Telko.id – Produsen otomotif asal China, Chery, mulai memasarkan robot humanoid buatannya ke publik, menandai langkah baru industri otomotif yang mulai merambah ke teknologi robotika berbasis AI.
Robot ini tidak lagi sekadar konsep, tetapi sudah ditawarkan secara komersial dengan harga mencapai ratusan juta rupiah.
Dilansir dari Carnewschina, Kamis (16/4), robot manusia tersebut diberi nama Mornine M1. Penjualan dibuka secara daring melalui toko resmi ‘AiMoga Intelligent Robot’ di JD.com mulai bulan ini.
Robot humanoid Chery dirancang untuk dapat berinteraksi langsung dengan manusia, termasuk berjalan, mengenali suara, serta merespons perintah sederhana.
Robot ini juga dibekali sistem kecerdasan buatan yang memungkinkan adaptasi terhadap lingkungan sekitar, sehingga bisa digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari layanan pelanggan hingga asisten pribadi.
Baca Juga:
- China Uji Robot Terintegrasi di Metro Berbasis AI
- Pabrik Robot Humanoi d di China, Produksi Hanya Butuh 30 Menit!!
Mornine M1 dibanderol 285.800 yuan atau sekira Rp 716 jutaan. Menurut rencana, unitnya baru tersedia mulai akhir bulan depan. Selain robot humanoid, AiMoga juga menawarkan robot anjing Argos X1 dengan harga 15.800 yuan atau Rp 39 jutaan.
Mornine M1 punya ukuran penuh. Tingginya 167 cm dengan bobot 70 kg dan memiliki 40 derajat kebebasan gerak di seluruh tubuh. Robot ini mampu berjalan hingga 1 m/s dan membawa beban di ujung lengan hingga 1,5 kg. Sumber dayanya berasal dari baterai 0,7 kWh yang bisa digunakan selama dua jam dalam kondisi penuh.
Untuk mendukung kemampuan navigasi dan interaksi, M1 dibekali sensor lengkap seperti 3D LiDAR, dua kamera depth, satu kamera wide-angle, serta empat radar ultrasonik.
Laporan TrendForce bahkan menyebut industri robot humanoid global akan memasuki fase komersialisasi penting pada paruh kedua 2026.
China diprediksi menjadi pemain dominan dengan lonjakan produksi hingga 94% secara tahunan. Beberapa nama seperti Unitree Robotics dan Zhiyuan Robotics disebut bakal menguasai sebagian besar pasar.
Namun, langkah Chery ini menunjukkan tren yang semakin jelas di industri teknologi, di mana batas antara otomotif, AI, dan robotika mulai semakin kabur.
Perusahaan otomotif tidak lagi hanya fokus pada kendaraan, tetapi juga mulai mengembangkan ekosistem teknologi cerdas yang mencakup robot dan perangkat AI lainnya.
Kehadiran robot humanoid komersial ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan teknologi di kehidupan sehari-hari, meski adopsinya kemungkinan masih terbatas dalam waktu dekat karena faktor harga dan kemampuan yang masih berkembang.


