spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

ARTIKEL TERKAIT

Indosat, Wadhwani, dan Kemnaker Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital

Telko.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI dan Wadhwani Foundation resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mencetak 1 juta talenta digital Indonesia melalui pelatihan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada 5 Mei 2026, menandai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.

Kolaborasi ini akan memperluas akses pelatihan AI, keterampilan digital, dan kewirausahaan bagi tenaga kerja Indonesia. Pelatihan akan diintegrasikan ke dalam ekosistem SIAPKerja milik Kemnaker, platform pembelajaran Wadhwani Foundation, serta didukung konektivitas dan teknologi dari Indosat.

Targetnya, program ini mampu memberdayakan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan baru di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyatakan bahwa dunia kerja sedang mengalami transformasi cepat akibat disrupsi teknologi.

“Tanpa intervensi yang tepat, bonus demografi bisa berubah menjadi beban. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa MoU ini adalah langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pendekatan terintegrasi dan berbasis teknologi.

Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menekankan komitmen perusahaannya dalam demokratisasi AI.

“Di Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang membuka peluang bagi generasi muda Indonesia,” katanya. Semangat #LebihBaikIndosat menjadi pendorong utama dalam inisiatif ini.

Integrasi Platform AI ke dalam SIAPKerja

Pelatihan akan diperluas ke 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker di seluruh Indonesia. Wadhwani Foundation akan mengintegrasikan platform AI-nya, yaitu JobReady dan Genie AI, ke dalam ekosistem SIAPKerja.

Integrasi ini memungkinkan career guidance yang lebih personal, pembelajaran adaptif, serta modul skilling yang sesuai dengan kebutuhan industri terkini.

Meetul B. Patel, President Wadhwani Entrepreneurship, menekankan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar.

“Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK, kami bisa menjangkau jutaan anak muda secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah yang benar-benar dicari industri saat ini,” ujarnya.

Inisiatif ini juga mendorong pengembangan kewirausahaan digital sebagai bagian dari upaya mempercepat realisasi komitmen bersama.

Aspek inklusivitas menjadi pilar utama dalam MoU ini. Ketiga pihak berkomitmen menyediakan aksesibilitas bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK.

Modul pelatihan dapat disesuaikan berdasarkan ragam disabilitas peserta. Indosat bertanggung jawab atas dukungan aksesibilitas digital, sementara Wadhwani Foundation menyiapkan modul plug-and-play yang adaptif.

Implementasi Awal dan Dampak Nyata

Kolaborasi ini langsung diimplementasikan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10–14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan dan melahirkan lebih dari 1.200 ide usaha baru.

Dari inisiatif ini, diproyeksikan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan.

Peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kemnaker, Indosat, dan Wadhwani Foundation. Sertifikat ini diakui secara nasional maupun global. Pelatihan juga ditujukan bagi pegawai Kemnaker sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal menghadapi transformasi dunia kerja.

Secara implementatif, peran ketiga pihak saling melengkapi. Kemnaker menyediakan dukungan kebijakan dan jaringan 24 BLK. Wadhwani Foundation mendukung kurikulum, LMS, serta platform AI. Indosat memperkuat program melalui konektivitas, ekosistem teknologi, dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program ini akan dievaluasi setiap enam bulan melalui pendekatan berbasis data. MoU berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029, dengan kemungkinan perpanjangan. Hal ini memastikan program berjalan terukur dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat talenta digital Indonesia di era AI.

Langkah Indosat dan Wadhwani Foundation ini sejalan dengan berbagai inisiatif pengembangan talenta digital di tanah air. Sebelumnya, Indosat dan Nokia juga berkolaborasi untuk meningkatkan adopsi AI di kalangan talenta digital.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan di era digital. Dengan pendekatan berbasis AI, program ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap pakai, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan baru yang mampu bersaing di pasar global. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU