Latest Phone

Welcome to BESPOKE AI, Cara Samsung Pamer Teknologi AI Home

Telko.id - Welcome to BESPOKE AI merupakan cara Samsung...

Tecno Perkenalkan Robot Anjing Lucu di MWC Barcelona

Telko.id – Tecno kembali ikut meramaikan MWC Barcelona 2024...

Oppo Pad Air2

2019, Dunia akan Keluarkan USD1.3 Triliun untuk Internet of Things

Telko.id – IDC memprediksi bahwa belanja global Internet of Things akan mencapai USD1.3 triliun pada tahun 2019, naik dari dari USD698.6 juta di 2015. Asia-Pasifik, disebut-sebut menjadi kawasan ‘paling konsumtif’ jika bicara tentang pengeluaran IOT.

Dilansir dari Total Telecom, Selasa (15/12), perusahaan riset tersebut mengatakan bahwa secara geografis Asia-Pasifik saat ini menghabiskan uang paling banyak untuk IOT, dengan persentase 40% dari total di seluruh dunia. Disusul Amerika Utara dan Eropa Barat di urutan kedua dan ketiga, dengan pengeluaran gabungan lebih dari USD250 miliar.

Dalam hal industri vertikal, IDC menyebut bahwa manufaktur dan transportasi saat ini memimpin klasemen, dengan belanja IoT masing-masing sekitar USD165.6 juta dan USD78.7 juta pada tahun 2015.

“Manufaktur dan transportasi keduanya cocok untuk penyebaran IoT,” kata Vernon Turner, wakil presiden senior dan peneliti IoT di IDC, dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, kedua industri ini telah menghubungkan pemasok, produk, pelanggan, dan bahkan pekerjanya saat ini dan benar-benar telah menuai hasil dari itu. Meskipun, tingkat pertumbuhan akan berbeda di berbagai daerah, mengingat keberagaman dari Internet of Things itu sendiri.

Menurut IDC, di Eropa Tengah dan Timur (CEE), dan Timur Tengah serta Afrika (MEA), sektor IOT yang mengalami pertumbuhan paling cepat adalah bangunan cerdas, di mana IOT digunakan untuk mengoptimalkan operasional gedung melalui otomatisasi, serta pemantauan jarak jauh dan kontrol.

Di Amerika Latin, IDC memprediksi sektor IOT yang mengalami pertumbuhan paling cepat adalah pemeliharaan dan layanan lapangan, dimana data sensor dikumpulkan dan dikirim dari lapangan untuk teknisi.

Di Asia-Pasifik, perusahaan asuransi akan semakin banyak yang mengandalkan remote telematika untuk memantau perilaku pengemudi untuk tujuan perhitungan premi. Sementara di Amerika Utara, teknologi IOT akan dimanfaatkan untuk tujuan pemasaran kontekstual untuk mendapatkan informasi tentang perilaku konsumen, kata IDC.

Latest

Paska Merger, Indosat Bersaing Ketat Dengan Telkomsel di Pedesaan dan Luar Pulau Jawa

Telko.id - Berdasarkan hasil analisis dari Open Signal, penggabungan...

Cybersecurity Center of Excellence, Dibentuk Demi Jaga Ekonomi Digital Indonesia

Telko.id - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat or IOH) dan...

Fitur Smart Switch, Solusi Mudah Pindahkan Data ke Galaxy A15

Telko.id – Ganti device? Hmm pasti muncul pertanyaan, “Wah,...

Libur Ramadan dan Lebaran, Trafik Data XL Axiata Meningkat 16%

Telko.id - XL Axiata mencatat peningkatan trafik penggunaan data...

Rekomendasi

Acer Indonesia Hadirkan Dua Laptop AI, Swift X 14 AI dan Swift Go 14 AI

Telko.id - Acer Indonesia hari ini (27/3) resmi merilis laptop seri Swift generasi terbaru Swift X 14 AI (SFX14-72G) dan Swift Go 14 AI...

Review : Acer Aspire 5 Spin 14 Varian Intel Core i5-1335U

Laptop Multifungsi dengan Segudang Inovasi Telko.id - Acer Aspire 5 Spin 14 (A5SP14-51MTN) mengusung konsep laptop convertible yang mendukung beragam aktivitas sehari-hari dengan fleksibilitas tinggi....

Acer Kenalkan Laptop Gaming Predator Helios Neo 16, Apa Keunggulannya?

Telko.id - Acer resmi meluncurkan laptop gaming Predator Helios Neo 16 terbaru, dilengkapi dengan  Intel Core HX series generasi ke-14 terbaru dan GPU Laptop...