spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

XL Prediksi 5G akan Hadir di Indonesia Pada 2022

Telko.id, Jakarta – XL Axiata memprediksi bahwa jaringan 5G akan hadir di Indonesia setidaknya pada tahun 2022 mendatang. Operator ini juga mengungkapkan, kalau skema bisnis dari teknologi jaringan generasi kelima itu akan fokus di bidang industri.

Diungkapkan Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini, masih banyak persiapan yang diharus dijalani untuk menghadirkan teknologi 5G di Tanah Air. Salah satu di antaranya adalah fiberisasi jaringan.

“Kalo untuk 5G, ekosistemnya masih belum lengkap. Jadi kalau dalam perkiraan kita, 3 tahun dari sekarang baru kita bisa 5G. Tapi untuk bisa sampai 5G, banyak persiapan yang harus dilakukan” kata Dian di XL Axiata Tower, Jakarta, Rabu (21/08/2019).

{Baca juga: Uji Coba 5G, XL Axiata Jajal Komunikasi via Hologram}

Selain itu menurutnya, pemerintah perlu menentukan spektrum mana yang bisa digunakan untuk jaringan 5G. Sebab, investasi di jaringan generasi kelima itu terbilang mahal, sehingga diperlukan spektrum yang jelas terlebih dahulu.

“Yang paling penting, mempersiapkan spektrum karena ini investasi yang mahal. Jadi harus kita siapkan dari sisi budget-nya berapa banyak,” jelasnya.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya dan Presiden Direktur dan CEO XL Axiata, Dian Siswarini. (Foto: Naufal/Telko.id)

Dari segi bisnis, jaringan 5G dinilai akan berfokus pada Business to Business (B2B) ke arah industri dan korporasi. Pasalnya, dunia industri memang membutuhkan jaringan internet yang cepat dengan latensi yang rendah.

“Karena memang sangat dibutuhkan untuk industri kesehatan, konstruksi, transportasi, pendidikan dan pemerintah. Konsep smart city itu maka pemerintah sangat membutuhkan 5G secara infrastruktur,” tutur Dian.

{Baca juga: Paket Internet XL, Daftar Harga dan Rekomendasi}

Pada kesempatan tersebut, Menkominfo Rudiantara berpendapat jika kandidat utama untuk frekuensi jaringan 5G adalah 3,5 Ghz, tetapi itu masih dikaji lagi. Sedangkan bagaimana skema bisnis 5G, dirinya berpendapat jika akan berfokus pada industri.

“Saya dorong B2B, kalau B2B marketi bisnisnya berbeda dengan konsumer. Kalau kostumer mau kah kita bayar per megabit-nya 3 kali lipat dari sekarang?” pungkas Rudiantara. (NM/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU