spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Qualcomm Keberatan WiFi Alliance Gunakan Co-Existence LTE-U dan WiFi

Telko.id – Saat ini, WiFi Alliance dan beberapa anggotanya tengah bekerja untuk melakukan kolaborasi antara teknologi LTE unlicensed dengan WiFi agar dapat hidup saling berdampingan yang dikenal dengan WifiForward. Sayang, ternyata Qualcomm tidak ‘happy’ degnan rancangan baru dari WiFi Alliance tersebut. Kenapa?

Beberapa pihak berharap bahwa rencana dari WifiForward ini dapat berjalan terus karena saat ini menjadi waktu yang tepat untuk semua pihak menerima kompromi. Diperkirakan pada beberapa minggu ke depan, uji coba LTE-U dan Wi Fi dapat hidup berdampingan dalam spektrum tak berlisensi akan selesai.

“Mencapai kesepakatan lintas-industri dan memastikan hasil terbaik bagi pengguna Wi-Fi merupakan usaha yang belum pernah terjadi sebelumnya dan sulit. Untuk semua itu bisa berjalan lancara maka semua pihak harus berkompromi untuk mencapai titik ini. Diskusi untuk menyimpulkan sejumlah item luar biasa dan mematangkan rencana uji coba akan diteruskan dana masuk dalam tahap rencana uji coba beta selama beberapa minggu ke depan,” ujar Kevin Robinson, Wakil Presiden Marketing Wi-Fi Alliance menjelaskan, seperti yang dikutip dari It Wire.

Namun, Dean Brenner, Vice Presiden Senior of government affairs Qualcomm, menyatakan bahwa versi terbaru dari rencana uji coba yang dirilis oleh Aliansi Wi-Fi tidak memiliki manfaat teknis. Ada bias tentang LTE-U ini. Dean menyayangkan juga bahwa masukan dari Qualcomm yang sempat disampaikan pada WiFi Alliance pada tahun lalu tidak diterima.

“Kami melihat bahwa ada sekelompok anggota WiFi Alliance yang melakukan kompromi. Kami juga sudah mengajukan proposal kompromi versi Qualcomm namun di tolak seluruhnya. Padahal, kami berusaha unhtuk menjaga manfaat LTE-U. Jangan sampai dijauhkan dari konsumen yang seharusnya dapat bermanfaat bagi kita semua,” ujar Brenner menjelaskan.

Pada versi yang baru tersebut, rencananya akan membutuhkan LTE-U untuk melindungi WiFi lebih dari 100 kali dibandingkan dengan WiFi yang akan melindungi LTE-U di semua bidang. Termasuk juga mengabaikan data yang disampaikan pada WiFi Alliance, seperti masukan dari para vendor WiFi.

Qualcomm juga khawatir bahwa apa yang akan di lakukan oleh WiFi Alliance ini akan mengancam ditutupnya LAA atau License Assisted Access. Padahal, LAA sedang dalam proses penyelesaian menjadi standar global di 3GPP.

Namun, Brenner berharap Federal Communications Commission atau FCC Amerika harus mengabaikan versi terbaru dari rencana WiFi Alliance tersebut karena istilah untuk spektrum tak berlisensi seharusnya inovasi permissionless, bukan perlindungan incumbent. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU