Kategori: Indosat

  • Indosat Ooredoo Siapkan Mobil Klinik Untuk Pemudik

    Indosat Ooredoo Siapkan Mobil Klinik Untuk Pemudik

    Telko.id – Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1437 H, para pemudik mulai bergerak menuju kampung halaman masing-masing. Kesehatan selama perjalanan mudik wajib menjadi perhatian bagi pemudik agar perjalanan lancar. Untuk membantu para pemudik menjaga kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan, Indosat Ooredoo bekerjasama dengan Rumah Zakat dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengerahkan atau Mobil Klinik di 3 titik jalur mudik di Jawa dan Sumatera untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi para pemudik.

     

    Ketiga titik jalur mudik tersebut beserta jadwal pelayanannya adalah: Bandar Lampung, di SPBU Kalibalok Jalan Soekarno Hatta (1–7 Juli); Ciamis, di Jalan Raya Imbanegara dekat Gapura Selamat Datang (30 Juni–6 Juli); dan Tegal, di Rest Area Mudik Mesjid Zainuddin Jalan Raya Pantura Tegal – Semarang KM. 9 Maribaya (1–7 Juli).

     

    Para pemudik dapat menikmati layanan kesehatan secara gratis yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat gratis, cek metabolik seperti tensi darah, gula darah, dan asam urat, serta konsultasi dokter.

     

    Satu unit Mobil Klinik mampu melayani sekitar 150 pasien per hari. “Dengan 3 unit MONIK yang ditempatkan pada titik-titik strategis jalur mudik di Jawa dan Sumatera, kami berharap dapat melayani sampai dengan 3.150 pemudik selama satu minggu,” ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo.

     

    “Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk senantiasa hadir sebagai teman. Treat our customers as friends. Layanan ini tidak hanya untuk pelanggan Indosat Ooredoo tapi semua pemudik yang ingin mampir ke Mobil Klinik untuk memperoleh layanan kesehatan secara cuma-cuma, jangan ragu-ragu, silahkan mampir,” tambah Deva.

     

    Mobil Klinik merupakan program yang diinisiasi sejak tahun 2007 oleh Indosat Ooredoo untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di daerah-daerah terpencil dan sebagai garda terdepan untuk memberikan pertolongan kesehatan bagi korban bencana alam. Mobil Klinik Indosat Ooredoo dilengkapi dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan, perangkat medis, obat-obatan, edukasi kesehatan bagi keluarga, serta dibantu oleh tenaga medis profesional. Saat ini ada 16 unit Mobil Klinik Indosat Ooredoo yang tersebar di seluruh Indonesia.

     

    Sebagai salah satu flagship program CSR Indosat Ooredoo, Mobil Klinik telah berhasil memperoleh berbagai penghargaan antara lain MDGs Award tahun 2008, 2009, dan 2010 atas keberhasilannya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan membantu menurunkan angka kematian anak. Melalui kerjasama dengan Lionel Messi Foundation, program Mobil Klinik Indosat Ooredoo berhasil diterapkan di berbagai negara, antara lain Myanmar, Tunisia, dan Aljazair. (Icha)

  • Dirut Telkomsel Buka-bukaan Tentang ‘Tudingan’ Indosat

    Dirut Telkomsel Buka-bukaan Tentang ‘Tudingan’ Indosat

    Telko.id – Salah satu yang menjadi dasar mengapa Indosat -yang sebenarnya juga dikeluhkan oleh operator lain- secara terbuka ‘menuding’ Telkomsel melakukan monopoli adalah interkoneksi dan Network Sharing. Hal ini membuat Indosat merasa kesulitan untuk berkembang di wilayah luar Jawa.

    Untuk masalah biaya interkoneksi yang merupakan salah satu komponen panggilan telepon lintas operator (off-net) masih dianggap mahal oleh operator selain Telkomsel. Namun, Ririek Ardiansyah, Direktur Utama Telkomsel melihat bahwa interkoneksi yang diatur oleh pemerintah itu berbasis biaya. Seperti juga yang diberlakukan secara internasional. Operator yang punya 10 BTS dan 100 BTS, biaya yang dikeluarkan pasti beda.

    “Jika ada yang mengaitkan dengan tarif retail, tidak terlalu berkaitan karena untuk menentukan biaya itu, banyak komponen lain,” ujar Ririek Ardiansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan pada acara buka bersama dengan media di kantornya.

    Lebih lanjut, Ririek juga menambahkan, jika tidak berdasarkan skema cost based maka ada resiko yang akan dihadapi oleh industri. Yakni, operator tidak termotivasi untuk membangun. Tentu, hal ini akan memberikan dampak yang kurang baik bagi Industri.

    Lalu, jika dikaitkan dengan perangkat infrastruktur yang semakin turun, per unit nya turun. “Tapi ingat, ada faktor depreasiasi dan modernisasi jaringan. Jadi, tidak akan terlalu berpengaruh karena tetap saja, operator harus melakukan investasi,” Sahut Ririek menjelaskan.

    Setiap tahunnya operator harus melakukan 4 hal penting dalam melakukan investasi di infrastruktur. Pertama, operator harus melakukan modernisasi. Di mana, infrastruktur yang ada secara periodik harus selalu diganti karena memang perangkat itu ada umur nya. Kedua, operator harus menambah terus kapasitasnya. Jika dulu satu tower satu BTS, kini satu tower bisa multi sector. Dengan demikian, kapasitas akan bertambah. Ketiga, operator pun harus memperluas coverage sehingga jumlah yang ada sudah pasti akan terus ditambah.

    Keempat, meskipun harga per unit turun, tetapi volume pembelian terus bertambah. Selama lima tahun belakangan ini, Telkomsel melakukan pembangunan setara dengan 10 tahun terakhir. Di tambah lagi dengan kebutuhan masyarakat yang semakin cepat. “Semua itu membuat Capex dari operator tetap stabil atau bahkan ada kecenderungan meningkat,” ujar Ririek menjelaskan.

    Ririek lalu menambahkan juga tentang monopoli. Di mana, menurut Ririek, monopoli itu dapat terjadi karena memang didesain agar terjadi monopoli atau memang terjadi secara natural. Intinya, Ririek mempertanyakan tentang lisensi yang sudah diberikan oleh pemerintah pada operator. “Jika lisensi yang diberikan secara nasional, maka operator juga harus komitmen membangun secara nasional.

    “Jadi, dominasi ini bukan karena kemauan dari Telkomsel tapi karena Telkomsel konsisten membangun sehingga 95% dari wilayah Indonesia sudah dijangkau,” tambah Ririek.

    Dalam membangun BTS, Telkomsel membaginya dalam 3 katagori. Pertama, Telkomsel membangun secara reguler. Setiap membangun BTS akan disertai dengan hitungan finansial atau untung ruginya. Kedua, disisi lain, Telkomsel juga membangun yang namanya BTS Merah Putih. BTS yang dibangun di wilayah, di mana secara hitungan finansial adalah rugi. Seperti melakukan pembangunan di wilayah tanpa penduduk, pulau terpencil sampai perbatasan atau menjaga kedaulatan negara. Hal ini menjadi kewajiban dari operator dan bentuk dukungan operator terhadap pemerintah yang sudah dicanangkan dalam peraturan pemerintah.

    Namun, Telkomsel percaya bahwa suatu saat nanti akan menumbuhkan perekonomian dan bisa saja nanti nya akan menguntungkan. “Di beberapa lokasi memang ada yang menguntungkan dengan cepat. Tapi, di area lain sangat lambat,” ujar Ririek menjelaskan.

    Ketiga, adalah USO atau universal service obligation. Program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk mendukung program desa berdering/pinter dari pemerintah.

    Peliknya, anggaran untuk USO ini juga tidak selalu lancar, terkadang dana tidak bisa cair. “Operator tidak mungkin untuk non aktif kan BTS yang ada karena sudah ada bisnis yang terbentuk di wilayah itu. Misalnya, sudah ada yang jualan pulsa atau bisnis lainnya. Akhirnya, Telkomsel tetap harus hadir walaupun merugi,” ujar Ririek.

    Padahal, lisensi sudah diberikan oleh pemerintah sama. Hanya saja ada operator yang membangun sesuai dengan komitmen, ada yang tidak. Telkomsel sendiri saat ini memiliki 119 BTS. Tiga tahun terakhir, Telkomsel membangun 13 ribu hingga 15 ribu BTS setiap tahunnya. Semakin hari, pembangunan harus lebih cepat karena pertumbuhan dari kebutuhan masyarakat mencapai 22% setiap tahunnya.

    Berkaitan dengan foto yang beredar tentang adanya promosi Indosat yang menyinggung Telkomsel, Ririek secara tegas menyatakan bahwa tidak ada instruksi atau kebijakan seperti yang dituduhkan. Telkomsel selalu berusaha untuk menjalankan bisnis sesuai dengan peraturan atau etika yang ada,

    Untuk masalah Network Sharing. Telkomsel setuju saja asalkan tidak diberlakukan secara mandatory atau kewajiban. Namun, Telkomsel meminta agar network sharing ini dilakukan base on B to B atau business to business. “Jika Network sharing ini diberlakukan sebagai kewajiban akan memberikan dampak yang kurang baik bagi industri karena akan saling menunggu untuk melakukan pembangunan. Hal ini akan membahayakan secara nasional. Lalu, apa guna nya diberikan lisensi secara nasional, jika tidak membangun,” ujar Ririek berdalih.

    Ririek mencontohkan. Jika disuatu daerah, hanya ada satu operator yang melayani. Lalu terjadi sesuatu dan tidak bisa melakukan komunikasi? Tentu hal ini tidak diinginkan. Ditambahkan pula bahwa jika hanya satu network dengan beberapa operator, maka kualitas layanan akan sama. Tidak terjadi deferensiasi. Hal ini tentu menjadi tidak baik bagi masyarakat. Paling tidak dalam suatu daerah ada 2 atau 3 operator yang melayani. Dengan demikian ada kompetisi harga dan kualitas. Konsumen pun dapat memilih.

    Ditambahkan juga oleh Ririek bahwa 3 poin penting yang akan mempengaruhi pertumbuhan industri dengan baik. Pertama, kualitas layanan. Di mana, kualitas layanan ini ada minimalnya. Sehingga, siapa pun yang masuk ke wilayah tersebut memberikan kualitas yang baik.

    Kedua, harga harus affordable. Jika memberlakukan harga yang rendah maka operator tidak akan untung. Hal ini bisa saja terjadi, tapi pasti hanya dalam jangka pendek saja. Jika dilakukan dalam jangka panjang maka operator tidak memiliki kemampuan untuk membangun. Padahal, telekomunikasi ini mampu mengenerate ekonomi suatu daerah.

    Diakhir pertemuan, Ririek menegaskan bahwa, regulasi adalah sebuah alat atau tools untuk mempengaruhi industri. Hanya saja perlu diperhatikan masalah fairness. Baik bagi kepentingan operator yang sudah membangun maupun kepentingan nasional.

    “Terlebih, saat ini telekomunikasi ini sedang dalam evolusi. Sedang dalam masa transisi. Jika tidak hati-hati akan memberikan dampak yang kurang baik bagi industri secara nasional,” sahut Ririek menutup pertemuannya. (Icha)

  • Ini Statement Resmi Indosat Ooredoo Tentang Promo Sindir Telkomsel

    Ini Statement Resmi Indosat Ooredoo Tentang Promo Sindir Telkomsel

    Telko.id – Dunia telekomunikasi Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan yang berat. Program pemerintah Indonesia untuk membangun negara melalui dunia digital dan antusiasme masyarakat untuk memajukan diri melalui kegiatan online, belum bisa segera dijalankan dengan mulus karena penyediaan layanan komunikasi dan akses informasi, utamanya di luar Jawa, belum kompetitif.

    Penguasaan pasar luar Jawa yang sangat besar oleh satu penyedia jasa telekomunikasi mengakibatkan turunnya affordability masyarakat. Hal ini berarti akan menghambat laju penetrasi pengguna atau menghambat peningkatan jumlah masyarakat yang bisa masuk ke dunia digital dan melakukan kegiatan online.

    Pasar di luar Jawa, saat ini dikuasai oleh satu penyelenggara yang menguasai lebih dari 80% pasar telekomunikasi. Menurut ketentuan UU tentang persaingan usaha, jika terjadi penguasaan pasar lebih dari 50%, maka patut dianggap telah terjadi praktek monopoli sehingga negara harus hadir untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat. Kehadiran penyelenggara lain secara seimbang sangat penting untuk menjamin tersedianya layanan komunikasi dan akses informasi yang kompetitif sehingga lebih terjangkau (affordable) oleh masyarakat.

    “Melihat kondisi ini, Indosat Ooredoo berusaha memasuki pasar luar Jawa dengan misi untuk memberi pilihan kepada masyarakat. Semua paham bahwa tidak mudah menembus pasar yang sudah monopolistik. Karena itu, Indosat Ooredoo mencoba menjalankan gagasan program tarif telepon Rp.1 per detik ke semua operator yang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas di luar jawa. Program ini telah kami jalankan sejak 10 Juni 2016 dengan tagline #buktikanRp1, dan tarif tersebut telah beredar di beberapa tempat sejak Desember 2015,” kata Deva Rachman,Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, dalam jawaban tertulisnya.

    Deva juga menambahkan bahwa sosialisasi tarif Rp. 1 per detik dilakukan melalui kegiatan edukasi dan testimoni pelanggan. “Program ini kami jalankan sebagai bagian dari program akuisisi 1 juta pelangan dalam program Rp 1 per detik ke semua operator di luar Jawa. Komunikasi langsung dengan masyarakat ini kami yakini sebagai cara yang paling efektif dalam rangka menembus pasar yang terlanjur monopolistik. Tentu sangat menarik untuk mendengar langsung testimoni mereka yang sebelumnya tidak memiliki pilihan lain di pasar. Alhamdulillah berhasil sesuai yang diharapkan,” tutur Deva lebih lanjut.

    Penguasaan pasar telekomunikasi di luar Jawa oleh satu penyedia layanan yang bersifat monopolistik membuat masyarakat menjadi rentan terhadap kenaikan tarif layanan yang terang-terangan ataupun yang diam-diam. Survey yang dilakukan kepada pelanggan di luar Jawa menunjukkan tingginya tarif layanan. Di beberapa daerah, para pelanggan harus membayar 7 kali lipat lebih mahal. Pelanggan bahkan sering tidak menyadari adanya kenaikan harga yang dikenakan dalam segmen-segmen waktu serta hari-hari tertentu.

    Menurut Deva, Indosat Ooredoo menawarkan produk yang murah, skema tarif yang sederhana dan tidak kompleks, dimana produk tarif yang ditawarkan sangat transparan tanpa pemberlakuan segmen waktu dan hari. Produk ini mendapat sambutan baik di masyarakat dimana mereka bersedia melakukan testimoni atas tarif ini secara sukarela.

    “Terkait testimoni yang spesifik menyebut nama operator lain telah kami tarik agar tidak menimbulkan salah paham,” sahut Deva menjelaskan.

    Indosat Ooredoo selalu berupaya untuk hadir di luar Jawa agar dapat memberikan alternatif pilihan layanan kepada masyarakat disana. Namun terkendala beberapa hal seperti perilaku persaingan yang tidak sehat serta biaya interkoneksi yang masih terlalu tinggi.

    “Banyak produk-produk kami diborong di pasar oleh pihak kompetitor, shop sign kami dipaksa untuk diganti dengan shop sign kompetitor serta outlet-outlet yang menjual produk kami banyak mendapatkan ancaman oleh pihak kompetitor dan diminta agar tidak menjual Kartu Perdana kami,” ujar Deva menyesalkan.

    Indosat Ooredo merasa bahwa masyarakat di luar Jawa berhak mendapatkan layanan komunikasi dan akses informasi yang lebih terjangkau untuk kemajuan sosial dan perekonomiannya. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo akan terus berjuang memberikan yang terbaik kepada pelanggan dengan memberikan harga yang wajar, jujur dan terbuka.

    “Kami berusaha untuk melayani masyarakat dengan hadir di pasar secara kompetitif yang sehat,” ujar Deva menjelaskan.

    Indosat Ooredoo pun menghimbau kepada semua pihak yang terkait bahwa kondisi ini harus segera dibenahi. Baik dari sisi pemerintah maupun semua pihak yang berwenang melakukan penegakan regulasi untuk mewujudkan persaingan usaha yang sehat.

    “Dengan kita bersaing sehat, masyarakat bisa menikmati layanan komunikasi dan akses informasi yang terbaik bagi peningkatan kualitas masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Deva sebagai penutup. (Icha)

  • Ini Dia Tanggapan Telkomsel Setelah Disindir Habis Oleh Indosat

    Ini Dia Tanggapan Telkomsel Setelah Disindir Habis Oleh Indosat

    Telko.id – Sudah sejak Kamis (16/6) lalu, beredar foto-foto spanduk Indosat Ooredoo yang menyindir Telkomsel. “Gratis Kartu IM3 Ooredoo Disini!! Cuma IM3 Ooredoo Nelpon Rp1/Detik Telkomsel? Gak Mungkin”. Begitu isi spanduknya.

    Indosat memang dalam rangka ramadan, Indosat Ooredoo memberi kebebasan berkomunikasi kepada pelanggan IM3 Ooredoo lewat tarif Rp 1 per detik ke semua operator. Sebenarnya, sah-sah saja Indosat melakukan program seperti itu. Hanya saja, dalam promo yang dilakukan, rasanya sudah ‘kebablasan’ karena secara terbuka menyindir Telkomsel.

    “Kompetisi bisnis adalah hal yang biasa dan bahkan bisa membuat industri lebih sehat dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Adita Irawati, Vice President Corporate Communication Telkomsel menanggapi sindiran Indisat Ooredoo tersebut.

    Adita juga menambahkan bahwa kompetisi itu perlu dijaga agar tetap berpegang pada aturan dan etika sehingga tidak justru merugikan masyarakat. Termasuk dalam hal ini, regulasi yang mengatur kompetisi harus bisa menciptakan iklim usaha yang adil (fair) dan disusun secara transparan. Regulasi harus bisa mendorong industri yang membuat harga layanan terjangkau tapi pada saat yang bersamaan, operator juga tetap sehat dan mampu membangun.

    “Apalagi, Telkomsel adalah operator telekomunikasi yang beroperasi hingga pelosok, perbatasan dan pulau terluar Indonesia, dalam menjalankan usahanya Telkomsel selalu berpegang pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan patuh pada ketentuan yang berlaku. Selain itu dalam berkomunikasi kepada khalayak kami juga selalu berpegang pada norma dan etika serta menghormati pihak lain,” ujar Adita menambahkan.

    Terkait tarif layanan telpon Telkomsel, pelanggan prabayar dapat memilih paket yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan komunikasinya. Saat ini Telkomsel memiliki paket telpon TalkMania dan Jagoan Serbu yang merupakan paket telpon dengan harga murah, dan paket ini selama bertahun-tahun terbukti sangat diminati oleh pelanggan simPATI dan Kartu As.

    Informasi mengenai harga selalu diinfokan secara transparan sebelum pembelian paket, dan biaya pemakaian diinfokan langsung kepada pelanggan setelah melakukan panggilan, serta pelanggan juga bisa setiap saat mengecek biaya pemakaian. Demikian pula dengan layanan data, Telkomsel selalu memberikan berbagai pilihan paket sesuai kebutuhan pelanggan. Informasi mengenai harga paket juga selalu disampaikan kepada pelanggan sebelum melakukan transaksi pembelian.

    Berkaitan dengan kondisi ini, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI akan memanggil Indosat untuk minta kejelasannya pada Senin mendatang. (Icha)

  • Indosat Ooredoo Sasar Pelanggan Korporate lewat Pro Freedom

    Indosat Ooredoo Sasar Pelanggan Korporate lewat Pro Freedom

    Telko-id – Dalam era digital seperti saat ini, perusahaan membutuhkan mobilitas yang tinggi untuk tetap dapat kompetitif di pasar. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang dapat bekerja kapan saja, di mana saja dan tetap dapat berkomunikasi melalui email, aplikasi kantor, social media atau bahkan video call jika dibutuhkan. Di sisi lain, perusahaan juga masih memiliki ke khawatiran ketika semua itu dilakukan maka akan terjadi lonjakan tagihan yang tidak diinginkan.

    Indosat Ooredo paham dengan kebutuhan tersebut. Itu sebabnya, Indosat meluncurkan program Pro Freedom yang terdiri dari tiga komponen yakni Pro Freedom Bundling, Pro Freedom Combo dan Freedom Data Roaming.

    Untuk Pro Freedom Bundling, ditujukan bagi perusahaan yang membutuhkan solusi komunikasi sekaligus juga dengan perangkatnya. Sedangkan Pro Freedom Combo, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap komunikasi saja. Di dalamnya, terdapat empat paket pilihan yang dapat disesuaikan dengan layer managemen perusahaan. Yang terakhir adalah Pro Freedom Data Roaming yang pada bulan Juli mendatang sudah mulai dapat digunakan.

    “Semua paket yang tersedia menganut 4 kelebihan yang memang sangat dibutuhkan oleh perusahaan menuju era digital,” ujar Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale & Enterprise Officer Indosat Ooredoo menjelaskan. Keempat kelebihn itu adalah tanpa batas waktu, bonus unlimited kuota 4G, unlimited telepon dan SMS antar Indosat maupun antar operator. Terakhir adalah bebas khawatir tagihan data roaming.

    Herfini juga menambahkan bahwa dengan adanya program Pro Freedom ini, Indosat mengharapkan bahwa pelanggan bisnis atau korporasi juga dapat terbebaskan dari kerumitan dan keterbatasan dalam menyediakan fasilitas komunikasi bagi karyawannya untuk meningkatkan produktifitas kerja.

    Dengan adanya program ini, Herfini berharap mampu menambah jumlah pelanggan korporate nya yang saat ini masih berjumlah 4000 pelanggan. “Tidak semua pelanggan korporat ini menggunakan layanan mobile Indosat karena kami memiliki solusi paling lengkap di telekomunikasi. Namun, dengan adanya program ini maka kami berharap, pelanggan korporat yang sudah ada tersebut menambah lagi dengan paket Pro Freedom ini,” ujar Herfini optimis.

    Saat ini, revenue dari pelanggan korporate ini sekitar 20% dari total revenue perusahaan. Sumbangan dari mobile sendiri mencapai 25% dari total revenu korporat. “Angka ini akan terus meningkat seiring dengan adanya layanan M2M dan IoT yang terus dikembangkan oleh Indosat,” ujar Herfini menjelaskan. (Icha)

  • Peduli Pendidikan, Indosat Ooredoo Terjunkan Karyawan untuk Mengajar

    Peduli Pendidikan, Indosat Ooredoo Terjunkan Karyawan untuk Mengajar

    Telko.id – Sebagai bagian dari Program Employee Volunteer yang juga merupakan tanggungjawab sosial perusahaan (CSR), khususnya untuk pilar edukasi, Indosat Ooredoo menerjunkan ratusan karyawannya untuk mengikuti kegiatan mengajar kelas inspirasi di kelas-kelas sekolah dasar di berbagai kota

    Dalam kegiatan kelas inspiratif ini, selain berbagi berbagai ilmu seperti calistung, Bahasa Inggris, menggambar, pola hidup bersih dan sehat, telekomunikasi, teknologi serta profesi, karyawan juga diajak untuk mendonasikan buku untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan dalam Program Donasi Buku.

    Dalam keterangan resminya, Rabu (25/5), Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman menyebutkan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian Indosat Ooredoo untuk turut membangun pendidikan Indonesia yang semakin baik dan berkualitas.

    “Interaksi yang terjadi antara karyawan dan murid SD akan menjadi pengalaman berharga untuk keduanya. Murid-murid diharapkan bisa memperoleh pengetahuan, wawasan, inspirasi dan semangat dalam mewujudkan cita-cita mereka di masa depan,” katanya.

    Program Program Employee Volunteer ini dilakukan di 5 Regional, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, dan Medan.

    Sekitar 40 sampai 60 karyawan diperkirakan akan terlibat dalam program ini, dan akan melakukan berbagai kegiatan seperti memberikan Kelas Inspirasi, membantu renovasi sekolah, serta membantu membersihkan dan merapikan lingkungan sekolah selama tujuh hari.

    Sebelumnya pada Oktober tahun lalu, Indosat Ooredoo juga pernah menyelenggarakan Program Homestay Karyawan, yaitu program sukarela (voluntary) bagi karyawan untuk terjun langsung menjadi relawan pengajar di berbagai sekolah di daerah terpencil di pelosok tanah air.

  • Lebaran, Indosat Prediksi Jumlah Pelanggan Naik 20% di Jawa Timur

    Lebaran, Indosat Prediksi Jumlah Pelanggan Naik 20% di Jawa Timur

    Telko.id – Dipilihnya rute Surabaya – Malang sebagai jalur uji jaringan Indosat kali ini – dalam rangka menyambut Ramadhan dan Lebaran 2016 – tentunya bukan tanpa sebab. Operator yang identik dengan warna kuning ini percaya bahwa kedua kota ini merupakan salah satu jalur mudik utama di wilayah Jawa Timur.

    Indosat memprediksi, rute ini akan mengalami kepadatan lalu lintas mobil dari para pendatang, entah itu mereka yang ingin mudik ke Surabaya dan Malang maupun mereka yang hanya ingin berwisata ke kedua kota tersebut.

    “Berkaca dari tahun sebelumnya, kami memprediksi kenaikan jumlah pelanggan akan terjadi di Jawa Timur menjelang Lebaran. Tapi setelah itu jumlah pelanggan akan kembali normal, karena mereka kembali lagi ke daerah masing-masing,” kata Soejanto Prasetyo, Head of Sales East Java di Malang, Senin (23/5).

    Ia menambahkankan, kenaikan jumlah pelanggan Indosat di wilayah tersebut diprediksi akan mencapai 20% hingga 25%, menjadi 12 hingga 12.5 juta dari jumlah sebelumnya 10 juta pelanggan. Dari total pelanggan tersebut, 35% diantaranya merupakan pelanggan 4G.

    Saat ini, dari total 52.326 BTS yang dimiliki Indosat (secara nasional), 1.233 diantaranya tersebar di sepanjang jalur Surabaya dan Malang. Indosat mengatakan akan terus menambah jumlah BTS-nya untuk melayani sekitar 69,8 juta pelanggan yang dimiliki.

    “Untuk BTS kami akan terus menambahnya hingga akhir tahun,” pungkas Soejanto tanpa bersedia membagi angkanya.

  • Jaringan Indosat Aman di Jalur Surabaya – Malang

    Jaringan Indosat Aman di Jalur Surabaya – Malang

    Telko.id – Uji coba jaringan menjelang Ramadhan dan musim mudik Lebaran telah menjadi hal lumrah bagi sebagian besar operator di tanah air, tak terkecuali Indosat. Kali ini, sebagai bagian dari kesiapan jaringan dalam menyambut dua momen tersebut, Indosat melakukan uji jaringan dari Surabaya ke Malang, yang merupakan salah satu jalur mudik utama di wilayah Jawa Timur.

    Rute ini, jika berkaca dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, diprediksi akan mengalami kepadatan lalu lintas mobil dari para pemudik yang ingin mengunjungi kedua kota tersebut. Alasannya dua, selain menjadi kota tujuan mudik, Surabaya dan Malang juga menjadi kota tujuan wisata selama masa liburan Lebaran.

    “Kenaikan trafik biasanya akan terjadi di second city, seperti Malang, Bintan dan sebagainya,” kata Division Head RAN and Design Optimization Indosat, Joko Riswadi dalam perjalanan dari Suranaya ke Malang, Senin (23/5).

    Berbagai aktifitas layanan data, mulai dari browsing, download dan upload file, menonton video HD serta live streaming pun dilakukan dalam drive test yang dilakukan dengan menggunakan moda transportasi bus ini.

    Hasilnya, untuk kecepatan download dicapai kecepatan maksimal hingga 39,66 Mbps dengan rata-rata download 12 Mbps. Sementara kecepatan maximum upload mencapai 20,61 Mbps dengan rata-rata upload 6,59 Mbps.

    Kecepatan maksimal download dan upload dicapai ketika bus memasuki tol Sidoardjo. Dari hasil pengujian, tampak bahwa sepanjang rute drive test aktitas internet berjalan dengan baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda buffering.

    Kualitas suara di jaringan Indosat juga dilakukan melalui pengujian kualitas suara (voice) dengan metode pengukuran MOS (Mean Opinion Score) yang menunjukkan bahwa 89% area yang diukur menunjukkan hasil di tingkat excellent (maksimum skor dimana nilai MOS 4-5)  dan 8% area lainnya menunjukkan hasil dengan nilai baik.

    Rentang penilaian metode pengukuran MOS sendiri adalah 1-5, di mana angka 5 menunjukkan hasil excellent.  Hasil ini sekaligus menunjukkan bahwa kualitas suara layanan Indosat Ooredoo berada pada tingkat terbaik dibandingkan dengan yang lain.

    “Layanan data dapat kami pastikan sebagai layanan yang akan mengalami peningkatan paling tinggi, mengingat semakin banyaknya pelanggan yang saat ini menggunakan layanan data untuk aplikasi-aplikasi di ponselnya,” terang Joko.

    Jalur uji jaringan dari kota Surabaya ke Malang dimulai dari kantor Indosat Ooredoo Surabaya di Jl. Kayun, kemudian lanjut ke Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Wonokromo, Pintu Tol Waru, Tol WaruTol Sidoarjo, Arteri Porong, Pintu Tol Japanan, Tol Gempol, Exit Tol Pandaan, Sampoerna Pandaan, Pasar Sukorejo, Pasar Purwosari, Lawang, Singosari, Arjosari, Jl Letjen S Parman, Alun-Alun Kota Malang dan berakhir Malang Town Square. Ada setidaknya 1.233 BTS Indosat memenuhi jalur tempuh sepanjang 97KM ini.

    Hasil pengujian menunjukan jalur mudik dan pariwisata ini siap melayani pelanggan Indosat selama mudik Lebaran.

  • Indosat Prediksi Kenaikan Layanan Data 80% Jelang Lebaran

    Indosat Prediksi Kenaikan Layanan Data 80% Jelang Lebaran

    Telko.id – Melonjaknya trafik telekomunikasi menjelang Ramadhan dan libur panjang Lebaran telah diprediksi oleh semua operator seluler di tanah air, tak terkecuali Indosat Ooredoo. Indosat memperkirakan, kenaikan trafik akan terjadi pada layanan data dan voice, sementara SMS diprediksi turun.

    “Kenaikan terbesar trafik layanan selama Ramadhan dan Lebaran akan terjadi pada layanan Data dan suara, yang masing-masing mencapai 80% dan 12%. Sementara untuk trafik layanan SMS kami prediksi cenderung turun, yakni 12% dari tahun lalu,” kata Achmad Abimanyu, Group Head Networks Operations Indosat Ooredoo di Surabaya, Senin (23/5).

    Kenaikan trafik terutama akan terjadi di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur yang umumnya menjadi perhentian terakhir para pemudik.

    “Dan itu biasanya terjadi di second city, seperti Malang, Bintan dan sebagainya,” tambah Division Head RAN and Optimization Indosat, Joko Riswadi.

    Kapasitas jaringan Indosat telah ditingkatkan antara lain untuk kapasitas trafik suara menjadi 39 juta Erlang/hari, untuk SMS kapasitas ditingkatkan menjadi 4 Miliar SMS/hari, sementara untuk data, Indosat akan meningkatkan kapasitas menjadi 6.389 TeraByte/hari.

    Selain meningkatkan kapasitas jaringan, Indosat juga akan mengerahkan dan menyebarkan mobile BTS, terutama untuk memperkuat jaringan di lokasi-lokasi yang diprediksi akan menjadi konsentrasi masyarakat menjelang Lebaran, termasuk jalur mudik dan lokasi wisata.

    Sementara untuk layanan 4G LTE, Indosat akan menggunakan lebar pita 10 MHz pada spektrum 1800 Mhz dan 5MHz pada spektrum 900 MHz. 37 kota telah tercover 4G LTE Indosat di Indonesia dengan kecepatan hingga 185mbps.

    Melayani sekitar 69,8 juta pelanggan, saat ini Indosat didukung oleh tak kurang 52.326 BTS (Base Transceiver Station, 2G/3G/4G) secara nasional.

  • Jaringan Indosat Siap Sambut Ramadhan & Lebaran

    Jaringan Indosat Siap Sambut Ramadhan & Lebaran

    Telko.id – Operator Indosat Ooredoo memastikan kesiapan jaringannya jelang Ramadhan dan Lebaran, khususnya di berbagai jalur dan kota tujuan mudik yang biasanya mengalami peningkatan trafik telekomunikasi.

    Indosat memastikan hal tersebut dengan melakukan berbagai cara, mulai dari peningkatan kapasitas jaringan, pemantauan kualitas jaringan melalui Network Operation Center (NOC) sebagai command center, serta melengkapi dengan berbagai paket khusus Ramadhan dan Lebaran. Kapasitas ini disiapkan untuk 69,8 juta pelanggan yang didukung total BTS 52.326 secara nasional.

    “Kami telah menyiapkan jaringan telekomunikasi kami untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk potensi lonjakan trafik pada masa Ramadhan dan Lebaran 2016. Tak hanya meningkatkan kapasitas, kami juga menyiapkan i-NOC sebagai command center,” kata Achmad Abimanyu, Group Head Network Operations Indosat Ooredoo di Surabaya, Senin (23/5).

    Kapasitas jaringan Indosat telah ditingkatkan antara lain untuk kapasitas trafik suara menjadi 39 juta Erlang/hari, untuk SMS kapasitas ditingkatkan menjadi 4 Miliar SMS/hari, sementara untuk data, Indosat akan meningkatkan kapasitas menjadi 6.389 TeraByte/hari.

    Jaringan Indosat selama Ramadhan dan mudik Lebaran dipantau dan dikendalikan dari i-NOC sebagai command center. Command center sendiri akan beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah masa mudik Lebaran.

    “Command Center kami akan mengidentifikasi secara proaktif sebelum sebuah gangguan berimbas pada pelanggan,” tambah Abimanyu.