Kategori: OTT

  • Gojek Perluas GoTransit ke Solo – Yogyakarta

    Gojek Perluas GoTransit ke Solo – Yogyakarta

    Telko.id – Dalam rangka memperingati momentum Hari Angkutan Nasional yang diperingati setiap 24 April, Gojek luncurkan dua inovasi terbaru di GoTransit, yaitu ekspansi integrasi GoTransit di Solo – Yogyakarta serta fitur Edit Stasiun.

    Masyarakat kini juga dapat bepergian dan berwisata dengan makin hemat dengan adanya program promosi spesial GoTransit.

    Sebagai solusi multimoda pertama di dunia yang menggabungkan layanan ride-hailing dan transportasi publik dalam satu transaksi, GoTransit telah resmi diperkenalkan pada September 2023 untuk wilayah Jabodetabek.

    Catherine Hindra Sutjahyo – Presiden Unit Bisnis On-Demand Service GoTo menjelaskan inovasi terbaru dari GoTransit sebagai produk pertama di dunia yang menggabungkan transportasi umum dengan ride hailing.

    Baca juga : Ini Strategi Bisnis GoTo Untuk 2024

    “Awalnya, pengguna Commuter Line bisa membeli tiket melalui aplikasi Gojek, namun kini sejalan dengan misi pemerintah untuk digitalisasi, kita mengangkat satu langkah lebih jauh lagi, lewat GoTransit ini dengan satu klik bisa beli tiket naik GoRide, naik KRL, naik GoRide lagi. Inilah semangat gotong royong dan saling melengkapi, sekaligus jadi bukti anak Indonesia bisa menjadi yang terdepan,” ungkap Catherine menjelaskan.

    #1 Ekspansi integrasi GoTransit di Solo-Yogyakarta

    Bertepatan dengan momen Adeging Mangkunegaran ke-267, fitur GoTransit di Solo-Yogyakarta kini tak hanya menjual tiket Commuter Line, tapi juga menawarkan satu paket perjalanan terintegrasi seperti yang telah tersedia di Jabodetabek sejak September 2023.

    Masyarakat di Solo-Yogyakarta, termasuk mahasiswa, pelajar maupun wisatawan, bisa memesan layanan GoRide ke dan dari stasiun, serta membeli tiket Commuter Line cukup dalam satu transaksi.

    Inovasi ini merupakan bentuk komitmen Gojek dalam mendukung program pemerintah daerah menyediakan layanan transportasi umum yang mudah diakses dan nyaman untuk masyarakat. 


    #2 Fitur ‘Edit Stasiun’ untuk berikan fleksibilitas perjalanan 


    Selain rekomendasi rute dan panduan perjalanan, GoTransit kini dilengkapi dengan fitur ‘Edit Stasiun’. Lewat fitur ini pengguna bisa memilih rute perjalanan sesuai kebutuhan.

    Misalnya memilih rute yang paling cepat durasi total perjalanannya, paling murah biayanya, maupun paling sedikit transit atau berpindah kereta dengan memanfaatkan fitur ini. Untuk mengakses fitur ini, pengguna hanya perlu meng-update aplikasi Gojek ke versi terbaru. 


    #3 Voucher diskon khusus pengguna GoTransit

    Selain kemudahan fitur, GoTransit juga menawarkan biaya perjalanan yang hemat, dengan menawarkan kode promo GOSTASIUN untuk mendapatkan diskon perjalanan GoTransit hingga 90%.

    Program ini merupakan komitmen Gojek dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan adopsi penggunaan layanan transportasi umum.

    Dengan menghadirkan solusi mobilitas terintegrasi, GoTransit turut mendukung pemerintah meningkatkan ridership transportasi umum, khususnya di area perkantoran, sekolah dan kampus, hingga destinasi pariwisata di akhir pekan.

    Sebelumnya, penelitian Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (PUSTRAL UGM) pada 2023 mengungkapkan pengguna GoTransit dapat menghemat waktu tempuh perjalanan sebesar 15% serta menghemat biaya hingga 27% dibanding pola perjalanan sebelumnya.

    Tak hanya itu, riset tersebut juga menunjukkan minat pengguna Gojek untuk naik transportasi publik meningkat 38% berkat adanya GoTransit. Saat ini, GoTransit sukses menjadi kanal digital yang paling banyak yang menjual tiket Commuter Line serta meningkatkan penggunaan tiket digital hingga 300%. (Icha)

  • Mudik Lebaran, Gojek Hadirkan Ragam Layanan dan Penawaran Khusus

    Mudik Lebaran, Gojek Hadirkan Ragam Layanan dan Penawaran Khusus

    Telko.id – Gojek, penyedia layanan on-demand services dari Grup GoTo terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang dapat menunjang ragam kebutuhan mobilitas masyarakat, termasuk pada momen libur Hari Raya Idulfitri.

    Steven Halim, Head of Transportation and Logistic Gojek mengatakan bahwa tradisi mudik di Hari Raya Idulfitri memunculkan kebutuhan transportasi first mile dan last mile di masyarakat untuk menjangkau area-area transportasi publik seperti bandara, stasiun atau pun terminal bus.

    “Melihat tren beberapa tahun ke belakang, kami bangga dapat menjadi bagian dari momen penting keluarga Indonesia untuk menjalankan tradisi mudik,” Steven Halim, Head of Transportation and Logistic Gojek.

    Gojek pun berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dengan hadirnya beragam opsi mobilitas, penawaran menarik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dengan lebih hemat, hingga fasilitas tambahan di area-area transportasi publik.

    Baca juga : Gojek Gandeng Lion Group, Akses Gojek pun Jadi Mudah

    Steven menambahkan bahwa Gojek telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari tradisi mudik tanah air. Hal ini dapat dilihat melalui data internal Gojek tahun 2023 lalu yang menunjukkan terjadinya peningkatan perjalanan yang sangat signifikan pada periode jelang Hari Raya Idulfitri menuju tempat keberangkatan mudik seperti bandara, stasiun kereta api dan terminal bus.

    Data tersebut juga menunjukkan puncak perjalanan menuju tempat keberangkatan mudik terjadi pada H-4 dan H-3 dari Hari Raya Idulfitri. Sedangkan pada momen arus balik mudik, tren peningkatan penggunaan GoCar terjadi pada H+4 dan H+5.

    Mengingat perjalanan mudik dilakukan bersama dengan keluarga, pilihan kendaraan berkapasitas besar yakni GoCar XL juga turut meningkat secara signifikan. Peningkatan dalam layanan transportasi Gojek menjadi salah satu bagian yang berkontribusi pada peningkatan 4% pendapatan bruto unit bisnis On-Demand Service GoTo atau Gojek di sepanjang 2023.

    Tren tersebut diprediksi akan berulang tahun ini mengingat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memperkirakan potensi pergerakan masyarakat Indonesia selama Hari Raya Idulfitri 2024 mencapai 193,6 juta orang.

    Jumlah tersebut meningkat dibanding mudik tahun lalu, dengan kereta api dan bus diperkirakan menjadi moda paling banyak digunakan.

    Untuk menjawab kebutuhan mobilitas selama periode mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 2024 tersebut, Gojek memiliki beberapa rekomendasi dan penawaran:

    • Bepergian bersama keluarga hingga 6 orang menggunakan layanan GoCar XL 

    • Bepergian dengan armada kendaraan yang lebih baru dan nyaman menggunakan GoCar Comfort
    • Bepergian dengan armada yang ekonomis, mulai dari Rp7ribu menggunakan layanan GoCar Hemat 

    • Diskon GoCar senilai total Rp200 ribu untuk perjalanan pergi menuju dan dari seluruh bandara di Indonesia dengan kode GOBANDARA, dan berlaku dari 25 Maret – 30 April 2024 

    • Eksklusif untuk pelanggan maskapai Lion Group yang melakukan transaksi tiket melalui situs lionair.com, batikair.com, superairjet.com dan bookcabin.com, berkesempatan membeli paket perjalanan GoCar seharga Rp10.000 dengan total penghematan Rp100.000. 


    Eksklusif untuk pelanggan maskapai Lion Group yang melakukan transaksi tiket melalui situs lionair.com, batikair.com, superairjet.com dan bookcabin.com, berkesempatan membeli paket perjalanan GoCar seharga Rp10.000 dengan total penghematan Rp100.000. 


    Kolaborasi Gojek dan KCIC Hadirkan Fasilitas Titik Jemput, Ruang Tunggu Nyaman dan Program Promosi Eksklusif untuk Pengguna
Kehadiran Kereta Cepat Whoosh yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), menjadi opsi populer bagi masyarakat yang akan bepergian dari Jakarta ke Bandung maupun sebaliknya, termasuk untuk kebutuhan mudik dan libur Hari Raya Idulfitri.

    Data internal Gojek menunjukkan, perjalanan GoCar dari dan menuju Stasiun Whoosh terus tumbuh signifikan dalam 6 bulan terakhir seiring bertumbuhnya jumlah penumpang Whoosh. 


    Menjawab antusiasme masyarakat dalam menggunakan Whoosh, Gojek menawarkan diskon perjalanan GoCar hingga 95% khusus perjalanan dari dan menuju stasiun Whoosh, dengan memasukkan kode GOWHOOSH di halaman promo pada aplikasi Gojek.

    “Di luar program promosi, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan terdepan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna kami yang pergi menggunakan Whoosh r,” jelas Steven.

    Sama halnya dengan dukungan kami terhadap moda transportasi lain, saat ini di aplikasi Gojek telah terdapat titik jemput dan titik drop-off yang bisa dipilih pengguna saat akan mengakses perjalanan dari dan menuju seluruh stasiun Whoosh. Khusus di Stasiun Whoosh Halim, kami juga telah mengoperasikan customer lounge khusus bagi pelanggan setia GoCar. 


    Terkait kolaborasi Gojek dan KCIC ini, Direktur Manajemen Proyek dan Pengembangan Bisnis PT Kereta Cepat Indonesia China, Allan Tandiono mengatakan, “Seiring beroperasinya Whoosh sejak 2023 yang telah capai 2 juta penumpang, integrasi antar moda untuk meningkatkan aksesibilitas dan memberikan kemudahan masyarakat dari dan menuju Stasiun Whoosh terus menjadi prioritas kami.

    Kami berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, termasuk Gojek sebagai perusahaan teknologi yang memiliki kesamaan visi dengan kami untuk menyediakan moda transportasi modern yang nyaman dan aman sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

    Hadirnya titik jemput maupun lounge penumpang GoCar diharapkan menjadi fasilitas penunjang yang dapat memberikan kenyamanan untuk masyarakat yang beraktifitas di stasiun Whoosh Halim, khususnya saat akan menggunakan moda lanjutan GoCar setelah menggunakan layanan Kereta Cepat Whoosh. (Icha)

  • Wakili Indonesia, Grup GoTo Hadir di Pameran E-Commerce Tiongkok

    Wakili Indonesia, Grup GoTo Hadir di Pameran E-Commerce Tiongkok

    Telko.id – Grup GoTo, mewakili Indonesia hadir di Indonesia Pavilion dalam pameran eCommerce di Fuzhou, Tiongkok.

    Kehadiran GoTo ini merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia beserta Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Komite Hubungan Industri untuk Tiongkok.

    Kegiatan ini adalah wujud kontribusi Grup GoTo sebagai perusahaan teknologi asli Indonesia untuk mendukung upaya pemerintah dalam perdagangan bilateral antar Indonesia-Tiongkok, berbasis keunggulan teknologi.

    Ade Mulya, Chief Public Policy and Government Relations Grup GoTo menjelaskan kebanggaan perusahaan dalam memenuhi undangan Pemerintah dalam mewakili Indonesia bersama pelaku bisnis nasional lainnya.

    Baca juga : Dalam Setahun, GOTO Mampu Pulihkan Kinerja EBITDA

    “Sebagai bagian dari delegasi Indonesia, kami bangga dapat menunjukkan kemajuan perkembangan teknologi dan inovasi bisnis dari ekosistem digital terbesar di Indonesia. Kami sangat senang bahwa cerita kami sebagai perusahaan teknologi karya anak bangsa dapat go-global dan meningkatkan posisi tawar Indonesia di mata investor global,” kata Ade.

    Ia pun menyebutkan bahwa melalui kehadiran kami di Indonesia Pavilion, Grup GoTo siap mendukung misi Pemerintah dalam meningkatkan peluang dagang dan investasi ke tanah air yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

    Indonesia Pavilion di Fuzhou merupakan ‘rumah Indonesia’, bagian dari pameran e-commerce yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dari 18-20 Maret 2024.

    Kegiatan ini hadir untuk melanjutkan komitmen pemerintah Indonesia – Tiongkok di Program “Two Country, Twin Parks”, program kerjasama yang lahir di G20 Summit di Bali pada 2022 dalam upaya mendorong secara cepat perdagangan dan investasi antar kedua negara.

    Kehadiran GoTo ini juga melanjutkan kolaborasi Grup GoTo bersama Kementerian Investasi/BKPM Republik Indonesia yang sebelumnya pernah menghadirkan merchant GoFood dan Moka mewakili Indonesia dalam Indonesia Pavilion di Davos, Swiss berturut-turut pada 2022 dan 2023.

    Acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut dihadiri oleh perwakilan delegasi Indonesia, termasuk Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, H.E Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Didi Sumedi.

    Serta Staf Khusus Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Jona Widhagdo Putri dan Ketua Kamar Dagang Indonesia dan Komite Hubungan Industri untuk Tiongkok, Garibaldi Thohir beserta jajaran.

    Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, H.E Djauhari Oratmangun dalam kunjungannya di booth GoTo mengatakan “Kami bangga atas partisipasi GoTo Group di dalam Indonesia Pavillion yang menampilkan kemajuan ekonomi digital karya anak bangsa Indonesia. Dukungan GoTo Group ikut mempererat hubungan baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Tiongkok.”

    Pameran perdagangan yang berlangsung sejak 2021 ini dilakukan setiap musim semi dengan total 10 ribu exhibitor dan lebih dari 200 ribu pengunjung dari domestik dan internasional.

    Pameran global ini bertujuan menunjukkan perkembangan serta inovasi produk dan layanan terkini seperti platform e-commerce, pergudangan logistik, maupun penyedia layanan teknologi lainnya. (Icha)

  • Dalam Setahun, GOTO Mampu Pulihkan Kinerja EBITDA

    Dalam Setahun, GOTO Mampu Pulihkan Kinerja EBITDA

    Telko.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatatkan EBITDA Grup yang disesuaikan (adjustment) positif untuk pertama kalinya di kuartal 4-2023 senilai Rp 77 miliar, dari kuartal 4-2022 yang masih rugi EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp 3,14 triliun.

    Dengan demikian, perseroan mampu merealisasikan panduan kinerja yang ditetapkan sejak awal tahun lalu. Pemulihan itu juga tampak dari EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh yang mampu melebihi panduan kinerja.

    Di awal tahun, manajemen GOTO menetapkan rugi EBITDA yang disesuaikan dalam setahun penuh yakni negatif Rp 4,5 triliun dan batas bawahnya negatif Rp 3,8 triliun.

    Namun dalam setahun, GOTO mampu memulihkan kinerja EBITDA yang disesuaikan negatif Rp 3,67 triliun, membaik 77% dari tahun sebelumnya negatif Rp 16,01 triliun.

    Baca juga : Ini Strategi Bisnis GoTo Untuk 2024

    Artinya, nilai rugi EBITDA yang disesuaikan itu lebih baik 18% dari batas atas dan 3,4% dari batas bawah yang mengindikasikan terjadi perbaikan yang didorong inovasi produk dengan menjangkau segmen pasar lebih luas serta pengelolaan beban secara disiplin.

    Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, menjelaskan, GoTo telah meletakkan landasan operasional yang kuat dengan tercapainya EBITDA yang disesuaikan positif pada Q4-2023 dan terjalinnya kemitraan strategis dengan TikTok pada bisnis e-commerce yang akan berdampak luas kepada bisnis-bisnis Financial Technology dan On-Demand Services.

    Oleh sebab itu, ke depannya, fokus perseroan adalah untuk memperkuat landasan ini agar dapat mendorong pertumbuhan yang lebih cepat dan profitable.

    “Perseroan mengedepankan inovasi produk dan keunggulan operasional, dengan tujuan meningkatkan nilai yang Perseroan berikan pada konsumen eksisting, meningkatkan wallet share, serta menumbuhkan basis konsumen,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (19//3).

    Dalam keterangan resmi, Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, menjabarkan, perseroan mencatatkan peningkatan profitabilitas di setiap unit bisnis pada kuartal keempat, dibandingkan tahun sebelumnya.

    Unit bisnis On-Demand Services mencatatkan EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal tersebut, sementara itu, unit bisnis Financial Technology terus berekspansi dengan tetap mempertahankan perbaikan EBITDA yang disesuaikan secara year-on-year dan quarter-on-quarter.

     Jacky mengatakan, bisnis E-Commerce juga mencapai EBITDA yang disesuaikan positif untuk kuartal keempat meski berada di tengah kompetisi ketat. Lebih lanjut, bisnis tersebut akan menguntungkan secara kas untuk perseroan sebagai hasil dari perjanjian dengan TikTok.

    “Perseroan berharap dapat mencapai EBITDA yang disesuaikan impas (breakeven) secara Grup untuk keseluruhan 2024, dan secara bersamaan menginvestasikan kembali pendapat yang diperoleh kepada kegiatan bisnis perseroan secara berkelanjutan, seiring upaya menuju pertumbuhan top line.

    ” Pendapatan Tumbuh 30% Tahun lalu, GOTO mampu mencetak pendapatan bersih mencapai Rp 14,79 triliun, naik 30,28% dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya Rp 11,35 triliun.

    Perseroan juga mampu menurunkan beban di antaranya beban pokok pendapatan yang susut 7,06% menjadi Rp 5,09 triliun di tahun lalu, dari tahun sebelumnya Rp 5,48 triliun.

    Penurunan juga terjadi di beban penjualan dan pemasaran yang sangat signifikan, hingga 54,35% menjadi Rp 6,43 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 14,09 triliun.

    Dengan demikian, induk Gojek dan GoTo Financial (GTF) ini mampu memangkas rugi operasional (rugi usaha) di tahun 2023 menjadi Rp 10,28 triliun, turun 66,11% dari tahun sebelumnya rugi usaha Rp 30,33 triliun.

    Sementara itu, khusus di kuartal 4-2023, nilai transaksi bruto (GTV) GOTO tercatat sebesar Rp 163,0 triliun, naik 8% dari kuartal sebelumnya dan 1% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Manajemen GOTO menyatakan kenaikan GTV didorong tajamnya fokus perseroan ke golongan konsumen yang memprioritaskan harga. (Icha)

  • Rabu Gratis, Jajan Asyik Ada Jaminan Gratis Ongkir

    Rabu Gratis, Jajan Asyik Ada Jaminan Gratis Ongkir

    Telko.id – GoFood luncurkan program Rabu Gratis untuk memanjakan pelanggan dengan ongkir gratis setiap hari Rabu.

    Cukup dengan memilih icon Mode Hemat di halaman utama GoFood, pelanggan dapat menikmati jutaan menu favorit mereka tanpa perlu bayar ongkos kirim dengan memilih Mode Hemat sebagai opsi pengiriman.

    “Program Rabu Gratis adalah bagian dari Mode Hemat yang memang kami hadirkan untuk semakin memanjakan pelanggan. Program ini menjadi salah satu cara GoFood untuk berinovasi menawarkan ongkir gratis dengan tetap menjaga keberlangsungan bisnis,” kata Satria Situmorang, Head of Food and Ads Business Gojek.

    Harapannya, dengan menyediakan layanan yang lebih terjangkau bagi pelanggan, maka ekosistem Gojek juga akan semakin kuat karena meningkatnya permintaan pelanggan akan turut mendorong pertumbuhan mitra usaha UMKM serta menjaga potensi pendapatan mitra driver.

    Baca juga : Tiga Strategi Utama Gojek Untuk 2023

    Kedua inisiatif Rabu Gratis dan Mode Hemat menjadikan GoFood satu-satunya layanan pesan antar makanan di Indonesia yang memberikan jaminan ongkir pasti tanpa tergantung promo maupun diskon. Sehingga, pelanggan bisa menikmati ongkir hemat setiap saat.

    Menurut laporan dari PwC’s 2023 Consumer Insights Survey and Strategies to Deal with Continued Disruptions, sebanyak 74% konsumen di Indonesia sangat berhati-hati dengan kondisi finansial pribadi mereka.

    Hal ini membuat konsumen di Indonesia berniat untuk lebih berhemat. Selain itu, 62% konsumen juga menyatakan bahwa mereka hanya akan membeli produk tertentu ketika produk tersebut memiliki penawaran khusus atau promosi.

    Sementara, 56% konsumen memilih untuk berbelanja di layanan yang menawarkan diskon ongkir atau gratis ongkir.

    Berangkat dari temuan di mana konsumen cenderung ingin makin berhemat, GoFood secara konsisten terus berupaya menjawab kondisi tersebut, salah satunya melalui program Rabu Gratis di Mode Hemat.

    Program ini sudah dapat dinikmati pelanggan di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Makassar, Solo, Palembang, Balikpapan, Samarinda, Malang, Pekanbaru, Bandar Lampung, Bali, dan Medan.

    Tak hanya gratis ongkir setiap Rabu, pelanggan juga bisa menikmati jaminan ongkir senilai Rp3.000 atau Rp5.000 untuk pesanan jarak dekat hingga 4 km setiap harinya dengan fitur Mode Hemat. Walau dengan tambahan waktu pengantaran, pelanggan cukup memesan dengan minimum order senilai Rp20.000 untuk menikmati pesan makanan di GoFood dengan lebih terjangkau.

    Cara menikmati fitur Rabu Gratis dan Mode Hemat:

    • Pilih GoFood dari aplikasi Gojek
    • Klik icon Mode Hemat yang terdapat di homepage GoFood
    • Pilih makanan favoritmu
    • Pilih opsi pesan antar dengan menggunakan Mode Hemat
    • Selesaikan transaksi dan bayar dengan pilihan pembayaran yang tersedia

    “GoFood selalu berupaya untuk memahami kebutuhan kuliner pelanggan dengan tak henti menghadirkan inovasi. Demi kenyamanan pelanggan yang semakin mengandalkan layanan pesan antar makanan online, kami harap Mode Hemat dan Rabu Gratis ini bisa memudahkan pelanggan menjelajah jutaan menu nikmat dengan hemat di mana pun dan kapan pun,” tutup Satria. (Icha)

  • EdenFarm dan INDICO, Kolaborasi Untuk Digitalisasi Agritech

    EdenFarm dan INDICO, Kolaborasi Untuk Digitalisasi Agritech

    Telko.id – EdenFarm jalin kerjasama dengan INDICO, anak usaha Telkomsel yang fokus mengembangkan ekosistem digital di Indonesia, untuk memperkuat digitalisasi teknologi pertanian (Agritech).

    Sebelumnya, EdenFarm, startup food service B2B sempat mendaptkan pendanaan sebesar US$13,5 juta dalam putaran Pra-Seri B terbaru yang dipimpin oleh Telkomsel Mitra Inovasi (TMI).

    Kolaborasi EdenFarm dan INDICO dimantapkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara David Setyadi Gunawan, selaku Founder & CEO EdenFarm dan Andi Kristianto selaku CEO INDICO, Kamis (16/3) di Eden Collection Facility (ECF) Brebes, Jawa Tengah.

    Penandatanganan MoU juga disaksikan Mia Melinda, selaku CEO Telkomsel Mitra Inovasi, dan Oki Harmawan, Head of Eden Supply Network, dan James, Head of Technology EdenFarm.

    Baca juga : EdenFarm Peroleh Pendanaan Dari Telkomsel Mitra Inovasi

    Dalam nota kesepahaman disebutkan bahwa kedua perusahaan akan menjalin hubungan bisnis untuk implementasi teknologi platform digitalisasi pertanian untuk pengelolaan dan monitoring kegiatan pertanian, guna meningkatkan produktivitas mitra tani EdenFarm, dan mendukung pengembangan ekosistem pertanian digital di Indonesia.

    “Kami sangat antusias dengan hadirnya TMI dalam jajaran investor kami di putaran pra-seri B lalu, yang tidak hanya mampu mendukung secara pendanaan tetapi juga menawarkan berbagai kerjasama yang bermanfaat bagi kemajuan bisnis EdenFarm,” ujar David Setyadi Gunawan, Chief Executive Officer EdenFarm.

    Salah satu dukungan tersebut kini diwujudkan melalui penjajakan kemitraan dengan INDICO untuk mengembangkan digitalisasi pertanian untuk mendukung produktivitas mitra tani EdenFarm dan memastikan ketersediaan supply bagi mitra bisnis EdenFarm.

    Memiliki misi yang berfokus dalam mengutamakan perkembangan usaha para partner, EdenFarm selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik, menjawab setiap tantangan dengan berbasis teknologi, serta mendukung kegiatan operasional secara efisien.

    Untuk menjalankan misi-misi tersebut, sebelumnya EdenFarm juga telah menggandeng berbagai pihak termasuk untuk kerjasama penelitian teknologi, pendanaan petani, dan digitalisasi pembayaran.

    “Kolaborasi dengan EdenFarm menjadi salah satu upaya kami dalam mengembangkan ekosistem digital di sektor pertanian. Dengan memanfaatkan aset Telkomsel, kami optimis bisa memberikan kontribusi signifikan yang akan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Andi Kristianto, CEO INDICO.

    Kolaborasi dengan EdenFarm menjadi inisiatif baru INDICO di sektor teknologi agrikultura (agritech) dalam dua bulan terakhir.

    Pada Maret 2023, INDICO juga menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur dalam digital contract farming. Dalam pilot project tersebut, INDICO akan mengimplementasikan solusi pertanian berbasis teknologi di 40 hektar lahan sawah di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.

    Para petani di wilayah tersebut akan mempelajari teknik pertanian modern memanfaatkan teknologi Telkomsel Internet of Things (IoT) dan digitalisasi ekosistem pertanian. (Icha)

  • Grup GoTo Gandeng PT KCIC Permudah Akses Masyarakat

    Grup GoTo Gandeng PT KCIC Permudah Akses Masyarakat

    Telko.id – Grup GoTo gandeng KCIC atau PT Kereta Cepat Indonesia China, hadirkan pengalaman mobilitas terbaik dengan mempermudah akses masyarakat untuk menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

    Bertempat di kantor KCIC di Halim, Jakarta Timur pada 1 Februari 2023, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) dan PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), untuk mendorong pengembangan transportasi terintegrasi dan pelayanan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

    Acara ini dihadiri oleh jajaran direksi dan manajemen PT KCIC, Kementerian BUMN, dan mitra strategis lainnya.

    “Kami sangat senang mengumumkan kerja sama GoTo bersama KCIC yang segera hadirkan akses mudah bagi Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dapat mendukung produktivitas warga Jakarta, Bandung dan sekitarnya,” ujar Shobhit Singhal, Chief Transportation Officer Gojek.

    Kerja sama GoTo gandeng KCIC ini diawali dari misi yang sama dalam mendorong pengembangan dan modernisasi transportasi publik di tanah air serta mempermudah akses masyarakat untuk menggunakan kereta cepat.

    Melalui kerja sama ini, masyarakat nantinya akan dapat dengan mudah mengakses stasiun KCJB, diantaranya yakni Halim (Jakarta Timur), Karawang, Padalarang (Kabupaten Bandung Barat), dan Tegalluar (Kabupaten Bandung) maupun area transit lainnya lewat dukungan layanan transportasi Gojek, GoRide dan GoCar.

    Masyarakat juga dapat membeli tiket KCJB dengan mudah melalui metode pembayaran GoPay. Pengguna juga dapat menikmati fasilitas titik antar jemput nyaman yang nantinya akan menjadi bagian dari fasilitas di stasiun.

    “Kini hanya dengan aplikasi Gojek, pengguna dapat dengan mudah mengakses layanan mobilitas terbaik untuk menuju stasiun serta melakukan pembelian tiket secara cepat, aman, dan nontunai. Kerja sama ini juga membuktikan Gojek dapat membawa pengguna ke mana saja dengan sangat mudah untuk apa pun kebutuhan mobilitasnya,” jelas Shobhit.

    “Kami mengharapkan nota kesepahaman ini dapat berlanjut menghasilkan ragam kerja sama yang memberikan keuntungan untuk masyarakat. Kami yakin ada banyak peluang kerja sama lainnya yang dapat bersinergi dengan Kereta Cepat Jakarta Bandung,” ujar Dwiyana Slamet Riyadi, Direktur Utama KCIC.

    Tidak berhenti di sini, GoTo gandeng KCIC akan terus mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama strategis untuk menawarkan lebih banyak kemudahan bagi masyarakat, salah satunya yakni pembelian tiket KCJB melalui fitur GoTransit di aplikasi Gojek.

    GoTransit merupakan inovasi yang telah memperkuat Gojek sebagai penghubung moda transportasi publik, untuk mempermudah mobilitas multi-moda menjadi lebih mudah dan efisien.

    “Sebagai solusi first-mile dan last-mile, Gojek mempermudah masyarakat yang ingin memaksimalkan perjalanan dengan layanan GoRide atau GoCar sebagai penghubung antar moda dari titik awal perjalanan menuju hub transportasi publik maupun dari hub transportasi publik ke titik akhir perjalanan,” terang Shobbit.

    Kerja sama ini melengkapi kolaborasi komprehensif antara ekosistem GoTo dengan penyedia layanan transportasi massal di Jabodetabek dan berbagai daerah lainnya yakni PT Kereta Commuter Indonesia (KRL Commuterline), PT Transjakarta, dan kini KCIC.

    Sebelumnya, kerja sama Gojek dengan Kereta Commuter Indonesia (KCI), untuk memudahkan pembelian tiket KCI melalui layanan GoTransit, diterima dengan baik oleh pelanggan.

    Beberapa bulan setelah peresmian kerja sama operasional di Juni 2022, GoTransit telah menjadi pilihan utama untuk penjualan tiket secara digital dengan pangsa pasar sebesar 74% pada September 2022.

    GoTransit juga mendorong penetrasi penggunaan tiket digital, sehingga penjualan tiket digital KCI meningkat 300% atau 3 kali lipat pada akhir tahun 2022. Di 2023 kerja sama dengan KCI diperluas untuk turut menjangkau wilayah operasional di Jogja-Solo.

    Shobhit menambahkan, “Kolaborasi ini memperkuat komitmen Gojek untuk terus mendukung integrasi transportasi multi-moda. Integrasi transportasi terbukti dapat mendorong pertumbuhan penumpang transportasi publik maupun dampak positif pada bisnis GoTo dan juga diharapkan dapat mendorong potensi pendapatan mitra pengemudi ketika KCJB beroperasi nanti.”

    Fitur GoTransit juga merupakan salah satu wujud konkret dari salah satu strategi GoTo untuk mencapai profitabilitas dengan menyediakan layanan bernilai tambah (value-added services) kepada konsumennya.

    Berdasarkan laporan kinerja GoTo per 30 September 2022, nilai transaksi bruto (GTV) On-Demand Services sepanjang kuartal ketiga tahun 2022 mencapai Rp15,7 triliun, tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya, khusus layanan mobilitas pada kuartal yang sama pertumbuhan GTV tercatat 111% year-on-year, dengan tingkat pemulihan mencapai 94% dari tingkat prapandemi COVID-19.

    “Gojek melalui GoTransit akan terus mendorong potensi kolaborasi dengan berbagai operator transportasi publik karena kolaborasi ini dapat menjadi win-win solution bagi semua pihak, terutama masyarakat yang mendapatkan pengalaman mobilitas yang lebih mudah, efisien, dan tanpa hambatan,” tutup Shobhit. (Icha)

  • Gojek Perkenalkan GoCar Luxe, Tawarkan Extra Nyaman

    Gojek Perkenalkan GoCar Luxe, Tawarkan Extra Nyaman

    Telko.id – Gojek baru saja memperkenalkan layanan GoCar Luxe yang didukung armada terbaik dengan ruang kabin penumpang yang lebih luas dan lega, untuk menghadirkan kenyamanan ekstra selama perjalanan. Layanan ini turut didukung mitra driver yang terstandarisasi, bekerja sesuai dengan SOP GoCar Luxe.

    GoCar Luxe melengkapi layanan GoCar lainnya yang saat ini sudah tersedia yakni GoCar, GoCar Protect+ dan GoCar (L).

    “Komitmen We Got You menjadi landasan kami untuk selalu menghadirkan inovasi yang mampu menjawab ragam kebutuhan masyarakat. Kami percaya dengan layanan GoCar Luxe ini, kami bisa menjangkau target pasar yang menginginkan pengalaman mobilitas berbeda dengan kenyamanan lebih dan layanan ekstra,” kata Shobhit Singhal, Chief Transport Officer Gojek.

    Dengan hadirnya ragam pilihan transportasi di ekosistem Gojek yang didukung dengan pengembangan teknologi secara berkala, Shobhit pun berharap bisa terus menghadirkan layanan prima dan menjadi one stop mobility solution yang dapat menjawab kebutuhan berbagai kalangan orang. We Got You, apa pun kebutuhan perjalananmu, Gojek siap antar!

    Kehadiran layanan baru ini melengkapi ragam pilihan transportasi yang terdapat di dalam ekosistem Gojek. Inovasi berkelanjutan yang terus Gojek lakukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat, menjadikan Gojek sebagai layanan transportasi online pilihan utama masyarakat.

    Laporan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) pada tahun 2022 menyebutkan bahwa layanan Gojek menjadi yang paling banyak digunakan oleh pengguna transportasi online (82%) di Indonesia.

    Layanan ini memberikan opsi bagi pelanggan mendapatkan pengalaman mobilitas yang berbeda, sehingga cocok digunakan untuk bepergian ke acara atau kegiatan spesial seperti menghadiri pertemuan bisnis, pergi bersama teman dan kolega, menghadiri undangan pernikahan atau bepergian bersama keluarga dan orang tua.

    Selama periode uji-coba di November hingga awal Desember, temuan internal Gojek mencatat beberapa hal positif terkait layanan baru ini. Jumlah pemesanan meningkat 10% setiap minggu menggambarkan antusiasme pelanggan menikmati layanan ini.

    Tak hanya itu, berdasarkan rating pelanggan, perjalanan dengan layanan baru ini mendapatkan rata-rata penilaian yang lebih tinggi dibanding layanan GoCar jenis lain.

    Data tersebut menggambarkan bahwa, layanan ini memberikan kualitas layanan sesuai dengan kebutuhan serta biaya yang dikeluarkan pelanggan.

    Layanan baru ini, sudah dapat dipesan oleh seluruh pelanggan Gojek di area Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan beberapa area di Jakarta Utara.

    Ke depan, GoCar Luxe akan tersedia secara bertahap dengan jumlah armada yang terus ditambah sehingga dapat dinikmati oleh semakin banyak pelanggan.

    Tak hanya memberi keuntungan bagi pelanggan, mitra driver yang mengaktifkan GoCar Luxe juga berkesempatan mendapatkan peluang pendapatan yang lebih tinggi.

    Gojek sendiri memastikan mitra driver dari layanan ini memiliki kualitas pelayanan yang baik dan terlatih.

    Untuk menggunakan layanan ini, Anda dapat memilih ikon GoCar Luxe dalam aplikasi Gojek. Setelah itu, tentukan tujuan perjalanan dengan memasukkan alamat lokasi penjemputan dan tujuan.

    Apabila pemesanan berada dalam cakupan layanan ini, mitra driver GoCar Luxe pun akan segera meluncur untuk menjemput. (Icha)

  • Kuncie dan UK Petra Kolaborasi Gelar Kursus Pajak Intensif

    Kuncie dan UK Petra Kolaborasi Gelar Kursus Pajak Intensif

    Telko.id – Kuncie berkolaborasi dengan Universitas Kristen Petra (UK Petra) gelar Kursus Pajak Intensif. Program ini merupakan lanjutan dari program yang telah dijalankan oleh Continuing Education Centre (CEC) UK Petra selama 9 batch dan menggunakan kurikulum yang sama dengan batch sebelumnya.

    Hal ini merupakan manifestasi dari komitmen Kuncie untuk terus menyediakan berbagai pembelajaran yang tepat dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

    Pajak merupakan hal yang esensial, tidak hanya dalam konteks bernegara, tetapi juga vital bagi pelaku bisnis agar dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih lancar. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, pada tahun 2022, pajak berkontribusi sebesar Rp 1.845.556,80 milyar rupiah terhadap realisasi pendapatan negara.

    Pendapatan tersebut didistribusikan untuk pembangunan di berbagai bidang, seperti perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan juga kehidupan sosial yang pasti akan berdampak pada kehidupan kita, baik sebagai individu maupun sebagai pelaku bisnis, tetapi masih banyak subjek pajak yang mengalami kesulitan dalam memahami teknis seputar proses pajak seperti menghitung, membayar dan melaporkan pajak yang terutang.

    Bagi para pelaku bisnis dan perusahaan, perhitungan pajak sangat krusial dan mempengaruhi performa perusahaan.

    Pemerintah tahun ini juga baru saja memberlakukan tarif PPN baru berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang naik menjadi 11 persen sejak 1 April 2022 dari sebelumnya 10 persen. Kenaikan tarif PPN ini kabarnya akan bertahap sampai 12 persen di tahun 2025 mendatang.

    Menghadapi perubahan peraturan dari pemerintah ini tentunya banyak pelaku dunia usaha juga yang harus melakukan pembaruan terhadap mekanisme perhitungan dan pengakuan pajak mereka yang apabila tidak dilakukan dengan tepat akan dapat berpengaruh ke pencatatan keuangan di perusahaan tersebut.

    Setiap tahunnya banyak orang kesulitan dalam menyelesaikan proses pelaporan pajak, sementara akses untuk mendapatkan penjelasan secara detail dan komplit cukup sulit untuk ditemui secara online dan offline.

    “Hadirnya Kursus Intensif Pajak merupakan bentuk dari komitmen kami untuk terus menyediakan berbagai pembelajaran yang tepat dan dibutuhkan untuk mereka. Dengan mengikuti kursus ini, learners akan memahami hal-hal penting terkait perpajakan baik dalam konteks pajak untuk individu maupun untuk bisnis,” jelas Mario Nicolas, CEO Kuncie.

    Lebih lanjut lagi, Kursus Pajak Intensif hadir untuk mengakomodasi kebutuhan para subjek pajak, seperti perusahaan, pelaku UMKM, ataupun individu agar dapat menghitung pajak dengan tepat dan sesuai.

    Selain itu, kursus ini juga cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, atau karyawan di bidang akuntansi maupun perpajakan untuk mengasah ilmu mengenai teknis perpajakan lebih tajam lagi.

    UK Petra telah berpengalaman menjalankan program perpajakan sebanyak 9 batch. Dengan demikian, kolaborasi Kuncie dan UK Petra ini menjadi batch ke-10 dan siap mencetak lulusan pajak terbaik. Sejak tahun 2020, UK Petra mengimplementasikan kurikulum OBE-LEAP (Outcome Based Education-Leadership Enhancement Program) yang bertujuan untuk memberikan mahasiswa kesempatan untuk mandiri dalam proses pembelajarannya sesuai talenta dan panggilan masing-masing untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan di era digital.

     Dengan demikian, lulusan UK Petra diproyeksikan memiliki tiga skills penting di dunia profesional yaitu adaptive, data savvy, dan juga trustworthy.

    “Kolaborasi antara CEC UK Petra dan Kuncie dalam menyediakan kursus pajak komplit yang dikemas secara praktis dan digital ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bukan hanya dalam lingkup UK Petra saja tetapi lebih luas lagi kepada masyarakat,” kata  Regina Jokom, Kepala CEC UK Petra.

    Melalui kursus pajak ini, peserta dapat dibekali untuk dapat memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan baik dan benar. Dengan demikian CEC UK Petra boleh hadir menjadi solusi dalam peningkatan kompetensi masyarakat menuju Indonesia maju.

    Pendaftaran Kursus Pajak Intensif Batch 10 akan dibuka mulai tanggal 28 Oktober hingga 28 Desember 2022. Program ini berlangsung selama 3 minggu dan peserta akan belajar topik-topik seperti dasar perpajakan, KUP (Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan), PPH (Pajak Penghasilan) Orang Pribadi, PPH Badan, Sistem Pemungutan Pajak, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), dan Akuntansi & Rekonsiliasi Fiskal.

    Metode pembelajaran yang digunakan adalah kombinasi dari self learning dan live online class bersama dosen maupun mitra praktisi UK Petra. Selain itu, peserta juga akan mengikuti community discussion sebagai wadah mentoring bersama mentor andal dan networking dengan peserta lainnya.

    Dengan mengikuti Kursus Pajak Intensif, peserta akan mendapatkan benefit seperti lifetime access untuk seluruh materi pembelajaran, mendapatkan sertifikat dari CEC UK Petra, dan sesi diskusi bersama mentor yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan terkait perhitungan pajak.

    “Kuncie akan terus berkolaborasi dengan universitas lain dan industry expert. Hal ini merupakan komitmen Kuncie untuk menjadi platform pembelajaran terbaik bagi para profesional dan pelaku industri bisnis untuk mengasah skill agar dapat terus berkembang,” pungkas Mario. (Icha)

  • Pemangkasan Biaya Aplikasi Ojek Online, Yes or No!

    Pemangkasan Biaya Aplikasi Ojek Online, Yes or No!

    Telko.id – Keputusan pemerintah untuk membatasi biaya aplikasi dalam tarif angkutan online, yang terdiri dari taksi dan ojek online, dinilai dapat merugikan ekosistem transportasi online itu tersendiri, termasuk memberi dampak negatif bagi pengemudi dan konsumen.

    Banyak pihak menyangka, biaya aplikasi ini merupakan keuntungan bersih aplikator, padahal biaya tersebut dibutuhkan agar aplikator dapat terus mengembangkan sistem yang lebih baik dan menguntungkan baik bagi pengemudi maupun konsumen.

    Ekonom Universitas Airlangga, Surabaya, Rumayya Batubara menyatakan pemerintah perlu melihat bahwa sebagian komponen dalam biaya aplikasi tersebut kembali ke pengemudi dalam bentuk insentif, dukungan, dan pelayanan di luar tarif.

    “Sebagian dari biaya aplikasi itu kembali ke pengemudi dalam bentuk manfaat-manfaat non-tunai, seperti teknologi yang lebih baik, sistem keselamatan dan perlindungan pengemudi, dan masih banyak lagi. Ketika biaya ini dibatasi, aplikator tidak memiliki ruang gerak untuk melakukan inovasi yang sejatinya menguntungkan pengemudi, konsumen, dan ekosistem transportasi online secara keseluruhan,” kata Rumayya menjawab pertanyaan wartawan beberapa waktu lalu.

    Rumayya menyarankan agar besaran biaya aplikasi tidak perlu diatur karena itu akan menjadi ruang kompetisi yang akan menguntungkan pengemudi dan konsumen.

    “Seharusnya aplikator diberikan kebebasan untuk menentukan berapa biaya sewa aplikasinya, dan nanti mereka akan bersaing untuk menyediakan pelayanan yang baik dengan biaya bersaing. Ketika konsumen happy, maka pengemudi juga akan happy karena order yang terus bertambah,” tambahnya.

    Rumayya menambahkan bahwa yang dimaksud ekosistem transportasi online tidak terbatas pada pengemudi dan konsumen, tetapi juga mencakup nasib usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sudah tergantung dengan transportasi online, khususnya ojek online, dalam melayani pelanggannya. Ia mengingatkan bahwa program-program pemasaran adalah inisiatif aplikator dan itu tentu membutuhkan biaya.

    “Jangan sampai nanti aplikator tidak lagi membuat program-program promosi atau insentif yang seharusnya bisa menggiatkan UMKM karena ruang untuk itu sudah tidak ada lagi. Akhirnya transaksi di UMKM menurun dan lesu,” tambahnya.

    Rumayya mengingatkan bahwa digitalisasi UMKM adalah program pemerintah yang disuarakan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam banyak kesempatan. Presiden sendiri telah menargetkan sebanyak 30 juta UMKM bisa onboarding di platform digital pada 2023.

    “Jangan sampai kebijakan Kementerian Perhubungan ini tidak sinergis, atau bahkan menghambat pencapaian target onboarding UMKM yang ditetapkan oleh Presiden,” tambah Rumayya.

    Rumayya mengingatkan, dampak negatif pengurangan biaya aplikasi dapat berlaku sistemik terhadap ekosistem transportasi online. Biaya promosi berkurang, insentif non-tarif dan non-tunai berkurang, konsumen kehilangan minat karena minimnya promosi dan inisiatif pemasaran yang menarik, dan pendapatan sektor UMKM yang selama ini terbantu oleh kehadiran transportasi online juga berkurang.

    “Dari begitu banyak dampak negatif tersebut, sekali lagi saya menyarankan agar besaran biaya aplikasi tidak perlu diregulasi pemerintah karena malah menjadi distorsi bagi pengembangan ekosistem transportasi onlineyang telah meluas hingga ke UMKM dan sektor-sektor lainnya,” pungkas Rumayya.

    Ia juga menambahkan bahwa transportasi online sebagai bagian dari ekonomi digital telah terbukti menjadi pilar resiliensi ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Momentum yang baik ini jangan sampai dirusak oleh kebijakan yang distortif.

    Kenaikan tarif ojol berlaku sejak 11 September 2022 lalu. Tarif ojol yang baru tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan Dengan Aplikasi.

    Dalam keputusan tersebut, juga ditetapkan biaya sewa penggunaan aplikasi ditetapkan paling tinggi 15% dari sebelumnya 20%. (Icha)