilan program ini juga tercermin dari antusiasme peserta di berbagai kampus. Seperti yang terjadi pada program Digistar Connect yang melatih ribuan talenta digital, kolaborasi dengan institusi pendidikan terus diperkuat.

Telkom juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah, seperti program magang berbayar untuk fresh graduate bersama Kemnaker, memperluas dampak positif bagi pengembangan SDM digital Indonesia.

Dengan tagline #ElevatingYourFuture, Digistar tidak hanya menjadi program magang biasa, tetapi sebuah ekosistem pengembangan talenta yang terintegrasi.

Melalui pendekatan holistic yang menggabungkan pengalaman kerja nyata, mentoring, dan pengembangan soft skill, program ini diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menciptakan generasi penerus yang siap memimpin transformasi digital Indonesia. (Icha)

Telin, SDEC, dan ITCO Kolaborasi Garap Kabel Laut ICE II

0

Telko.id – PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menandatangani nota kesepahaman dengan Sarawak Digital Economy Corporation Berhad (SDEC) dan ITCO Niaga Sdn Bhd (ITCO) untuk merencanakan dan mengembangkan sistem kabel laut Indonesia Cable Express II (ICE II).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini dilakukan pada pembukaan International Digital Economy Conference Sarawak (IDECS) 2025, Rabu (22/10) di Borneo Convention Centre Kuching (BCCK).

Kerja sama ini diresmikan dengan disaksikan langsung oleh Premier Sarawak Yang Terhormat Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari Bin Tun Datuk Abang Haji Openg.

Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Telin Budi Satria Dharma Purba, Chief Executive Officer SDEC Dato Ir. Ts. Sudarnoto Osman, dan Managing Director ITCO Anita Aqeela Hiong.

Sistem kabel laut ICE II merupakan jaringan serat optik berkapasitas tinggi terintegrasi yang akan menghubungkan Singapura hingga Manado.

Infrastruktur ini juga menyediakan jalur konektivitas lanjutan menuju Asia Utara dan Amerika Serikat.

Rencananya, sistem ini akan memiliki titik cabang utama yang menghubungkan lokasi strategis seperti Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, serta wilayah Kalimantan melalui Balikpapan, Kuching (Sarawak), dan Tawau (Sabah).

Proyek ini dirancang untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat terhadap kapasitas transmisi berkecepatan tinggi antar pusat data regional.

ICE II akan menghubungkan pusat data di Sarawak dengan Singapura, sekaligus menawarkan rute baru Indonesia Timur melalui Manado sebagai alternatif dari jalur padat di Laut Cina Selatan.

Chief Executive Officer Telin Budi Satria Dharma Purba menyatakan, “Kerjasama ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan kami menuju lintas daerah yang lebih terhubung dan terdigitalisasi. Dengan menghubungkan berbagai lokasi strategis di Indonesia dan memperluas jangkauan internasional ke Singapura dan Malaysia, sistem ICE II menyatukan kekuatan SDEC, ITCO, dan Telin.”

Dia menambahkan, “Bersama, kami berkomitmen untuk menghadirkan konektivitas yang andal dan tanpa hambatan, mendorong pertumbuhan berbasis data, memperkuat kolaborasi regional, serta mempercepat transformasi digital yang akan membentuk masa depan Asia Tenggara.”

Chief Executive Officer SDEC Dato Ir. Ts. Sudarnoto Osman menegaskan, “Project ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi untuk memperkuat konektivitas internasional Sarawak yang akan mendorong investasi di bidang AI dan Green Data Centre, serta menjadi penggerak adopsi ekonomi digital bagi masyarakat Sarawak.”

Sistem ICE II diharapkan tidak hanya menghadirkan konektivitas yang lebih cepat dan andal bagi konsumen serta bisnis, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan inovasi, layanan digital, dan kemajuan teknologi di wilayah Sarawak dan sekitarnya.

Infrastruktur ini akan mendukung kebutuhan yang terus berkembang terhadap teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), platform cloud, inisiatif kota pintar, serta berbagai teknologi digital baru lainnya.

Kolaborasi antara Telin, SDEC dan ITCO Niaga ini memperkuat posisi Asia Tenggara dalam ekonomi digital global. Dengan peningkatan infrastruktur kabel laut yang menghubungkan kota-kota utama di Indonesia dan Malaysia Timur, ICE II akan menjadi tulang punggung pengembangan digital regional.

Proyek ini juga menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur kabel laut, mengikuti langkah sebelumnya seperti yang dilakukan Telkom dalam membangun kabel laut yang menghubungkan Indonesia ke Timur Tengah.

Pengembangan sistem kabel laut ICE II ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk menjaga ketahanan infrastruktur digital. Seperti diketahui, peristiwa putusnya kabel laut Biak-Jayapura sebelumnya menunjukkan pentingnya memiliki infrastruktur yang andal dan beragam rute.

Kehadiran ICE II diharapkan dapat memperkuat ketahanan infrastruktur digital Asia Tenggara dengan menyediakan alternatif rute dari jalur konvensional.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan kabel laut menjadi fokus utama para pelaku industri. Google sebelumnya telah mengumumkan kabel laut dengan kapasitas transfer data mencapai 26 Tbps untuk pelanggan Asia, menunjukkan tingginya permintaan akan konektivitas berkapasitas besar. ICE II hadir untuk menjawab kebutuhan serupa di kawasan Asia Tenggara.

Komitmen terhadap pengembangan infrastruktur kabel laut juga tercermin dari kerja sama antara KKP dan Telkom yang mengimbau pengusaha tangkap ikan untuk memperhatikan keberadaan kabel laut. Langkah ini penting untuk memastikan keberlangsungan operasional infrastruktur kritis tersebut.

Dengan menghadirkan rute baru Indonesia Timur melalui Manado, sistem ICE II tidak hanya memperkuat konektivitas domestik tetapi juga posisi Indonesia dalam peta konektivitas digital global. Proyek ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan regional. (Icha)

Nothing Ear (3), Bass Lebih Kuat dan ANC 45 dB

Telko.id – Erajaya Digital, bagian dari Erajaya Group (ERAA), secara resmi mengumumkan kehadiran Nothing Ear (3) di Indonesia mulai 29 Oktober 2025.

Earbuds flagship terbaru ini memperkuat portofolio audio premium di jaringan ritel Erajaya Digital, termasuk erafone, Urban Republic, dan platform Eraspace.com.

Joy Wahjudi, CEO Erajaya Digital, menyatakan antusiasmenya dalam menghadirkan inovasi Nothing ke pasar Indonesia.

“Nothing Ear (3) merepresentasikan visi kami untuk terus menghadirkan teknologi yang selaras dengan gaya hidup modern—produk yang tidak hanya inovatif secara fungsi, tetapi juga memiliki nilai desain dan pengalaman pengguna yang kuat,” ujarnya.

Kehadiran produk ini menegaskan komitmen Erajaya Digital sebagai mitra strategis brand global.

Nothing Ear (3) membawa sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Perangkat ini menggunakan driver dinamis 12 mm, lebih besar dari 11 mm pada Nothing Ear 2, menghasilkan bass 4–6 dB lebih kuat dan treble hingga 4 dB lebih tinggi. Dukungan codec LDAC dan LHDC, serta Bluetooth 5.4, memastikan transmisi audio yang jernih dan stabil.

Untuk pengalaman mendengarkan yang lebih imersif, Ear (3) dilengkapi Active Noise Cancellation (ANC) hingga 45 dB. Ketahanan baterai mencapai 10 jam tanpa ANC dan 5,5 jam dengan ANC aktif. Dengan charging case, total waktu pemakaian dapat mencapai 38 jam, menjadikannya pasangan ideal untuk penggunaan seharian.

Content image for article: Nothing Ear (3) Resmi Hadir di Indonesia, Bass Lebih Kuat dan ANC 45 dB

Fitur unggulan lainnya adalah “Super Mic”, kombinasi mikrofon ganda dan tombol “Talk” pada case. Inovasi ini memungkinkan perekaman suara jernih atau melakukan panggilan di lingkungan ramai tanpa mengorbankan kualitas audio. Dengan rating IP54, Ear (3) juga tahan terhadap debu dan cipratan air ringan.

Dari sisi desain, Ear (3) mempertahankan DNA transparan khas Nothing dengan sentuhan aluminium daur ulang anodised 100% pada beberapa bagian case.

Estetika modern dan ramah lingkungan ini tersedia dalam dua pilihan warna: hitam dan putih. Produk ini dibanderol dengan harga Rp 2.999.000.

Peluncuran Nothing Ear (3) ini merupakan bagian dari strategi Erajaya Digital memperkuat posisinya sebagai destinasi utama brand teknologi global.

Sebelumnya, produk audio Nothing juga telah hadir melalui jaringan distribusi yang sama, menunjukkan sinergi yang kuat antara kedua entitas.

Nothing Ear (3) tersedia secara resmi mulai 29 Oktober 2025 di jaringan ritel erafone, Urban Republic, Eraspace, serta melalui kanal online erafone Official Store, aplikasi erafone, dan Nothing Official Store di Tokopedia dan Shopee.

Kehadirannya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pecinta musik dan teknologi akan perangkat audio berkualitas tinggi dengan desain yang ikonik. (Icha)

Acer Hadirkan 5 Swift AI Terbaru, Performa Premium dan Privilege Eksklusif

0

Telko.id – Acer secara resmi meluncurkan rangkaian laptop Swift series terbaru yang telah dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Generasi terbaru laptop premium ini menghadirkan pengalaman AI Experience on the go yang memungkinkan pengguna bekerja dan berkreasi dengan lebih cerdas dan efisien di mana pun.

Matius Tirtawirya, Consumer Product Manager Acer Indonesia, mengatakan bahwa lini laptop Swift tidak hanya sekadar perangkat teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari lifestyle penggunanya.

“Dirancang untuk tampil dengan elegan di setiap kesempatan, dan juga selalu siap diandalkan untuk berbagai kebutuhan. Menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan perangkat teknologi dengan performa premium dan tampilan yang berkelas,” ujarnya.

Rangkaian laptop Acer Swift series AI terbaru mencakup Swift Edge 14 AI (SFE14-51T) Copilot+ PC, Swift X 14 AI (SFX14-73G), Swift Go 14 AI (SFG14-75) Copilot+ PC, Swift Go 14 AI (SFG14-73), dan Swift Lite 14 AI.

Semua varian ini hadir dengan desain elegan, performa tangguh, serta kecerdasan buatan untuk mendukung produktivitas dan gaya hidup modern.

Spesifikasi dan Fitur Unggulan

Swift Edge 14 AI merupakan laptop premium dengan bobot di bawah 1kg yang ditenagai pilihan prosesor hingga Intel Core Ultra 9 (Series 2) dengan kemampuan AI mencapai 120 TOPS. Perangkat ini menghadirkan layar sentuh OLED beresolusi 3K yang dilapisi Corning Gorilla Matte Pro, didukung daya tahan baterai hingga 21 jam dengan harga mulai dari Rp 24.999.000.

Untuk pengalaman lengkap bagi kreator konten, Acer menghadirkan Swift X 14 AI yang ditenagai prosesor Intel Core Ultra 9 285H dengan pilihan kartu grafis hingga NVIDIA GeForce RTX 5060 8 GB. Laptop dengan layar 14,5 inci ini dilengkapi built-in stylus untuk kreasi dan telah tersertifikasi Eyesafe 2.0 untuk kenyamanan mata.

Content image for article: Acer Luncurkan Laptop Swift AI dengan Performa Premium dan Privilege Eksklusif

Varian Copilot+ PC lainnya adalah Swift Go 14 AI dengan desain tipis dan ringan berbahan metal. Bobotnya hanya 1,3 kg dengan ketebalan 15,9 mm dan engsel layar yang dapat dibuka hingga 180 derajat.

Perangkat ini mengandalkan layar OLED 14 inci 2K (WUXGA) yang tersertifikasi Eyesafe 2.0 dan DisplayHDR True Black 500.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, Acer menghadirkan Swift Lite 14 AI dengan bobot hanya 999 gram dan ketebalan 1,54 cm.

Laptop dengan bodi metal ramping dan desain back cover dual-tone eksklusif ini ditenagai prosesor AMD Ryzen 200 Series dengan dukungan teknologi AI.

Swift Lite 14 AI dibekali layar WUXGA (1920 × 1200) dengan bezel tipis dan rasio 16:10 untuk pengalaman visual yang lebih imersif.

Perangkat ini juga dilengkapi kamera FHD berbasis AI dengan fitur Auto Tracking, Eye Contact Correction, dan Background Blur, serta teknologi Acer PurifiedVoice dengan AI Noise Reduction.

Varian Swift Lite 14 AI dengan prosesor Intel Core Ultra menawarkan daya tahan baterai yang 50% lebih hemat dengan performa optimal. Laptop ini mendukung akselerasi AI melalui fitur Intel AI Boost dan Acer Solution AI.

Promo dan Garansi Spesial

Pelanggan dapat menikmati promo spesial dengan harga terbaik mulai dari Rp 10.999.000 untuk varian dengan prosesor berbasis Intel Core Ultra.

Semua pembelian laptop Swift series hingga 31 Desember 2025 telah dilengkapi dengan paket garansi komprehensif yang meliputi 3 tahun garansi sparepart, 3 tahun garansi service, 1 tahun Acer Accidental Damage Protection, dan International Traveller Warranty.

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi yang relevan dengan gaya hidup modern, Acer Indonesia memperkenalkan berbagai inisiatif khusus untuk pengguna laptop Swift. Pe

ngguna dapat berpartisipasi dalam acara eksklusif seperti Swift and Smash yang memadukan semangat Swift dengan olahraga Padel.

Pengguna laptop Swift yang ingin bergabung di event Swift & Smash dapat mendaftar melalui acerid.com/swiftsmash dengan proses verifikasi kepemilikan perangkat Swift.

Program ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menikmati berbagai privilege sekaligus menjadi bagian dari komunitas yang saling terhubung dan berkolaborasi.

Rangkaian laptop Acer Swift series dengan teknologi AI ini memperkuat posisi Acer dalam menghadirkan solusi teknologi yang mendukung produktivitas dan kreativitas pengguna. Inovasi terbaru ini sejalan dengan perkembangan laptop Copilot+ PC yang semakin diminati pasar.

Kehadiran Swift X 14 AI khususnya memberikan alternatif menarik bagi content creator yang membutuhkan performa grafis tinggi, sementara Swift Lite 14 AI menjawab kebutuhan pengguna dengan mobilitas tinggi yang mengutamakan portabilitas tanpa mengorbankan performa. (Icha)

Xiaomi 15 Mulai Terima Update Global HyperOS 3 Berbasis Android 16

0

Telko.id – Xiaomi 15 kini mulai menerima update global sistem operasi HyperOS 3 berbasis Android 16. Rollout update stabil ini dimulai pekan lalu untuk seri Xiaomi 15T dan kini meluas ke model flagship terbaru tersebut.

Update HyperOS 3 untuk versi global Xiaomi 15 memiliki kode firmware 3.0.4.0.WOCEUXM dengan ukuran unduh mencapai 8,2GB. Pengguna yang sebelumnya telah bergabung dalam program beta akan mendapatkan ukuran file update yang lebih kecil.

Xiaomi menegaskan pentingnya memastikan perangkat memiliki ruang penyimpanan dan daya baterai yang cukup sebelum memulai proses pembaruan.

HyperOS 3 menghadirkan antarmuka pengguna yang didesain ulang dengan berbagai fitur baru, peningkatan kecerdasan buatan, performa yang lebih baik, dan animasi yang lebih halus.

Pembaruan ini merupakan bagian dari strategi global Xiaomi yang sebelumnya telah mengumumkan rilis resmi HyperOS 3.

Performa sistem secara keseluruhan menjadi lebih smooth dan stabil berkat optimasi instruksi compiler untuk responsivitas dan konservasi daya yang lebih baik.

Alokasi dan daur ulang memori juga ditingkatkan untuk menyediakan lebih banyak memori bebas, sementara penjadwalan frekuensi dioptimalkan untuk efisiensi sistem dan penghematan energi.

Pengguna akan merasakan pengalaman menonton video pendek yang lebih hemat daya untuk masa pakai baterai lebih lama.

Mekanisme rendering window baru mengurangi beban pemrosesan grafis, dan animasi yang lebih halus diterapkan dalam lebih dari 100 skenario sistem untuk gerakan yang lebih mengalir.

HyperOS 3 menggabungkan Notification spotlight dan notifikasi perangkat untuk pembaruan yang lebih cepat. Antarmuka baru menampilkan lebih banyak informasi sekilas dengan transisi mulus dan animasi interaktif.

Fitur pull down untuk mengungkap small window memudahkan multitasking, didukung desain yang lebih kompak dan detail di seluruh sistem.

Ikon Home screen menjadi lebih tajam dengan spasi grid yang seimbang, sementara status bar disederhanakan untuk kemudahan membaca.

Sudut bulat disatukan dan tata letak kontrol dioptimalkan. Lock screen menampilkan jam besar untuk memberikan kesan kedalaman, dilengkapi editor all-in-one untuk mengedit wallpaper Home dan Lock screen secara bersamaan.

Fitur kompatibilitas lintas ekosistem yang mendalam dengan perangkat Apple menjadi salah satu keunggulan HyperOS 3.

Integrasi iPhone memungkinkan akses ke Xiaomi Cloud Gallery, koneksi hotspot satu ketuk, dan pelacakan perangkat. iPad dapat memirror layar ponsel menggunakan fitur Home screen+, sementara konektivitas Mac menawarkan hotspot satu ketuk dan multi-app windowing.

Sistem unlock lintas perangkat memungkinkan pengguna membuka kunci ponsel Xiaomi menggunakan pengenalan wajah dari iPhone, iPad, Mac, atau Xiaomi EV.

Perlindungan ditingkatkan dengan enkripsi post-quantum, didukung antarmuka privasi dan kata sandi yang direvisi. Fitur Private Access memastikan aplikasi hanya melihat data yang diizinkan pengguna.

Indikator baterai dan sinyal didesain ulang dengan ikon baru. Dynamic Island kini disebut Hyper Island oleh Xiaomi, dengan penyesuaian UI halus di seluruh menu dan kontrol.

Fitur call forwarding, sinkronisasi SMS, dan berbagi layar MacBook yang mirip iPhone turut hadir, bersama berbagi file berbasis kedekatan yang menyerupai AirDrop.

HyperOS 3 menawarkan lebih banyak animasi, efek blur, dan grafis yang lebih fluid dengan peningkatan performa hingga 30%.

Fitur berbasis AI mencakup pencatatan, terjemahan suara, dan pengurangan noise pintar. Pencarian AI dan pengenalan foto AI di Gallery, serta AI Dynamic Wallpapers yang kini global memungkinkan pengguna mengubah foto menjadi wallpaper bergerak secara instan.

Rollout update HyperOS 3 dilakukan secara bertahap, sehingga beberapa pengguna Xiaomi 15 mungkin menerima update lebih awal daripada yang lain.

Bagi yang belum mendapatkan notifikasi update, dapat memeriksa secara manual melalui Settings > About Phone > System Update. Pembaruan ini sekaligus menegaskan posisi Xiaomi 15 sebagai perangkat yang kompatibel dengan Android 16, berbeda dengan beberapa model lain yang dipastikan tidak akan menerima update.

Kehadiran HyperOS 3 pada Xiaomi 15 memperkuat posisi Xiaomi dalam persaingan sistem operasi mobile global. Pembaruan ini tidak hanya menghadirkan peningkatan teknis signifikan, tetapi juga menawarkan integrasi ekosistem yang lebih luas, termasuk kompatibilitas dengan perangkat Apple yang menjadi tandingan langsung dari pengembangan sistem operasi pesaing seperti iOS. (Icha)

Sttt, Ini Bocoran Spesifikasi Huawei Mate X7, Rilis November

0

Telko.id – Huawei dikabarkan akan meluncurkan seri smartphone Mate 80 pada November mendatang di China.

Spekulasi juga berkembang bahwa brand tersebut berencana meluncurkan ponsel lipat Huawei Mate X7 dalam bulan yang sama, kemungkinan bersamaan dengan jajaran Mate 80.

Bocoran terbaru dari tipster terpercaya Digital Chat Station mengungkap spesifikasi kunci ponsel lipat mendatang ini.

Menurut Digital Chat Station, Huawei Mate X7, yang memiliki kode nama Delphi, secara tentatif dijadwalkan rilis pada November.

Prototipe rekayasa perangkat ini dilaporkan dilengkapi dengan layar lipat 7,95 inci dengan resolusi sekitar 2K.

Layarnya mengombinasikan teknologi Colour-on-Encapsulation (COE) untuk visual yang hidup, LTPO untuk refresh rate adaptif yang meningkatkan efisiensi daya, dan Ultra-Thin Glass (UTG) untuk daya tahan lebih baik serta pengalaman melipat yang lebih mulus.

Ilustrasi ponsel lipat Huawei Mate X7 dengan layar besar dan desain premium

Di bagian dapur pacu, Huawei Mate X7 diperkirakan akan menggunakan chipset Kirin 9030 yang baru. Kabarnya, model Mate 80 Pro juga akan dilengkapi dengan SoC yang sama.

Tipster menambahkan bahwa Mate X7 akan menawarkan baterai lebih besar, sistem kamera yang ditingkatkan, serta desain yang lebih ringan dan tipis. Laporan lain menyebut perangkat ini mungkin membawa baterai berkapasitas sekitar 5.500mAh.

Bocoran baru ini juga menyatakan bahwa perangkat akan hadir dalam lima warna, yaitu Obsidian Black, Phantom Purple, Cosmic Red, Cloud Blue, dan Cloud White. Ini menunjukkan variasi pilihan yang menarik bagi calon pengguna.

Pada Juli lalu, tipster yang sama mengklaim bahwa Huawei sedang menguji dua sensor kamera berbeda untuk Mate X7. Satu dengan sensor 50 megapiksel berukuran 1/1,56 inci, dan lainnya dengan sensor sedikit lebih besar berukuran 1/1,3 inci. Keduanya dikatakan mendukung aperture variabel fisik.

Perangkat ini juga disebutkan akan menampilkan kamera telephoto periskop 50 megapiksel dengan kemampuan makro dan sensor multispektral untuk meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan.

Rencana peluncuran Huawei Mate X7 ini memperkuat posisi perusahaan dalam pasar ponsel lipat premium.

Dengan spesifikasi yang diungkap, perangkat ini diproyeksikan menjadi pesaing serius di segmen foldable. Inovasi pada layar dan sistem kamera menjadi fokus utama pengembangan produk ini.

Peluncuran Mate X7 juga akan memperkaya portofolio produk lipat Huawei, yang sebelumnya telah menghadirkan model-model seperti yang dibahas dalam artikel sebelumnya tentang Huawei Mate X7.

Selain ponsel, Huawei juga aktif mengembangkan perangkat tablet seperti Huawei MatePad 11.5 S dan Huawei MatePad SE dengan HarmonyOS 3.0.

Dengan jadwal peluncuran yang semakin dekat, industri teknologi menanti konfirmasi resmi dari Huawei mengenai spesifikasi dan tanggal pasti peluncuran Mate X7.

Perkembangan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi produk Huawei di pasar global, termasuk melalui kolaborasi seperti kerjasama dengan Strava dalam 21-Day Fitness Challenge. (Icha)

iQOO Neo11, Bawa Snapdragon 8 Elite dan Baterai 7.500 mAh

0

Telko.id – iQOO secara resmi meluncurkan Neo11 di China pada 30 Oktober 2025. Ponsel gaming terbaru ini ditenagai Snapdragon 8 Elite SoC dan chip gaming Q2 buatan sendiri.

iQOO Neo11 menargetkan segmen gamer dengan spesifikasi tinggi dan baterai berkapasitas besar.

Perusahaan mengonfirmasi ponsel ini sudah tersedia untuk pembelian di China melalui situs web resmi iQOO.

Peluncuran ini merupakan pemenuhan janji iQOO yang sebelumnya mengumumkan kehadiran perangkat gaming flagship mereka.

Di sektor performa, iQOO Neo11 mengandalkan Snapdragon 8 Elite SoC yang dipasangkan dengan GPU Adreno 830. Kombinasi ini didukung memori RAM LPDDR5X hingga 16GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB.

Untuk menangani panas saat menjalankan tugas berat, ponsel ini dilengkapi vapor chamber 8K.

Chipset Snapdragon 8 Elite yang menjadi jantung Neo11 ini merupakan prosesor flagship Qualcomm yang juga akan menghadirkan perform tercepat di kelas mobile.

Kehadiran chip gaming Q2 buatan iQOO semakin mengokohkan posisinya sebagai perangkat gaming serius.

Layar iQOO Neo11 menggunakan panel 6,82 inci 8T LTPO AMOLED dengan refresh rate 144Hz dan resolusi 3168×1440 piksel. Teknologi layar ini dilengkapi pemindai sidik jari di bawah layar dan kamera selfie 16MP.

Baterai menjadi salah satu fitur unggulan dengan kapasitas 7.500mAh yang mendukung pengisian cepat 100W. Kapasitas baterai ini bahkan melampaui beberapa flagship gaming lainnya yang baru akan dirilis.

Spesifikasi Kamera dan Ketahanan

Bagian kamera belakang iQOO Neo11 mengusung setup dual camera dengan sensor utama Sony LYT700V 50MP yang dipasangkan dengan lensa ultrawide 8MP. Konfigurasi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan fotografi sehari-hari sekaligus konten kreatif.

Dari segi ketahanan, ponsel ini memiliki rating IP68 dan IP69 untuk resistensi terhadap debu dan air. Bingkai metal memberikan kesan premium sekaligus meningkatkan durabilitas perangkat. Ketebalan bodi hanya 8,05mm dengan berat sekitar 216 gram.

iQOO Neo11 menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6 out-of-the-box. Konektivitas lengkap dengan dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan stereo speakers melengkapi fitur-fitur unggulannya.

Varian Warna dan Harga

Ponsel ini tersedia dalam empat pilihan warna: Light White, Pixel Orange, Facing the Gale, dan Shadow Black. Varian Facing the Gale memiliki panel belakang yang dapat berubah warna, menambah daya tarik visual perangkat.

Untuk segmen harga, iQOO menetapkan CNY 2.599 (sekitar $365) untuk varian 12GB/256GB. Varian 16GB/256GB dibanderol CNY 2.899 ($410), sementara 12GB/512GB dihargai CNY 2.999 ($425).

Varian tertinggi dengan konfigurasi 16GB/512GB memiliki harga CNY 3.299 ($465), dan model 16GB/1TB dijual seharga CNY 3.799 ($535). Penetapan harga ini menempatkan iQOO Neo11 sebagai pesaing serius di pasar ponsel gaming premium.

Kehadiran iQOO Neo11 dengan Snapdragon 8 Elite semakin memperkuat lini produk iQOO yang mengandalkan performa tinggi. Chipset flagship Qualcomm ini menjadi andalan berbagai vendor untuk bersaing di segmen gaming dan premium.

Ketersediaan saat ini masih terbatas di pasar China melalui kanal penjualan resmi iQOO. Belum ada informasi mengenai rencana ekspansi ke pasar global untuk seri Neo11 ini. (Icha)

Google Maps Android Uji Mode Hemat Daya Baru

0

Telko.id – Google tengah mengembangkan fitur hemat daya baru untuk aplikasi Google Maps di Android.

Mode ini akan beroperasi secara independen dari pengaturan hemat daya ponsel dan diaktifkan dengan menekan tombol power perangkat.

Fitur tersebut ditemukan melalui analisis kode pada rilis beta terbaru Google Maps untuk Android. Meski terdengar tidak biasa, kemungkinan mode ini dirancang sebagai alternatif mematikan layar sepenuhnya untuk menghemat baterai.

Setelah diaktifkan, antarmuka Google Maps berubah menjadi monokrom dan sangat minimalis. Pengguna hanya akan melihat panah navigasi, perkiraan waktu tiba (ETA), sisa waktu perjalanan, dan jarak yang harus ditempuh. Informasi seperti nama jalan saat ini atau jalan berikutnya tidak ditampilkan.

Mode hemat daya ini mendukung petunjuk arah untuk berjalan kaki, mengemudi, dan kendaraan roda dua. Namun belum jelas apakah fitur ini juga akan mendukung transportasi umum mengingat tingkat minimalismenya yang ekstrem mungkin tidak menampilkan nomor bus atau kereta.

Meski tampilannya sederhana, mode ini tetap akan memiliki output audio. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa fitur ini dapat digunakan saat mengemudi di malam hari untuk mengurangi gangguan visual dari antarmuka.

Fitur ini masih dalam tahap pengembangan dan belum diluncurkan secara resmi. Artinya, berbagai aspek dari mode hemat daya Google Maps ini masih mungkin berubah sebelum debut resminya.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen Google dalam mengoptimalkan pengalaman penggunaan aplikasi pada perangkat Android.

Pengguna yang sering bergantung pada navigasi Google Maps untuk aktivitas sehari-hari mungkin menemukan nilai praktis dalam fitur ini, terutama bagi mereka yang menggunakan perangkat dengan kapasitas baterai terbatas. Fitur serupa hemat daya juga mulai banyak diadopsi oleh berbagai aplikasi mobile lainnya.

Inovasi antarmuka minimalis pada Google Maps ini sejalan dengan tren pengembangan aplikasi yang mengutamakan efisiensi.

Beberapa smartphone entry level dengan spesifikasi terbatas dapat memperoleh manfaat signifikan dari optimasi semacam ini.

Pengembangan fitur hemat daya pada aplikasi navigasi menjadi semakin relevan seiring dengan meningkatnya ketergantungan pengguna pada perangkat mobile.

Google tampaknya berfokus pada penyempurnaan pengalaman pengguna melalui berbagai fitur inovatif yang tidak hanya fungsional tetapi juga efisien dalam konsumsi daya.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Google mengenai timeline peluncuran fitur ini, pengembang terus memantau perkembangan versi beta untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang implementasi akhirnya.

Pengguna yang tertarik dengan perkembangan terbaru sistem operasi Android dapat menyimak pembaruan Android terbaru yang diadopsi berbagai vendor smartphone.

Kehadiran fitur hemat daya khusus pada Google Maps ini dapat menjadi solusi praktis bagi pengguna yang membutuhkan navigasi jangka panjang tanpa menguras baterai perangkat secara signifikan. (Icha)