Kategori: OTT

  • GoTo Mau IPO, Berharap Dapat Himpun Pendanaan Rp15,2 triliun

    GoTo Mau IPO, Berharap Dapat Himpun Pendanaan Rp15,2 triliun

    Telko.idPT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GoTo IPO ((Initial Public Offering). Harapannya, mampu menghimpun pendanaan Rp15,2 triliun (USD 1,1 miliar), sehingga berpotensi menjadi salah satu IPO dengan nilai terbesar di Indonesia.

    Pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk ini akan berpotensi menjadi yang pertama dilakukan dengan menggunakan peraturan baru tentang saham dengan hak suara multipel (SDHSM) yang ditetapkan oleh OJK, serta peraturan pencatatan baru oleh BEI.

    GoTo mau IPO ini akan menawarkan sebanyak 48 miliar saham baru Seri A dengan kemungkinan ditingkatkan sampai dengan sebanyak-banyaknya 52 miliar saham baru dan mewakili hingga 4,35% dari modal ditempatkan dan disetor Perusahaan setelah selesainya IPO (tidak termasuk saham tambahan dari opsi penjatahan lebih).

    Dengan jumlah saham yang ditawarkan, perusahaan dapat mengumpulkan dana setidaknya Rp15,2 triliun (USD1,1 miliar), dengan tambahan Rp2,3 triliun (USD160 juta) dari greenshoe.
     

    Kisaran harga untuk IPO telah ditetapkan pada Rp316 hingga Rp346 per saham, sehingga kapitalisasi pasar saat pencatatan saham di BEI diperkirakan mencapai antara Rp376,6 triliun (USD26,2 miliar) dan Rp413,7 triliun (USD28,8 miliar).

    Grup GoTo berencana menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, untuk modal kerja guna mendukung strategi pertumbuhan perusahaan. Grup GoTo akan melakukan penawaran awal (book building) antara 15-21 Maret 2022. Masa penawaran umum ditargetkan akan dilakukan pada 29-31 Maret 2022. Pencatatan di Papan Utama BEI dengan kode saham GOTO akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan.

    GoTo telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau joint lead underwriters untuk IPO. Rincian IPO telah diumumkan pada acara Paparan Publik yang berlangsung hari ini, Selasa, 15 Maret 2022.

    Sayang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk ini masih merugi. Dalam prospektus awal initial public offering (IPO), GoTo memiliki total aset Rp 158,17 triliun per akhir September 2021.

    Dalam laporan keuangan per 30 September 2021, nilai rugi bersih GoTo mencapai Rp 11,58 triliun. Nilai kerugian GoTo itu naik dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 10,43 triliun. Sehingga, rugi per saham GoTo mencapai Rp 197 per saham pada September 2021, dibandingkan Rp 365 per saham pada periode yang sama tahun 2020. Sepanjang tahun 2020, GoTo masih merugi Rp 14,20 triliun.

    “Tapi kami tetap menjaga tingkat pertumbuhan nilai transaksi bruto (GDV) positif, yang terlihat dari adjusted EBITDA yang semakin membaik,” ujar CEO GoTo Andre Sulistyo dalam acara Due Diligence Meeting & Public Expose GoTo, di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

    Sementara itu, pendapatan GoTo per September 2021 mencapai Rp 3,40 triliun, naik dari tahun 2020 sebesar Rp 2,34 triliun.

    Sebagai bagian dari IPO, dan melanjutkan komitmen untuk memberikan dampak sosial positif yang maksimal, GoTo juga berencana untuk meluncurkan Program Saham Gotong Royong.

    Program ini akan memberikan kesempatan kepada mitra pengemudi, merchants, konsumen yang aktif dan setia, serta seluruh karyawan tetap, untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari IPO. (Icha)

  • INDICO, Strategi Jitu Telkomsel Bangun Ekosistem Digital Indonesia

    INDICO, Strategi Jitu Telkomsel Bangun Ekosistem Digital Indonesia

    Telko.id – INDICO merupakan identitas brand perusahaan PT Telkomsel Ekosistem Digital yag meupakan anak perusahaan Telkomsel. Brand ini nanti nya yang akan memperkuat akselerasi ekosistem digital di Indonesia. Yang nantinya juga akan menjadi holding company bagi bisnis vertikal di sektor digital.

    Pengenalan INDICO merupakan bagian dari semangat PT Telkomsel Ekosistem Digital untuk memperkuat identitas perusahaan sebagai penggerak perubahan yang akan mendorong hadirnya lebih banyak layanan digital yang inovatif.

    INDICO juga akan mengakselerasikan lahirnya beragam potensi talenta digital berdedikasi yang akan mengedepankan kolaborasi bersamastartup lintas sektor Tanah Air, para investor, maupun para pemangku kepentingan lainnya di industri digital, yang diharapkan dapat memberi dampak signifikan dalam penguatan perekonomian digital bangsa.

    ”Saya melihat sebuah transformasi yang luar biasa dari Telkomsel, karena di era transformasi ini kita tidak boleh terus berpuas diri dengan kondisi yang ada mengingat perubahan selalu terjadi. Telkomsel berani menancap gas dengan meluncurkan INDICO sebagai perusahaan aggregator dan market access untuk kreator lokal,” kata Erick Thohir, Menteri BUMN Republik Indonesia, saat peluncuran INDICO, Kamis (10/03) secara virtual.

    Erick juga berharap INDICO dapat membangun sebuah ekosistem yang diharapkan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi digital nasional. Karena itu, INDICO harus menjadi aggregator besar untuk pertumbuhan digital ekonomi versi Indonesia.

    “Sebagai bangsa besar, kita harus mempunyai ekosistem dan roadmap sendiri karena dunia Indonesia bukanlah dunia orang lain. Kita harus memastikan ekosistem ini yang menang, maka dari itu perlu inovasi dan transformasi. Saya berharap dengan peluncuran ini, akan ada banyak terobosan yang dihadirkan INDICO, bukan sekedar wacana tapi konkrit. Saya mengucapkan selamat kepada Telkomsel dan para direksi yang sehati dan punya visi sama untuk Indonesia 2045,” ungkap Erick menambahkan.

    “Telkomsel sebagai digital ecosystem enabler akan selalu siap menunjang berbagai kebutuhan synergy value yang dimaksimalkan INDICO dalam mengembangkan penetrasi bisnis vertikalnya untuk menciptakan inovasi digital yang berdampak pada perekonomian digital bangsa melalui dukungan keunggulan ekosistem aset dan bisnis Telkomsel,” ujar Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel pada acara yang sama.

    Ia pun berharap identitas brand perusahaan yang baru ini semakin memperkuat komitmen peta jalan transformasi Telkomsel sebagai bagian dari perusahaan BUMN terkemuka di Indonesia, TelkomGroup, dengan menjadikan INDICO sebagai digital ecosystem powerhouse dalam pertumbuhan ekonomi digital nasional yang inklusif untuk mengantarkan Indonesia menuju negara ekonomi digital terbesar ke-4 pada 2030.

    CEO INDICO Andi Kristianto mengatakan, “Sebagai perusahaan platform digital, INDICO hadir untuk menciptakan flywheel effect inovasi dalam mengembangkan solusi digital lintas sektor melalui pemanfaatan aset dan kapabilitas Telkomsel”.

    Ia juga menyebutkan akan berupaya untuk dapat mengeksplorasi berbagai potensi yang mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional, serta menjadikan Indonesia sebagai jembatan solusi digital sampai ke skala global, di Asia Tenggara. Dengan harapan, INDICO mampu menghadirkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia sekaligus memperkuat pemberdayaan talenta lokal untuk berkontribusi secara positif di pasar regional hingga global.”

    Pemilihan INDICO sebagai nama komersial dilatarbelakangi ambisi perusahaan untuk menciptakan ekosistem digital dengan mengedepankan semangat kolaborasi yang memberdayakan siapa saja. Pemberdayaan ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang untuk mempercepat kemajuan di berbagai aspek kehidupan.

    Dari sisi logo, penggunaan ilustrasi portal melambangkan peluang yang terbuka lebar melalui kolaborasi di ekosistem digital yang memberdayakan kemajuan. Sementara penggunaan huruf yang dinamis merepresentasikan agility untuk memberdayakan bisnis dan seluruh masyarakat Indonesia. Di samping itu, penggunaan warna merah dan putih melambangkan Indonesia dan keberanian untuk bereksplorasi, berinovasi, dan bergerak maju.

    Dalam menjalankan operasional bisnis, INDICO berfokus pada pengembangan solusi dan layanan lintas sektor yang berorientasi pada pelanggan melalui inovasi teknologi yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengakselerasi gaya hidup digitalnya. Pada tahap pengembangan gelombang pertama, INDICO akan fokus dalam mengembangkan tiga sektor industri digital prioritas, yakni kesehatan (health-tech), pendidikan (edu-tech),dan gaming yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong perekonomian digital nasional.

    Selain ketiga sektor tersebut, INDICO juga membuka kesempatan untuk memperluas portofolio bisnis vertikal ke lebih banyak sektor industri lainnya seiring perkembangan pasar dan membuka peluang kolaborasi dalam upaya mengembangkan perekonomian digital nasional.

    Sektor health-tech dan edu-tech menjadi dua sektor utama yang telah dikembangkan oleh INDICO, seiring dengan bergabungnya pengelolaan bisnis aplikasi Kuncie dan Fita.

    INDICO juga baru saja melakukan pengembangan di sektor gaming melalui pendirian Majamojo, sebuah perusahaan joint venture (JV) bersama PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa milik GoTo Group, dengan fokus bisnis sebagai game publisher. (Icha)

  • Keren, Tak Sekedar Game, Dinasti Garuda Bawa Unsur Sejarah Juga!

    Keren, Tak Sekedar Game, Dinasti Garuda Bawa Unsur Sejarah Juga!

    Telko.id – Dinasti Garuda merupakan game yang dibuat oleh anak bangsa. Masih muda-muda yang membuatnya tapi punya misi yang luar biasa. Ya, game ini membawa unsur sejarah Indonesia ke dalamnya. Tentu dengan sedikit dimasukan fiksi-fiksi agar tetap membuat game ini menarik dan tidak membosankan.

    Ya, pembuat game ini adalah PT Dinasti Garuda Nusantara yang berkolaborasi dengan Nusantara Interactive Studio. Masuk dalam game strategi ber-genre card battle. Dinasti Garuda akan membawa para pemain untuk menyelisik kisah dari  kerajaan-kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Nusantara sebelum  bangsa Indonesia tercipta.

    “Pada pembukaan game Dinasti Garuda ini, mengambil tema visi dan misi Kerajaan Majapahit untuk mempersatukan nusantara sesuai dengan Sumpah Palapa. Dinasti Garuda sendiri mengambil latar semua kerajaan-kerajaan di Indonesia dan dirangkum dalam 1 game. Dinasti Garuda sendiri baru bisa dimainkan bagi pengguna Android dan dapat diunduh di Google Play Store,” ungkap Rudi R. Kusnadi, Direktur PT Dinasti Garuda Nusantara.

    Jika di tengok di Google Play Store, yang mendonwload game ini sudah mencapai 500 gamer. Dan, dalam promosinya, akan berkunjung ke Sekolah, Universitas, menggandeng komunitas bahkan akan rutin menggelar turnamen agar game ini semakin banyak dimainkan.

    Menariknya, pada awal perilisan game ini akan terdapat lebih dari 10 buah kisah Kerajaan seperti Kerajaan Kutai Martadipura, Kerajaan  Tarumanegara, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit dan masih banyak  lagi kerajaan-kerajaan lainnya.

    Selain itu juga sudah ada 257 tokoh yang sesuai dengan diskripsi sejarah Indonesia, termasuk juga tentu tokoh mistis di dalamnya. Bahkan ada 88 senjata, 23 kitab-kitab pusaka kerajaan yang ada di Indonesia dan 27 wilayah.

    Menariknya, game ini juga dilengkapi dengan ratusan level untuk dimainkan ini akan  disampaikan melalui dialog visual serta voice actor yang akan mengiringi  pemain selama memainkan game mobile ini.

    Perkenalkan Sejarah Indonesia Melalui Game

    Game pertama besutan PT Dinasti Garuda Indonesia, diharapkan mampu memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada dunia. Selain itu, game ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia.

    Dimana, game ini memberikan edukasi kepada pemain dengan menampilkan karakter-karakter raja dan jenderal ternama dari kerajaan-kerajaan nusantara seperti Gajah Mada, Hayam Wuruk, Airlangga, Jaya Baya, Ken Arok dan ratusan  jenderal lainnya. Setiap raja dan jenderal akan memiliki deskripsi mengenai kisahnya  masing-masing sesuai dengan sejarah.

    Unsur edukasi lain yang diberikan yakni dalam setiap pertempuran di game ini akan membawa para pemain berkunjung pada tempat-tempat asli yang berada di Indonesia dan memiliki  nilai historis yang mendalam, mulai dari Candi Borobudur, Candi Prambanan, Benteng  Rotterdam, Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, dan masih banyak lagi tempat-tempat menarik.

    Kehadiran game yang memiliki unsur edukasi ini diharapkan dapat mengubah citra game di mata masyarakat yang melihat game hanya sebagai media hiburan dibandingkan media pembelajaran. Jadi selain menghibur, mempengaruhi dan memberikan informasi juga meng-edukasi masyarakat.

    Karakter Dinasti Garuda Bakal Dijual di NFT

    Sebagai salah satu visi dan misi, game Dinasti Garuda untuk memperkenalkan sejarah Indonesia ke luar negeri, nantinya juga menjual karakter-karakter yang ada dalam game ini bisa dimiliki dalam bentuk NFT.

    “Nantinya bagi mereka yang ingin membeli karakter NFT Dinasti Garuda bisa membelinya di marketplace yang menyediakan NFT,” ujar Rudi menambahkan.

    Apalagi, karakter yang ada digame ini mengambil tokoh-tokoh dari kerajaan yang dulu pernah ada di Indoensia. Karakter yang ada di game dibuat oleh para desainer-desainer muda Indonesia yang dinaungi Nusantara Interactive Studio.

    Ke-depannya Nusantara Interactive Studio juga akan membuat lomba untuk desain karakter-karakter baru untuk dimasukan dalam game ini. Dengan demikian, generasi muda yang mempunyai bakat desain karakter, desain fashion, juga bisa berkecimpung dalam perkembangan dunia game Indonesia. (Icha)

  • Bidanku, Aplikasi Buatan Halodoc Untuk Bantu Bidan

    Bidanku, Aplikasi Buatan Halodoc Untuk Bantu Bidan

    Telko.id – Bidanku, baru saja diluncurkan oleh Halodoc yang akan membantu bidan di Indonesia memaksimalkan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak. Aplikasi ini sudah dikembangkan sejak pertengahan 2021, Bidanku telah digunakan oleh bidan-bidan di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

    “Di tengah populasi penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat di berbagai wilayah. Peranan bidan dalam bantu jaga kesehatan Ibu dan Anak juga menjadi sangat penting di tengah kondisi penyebaran jumlah dokter dan fasilitas kesehatan yang belum merata di Indonesia,” ungkap Jonathan Sudharta, CEO & Co-Founder Halodoc menjelaskan pada peluncuran Bidanku, Kamis (03/02). 


    Lebih lanjut Jonathan menambahkan bahwa, “per Desember 2021 tercatat 266 ribu bidan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia, dengan sekitar 37 ribu bidan membuka praktiknya sendiri. Bidan juga bertanggung jawab untuk membantu 62% kelahiran di Indonesia, dan 85% pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC) secara nasional.

    Oleh karena itu, mengingat peran vital Bidan dalam menjaga kesehatan keluarga, Halodoc menghadirkan solusi inovasi untuk mempermudah Bidan menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. 


    Bidanku memiliki tiga fitur utama. Pertama, fitur pengingat pasien otomatis & ringkasan kesehatan, untuk meningkatkan dan memantau kunjungan kembali pasien, sehingga mengurangi kemungkinan kehamilan berisiko tinggi yang tidak diketahui, memantau keberlanjutan kontrasepsi sebagai bagian dari program Keluarga Berencana (KB), serta mengetahui keberlanjutan imunisasi.

    Fitur kedua adalah manajemen pasien, untuk mempermudah administrasi bidan dalam satu klik. Fitur ini mendigitalisasi perawatan kesehatan keluarga dari kehamilan hingga imunisasi.

    Dan fitur ketiga adalah in-app education library. Di dalam nya terdapat materi-materi untuk membantu bidan dalam melakukan edukasi pasien dengan cara yang lebih interaktif. Fitur ini dikembangkan berdasarkan fakta bahwa bidan memiliki peran penting dalam mengedukasi pasien. Sehingga, materi edukasi yang interaktif akan membantu pasien memahaminya lebih baik.

    Lebih lanjut, aplikasi Bidanku juga menjadi salah satu dukungan Halodoc pada program Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024 yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan.

    Menurut Farzikha Indrabhaskara Soerono, Chief of Product Officer Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan RI, tantangan terbesar dalam strategi transformasi digital di sektor kesehatan adalah pengumpulan data primer masyarakat.

    “Di daerah, data kelahiran bayi masih sangat lambat, bahkan harus menunggu berbulan-bulan untuk datanya bisa terekam di puskesmas. Padahal dari data-data ini kita bisa mengetahui risiko anak yang mengalami gizi buruk, misalnya. Sehingga, melalui platform digital ini, diharapkan akan memperluas jangkauan secara cepat dan di tengah pandemi, platform digital terbukti menjadi katalisator percepatan layanan kesehatan di Indonesia”.

    Namun, transformasi digital tidak berhenti disini. Mimpi besar kita semua adalah kedepannya masyarakat bisa punya akses ke personal health record, bahkan sebelum ibu hamil, sehingga mereka lebih paham dengan risiko, menentukan tindakan preventif, harapannya, bayi bisa lahir dengan baik dan progres kesehatannya bisa terus dipantau.

    Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes., Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga turut mengungkapkan pentingnya implementasi teknologi kesehatan dalam mendukung kualitas bidan guna mewujudkan Indonesia Sehat 2045.

    “Bidan menjadi profesi yang unik dan spesifik dalam membangun generasi yang berkualitas karena bidan bisa fokus pada kesehatan reproduksi perempuan, perencanaan keluarga, hingga kesehatan bayi dan balita. Bidan menjadi tenaga kesehatan yang strategis karena berada di tengah masyarakat dan mereka menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, apalagi sebagian besar bidan di Indonesia berada di daerah terpencil. Sehingga, peran bidan menjadi sangat penting”.

    Ia juga menyambut baik adanya platform digital yang mempermudah tugas bidan dalam menjangkau sasaran. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 5,5 juta ibu hamil dan 80% diantaranya dipantau oleh bidan. Platform digital akan mempermudah tugas bidan, memberikan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan secara realtime.

    Sementara itu, bidan juga dinilai memiliki peran penting dalam membantu fokus pemerintah mengentaskan stunting di Indonesia. Data Litbang Kemenkes menyebut Indonesia masih memiliki prevalensi stunting pada anak sebesar 30%.

    Di Indonesia, ada sekitar 74.000 desa, sehingga bidan memiliki kekuatan yang luar biasa. Bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan karena jumlahnya besar, mereka memiliki izin untuk antenatal care, edukasi terkait KB, memantau kondisi sampai ibu hingga melahirkan.

    “Sayang, hanya bidan yang bisa mengambil peran itu karena mereka sangat dekat dengan masyarakat, bahkan dokter sekalipun masih sangat terbatas untuk bisa menjangkau masyarakat di daerah. Sistem layanan kesehatan daerah perlu dibangun dengan lebih kuat, terutama dengan peran teknologi. Sehingga, apabila ada stressor seperti pandemi, pelayanan kesehatan di daerah akan lebih mampu merespon. Saya juga sangat mendukung serta mengucapkan selamat atas peluncuran aplikasi Bidanku untuk bidan bangsa, bidan kita semua,” kata dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K), Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat menjelaskan.

    Kedepannya, keberadaan telehealth diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Aplikasi Bidanku ini akan semakin memperkuat ekosistem teknologi Halodoc yang sudah ada saat ini yaitu untuk menyederhanakan akses kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Icha)

  • IMkas Kini Terintegrasi dengan Ekosistem Digital indosat Ooredoo

    IMkas Kini Terintegrasi dengan Ekosistem Digital indosat Ooredoo

    Telko.id – IMkas kini layanan nya diperluas. Langkah ini merupakan hasil kerjasama antara Indosat Ooredoo dengan Transaksi Artha Gemilang (TAG), perusahaan layanan pembayaran yang terafiliasi dengan Salim Grup.

    IMkas ini juga bertujuan untuk melengkapi solusi digital Indosat Ooredoo, mendorong adopsi pembayaran digital melalui penggunaan uang elektronik dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

    IMkas merupakan sarana untuk me-“Nikmati Kemudahan Dalam Satu Genggaman”, yang menawarkan cara baru bertransaksi keuangan yang mudah dan lengkap.

    Dengan menggunakan aplikasi IMkas, Anda bisa melakukan pembelian pulsa dan paket data seluler berbagai operator, token listrik, voucher game, pembelian asuransi untuk telepon genggam, kendaraan dan asuransi jiwa, pembayaran tagihan air, iuran BPJS, transaksi via QRIS, pengiriman uang antar pengguna dan bentuk-bentuk transaksi keuangan lainnya.

    Anda pun dapat melakukan investasi emas menggunakan aplikasi IMkas. Aplikasi IMkas hadir dalam bentuk mobile application yang dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple Store.

    Selain itu, IMkas juga telah terintegrasi dengan layanan ekosistem digital Indosat Ooredoo lainnya yang tersedia melalui aplikasi myIM3. Pengguna akan dengan mudah menggunakan IMkas untuk membeli produk Indosat Ooredoo berupa pulsa ataupun paket data seluler, langsung di aplikasi myIM3.

    Saat ini ada 62,3 juta pelanggan seluler Indosat Ooredoo yang hampir 70% diantaranya merupakan pengguna layanan data 4G yang terus online setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan digital lifestyle pelanggan, Indosat Ooredoo menyediakan koneksi internet yang handal serta layanan dan produk digital yang sederhana, transparan, dan relevan bagi mereka, termasuk kepada UMKM.

    “Melalui IMkas, kami ingin memperluas dukungan layanan Indosat Ooredoo kepada lebih dari 275 juta penduduk Indonesia. Aplikasi IMkas merupakan layanan telco agnostic dan Indosat Ooredoo sekali lagi menunjukkan komitmen untuk terus mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, sekaligus membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat Indonesia, termasuk UMKM, dengan mendorong adopsi pembayaran digital melalui penggunaan uang elektronik,” ungkap

    Ritesh Kumar Singh, Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo.

    Ritesh juga menambahkan bahwa dengan IMkas, Indosat Ooredoo juga ingin mengedukasi masyarakat tentang keuntungan dan pentingnya investasi dan asuransi.

    Sinergi antara Indosat Ooredoo dan TAG didasari oleh cita-cita untuk memberdayakan perekonomian masyarakat Indonesia, melalui teknologi berbasis digital. Dengan dukungan teknologi berbasis digital, kami berharap dapat memberikan kemudahan serta akses kepada lebih banyak orang untuk menggunakan pembayaran transaksi secara digital yang sesuai dengan anjuran Bank Indonesia.

    “Didukung dengan jaringan yang Indosat Ooredoo miliki tentu IMkas akan memiliki peluang besar dalam memberikan layanan yang optimal untuk para konsumen di seluruh Indonesia nantinya,” ujar Direktur TAG, Denny Dilham.

    Menurut laporan dari Facebook dan Bain Company tahun 2021, Indonesia menunjukkan pertumbuhan tertinggi terkait transformasi digital dalam 2 tahun terakhir di era pandemi ini. Salah satu catatan pentingnya menyebutkan bahwa Indonesia terus tumbuh dengan laju tertinggi di Asia Tenggara.

     Jumlah populasi konsumen digitalnya diperkirakan akan tumbuh dari 144 juta di tahun 2020 menjadi 165 juta di tahun 2021. Artinya ada penambahan 21 juta konsumen di usia 15 tahun ke atas, atau tumbuh sekitar 15%.

    Tentunya potensi di atas perlu ditunjang oleh adopsi pembayaran digital yang dapat diandalkan melalui pengembangkan layanan uang elektronik yang sederhana dan aman bagi masyarakat Indonesia. Indosat Ooredoo dan TAG berkomitmen untuk terus mengembangkan bentuk inovasi-inovasi digital yang baru untuk memudahkan konsumen, UMKM dan perusahaan melakukan transaksi keuangan secara digital. (Icha)

  • Yuk Hidup Sehat Bareng Fita dari Telkomsel

    Yuk Hidup Sehat Bareng Fita dari Telkomsel

    Telko.id – Telkomsel baru saja meluncurkan Fita, aplikasi kesehatan yang berfokus untuk mengubah perilaku masyarakat dengan menerapkan kebiasaan baik. Dengan mendorong gerakan #SehatMakinNikmat.

    Fita menyuguhkan localized content seputar kesehatan, nutrisi, dan berbagai program olahraga yang telah dikurasi oleh certified coach. Fita juga menyuguhkan berbagai program kesehatan berkolaborasi dengan sejumlah health enthusiast, diantaranya Ade Rai, Melanie Putria dan Kemal Mochtar. Aplikasi Fita kini juga telah dapat diunduh di Google Play Store dan Apple Store secara gratis.

    “Telkomsel menghadirkan Fita dengan visi untuk dapat memberikan solusi Kesehatan berbasis health-tech di tengah masyarakat melalui inovasi dan teknologi. Kami berharap hadirnya Fita akan membantu masyarakat menerapkan hidup sehat melalui ragam konten berkualitas dengan akses solusi berteknologi terkini serta mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih sehat,” ungkap Hendri Mulya Syam, Direktur Utama Telkomsel.

    Kedepannya, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel terus memperkuat konsistensi dalam menghadirkan lebih banyak peluang kemajuan bagi bangsa melalui solusi layanan berbasis digital yang sesuai dengan prinsip customer-centric di berbagai sektor lintas industri.

    Kehadiran Fita sendiri didasari oleh fakta yang menyebutkan bahwa sebagai negara berkembang, Indonesia kerap dihadapi oleh berbagai macam penyakit seperti hipertensi, kardiovaskular, diabetes, dan masyarakat yang masih terpaku pada pola hidup yang tidak sehat.

    Dilansir dari Riskesdas tahun 2018, lebih dari 63 juta penduduk Indonesia menyandang Hipertensi, yang mana penyakit ini menjadi salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit lainnya. Fakta lain mengemukakan, data dari Kementerian Kesehatan edisi Oktober 2020, Satgas COVID-19 menunjukkan bahwa dari 1488 pasien, 34,5 persen merupakan pasien penderita diabetes melitus.

    Terlepas dari itu, pandemi COVID-19 turut mendorong tumbuhnya tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Dalam kurun waktu waktu satu tahun terakhir ini, tren perbaikan pola hidup sehat semakin didorong melalui ragam program baik itu dari kementerian maupun pihak swasta. Komunitas kesehatan marak menyelenggarakan olahraga virtual dan webinar terkait wellness untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Dalam kesempatan yang sama di peluncuran Fita, Chief Executive Officer Fita Reynazran Royono menjelaskan, “Aplikasi kesehatan Telemedicine sudah mulai ramai dan diminati masyarakat. Jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk terhubung dengan layanan kesehatan. Namun saat ini belum banyak platform yang menekankan kontennya kepada pencegahan. Fita hadir untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan baik, mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan hidup lebih sehat, sehingga tidak mudah terserang penyakit sebagai bentuk pencegahan.”

    Aplikasi Fita sudah dapat dinikmati masyarakat sejak bulan Agustus 2021, dan antusiasme masyarakat terhadap konten yang dihadirkan Fita semakin tumbuh dengan lebih dari 350 ribu jumlah pengunduh hingga saat ini. Pertumbuhan tersebut turut mendorong keberhasilan Fita menduduki peringkat pertama di Google Play Store, menandai satu-satunya aplikasi kesehatan lokal di Top 10 Health & Fitness, hanya dalam satu bulan Fita dapat diunduh oleh masyarakat.

    Untuk mendaftar pada aplikasi Fita, pada tahap awal pengguna diwajibkan untuk menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi fisik dan healthy goal yang ingin mereka raih. Lalu, mereka akan diberikan daily task yang harus diselesaikan. Daily task ini bertujuan untuk membangun kebiasaan baik, agar terbentuk mindset yang merupakan langkah awal terciptanya pola hidup sehat.

    “Fita menawarkan personalized program untuk setiap pengguna. Melalui Fita, pengguna dapat mengukur sejumlah aktivitas seperti daily steps, guna mengetahui asupan kalori yang mereka konsumsi, dan menjumpai beragam workout video. Selain itu, pengguna dapat mengakses artikel kesehatan, meal plan, healthy recipe yang sudah dilengkapi dengan video memasak. Kami juga memberikan jaminan bahwa semua konten yang terdedia telah disupervisi oleh certified coach dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia dan nutritionist terbaik yang merupakan mitra strategis Fita,” jelas Reynazran.

    Memiliki goal untuk dapat menjadi the leading health-tech company yang berfokus dalam menyuguhkan preventive solution agar masyarakat terhindar dari penyakit, inovasi teknologi merupakan key development Fita dalam satu tahun ke depan. “Ke depannya fitur yang ada akan dilengkapi oleh AI technology untuk mencapai tingkat accuracy yang maksimal. Seperti contoh, pengguna bisa mengunggah foto makanan yang ia konsumsi untuk mendapatkan macronutrients,” Reynazran menambahkan.

    Dukungan juga diberikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara RI Erick Thohir yang menilai bahwa Fita akan menjadi solusi yang dapat membantu masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat agar tercipta kualitas hidup yang lebih baik.

    Di sesi acara peluncuran Fita, Erick Thohir mengemukakan pendapatnya, “Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengajarkan kita dua hal, yakni pentingnya bertransformasi dan pentingnya bagaimana kita menjaga kesehatan. Telkomsel sebagai bagian BUMN TelkomGroup tidak boleh lagi hanya mengandalkan model bisnis yang lama, tapi harus melakukan perubahan yang signifikan dengan bertransformasi menjadi perusahaan digital. Melalui peluncuran aplikasi Fita oleh Telkomsel, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengakses konten terkait kesehatan dan edukasi. Sudah saatnya menjaga kesehatan itu tidak mahal dan sulit.”

    Dalam kesempatan di acara peluncuran yang sama, Ade Rai sebagai binaragawan yang telah membawa pulang sederet prestasi nasional maupun internasional turut mendukung Fita dalam menggerakkan semangat #SehatMakinNikmat. Ade Rai berpendapat “Mengubah mindset dan menerapkan pola hidup sehat harus dimulai sedini mungkin.

    Ada koneksi kuat antara badan dan pikiran ketika kita menerapkan pola hidup sehat. Mencintai diri sendiri, membuatnya menjadi lebih baik dengan menjaga asupan makanan, menjaga aktivitas gerak dan melakukan workout secara teratur, akan mempengaruhi cara kita mengapresiasi hal disekitar kita. (Icha)

  • Telkomsel dan Zoom Hadirkan CloudX Meeting 2.0, Apa Kelebihannya?

    Telkomsel dan Zoom Hadirkan CloudX Meeting 2.0, Apa Kelebihannya?

    Telko.id – Telkomsel dan Zoom menghadirkan CloudX Meeting 2.0. Langkah pengembangkan ini untuk meningkatkan fitur layanan CloudX Meeting, yang terus menghadirkan berbagai inovasi terbaru untuk meningkatkan pengalaman video conference korporasi yang lebih komprehensif.

    Saat ini, sebagian besar sektor korporasi masih menerapkan work from home (WFH) sebagai cara untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi yang masih berlangsung, hal ini membuat aktivitas virtual meeting menjadi salah satu penunjang operasional korporasi yang paling dominan dimanfaatkan untuk memastikan produktivitas kerja tetap terjaga. Selain itu, aplikasi video conference telah mengubah cara masyarakat berkolaborasi dan berinovasi.

    “Oleh karena itu, unit bisnis Telkomsel Enterprise terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan menjalin kolaborasi bersama Zoom, platform video conference terkemuka untuk meningkatkan pengalaman CloudX Meeting, dengan mengadopsi sejumlah fitur unggulan yang akan meningkatkan pengalaman pelanggan saat melakukan video conference,” ungkap Dharma Simorangkir, Senior Vice President Enterprise Account Management Telkomsel.

    “Zoom Developer Platform telah memperkuat ekosistem Zoom untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan alur kerja para penggunanya. Program ISV Zoom secara khusus difokuskan pada jenis integrasi semacam ini untuk memberdayakan dan menumbuhkan ekosistem kami,” ujar Ricky Kapur, Head of APAC Zoom.

    Ricky menambahkan bahwa Telkomsel telah berhasil mentransformasikan cara penggunanya dalam mengakses dan menggunakan teknologi, membangun model bisnis baru, dan membawa berbagai jenis pengguna baru ke dalam platform ini. “

    Kepemimpinan Telkomsel dengan platform CloudX membuktikan kemampuan mereka dalam membangun pengalaman yang mulus, nyaman dan dipersonalisasi untuk setiap penggunanya. Tim kami sangat senang bisa bermitra dengan Telkomsel dan kami harap kolaborasi ini bisa memberikan kepuasan kepada para pelanggan,” ujar Ricky menambahkan.

    Kolaborasi Telkomsel dan Zoom ini meghasilkan sejumlah fitur unggulan pada CloudX Meeting 2.0. Mulai dari fitur Live Streaming to Social Media yang memungkinkan pengguna menyiarkan meeting yang sedang berlangsung ke platform media sosial seperti Facebook dan YouTube dengan mudah.

    Kemudian Unlimited Cloud Recording memungkinkan pengguna dapat menyimpan lebih banyak rekaman meeting di cloud storage dengan kapasitas mulai dari 10GB.

    Yang menarik, ada fitur Attendance Report yang akan membantu pengguna mengetahui ringkasan kehadiran para peserta meeting. Ada juga fiturCorporate Branding,  yang memudahkan pengguna untuk membuat link dan template email meeting sesuai dengan brand perusahaan; serta penambahan maksimum jumlah peserta yang mencapai 500 partisipan.

    Untuk dapat mengaktifkan layanan CloudX Meeting 2.0, pelanggan korporasi dapat mengajukan permohonan melalui Account Manager Telkomsel yang telah ditunjuk. Pelanggan juga bisa mendaftar secara mandiri melalui layanan MyEnterprise atau melakukan pembelian paket melalui aplikasi CloudX.

    Saat ini pembayaran dapat dilakukan menggunakan pulsa untuk pelanggan Telkomsel Prepaid, tagihan pulsa untuk pelanggan Telkomsel HALO, kartu kredit, dan didukung metode pembayaran lainnya.

    Ragam fitur tambahan ini memungkinkan CloudX Meeting 2.0 menjadi alat komunikasi yang mampu meningkatkan efektivitas komunikasi operasional korporasi hingga kolaborasi karyawan, namun juga membuka peluang dan kesempatan lebih luas dalam mengoptimalkan kolaborasi melalui saluran komunikasi yang terintegrasi.

    Harapannya juga, pengembangan CloudX Meeting 2.0 dapat semakin membantu segmen pelanggan korporasi, instansi pemerintah, maupun pelaku UKM untuk terus meningkatkan produktivitas melalui proses kerja yang lebih efektif dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital. (Icha)

  • Gojek dan Gogoro Kolaborasi, Siapkan Motor Listrik Buat Mitra

    Gojek dan Gogoro Kolaborasi, Siapkan Motor Listrik Buat Mitra

    Telko.id – Gojek dan Gogoro berkolaborasi untuk mempercepat pengadopsian kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Kolaborasi strategis ini menyatukan dua perusahaan teknologi paling inovatif di Asia yang fokus pada sustainability dan berkomitmen untuk menghadirkan era baru moda transportasi di perkotaan.

    Kemitraan Gojek (perusahaan GoTo Group) dan Gogoro, perusahaan teknologi global terdepan di ekosistem baterai swap yang mendukung mobilitas perkotaan secara berkelanjutan saat ini mencakup dua bidang kerja sama utama. Pertama, investasi GoTo Group di Gogoro melalui skema Private Investment in Public Equity (PIPE), kedua, kerja sama Gojek, Gogoro, dan Pertamina melalui skema percontohan baterai swap dan uji coba kendaraan Gogoro Smartscooter di Jakarta.

    “Salah satu tantangan terbesar di Indonesia dan di seluruh dunia dewasa ini adalah upaya mentransformasi moda transportasi perkotaan ke moda transportasi generasi baru, yang memanfaatkan kendaraan listrik roda dua yang cerdas, berkelanjutan, serta dapat diakses dan diterima oleh masyarakat luas,” ungkap Horace Luke, pendiri dan CEO Gogoro.

    Horace menambahkan bahwa dengan bekerjasama dengan Gojek dan melalui dukungan pemerintah Indonesia, perusahaannya itu sudah berada di jalur yang tepat.

    “Baterai swap dari Gogoro merupakan inovasi terkini pada pengisian bahan bakar listrik. Kami menghadirkan platform terbuka untuk mendukung produsen kendaraan roda dua dalam memperkenalkan kendaraan listrik yang dapat melakukan pengisian bahan bakar secara cepat, aman, dan mudah digunakan,” ujar Horace menambahkan.

    “Kemitraan antara Gojek dan Gogoro menyatukan dua perusahaan dengan visi dan pemikiran yang sama untuk pengadopsian kendaraan listrik sebagai pilihan moda transportasi di Indonesia. Ambisi ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, kemitraan seperti ini sangat penting, jika ingin mewujudkan tujuan kita untuk menata kembali moda transportasi dalam kota,” ujar Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek.

    Dengan menggabungkan jangkauan luas Gojek di Indonesia serta kemampuan Gogoro, Kevin menyakini bahwa dapat mempercepat perubahan dan berbagi manfaat kendaraan listrik kepada lebih banyak mitra driver dan konsumen. Ini merupakan langkah nyata Gojek untuk menjadi platform karbon-netral dan mentransisi 100% kendaraan listrik roda dua di tahun 2030.

    Uji coba Gojek x Gogoro

    Berbasis di Jakarta, uji coba Gojek dan Gogoro akan menghadirkan 250 Gogoro Smartscooter dan empat stasiun baterai swap GoStation yang akan berlokasi di SPBU Pertamina. Bersama-sama, kedua perusahaan berencana untuk meningkatkan uji coba menjadi 5.000 kendaraan listrik roda dua dan menghadirkan lebih banyak stasiun baterai swap.

    Gogoro telah menjadi pemimpin inovasi global dalam compact electric propulsion, desain baterai, baterai swap, dan layanan advanced cloud yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola ketersediaan dan keamanan baterai. Inti dari ekosistem Gogoro adalah Jaringan Gogoro (Gogoro Network), platform baterai swap yang sangat efisien dan diakui oleh Guidehouse Insights sebagai perusahaan baterai swap terkemuka untuk kendaraan ringan (lightweight) perkotaan di dunia.

    Dengan lebih dari 400.000 pengendara dan 2.100 stasiun baterai swap, jaringan Gogoro telah melayani 270.000 baterai swap harian dengan lebih dari 250 juta total baterai swap hingga saat ini.

    Selain Gogoro Network, pada tahun 2015 Gogoro juga meluncurkan Gogoro Smartscooter, pemenang penghargaan kendaraan listrik roda dua pintar pertama di dunia.

    Pada tahun 2019, Gogoro Network mengembangkan Powered by Gogoro Network Program (PBGN) yang memberikan akses kepada mitra produsen kendaraan Gogoro ke inovasi-inovasi yang dimiliki oleh Gogoro termasuk intelegence drivetrain dan pengontrolnya, komponen dan smart systems, sehingga mereka dapat mengembangkan dan meluncurkan kendaraan listrik yang unik dan terintegrasi dengan jaringan Gogoro baterai swap.

    Uji coba Gojek dan Gogoro juga sejalan dengan tujuan sustainability Gojek dan upaya berkelanjutan untuk mengurangi jejak karbon. Pada bulan April tahun ini, Gojek meluncurkan Sustainability Report pertama, yang juga memaparkan target Gojek untuk mencapai Nol Emisi pada tahun 2030, termasuk rencana mentransisi 100% armada roda duanya ke kendaraan listrik.

    Sebagai bagian dari rencana ini, Gojek secara aktif mencari cara untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, dengan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi hambatan pada penggunaan yang dihadapi mitra driver dan memastikan konsumen memperoleh pengalaman yang optimal.

    Investasi GoTo di Gogoro

    Pada September 2021, GoTo berinvestasi dalam pendanaan PIPE sehubungan dengan kombinasi bisnis yang dilakukan Gogoro dan Poema Global Holdings Corp. Transaksi ini ditargetkan selesai pada awal 2022.

    GoTo adalah grup teknologi terbesar di Indonesia dan ekosistem “go-to” untuk kehidupan sehari-hari yang terdiri dari platform on-demand terbesar (Gojek), platform e-commerce terbesar di Indonesia (Tokopedia), dan layanan pembayaran dan keuangan terkemuka (GoTo Financial). (Icha)

  • Beehive Drones Uji Coba Drop Logistik Medis Pakai Drone

    Beehive Drones Uji Coba Drop Logistik Medis Pakai Drone

    Telko.id – Beehive Drones melakukan uji coba operasional pesawat tanpa awak antar pulau dan daerah terpencil untuk last-mile delivery di Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada akhir Oktober 2021.

    Aktivitas uji coba ini merupakan bagian dari rangkaian rencana Beehive Drones sebagai penyedia sistem logistik obat-obatan untuk masyarakat di pulau dan daerah terpencil. Kegiatan uji coba ini dilakukan berkat kerja sama Beehive Drones dengan Tinc (Telkomsel Innovation Center), Departemen Teknik Transportasi Laut ITS, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kabupaten Sumenep.

    Kabupaten Sumenep memiliki sejumlah gugusan pulau kecil yang sangat membutuhkan sistem logistik terpadu. Selama ini, kebutuhan logistik di gugusan pulau tersebut dilayani oleh kapal. Akan tetapi, kapal tidak selalu siap memasok kebutuhan logistik setiap dibutuhkan.

    Beehive Drones berusaha menyediakan pesawat tanpa awak yang mengirimkan suplai medis sebagai solusi efektif dan efisien bagi kebutuhan daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan moda distribusi konvensional.

    Uji coba Beehive Drones ini jadi aktivitas pertama pesawat tanpa awak yang mengirimkan suplai medis antar pulau dan daerah sulit dijangkau.Targetnya, pesawat tanpa awak untuk kebutuhan logistik medis tersebut bisa dioperasikan di semester pertama tahun 2022.

    Proyeksi Kebutuhan Logistik dan Medis

    Wacana drone sebagai solusi sistem logistik sudah dibicarakan beberapa tahun belakangan. Hanya saja, persoalan regulasi dan kesiapan terkait wilayah udara Indonesia masih menjadi hambatan.

    CEO Beehive Drones, Albertus Gian Dessayes, menyatakan bahwa uji coba di Sumenep merupakan momen penting bagi perusahaan dan juga bagi lanskap penyedia layanan sistem penerbangan drone di Indonesia.

    Sedangkan bagi sistem logistik Indonesia, drone adalah jawaban praktis atas permasalahan last-mile delivery. Distribusi konvensional jadi lebih bisa terbantu karena drone memberikan kecepatan waktu antar dan kepraktisan sistem distribusi.

    Kabupaten Sumenep, yang terdiri sejumlah pulau kecil, mengandalkan moda transportasi laut untuk berbagai aktivitas mobilitas. Beehive Drones juga akan mengandalkan kapal laut dalam alur logistik last-mile delivery.

    Kapal laut akan sangat berguna sebagai moda transportasi antar pulau besar di area Sumenep. Tindakan ini juga sebagai pernyataan bahwa inovasi teknologi drone bukan berarti mematikan moda logistik lain. Justru, inovasi teknologi drone tetap membutuhkan kolaborasi dengan moda transportasi konvensional.

    Dengan alasan tersebut, Beehive Drones juga melakukan kolaborasi dengan Departemen Teknik  Transportasi  Laut  ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) yang memiliki pemahaman mumpuni tentang moda transportasi laut.

    Dari Kompetisi ke Komunitas Masyarakat

    Beehive Drones didirikan oleh tiga orang yang bertemu di Inggris ketika para founders menempuh pendidikan magister, yaitu Albertus Gian Dessayes, Anindita Pradana Suteja, dan Ishak Hilton Pujantoro Tnunay.

    Pada inisiatif pertamanya, bidang agrikultur dan kehutanan menjadi fokus Beehive Drones. Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dalam sebuah kompetisi inovasi teknologi di tahun 2018. Dari kompetisi tersebut, Beehive Drones mengembangkan sayapnya lebih lanjut.

    Beehive Drones saat ini menyediakan sistem pelayanan drone sebagai untuk membantu sejumlah industri konvensional di Indonesia. Hingga kemudian Beehive Drones bersama dengan Tinc, makin terpacu untuk memberikan ikhtiar penting di area-area yang sulit dijangkau di Indonesia.

    Tinc mendukung Beehive Drones untuk mengembangkan solusi drone medical delivery. Harapannya, ekosistem drone medical ini nantinya membantu industri kesehatan di dalam negeri maupun di luar negeri.

    Beehive Drones merupakan salah satu startup yang tergabung dalam  Tinc, sebuah program corporate accelerator Telkomsel. Saat ini Beehive Drones tengah berada pada tahapan akhir menuju commercial release.

    Sebagai sebuah program corporate accelerator Telkomsel, Tinc berperan sebagai wadah bagi startup lokal di tahapan pre seed dan seed untuk berakselerasi dan berkolaborasi bersama Telkomsel membangun commercial solution.  Startup binaan Tinc memiliki kesempatan untuk dapat mensinergikan bisnisnya dengan ekosistem digital Telkomsel.

    “Inisiatif yang dijalankan bersama Beehive Drones ini merupakan salah satu contoh perwujudan komitmen Tinc untuk dapat  berkolaborasi dengan startup Tanah Air dalam menghadirkan solusi digital inovatif yang dapat memecahkan permasalahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Jockie Heruseon, Vice President Business Development Telkomsel.

    Jockie menambahkan bahwa Pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak yang dilakukan bersama Beehive Drones untuk kebutuhan logistik menghadirkan solusi untuk membantu masyarakat di area-area yang sulit terjangkau.  Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara merata untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia hingga wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

    “Kami bangga dapat berkolaborasi dalam innovative project ini melalui jaringan infrastruktur terdepan yang kami miliki. Ke depannya, Telkomsel melalui Tinc akan terus membuka semua peluang untuk berkolaborasi dengan startup Tanah Air untuk dapat menghadirkan solusi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia”, ungkap Jockie.

    Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel secara konsisten menghadirkan jaringan broadband berteknologi terdepan dengan jangkauan terluas dan kualitas merata melalui pembangunan Base Transceiver Station (BTS) terbaru yang sepenuhnya menggunakan teknologi terdepan 4G LTE.

    Hingga kini, Telkomsel telah membangun lebih dari 237.000 BTS yang sebagian besar sudah terhubung teknologi broadband 3G/4G di seluruh penjuru negeri, dan melayani 169 juta pelanggan di 95% wilayah populasi. Untuk di wilayah Jawa Timur sendiri, Telkomsel telah menghadirkan sekira 25.000 unit BTS broadband 3G/4G, dan sekira 600 BTS broadband di wilayah  Sumenep.

    Masalah yang dilihat bersama oleh Beehive Drones dan Tinc adalah sejumlah daerah di Indonesia termasuk daerah tertinggal, sulit dicapai, dan terpencil. Kekurangan infrastruktur dan pembangunan daerah yang tidak merata juga jadi masalah tambahan.

    Seirama dengan pernyataan Jockie, Gian juga menyatakan bahwa inisiatif Beehive Drone adalah sebuah ikhtiar masalah besar logistik medis di area terpencil.

    “Kami mengadakan FGD dengan dokter-dokter di Indonesia, waktu itu ada 20 sekian kabupaten yang hadir. Mereka menyatakan bahwa pasti ada daerah yang sulit ditempuh dan ada orangnya. Oleh karena itu, kami berikhtiar memecahkan masalah ini dengan pesawat tanpa awak,” ucap Gian.

    “Telkomsel dan Tinc lebih dari sekedar tempat kami inkubasi. Telkomsel dan Tinc itu strategic partner kami. Telkomsel memiliki jaringan infrastruktur komunikasi yang sangat kami andalkan untuk operasional drone di daerah pedalaman,” jelas Gian menjelaskan vitalnya jaringan Telkomsel.

    “Dengan Tinc, Beehive Drones juga berhasil mengombinasikan teknologi yang dimiliki dengan teknologi Telkomsel. Sehingga menghasilkan peningkatan teknologi yang dapat dijadikan solusi di daerah-daerah pedalaman. Seperti yang akan dilakukan di Sumenep, Madura,” lanjut Gian mengenai kolaborasi Beehive Drones dengan Telkomsel.

    Maka, kombinasi inovasi Beehive Drones dan Tinc diproyeksikan jadi kombinasi bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama yang berada di area-area terpencil.

    Industri medis tanah air bisa memanfaatkan ekosistem medical drone yang dikembangkan sebagai solusi sejumlah keperluan logistik medis, last-mile delivery, dan banyak masalah lain.

    Target pengembangan medical drone ini juga tidak hanya untuk kebutuhan Indonesia. Sejumlah negara lain juga mengalami permasalahan logistik medis yang sama dengan Indonesia. Maka, medical drone ini juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan luar negeri.

    Kolaborasi tersebut mendapat sambutan hangat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia karena sejalan dengan tujuan dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (Icha)

  • Pengguna Aplikasi Laut Nusantara Kini Ada 55 Ribu Nelayan!

    Pengguna Aplikasi Laut Nusantara Kini Ada 55 Ribu Nelayan!

    Telko.id – Aplikasi Laut Nusantara yang diinisiasi oleh XL Axiata dan BROL atau Balai Riset dan Observasi Laut sudah digunakan oleh 55 ribu nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia. Operator ini pun bertekad untuk terus mengembangkan aplikasi Laut Nusantara untuk mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat digitalisasi sektor perikanan tangkap.

    Langkah ini diapresiasi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M. menyempatkan diri meninjau cara kerja aplikasi Laut Nusantara, dalam peringatan HUT ke-22 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang dilaksanakan di Desa Pulau Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (26/10).

    “Program aplikasi Laut Nusantara ini sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dalam jangka panjang, yang antara lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena itu, saya sangat mengapresiasi upaya XL Axiata dan BROL yang telah membangun aplikasi Laut Nusantara ini, yang terbukti memudahkan nelayan kecil menangkap ikan di laut,” ungkap Trenggono.

    Ia pun berharap aplikasi ini bisa terus dikembangkan sehingga nilai manfaatnya maksimal lagi. Jika nelayan bisa lebih produktif, maka kualitas hidup mereka juga akan ikut meningkat.

    Trenggono pada kesempatan yang sama juga menyebutkan bahwa kementerian yang dipimpinnya tengah menyiapkan roadmap pengelolaan sektor kelautan dan perikanan Indonesia dalam jangka waktu panjang hingga 2045.

    Roadmap ini bentuk komitmen pemerintah Indonesia melalui KKP dalam menerapkan prinsip ekonomi biru pada sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan untuk pembangunan ekonomi nasional. Implementasi ekonomi biru merupakan kewajiban semua pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah serta masyarakat kelautan dan perikanan.

    Untuk itu menurutnya perlu komitmen bersama dalam menghadirkan laut Indonesia yang sehat untuk pembangunan ekonomi nasional.

    Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan  Bidang Media dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto menyampaikan, “Kami berterimakasih atas peran XL Axiata yang selama ini telah aktif membantu nelayan tradisional dalam menangkap ikan melalui aplikasi Laut Nusantara. Kita harapkan digitalisasi di sektor perikanan tangkap terus diperkuat agar nelayan bisa sejahtera dan laut sehat.”

    ”Saat ini sekitar 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara, mayoritas merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bersama Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), serta instansi lainnya seperti BAKAMLA dan sejumlah pemerintah daerah, kami juga terus melaksanakan sosialisasi kepada lebih dari 5.000 nelayan di 29 kota/kabupaten di berbagai provinsi tentang penggunaan aplikasi ini,” ujar Marwan O Baasir, Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata menjelaskan.

    Menurutnya, tujuan utama XL Axiata adalah berharap nelayan Indonesia mampu meningkatkan kualitas hidup mereka melalui penggunaan teknologi digital.

    Marwan juga menambahkan bahwa implementasi aplikasi Laut Nusantara secara luas ke berbagai daerah merupakan bagian dari komitmen XL Axiata dalam upaya memberikan edukasi dan peningkatan literasi digital di kalangan nelayan kecil.

    Program ini juga searah dengan upaya perluasan jaringan 4G ke berbagai pelosok Nusantara, termasuk ke area-area 3T (tertinggal, terdepan, terluar), di mana sebagian di antaranya ada di wilayah pesisir. Selain terus memperluas jaringan, XL Axiata berusaha untuk ikut mendorong peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat yang masih awam dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas mereka.

    Dalam rangka memeriahkan HUT ke-22 KKP RI tersebut, XL Axiata memberikan penghargaan kepada sejumlah nelayan Belitung atas kegigihan dalam mencari ikan dan keaktifan menggunakan aplikasi Laut Nusantara. Penghargaan diberikan kepada nelayan dalam bentuk smartphone Laut Nusantara, ada sebanyak 10 unit. Selain itu, XL Axiata juga menyerahkan donasi 4 unit wifi router untuk membantu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di desa-desa nelayan.

    Pengembangan aplikasi Laut Nusantara saat ini sudah sampai pada memperkaya fitur-fitur yang bisa mendeteksi lokasi keberadaan jenis-jenis ikan dengan nilai ekonomi tinggi. Ikan-ikan tersebut adalah Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, Cakalang, Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore. Saat ini XL Axiata dan BROL juiga sedang menyiapkan fitur baru untuk mendeteksi keberadaan ikan bernilai ekonomi tinggi lainnya. (Icha)