spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1027

RightsLedger Pede Tantang Medsos Raksasa Dengan 4 Kelebihan nya, Apa Itu?

0

Telko.id – Facebook, Instagram maupun platform media sosial lainnya sangat popular di Indonesia. Sayang, banyak juga kekurangannya, terutama untuk para content provider atau content creator. Kelemahannya ini yang bakal diisi oleh Rights ledger.

“Kami bukan mau mengalahkan Facebook, Instagram atau lainnya. Tapi kami melihat ada kelemahan merek terutama untuk para content provider atau content creator,” ungkap Rio. K Liauw, Country Director RightsLedger Indonesia saat meluncurkan platform Milio di Jakarta (30/08).

Lalu, apa yang ditawarkan oleh Rightsledger? Setidaknya, RightsLedger, perusahaan teknologi yang telah bekerja sama dengan studio Hollywood seperti Disney, MGM, Paramount Pictures, and Sony menawarkan empat keuntungan atau kelebihan yakni :

Pertama, Content Ownership Authentcation. Kedua, Blockchain technology, di mana sistem blockchain akan mengenali setiap konten setiap konten, sehingga tidak dapat di gunakan oleh orang lain. Ketiga, Digital Finger print dan terakhir adalah Ad viewer Rewardsi, dimana yang mendapatkan bagian dari setiap iklan bukan hanya Rights ledger, tetapi juga yang membuat dan yang melihak iklan tersebut.

Nah, dengan keempat keunggulan itulah, Rightsledger berani bersaing dengan platform media sosial lainnya

Apalagi, dengan pengguna internet yang sudah mencapai 130 juta, online piracy juga turut tumbuh. Hal itulah yang membuat para, content creator dan perusahaan memiliki potensi kehilangan pendapatan sangat besar dari konten yang mereka produksi. Sebab media sosial dan online piracy saling terhubung.

”Ini sangat merugikan konten kreator,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, perlindungan hak cipta di Indonesia masih belum maksimal. International Property Rights Index (IPRI) 2018 menempatkan Indonesia di posisi 11 dari 19 negara di Asia dan Oceania dan posisi 64 dari 125 negara secara global.

Dengan Milio, RightsLedger mengambil pendekatan berbeda dari platform media sosial tradisional yang sudah ada. ”Media sosial pada umumnya mengambil hak cipta dari pencipta untuk di monetisasi tanpa menanggung beban keuangan mereka untuk memproduksi konten berharga,” ungkapnya.

Selain itu, RightsLedger menerapkan blockchain pada konten digital yang diunggah di platform mereka. Teknologi blockchain digunakan untuk melakukan otentifikasi kepemilikan konten.

Mereka beroperasi lewat tiga platform berbeda. Yakni Milio, MilStage, dan MilDeals. Milio merupakan platform media sosial bagi pengguna untuk mempromosikan konten mereka. MilStage adalah platform video streaming (video on demand) dimana kreator dan penonton sama-sama bisa mendapat keuntungan. Sedangkan MilDeals merupakan marketplace untuk menjual konten dengan perlindungan IP.

Sama seperti media sosial lain, pembuat konten dapat mengunggah media dalam berbagai format ke platform Milio, seperti foto, video, audio, dan bahkan dokumen. Dengan mengunggah konten ke Milio, secara otomatis mereka juga mendaftarkannya ke blockchain yang memberi otentifikasi kepemilikan yang dapat digunakan untuk banyak hal di masa depan.

Selain itu, RightsLedger juga memiliki Rights Tokens—token digital yang dibangun dengan platform Ethereum—bagi kreator yang menggunggah konten ke berbagai platform, termasuk penonton yang melihat iklan. Jadi, bagik kreator dan penonton, masing-masing dapat menghasilkan uang,” ungkap Magin Marriepan, VP Asia RightsLedger.

Dengan teknologi blockchain, kepemilikan hak cipta semua konten yang diunggah di platform RightsLedger nya tetap berada di tangan kreator. Sehingga mereka dapat menjual atau membagi konten mereka ke pihak lain.

”Anda berpotensi menghasilkan uang yang lebih besar dari konten ketika Anda mengontrol hak cipta dari konten Anda,” beber Hanny Yong, Country VP RightsLedger.

Secara singkat, platform RightsLedger menggunakan teknologi blockchain untuk menciptakan digital fingerprint (pemindaian sidik jari digital) untuk merekam dan memverifikasi pemilik sebuah konten. Sedangkan Rights Tokens kedepannya akan menjadi metode pembayaran cross boarder.

”Platform media sosial membuat orang berpikir bahwa konten tidak memiliki nilai yang tinggi sehingga mereka memberikannya cuma-cuma, kami ingin merubah itu dan berharap content creator mendapatkan bagian yang lebih layak serta mendorong orang untuk lebih menghargai konten digital. Kami ingin menjadi perusahaan sharing ekonomi pertama untuk konten digital sekaligus menjadi platform yang memungkinkan otentifikasi kepemilikan dari semua konten digital,” ujar Rio.

Didirikan oleh Ray Young di Amerika, RightsLedger kini berekspansi di Asia. Menurut laporan yang diterbitkan Transparency Market Research, pasar manajemen hak digital secara global diperkirakan akan mencapai nilai lebih USD9 miliar pada 2026. Dipicu oleh meningkatnya penggunaan modul manajemen hak digital, termasuk meningkatnya penggunaan internet serta popularitas platform media sosial. Layanan RightsLedger meliputi negara-negara seperti Singapura, China, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, dan Indonesia. (Icha)

Didi Chuxing China Uji Coba Layanan Taksi Otonom

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan teknologi Didi Chuxing melakukan uji coba layanan taksi otonom atau robot taksi di Distrik Jiading Shanghai, China. Perusahaan asal China tersebut melakukan uji coba terhadap 30 mobil dengan otonomi level 4 di berbagai sudut kota Shanghai.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (31/08/2019) uji coba ini telah mendapat izin dari pemerintah pada 28 Agustus 2019 lalu. Uji coba dilakukan untuk melihat ketangguhan mobil otonom dalam menghadapi lalu lintas yang kompleks ala Kota Shanghai. Nantinya penumpang menjadi satu-satunya manusia di dalam kendaraan ini jika melakukan perjalan ke Universitas Shanghai misalnya.

Industri teknologi China memang terus berinovasi mewujudkan layanan taksi otonom di negeri tirai bambu. Misalnya Baidu  sudah berkomitmen untuk memulai debut layanannya sendiri di kota Changsha, dan Pony.ai merencanakan layanannya sendiri di distrik Guangzhou.

{Baca juga: Taksi Otonom di Jepang Mulai Angkut Penumpang}

Maka dapat kita bisa saja melihat robot taksi ada di jalanan Cina dan mampu  mengantarkan kita dengan tepat aman dan nyaman. Layanan mobil tanpa pengemudi memang terus dikembangkan di berbagai dunia.

Sebelumnya Startup asal Swedia, Einridemulai menguji truk kargo listrik di jalan umum. Sebagai bagian dari uji coba selama setahun, truk listrik bernama Einride T-Pod ini mulai mengirim barang setiap hari pada minggu ini di kota Jönköping.

{Baca juga: Canggih! Swedia Mulai Uji Truk Kargo Listrik Otonom}

Truk seberat 26 ton tersebut, yang sempat dipamerkan pada gelaran MWC, dioperasikan sepenuhnya dari jarak jauh melalui jaringan 5G. Kendaraan bongsor itu tidak memiliki kabin pengemudi yang diperuntukkan pengemudi cadangan.

Beberapa kali sehari, truk T-Pod akan menempuh jarak 300 meter atau kurang dari seperempat mil dari gudang ke gedung terminal pengiriman. Dilansir Engadget, Einride mengatakan, uji coba truk listrik tersebut bakal dilakukan sampai akhir 2020 nanti. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Kenal di Smule, Tukang Sapu Nikahi Bule Cantik

0

Telko.id, Jakarta – Banyak orang mengatakan, kita bisa menemukan cinta di tempat yang tidak terduga. Pasangan lintas negara ini membuktikannya, saat mereka bertemu di aplikasi musik Smule dan sekarang resmi telah menjadi suami-istri.

Pasangan ini bernama Bambang Irawan alias Awan, berusia 28 tahun dan Arzum Balli, berusia 26 tahun. Keduanya berasal dari dua negara berbeda yang berjarak lebih dari 13.000 km jauhnya, namun mereka berhasil menemukan belahan jiwa satu sama lain berkat aplikasi musik.

Awan berasal dari Jakarta Selatan, Indonesia, sedangkan Arzum berasal dari Austria. Pasangan yang sedang dimabuk cinta ini bertemu saat menggunakan aplikasi musik karaoke Smule.

{Baca juga: Menang Banyak! Driver Ojek Online Ini Selalu Selfie dengan Penumpang Cantik}

Tepatnya, mereka bertemu pada 2016, dan sering berduet bersama di Smule. Hingga akhirnya mereka saling mengenal dengan baik dan menjalin pertemanan yang lebih akrab.

Perasaan mereka satu sama lain semakin dalam, hingga pada 2017, Arzum mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta dengan Awan. Dia bertekad untuk terbang ke Indonesia untuk bertemu dan mengucapkan langsung perasaanya kepada Awan.

Pemuda ini awalnya berpikir mungkin Arzum hanya bercanda. Namun, tanpa disangka Arzum menepati kata-katanya, dia terbang ke Indonesia untuk bertemu Awan.

Selama pertemuan pertama mereka, Arzum mengaku ingin menikah dengan Awan. Ia pun terkejut, lantaran selama ini belum ada gadis yang pernah menyukainya.

Tetapi cinta dan keteguhan hati Arzum membuatnya senang. Dia akhirnya menyadari bahwa pacarnya serius, karena dia telah terbang lebih dari 13.000 km hanya untuk bertemu dengannya

Awan pun akhirnya setuju untuk menikahinya. Hanya setahun setelah pertemuan pertama mereka, Awan mulai mempersiapan pernikahan, termasuk menyiapkan dokumen yang diperlukan, ke kedutaan Austria untuk mendapatkan izin.

Pasangan ini akhirnya mengadakan acara pernikahan sederhana di Cilandak pada 18 Agustus 2019, lalu. Meski Awan bekerja sebagai tukang sapu, Arzum mengaku tidak keberatan.

Wanita berparas cantik ini tetap mencintai kekasihnya meskipun bekerja sebagai tukang sapu. Arzum mengaku, dirinya mengetahui pekerjaan Awan pada saat pertemuan pertama mereka dan ketika dia mengunjungi Jakarta.

Setelah menikah, Arzum akan kembali ke Austria dan Awan akan diajak pindah bersamanya nanti. Pertama, dia harus belajar bahasa Jerman dan mendapatkan sertifikat A1 sebelum dia bisa pergi ke sana untuk mendapatkan pekerjaan juga.

{Baca juga: Duh! Janda Kenalan Bocah di Game Mobile, Berakhir di Ranjang}

Pasangan itu mengetahui ada banyak orang yang “nyinyir” alias membicarakan hubungan mereka, tetapi keduanya tidak peduli dengan gosip kosong. Bahkan, ayah Awan awalnya sempat menentang rencana pernikahan puteranya.

Namun, melihat kesungguhan dan cinta Arzum untuk putranya, ia memberi mereka restu. Sungguh kisah cinta yang luar biasa mengesankan! Selamat buat Awan dan Arzum, semoga bahagia! [BA/HBS]

Sumber: World of Buzz

Pasca Kerusuhan, Layanan Telkomsel di Jayapura sudah Pulih 90%

0

Telko.id, Jakarta Telkomsel mengonfirmasi jika layanan telepon dan SMS  di Jayapura sudah pulih 90%. Anak usaha Telkom Group ini terus berupaya melakukan perbaikan layanannya pasca kerusuhan yang terjadi Kamis (29/08/2019) lalu.

Menurut VP Corporate Telkomsel, Denny Abidin pemulihan layanan terus dioptimalkan guna memastikan percepatan kenyamanan berkomunikasi pelanggan di Kota Jayapura.

{Baca juga: Kantor Telkom Dibakar, Layanan Grapari Telkomsel Jayapura Tutup}

“Saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di kota Jayapura sudah 90% beroperasi normal untuk layanan telpon dan SMS,” kata Denny, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id, Sabtu (31/08/2019).

Ia menyebutkan Telkomsel bahwa berkoordinasi dengan Pemda, Polri, TNI, Kemeninfo, serta aparat setempat untuk mengambil tindakan preventif melakukan pengamanan aset serta fasilitas pendukung alat produksi, termasuk memastikan keselamatan dan keamanan karyawan yang bertugas di seluruh wilayah Papua.

“Telkomsel juga tetap menyiagakan tim dan petugas serta berkoordinasi dengan Posko Krisis Telkom Group untuk memastikan layanan telekomunikasi bisa segera dinikmati secara keseluruhan,” tambah Denny.

Untuk saat ini, kantor layanan Telkomsel GraPARI di kota Jayapura belum dapat beroperasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Pelanggan dapat memanfaatkan layanan call center di nomor 188.

Terakhir layanan data Telkomsel di Papua dan Papua Barat masih diblokir hingga suasana kondusif dan normal.

Denny mengungkapkan, Telkomsel masih mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah tersebut lewat Siaran Pers No. 159/HM/KOMINFO/08/2019 pada tanggal 23 Agustus 2019, mengenai pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi di propinsi Papua dan Papua Barat.

{Baca juga: Telkomsel Pulihkan Layanan Telepon dan SMS di Papua}

Sampai saat ini Telkomsel senantiasa melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data.

“Telkomsel berharap agar situasi di tanah Papua semakin kondusif, demi menjaga keutuhan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita jaga bersama sama,” tutup Denny. [NM/HBS]

 

Asyik! Posting Lagu Spotify Bisa di Facebook Stories

0

Telko.id, Jakarta – Spotify menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna membagikan musik dari Spotify ke Facebook Stories, sehingga teman dan pengikut Anda di Facebook dapat melihat lagu favorit Anda.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Sabtu (31/08/2019), Anda  dapat membagikannya di Facebook Stories dan teman Anda dapat mendengar preview lagunya selama 15 detik.

{Baca juga: Perusahaan Rekaman Eminem Gugat Spotify, Gara-gara Apa?}

Caranya menggunakan fitur ini pun cukup mudah. Pertama Anda ketuk “Bagikan” di Spotify dan pilih Facebook. Hasilnya lagu tersebut akan diposting ke Facebook Stories Anda.

Fitur baru ini merupakan langkah maju yang bisa juga digunakan para musisi untuk mempromosikan lagu, album, daftar putar dan podcast mereka.

Untuk saat ini, fitur pratinjau hanya akan diputar ketika satu lagu dibagikan ke Facebook Stories. Namun, jika Anda ingin berbagi konten lain seperti album, daftar putar, atau profil Anda, pengikut Anda dapat langsung masuk, tetapi mereka tidak bisa mendengar preview lagu tersebut.

Aplikasi streaming musik ini Spotify memang terus memberikan fitur baru bagi penggunanya. Sebelumnya Spotify untuk Android baru saja menghadirkan fitur Sleep Timer atau pengatur waktu tidur.

Fitur baru ini cocok bagi penggunanya yang suka tertidur sambil mendengarkan musik, karena dapat menghentikan musik ketika Anda tidur.

Fitur Sleep Timer sebenarnya sudah lama hadir di iOS, tetapi tidak jelas mengapa platform streaming itu baru meluncurkan fitur tersebut untuk Android.

{Baca juga: Fitur Spotify Ini Cocok untuk yang Suka Ketiduran}

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk dapat menghentikan pemutaran musik setelah 5 menit, hingga satu jam setelah pemutaran musik terjadi.

Dengan adanya fitur tersebut, pengguna Spotify pun tidak perlu lagi menggunakan aplikasi pihak ketiga. Asal diketahui, sebelum kehadiran fitur ini, pengguna versi Android harus beralih ke aplikasi pihak ketiga untuk menggunakan fitur serupa. [NM/HBS]

Sumber: Phone Arena

Canggih, Sneakers Nike Bisa Dikendalikan dengan Siri

0

Telko.id, Jakarta – Nike kembali memberikan kejutan bagi para penggemar sneakers. Perusahaan pakaian dan sepatu olahraga asal Amerika Serikat ini segera meluncurkan sneakers Nike yang bisa terhubung dengan Apple Watch dan Siri.

Seperti diketahui, saat ini banyak label mulai menggarap konsep sepatu pintar, dan kini Nike merupakan satu di antara produsen sepatu yang mewujudkannya menjadi kenyataan.

{Baca juga: Nike Kembali Rilis Sneakers Playstation}

Teknologi yang digunakan Nike bernama auto-lacing. Teknologi ini memungkinkan pemakai sepatu menyesuaikan ketat atau longgar melalui fitur di ponsel pintar yang terhubung dengan sepatu.

Dilansir dari mirror, sebenarnya teknologi auto-lacing ini sudah diterapkan pada beberapa sepatu Nike sebelumnya. Di antaranya, Adapt BB.

Sementara itu, sneakers terbaru dari Nike yang canggih ini diberi nama Nike Huarache. Model ini menawarkan aplikasi antarmuka yang unik untuk mengatur tingkat keketatan sepatu yang dapat diatur, memanfaatkan fitur FitAdapt.

Selain itu, seri Huarache ini disebut canggih lantaran pemakaianya dapat mengatur ketat atau longgarnya sepatu dengan memanfaatkan Apple Watche dan Siri. Dengan fitur ini pengguna dapat mengendalikan sepatu yang dipakai dengan perintah suara.

Seperti halnya seri Adapt BB, seri Adapt Huarache juga dilengkapi dengan lampu LED yang dapat diubah warnanya melalui aplikasi.

{Baca juga: Nike Luncurkan Sepatu Pintar, Bisa Mengikat Tali Sendiri}

Rencananya, sneakers Adapt Huarache akan dirilis pada Jumat, 13 September, melalui aplikasi SNKRS Nike dan retailer terpilih.

Sumber: Mirror

Akun CEO Twitter Diretas untuk Sebar Pesan Pro-Hitler

0

Telko.id, Jakarta – Meski menyandung status CEO Twitter, namun Jack Dorsey ternyata tak bebas dari keisengan para hacker. Terbukti, akun pribadi milik pendiri Twitter itu dikabarkan diretas oleh oknum tak bertanggung jawab, untuk menyebarkan pesan pro-hilter.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Sabtu (31/08/2019), peretasan akun Twitter milik Dorsey ini terjadi pada Jumat sore (30/8/2019) waktu setempat.

Para hacker menggunakan akun milik Dorsey untuk nge-tweet pesan terkait pro-hilter dengan menuliskan jika Hitler tidak bersalah dalam peristiwa Holocaust yang membunuh jutaan warga Yahudi tersebut.

{Baca juga: Revisi Aturan, Twitter akan Hapus Tweet Kebencian Agama}

Tweet tersebut sudah dihapus namun berhasil diabadikan oleh akun bernama @danielnazer. Menanggapi aksi peretasan itu, Twitter pun angkat suara.

Vice President Communication Global, Brandon Borrman mengonfirmasi bahwa memang benar akun Jack Dorsey telah diretas, dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

“Ya, akun Jack dikompromikan. “Kami sedang mengerjakannya dan menyelidiki apa yang terjadi,” kata Brandon.

Sedangkan akun yang disebutkan dalam tweet tersebut yakni @ taytaylov3r telah ditangguhkan oleh Twitter. Kasus ini pun menjadi pelajaran bahwa akun CEO Twitter, Jack Dorsey yang memiliki 4,2 juta pengikut tidak bisa bebas dari peretasan, bahkan di layanan miliknya sendiri.

Keamanan Twitter memang sempat menjadi sorotan awal tahun lalu. Perusahaan keamanan siber, Insinia menemukan celah keamanan di media sosial Twitter. Menurut mereka, mereka dapat mengatur postingan sebuah tweet di akun selebriti melalui Short Message Service (SMS) atau pesan singkat.

Dilansir Telko.id dari The Guardian pada Selasa (02/01/2019), ada dua selebritas yakni Louis Theroux dan Eamonn Holmes yang diuji coba dalam penelitian ini.

{Baca juga: Keamanan Lemah, Akun Twitter Bisa Diretas Lewat Pesan SMS}

Menurut perwakilan pihak Insinia, Mike Godfrey, perusahaan mereka dapat memposting tweet di akun selebriti dengan teknologi spoofing dalam ponsel untuk menyoroti cacat keamanan di sistem jaringan media sosial.

Hasilnya terdapat celah keamanan di Twitter dan orang dapat menyalahgunakan kelemahan tersebut untuk menyebarkan disinformasi dan merusak reputasi individu terkemuka.

“Kami telah memperingatkan tentang hal ini selama bertahun-tahun,” kata Godfrey. [NM/HBS]

Sumber: Mashable

YouTube Langgar Privasi Anak, Google Didenda Rp 2,8 Triliun

0

Telko.id, Jakarta – Google diduga akan membayar denda sekitar USD 150 juta hingga USD 200 juta atau Rp 2,8 triliun untuk mengakhiri penyelidikan Federal Trade Commission (FTC) terkait pelanggaran Undang-undang Privasi Anak di platform YouTube.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Sabtu (31/08/2019), FTC menyetujui denda bulan lalu, tetapi ini adalah pertama kalinya jumlah dolar dilaporkan. Saat ini, rincian ketentuan penyelesaian lainnya tidak tersedia.

{Baca juga: Terciduk Pornografi Anak, Youtuber Ini Masuk Bui}

Tapi sejak minggu lalu Youtube  melarang iklan yang ditargetkan pada video yang ditujukan untuk anak-anak. Tidak jelas apakah kebijakan YouTube ini terkait dengan penyelesaian FTC atau tidak.

Sebelumnya FTC melakukan penyelidikan setelah kelompok advokasi menuduh bahwa YouTube melanggar Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-anak (COPPA) dengan mengumpulkan data anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Ini bukan pertama kalinya FTC telah menjatuhkan perusahaan teknologi besar untuk pelanggaran privasi. Awal musim panas ini, Facebook menyetujui penyelesaian USD$ 5 miliar atau Rp 70,9 Triliun terkait privasi Cambridge Scandal. Tetapi denda terbesar FTC untuk pelanggaran COPPA adalah penyelesaian USD$ 5,7 juta atau Rp 80 miliar pada bulan februari lalu.

Sebenarnya video yang menampilkan konten anak-anak di YouTube, sangat banyak menarik perhatian pemirsa.  Dilansir Telko.id dari Asia One pada Selasa (30/07/2019), Pew Research Center merilis data jika video yang menampilkan anak-anak paling populer serta menarik perhatian pemirsa YouTube.

{Baca juga: Konten Anak-anak Makin Populer, YouTube kok Malah Dikecam?}

Pew menganalisis aktivitas selama minggu pertama tahun 2019 di hampir 44 ribu Channel YouTube dengan lebih dari 250 ribu pelanggan. Hasilnya hanya dua persen dari 243 ribu video yang diunggah setiap minggu itu menampilkan bocah yang berusia di bawah 13 tahun.

Tetapi konten anak rata-rata menerima 298 ribu penayangan. Bahkan jumlah penonton rata-rata sekitar 57 ribu dan 14 ribu orang. Kemudian kanal yang mengunggah setidaknya satu video yang menampilkan seorang anak rata-rata  memiliki 1,8 juta subscribers. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

5 Alasan Kenapa Smartphone Rp 3 Jutaan Bisa Bikin ‘Ngiler’

0

Telko.id, Jakarta – Dulu jika Anda inging mendapatkan fitur smartphone yang canggih harus merogoh kantong yang sangat dalam, karena hanya fitur canggih hanya ada di smartphone kelas flagship. Namun dengan kemajuan teknologi, harga smartphone Rp 3 jutaan pun sudah tak kalah canggih.

Beberapa tahun yang lalu, sejumlah fitur mewah di dalam sebuah smartphone mungkin hanya bisa diharapkan oleh mereka yang berkantong tebal. Jika tidak, ya bersiap saja menerima nasib, berlapang dada memperoleh apapun yang disediakan vendor untuk Anda.

Resolusi layar yang rendah, kamera biasa-biasa saja, suara nyaring bak anak bayi yang baru melihat dunia, dan sebagainya. Singkat kata, nggak enak deh jadi orang – ehem… nggak banyak duit.

Tapi… tapi… tapi… itu kemarin-kemarin, dulu-dulu. Nyatanya, meski menjadi orang tak berduit tetap tidak enak, namun apa yang sebelumnya tidak bisa kita dapatkan kini menjadi lebih mungkin. Tentu saja kita tidak sedang berbicara tentang tas Gucci atau LV, tapi smartphone.

Ya, saat ini smartphone Rp 3 jutaan sudah bisa mendapatkan fitur mewah di dalam sebuah smartphone bukan lagi sekedar impian, bahkan buat kita yang berduit sedikit sekalipun. Mau apa?

Layar jernih beresolusi tinggi? Desain elegan nan memesona? Sensor sidik jari di dalam layar? Atau… sekedar kamera canggih untuk membuat wajah secantik artis Korea? BISA! Dan kita memiliki banyak sekali pilihan untuk itu. Salah satunya adalah Oppo K3.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 juta, smartphone teranyar Oppo ini bukan saja bisa dijangkau oleh kita kaum yang selalu kekurangan duit, ini juga menghadirkan sejumlah fitur menawan yang beberapa tahun lalu mungkin hanya bisa ditemui di smartphone kelas atas. Nah, apa saja fitur-fitur yang dimaksud?

1. Layar OLED Panoramic

Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik, ini adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik.

Biasanya OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Kelebihannya, fleksibel dengan ketipisan mencapai kurang dari 1 mm.

Di dunia smartphone, teknologi layar ini mulai diadopsi oleh banyak pabrikan. Salah satunya Oppo, yang menyematkannya di badan smartphone terbaru dan masuk kategori kelas menengah, Oppo K3. Bersamanya, ada layar Panoramic dengan ukuran 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080.

Apa hebatnya layar ini? Pastinya memberikan pengalaman visual yang baik. Sehingga terasa pas saat digunakan untuk menikmati konten multimedia. Oh, rasio screen-to-body 91,1% yang dibawanya juga memberikan tampilan layar penuh. Lega deh pokoknya.

2. In Display Fingerprint

Beberapa waktu yang lalu, sebagian dari kita mungkin hanya akan mendapati fitur ini tersemat di badan-badan smarphone kelas atas, yang harganya sendiri sudah pasti tidak setara dengan satu gerobak cendol. Saat itu, kita cuma bisa ngiler. Sampai beberapa pembuat smartphone datang untuk memberi kabar gembira.

Sensor sidik jari di bawah layar juga ada di smartphone harga terjangkau, lho! Dan inilah yang dilakukan Oppo, ketika membiarkan smartphone harga 3 jutaan-nya membekali diri dengan fitur serupa. Namanya Oppo K3. Dan berdasarkan sedikit pengujian nih, responnya cepat.

3. Kamera pop up

Kamera pop up memang masih belum menjadi fitur idola bagi smartphone kelas atas, namun mengingat tren yang berkembang saat ini, menjadikan pop up camera sebagai salah satu alasan kenapa smartphone Rp3 jutaan juga bisa bikin ngiler, rasanya tidak berlebihan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Modul kamera pop-up ini secara default tersembunyi di dalam body perangkat, secara tidak langsung menyingkirkan hal-hal yang mungkin menganggu kelapangan layar. Disini, kamera akan muncul dalam waktu 0,8 detik ketika kita ingin melakukan selfie atau pemindaian wajah.

Setelah selesai, ia akan secara otomatis menutup kembali. Bukan sesuatu yang sangat fantastis memang, tapi bukankah inovasi harus selalu dihargai?

4. AI

Selain mekanisme pop up yang unik, hal lainnya lagi yang bisa diapresiasi dari smartphone harga Rp3 jutaan Oppo ini adalah kualitas kameranya yang bagus. Smartphone ini punya dua kamera di bagian belakang dengan resolusi 16MP aperture f/1.7 dan 2MP lensa depth aperture f/2.4. Kedua kamera itu sudah disematkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Ultra Night Mode 2.0 sampai Artistic Portrait Mode.

5. Prosesor cepat

Memiliki smartphone yang cepat dan terampil dalam mengerjakan banyak hal adalah idaman semua orang, bahkan yang tidak masuk kategori tajir mampus.

Kabar baiknya, Oppo membuat K3 menjadi salah satunya berkat Snapdragon 710 besutan Qualcomm. Lengkap dengan arsitektur delapan inti Kryo dengan kecepatan clock hingga 2.2 GHz serta GPU Adreno 616.

Spesifikasi ini lantas dikombinasikan dengan RAM 6GB, penyimpanan 64GB, dan ColorOS 6 yang dioptimalkan dengan baik. Ini secara tidak langsung memastikan pengalaman yang mulus ketika Anda berinteraksi dengan Oppo K3. [IF]

5 Alasan Kenapa Smartphone Rp3 Jutaan Bisa Bikin ‘Ngiler’

0

Telko.id, Jakarta – Beberapa tahun yang lalu, sejumlah fitur mewah di dalam sebuah smartphone mungkin hanya bisa diharapkan oleh mereka yang berkantong tebal. Jika tidak, ya bersiap saja menerima nasib, berlapang dada memperoleh apapun yang disediakan vendor untuk Anda. Resolusi layar yang rendah, kamera biasa-biasa saja, suara nyaring bak anak bayi yang baru nelihat dunia, dan sebagainya. Singkat kata, nggak enak deh jadi orang – ehem… nggak banyak duit.

Tapi… tapi… tapi… itu kemarin-kemarin, dulu-dulu. Nyatanya, meski menjadi orang tak berduit tetap tidak enak, namun apa yang sebelumnya tidak bisa kita dapatkan kini menjadi lebih mungkin. Tentu saja kita tidak sedang berbicara tentang tas Gucci atau LV, tapi smartphone.

Ya, saat ini mendapatkan fitur mewah di dalam sebuah smartphone bukan lagi sekedar impian, bahkan buat kita yang berduit sedikit sekalipun. Mau apa? Layar jernih beresolusi tinggi? Desain elegan nan memesona? Sensor sidik jari di dalam layar? Atau… sekedar kamera canggih untuk membuat wajah secantik artis Korea? BISA! Dan kita memiliki banyak sekali pilihan untuk itu. Salah satunya adalah Oppo K3.

{Baca juga: Hands-on Oppo K3: Smartphone Menengah Bertampang Premium}

Dibanderol dengan harga sekitar Rp3,9 juta, smartphone teranyar Oppo ini bukan saja bisa dijangkau oleh kita kaum yang selalu kekurangan duit, ini juga menghadirkan sejumlah fitur menawan yang beberapa tahun lalu mungkin hanya bisa ditemui di smartphone kelas atas. Nah, apa saja fitur-fitur yang dimaksud?

1. Layar OLED Panoramic

Organic Light-Emitting Diode (OLED) atau diode cahaya organik, ini adalah sebuah semikonduktor sebagai pemancar cahaya yang terbuat dari lapisan organik. Biasanya OLED digunakan dalam teknologi elektroluminensi, seperti pada aplikasi tampilan layar atau sensor. Kelebihannya, fleksibel dengan ketipisan mencapai kurang dari 1 mm.

Di dunia smartphone, teknologi layar ini mulai diadopsi oleh banyak pabrikan. Salah satunya Oppo, yang menyematkannya di badan smartphone terbaru dan masuk kategori kelas menengah, Oppo K3. Bersamanya, ada layar Panoramic dengan ukuran 6,5 inci beresolusi 2340 x 1080. Apa hebatnya layar ini? Pastinya memberikan pengalaman visual yang baik. Sehingga terasa pas saat digunakan untuk menikmati konten multimedia. Oh, rasio screen-to-body 91,1% yang dibawanya juga memberikan tampilan layar penuh. Lega deh pokoknya.

2. In Display Fingerprint

Beberapa waktu yang lalu, sebagian dari kita mungkin hanya akan mendapati fitur ini tersemat di badan-badan smarphone kelas atas, yang harganya sendiri sudah pasti tidak setara dengan satu gerobak cendol. Saat itu, kita cuma bisa ngiler. Sampai beberapa pembuat smartphone datang untuk memberi kabar gembira. Sensor sidik jari di bawah layar juga ada di smartphone harga terjangkau, lho! Dan inilah yang dilakukan Oppo, ketika membiarkan smartphone harga 3 jutaan-nya membekali diri dengan fitur serupa. Namanya Oppo K3. Dan berdasarkan sedikit pengujian nih, responnya cepat.

3. Kamera pop up

Kamera pop up memang masih belum menjadi fitur idola bagi smartphone kelas atas, namun mengingat tren yang berkembang saat ini, menjadikan pop up camera sebagai salah satu alasan kenapa smartphone Rp3 jutaan juga bisa bikin ngiler, rasanya tidak berlebihan.

{Baca juga: Spesifikasi dan Harga Hp Oppo Terbaru}

Modul kamera pop-up ini secara default tersembunyi di dalam body perangkat, secara tidak langsung menyingkirkan hal-hal yang mungkin menganggu kelapangan layar. Disini, kamera akan muncul dalam waktu 0,8 detik ketika kita ingin melakukan selfie atau pemindaian wajah. Setelah selesai, ia akan secara otomatis menutup kembali. Bukan sesuatu yang sangat fantastis memang, tapi bukankah inovasi harus selalu dihargai?

4. AI

Selain mekanisme pop up yang unik, hal lainnya lagi yang bisa diapresiasi dari smartphone harga Rp3 jutaan Oppo ini adalah kualitas kameranya yang bagus. Smartphone ini punya dua kamera di bagian belakang dengan resolusi 16MP aperture f/1.7 dan 2MP lensa depth aperture f/2.4. Kedua kamera itu sudah disematkan fitur-fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Ultra Night Mode 2.0 sampai Artistic Portrait Mode.

5. Prosesor cepat

Memiliki smartphone yang cepat dan terampil dalam mengerjakan banyak hal adalah idaman semua orang, bahkan yang tidak masuk kategori tajir mampus. Kabar baik, karena Oppo membuat K3 menjadi salah satunya berkat Snapdragon 710 besutan Qualcomm. Lengkap dengan arsitektur delapan inti Kryo dengan kecepatan clock hingga 2.2GHz serta GPU Adreno 616.

Spesifikasi ini lantas dikombinasikan dengan RAM 6GB, penyimpanan 64GB, dan ColorOS 6 yang dioptimalkan dengan baik. Ini secara tidak langsung memastikan pengalaman yang mulus ketika Anda berinteraksi dengan Oppo K3.