Kategori: Processor

  • Segmen PC Gaming Entry-Level Terancam Hilang 2028

    Segmen PC Gaming Entry-Level Terancam Hilang 2028

    Telko.id – Segmen PC gaming entry level dan PC low-end diperkirakan bakal semakin sulit ditemukan di pasar global hingga sekitar tahun 2028, karena harga komponen memori seperti DRAM dan NAND flash sedang naik tajam dan membuat struktur biaya pembuatan PC menjadi jauh lebih tinggi.

    Analis dari Gartner memprediksi segmen PC entry-level dengan harga di bawah USD 500 atau kisaran Rp8,4 jutaberpotensi menghilang pada 2028. Harga memori kini menyumbang porsi yang jauh lebih besar dari total biaya pembuatan PC, sehingga produsen sulit mempertahankan penawaran perangkat entry-level yang dulu biasa dijual di kisaran rendah, dan hal ini bisa mendorong mereka untuk menghentikan lini tersebut bila margin tidak lagi masuk akal.

    Krisis pasokan komponen memori sendiri dipicu oleh dorongan permintaan yang kuat di sektor lain, terutama untuk server dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan kapasitas komputasi tinggi, sehingga produsen chip lebih memprioritaskan produksi untuk segmen tersebut.

    Akibatnya, RAM dan penyimpanan NAND untuk PC konsumen menyusut pasokannya, sehingga biaya perangkat keras seperti motherboard, prosesor, dan kartu grafis pun ikut terdampak karena komponen memori lebih mahal.

    Baca juga:

    Dalam kondisi seperti ini, margin produsen PC untuk model murah yang selama ini menjadi pilihan utama gamer dengan anggaran terbatas makin menipis. Maka dari itu, menurut laporan, segmen PC gaming murah (budget gaming) dan PC spek rendah (“kentang”) berisiko menghilang dari pasaran dalam beberapa tahun ke depan karena biaya produksinya tidak lagi sesuai dengan harga jual yang bisa bersaing di pasar.

    Gartner memperkirakan pengiriman PC global pada 2026 akan turun sekitar 10,4%, angka yang bahkan lebih besar dibandingkan penurunan di pasar smartphone. Gartner juga menilai konsumen kemungkinan akan menunda pembelian perangkat baru karena harga yang semakin mahal.

    Dampaknya, umur pemakaian PC diprediksi meningkat sekitar 20% pada tahun ini, karena pengguna memilih mempertahankan perangkat lama lebih lama.

    Bagi gamer dan konsumen, tren ini punya implikasi nyata: upgrade atau pembelian PC bisa jadi lebih mahal, dan pilihan untuk mendapatkan perangkat gaming yang “cukup kuat tapi murah” makin terbatas.

    Hal ini mendorong banyak orang untuk menunda pembelian atau lebih memilih pasar perangkat bekas/refurbished, serta mempertimbangkan alternatif seperti laptop gaming atau konsol jika harga PC rakitan tidak lagi masuk akal.

  • Snapdragon Wear Elite Platform Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Personal AI

    Snapdragon Wear Elite Platform Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Personal AI

    Telko.id – Qualcomm Technologies Inc. secara resmi mengumumkan kehadiran Snapdragon Wear Elite Platform dalam ajang teknologi di Barcelona, menandai babak baru dalam evolusi perangkat wearable.

    Platform ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman Personal AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device), memungkinkan interaksi yang lebih cerdas, personal, dan responsif pada berbagai bentuk perangkat seperti jam tangan pintar.

    Sebagai terobosan signifikan, chipset ini menjadi platform wearable pertama di industri yang mengintegrasikan Neural Processing Unit (NPU) khusus, mendukung sistem operasi utama termasuk Wear OS by Google, Android, dan Linux.

    Peluncuran ini menegaskan visi Qualcomm untuk mengubah peran perangkat wearable dari sekadar aksesori pelengkap smartphone menjadi komponen vital dalam jaringan kecerdasan buatan.

    Alex Katouzian, Executive Vice President and Group General Manager, Mobile, Compute & XR (MCX) Qualcomm Technologies, Inc., menjelaskan bahwa Snapdragon Wear Elite bukan hanya tentang perangkat keras, melainkan fondasi bagi kategori baru perangkat Personal AI.

    Menurutnya, teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menjadi bagian aktif dari jaringan AI terdistribusi, mencakup berbagai ekosistem komputasi.

    Kehadiran platform ini mendapat dukungan penuh dari para pemain besar industri teknologi global. Nama-nama besar seperti Google, Motorola, dan Samsung telah menyatakan komitmennya untuk mengadopsi teknologi ini.

    Dengan kemampuan pemrosesan sensor canggih dan arsitektur NPU yang terintegrasi, Snapdragon Wear Elite menjanjikan pengalaman pengguna yang mampu belajar dan beradaptasi dengan konteks aktivitas sehari-hari, mewujudkan apa yang disebut Qualcomm sebagai “Ecosystem of You”.

    Revolusi Personal AI Melalui “Ecosystem of You”

    Konsep utama yang diusung oleh Snapdragon Wear Elite adalah penciptaan ekosistem personal yang terpadu. Dalam visi ini, seluruh perangkat pengguna bekerja sebagai satu kesatuan yang harmonis.

    Agen AI cerdas dengan kemampuan multimodal akan bergerak bersama pengguna, memahami konteks situasi, serta mengantisipasi kebutuhan secara proaktif di setiap perangkat yang terhubung.

    Kunci dari kemampuan ini terletak pada integrasi Qualcomm Hexagon NPU. Komponen ini memungkinkan perangkat wearable menjalankan model AI hingga miliaran parameter langsung di edge atau di perangkat itu sendiri, tanpa harus selalu bergantung pada cloud.

    Hal ini dipadukan dengan teknologi sensor fusion canggih yang meningkatkan akurasi pembacaan data lingkungan dan biometrik pengguna.

    Content image for article: Snapdragon Wear Elite Platform Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Personal AI

    Kombinasi antara konektivitas berkinerja tinggi dan efisiensi daya yang optimal membuka peluang baru bagi pengalaman AI personal. Pengguna dapat menikmati fitur-fitur seperti rekomendasi berbasis konteks yang lebih akurat, interaksi suara yang jauh lebih alami, hingga kemampuan life logging yang detail.

    Lebih jauh lagi, platform ini memungkinkan agen AI untuk mengambil tindakan nyata dan mengatur berbagai tugas atas nama pengguna secara otomatis, mirip dengan konsep Revolusi Kabin Cerdas yang juga mengandalkan integrasi AI mendalam.

    Lonjakan Performa dan Efisiensi Daya

    Salah satu tantangan terbesar dalam perangkat wearable adalah menyeimbangkan performa tinggi dengan daya tahan baterai. Snapdragon Wear Elite menjawab tantangan ini dengan peningkatan spesifikasi yang masif.

    Platform ini menawarkan peningkatan performa CPU single-core hingga 5 kali lipat dan kecepatan GPU hingga 7 kali lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini menjamin peluncuran aplikasi yang instan, multitasking yang lancar, serta rendering grafis yang jauh lebih mulus.

    Meskipun performanya melonjak drastis, efisiensi daya justru semakin baik. Teknologi manajemen daya terbaru memungkinkan waktu penggunaan hingga 30 persen lebih lama. Hal ini mendukung daya tahan baterai hingga beberapa hari, mengurangi frekuensi pengisian daya yang sering dikeluhkan pengguna smartwatch saat ini.

    Ketika daya habis, fitur rapid charging mampu mengisi baterai hingga 50 persen hanya dalam waktu sekitar 10 menit, memastikan perangkat siap digunakan kembali dengan cepat.

    Konektivitas Terlengkap di Kelasnya

    Snapdragon Wear Elite menghadirkan arsitektur konektivitas multi-mode yang sangat komprehensif. Platform ini mengintegrasikan enam teknologi canggih untuk memastikan perangkat selalu terhubung dalam berbagai kondisi.

    Teknologi pertama adalah 5G RedCap, yang menghadirkan konektivitas seluler berdaya rendah namun tetap canggih, menjaga perangkat tetap online tanpa menguras baterai secara berlebihan.

    Selanjutnya, terdapat fitur Micro-Power Wi-Fi. Teknologi ini memungkinkan koneksi Wi-Fi yang selalu aktif dengan konsumsi daya sangat minim. Fitur ini sangat ideal untuk sinkronisasi konteks AI yang berkelanjutan, pertukaran data yang kaya, serta koordinasi mulus dengan perangkat terdekat maupun layanan cloud, sebuah aspek penting yang juga menjadi fokus dalam pengembangan Smartphone Masa Depan.

    Untuk konektivitas jarak dekat, platform ini dilengkapi dengan Bluetooth 6.0 yang mendukung interaksi lebih presisi antar perangkat dalam ekosistem personal. Selain itu, dukungan Ultra-Wideband (UWB) memungkinkan interaksi yang aman dan akurat dalam jarak dekat.

    Fitur ini berguna untuk menemukan perangkat yang hilang serta terhubung dengan aset berharga seperti mobil, rumah pintar, dan lingkungan perusahaan.

    Akurasi lokasi juga ditingkatkan melalui GNSS yang mendukung pemrosesan AI, sehingga perangkat dapat menyesuaikan interaksi berdasarkan lokasi spesifik pengguna.

    Terakhir, fitur NB-NTN memperluas jangkauan hingga ke jaringan satelit. Melalui kerja sama dengan mitra seperti Skylo, fitur ini memungkinkan pengiriman pesan dua arah dan komunikasi darurat saat jaringan seluler atau Wi-Fi tidak tersedia.

    Dukungan Ekosistem Global

    Keberhasilan sebuah platform sangat bergantung pada ekosistem pendukungnya. Google, sebagai pengembang Wear OS, menyambut baik kehadiran chipset ini.

    Bjørn Kilburn, GM of Wear OS by Google, menyatakan bahwa Snapdragon Wear Elite menghadirkan fondasi penting berupa performa, daya tahan baterai, dan konektivitas untuk pengembangan Wear OS generasi berikutnya yang lebih cerdas.

    Motorola juga melihat potensi besar dari platform ini. Francois LaFlamme, Vice President and Chief Strategy and Marketing Officer Motorola, mengungkapkan bahwa mereka tengah menjelajahi konsep “Project Maxwell” sebagai pendamping AI yang perseptif.

    Platform baru Qualcomm ini dianggap mampu membuka peluang untuk merealisasikan konsep tersebut, menyeimbangkan kecerdasan di perangkat dengan efisiensi komputasi.

    Sementara itu, Samsung menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi dengan Qualcomm ke kategori wearable.

    InKang Song, Executive Vice President Samsung Electronics, menyebutkan bahwa integrasi Snapdragon Wear Elite akan menjadikan Galaxy Watch generasi berikutnya sebagai pendamping kesehatan yang lebih menyeluruh, sejalan dengan visi Inovasi Galaxy AI yang terus dikembangkan perusahaan.

    Perangkat komersial pertama yang ditenagai oleh Snapdragon Wear Elite Platform diperkirakan akan mulai tersedia di pasar dalam beberapa bulan mendatang, membawa pengalaman baru bagi pengguna teknologi wearable di seluruh dunia. (Icha)

  • Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy Resmi Meluncur, Otak nya Galaxy S26

    Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy Resmi Meluncur, Otak nya Galaxy S26

    Telko.id – Qualcomm Technologies, Inc. secara resmi memperkenalkan platform mobile terbarunya yang paling canggih, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 Mobile Platform for Galaxy.

    Chipset anyar ini dipastikan akan menjadi dapur pacu utama bagi perangkat flagship Samsung Galaxy S26 Ultra untuk pasar global, serta model Galaxy S26+ dan Galaxy S26 di beberapa wilayah negara tertentu.

    Kemitraan strategis antara Qualcomm dan Samsung yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade kini semakin kuat dengan kehadiran prosesor yang diklaim sebagai system-on-chip (SoC) mobile tercepat di dunia ini.

    Platform ini dirancang khusus untuk menghadirkan performa komputasi yang belum pernah ada sebelumnya, sekaligus memperkuat kemampuan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat genggam.

    Peluncuran ini menandai babak baru dalam evolusi teknologi seluler, di mana Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kemampuan agentic AI on-device yang sangat kuat.

    Teknologi ini memungkinkan terciptanya pengalaman Galaxy yang jauh lebih personal, intuitif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna sehari-hari.

    Chris Patrick, Senior Vice President dan General Manager Mobile Handsets, Qualcomm Technologies, Inc., menegaskan pentingnya kolaborasi ini.

    Menurutnya, selama lebih dari 20 tahun, kerja sama dengan Samsung telah membantu membentuk arah perkembangan teknologi mobile. Dengan dukungan platform baru ini, kedua perusahaan mengambil langkah berani menuju masa depan pengalaman mobile yang cerdas.

    Content image for article: Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy Resmi Meluncur, Otaki Galaxy S26

    “Platform ini dibuat khusus untuk Galaxy S26 Series, menghadirkan kinerja dan efisiensi terbaik yang mengubah cara pengguna menggunakan perangkat mereka. Mulai dari pekerjaan kreatif hingga tugas sehari-hari, semuanya dilakukan dengan lebih cepat, akurat, dan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna,” ujar Chris Patrick.

    Spesifikasi dan Arsitektur Unggulan

    Keunggulan utama dari Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy terletak pada arsitektur komputasinya yang mutakhir. Platform ini ditenagai oleh CPU Qualcomm Oryon Generasi ke-3 yang dirancang secara khusus (custom-built).

    Penggunaan arsitektur CPU terbaru ini menjanjikan lonjakan performa yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya, memastikan setiap tugas berat dapat diselesaikan dengan lancar.

    Selain CPU yang bertenaga, chipset ini juga dilengkapi dengan GPU Qualcomm Adreno yang membawa berbagai inovasi terbaru di sektor grafis. Peningkatan ini sangat krusial untuk mendukung pengalaman visual yang memukau, baik saat bermain game dengan grafis tinggi maupun saat menikmati konten multimedia beresolusi tinggi.

    Komponen ketiga yang menjadi pilar utama adalah NPU Qualcomm Hexagon yang sangat canggih. Unit pemrosesan saraf ini menjadi otak di balik kemampuan AI yang superior pada Galaxy S26 Series. Perpaduan antara CPU Oryon, GPU Adreno, dan NPU Hexagon menciptakan sinergi yang memberikan keunggulan besar bagi pengguna, mulai dari kinerja aplikasi yang lebih cepat hingga efisiensi daya yang lebih baik.

    Salah satu fitur unggulan yang dihadirkan berkat kekuatan pemrosesan ini adalah kemampuan kamera yang ditingkatkan melalui fitur Advanced Professional Video (APV).

    Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merekam video dengan kualitas profesional yang lebih tajam dan stabil, memanfaatkan kekuatan pemrosesan gambar dari chipset tersebut.

    Revolusi AI On-Device dan Konektivitas

    Fokus utama dari pengembangan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy adalah memaksimalkan potensi Galaxy AI generasi terbaru. Qualcomm Technologies dan Samsung memperkuat kerja sama mereka untuk memastikan bahwa teknologi ini dapat memberikan rekomendasi yang real-time dan benar-benar sesuai dengan konteks kebutuhan pengguna.

    Salah satu implementasi nyata dari teknologi ini adalah fitur “Now Nudge”. Fitur ini berfungsi sebagai asisten cerdas yang memberi saran dan pengingat otomatis.

    Berbeda dengan pengingat konvensional, Now Nudge bekerja berdasarkan analisis kebutuhan pengguna, memberikan pengalaman yang terasa lebih personal.

    Teknologi ini memungkinkan perangkat untuk menjalankan perintah secara otomatis di balik layar. Artinya, pengguna tidak perlu lagi melakukan pengaturan manual yang rumit untuk tugas-tugas rutin.

    Semuanya dipastikan bekerja dengan cepat serta efisien pada perangkat yang diperkuat oleh Chipset Tercepat dari Qualcomm ini.

    Selain kecerdasan buatan, aspek konektivitas juga mendapatkan perhatian serius. Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dilengkapi dengan teknologi Qualcomm Smart Transmit.

    Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna tetap terhubung dengan kualitas sinyal terbaik melalui pengaturan daya yang optimal.

    Smart Transmit bekerja secara cerdas di berbagai jaringan, termasuk 5G, Wi-Fi, Bluetooth, dan bahkan satelit. Hasilnya, pengguna akan merasakan kecepatan unggahan yang lebih tinggi, sinyal yang lebih kuat dan stabil, serta kinerja perangkat yang lancar tanpa mengorbankan efisiensi baterai maupun keamanan data.

    Lebih lanjut, perangkat Galaxy S26 Ultra dan Galaxy S26+ juga akan mendapatkan manfaat dari Qualcomm FastConnect 7900 Mobile Connectivity System.

    Sistem ini menghadirkan integrasi Ultra Wideband (UWB) yang memungkinkan interaksi jarak dekat yang jauh lebih responsif dan presisi dalam penggunaan sehari-hari, seperti saat menggunakan kunci digital atau melacak barang.

    Kehadiran chipset ini di Indonesia juga menjadi sorotan, mengingat Qualcomm baru saja Rilis di Indonesia varian Elite series mereka. Hal ini memastikan konsumen tanah air akan segera menikmati teknologi mutakhir tersebut.

    Komitmen Jangka Panjang Samsung dan Qualcomm

    O.H. Kwon, Senior Vice President dan Presiden Qualcomm APAC, QUALCOMM CDMA Technologies (Korea) YH, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan yang semakin erat dengan Samsung. Ia menyebut Galaxy S26 Series sebagai penanda babak baru evolusi kecerdasan mobile.

    “Pencapaian ini menunjukkan kuatnya kemitraan kami dan komitmen bersama untuk menghadirkan performa berbasis AI yang semakin cepat, serta pengalaman penggunaan yang mulus di seluruh lini perangkat flagship Samsung,” ungkap Kwon.

    Senada dengan hal tersebut, Inkang Song, EVP dan Kepala Tim Strategi Teknologi, Mobile eXperience Business di Samsung Electronics, menekankan bahwa kehadiran Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy pada lini produk Galaxy S26 Ultra secara global adalah upaya untuk menghadirkan pengalaman Galaxy paling canggih dan powerful yang pernah ada.

    “Kemitraan strategis jangka panjang dengan Qualcomm Technologies memungkinkan kami menghadirkan teknologi terbaik di industri kepada jutaan pengguna Galaxy. Kami menawarkan pengalaman yang lebih powerful, lebih responsif, dan lebih personal untuk memperkaya setiap interaksi para pengguna dalam keseharian,” jelas Inkang Song.

    Penerapan teknologi ini tidak hanya terbatas pada Samsung. Beberapa kompetitor juga mulai melirik chipset serupa, seperti iQOO 15 yang dikabarkan akan menggunakan varian dari platform ini, menandakan persaingan ketat di pasar smartphone premium tahun ini.

    Dengan segala peningkatan yang ditawarkan, mulai dari CPU Oryon Gen 3, kemampuan AI yang lebih proaktif, hingga konektivitas superior, kehadiran Samsung Galaxy S26 Series dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy diprediksi akan menetapkan standar baru bagi smartphone premium di tahun 2026. (Icha)

  • Nvidia Klaim AI Hemat Memori GPU hingga 8x

    Nvidia Klaim AI Hemat Memori GPU hingga 8x

    Telko.id – NVIDIA mengumumkan terobosan teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan model AI besar (model bahasa besar) menjalankan proses pemikiran (reasoning) dengan penggunaan memori pada GPU hingga delapan kali lebih rendah dibandingkan metode konvensional — namun tanpa mengorbankan hasil (akurasi).

    Ini merupakan langkah penting dalam menangani salah satu tantangan terbesar dalam penerapan AI saat ini: biaya dan kebutuhan perangkat keras yang sangat tinggi.

    Secara teknis, inovasi ini didasarkan pada teknik baru yang disebut Dynamic Memory Sparsification (DMS) , yang membuat AI bisa “mengelola” memori internalnya dengan lebih pintar.

    Selama model AI berpikir atau menyelesaikan tugas kompleks, ia membuat semacam catatan sementara yang disebut KV cache — bagian memori ini sering menjadi penyebab utama GPU cepat penuh dan menjadi hambatan kinerja.

    Dengan DMS, model dibor untuk menentukan data mana yang penting dan mana yang bisa dihapus tanpa merusak kualitas jawaban , serta menjalankan proses ini dengan penundaan singkat agar informasi penting tetap bertahan sebelum dibuang. Pendekatan semacam ini mirip dengan “perpustakawan pintar” yang tahu mana buku yang masih berguna dan mana yang bisa disimpan kembali supaya rak tetap rapi.

    Baca juga:

    Hasilnya cukup mengesankan: untuk beberapa model uji, teknologi ini tidak hanya menekan penggunaan memori GPU hingga delapan kali lipat , tetapi juga memungkinkan model untuk “berpikir lebih dalam atau lebih luas” tanpa memperlambat proses atau menurunkan akurasi jawaban.

    Dalam pengujian internal, beberapa model justru menunjukkan peningkatan kinerja ketika diberi memori anggaran yang sama dengan metode tradisional.

    Ini berarti bahwa satu GPU dapat melayani lebih banyak permintaan dari pengguna atau menjalankan logika AI yang lebih kompleks tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.

    Dari sudut pandang pengguna atau perusahaan yang menggunakan AI dalam skala besar — ​​seperti layanan chatbot, asisten digital, atau sistem analitik — efisiensi baru ini memiliki dampak besar.

    AWS, penyedia layanan cloud, ataupun perusahaan teknologi lain yang menawarkan solusi AI sebagai layanan dapat menekan biaya operasional secara signifikan karena kebutuhan GPU mereka berkurang. Akhirnya, ini bisa berakhir pada layanan AI yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih hemat energi untuk pengguna akhir.

    Terobosan semacam ini menunjukkan arah evolusi infrastruktur AI di masa depan: bukan hanya soal model yang semakin cerdas, tetapi juga bagaimana menjadikannya lebih efisien, terjangkau, dan praktis untuk skala besar di dunia nyata.

  • CXMT Jual RAM Murah Saat Harga Global Melonjak

    CXMT Jual RAM Murah Saat Harga Global Melonjak

    Telko.id – Pasar Random Access Memory (RAM) global tengah menghadapi dinamika yang kompleks pada awal 2026.

    Di tengah lonjakan harga dan kekurangan pasokan memori semikonduktor di seluruh dunia, sebuah fenomena yang berakar dari perubahan struktural rantai pasok dan permintaan AI yang membengkak.

    ChangXin Memory Technologies (CXMT), vendor asal China mengambil strategi berbeda dengan menawarkan RAM dengan harga sangat kompetitif di pasar mereka sendiri.

    Analisis pasar semikonduktor menunjukkan bahwa harga DRAM dan modul memori umum telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.

    Faktor utamanya adalah alokasi kapasitas produksi oleh pabrikan besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron untuk kebutuhan memori ber-bandwidth tinggi yang dibutuhkan oleh pusat data kecerdasan buatan dan server, sementara pasokan untuk DRAM mainstream (DDR4/DDR5) menjadi lebih sempit. Pergerakan ini tercatat dalam analisis tren global yang menunjukkan tekanan pasokan kuat di pasar memori.

    Baca juga:

    CXMT hadir dengan pendekatan yang kontras: menjual modul DDR4 ECC 32 GB di kisaran sekitar US$ 138 (±Rp 2,1 juta), jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar global yang umumnya berada di kisaran US$ 300–400 atau lebih untuk modul sejenis.

    Dari sisi teknologi produk, RAM yang dijual oleh CXMT tetap merupakan modul standar yang digunakan pada server kelas bawah dan workstation ringan. Walau harganya lebih menarik, modul tersebut menghadapi tantangan dalam hal efisiensi daya, dukungan perangkat keras global, dan pengakuan merek jika dibandingkan dengan produk dari pemain besar industri seperti Samsung, SK Hynix, atau Micron.

    Efeknya, adopsi luas di pasar internasional masih terbatas karena ekosistem komponen dan sertifikasi global cenderung mendukung merek mapan.

    Langkah vendor China ini bisa dilihat sebagai strategi defensif dan ekspansi pangsa pasar. Dengan tekanan geopolitik dan pembatasan akses teknologi canggih, perusahaan-perusahaan semikonduktor China berupaya memperluas kapasitas serta menciptakan segmen permintaan domestik yang kuat.

    Namun data menunjukkan bahwa pangsa pasar mereka di kancah global masih relatif kecil (diperkirakan sekitar 4 – 5 % untuk DRAM pada 2025), sehingga dampaknya terhadap harga dunia masih terbatas.

  • Snapdragon 8 Elite Gen 6 Hadir dalam Varian Standar dan Pro

    Snapdragon 8 Elite Gen 6 Hadir dalam Varian Standar dan Pro

    Telko.id – Qualcomm Incorporated, produsen chipset asal Amerika Serikat, disebut tengah menyiapkan Snapdragon 8 Elite Gen 6 sebagai penerus Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip generasi terbaru ini diperkirakan hadir dalam dua varian, yakni standar dan Pro, dengan perbedaan signifikan pada performa serta potensi harga saat meluncur pada 2026.

    Dalam bocoran awal yang dirilis pada 9 Februari 2026, varian Snapdragon 8 Elite Gen 6 standar dan Elite Gen 6 Pro dilaporkan sedang dalam tahap pengembangan oleh Qualcomm, dibangun di atas proses fabrikasi TSMC N2P yang lebih canggih dari generasi sebelumnya.

    Varian Pro diproyeksikan memiliki dukungan memori LPDDR 6, konfigurasi GPU lebih kuat, dan kemungkinan kecepatan clock yang lebih tinggi dibandingkan versi standar, yang diprediksi hanya mendukung memori LPDDR5X serta konfigurasi perangkat keras yang lebih sederhana.

    Perbedaan tersebut diperkirakan akan menciptakan kesenjangan performa nyata antara kedua varian ini. Menurut laporan PhoneArena pada 9 Februari 2026, bocoran dari leaker Digital Chat Station menyatakan bahwa varian standar kemungkinan akan ditempatkan di perangkat kelas unggulan utama, seperti Samsung Galaxy S27, sedangkan varian Pro akan ditujukan untuk model premium ultra-high-end seperti Galaxy S27 Ultra atau perangkat serupa.

    Baca juga:

    Perbedaan memori dan GPU ini berimplikasi pada potensi harga perangkat akhir di pasar. Varian Pro yang dilaporkan mendukung memori LPDDR6 yang lebih cepat dan konfigurasi GPU yang lengkap diperkirakan akan muncul pada perangkat dengan harga lebih tinggi, sedangkan versi standar dengan LPDDR5X akan berada di perangkat andalan kelas utama dengan harga yang lebih sedikit terjangkau.

    Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa varian Pro Snapdragon 8 Elite Gen 6 dapat mencapai clock speed yang sangat tinggi – dalam tes awal internal Qualcomm bahkan disebut-sebut sempat mendekati atau mencapai jarak 5GHz hingga 6 GHz – meskipun rincian resmi untuk kecepatan ini masih perlu dipastikan.

    Proyeksi ini berasal dari informasi yang dikumpulkan terkait penggunaan teknologi disipasi panas tingkat lanjut yang memungkinkan stabilitas frekuensi tinggi.

    Strategi Qualcomm menghadirkan dua varian ini mewakili tran segmentasi chiptset andalan yang semakin tajam di industri smartphone. Pendekatan ini memberi gambaran bagi produsen perangkat untuk menyesuaikan solusi silikon dengan segmen produk mereka – dari standar unggulan hingga kelas ultra-premium – tanpa harus menunggu generasi yang benar-benar berbeda.

    Pipeline rencana Qualcomm ini juga menunjukkan dinamika persaingan yang ketat di industri semikonduktor. Qualcomm bersaing tidak hanya dengan Apple Inc. dalam segmen perangkat seluler tertinggi tetapi juga dengan rival seperti MediaTek dalam menghadirkan teknologi fabrikasi dan performa tinggi.

    Arsitektur generasi berikutnya dari Snapdragon 8 Elite diperkirakan akan mempertahankan struktur inti CPU yang dikembangkan sendiri oleh Qualcomm dan akan terus dikembangkan sendiri oleh Qualcomm dan akan terus ditingkatkan performanya melalui proses manufaktur yang lebih maju.

    Proses fabrikasi TSMC N2P dilaporkan menawarkan peningkatan efisiensi energi dan potensi kinerja dibandingkan generasi sebelumnya, menjanjikan daya saing tinggi di segmen andalan.

    Dalam konteks ini, varian standar Gen 6 diposisikan sebagai pilihan utama untuk perangkat andalan utama, sedangkan Gen6 Pro siap menjadi dasar bagi model terbaik dengan kemampuan kinerja yang tinggi. Perbedaan ini diperkirakan akan semakin kentara saat perangkat yang menggunakan chipset ini mulai diumumkan oleh merek smartphone sepanjang tahun 2026.

    Detail resmi dari Qualcomm terkait jadwal peluncuran, spesifikasi akhir, serta daftar perangkat yang akan mengadopsinya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun mitra OEM. Kejelasan informasi tersebut dinilai krusial bagi produsen perangkat dan konsumen untuk memahami dampak kehadiran varian baru ini terhadap peta persaingan ponsel flagship Android ke depan

  • Nvidia Diprediksi Absen Rilis GPU Gaming Sepanjang 2026

    Nvidia Diprediksi Absen Rilis GPU Gaming Sepanjang 2026

    Telko.id – Fokus Nvidia pada pengembangan kecerdasan buatan (AI) disebut mulai mengubah arah strateginya. Mengutip laporan The Information, perusahaan ini diperkirakan tidak akan meluncurkan GPU baru sepanjang 2026.

    Mengutip dari Endgadget, Jumat (6/2/2026), keputusan ini menandai Sejarah baru di mana untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, Nvidia absen meluncurkan chip gaming tahunan.

    Berdasarkan laporan tersebut, Nvidia telah menggeser jadwal pembaruan lini RTX 50 ke tahun 2026. Penundaan ini menjadi sinyal kuat bahwa bisnis gaming, yang dulunya merupakan tulang punggung perusahaan, kini kian terpinggirkan oleh ledakan permintaan chip AI.

    Tingginya permintaan Ai global terlah memicu kelangkaan chip memori yang cukup parah, mengganggu keseimbangan industri elektronik konsumen.

    Situasi ini diperburuk dengan proyeksi kenaikan harga produk elektronik akibat kelangkaan komponen dan dampak dari kebijakan tarif perdagangan.

    Baca juga:

    Sektor otomotif hingga perangkat keras PC juga terkena dampak serupa. Bagi Nvidia, kendala pasokan ini menjadi alasan yang logis untuk memilih memproduksi chip AI yang memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

    Pada sembilan bulan pertama tahun 2022, sektor gaming menyumbang 35% dari total pendapatan. Namun, pada periode yang sama pada 2025, angka tersebut merosot tajam menjadi hanya sekitar 8%.

    Sementara chip AI menawarkan margin keuntungan sekitar 65%, jauh melampaui kartu grafis gaming yang berada di angka 40%.

    Keputusan ini menjadi kabar buruk bagi komunitas gamer. Konsumen yang saat ini masih kesulitan mendapatkan seri RTX 50 dipastikan tidak akan melihat kehadiran versi ‘Super’ yang sebelumnya diharapkan akan meluncur pada tahun 2026.

    Lebih lanjut, penundaan ini diprediksi akan memberikan efek domino pada peta jalan (roadmap) produk masa depan Nvidia. Generasi berikutnya, yang kemungkinan besar akan sebagai RTX 60, kini dilaporkan ikut muncur dari jadwal.

    Awalnya, komponen tersebut dijadwalkan masuk tahap produksi massal pada akhir 2027, namun kini target tersebut diragukan dapat tercapai tepat waktu.

    Langkah ini menegaskan Nvidia untuk transformasi perusahaan dari pemimpin pasar kartu grafis menjadi penguasa infrastruktur komputasi AI global, meskipun harus mengorbankan basis penggemar setianya di sektor gaming.

  • Qualcomm Lampaui Ekspektasi Q1, Peringatkan Penurunan Q2 Akibat Krisis Memori

    Qualcomm Lampaui Ekspektasi Q1, Peringatkan Penurunan Q2 Akibat Krisis Memori

    Telko.id – Raksasa semikonduktor global, Qualcomm, baru saja melaporkan hasil kinerja keuangan untuk kuartal pertama yang berhasil melampaui ekspektasi pasar.

    Meskipun mencatatkan awal tahun yang solid, perusahaan memberikan sinyal kehati-hatian kepada para investor terkait prospek kuartal kedua.

    Manajemen memprediksi adanya potensi penurunan kinerja yang disebabkan oleh kendala rantai pasokan, khususnya kelangkaan komponen memori.

    Laporan terbaru ini menyoroti dinamika pasar teknologi yang masih sangat fluktuatif. Di satu sisi, permintaan terhadap produk chipset dan teknologi nirkabel Qualcomm tetap tinggi, mendorong pendapatan kuartal pertama ke angka yang memuaskan.

    Keberhasilan ini menegaskan posisi perusahaan yang masih dominan di sektor prosesor mobile, seiring dengan upaya mereka menghadirkan Chipset Flagship generasi terbaru yang terus dinantikan oleh produsen smartphone.

    Namun, euforia keberhasilan kuartal pertama ini harus diredam oleh realitas rantai pasok global. Dalam panduan resminya, Qualcomm secara spesifik menyebutkan bahwa kekurangan pasokan memori akan menjadi hambatan utama dalam memenuhi target pertumbuhan di kuartal mendatang.

    Isu ini diperkirakan akan membatasi kemampuan perusahaan untuk memaksimalkan pengiriman produk, meskipun permintaan pasar sebenarnya masih cukup kuat.

    Dampak Kelangkaan Memori pada Proyeksi Q2

    Peringatan mengenai penurunan di kuartal kedua ini menjadi sorotan utama para analis industri. Ketergantungan industri semikonduktor pada komponen pendukung seperti memori membuat produsen chipset seperti Qualcomm rentan terhadap fluktuasi ketersediaan komponen tersebut.

    Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi internal berjalan lancar, faktor eksternal masih memegang peranan krusial dalam stabilitas pendapatan perusahaan.

    Meskipun menghadapi tantangan hardware, Qualcomm terus memperluas ekosistem perangkat lunak dan fitur konektivitasnya. Baru-baru ini, perusahaan juga memperkuat integrasi antar perangkat dengan mengonfirmasi kehadiran fitur Quick Share yang lebih luas.

    Langkah ini menunjukkan bahwa fokus perusahaan tidak hanya terpaku pada penjualan perangkat keras semata, tetapi juga pada pengalaman pengguna yang lebih mulus.

    Para pengamat pasar teknologi menilai bahwa prediksi penurunan Q2 ini mungkin bersifat sementara hingga rantai pasokan memori kembali stabil. Namun, hal ini tetap menjadi indikator penting bagi kesehatan industri seluler secara keseluruhan.

    Jika raksasa sekelas Qualcomm terdampak, kemungkinan besar produsen perangkat lain juga akan merasakan efek domino dari kelangkaan komponen ini dalam beberapa bulan ke depan.

    Strategi Diversifikasi Qualcomm

    Di tengah tantangan pasokan untuk pasar konsumen, Qualcomm terus berupaya mendiversifikasi portofolio bisnisnya ke sektor lain. Selain fokus pada pasar smartphone, perusahaan juga gencar merambah sektor komputasi industri.

    Hal ini terlihat dari peluncuran seri prosesor khusus seperti PC Industri yang dirancang untuk kebutuhan operasional yang lebih berat dan spesifik.

    Langkah diversifikasi ini juga mencakup sektor telekomunikasi, di mana kolaborasi strategis terus dibangun untuk memperkuat infrastruktur jaringan.

    Salah satu contoh nyata adalah kerja sama dalam pengembangan Otomatisasi Jaringan yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

    Dengan memperluas jangkauan bisnis di luar smartphone, Qualcomm berupaya memitigasi risiko yang mungkin timbul dari fluktuasi pasar atau kendala komponen pada satu lini produk tertentu.

    Menutup laporan kinerjanya, Qualcomm tetap optimis terhadap fundamental bisnis jangka panjang mereka. Meskipun kuartal kedua diprediksi akan lebih rendah dari harapan awal akibat faktor eksternal, posisi perusahaan dalam peta persaingan teknologi global tetap kokoh.

    Kemampuan perusahaan untuk menavigasi krisis pasokan memori ini akan menjadi ujian penting bagi manajemen dalam menjaga kepercayaan investor di sisa tahun fiskal ini. (Icha)

  • Intel Siapkan GPU AI, Tantang Dominasi Nvidia

    Intel Siapkan GPU AI, Tantang Dominasi Nvidia

    Telko.id – Intel berpeluang kembali bangkit setelah melewati periode sulit dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan yang pernah mendominasi pasar chip komputer itu dikabarkan tengah menyiapkan produksi GPU guna menantang dominasi Nvidia di sektor chip AI.

    CEO Intel, Tan Lip-Bu, mengungkapkan rencana Intel untuk merilis produk GPU kepada Reuters saat Cisco AI Summit. Sebagai langkah awal, Intel membajak petinggi Qualcomm, Eric Demmers.

    “Saya baru merekrut bos arsitek GPU, Ia sangat hebat. Saya senang ia memutuskan untuk bergabung,” kata Tan.

    Qualcomm, perusahaan lama Demmers, adalah perusahaan yang merancang sistem chip (SoC) yang digunakan pada perangkat mobile seperti HP dan tablet. SoC biasanya terdiri dari berbagai jenis chip, termasuk CPU dan GPU, dalam satu kesatuan produk.

    Lewat produksi GPU, Tan mengincar permintaan dari data center yang melonjak didorong perlombaan perusahaan teknologi merilis produk AI. Saat ini, Nvidia mendominasi pasar chip AI lewat produknya di berbagai tingkatan harga.

    “Kami bekerja bersama klien dan akan mencari tahu kebutuhan mereka,” lanjut Tan.

    Dia mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa konsumen yang aktif berdiskusi dengan divisi kontraktor manufaktur chip Intel yang bernama Intel Foundry. Mereka, lanjutnya tertarik memanfaatkan terknologi manufaktur 14A milik Intel.

    Baca juga:

    “Agar memiliki pelanggan, mereka harus memberi tahu kita produk apa dan seberapa banyak yang mereka butuhkan sehingga kami bisa menyiapkan kapasitas produksi,” ujar Tan.

    Dalam acara yang sama, Tan juga mengungkapkan bahwa dirinya kaget Huawei Technologies Co bisa mempekerjakan 100 desainer chip kelas atas. Pemerintah AS padalah telah membatasi akses China ke industri perangkat dan software Amerika.

    Ia bahkan telah bertanya secara langsung kepada desainer chip yang bergabung dengan Huawei alasan mereka pindah padahal China tak punya banyak akses ke perangkat buatan AS.

    “Mereka bilang, walaupun kami tidak punya akses ke perangkat terbaik buatan Cadence dan Synopsys, kami punya jalan lain, dan kami bisa,” kata Tan. “Bagi saya, kemampuan mereka (China) tak jauh dibelakang kita. Jika kita tidak hati-hati, mereka bisa melompati kita.”

  • Ini Dua Chip MediaTek Terbaru, Performa Flagship dan AI Generatif

    Ini Dua Chip MediaTek Terbaru, Performa Flagship dan AI Generatif

    Telko.id – MediaTek secara resmi mengumumkan kehadiran dua chipset terbarunya, Dimensity 9500s dan Dimensity 8500, dalam sebuah acara peluncuran di Jakarta pada 15 Januari 2026.

    Kedua System on Chip (SoC) ini dirancang khusus untuk mengisi segmen ponsel cerdas flagship dan premium dengan fokus utama pada peningkatan performa, efisiensi daya, kecerdasan buatan (AI), pemrosesan gambar, serta kemampuan gaming tingkat tinggi.

    Langkah ini menandai momentum baru bagi perusahaan dalam menghadirkan teknologi mutakhir ke pasar yang lebih luas.

    Peluncuran ini menegaskan posisi MediaTek dalam persaingan teknologi semikonduktor global. Kedua chipset ini hadir dengan spesifikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna modern yang menuntut perangkat dengan kinerja cepat namun tetap hemat energi.

    Dengan kemampuan konektivitas nirkabel yang andal, seri terbaru Dimensity ini siap menjadi otak bagi berbagai perangkat kelas atas yang akan segera beredar di pasaran.

    JC Hsu, Wakil Presiden Senior Korporat MediaTek dan General Manajer Unit Bisnis Komunikasi Nirkabel, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi pada teknologi canggih.

    “Sebagai pemimpin pasar global dari ponsel pintar, kami berkomitmen menambah investasi kami pada teknologi canggih dan terus berupaya menghadirkan produk mutakhir kepada lebih banyak orang,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa misi tersebut terlihat jelas melalui kehadiran sepasang chipset Dimensity ini yang didesain untuk memberikan pengalaman flagship terbaik dengan tetap memegang visi efisiensi bagi pengguna.

    Dimensity 9500s: Arsitektur 3nm untuk Daya Tahan Maksimal

    MediaTek Dimensity 9500s hadir dengan mengadopsi proses manufaktur flagship 3nm yang sangat efisien. Chipset ini menggunakan arsitektur All Big Core yang mendukung perangkat untuk memiliki kinerja tinggi secara maksimal namun tetap mempertahankan daya tahan baterai yang lama.

    Konfigurasi CPU octa-core pada chipset ini sangat agresif, terdiri dari satu inti ultra Cortex-X925 dengan kecepatan clock mencapai 3,73GHz, tiga inti premium Cortex-X4, dan empat inti performa Cortex-A720.

    Content image for article: MediaTek Dimensity 9500s dan 8500 Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Performa Flagship dan AI Generatif

    Di sektor grafis, Dimensity 9500s mengintegrasikan GPU Immortalis-G925. Komponen ini menawarkan pengalaman visual full-frame dan tingkat imersif yang nyaman, terutama saat menjalankan game seluler kelas berat.

    GPU ini juga telah mendukung fitur ray tracing tingkat lanjut yang memenuhi ekspektasi kinerja para gamer profesional. Teknologi ini memungkinkan pencahayaan dan refleksi yang realistis dalam permainan, menghadirkan kualitas grafis setara konsol ke dalam genggaman.

    Selain performa mentah, efisiensi energi menjadi sorotan utama. Melalui adaptive game technology 3.0 (MAGT 3.0) dan frame technology 3.0 (MFRC 3.0), efisiensi energi pada perangkat dapat ditingkatkan secara signifikan.

    Hal ini berdampak langsung pada kemampuan perangkat untuk memperpanjang daya tahan baterai, bahkan saat digunakan untuk aktivitas berat seperti bermain game dalam durasi yang lama.

    Kemampuan AI dan Pemrosesan Gambar Canggih

    NPU flagship yang tertanam pada Dimensity 9500s telah dioptimalkan secara khusus untuk tugas penalaran generatif (generative reasoning) dan model multi-modal yang menangani banyak jenis data.

    Optimasi ini mendukung kerja kamera edge flagship menjadi lebih kuat dan memfasilitasi pembuatan konten yang lebih kreatif. Chip ini sangat mumpuni untuk fungsi harian berfrekuensi tinggi, termasuk pemrosesan setelah pengambilan foto pada live photos.

    Fitur pengeditan foto berbasis AI pada chipset ini mencakup kemampuan image outpainting, matting, dan elimination yang presisi. Selain itu, terdapat fitur peringkasan konten berbasis AI untuk panggilan, rapat, dan file.

    Kemampuan ini memberikan peluang bagi produsen ponsel pintar, yang mungkin akan bersaing dengan perangkat bertenaga Chipset 2nm, untuk menciptakan perangkat yang memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang akan asisten cerdas dalam genggaman.

    Sektor fotografi diperkuat oleh prosesor gambar MediaTek Imagiq. Teknologi ini mendukung pelacakan gerak secara real-time 30fps dan perekaman video 8K full-focus dengan Dolby Vision HDR.

    Kreator konten dapat menghasilkan video yang jernih dan tajam dengan mudah. SoC ini juga mendukung teknologi snapshot dan peredam gangguan (noise reduction) yang mengagumkan, memastikan pengalaman pengambilan gambar yang cepat dan hasil yang jelas di berbagai kondisi pencahayaan.

    Konektivitas Nirkabel Terdepan

    Dimensity 9500s membawa fitur konektivitas yang sangat lengkap. Modem 5G Release-17 yang tertanam di dalamnya mendukung 4CC-CA dengan kecepatan unduh hingga 7Gbps.

    Untuk efisiensi daya jaringan, chipset ini mendukung teknologi MediaTek 5G UltraSave 4.0. Selain itu, terdapat dukungan AI network suite 2.0 yang berfungsi meningkatkan performa jaringan bahkan pada kondisi sinyal yang lemah.

    Untuk konektivitas lokal, teknologi MediaTek Xtra Range 3.0 hadir untuk memperluas jangkauan koneksi Wi-Fi di dalam ruangan.

    Fitur unik lainnya adalah kemampuan koneksi Bluetooth langsung antar telepon yang dapat menjangkau jarak hingga 5 kilometer, sebuah terobosan signifikan untuk komunikasi jarak dekat tanpa jaringan seluler.

    Dimensity 8500: Performa Ultra-Fast Play

    Sementara itu, MediaTek juga memperkenalkan Dimensity 8500 yang mengadopsi proses manufaktur hemat daya 4nm. Chipset ini juga menggunakan arsitektur CPU All Big Core yang mencakup delapan inti Cortex-A725 dengan kecepatan hingga 3.4GHz.

    Spesifikasi ini dirancang untuk menambah optimalisasi kinerja sekaligus menjaga efisiensi daya. Chipset ini diprediksi akan menjadi dapur pacu bagi perangkat seperti Honor Power 2 yang mengutamakan ketahanan.

    Content image for article: MediaTek Dimensity 9500s dan 8500 Resmi Meluncur, Bawa Era Baru Performa Flagship dan AI Generatif

    Dimensity 8500 mendukung teknologi penjadwalan yang akurat dan dilengkapi dengan memori LPDDR5X 9600Mbps. Kecepatan transfer data yang lebih tinggi dari sebelumnya ini memungkinkan pengguna menikmati proses data yang mulus.

    Hal ini juga berkontribusi pada daya tahan baterai yang lebih lama dalam pemakaian aplikasi harian, game, serta multitasking banyak aplikasi sekaligus, fitur yang sangat dinantikan pada perangkat seperti Redmi Turbo 5.

    Peningkatan signifikan terlihat pada sektor grafis dengan integrasi GPU Mali-G720. Kinerja puncak Dimensity 8500 diklaim meningkat 25 persen dibandingkan generasi sebelumnya, dengan konsumsi daya yang berkurang hingga 20 persen.

    Berkat inti komputasi dan mesin game yang mendapatkan upgrade penuh, chipset ini menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih segar, stabilisasi full frame, dan rapid loading.

    Dimensity 8500 juga tidak ketinggalan dalam menerapkan teknologi ray tracing pada game seluler. Kualitas visual yang dihasilkan menjadi lebih realistis, meningkatkan tingkat imersi pemain semakin dalam saat bermain game.

    Dari sisi kecerdasan buatan, NPU generasi ke-8 MediaTek mendukung model bahasa besar (LLM/MLLM) dan model generasi gambar yang digunakan secara luas. Ditambah dengan algoritma AI ultra-clear telephoto dan Dimensity AI semantic engine, chipset ini mampu mengoptimalkan konten visual pada setiap frame gambar secara cerdas. (Icha)