spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

Indosat akan Terbitkan Obligasi Sebesar Rp3,46 Triliun

Telko.id – PT Indosat Tbk (ISAT) berencara untuk menerbitkan obligasi sebesar Rp3,46 triliun, dengan kupon yang ditetapkan antara 7,5 persen dan 9,15 persen. Obligasi ini akan terdiri dari Rp3,17 triliun obligasi reguler dan Rp288 miliar obligasi syariah.

Menurut manajemen Indosat, sebagian besar dari dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai kembali utang dari sejumlah kreditur. Adapun beberapa pemberi pinjaman itu termasuk BCA, BNI, BNP Paribas Indonesia, Sarana Multi Infrastruktur, Indonesia Infrastructure Finance, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Bank Mizuho Indonesia, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, dan Bank CIMB Niaga.

“Dana yang dikumpulkan dari Sukuk akan digunakan untuk membayar biaya lisensi spektrum (BHP),” kata manajemen Indosat seperti dilaporkan Dealstreetasia, Jumat (19/8).

Obligasi ini telah mendapat rating AAA dari Fitch Ratings Indonesia. Peringkat itu juga memperhitungkan struktur sukuk dan dokumentasi.

Fitch memprediksi pendapatan Indosat akan tumbuh pada pertengahan-single-digit di 2016-2017, dengan margin operasi EBITDAR sekitar 42% di 2016-2017. Kompetisi juga diharapkan lebih stabil mengingat perusahaan telekomunikasi yang lebih kecil fokus pada profitabilitas.

Sekadar informasi, Indosat membukukan laba bersih sebesar Rp428.1 miliar pada semester pertama tahun ini, dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp733.8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Lonjakan laba bersih ini berasal dari pengurangan utang berdenominasi dolar AS milik Indosat, dari yang sebelumnya sebesar US$ 1.16 miliar miliar menjadi US$ 227.5 juta.

Selama enam bulan pertama, Indosat membukukan Rp13.94 triliun, naik 10,5 persen dibandingkan dengan Rp12.62 triliun tahun lalu. Sementara itu, EBITDA tumbuh 12,6 persen dengan margin 43,3 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU