spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

‘Si Bungsu ‘ Tri Baru Woro-woro 4G LTE di Ultah ke 9-nya

Telko.id – Terlambat? Jika dibandingkan dengan 4 operator lainnya, memang Tri cukup terlambat. Namun, jika dilihat dari ekosistem 4G LTE di Indonesia, Tri memang tidak terlalu terlambat. Pasalnya, ekosistem 4G LTE yang terdiri dari Device, Network dan Application atau DNA ini memang belum terbentuk sempurna. Terlebih dari sisi Device. Yang saat ini masih dianggap belum maksimal penetrasinya. Maklum, harganya masih dianggap terlalu tinggi.

Tepat pada ulang tahun ke sembilannya, Tri baru meluncurkan layanan 4G LTE dengan ‘sedikit’ agresif. Walaupun, masih kurang dibandingkan dengan 4 operator lainnya. Baru di 6 kota saja yang dianggap perlu oleh ‘si bungsu’ ini untuk diaktifkan layanan 4G LTE nya. Bukan karena tidak mau, tapi lebih melihat kebutuhan dari para pelanggannya. Yakni di Batam, Pontianak, Makasar, Jakarta, Bandung dan Denpasar. Layanan 4G LTE ini bekerja di spektrum 1800 Mhz.

Rentang pita lebar yang dimiliki oleh Tri memang tidak banyak. Hanya 10 Mhz saja. Mungkin itu sebabnya, Tri tidak terlalu gembar-gembor jualan 4G LTE pada konsumen Indonesia. Namun hal itu dibantah oleh Randeep Singh Sekhon, Presiden Direktur Hutchinson 3 Indonesia. “Dengan keterbatasan rentang pita lebar spektrum yang dimiliki Tri yaitu 10 Mhz di 1800 Mhz, Tri tetap melanjutkan komitmennya untuk menghadirkan akses internet bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia,” ujar Randeep menjelaskan.

Dari total 39.054 BTS yang sekarang digunakan untuk melayani pelanggannya yang berjumlah 55.5 juta itu, baru sekitar 1.000 BTS saja yang sudah aktif layanan 4G LTE nya. Sedangkan sisanya, masih digunakan untuk layanan data pada 2G dan 3G.

Dengan adanya layanan 4G LTE ini pun, Tri tidak berharap terlalu banyak untuk bisa menambah jumlah pelanggan baru. “4G LTE akan lebih banyak dipergunakan oleh pelanggan yang switch dari 3G ke 4G,” ujar Muhammad Buldyansyah, Wakil Presiden Direktur Hutchinson 3 Indonesia menjelaskan. Lebih lanjut, Buldyansyah juga mengatakan bahwa penetrasi smartphone 4G di Indonesia saat ini baru 15 – 20%. Jika 30-40% nya atau sekitar 2 – 3 juta menggunakan layanan Tri, itu sudah bagus. Paling tidak akhir tahun 2016 bisa dicapai. Sedangkan, untuk trafik data, paling tidak bisa ada peningkatan sekitar 2 – 3% secara nasional.

Saat ini, Tri mengklaim sudah menjadi nomor 2 secara industri untuk operator dengan trafik data terbesar. Mengalahkan operator 3 operator lain. Namun, sudah berdekatan dengan operator nomor 1 di Indonesia. Dengan jaringan yang di klaim sudah melayani 86% populasi di Indonesia, jaringan Tri ini menghantarkan 1200 – 1300 Terabyte/hari atau 40.000 Terabyte/bulan data. Artinya, sepertiga dari trafik industri ada di jaringan Tri. Itu sebabnya, si bungsu ini berani mengklaim nomor 2. Selain itu, penetrasi pengguna smartphone di jaringan Tri mencapai 80%, diatas dari angka penetrasi industri. (Icha)

spot_img

ARTIKEL TERBARU