Latest Phone

Oppo Pad Air2

Tecno Spark 20

Oppo Reno11 Pro (China)

Bangun Desa Mandiri, Telkom Terapkan Pariwisata Berkelanjutan

Telko.id – Pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Development menjadi salah satu program dari Telkom untuk mendukung pembangunan desa mandiri.

Pariwisata berkelanjutan ini merupakan turunan dari program Sustainable Development Goals (SDGs) yang salah satunya adalah untuk pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam program pariwisata berkelanjutan yang dilakukan Telkom ini bertujuan untuk pengembangan konsep berwisata yang berdampak jangka panjang baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi masyarakat lokal dan wisatawan yang berkunjung.

Hingga saat ini, implementasi program sudah terlaksana di berbagai desa wisata Indonesia yang salah satunya terletak di Kabupaten Gowa.

Berlokasi di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, desa ini memiliki sumber daya flora dan fauna yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata alam. Melihat potensi ini, Telkom bersama masyarakat Desa Timbuseng menginisiasi kawasan hutan bambu yang ada menjadi Ekowisata Bambu Desa Timbuseng.

Dalam implementasi program pariwisata berkelanjutan tersebut, dilakukan pembentukan kelompok serta berbagai pelatihan pengolahan kerajinan bambu yang bertujuan untuk memberdayakan pemuda lokal untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai dan menciptakan peluang usaha.

Tak hanya itu, Telkom juga mendirikan fasilitas penunjang seperti jembatan, kedai/warung kuliner, serta spot foto untuk melengkapi daya tarik kawasan Ekowisata Bambu Desa Timbuseng.

Terbentuknya kelembagaan Ekowisata Bambu Desa Timbuseng juga menggerakkan masyarakat dan pemerintah lokal untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan.

Tak hanya di Desa Timbuseng, kawasan Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 5 daerah yang ditetapkan Presiden RI menjadi destinasi wisata prioritas Indonesia juga menjadi sasaran lokasi program.

Labuan Bajo memiliki 19 Desa yang beberapa diantaranya masih tergolong sebagai daerah tertinggal, salah satunya adalah desa Macang Tanggar. Memiliki luas wilayah sebesar 43,76 km persegi dengan permasalahan terkait kelayakan sarana pendidikan dan sanitasi air bersih, desa Macang Tanggar memperoleh bantuan pembangunan sekolah dan penyaluran air dari Telkom.

Pada tahun 2022, Telkom melakukan pemberian bantuan berupa pembuatan kandang hewan ternak dengan pemanfaatan material alami yang diperoleh dari hutan jati pada area desa Macang Tanggar. Untuk lebih menarik minat wisatawan, terdapat area kandang terbuka yang memungkinkan interaksi antara wisatawan dengan hewan ternak.

Masih di area Labuan Bajo, sejak tahun 2016 Telkom berpartisipasi membentuk dan mengembangkan Desa Wisata Cecer, Liang Dara. Sanggar Riang Tana Tiwa sebagai asset utama Desa Wisata Cecer yang menampilkan aksi budaya khas Manggarai, memerlukan banyak sumber daya untuk pelestarian dan eksistensi.

Untuk itu, Telkom memberikan bantuan berupa sarana infrastruktur desa, yakni koneksi internet, air bersih, sanitasi layak untuk masyarakat, hingga sarana pendukung area wisata. Terbentuknya area wisata budaya dan area wisata agro Desa Wisata Cecer, secara langsung membuka berbagai lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Secara aktif masyarakat terlibat dalam pengelolaan desa wisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan pendapatan desa.

Profesi yang berhasil berkembang dari pembangunan desa yang dilakukan adalah pemeran seni dan budaya, pengelola kebun agro, serta pengrajin produk khas lokal.

Terbentuknya desa wisata diiringi dengan pengelolaan yang berkesinambungan oleh masyarakat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Rata-rata jumlah kunjungan wisatawan meningkat hingga 3500 pengunjung per-tahun, dengan komposisi 54% wisatawan mancanegara dan 46% wisatawan domestik.

Berkat perkembangan yang signifikan, pada tahun 2021, Desa Cecer mendapatkan penghargaan sebagai Desa Wisata Berkelanjutan oleh Kemenparekraf.

“Program pembangunan lingkungan dan sosial dijalankan oleh Telkom secara penuh dengan prinsip yang lebih terintegrasi, terarah, serta terukur dampaknya untuk dapat dipastikan kebermanfaatannya oleh masyarakat,” ungkap Hery Susanto, SGM Community Development Center Telkom.

Kedepannya diharapkan Telkom dapat terus menghadirkan program yang solutif untuk dapat lebih megembangkan daerah berpotensi lainnya di Indonesia dengan tetap mengutamakan pendekatan bisnis perusahaan. (Icha)

Latest

Dua Perangkat Samsung Ini Tangguh Untuk Berbagai Medan

Telko.id - Untuk memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan di Indonesia...

Telkomsel dan ZTE Kolaborasi, Hadirkan Pengalaman 1 Gbps di Indonesia

Telko.id – Telkomsel dan ZTE Corporation jalin kerjasama strategis...

Xiaomi Perkenalkan Ekosistem Pintar “Human x Car x Home” di MWC 2024

Telko.id - Xiaomi memperkenalkan ekosistem pintar terbaru "Human x...

Telkomsel Hadirkan Paket kuWOTA JKT48, Apa Untungnya?

Telko.id – Telkomsel Prabayar kolaborasi dengan JKT48 meluncurkan paket...

Rekomendasi

Satelit Merah Putih 2 Milik Telkom Sukses Diluncurkan, Ini Tragetnya!

Telko.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak usahanya, Telkomsat sukses meluncurkan Satelit Merah Putih 2 langsung dari Cape Canaveral, Florida pada...

Pertengahan Februari, Telkom Siap Luncurkan Satelit HTS

Telko.id – Pertengahan Februari, tepatnya 20 Februari 2024 waktu Florida atau 21 Februari 2024 waktu Indonesia, Satelit milik Telkom akan meluncurkan satelit dengan teknologi High...

Optimis Di 2024, Nuon Bakal Jajaki Bisnis Baru, Apa Itu?

Telko.id – Nuon Digital Indonesia (Nuon) optimis sambut tahun 2024 dan bakal melahirkan inovasi dan peluang pada industri bisnis digital guna mendorong transformasi digital...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini