Telko.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 Oktober 2026.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, termasuk menerima pengunduran diri Vivek Sood dan mengangkat Thomas Hundt sebagai Komisaris perseroan.
Keputusan ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung kesinambungan pengelolaan serta pelaksanaan arah strategis XLSMART ke depan.
Pengangkatan Thomas Hundt disebut memperkuat komposisi Dewan Komisaris dengan pengalaman luas di bidang telekomunikasi, teknologi, strategi bisnis, transformasi jaringan berskala besar, dan pengelolaan operasional.
Perubahan susunan ini juga dilaksanakan sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan serta aturan yang berlaku mengenai Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Berdasarkan ketentuan tersebut, anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham.
RUPSLB menerima pengunduran diri Vivek Sood dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan terhitung sejak ditutupnya rapat pada 12 Oktober 2026, dengan menyampaikan apresiasi atas kinerja dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Perseroan.
Baca Juga:
Rapat juga menyetujui pemberian pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Vivek Sood atas tindakan dalam kapasitasnya sebagai Komisaris untuk periode 1 Januari 2026 hingga 12 Oktober 2026.
Pembebasan tersebut berlaku sepanjang tindakan itu tercermin dalam buku-buku Perseroan, termasuk Laporan Keuangan Perseroan yang selanjutnya akan memperoleh persetujuan dalam RUPS Tahunan untuk tahun buku 2026, serta bukan merupakan tindakan kriminal.
Pada kesempatan yang sama, RUPSLB menyetujui pengangkatan Thomas Hundt sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Vivek Sood.
Penunjukan ini efektif terhitung sejak ditutupnya RUPSLB pada 12 Oktober 2026 sampai dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris pada penutupan RUPS Tahunan untuk tahun buku 2029.
Rekam Jejak Thomas Hundt di Industri Telekomunikasi
Thomas Hundt, 49 tahun dan berkewarganegaraan Jerman, memiliki pengalaman yang luas di industri telekomunikasi dan teknologi. Rekam jejaknya mencakup pengembangan perusahaan, strategi bisnis, transformasi jaringan berskala besar, serta pelaksanaan berbagai program strategis di sektor telekomunikasi.
Sejak April 2025, Thomas menjabat sebagai Group Chief Business & Technology Officer Axiata Group. Sebelumnya, sejak Oktober 2021, ia menjabat sebagai Group Chief Strategy & Technology Officer.
Dalam peran tersebut, Thomas memimpin penyelarasan aspek bisnis dan teknologi di seluruh Grup serta mendukung penguatan teknologi, kinerja operasional, dan kesiapan jangka panjang berbagai perusahaan operasi Axiata.
Sebelum menjalankan perannya di tingkat Grup, Thomas merupakan founding CEO Smart Axiata di Kamboja sejak pertengahan 2008. Selama sekitar 14 tahun, ia memimpin perkembangan Smart dari perusahaan greenfield menjadi pemimpin pasar melalui penguatan eksekusi bisnis serta sejumlah langkah konsolidasi industri, termasuk akuisisi Star-Cell pada 2011 dan merger dengan Hello Axiata pada 2013.
Thomas sebelumnya juga pernah menduduki sejumlah posisi kepemimpinan senior di Siemens AG dan Nokia Siemens Networks, dengan pengalaman antara lain di bidang infrastruktur komunikasi, operasi jaringan, serta program transformasi berskala besar. Ia juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas Azerfon di Azerbaijan.
Kombinasi pengalaman lintas negara dan sektor ini menjadi alasan utama perseroan menempatkannya dalam jajaran Komisaris. Bagi XLSMART, kehadiran figur dengan latar belakang teknis sekaligus strategis dinilai relevan di tengah dinamika industri telekomunikasi nasional yang terus bergerak cepat.
Susunan Dewan Komisaris XLSMART Terbaru
Dengan keputusan RUPSLB tersebut, susunan Dewan Komisaris PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk per 12 Oktober 2026 adalah sebagai berikut:
- Presiden Komisaris: Arsjad Rasjid
- Komisaris: Nik Rizal Kamil
- Komisaris: Lay Krisnan Cahya
- Komisaris: Thomas Hundt
- Komisaris: Sean Quek
- Komisaris: David R. Dean
- Komisaris Independen: Retno Marsudi
- Komisaris Independen: Robert Pakpahan
- Komisaris Independen: Willem Lucas Timmermans
RUPSLB selanjutnya menunjuk dan memberi kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, untuk melakukan segala tindakan guna memberlakukan keputusan-keputusan rapat.
Kuasa itu mencakup, namun tidak terbatas pada, menghadap pihak notaris atau otoritas pemerintah berwenang, mengadakan pembicaraan, memberi dan/atau meminta keterangan untuk atau dari notaris atau otoritas pemerintah, serta membuat atau menyuruh membuat dan menandatangani akta-akta atau dokumen.
Langkah ini menegaskan komitmen XLSMART dalam menjaga penerapan tata kelola perusahaan dan efektivitas fungsi pengawasan. Tujuannya tidak lain untuk mendukung kesinambungan pengelolaan Perseroan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Sebagai perusahaan telekomunikasi terpadu terbaru di Indonesia, XLSMART terbentuk dari penggabungan PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom. Perseroan mengusung semangat “innovation with heart” dan hadir memimpin era digital Indonesia dengan menghadirkan konektivitas yang inklusif, andal, dan siap menghadapi masa depan bagi lebih dari 69,4 juta pelanggan di seluruh Indonesia.
Dengan warisan keunggulan teknologi dan pelayanan pelanggan dari dua perusahaan besar, XLSMART menggabungkan keahlian XL Axiata dalam layanan seluler dan tetap sebagai bagian dari Axiata Group, serta inovasi Smartfren dalam layanan 4G, VoLTE, dan eSIM sebagai bagian dari Grup Sinar Mas. Dengan tagline “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, XLSMART berkomitmen mendorong inklusi digital, mempercepat kemajuan nasional, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
Perubahan komposisi Dewan Komisaris ini melengkapi sejumlah langkah korporasi yang telah diambil XLSMART sepanjang tahun. Sebelumnya, perseroan juga menetapkan jajaran direksi baru pasca merger, sebagaimana tercatat dalam laporan Susunan Direksi Baru. Di sisi lain, pemegang saham turut menyetujui pembagian Dividen Tambahan senilai Rp 2,89 triliun pada RUPSLB yang sama.
Dari sisi operasional, XLSMART juga aktif memperkuat infrastruktur, termasuk upaya Pemulihan Jaringan di wilayah Sumatera. Langkah-langkah tersebut menunjukkan fokus perseroan pada tata kelola, layanan pelanggan, dan keberlanjutan bisnis. Sebagai pembanding industri, emiten telekomunikasi lain seperti Telkom juga mencatatkan pembagian Dividen Rp21,9 Triliun pada RUPST 2025.
Dengan susunan Dewan Komisaris yang baru, XLSMART diharapkan semakin solid dalam menjalankan strategi jangka panjang.


