Kategori: Operator

  • 99,8% BTS Sudah berfungsi Normal Usai Banjir Jabodetabek 2020

    99,8% BTS Sudah berfungsi Normal Usai Banjir Jabodetabek 2020

    Telko.id – Update Dampak Bencana Banjir Jabodetabek terhadap Infrastruktur dan Layanan Telekomunikasi per 7 Januari 2020.Dampak dari bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang terjadi pada 1 Januari 2020 lalu telah menyebabkan beberapa site seluler mengalami gangguan dikarenakan pemutusan aliran listrik oleh PLN berdasarkan faktor keamanan dan keselamatan.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan bahwa pada 1 Januari 2020 dari total 22.867 Base Transceiver Station (BTS) di wilayah Jabodetabek, sekitar 10,7 persen tidak berfungsi akibat banjir.

    “Kalau di bidang telekomunikasi, di awal hari bencana banjir tanggal 1 itu memang dari 22,867 BTS di Jabodetabek ini, 10,7% itu tidak berfungsi, karena power supply, listriknya yang tidak tersedia akibat banjir,” kata Menteri Johnny.

    Berdasarkan laporan terbaru pada hari ini, Selasa (7/1/2020), Menteri Johnny memaparkan bahwa 99,8% BTS telah berfungsi secara normal sehingga layanan akses telekomunikasi kembali digunakan masyarakat.

    “Pagi tadi saya dilaporkan bahwa BTS yang sudah berfungsi itu sebanyak 99,8%, yang belum berfungsi tinggal 0,2% atau hanya 46 BTS dari 22,867 BTS yang ada,” jelasnya.

    Data Site Seluler Down Pasca Bencana Banjir Jabodetabek Posisi tanggal 7 Januari 2020 Jam 09.00 WIB

    Secara keseluruhan masyarakat/pelanggan masih bisa menggunakan layanan seluler untuk berkomunikasi meskipun beberapa site seluler mati karena site tersebut memiliki backup power dan operator mengerahkan mobile backup power atau genset portable. Selain itu, site yang down di-cover oleh site sekitarnya.

    Kementerian Kominfo akan terus melakukan monitoring terhadap jaringan telekomunikasi dan meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya untuk melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih down dengan menggunakan genset sehingga dapat berfungsi kembali secara normal meskipun PLN masih memutuskan jaringan listrik dikarenakan kondisi masih belum aman.

    Rekap Site Down Per Kab Kota Per 7 Januari 2020

    (Icha)

     

     

     

     

  • Yuk Bantu Korban Bencana Lewat Xmart Donasi

    Yuk Bantu Korban Bencana Lewat Xmart Donasi

    Telko.id – Dampak bencana banjir bandang-tanah longsor di Kab. Lebak dan Kab. Bogor hingga kini masih dirasakan masyarakat yang menjadi korban bencana. Untuk itu, XL mengajak seluruh pelanggan setia XL Axiata berdonasi untuk membantu para korban bencana dengan membuka SMS Donasi yakni Xmart Donasi yang dimulai dari, 7 Januari hingga 2 Februari 2020.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Lebak, Banten dan Kab. Bogor, ribuan korban masih menempati tempat-tempat pengungsian yang tersebar di beberapa wilayah di Kab. Lebak, seperti, Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Pajagan, Curugbitung, Maja dan Cimarga, sedangkan di Kab. Bogor berada di Desa Cisarua, Cileuksa, Kiarasari, Kiarapandak, Harkat Jaya, Urug, Pasir Madang, Jaya Raharja, Sukamulih dan Sipayung.

    “Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda masyarakat di Kab. Lebak, Banten dan Kab. Bogor telah mengakibatkan ribuan masyarakat di sana kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Untuk sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban, kami berinisiatif membuka layanan Xmart Donasi ini untuk mengajak seluruh pelanggan XL Axiata yang ingin berdonasi untuk membantu para korban bencana,” ujar Francky Rinaldo Pakpahan, Region Group Head XL Axiata Jabodetabek.

    Francky menambahkan, pelanggan XL Axiata bisa melakukan donasi pulsa menggunakan layanan Xmart Donasi melalui SMS dengan format Donasi<spasi>XLPEDULI<spasi>nominal kirim ke 6116. Selain SMS, bisa juga dengan cara menghubungi *123*6116# pilih XLPEDULI dan masukan nominal pulsa yang ingin didonasikan. Nominal donasi mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 200.000.

    Nantinya hasil donasi pelanggan melalui Xmart Donasi akan kami salurkan langsung kepada para korban bencana.

    Posko Bencana XL dan Serahkan Bantuan Darurat

    XL Axiata terus berupaya semaksimal mungkin membantu korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kab. Lebak. Selain membuka layanan Xmart Donasi, di lokasi bencana, XL Axiata juga telah mendirikan Posko Bencana di salah satu titik pengungsian yang berada di Kecamatan Sajira Mekar, Lebak, Banten.

    Posko ini dilengkapi dengan fasilitas Telpon Umum Gratis (TUG), akses internet gratis melalui WiFi dan charger station yang bisa dimanfaatkan secara gratis untuk berkomunikasi oleh para pengungsi di lokasi ini yang mencapai sekitar 400 orang.

    Selain itu, Posko Bencana XL Axiata juga mendistribusikan bantuan darurat untuk para korban bencana di Kab. Lebak berupa peralatan masak untuk dapur darurat, sembako, makanan ringan, minuman, kebutuhan bayi dan anak.

    Distribusi bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Region Group Head XL Axiata Jabodetabek, Francky Rinaldo Pakpahan kepada para korban di pengungsian pada hari ini Selasa (7/1).

    Selain distribusi bantuan untuk korban bencana di Kab. Lebak ini, tim XL yang berada di wilayah Kab. Bogor juga akan mendistribusikan bantuan darurat berupa barang-barang kebutuhan pokok bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

    “Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat sedikit membantu meringankan beban para korban di pengungsian di kedua lokasi tersebut. Selanjutnya, Posko bencana di Kab. Lebak akan kami siagakan terus hingga kondisi darurat berakhir, dan posko ini akan kami jadikan pusat penyaluran bantuan yang diberikan dari rekanan bisnis XL Axiata untuk korban bencana di Lebak”, ujar Francky.

    Terkait peristiwa bencana ini, XL Axiata berkomitmen menjaga kualitas jaringan agar bisa terus digunakan untuk membantu semua pihak di lokasi bencana dapat berkomunikasi dengan lancar. Salah satunya dengan keberhasilan tim di lapangan menghidupkan kembali BTS di Desa Cipanas, Lebak yang sempat terganggu akibat bencana yang melanda wilayah tersebut dan saat ini jaringan sudah kembali normal.

    Secara keseluruhan jaringan XL Axiata di wilayah Kab. Lebak dan Kab. Bogor masih aman dan masyarakat masih bisa menggunakan layanan XL Axiata, meskipun ada beberapa BTS yang terdampak. Saat ini tim XL Axiata di lapangan terus berupaya untuk memastikan BTS yang terdampak bisa kembali beroperasi normal.

    Khusus wilayah Kab. Lebak, Banten di-cover oleh sekitar 800 BTS XL Axiata, dengan lebih dari 500 BTS 3G/4G, sedangkan secara keseluruhan di wilayah Provinsi Banten di-cover oleh sekitar 9.500 BTS XL Axiata, dengan lebih dari 6.500 BTS 3G/4G. Sementara itu, jaringan XL Axiata di wilayah Kab. Bogor didukung oleh sekitar 2.300 BTS termasuk lebih dari 1.700 BTS 3G/4G. (Icha)

     

     

  • Lintasarta Dukung Mimika Jadi Smart City Pertama di Papua

    Lintasarta Dukung Mimika Jadi Smart City Pertama di Papua

    Telko.id – Sudah banyak deretan pemerintah daerah yang bekerjasama dengan Lintasarta dalam membangun smart city. Kali ini, Lintasarta support Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Provinsi Papua, bangun Mimika Command Center (MCC) yang merupakan command center pertama di Papua.

    Mimika Command Center dibangun untuk membantu perkembangan Ibu Kota Kabupaten Mimika, Timika, Papua.

    “Dukungan penuh yang diberikan Lintasarta menunjukkan konsistensi dalam mendukung program pemerintah dalam mengimplementasikan Smart City di Tanah Air,” papar General Manager Corporate Secretary Lintasarta Ade Kurniawan, dalam keterangan pers-nya. Selain itu, lanjutnya, ini sejalan dengan tagline Lintasarta Empowering Your Future yang mendorong kemajuan bangsa untuk masa depan yang lebih baik.

    Selain  Command Center, terdapat 10 unit Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di 10 titik lampu lalu lintas dan 2 unit CCTV di kantor pusat pemerintahan Timika yang terhubung ke MCC, jaringan komunikasi yang menghubungkan 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Video Conference yang digunakan untuk berkomunikasi dengan distrik-distrik hingga OPD, penyewaan Bandwidth Internet yang dipusatkan di Data Center Kominfo dan MCC, serta platform yang dapat mengintegrasikan semua aplikasi OPD dalam satu layar di MCC.

    Maka, Mimika Command Center yang terintegrasi dengan CCTV dan semua aplikasi-aplikasi OPD ini diharapkan dapat mengurangi angka kriminalitas dan pelanggaran hukum di kantor pemerintahan pusat hingga di jalan raya, khususnya di Timika.

    “Lintasarta akan terus berkomitmen dalam membantu pembangunan negeri di bidang informasi dan komunikasi teknologi dengan berbagai inovasi baru yang dapat membawa Indonesia agar mampu bersaing dengan negara tetangga maupun negara berkembang lainnya,” tegas Ade.

    Launching Mimika Command Center turut pula dihadiri Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Mimika AKBP Era Adhinata, Plt. Ketua DPRD Mimika Iwan Anwar, dan Lintasarta Senior Manager Sulampua Area Baginda PH. Simbolon.

    Dengan keberadaan Mimika Command Center, diharapkan akan membantu Polisi melacak data pelaku kriminal di jalan raya karena nomor plat kendaraan akan terdeteksi oleh sistem Intelligence Video Analytic (IVA) yang terintegrasi ke sistem SAMSAT.

    Mimika Command Center menambah daftar kota dan kabupaten yang didukung oleh Lintasarta dalam pengimplementasian Smart City, seperti di Kabupaten Badung, Bali; Kota Batu, Malang; dan Langkat, Sumatera Utara.

    Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Information and Communications Technology (ICT), Lintasarta terus berinovasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik, salah satunya adalah dengan menghadirkan solusi Smart City yang dapat digunakan dari Sabang sampai Merauke.

    Pengimplementasian solusi Lintasarta Smart City dimulai dari Masterplan, Infrastruktur yang mencakup Fiber Optic, Data Center dan Command Center, Integrasi Data, Aplikasi seperti Smart Farmer, Smart Tourism, Citizen Request dan e-Tax, Manajemen Perubahan, dan Sosialisasi. (Icha)

  • Oh My Gig, Gabungkan Musik, Film, dan Mobile Gaming Sebarkan Gaya Hidup Digital

    Oh My Gig, Gabungkan Musik, Film, dan Mobile Gaming Sebarkan Gaya Hidup Digital

    Telko.id – Memanjakan pelanggan bisa dengan beragam cara. Telkomsel kali ini menggabungkan musik, film, dan mobile gaming sebarkan gaya hidup digital lewat acara festival Oh My Gig.

    Acara yang digelar 7 dan 8 Desember 2019 di Plaza Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta itu dimeriahkan oleh grup KPop GFriend serta sejumlah artis terkemuka di industri musik Tanah Air, para penggiat perfilman Indonesia, hingga para atlet e-sports profesional.

    “Telkomsel berkomitmen untuk terus mendorong gaya hidup digital para pelanggan. Oh My Gig Festival kami hadirkan untuk memberikan pengalaman pelanggan akan hiburan dan keseruan digital yang dapat dirasakan secara nyata di penghujung akhir tahun 2019 ini,” ungkap Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel menjelaskan dalam pembukaan acara tersebut.

    Rachel juga menambahkan bahwa, “Selama dua hari event ini kami menghadirkan khusus para pengguna layanan digital Telkomsel dengan mengkombinasikan musik, film, hingga mobile games menjadi satu kesatuan yang memberikan kesan unik dan berbeda bagi para pelanggan yang datang.”

    Menurut Rachel, terdapat kebutuhan yang tinggi dari pelanggan terhadap berbagai layanan gaya hidup digital Telkomsel. Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, Telkomsel mencatatkan adanya penetrasi trafik video secara streaming sekitar 60%, trafik streaming musik sekitar 62%, serta terdapat penikmat game di jaringan Telkomsel sekitar 60 juta pelanggan yang diidentifikasi mengakses games setiap bulannya.

    “Cukup besarnya penetrasi trafik dan pelanggan yang aktif mengakses dari ketiga aktivitas tersebut dari total trafik di jaringan kami, membuat Telkomsel berupaya untuk terus mendorong penerapan gaya hidup digital bagi para pelanggan Telkomsel  dengan menghadirkan Oh My Gig yang mengedepankan pengalaman dalam menikmati bagian-bagian dari gaya hidup digital yang paling digemari oleh pelanggan,” tambah Rachel.

    Dalam memberikan pengalaman menikmati musik yang mengesankan, Oh My Gig menghadirkan girl band KPop GFriend yang tidak hanya memberikan penampilan terbaiknya di panggung, namun juga menyapa langsung para pelanggan Telkomsel yang beruntung dalam sesi jumpa fans yang spesial.

    Selain itu, berbagai ragam musik juga siap menghibur para penonton melalui penampilan dari sejumlah artis terkemuka dari Indonesia, seperti Padi Reborn, Jamrud, RAN, Mocca, Via Vallen, NTRL, Pusakata, The Overtunes, hingga Siti Badriah.

    Selain memberikan pengalaman menikmati musik, festival yang diselenggarakan selama dua hari ini turut menghadirkan sesi nonton bareng sejumlah film Indonesia pilihan. Selain itu, terdapat juga berbagai kegiatan lainnya, seperti workshop, talkshow, hingga meet & greet dengan para sineas dan pegiat perfilman terbaik Tanah Air, seperti Lukman Sardi, Agni Narottama, Arief Ash Shidiq, dan Lola Amaria.

    Tidak ketinggalan, juga terdapat keseruan kompetisi dua mobile game populer, yakni Mobile Legend dan PUBG, yang bisa diikuti oleh para peserta Oh My Gig. Bahkan, para pelanggan Telkomsel yang hadir pun berkesempatan untuk beradu kemampuan bersama para atlet e-sports profesional.

    Keriaan pengalaman mobile-gaming tersebut semakin lengkap dengan hadirnya para cosplayer dalam memamerkan kreasi terbaiknya dengan bertanding di cosplay competition.

    Di samping mengedepankan elemen-elemen gaya hidup digital yang digemari oleh para pelanggan Telkomsel, yakni musik, film, dan mobile gaming, Oh My Gig juga mengimplementasikan digitalisasi dalam penyedian tiket yang mudah dan praktis untuk didapatkan, sesuai dengan gaya hidup digital di tengah-tengah masyarakat saat ini.

    Hal tersebut dilakukan dengan menyertakan tiket di setiap pembelian paket internet Telkomsel, seperti Paket MAXstream dan GamesMAX, dan penukaran Telkomsel Poin.

    “Ke depan, Telkomsel akan terus meningkatkan kualitas serta melengkapi portofolio produk dan layanan gaya hidup digital dengan senantiasa mengedepankan prinsip customer-centric agar mampu memenuhi berbagai kebutuhan para pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia,” tutup Rachel. (Icha)

  • 5 Temuan Penting Dalam TOP DIGITAL Awards 2019

    5 Temuan Penting Dalam TOP DIGITAL Awards 2019

    Telko.id – Pada pertemuan Top Digital Awards 2019 ada sejumlah temuan penting terkait implementasi TI dan transformasi digital yang diperoleh dewan juri dari para peserta ajang ini. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., atau yang akrab dipanggil Prof. Muli, Ketua Dewan Juri TOP DIGITAL Awards 2019.

    Apa saja temuannya?

    IT Security

    IT Security,masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Aktivitas operasional jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistem keamanan IT yang masih lemah.

    Data Center

    Sebagian Peserta, masih fokus pada pengembangan aplikasi dan hanya menyediakan Server Room. Belum semuanya didukung Data Center. Padahal, di era digital ini, kebutuhan Data Center, mutlak diperlukan. Apalagi jika sudah masuk ke sistem industry 4.0, tentu Big Data dan Data Analytic, akan memerlukan Data Center yang handal.

    Sinkronisasi dan Integrasi

    Pentingnya singkronisasi dan integrasi aplikasi yang digunakan oleh Pemerintahan Pusat (Kementerian dan Lembaga), dengan aplikasi yang digunakan oleh Dinas-dinas di Pemerintahan Daerah. Kebijakan “Satu Data”, memang sudah tepat, namun implementasinya masih terkendala banyak hal. Perlu ada kebijakan yang “memaksa” berjalannya kebijakan “Satu Data”.

    Begitu juga dengan integrasi IT di perusahaan induk dengan anak perusahaan di perusahaan holding, belum semuanya terintegrasi dengan baik, walaupun proses integrasi terus dilakukan.

    Sinergi dan Kolaborasi

    Masing-masing instansi, cenderung mengembangkan sendiri aplikasi dan solusi digitalnya. Oleh karenanya, sering terjadi permasalahan ketika dilakukan integrasi dari banyak solusi. Sebenarnya, keunggulan solusi digital di salah satu instansi, dapat diduplikasi diinstansi lainnya, sehingga meminimalkan biaya investasi pengembangan solusi digitalnya.

    RatingKepuasan Pengguna Solusi

    Sebagian peserta, masih belum memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan, selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan Bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan Aplikasi/Solusi Digital akan menigkatkan budaya layanan yang lebih baik. (Icha)

     

     

  • Lintasarta Dukung Transformasi Digital Indonesia Sambut Era Industri 4.0

    Lintasarta Dukung Transformasi Digital Indonesia Sambut Era Industri 4.0

    Telko.id – Transformasi digital di Indonesia tidak akan berhasil jika ekosistem yang ada tidak mendukung. Salah satu yang dibutuhkan adalah infrastruktur ICT. Salah satu penyedianya adalah Lintasarta yang baru saja meraih tiga penghargaan TOP IT & TOP Telco 2019 untuk kategori TOP Data Communication 2019, TOP Data Center 2019 dan TOP Cloud 2019.

    “Memasuki era industri 4.0 pelaku industri perlu melakukan transformasi digital di seluruh lini bisnisnya sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur ICT yang telah diakui kehandalannya,” ujar Marketing General Manager Lintasarta, Bayu Adi Pramono, usai menerima penghargaan pada Rabu (27/11) di The Sultan Hotel, Jakarta.

    Ia mengatakan, ketiga penghargaan yang diterima Lintasarta merupakan bentuk apresiasi serta bukti keberhasilan dalam mengimplementasikan, serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Oleh karena itu, lanjutnya, Lintasarta akan terus hadir untuk mendukung kesuksesaan transformasi digital di Indonesia.

    Sebagai ICT Total Solution Company, Lintasarta memiliki layanan jaringan terestrial yang luas di lebih dari 100 kota. Layanan Lintasarta tersebut menjangkau kawasan bisnis hingga jaringan dengan media akses fiber optic (FO) dan Broadband Wireless Access(BWA), serta layanan VSAT atau satelit dengan didukung lebih dari 15.000 jaringan remote VSAT. “Sehingga dapat menjadi sarana efisien bagi perusahaan yang memiliki kantor cabang hingga daerah terpencil sekali pun,” imbuhnya.

    Layanan Data Communication Lintasarta semakin unggul dengan adanya 14 hub VSAT dengan adanya stasiun bumi yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat serta di Banyu Urip, Gresik, Jawa Timur. “Tentunya hal ini menjadikan layanan Data Communication Lintasarta memiliki advantage geo locationkarena tidak hanya bergantung dengan satu hub,” kata Bayu.

    Tidak hanya layanan komunikasi yang handal, solusi infrastruktur ICT Lintasarta juga memiliki fasilitas Data Center yang telah berstandar internasional Tier III Facility dari Uptime Institute dengan jaringan interkoneksi yang dibangun pada Data Center yang terletak di tiga lokasi, diantaranya Jakarta, Tangerang Selatan dan Purwakarta. Hal ini memastikan bahwa koneksi tidak menjadi kendala.

    Selain itu, layanan Lintasarta Data Center juga memberikan keamanan kelas dunia dengan sertifikasi PCI DSS pada level Data Center hingga Cloud, serta kenyamanan dengan fitur Data Recovery Center (DRC) untuk menjamin keberlangsungan bisinis pelanggannya.  Solusi end to endjuga diberikan mulai dari colocation, design & builddengan Managed Data Center Operation didukung oleh tenaga ahli tersertifikasi.

    Disamping itu, sebagai bagian dari provider lokal Cloud di Indonesia, Lintasarta turut mendukung transformasi digital industri nasional dengan layanan Cloud Total Solutionmulai dari Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS).

    Layanan Lintasarta Cloud yang tersertifikasi Cisco Advanced Cloud Managed Services Certified Partner juga dipastikan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. “Layanan kami juga tersertifikasi PCI DSS level Cloud, ditambah dengan fitur seperti load balancer, next generation firewall, web application firewall,” lanjut Bayu.

    Lebih jauh, Bayu memastikan Lintasarta akan terus berupaya untuk memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik untuk memastikan kepuasan serta kenyaman pelanggan. Komitmen itu ditunjukkan dengan solusi Lintasarta dengan jaminan dukungan penuh selama 24 jam dalam 7 hari dengan keberadaan 50 lebih local supportdi seluruh Indonesia. (Icha)

     

  • Lama Dinanti, Akhirnya Palapa Ring Resmi Beroperasi

    Lama Dinanti, Akhirnya Palapa Ring Resmi Beroperasi

    Telko.di – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, pada hari ini, Senin (14/10/2019) meresmikan beroperasinya Palapa Ring Timur yang telah selesai dibangun bulan Agustus 2019 lalu.  Paket Palapa Ring Timur melengkapi jaringan tulang punggung internet nasional Palapa Ring yang telah lebih dulu beroperasi dan dinikmati masyarakat sejak tahun 2018, yaitu paket Palapa Ring Barat dan Tengah.

    Menandai utilisasi Palapa Ring, Presiden yang didampingi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, melakukan videoconference dari Istana Negara dengan para pejabat pemerintah daerah di Sorong (Papua Barat), Merauke (Papua), Rote (Nusa Tenggara Timur), Sabang (Nanggroe Aceh Darussalam), dan Penajam (Kalimantan Timur).

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menkominfo Rudiantara (kedua kiri) melakukan komunikasi jarak jauh saat meresmikan pengoperasian Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/10/2019). Palapa Ring tersebut akan menghubungkan 514 kabupaten dan kota melalui koneksi internet. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

    Turut hadir bersama Presiden, startup dan entrepreneur muda dari Papua yang bergerak dalam berbagai bidang seperti edukasi (pemberantasan buta huruf, pelatihan bahasa, antihoax, dan diplomasi), bidang energi, penerbangan, kuliner, dan seni.

    Kehadiran pemuda-pemudi Papua ini mewartakan peran internet yang telah mereka gunakan dalam menunjang aktivitas mereka dan harapan mereka untuk pemberdayaan ekosistem ekonomi digital di Papua.

    Bupati Asmat Provinsi Papua, Elisa Kambu, menyampaikan rasa syukur karena berkat adanya jaringan internet cepat di Agats (ibu kota Kabupaten Asmat), wilayahnya dapat turut berperan dalam era digital di mana penyelenggaraan pemerintahan dan ekonomi secara online meningkatkan kecepatan layanan masyarakat. Agats telah menikmati jaringan Palapa Ring Timur sejak Agustus 2019.

    Internet yang disediakan pemerintah juga sudah dinikmati di sekolah-sekolah dan puskesmas di daerah tersebut. Secara khusus, Bupati Asmat menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, yang telah menghadirkan internet cepat Palapa Ring di Kabupaten Asmat.

    Manfaat juga dirasakan oleh Sahidan (41), seorang nelayan yang biasa mencari ikan di Selat Lampa, Natuna.

    “Saya berprofesi sebagai nelayan sudah 23 tahun. Namun, baru sekitar dua tahun belakangan pendapatan dari hasil menangkap ikan meningkat,” ujarnya.

    Sejak Palapa Ring Barat beroperasi awal tahun 2018, Sahidan menggunakan internet  untuk memanfaatkan aplikasi Nelayan Nusantara yang membantunya untuk mengetahui posisi ikan dan sekaligus memperjualbelikan hasil tangkapannya secara online.

    Senada dengan Sahidan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Natuna, Zainuddin, juga mengamini manfaat dari pengoperasian jaringan serat optik Palapa Ring Barat.

    Zainuddin,  menambahkan manfaat lain dari Palapa Ring Barat, yaitu bahwa dengan adanya sinyal seluler, nelayan setempat dapat tetap berkomunikasi ke daratan saat menangkap ikan hingga ratusan mil ke laut, sehingga selalu dapat berkomunikasi dengan darat bila terjadi sesuatu.

    Palapa Ring merupakan proyek pembangunan backbone jaringan serat optik nasional yang menghubungkan seluruh 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Non-KPBU. PT Telkom telah mengintegrasikan backbone serat optik di 457 Kabupaten/Kota melalui skema Non-KPBU.

    Penggelaran Palapa Ring oleh Pemerintah sepanjang lebih dari 12.000 km di 57 kabupaten/kota di 11 provinsi dengan skema KPBU merupakan wujud dari kebijakan afirmatif pemerintah untuk menyediakan internet cepat di wilayah-wilayah Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T) yang secara komersial tidak feasible untuk dibangun oleh pihak swasta. Bekerja sama dengan PT Palapa Ring Barat, PT LEN Telekomunikasi Indonesia, PT Palapa Timur Telematika, pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah menuntaskan pembangunan jaringan serat optik nasional di seluruh ibukota kabupaten/kota di Indonesia pada bulan Agustus 2019.

    Asal Muasal Nama Palapa, diambil dari Sumpah Palapa yang dikumandangkan oleh Patih Gajah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara. Dengan tekad yang sama, pembangunan telekomunikasi dituntaskan dari Sabang sampai Merauke, dan Pulau Miangas sampai Pulau Rote.

    Proyek Palapa Ring diumumkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 2005 di Forum Infrastructure Summit I, namun mengalami beberapa kendala dalam pembiayaan dan pemilihan skema pengadaannya. Di tahun 2015, Pemerintah membuat terobosan melalui penetapan Peraturan Presiden tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (Perpres 38/2015) yang memberikan alternatif pembiayaan proyek pembangunan melalui skema KPBU yang memungkinkan dimulainya pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring pada tahun 2016.

    Ketersediaan layanan KPBU Palapa Ring dibiayai dari Pendapatan Negara Bukan Pajak Badan Layanan Umum (PNBP BLU) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI Kementerian Kominfo). Anggaran tersebut diperoleh dari dana universal service obligation (USO) yang merupakan 1,25% pendapatan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia yang dikelola oleh BLU BAKTI.

    Selain sebagai alternatif pembiayaan, skema KPBU merupakan skema yang ideal untuk mengadopsi best practice industri dalam memitigasi risiko pembangunan dan mempertahankan suatu service level agreement.

    Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang monitoring dan evaluasinya dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Peran aktif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam mengkoordinasikan komitmen pemangku kepentingan pada proyek-proyek strategis nasional, termasuk Palapa Ring, sangat membantu penyelesaian Palapa Ring sehingga proyek ini menjadi proyek perencanaan KPBU tercepat pada tahun 2016.

    Bentuk komitmen pemerintah lainnya adalah melalui fasilitas penjaminan pemerintah untuk KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

    Dalam rangka mewujudkan proyeksi sebagai lima besar ekonomi dunia serta merujuk kepada indeks global Indonesia, konektivitas telekomunikasi menjadi prasyarat untuk mencapai visi tersebut. Posisi Global Competitiveness Index yang diumumkan World Economic Forum (WEF) tahun 2019, menempatkan Indonesia di peringkat 50. Dibandingkan dengan negara Asia Tenggara seperti Singapura (1), Malaysia (27), Thailand (40), Indonesia masih tertinggal, walaupun posisi Indonesia lebih baik daripada Brunei Darussalam (56), Filipina (64), Vietnam (67), dan Kamboja (106).

    Bila dicermati lebih jauh, kajian WEF memaparkan bahwa Indonesia memiliki tingkat adopsi teknologi yang tinggi (urutan 72 dari 141 negara dengan skor 55,4). dengan tahapan pembangunan teknologi dan kualitas akses masih dianggap relatif rendah. Kapasitas inovasi juga dianggap masih terbatas (urutan 74 dengan skor 37,7), tetapi semakin meningkat. Wilayah Indonesia yang memiliki lebih dari 17.500 pulau merupakan tantangan tersendiri dalam menyelenggarakan konektivitas tersebut.

    Perbandingan lainnya diumumkan oleh International Telecommunication Union melalui ICT Development Index 2017 (IDI) yang menempatkan Indonesia pada peringkat 111. Dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lain, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Singapura yang berada di peringkat 18, Malaysia (63), Filipina (101), Thailand (78), Brunei Darussalam (53), dan Vietnam (108). Indonesia hanya lebih baik dari Kamboja (128), Myanmar (135), dan Timor Leste (122).

    Merujuk kepada data-data itu, masih terus diperlukan kerja keras dan upaya pemerintah serta seluruh entitas bisnis dan masyarakat untuk mengejar ketertinggalan tersebut, antara lain melalui proyek-proyek strategis nasional dalam rangka konektivitas Indonesia.

    Palapa Ring secara bertahap akan memeratakan kecepatan internet di seluruh Indonesia dengan disparitas harga yang semakin kecil antara wilayah di Jawa dengan wilayah di luar pulau Jawa. Instalasi akhir Palapa Ring antara lain di Wamena (Kab. Jayawijaya), Kenyam (Kab. Nduga), dan Oksibil (Kab. Pegunungan Bintang) menyempurnakan penyelesaian Palapa Ring Timur yang menghubungkan 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi di wilayah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku dengan panjang 4.426 kilometer di laut dan 2.452 kilometer di darat.

    Kajian dari IIGF Institute (2019) mengindikasikan bahwa ketersediaan akses pitalebar (broadband) atas hadirnya Palapa Ring akan memberikan dampak terhadap perekonomian dalam berbagai bentuk, antara lain penngkatan PDRB di wilayah layanan antara 4,5% sampai dengan 6,4% dalam waktu 10 tahun.

    Selain itu, dengan ketersediaan pitalebar sebanyak 2,5 juta pengguna pada tahun 2028, Palapa Ring diperkirakan akan menciptakan 200 ribu pekerjaan dalam waktu 10 tahun, Palapa Ring juga mempengaruhi percepatan ekspansi jangkauan pasar di sektor ritel dan pelayanan serta efisiensi sektor manufaktur dan industri.

    Konektivitas telekomunikasi nasional merupakan prasyarat untuk mendorong inklusi keuangan dan meningkatkan pertumbuhan, termasuk perbaikan iklim bisnis dan investasi di Indonesia. Tidak hanya itu, internet cepat akan mengakselerasi digitalisasi di sektor pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial, termasuk jaminan sosial.

    Palapa Ring digelar untuk memastikan ketersediaan internet cepat untuk peningkatan kompetensi SDM dan menghubungkan masyarakat Indonesia secara adil dan merata (Indonesia-sentris) kepada kesempatan-kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. (Icha)

     

     

     

  • Ada 55 Peserta Lolos Tahapan Seleksi Program Dayamaya

    Ada 55 Peserta Lolos Tahapan Seleksi Program Dayamaya

    Telko.id – Sebanyak 55 peserta dari 1.019 pendaftar dinyatakan lolos seleksi dalam program Dayamaya. Mereka berasal dari 34 provinsi se-Indonesia yang mengikuti seleksi yang dilakukan secara online melalui portal penggerak.dayamaya.id dan ditutup pada 30 September 2019 lalu.

    Langkah berikutnya, ke 55 pendaftar yang lolos seleksi tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya melalui seleksi wawancara pada tanggal 6-10 Oktober 2019 untuk memilih inovasi yang akan masuk ke tahap interview oleh tim kurasi.

    Adapun, tim seleksi terdiri atas perwakilan BAKTI, serta expert yang menjadi bagian dari tim kurasi yaitu terdiri dari perwakilan Asosiasi Fintech Indonesia, Asosiasi e-commerce Indonesia, akademisi, pemerintahan, venture capital dan startup unicorn.

    Setelah itu terpilih 30 inovasi yang akan diberikan fasilitas berupa barang/jasa senilai 100 hingga 300 juta rupiah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk pengembangan SDM, eksekusi riset pasar, infrastruktur teknologi, hingga sosialisasi dan pemasaran.

    Dayamaya merupakan inisiatif BAKTI dan pemerintah dengan visi mendukung pengembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) bagi kesejahteraan masyarakat, dengan semangat gotong royong bersama para stakeholder strategis, seperti startup, serta Usaha Menengah Kecil, dan Mikro (UMKM) digital.

    Program ini mengusung semangat gotong royong antara BAKTI, pemerintah dan stakeholder strategis, untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia. Melalui Dayamaya, BAKTI mengajak pelaku e-commerce dan UKM digital untuk bersinergi dalam mengembangkan potensi.

    Selain itu, program Dayamaya juga dimaksudkan untuk menjalankan amanah Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Roadmap e-Commerce) Tahun 2017-2019.

    Fokus utama dari program ini adalah memastikan solusi yang dibuat oleh startup dan komunitas ini memang menjawab permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Maka dari itu, Dayamaya akan memfasilitasi startup dan komunitas terpilih untuk melakukan riset lapangan langsung ke daerah 3T yang dituju. (Icha)

     

     

  • Pemerintah Bakal Bangun Kalimantan Ring, Seperti Apa Rencananya?

    Pemerintah Bakal Bangun Kalimantan Ring, Seperti Apa Rencananya?

    Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyiapkan program baru untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di ibu kota negara (IKN) baru. Namanya Kalimantan Ring. Lelang proyek jaringan ini rencananya dibuka paling lambat 2021.

    Menteri Kominfo Rudiantara menuturkan, upaya itu dilakukan untuk menopang kebutuhan internet di IKN baru. Sebab, akan banyak perpindahan masyarakat ke Kalimantan, terutama di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara yang jadi lokasi calon IKN.

    “Diperkirakan traffic internet akan meningkat. Karena itu, kita akan buat Kalimantan Ring untuk meningkatkan keandalan infrastruktur telekomunikasi,” papar dia di Nunukan, Kalimantan Utara.

    Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak operator terkait rencana tersebut. Meski belum memerinci, pria yang akrab disapa Chief RA itu menegaskan, tender pembangunan bakal dibuka paling lambat dua tahun mendatang.

    “Kita bicarakan dengan operator, mau bangun tidak. Tapi dengan syarat operator kalau mau bangun harus dibuka kepada operator lain. Konsep harus sharing,” kata Rudiantara.

    Rudiantara mengatakan akan melakukan pertemuan dengan operator untuk meningkatkan keterandalan jaringan telekomunikasi di Kalimantan.

    “Yang jelas, sebelum pindah ibu kota negara, jaringan telekomunikasi sudah siap,” tuturnya.

    Kemenkominfo juga berencana membangun gateway internasional di Kalimantan. Saat ini, kata dia, untuk mengakses internet di wilayah Kalimantan, terutama Nunukan, traffic data harus dibawa ke Jakarta atau Singapura terlebih dahulu. Hal itu memengaruhi kecepatan internet di sana.

    “Jadi, nanti Kalimantan punya gateway untuk traffic dayanya sendiri,” ungkapnya. Rencananya pembangunan gateway dilakukan 5-10 tahun mendatang.

    Rudiantara juga menambahkan bahwa nantinya infrastruktur jaringan akan dibangun di bahu jalan yang telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    “Salah satu yang dimanfaatkan adalah jalan yang dibangun Kementerian PUPR di perbatasan. Batas Indonesia dengan Malaysia itu kurang lebih 300 KM, di bahu jalan kita akan bangun fiber optik, sehingga nanti Kalimantan ring-nya akan semakin bagus,” ujarnya.

    Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Latif menuturkan, pembangunan jaringan di Kalimantan tak cukup hanya dengan membangun base transceiver station (BTS). Perlu ada pembangunan jaringan utama atau backbone.

    Dia menjelaskan, pembangunan jaringan telekomunikasi memiliki hierarki yang harus dipenuhi. Pertama, jaringan backbone seperti Palapa Ring atau tol informasi yang sudah dibangun pihaknya dan Kemenkominfo di Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Kedua, jaringan backhaul (fishbone). Terakhir, jaringan akses atau last mileseperti BTS.

    Meski kini Kalimantan sudah masuk jaringan Palapa Ring, jaringan di sana belum seandal Pulau Jawa. Bentuk ringnya pun belum sempurna. Karena itu, dibutuhkan jaringan utama dan pendukung yang membentuk ring secara sempurna. “Intinya bahwa di Kalimantan nanti butuh jaringan telekomunikasi andal. Jadi, perlu dilengkapi jaringan utama dan beberapa pendukung,” jelasnya.

    Dia menekankan, konsep pembangunan itu harus segera dikomunikasikan dengan operator telekomunikasi di Indonesia. Dengan begitu, dapat diketahui pembagian peran dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di IKN baru. “Kalau ada segmen yang tidak menarik secara bisnis oleh operator, pemerintah yang bangun,” ungkapnya.

    Pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan ini dinilai bakal lebih mudah bila dibandingkan dengan Papua. Sebab, secara geografis, bukit-bukit di sana tak setinggi Papua. Dengan begitu, dari segi pembiayaan bakal lebih murah.

    Kalimantan Ring berbasis infrastruktur Sharing, Emang Telkomsel Mau?

    Jika melihat kondisi jaringan telekomunikasi di Kalimantan Timur yang bakal menjadi Ibu Kota baru, Telkomsel lah yang memiliki jaringan yang lebih kuat di wilayah itu dibandingkan dengan operator lainnya.

    Lalu, jika pemerintah ingin menerapkan infrastruktur sharing di wilayah tersebut, apakah Telkomsel bersedia berbagi jaringannya dengan operator lain?

    Pasalnya, konsep infrastruktur sharing yang sudah ‘dikumandangkan’ oleh menkominfo sejak beberapa tahun belakangan ini, ditolak mentah-mentah oleh Telkomsel. Alasannya, untuk melayani pelanggannya sendiri saja masih kurang.

    Hal itu sempat disampaikan oleh Telkomsel 3 tahun lalu, ketika isu infrastruktur sharing ramai diperbincangkan.

    Seperti dikutip dari Kompas.com, Telkomsel menegaskan tidak akan mengadopsi sistem infrastructure sharing atau berbagi infrastruktur dengan operator lain. Alasannya jaringan mereka sudah padat pengguna dan tidak memungkinkan untuk dibagi.

    Sebenarnya selama ini antar operator sudah ada kerjasama dalam infrastruktur pasif (site atau menara pemancar). Imbauan dari pemerintah kini mencakup berbagi infrastruktur aktif, misalnya Radio Access Network (RAN) Namun, seperti dikatakan oleh Direktur Network Telkomsel Sukardi Silalahi, operator pelat merah tersebut menolak melakukannya.

    “Sharing itu bisa dilakukan kalau masih ada slot. Kalau occupancy kami rendah, tidak apa-apa sharing. Tapi jaringan kami sudah penuh,” ujarnya saat berbincang bersama wartawan di Jakarta, Selasa (15/3/2016), seperti dikutip dari Kompas.com.

    Lalu, sekarang bagaimana?  

    Yang pasti, untuk mengantisipasi kebutuhan telekomunikasi seluler calon Ibu Kota negara baru di Kalimantan Timur, Telkomsel terus memperkuat kualitas jaringan 4G di provinsi tersebut, terutama di tiga ruas jalan utama.

    Seperti dikutip dari Kompas.com. dalam acara Media Update Telkonsel di Balikpapan, Senin (23/9/2019), dijelaskan bahwa ketiga ruas jalan ini mencakup jalur lintas Balikpapan hingga Samarinda (non-tol), rute jalan tol Balikpapan hingga Samarinda, dan ruas lintas Sepaku hingga Penajam Paser Utara.

    “Kami perkuat jaringan Telkomsel di sana (jalur non-tol Balikpapan – Samarinda) dan secara keseluruhan 4G-nya sudah seamless,” kata GM Network Operation Quality Management Telkomsel Regional Kalimantan, Rahmad Putra Jaya, ketika berbicara dalam acara.

    Hingga akhir tahun 2019 ini, Telkomsel menargetkan 1.800 BTS 4G baru akan melayani para konsumen di Kalimantan. Sebanyak 400 di antaranya dibangun di Kalimantan Timur.

    “Hanya saja, masih ada di bawah 50 persen yang belum aktif, hanya tinggal tunggu sampai akhir tahun,” ujar Rahmad.

    Dengan kata lain, ada kurang lebih 900 BTS 4G lagi yang harus dibangun oleh Telkomsel di wilayah Kalimantan demi mencapai target.

    Telkomsel sendiri mengklaim sudah memiliki 18.100 BTS yang tersebar di wilayah seluruh wilayah di Pulau Kalimantan, di mana 6.100 di antaranya adalah BTS 4G.

    Saat rencana penambahan rampung, operator yang identik dengan warna merah ini akan mengoperasikan sekitar 19.900 BTS di pulau Kalimantan, dengan rincian jumlah BTS 4G sekitar 7.900 unit.

    Di Kalimantan sendiri, cakupan 4G Telkomsel diklaim sudah mencapai 86 persen dari populasi dengan jumlah pelanggan mencapai sekitar 12,6 juta. Sebanyak 6,8 juta di antaranya merupakan pelanggan data. (Icha)

  • Akhirnya, Axiata dan Telenor Sepakat Hentikan Diskusi Untuk Merger

    Akhirnya, Axiata dan Telenor Sepakat Hentikan Diskusi Untuk Merger

    Telko.id – Axiata Group Berhad (“Axiata” atau “the Group”) dan Telenor ASA (“Telenor”) secara bersama-sama sepakat untuk mengakhiri diskusi mengenai upaya merger yang akan dilakukannya. Hal ini diumumkan oleh Axiata di web resminya (6/09).

    Selama empat bulan terakhir, kedua pihak telah mengerjakan uji tuntas dan penyelesaian perjanjian transaksi yang harus diselesaikan dalam kuartal ketiga 2019. Karena beberapa kompleksitas yang terlibat dalam Transaksi yang Diajukan, para pihak telah sepakat untuk mengakhiri diskusi.

    Kedua belah pihak mengakui bahwa ada alasan strategis yang sangat kuat sehingga transaksi ini tidak dilanjukan. Namun, ke depan jika ada kemungkinan untuk melakukan transaksi, maka bukan tidak mungkin akan dilakukan oleh ke duanya.

    “Dewan mengakui dasar pemikiran strategis yang kuat dari Transaksi yang Diajukan dan sama-sama menyadari tingkat kompleksitas dari kesepakatan semacam itu yang meluas di sembilan negara dan 14 entitas utama,” ungkap Tan Sri Ghazzali Sheikh Abdul Khalid, ChairmanAxiata menjelaskan dalam penyataan tertulisnya.

    Dengan berakhirnya diskusi merger ini, Axiata menjamin bahwa tidak akan mempengaruhi kinerja Group bahkan untuk mencapai aspirasi menjadi pemain utama di digital tahun 2022. Axiata pun yakin dalam kapasitasnya untuk memanfaatkan peluang di seluruh Konsumen, Rumah, Perusahaan / Bisnis IoT, Digital dan TowerCo sebagai industri global bergerak menuju konvergensi.

    “Terlepas dari sinergi yang diungkapkan dari merger, kami yakin bahwa penghentian Transaksi yang Diajukan tidak mempengaruhi Grup dalam mencapai ambisi Juara Digitalnya. Atas nama Dewan Axiata, kami berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Malaysia, investor kami dan semua karyawan kami selama proses ini,” ujar Ghazzali menambahkan.

    Presiden dan Kepala Eksekutif Grup Axiata Tan Sri Jamaludin Ibrahim mengatakan, “Axiata terus menjadi kisah pertumbuhan dan tetap menjadi salah satu operator seluler terbesar di kawasan ini. Hari ini, kami beroperasi dari posisi yang kuat, dengan kedelapan OpCos berkinerja baik dan tampak optimis untuk memenuhi KPI 2019 kami.

    Ke depan, Axiata akan mentransformasikannya menjadi perusahaan teknologi digital yang dapat digambarkan sebagai industri global yang semakin konvergen, bercabang di luar mobile dan konsumen ke broadband rumah, perusahaan, digital dan TowerCo.

    “Kami yakin akan menuai manfaat dari investasi kami di area pertumbuhan baru termasuk Enterprise, Home, VAS Digital, Bisnis Digital, dan Infrastruktur dalam beberapa tahun mendatang,” ungkap Jamaludin optimis.

    Bahkan, dia mengaku juga, Axiata akan terus secara aktif mengeksplorasi kemungkinan konsolidasi dan peluang optimalisasi portofolio untuk mengekstrak sinergi, memaksimalkan efisiensi, dan mendanai area pertumbuhan di masa depan. (Icha)