spot_img
Latest Phone

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

Garmin Kampanye Women of Endurance: Ibu Rumah Tangga Bisa Setara HIIT

Telko.id - Aktivitas sehari-hari seorang ibu rumah tangga ternyata...

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...
Beranda blog Halaman 1025

Platform OTT Berdasarkan PP 71 Kini Wajib Daftar Ke Pemerintah

0

Telko.id – Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 71/2019) baru saja menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 82/2012). Salah satu yang diatur adalah para platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya yang wajib daftar ke pemerintah Indonesia. Kenapa?

Dalam PP 71/2019, terdapat kriteria dan batasan antara Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Publik dan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat, Pendekatan pengaturan penempatan data dan sistem elektronik Penyelenggara Sistem Elektronik. Hal ini memberikan kejelasan bahwa PSE layanan publik wajib melakukan pendaftaran pada pemerintah.

Sebelumnya, dalam Pasal 5 PP 82/2012 mengatur bahwa PSE untuk pelayanan publik wajib melakukan pendaftaran, sedangkan untuk PSE untuk nonpelayanan publik dapat melakukan pendaftaran sehingga tidak menjadi keharusan.

Itu sebabnya, banyak PSE yang mengklaim bahwa Sistem Elektronik yang diselenggarakannya bukan dalam rangka Pelayanan Publik sebagaimana dimakud dalam PP 82/2012 khususnya PSE yang berbasis di luar negeri yang memberikan layanan dan target pelanggan di Indonesia. Seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp, yang enggan disebut sebagai “PSE untuk pelayanan publik” dan belum mendaftar sebagai PSE Pelayanan Publik.

Terlebih lagi pelanggaran atas kewajiban pendaftaran tersebut tidak dapat dikenakan sanksi administratif oleh pemerintah sehingga tidak ada kepastian pendaftaran.

Sekarang, dengan hadirnya PP 71/2019 menjadi jawaban atas keragu-raguan dan ketidakpastian kriteria PSE yang wajib daftar dalam PP 82/2012. “PP 71/2019 ini memberikan kriteria PSE yang lebih terukur dan lebih pasti yang wajib melakukan pendaftaran, yaitu PSE Lingkup Publik dan PSE Lingkup Privat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sendiri dalam PP 71/2019”, ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo, menjelaskan pada diskusi terbatas (02/12/2019) di Jakarta.

Semuel menambahkan, dengan hadirnya PP71/2019 ini maka platform OTT seperti Instagram, Facebook, Google, dan Whatsapp dan lainnya harus melakukan self control terhadap konten yang beredar dalam palform nya. Terutama untuk konten negatif.

Jadi dengan adanya PP 71 ini, pemerintah tidak perlu lagi melakukan pemanggilan pada PSTE yang paltformnya terdapat konten negatif. Para PSE sudah melakukan pemblokiran sendiri tanpa harus ada permintaan dari PSE.

PP 71/2019 ini telah diundangkan dan sudah mulai berlaku pada 10 Oktober 2019 dengan masa transisi setahun bagi semua PSE publik dan privat untuk memenuhi kewajiban mendaftar.

Sebagai informasi, kriteria pelayanan publik yang dimaksud masih mengacu pada kriteria pelayanan publik yang diatur dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan aturan pelaksanaanya yakni PP No 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaan atas UU Pelayanan Publik. Mulai dari lembaga negara, BUMN, BUMD, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang, atau badan hukum lain yang menyelenggarakan layanan publik dalam rangka misi negara.

Kemudian berdasarkan PM (peraturan menteri) Kominfo No 36/2014 yang termasuk PSE berupa korporasi atau badan hukum yang wajib daftar dibatasi adalah mereka yang memiliki portal, situs, aplikasi online lewat internet untuk pembayaran atau perdagangan jasa, sistem elektronik yang digunakan untuk memroses informasi elektronik yang menggunakan dana. Juga yang berkait dengan data pelanggan dalam transaksi keuangan dan perdagangan, pengiriman materi digital berbayar lewat jaringan data dengan cara unduh lewat portal, situs, email atau aplikasi lain.**

 

Kumpulkan Para Startup, Telkomsel Gelar The NextDev Summit 2019

0

Telko.id – Jumlah startup di Indonesia, kian hari kian bertambah jumlahnya. Bukan hanya datang dari kota besar, tetapi datang juga dari pelosok negeri. Itu sebabnya, Telkomsel akan menggelar The NextDev Summit 2019.  Sebuah konferensi teknologi yang fokus dalam menghasilkan dampak sosial positif untuk memberikan inspirasi dan melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

The NextDev Summit 2019 ini juga akan menghubungkan para pemangku kepentingan dari berbagai latar belakang dan memfasilitasi kolaborasi antar berbagai pihak, demi mengakselerasikan ekonomi digital di Indonesia secara keseluruhan dan berkelanjutan. Dengan tema “Spark the Change”, The NextDev Summit 2019bermaksudmengakselerasi semangatuntuk memberikan perubahan yang berarti melalui kolaborasi dari para pemain-pemain kunci di berbagai bidang.

“Sebuah startup akan maju kalau melakukan kolaborasi. The NextDev Summit 2019 jadi ajang pertemuan para startup, bahkan dengan para investor untuk penjajakan kerjasama. Sekaligus juga belajar,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel.

The NextDev Summit 2019 ini yang akan diselenggarkan pada 7 Desember 2019 di Assembly Hall – Jakarta Convention Center ini akan melibatkan 5.000 partisipan yang merupakan para milenial dengan antusiasme tinggi terhadap startupdigital serta dampak sosial positif. Terdapat Lebih dari 105 pembicara yang merupakan para ahli dari industri teknologi dengan pengalaman mendalam.

Selain itu juga ada 50 sesi tatap muka yang terdiri dari workshop, diskusi panel, diskusi santai, dan sejumlah presentasi serta 50 startupdengan kiprah paling menarik di Indonesia dalam menghadirkan dampak sosial positif bagi masyarakat.

Tidak hanya memberikan berbagai sesi oleh para ahli dan startupteknologi, The NextDev Summit 2019 juga menghadirkan menghadirkan “The NextDev Experiences” yang menggabungkan berbagai pengalaman teknologi menjadi sebuah konferensi dengan ekosistem digital terpadu yang membuka banyak peluang bagi para tech-savvyuntuk berperan aktif dalam melahirkan ide-ide baru bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam The NextDev Experiences akan ada TechnologyConference, lalu ada  Social Impact Startup Showcase, di mana ada 15 perusahaan rintisan lulusan The NextDev pilihan yang turut berpartisipasi. Seperti Habibi Garden, Vestifarm, Marlin Booking, Gandeng Tangan, Cakap, Bizhare, Botika, Lindungi Hutan, Ceklab, Garda Pangan, MOI, Teman Bisnis, Assist Indonesia dan Juru.

Akan juga ada Master Classes  yang menghadirkan lebih dari 25 sesi kelas yang menghadirkan lebih dari 100 narasumber terkemuka dan kompeten di bidangnya masing-masing. Kemudian ada The NextDev Inauguration.

Yang menarik, akan ada Investor Meetup and Sharing. Di mana Telkomsel pun turut memberikan kesempatan kepada startup-startup untuk mengikuti sesi bersama para penanam modal terkemuka. Beberapa firma investasi yang berpartisipasi pada The NextDev Summit 2019 di antaranya adalah Grab Ventures, Telkomsel Mitra Inovasi, Angin, Emtek, GDP Ventures, East Ventures, Metra Digital Inovasi, Fenox, Alpha JWC Ventures, dan Mountain Kejora. (Icha)

Huawei P smart Pro 2019 Resmi Hadir Mengusung Camera Pop-Up

0

Telko.id – Huawei P smart Pro 2019 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin Hisilicon Kirin 710F ini hadir dengan sistem operasi Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 6 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei P smart Pro 2019. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei Y92).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Midnight Black, Breathing Crystal) dan memiliki body berdimensi 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in) dengan berat 206 g (7.27 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei P smart Pro 2019

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei P smart Pro 2019 :

  • 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 48 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor Motorized pop-up 16 MP, f/2.2 yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@60fps.

Spesifikasi Huawei P smart Pro 2019

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Hisilicon Kirin 710F yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU Mali-G51 MP4. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 6 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4000 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.59″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2340 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei P smart Pro 2019 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (4.2, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei P smart Pro 2019 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 850 / 900 / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 163.1 x 77.2 x 8.8 mm (6.42 x 3.04 x 0.35 in)
Weight 206 g (7.27 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Hybrid Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Midnight Black, Breathing Crystal
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.59 inches, 106.6 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~391 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 9.0 (Pie); EMUI 9.1
Chipset Hisilicon Kirin 710F (12 nm)
CPU Octa-core (4×2.2 GHz Cortex-A73 & 4×1.7 GHz Cortex-A53)
GPU Mali-G51 MP4
MEMORY
Card slot microSDXC (uses shared SIM slot)
RAM 6 GB
Internal 128GB 6GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 48 MP, f/1.8, (wide), 1/2.0″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.4, 13mm (ultrawide)
2 MP, f/2.4, (depth)
Features LED flash, HDR, panorama
Video 1080p@30fps
SELFIE CAMERA
Sensors Motorized pop-up 16 MP, f/2.2
Features HDR
Video 1080p@60fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 4.2, A2DP, LE
GPS Yes, with A-GPS, GLONASS, BDS
NFC
Radio FM radio
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4000 mAh
Non-removable Li-Po 4000 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Huawei nova 6 5G Resmi Dirilis Mengusung Dual Selfie Camera!

0

Telko.id – Huawei nova 6 5G kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6 5G. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in) dengan berat 212 g (7.48 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6 5G

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 5G :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6 5G

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4200 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 5G sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL).

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 5G :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE / 5G
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 12(700), 17(700), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G (2+ Gbps DL)
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.7 x 75.8 x 9 mm (6.41 x 2.98 x 0.35 in)
Weight 212 g (7.48 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.5% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM, 256GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm, PDAF
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4200 mAh
Non-removable Li-Po 4200 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Huawei nova 6 Dibekali Triple Camera 40 MP dan Selfie Camera 32 MP

0

Telko.id – Huawei nova 6 kali pertama diperkenalkan pada 2019, December. Perangkat bermesin HiSilicon Kirin 990 ini hadir dengan sistem operasi Android 10.0; EMUI 10 dan dibekali dengan RAM berkapasitas 8 GB.

Sampai berita ini diturunkan, Huawei memang belum secara resmi merilis harga Huawei nova 6. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri sebelumnya (Huawei nova 5T).

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Huawei Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, Blue, Red, Provence) dan memiliki body berdimensi 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in) dengan berat 197 g (6.95 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Kamera Huawei nova 6

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Huawei nova 6 :

  • 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
    8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
    8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF.

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 40 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p@30fps.

Spesifikasi Huawei nova 6

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset HiSilicon Kirin 990 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55) dan prosesor grafis / GPU Mali-G76 MP16. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4100 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.57″ Inch dengan jenis LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors. Resolusi layarnya 1080×2400 pixels. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Baca Juga : LayarKaca21 dan 7 Situs Nonton Film Gratis Pengganti Indoxxi

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Huawei nova 6 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / HSPA / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A.

Selain itu ada juga konektifitas USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah spesifikasi Huawei nova 6 :

NETWORK
Technology GSM / HSPA / LTE
2G bands GSM 850 / 900 / 1800 / 1900 – SIM 1 & SIM 2
3G bands HSDPA 800 / 850 / 900 / 1700(AWS) / 1900 / 2100
4G bands LTE band 1(2100), 2(1900), 3(1800), 4(1700/2100), 5(850), 7(2600), 8(900), 18(800), 19(800), 26(850), 34(2000), 38(2600), 39(1900), 40(2300), 41(2500)
Speed HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A
LAUNCH
Announced 2019, December
Status Available. Released 2019, December
BODY
Dimensions 162.6 x 75.7 x 8.6 mm (6.40 x 2.98 x 0.34 in)
Weight 197 g (6.95 oz)
Build Glass front, glass back, aluminum frame
SIM Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by)
Colors Black, Blue, Red, Provence
DISPLAY
Type LTPS IPS LCD capacitive touchscreen, 16M colors
Size 6.57 inches, 104.2 cm2 (~84.7% screen-to-body ratio)
Resolution 1080 x 2400 pixels, 20:9 ratio (~401 ppi density)
Protection
PLATFORM
OS Android 10.0; EMUI 10
Chipset HiSilicon Kirin 990 (7 nm)
CPU Octa-core (2×2.86 GHz Cortex-A76 & 2×2.09 GHz Cortex-A76 & 4×1.86 GHz Cortex-A55)
GPU Mali-G76 MP16
MEMORY
Card slot No
RAM 8 GB
Internal 128GB 8GB RAM
MAIN CAMERA
Sensors 40 MP, f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF, Laser AF
8 MP, f/2.4, 80mm (telephoto), 1/4.0″, PDAF, Laser AF, OIS, 3x optical zoom
8 MP, f/2.4, 16mm (ultrawide), no AF
Features Panorama, HDR, LED flash
Video 2160p@30/60fps, 1080p@30fps, 720p@960fps, (gyro-EIS)
SELFIE CAMERA
Sensors 32 MP, f/2.0, 26mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm
8 MP, f/2.2, 17mm (ultrawide)
Features HDR
Video 2160p@30fps
SOUND
SOUND
CONNECTIVITY
WLAN Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot
Bluetooth 5.1, A2DP, LE
GPS Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS
NFC Yes
Radio No
USB 2.0, Type-C 1.0 reversible connector, USB On-The-Go
FEATURES
Sensors Fingerprint (side-mounted), accelerometer, gyro, proximity, compass
Other
BATTERY
Type Li-Po
Size 4100 mAh
Non-removable Li-Po 4100 mAh battery
TESTS
Performance
Battery life

Telkomsel Buat NextDev Hub Yang Bakal Lebih Keren Dari Silicon Valley

0

Telko.id – Sillicon Valley memang terkenal sebagai tempat lahirnya startup dunia. Tapi, Indonesia pun bakal punya NextDev Hub yang akan diumumkan saat The NextDev Summit 2019 pada 7 Desember mendatang di Jakarta.

Keyakinan itu ada karena salah satunya jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 266,91 juta jiwa pada tahun 2019 dan Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 – 2030 mendatang. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk berusia produktif (15-64 tahun) akan mencapai 70 persen. Ini juga yang menjadi kekuatan Indonesia.

“Menjadi silicon valley itu merupakan mimpi yang harus lewat sebuah proses. Perlu dipelajari. Namun intinya dibalik itu semua adalah penting nya kolaborasi. Di sini The NextDev Summit 2019 menjadi ajang untuk bertemu dan membuka peluang untuk kolaborasi sebagai nantinya cikal bakal Nextdev Hub itu sendiri,” ujar Tubagus Husniyullah, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel menjelaskan.

Jadi, perpaduan antara jumlah penduduk yang ratusan juta dan melakukan kolaborasi atau berpartner dengan pelaku yang professional maka negara kita akan kuat untuk membuat ekosistem digital dengan cepat. “Kondisi ini akan bertambah kuat 2-3 tahun mendatang,”
Ungkap Tubagus optimis.

Hal senada juga disampaikan oleh CEO & Founder Storial.co Steve Wirawan. Menurut nya, NextDev Hub ini sangat berpotensial sekali untuk disejajarkan dengan Sillicon valley nantinya. “Apalagi, dibelakangnya ada dukungan dari Telkomsel,” ujar nya.

Dulu, secara tradisional, per tahun itu hanya ada 50 judul buku. Kini, ketika masuk pada era digital, satu hari bisa masuk 50 judul buku. Artinya, era digital ini memang memberikan kemudahan bagi penduduk Indonesia untuk berkarya.

Tapi, apakah NextDev harus seperti Silicon Valley? Menurut CEO & Founder OmniVR Nico Alyus, NextDev Hub tidak perlu seperti Sillicon Valley. Soalnya, Sillicon Valley itu adalah sebuah kebetulan. Kebetulan menjadi sebuah wilayah di Amerika yang banyak dihuni oleh para orang-orang kaya. Jadi, boleh saja belajar dari Sillicon Valley, tapi NextDev Hub ini jauh lebih besar dari itu dan bakal jauh lebih keren.

Nico menambahkan juga bahwa 5 unicorn sudah lahir di Indonesia. “Mereka itu (5 unicorn) belum banyak yang memanfaatkan market di luar Indonesia. Baru di Indonesia saja sudah unicorn, bagaimana kalau keluar,” ujar nya optimis.

Yang penting, menurut Nico adalah buat startup yang solve the problem. Itu akan membuat startup perkembang dan pastinya membuat Indonesia nantinya menjadi menguasai pasar digital di Asean maupun Asia Pasific.

Telkomsel Jamin Kelancaran Jaringan dan Layanannya Saat Libur Natal dan Tahun Baru

0

Telko.id – Libur Natal dan Tahun Baru 2020 segera tiba. Telkomsel pun sudah menyiapkan kualitas  jaringan dan layanannya demi kelancaran telekomunikasi selama periode tersebut. Apa saja yang dipersiapkan?

“Secara terjadwal, kami konsisten melakukan uji coba dan optimalisasi jaringan di tengah lonjakan trafik layanan yang umumnya terjadi pada periode Natal dan Tahun Baru. Dengan begitu, pelanggan dapat berkomunikasi, menggunakan data seluler, hingga menikmati layanan digital dari Telkomsel dengan nyaman dalam berbagai aktivitasnya sehingga semangat baru dalam menghadapi momen pergantian tahun dapat menyala di tiap-tiap diri pelanggan Telkomsel,” ungkap Ririn Widaryani, Director Sales Telkomsel menjelaskan.

Optimalisasi seluruh elemen jaringan Telkomsel dilakukan di 533 titik dengan menyediakan 82 unit compact mobile base station (Combat) atau BTS mobile yang dikerahkan di titik-titik dengan trafik komunikasi terpadat.

Secara keseluruhan, Telkomsel telah menggelar lebih dari 209.000 unit BTS di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan kawasan perbatasan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 77.000 di antaranya merupakan BTS 4G untuk memaksimalkan kenyamanan pelanggan dalam layanan data, termasuk pada momen Natal dan Tahun Baru.

Guna memastikan kelancaran dan kenyamanan pelanggan selama musim liburan tersebut, terhitung sejak 20 Desember  hingga 5 Januari, Telkomsel telah menyiagakan 324 MobileGraPARI (MoGI) dan 3.716 outlet Siaga yang menyediakan kartu perdana, layanan isi ulang pulsa, serta aktivasi layanan digital lainnya.

Pelanggan pun dapat memperoleh layanan di sekitar 422 GraPARI Siaga di seluruh Indonesia. Kemudahan layanan pelanggan juga dapat dijangkau melalui layanan pesan instan, layanan self-service GraPARI virtual yang siap berinteraksi secara langsung untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar produk dan layanan Telkomsel selama 7×24 jam yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel, LINE, Telegram, dan Facebook Messenger Telkomsel.

Untuk semakin mengakselerasikan kebahagian di momen Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Telkomsel juga menghadirkan program Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019. Telkomsel mengajak para untuk “Abis-abisan di Akhir Tahun” dengan menyediakan hadiah utama berupa satu unit BMW 320i. Selain itu, masih terdapat beragam hadiah menarik lainnya, yakni 4 unit Mitsubishi Xpander, 10 unit Vespa LX 125, 30 unit Samsung Galaxy S10+, 50 unit Samsung A70, hingga ribuan voucher senilai ratusan ribu rupiah. Info selengkapnya melalui Telkomsel Siaga Sebar Hepi 2019 dapat diakses di www.telkomsel.com/sebarhepi.

Selain itu, Telkomsel juga mengadakan Roadshow Natal dan Tahun Baru (Naru) 2019 yang akan memberikan bantuan kepada 2.500 masyarakat yang membutuhkan, 2.500 anak panti asuhan, dan 40 tempat ibadah atau yayasan sosial di lima kota di seluruh Indonesia.

Roadshow Naru 2019 akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti santunan, perbaikan yayasan atau tempat ibadah, workshop, lomba kreativitas bagi anak-anak, hingga berbelanja bersama karyawan Telkomsel untuk anak-anak panti asuhan. (Icha)

Huawei FreeBuds 3 Sudah Dijual Offline dan Online

Telko.id – Perlu earphone untuk menemani hari-hari yang sibuk? Huawei baru saja mengumumkan mulai mendistribusikan Huawei Freebuds 3, produk audio nirkabel canggihnya yang sudah ditunggu banyak konsumen di Indonesia pada Rabu (3/12) ini. Perangkat wireless open fit yang dibicarakan banyak orang karena kecerdasan dan terobosan teknologi audio di kelas premium ini akan mulai bisa dibeli pasar Indonesia di berbagai tempat penjualan offline maupun online.

“Penjualan pertama dari Freebuds 3 akan dilaksanakan hanya dari tanggal 3 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020. Freebuds 3 akan dijual dengan harga yang sangat bersaing, yakni di angka Rp 2.299.000. Di fase ini Huawei akan memberikan bonus pembelian berupa FreeBuds Silicon Case dalam berbagai warna untuk melindungi casing asli,” ujar Lo Khing Seng, Deputy Country Director dari Huawei CBG Indonesia menjelaskan.

Menurut Khing Seng, selama pre-order lalu, produk ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Demikian juga banyak ulasan positif. Itu sebabnya, Huawei ingin lebih banyak konsumen dapat menikmati kecanggihan FreeBuds 3 dengan menyediakan lebih banyak channel dan tentunya dengan hadiah yang menarik.

Konsumen Indonesia bisa mendapatkan Freebuds 3 di berbagai tempat baik di Gerai Penjualan maupun di online marketplace. Beberapa gerai penjualan tersebut adalah berbagai Huawei Experience Store (HES), Erafone Store dan berbagai toko lain yang menjalin kerjasama dengan Huawei Indonesia. Selain itu, Freebuds 3 dapat dimiliki konsumen melalui toko online. Mereka antara lain Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Menawarkan pengalaman audio yang canggihFreeBuds 3 yang menawarkan pengalaman audio cerdas terbaru kepada konsumen, tampil dengan desain Dolphin Bionic yang pas di telinga pengguna untuk pemakaian yang lebih nyaman dan stabil, sekaligus menghadirkan suara yang terfokus di telinga pengguna. Desain open-fit dirancang secara ergonomis untuk kenyamanan yang maksimal.

Dari segi performa, Freebuds 3 ditenagai oleh prosesor canggihnya, Kirin A1. Prosesor ini mendukung sistem transmisi sinkron dual-channel untuk mengurangi latensi, sehingga menghasilkan audio yang mendalam dan tersinkronisasi saat bermain game atau menonton video.

Dilengkapi dengan BT-BLE dual-mode Bluetooth 5.1 SoC bersertifikat 5.1, teknologi transmisi Dual Channel HUAWEI Isochronous. dan prosesor audio 356 MHz terdepan di kelasnya, HUAWEI FreeBuds 3 menghadirkan koneksi Bluetooth yang stabil dan cepat, serta audio yang akurat dan sinkronisasi video. Dengan protokol transfer Bluetooth yang sangat efisien ini, audio dari saluran kiri dan kanan ditransmisikan ke earbud kiri dan kanan secara sinkron dan terpisah.

Fitur unggulannya, All Noise Cancelling (ANC) menghasilkan pengurangan kebisingan lingkungan yang akurat dan dioptimalkan secara real-time, menangkap dan membatalkan kebisingan latar belakang walaupun dalam kondisi bergerak.  Fitur ini dapat dinyalakan hanya dengan mengetuk dua buah earbud kiri. Dikombinasikan dengan chipset cerdas AI, FreeBuds 3 dapat menghilangkan kebisingan latar belakang selama panggilan dan meningkatkan suara pemanggil secara bersamaan.

Fitur Bone Voice ID pada FreeBuds 3 sangat berguna bagi pengguna saat melakukan panggilan. Teknologi ini membantu membedakan antara suara pengguna selama panggilan dan kebisingan latar belakang dengan mengambil getaran dari pergerakan mulut pengguna.

Struktur “bone” juga menggunakan Aeordynamic Mic Duct Design yang dapat menghalau suara angin yang lewat untuk mengurangi kebisingan angin secara efisien, sehingga pengguna dapat menikmati panggilan yang jelas saat berjalan di hari yang berangin, jogging, atau bahkan mengendarai sepeda pada kecepatan 20 km / jam.

Huawei memastikan bahwa Freebuds 3 menghadirkan pengalaman mendengarkan yang menyeluruh. Driver dinamis 14mm berpresisi tinggi, sensitivitas tinggi telah disetel dengan seksama untuk memungkinkan setiap not terdengar asli dan cemerlang. Sebuah tabung bass yang rumit dengan cerdik terselip di setiap kekuatan lubang suara. Ini menciptakan suara yang lebih keras, lebih kuat, lebih kencang, dan lebih keras, seperti menikmati musik di studio.

Huawei FreeBuds hadir dalam desain Hitam atau Putih yang simpel, dengan bentuk wadah pengisian bundar simetris yang cocok untuk disimpan di saku, tas, atau di mana saja. Saat pertama kali memasangkan Huawei FreeBuds 3 dengan ponsel pintar Huawei dengan EMUI 9 atau lebih, cukup klik pada tampilan di layar untuk pairingPairing berikutnya terjadi secara otomatis.

Dengan sekali pengisian, baterai pada Freebuds 3 dapat bertahan hingga 4 jam, namun itu meningkat hingga 20 jam jika digunakan dengan casingnya. Earbud juga mendukung pengisian daya kabel dan nirkabel, di mana pengisian kabel cepat Huawei memungkinkan pengguna untuk mengisi baterai dari 0 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu 30 menit. Pengisian nirkabel juga berguna dengan dukungan untuk fitur reverse charging.

Berbagai promo lain untuk produk Huawei

Bagaimana cara untuk membeli FreeBuds 3 pada periode first sake dan mendapatkan hadiah FreeBuds 3 silicon case? Untuk pembelian di toko offline, konsumen dapat langsung mendatangi Huawei Experience Store (HES), Toko Erafone, dan toko yang dipilih.  Selajutnya untuk platform online, konsumen dapat mengunjungi laman platform e-commerce Lazada, JD.ID, Shopee, dan BliBli.

Selain FreeBuds 3, mulai 3 Desember hingga 5 Januari 2020 di toko offline dan online yang sama, Huawei memberikan penawaran untuk produk yang diluncurkanbersamaan dengan FreeBuds 3.

Watch GT 2 edisi 42mm dijual Rp 2.599.000 dan mendapatkan cashback Rp 150.000, kemudian MediaPad T5 dijual Rp 2.599.000, dan konsumen akan mendapatkan cashback Rp 150.000 jika membeli flip cover seharga Rp 399.000. (Icha)

 

PP 71/2019 Hadir Demi Melindungi Data Masyarakat Indonesia

0

Telko.id – Banyak pihak yang mempertanyakan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP 71/2019”) yang menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (“PP 82/2012”). PP ini dianggap tidak sesuai dengan visi misi Presiden Joko Widodo untuk melindungi data masyarakat Indonesia.

Hal ini disebabkan karena dalam PP tersebut terdapat pasal 21 ayat (1)yang berbunyi “Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat dapat mengelola, memproses dan/atau menyimpan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia dan/atau di luar wilayah Indonesia.”

“Padahal, PP yang baru ini justru memberikan kejelasan dan keterjangkauan dalam penerapan kedaulatan Negara terhadap data. Selain itu PP 71/2019 juga mengedepankan pertanggungjawaban penuh Penyelenggara Sistem Elektronik (“PSE”) atas Sistem Elektroniknya khususnya kepada penggunanya maupun dalam rangka pengawasan dan penegakan hukum,” ungkap Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi dan Informatika menjelaskan.

Semuel menambahkan, “jika dipaksakan PSE lingkup Privat untuk diwajibkan mengelola, memproses dan/atau menyimpan Sistem Elektronik dan Data Elektronik di wilayah Indonesia maka akan banyak bisnis unicorn yang mati. Untuk itu, kita atur tata kelolanya pada Peraturan Pemerintah yang baru ini. Karena di peraturan yang lama tidak ada tata kelolanya,” ujar Semuel menambahkan.

Kejelasan dan keterjangkauan PP 71/2019 tersebut dapat terlihat dalam beberapa pendekatan pengaturan diantaranya kriteria dan batasan antara PSE Lingkup Publik dan PSE Lingkup Privat, Pendekatan pengaturan penempatan data dan sistem elektronik Penyelenggara Sistem Elektronik, dan perubahan- perubahan lainnya.

Dalam PP 82/2012 yang sudah tidak berlaku itu diatur, PSE untuk pelayanan publik wajib melakukan pendaftaran, sedangkan untuk nonpublik tidak menjadi keharusan untuk mendaftar.

Kriteria pelayanan publik itu sendiri masih mengacu pada kriteria pelayanan publik yang diatur dalam UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dan aturan pelaksanaanya yakni PP No 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaan atas UU Pelayanan Publik. Mulai dari lembaga negara, BUMN, BUMD, lembaga independen yang dibentuk berdasarkan undang-undang, atau badan hukum lain yang menyelenggarakan layanan publik dalam rangka misi negara.

Kemudian berdasarkan PM (peraturan menteri) Kominfo No 36/2014 yang termasuk PSE berupa korporasi atau badan hukum yang wajib daftar dibatasi adalah mereka yang memiliki portal, situs, aplikasi online lewat internet untuk pembayaran atau perdagangan jasa, sistem elektronik yang digunakan untuk memroses informasi elektronik yang menggunakan dana. Juga yang berkait dengan data pelanggan dalam transaksi keuangan dan perdagangan, pengiriman materi digital berbayar lewat jaringan data dengan cara unduh lewat portal, situs, email atau aplikasi lain.

Berdasarkan aturan ini banyak PSE yang berbasis di luar negeri tetapi memberi pelayanan dan target pelanggan di Indonesia, mengklaim dirinya bukan masuk kriteria sebagai PSE untuk pelayanan publik. Misalnya Instagram, Fascebook, Google dan Whatsapp, yang hingga kini masih enggan mendaftaran diri, terlebih lagi dalam PP 82/2012 pemerintah tidak bisa memberi sanksi administratif bagi PSE yang tidak mendaftar.

Demikian juga kepatuhan PSE atas kewajiban penempatan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia yang diatur dalam PP 82/2012 tidak dilaksanakan. beberapa PSE lakukan hanyalah melaksanakan konsep mirroring dengan data base ada di luar wilayah RI atau sebaliknya.

Malah ada yang hanya berupa data center atau pusat pemulihan bencana yang tidak sesuai fungsinya karena tetap berada di luar wilayah Indonesia. Itupun pemerintah tidak bisa memberi sanksi administratif. Dengan kondisi tersebut, akan banyak PSE yang harus di blokir pemerintah atau bahkan lebih ekstrim lagi internet harus ditutup.

Lebih terukur

Kalau disimak secara lebih jeli, PP 71/2019 yang menggantikan PP 82/2012 itu justru memberi kejelasan dan keterjangkauan dalam penerapan kedaulatan negara terhadap data. PP 71/2019 juga mengedepankan pertanggungjawaban penuh penyelenggara sistem elektronik (PSE). Antara lain dalam pendekatan pengaturan soal kriteria dan batasan PSE lingkup publik dan PSE lingkup privat, dan pengaturan penempatan data dan sistem PSE.

PP ini memberi kriteria PSE yang lebih terukur dan lebih pasti, dengan pemisahan lingkup publik dan lingkup privat, sehingga bisa menghilangkan keraguan akan kewajiban daftar bagi mereka. Kalau kriteria PSE lingkup publik meliputi instansi pemerintah atau yang ditunjuk pemerintah, PSE lingkup privat adalah PSE yang diatur dan diawasi kementerian atau lembaga berdasarkan aturan perundangan.

Termasuk privat juga adalah PSE yang memiliki portal, situs, aplikasi daring lewat internet di wilayah Indnesia atau yang ditawarkan di wilayah RI yang digunakan untuk berbagai keperluan bisnis. Misalnya PSE yang menyediakan, mengelola, mengoperasikan perdagangan barang atau juga jasa, transaksi keuangan; pengiriman materi atau muatan digital berbayar lewat portal atau situs, surel atau aplikasi lain ke perangkat pengguna.

Juga PSE yang menyediakan, mengoperasikan layanan komunikasi seperti SMS, panggilan suara atau video, surel, percakapan dalam platform digital, jejaring dan medsos.

Mesin pencari juga masuk kriteria ini, selain penyedia informasi elekronik berbentuk tulisan, suara, gambar, animasi, musik, video, film dan permainan atau kombinasi. Termasuk juga pemrosesan data pribadi untuk kegiatan operasional melayani masyarak at dalam kaitan transaksi elektronik.

PP 71/2019 secara tegas mengatur kewajiban pengelolaan, pemrosesan dan penyimpanan sistem elektornik dan data elektronik khususnya PSE lingkup publik di dalam negeri dengan pengecualian terbatas. PSE lingkup privat bebas melakukan kegiatannya dengan kewajiban memastikan efektivitas pengawasan dari lembaga pemerintah dan pemberian akses dalam rangka penegakan hukum, dan mengedepankan perlindungan yang jadi tanggung jawab PSE sepenuhnya.

PP pengganti PP no 82/2012 ini tidak lagi membolehkan PSE mengedepankan penyimpanan data on shore untuk perlindungan dan kedaulatan negara atas data. Ini mengingat teknologi yang digunakan saat ini bukan dalam penguasaan penuh negara yang juga merupakan kebutuhan pemilik data untuk kepentingan bisnis dan ekosistem sudah jauh lebih lama tumbuh dan keberadaanya sudah masif digunakan oleh masyarakat negara ini.

PP 71/2019 ini telah diundangkan dan sudah mulai berlaku pada 10 Oktober 2019 dengan masa transisi setahun bagi semua PSE publik dan privat untuk memenuhi kewajiban mendaftar. Khusus PP Lingkup Privat diberi waktu dua tahun untuk menempatkan sistem elektronik dan data elektroniknya di Indonesia.

Ada sekitar 29 pasal, dari mulai pasal 4 hingga pasal 98 di PP 71/2019 yang terawasi dengan ketat, yang jika dilanggar ada ancaman sanksi administratif yang diatur jelas dalam pasal 100. Sanksi administratif itu mulai dari teguran tertulis, denda, penghentian layanan (blokir) sementara, pemutusan akses dan/atau dikeluarkan dari daftar yang bentuk dan besarannya akan diatur oleh Peraturan Menteri. (Icha)

 

Selama November 2019, Kominfo Identifikasi 260 Hoaks

Telko.id – Tiada hari tanpa hoax. Itulah dunia digital. Selama bulan November 2019 saja, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentifikasi ada sebanyak 260 hoaks, kabar bohong, berita palsu. Sehingga total jumlah hoaks yang dikais, diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Kominfo menjadi 3.901 hoaks pada periode Agustus 2018 sampai dengan November 2019.

“Dari total 3.901 hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019 yang diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi oleh Tim AIS Kominfo, hoaks kategori politik mendominasi di angka 973 item hoaks,” ungkap Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam keterangan tertulisnya.

Disusul 743 hoaks kategori pemerintahan, 401 hoaks kategori kesehatan, 307 hoaks kategori lain-lain, 271 hoaks kategori kejahatan, 242 hoaks kategori fitnah, 216 hoaks kategori internasional dan sisanya hoaks terkait bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan dan Pendidikan.

Dari penelusuran Mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam hingga mencapai 501 item hoaks pada bulan April 2019. Hoaks politik yang marak muncul di bulan April didominasi kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik peserta pemilu, maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

Tim AIS dibentuk pada Januari 2018 untuk melakukan pengaisan, identifikasi verifikasi dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di cyber space Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya. Saat ini Tim AIS berjumlah 100 personil didukung oleh mesin AIS yang bekerja 24 jam, 7 hari seminggu tanpa henti. (Icha)