spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1006

Cube World Rilis Akhir September atau Oktober 2019

0

Telko.id, Jakarta  – Enam tahun setelah dirilis sebagai alpha berbayar pada 2013, Cube World sebagai RPG berbasis-voxel seperti gabungan World of Warcraft dan Minecraft akhirnya mendapatkan tanggal rilis.

Dalam pembaruan resmi pertama dalam beberapa tahun, Picroma mengumumkan akan meluncurkannya di Steam sekitar akhir September 2019 atau Oktober 2019, tepat empat tahun setelah game dihapus dari penjualan digital.

{Baca juga: Absen di 2019, Assassin’s Creed Ragnarok Rilis di 2020?}

Jika Anda bertanya-tanya mengapa perlu waktu lama, dalam pembaruan blog pengembang Wolfram von Funck mencoba memberi penjelasan. Mereka mengaku  serangan DDoS membuat pengembang trauma dan ragu untuk menghadirkannya.

“Ketika merilis Cube World pada 2013, kami sangat antusias bisa berbagi permainan dengan Anda. Itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi kami. Kami ingin menjadi pengembang game sejak saya masih kecil,” jelasnya dilansir Games Radar.

“Awalnya, kami mendapati ada serangan DDoS. Peristiwa itu membuat saya trauma. Saya tidak pernah memberi tahu siapa pun tentang hal itu.  Saya tidak ingin membahas detailnya. Yang jelas saya sempat depresi,” tambahnya.

Von Funck mendetailkan beberapa poin dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mempertimbangkan untuk merilis pembaruan. Dan sekarang, pembaruan tersebut segera tersedia untuk publik.

{Baca juga: Epic Games Store Kini Sudah Ada Fitur Cloud Save}

Cube World adalah game peran dunia terbuka untuk Microsoft Windows. Von Funck mulai mengembangkannya pada Juni 2011. Kemudian, ia bergabung dengan istrinya Sarah von Funck. Versi alpha awal dari game ini dirilis 2 Juli 2013. [BA/HBS]

Sumber: Games Radar

Awas! Ada Undangan Palsu di Google Calendar

0

Telko.id, Jakarta  – Juni 2019, ada laporan penipuan yang melibatkan aplikasi Gmail dan Google Calendar. Penjahat mengambil keuntungan dari fitur default yang memungkinkan untuk menambahkan undangan palsu ke jadwal pengguna melalui Gmail.

Hal tersebut membuat pengguna tertipu oleh acara palsu. Deskripsi acara akan mencatat bahwa informasi penting, seperti nomor PIN pemilik rekening bank, menghilang. Pemberitahuan dari Google Calendar akan muncul di ponsel dan ketika diketuk akan tertaut ke formulir.

{Baca juga: Google Calendar Punya Opsi Baru “Out of Office”, Apa Itu?}

Formulit abal-abal itu tampak resmi. Di sana, nomor PIN rekening bank dapat diisi dan dikirim kembali ke scammer. Karena pemberitahuan berasal dari aplikasi Google Calendar yang terpercaya, korban sama sekali tidak punya alasan untuk mempertanyakan keasliannya.

Dalam kasus lain, entri Google Calendar palsu menyatakan bahwa pemilik ponsel baru saja memenangkan kontes dan harus memberikan nomor jaminan sosial untuk keperluan pajak. Pemberitahuan akan muncul di ponsel dan target akan mengetuk tautan yang ada.

Di sana terdapat dokumen yang secara kasat mata tampak resmi. Korban memasukkan nomor jaminan sosial dan rekening bank. Tak butuh waktu lama, seperti dikutip Telko.id dari Phone Arena, Selasa (10/9/2019), uang milik si empunya tekening bank langsung terkuras.

Google akhirnya memperhatikan skema tersebut dan baru-baru ini memasang postingan di halaman Bantuan Kalender. Pesan itu berbunyi, “Kami mengetahui ada spam di Google Calendar. Kami bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan masalah itu,” ujar Google.

{Baca juga: Simsalabim! Google Ubah Gmail jadi “Serba Pintar”}

Google menyebut serangan undangan palsu tersebut sebagai spam. Di sisi lain, Google telah menyertakan tautan yang bermanfaat dalam postingan, bertujuan untuk memberi tahu pengguna mengenai apa yang harus dilakukan jika ada kejadian mencurigakan di ponsel dan aplikasi. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

 

Spotify Bisa Berbagi Konten ke Snapchat, Begini Caranya

0

Telko.id, Jakarta  – Spotify baru saja mengumumkan integrasi dengan Snapchat. Nantinya, pengguna memungkinkan untuk berbagi secara lancar apa yang didengarkan dalam cerita Snap.

Pembaruan yang membawa integrasi dengan Snapchat akan memungkinkan pengguna Spotify yang memasang aplikasi sosial untuk membagikan trek, daftar putar, album, dan podcast favorit.

{Baca juga: Fitur Spotify Ini Cocok untuk yang Suka Ketiduran}

Berbagi konten Spotify ke Snapchat cukup mudah dan dapat dilakukan dalam beberapa langkah. Kalau belum tahu, Telko.id coba membimbing Anda lewat empat langkah berikut ini:

  1. Ketuk menu “Share” sambil mendengarkan lagu, album, artis, atau podcat apa pun.
  2. Pilih “Snapchat” dari daftar dropdown.
  3. Snapchat akan membuka Snap baru dengan menyertakan album lengkap.
  4. Edit dan kirim ke berapa banyak orang yang Anda inginkan atau ke Story.

Ingatlah bahwa jika seorang teman mengirimi Snap dengan lagu, daftar putar, profil artis, atau rec podcast, Anda akan dapat melakukan streaming dengan menggesekkan ke atas dari bawah layar.

Anda dapat pula mengetuk kartu konteks dengan lagu, artis, daftar putar, atau info podcast. Kemudian, Anda cukup menunggu Spotify untuk membuka dan memutar konten pilihan.

{Baca juga: Pendengar Podcast Spotify Kini jadi Target Iklan}

Integrasi Spotify dengan Snapchat akan tersedia di perangkat Android maupum iOS dalam beberapa hari ke depan. Jadi, pantau terus pembaruan baru untuk bisa mengakses pembaruan tersebut. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Smartfren Gelar ‘Kejutan Undian WOW’ Berhadiah Mobil

0

Telko.id, Jakarta – PT Smartfren Telecom menggelar program bertajuk Kejutan Undian WOW. Program tersebut dipersembahkan untuk pelanggan dengan banyak hadiah seperti Mobil, motor dan lain sebagainya.

Menurut Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim Program Kejutan Undian WOW hadir untuk mewujudkan mimpi pelanggan yang ingin memiliki mobil, motor vespa serta berbagai keperluan lain yang mereka sulit dapatkan.

{Baca juga: Smartfren Tawarkan Pengguna iPhone Upgrade ke eSIM Gratis}

“Kejutan Undian WOW memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk meraih mimpi semudah melakukan aktivasi,” kata Djoko dia Jakarta, Selasa (10/09/2019)

Djoko mengatakan jika Kejutan Undian WOW hadir dalam skema kupon. Untuk mendapatkan kupon pelanggan cukup membeli produk Smartfren baik kartu perdana, voucher data ataupun mengaktivasi paket  di MySmartfren dengan nilai minimum Rp 30 ribu.

“Cukup pakai Smartfren aktifkan paket dan raih kesempatan memiliki rumah, mobil, vespa, smartphone hingga paket liburan,” tambah Djoko.

Kupon undian WOW Smartfren hanya ada di aplikasi MySmartfren dan pengundian pemenang dilakukan setiap bulan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kejutan undian WOW, pelanggan dapat mengunjungi laman www.smartfren.com/wow atau hubungi call center yakni 777, 888 dan 08888188888 atau melalui email wow@smartfren.com.

“Jadi kesempatan menang sangat besar. Selain itu kami juga menyiapkan ratusan voucher pulsa dan voucher belanja yang siap dibagikan kepada pelanggan yang beruntung setiap bulan,” tutup Djoko.

{Baca juga: Pakai eSIM, Pelanggan Smartfren Tak Perlu SIM Card Fisik}

Periode kejutan undian Smartfren WOW tahap pertama akan dimulai pada 10 sampai 30 September  2019 dan periode tahapan kedua dilaksanakan mulai 01 Oktober sampai 31 Oktober 2019.

Pengundian pemenang akan dilakukan selambat lambatnya 14 hari setelah tahapan periode pengundian berakhir. Hati hati terhadap penipuan, karena selain pajak rumah, mobil, dan vespa, pemenang tidak akan dipungut biaya apapun. [NM/HBS]

iPhone XR Masih Dominasi Pasar Smartphone Global

0

Telko.id, Jakarta  – Harga smartphone flagship kini dirasakan semakin tak terjangkau kantong. Itu sebabnya, ponsel kelas menengah pun mulai menjadi alternatif. Karenanya, tak heran kalau iPhone XR mencatat penjualan baik hingga tahun ini.

Meski berharga awal USD 749 atau sekitar Rp 10,5 juta, iPhone XR masih lebih murah daripada iPhone XS dan iPhone XS Max. Makanya, smartphone ini mendominasi pengiriman ponsel kelas menengah pada paruh pertama 2019.

Menurut analis di IHS Market, pada paruh pertama tahun ini, smartphone itu berhasil terkirim 26,9 juta unit. Di posisi dua ada Samsung Galaxy A10, yang berhasil terjual setengah dari iPhone XR, yakni 13,4 juta unit.

{Baca juga: iPhone XR 2 Jadi “Bintang” Acara Apple di 10 September?}

Adapun, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (10/9/2019), iPhone XS Max hanya berhasil terkirim 9,6 juta unit dan berada di posisi sembilan. Bagaimana dengan iPhone XS?  IHS Market tak merilis pencapairannya.

Bukan kali pertama ini tersiar kabar mengenai dominasi iPhone XR di pasaran. Sebelumnya, dilaporkan bahwa ponsel tersebut menyumbang 39 persen dari penjualan iPhone pada Desember 2018 lalu.

Data terbaru ini menegaskan bahwa daya tarik ponsel tersebut jauh lebih baik daripada iPhone andalan. Apple digadang bisa menyegarkan iPhone XR dengan peningkatan spesifikasi, khususnya untuk RAM dan kamera.

{Baca juga: Diprediksi Gak Laku, iPhone XR Ternyata Laris Manis}

Pada Rabu (10/9/2019) waktu setempat, Apple akan menggelar acara peluncuran perangkat terbaru di Steve Jobs Theater. Publik meyakini bahwa Apple bakal menghadirkan trio iPhone terbaru pada gelaran itu. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Gojek Luncurkan ‘GoCar Instan’ di Bandara Soetta, Bedanya dengan GoCar?

0

Telko.id, Tangerang – Gojek meluncurkan layanan terbarunya untuk para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Layanan bernama GoCar Instan ini diklaim bisa lebih cepat melayani para penumpang bandara Soeta yang selama ini sering mengalami kesulitan saat pemesanan.

Menurut Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, kehadiran GoCar Instan bertujuan untuk menjawab permasalahan pelanggan saat di Bandara. Pasalnya mereka acapkali kesulitan untuk memesan GoCar di bandara dan sering terjadi penumpukan penumpang di Bandara.

{Baca juga: Gojek Rekrut Eks Bos Facebook untuk Pimpin Go-Viet}

“Yang sering bepergian sering mengalami masalah saat booking mobil, khususnya untuk GoCar. Selain itu, konsumen kami sering bertumpuk di bandara,” kata Kevin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten Selasa (10/09/2019)

Lewat GoCar Instan pemesanan mobil dijamin lebih cepat dan tertib karena memiliki fitur Titik Jemput. Fitur tersebut membuat konsumen bisa menunggu mobil di tempat tertentu.

Selain itu pemesanan mobil bisa lebih cepat karena GoCar Instan akan mengarahkan kepada mitra pengemudi yang berada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat.” tambah Kevin.

Ketika memesan, penumpang akan mendapatkan pin khusus dan harus menunggu di titik jemput yang tersedia. Di sana ada petugas Gojek dan penumpang harus memberikan kode pin tersebut kepada petugas. Nantinya petugas akan mencatat kode dan memberikan urutan penumpang supaya lebih tertib.

Soal tarif, Kevin menjamin jika tidak ada perbedaan tarif antara GoCar dengan GoCar Instan. Menurutnya GoCar Instan hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna. “Untuk tarif kita mengikuti aturan-aturan yang ada aja. Iya sama dengan GoCar,” tambah Kevin.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek sendiri bekerja sama dengan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (MAESA) untuk operasional ratusan kendaraan GoCar Instan di Bandara Soetta. Saat ini Titik Jemput GoCar Instan berada di Terminal Kedatangan 2D dan 2F.

Rencananya layanan ini akan diperluas lagi di area kedatangan 1A dan Terminal 3 Domestik dan Internasional di Bandara Soeta. [NM/HBS]

Duh! Mobil Otonom Tesla Ngebut di Jalanan, Supirnya Malah Tidur

0

Telko.id, Jakarta  – Video di Twitter memperlihatkan pengemudi dan penumpang yang nampak tertidur pulas di dalam mobil otonom Tesla dengan mode Autopilot menyala. Video tersebut pun menjadi viral di media sosial.

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (10/9/2019), video diunggah oleh seorang netizen bernama Dakota Randall. Ia mengatakan, beberapa pria benar-benar tertidur pulas di belakang kemudi  Tesla.

{Baca juga: Selain Main Game, Pengemudi Tesla Bisa Nonton Netflix di Mobil}

Dakota melihatnya di Newton Corner, Massachusetts, Amerika Serikat. Ia memergokinya ketika menyalip mobil otonom Tesla itu. Secara cepat, ia kemudian mengambil ponsel dan merekam kejadian.

Setelah melihat lagi hasil rekaman, ia sangat yakin bahwa pengemudi maupun penumpang mobil listrik tersebut memang tengah tertidur pulas. Ia pun mengunggah rekaman ke media sosial Twitter.

Sebenarnya, Dakota sempat mencoba membangunkan mereka dengan membunyikan klakson berkali-kali. Namun, upaya itu ternyata tidak berhasil. Ia akhirnya memilih melanjutkan perjalanan.

“Saya sempat tidak yakin kalau mereka memejamkan mata. Bahkan, saya sampai dua kali melakukan perekaman video. Setelahnya, saya yakin bahwa mereka tertidur, “ katanya kepada NBC10 Boston.

{Baca juga: Tesla Bikin Mobil Listrik Mirip Punya James Bond}

Tesla memang memiliki mode Autopilot nan canggih. Namun, Tesla tetap menyarankan kepada pengemudi untuk selalu berhati-hati menggunakannya. Faktanya, banyak pengemudi yang abai.

Tesla sendiri terus mengembangkan mobil buatan mereka. Belum lama ini, perusahaan asal AS itu dikabarkan berencana membuat mobil listrik amfibi, yang bisa dipakai oleh si empunya untuk melakukan perjalanan di bawah air maupun darat. Mobil listrik Tesla ini terinspirasi dari mobil James Bond di film The Spy Who Love Me.

CEO Tesla, Elon Musk, mengaku telah punya inisiatif tersebut sejak lama. Ia ingin membuat kendaraan yang canggih. Namun, kabarnya, Musk merasa kesulitan untuk merancang mobil model itu.

Elon Musk ingin mobil tersebut berwujud seperti kapal selam Lotus Esprit yang ada di film James Bond, The Spy Who Love Me, pada 2013. Ia bahkan memilikinya seharga 616 ribu Euro atau Rp10 miliar. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

GoCar Instan Layani Penumpang di Bandara Soekarno Hatta

0

Telko.id, Tangerang – Gojek meluncurkan layanan terbarunya untuk para penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soeta). Layanan bernama GoCar Instan ini diklaim bisa lebih cepat melayani para penumpang bandara Soeta yang selama ini sering mengalami kesulitan saat pemesanan.

Menurut Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, kehadiran GoCar Instan bertujuan untuk menjawab permasalahan pelanggan saat di Bandara. Pasalnya mereka acapkali kesulitan untuk memesan GoCar di bandara dan sering terjadi penumpukan penumpang di Bandara.

{Baca juga: Gojek Rekrut Eks Bos Facebook untuk Pimpin Go-Viet}

“Yang sering bepergian sering mengalami masalah saat booking mobil, khususnya untuk GoCar. Selain itu, konsumen kami sering bertumpuk di bandara,” kata Kevin di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten Selasa (10/09/2019)

Lewat GoCar Instan pemesanan mobil dijamin lebih cepat dan tertib karena memiliki fitur Titik Jemput. Fitur tersebut membuat konsumen bisa menunggu mobil di tempat tertentu.

Selain itu pemesanan mobil bisa lebih cepat karena GoCar Instan akan mengarahkan kepada mitra pengemudi yang berada di sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat.” tambah Kevin.

Ketika memesan, penumpang akan mendapatkan pin khusus dan harus menunggu di titik jemput yang tersedia. Di sana ada petugas Gojek dan penumpang harus memberikan kode pin tersebut kepada petugas. Nantinya petugas akan mencatat kode dan memberikan urutan penumpang supaya lebih tertib.

Soal tarif, Kevin menjamin jika tidak ada perbedaan tarif antara GoCar dengan GoCar Instan. Menurutnya GoCar Instan hadir untuk memenuhi kebutuhan pengguna. “Untuk tarif kita mengikuti aturan-aturan yang ada aja. Iya sama dengan GoCar,” tambah Kevin.

{Baca juga: Perjuangan Go-Jek dari Call Center Menjadi Perusahaan Decacorn}

Gojek sendiri bekerja sama dengan Koperasi Ligat Utama Sejahtera (MAESA) untuk operasional ratusan kendaraan GoCar Instan di Bandara Soeta. Saat ini Titik Jemput GoCar Instan berada di Terminal Kedatangan 2D dan 2F.

Rencananya layanan ini akan diperluas lagi di area kedatangan 1A dan Terminal 3 Domestik dan Internasional di Bandara Soeta. [NM/HBS]

Jaksa Agung 48 Negara Bagian AS Selidiki Monopoli Google

0

Telko.id, Jakarta  – Jaksa agung dari 48 negara bagian Amerika Serikat (AS), Distrik Columbia, dan Puerto Rico secara resmi membuka penyelidikan praktik monopoli Google pada Senin (9/9/2019) waktu setempat.

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, menyatakan akan fokus kepada kontrol menyeluruh terhadap pasar periklanan online dan lalu lintas pencarian yang mungkin mengarah kepada perilaku merugikan konsumen.

{Baca juga: Google Ketahuan Lacak Informasi Pengguna Lewat Web Tersembunyi}

Negara-negara yang berpartisipasi meminta kepada Google untuk memberikan dokumen tentang bisnis periklanan. Beberapa jaksa agung yang hadir menggambarkan penyelidikan sebagai pendahuluan.

Mereka berharap, penyelidikan akan berkembang danmencakup masalah lain, termasuk privasi data. Delapan jaksa agung negara bagian, bergabung dengan Distrik Columbia, sedang menyelidiki Facebook.

Jaksa Agung Arkansas, Leslie Rutledge, menyebut mesin pencari Google sebagai “juggernaut” dan berpendapat bahwa pencarian gratis kadang-kadang mengorbankan kebebasan untuk memilih produk terbaik.

Seperti dikutip Telko.id dari Reuters, Selasa (10/9/2019), Jaksa Agung Utah, Sean Reyes, mengatakan, penyelidikan itu untuk kepentingan ekosistem teknologi guna membantu menyamakan kedudukan.

{Baca juga: Jaksa Selidiki Kasus Dugaan Pengumpulan Data oleh Google}

Juru bicara Jaksa Agung California, Xavier Becerra, mengatakan, negara berkomitmen untuk memerangi perilaku monopoli meski menolak berkomentar lebih lanjut demi  melindungi integritas penyelidikan. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

Bukalapak Jelaskan Alasan PHK Ratusan Karyawan

0

Telko.id, Jakarta – Bukalapak memberi tanggapan terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami oleh ratusan karyawannya. Perusahaan startup unicorn di Indonesia itu mengaku sedang melakukan penataaan diri untuk terus mengembangkan perusahaan.

Hal ini diungkapkan oleh Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono kepada Tim Telko.id, saat diminta konfirmasinya soal kabar PHK karyawan Bukalapak yang sedang hangat diberitakan media.

“Saya luruskan dulu ya, dengan menceritakan konteksnya. Bukalapak sudah tumbuh sebesar dan secepat ini dalam kurun waktu singkat. Di skala perusahaan seperti ini tentunya kami perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa,” kata Intan kepada Telko.id. 

“Sudah lazim untuk perusahaan manapun melakukan penataan diri untuk mendukung implementasi strategi bisnisnya. Demikian pula dengan Bukalapak,” tambahnya.

{Baca juga: Bukalapak PHK Ratusan Karyawan?}

Namun saat diminta untuk memperjelas maksud dari pernyataannya, Intan belum mau memberikan balasan secara jelas soal PHK ratusan karyawan Bukalapak tersebut.

Sebelumnya dikabarkan bahwa perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu melakukan PHK kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya. “Ada ratusan yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personil di perusahaan e-commerce tersebut.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

“Ada ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel. [NM/HBS]