Kategori: Apple

  • Deretan Wearables Terbaru Apple, iPhone 17 Bukan Satu-Satunya

    Deretan Wearables Terbaru Apple, iPhone 17 Bukan Satu-Satunya

    Telko.id – Selain iPhone 17 Series, pada perhelatan Apple Event 2025, Apple turut merilis beberapa produk wearables, mulai dari Airpods Pro 3, hingga Apple Watch 11.

    iPhone 17 memang menjadi bintang utama event malam tadi. Namun begitu, Apple tidak lupa memperkenalkan sejumlah Apple Wearables baru dengan banyak pembaruan.

    Berikut beberapa perangkat baru yang ikut serta dirilis pada event Awe Dropping yang digelar Rabu (10/9) dini hari waktu Indonesia:

    Apple Watch

    Apple meluncurkan juga tiga model Apple Watch baru, yakni Apple Watch seri 11 dan Watch SE 3 dan Apple Watch Ultra 3.

    Apple Watch 11 disebut sebagai smartwatch tertipis dan ternyaman yang dilengkapi dengan kaca kuat dan anti gores kaca Ion-X, konektivitas 5G, dan daya tahan baterai hingga 24 jam.

    Dilengkapi dengan WatchOS 26 yang menghadirkan banyak cara untuk personalisasi perangkat untuk tetap aktif, sehat dan terhubung dengan Workout Buddy yang didukung oleh Apple Intelligence.

    Baca juga:

    Perangkat ini ditenagai dengan chip S11 terbaru yang diklaim lebih cepat dalam memproses data, lebih efisien dalam konsumsi daya, hingga mampu mendukung fitur AI Workout Buddy tanpa hambatan.

    Apple Watch 11 ini hadir dalam beberapa pilihan warna aluminium dengan warna Gray, Jet Black, Rose Gold, dan Silver, serta dalam polesan Space Gray Titanium dengan warna Natural, Gold, dan Slate Titanium.

    Apple Watch 11

    Kemudian, model smartwatch dengan harga terjangkau, Apple Watch SE 3, hadir dengan chip S10 yang lebih bertenaga. Dibekali lain seperti mendukung layar Always On, gerakan ketuk dua kali dan putar tangan, Siri pada perangkat dan pengisian daya cepat.

    Apple Watch SE 3 ini hadir hanya dalam dua warna yaitu: Starlight dan Midnight, dengan berbahan aluminium.

    Apple Watch SE 3

    WatchOS 26 juga memperkenalkan tampilan baru dengan Liquid Glass, Workout Buddy yang didukung dengan Apple Intelligence, hingga tampilan wajah jam yang baru.

    Sementara itu, Apple Watch Ultra 3 hadir dengan layar dan baterai yang lebih besar untuk memberikan daya tahan baterai hingga 42 jam dengan hingga 72 jam dalam mode Daya Rendah.

    Apple Watch Ultra 3

    Jam tangan dengan olahraga dan petualangan ini dilengkapi dengan layar terbesar dibandingkan seri Watch lainnya, layar dengan refresh rate 1Hz.

    Model Ultra 3 juga memiliki konektivitas satelit, fitur darurat penting yang telah popular di iPhone yang memungkinkan pengguna menggunakan fitur pesar dan ‘Cari Saya’ meskipun tidak ada sinyal seluler.

    Apple Watch Ultra 3 ini hadir dengan aerospace-grade titanium dengan dua warna yaitu Natural dan Black.

    Seluruh Apple Watch perilisan terbaru ini semuanya sudah dilengkapi dengan fitur terbaru yaitu, skor tidur, hingga Workout Buddy yang seluruhnya sudah terintegrasi dengan Apple Intelligence.

    Harga yang dibanderol untuk gadget ini  sekitar:

    • Apple Watch 11: mulai dari US$399 atau (Rp 6,56 juta)
    • Apple Watch SE 3: mulai dari US$249 atau (Rp 4,09 juta)
    • Apple Watch Ultra 3: mulai dari US$799 atau (Rp 13,1 juta)

    Airpods Pro 3

    Akhirnya setelah lama menunggu, seri Airpods Pro memiliki generasi penerus yaitu Airpods Pro 3.

    Apple Wearables satu ini diklaim membawa kualitas suara dan Peredam Kebisingan Aktif (ANC) untuk desain in-ear terbaik di dunia. TWS ini disebut mampu menghilangkan kebisingan hingga 2x lipat dibandingkan Airpods Pro generasi sebelumnya, dan 4x lipat dibandingkan Airpods Pro orisinal.

    Airpods ini hadir dengan berbagai fitur canggih baru seperti deteksi detak jantung, peningkatan audio spasial, dan live translation (terjemahan bahasa secara langsung) dengan desain yang telah diperbarui, lebih nyaman digunakan dan menghasilkan stabilitas dalam telinga yang lebih baik selama aktivitas berolahraga.

    Salah satu yang menarik perhatian adalah fitur live translation yang aktif menggunakan bantuan Apple Intelligence. Fitur ini dapat membantu anda untuk menerjemahkan ucapan dari bahasa lain secara langsung.

    Airpods Pro 3 ini dibanderol dengan harga mulai US$249 atau sekitar Rp 4,09 juta. (AGI)

  • Apple Rilis iPhone 17 Series, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

    Apple Rilis iPhone 17 Series, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

    Telko.id – Apple akhirnya resmi meluncurkan iPhone 17 Series secara global. Seperti sebuah tradisi tahunan, seri terbaru kali ini hadir dalam beberapa varian: iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max.

    Tidak hanya itu, pada Apple Event 2025 kali ini Apple memperkenalkan model baru di keluarga iPhone 17 Air yang menggantikan seri ‘Plus’.

    Produk apa saja dan bagaimana detail dari produk yang dirilis oleh Apple? Mari kita ulas.

    iPhone 17 Series

    Pada peluncuran iPhone ditahun ini, Apple hanya memperkenalkan tiga model untuk seri ini, yaitu iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max, tanpa model ‘Plus’.

    Semua model iPhone 17 dilengkapi dengan layar ‘Ceramic shield’ dan kamera utama 48 MP dan chip A19 dengan kapasitas baterai 3.962mAh.

    Ada dua kamera belakang pada iPhone 17, 48 MP (utama) dan 12 MP (telephoto 2x), serta kamera depan 18 MP berfitur Center Stage.

    Sementara untuk seri iPhone 17 Pro, tampil dengan aluminium unibody, sistem pendinginan vapor chamber dengan chip A19 Pro, dilengkapi dengan 3 kamera belakang yang semuanya memiliki resolusi 48MP. Kemudian kamrea depan dengan 18MP. Baterai yang dibekali pada iPhone 17 Pro sebesar 4.252mAh.

    iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max hadir dengan desain baru yang memaksimalkan performa dan lompatan besar dalam kekuatan baterai.

    Desain iPhone 17 base model tidak berbeda jauh dengan seri iPhone 16 sebelumnya. Sementara seri ‘Pro’ mendapat desain baru.

    Baca juga:

    Varian tertinggi, iPhone 17 Pro Max disertai dengan baterai terbesar yang pernah ada di perangkat iPhone yaitu 5.088mAh. Perangkat ini mendukung fast charging 50% hanya dalam 20 menit menggunakan adaptor 40W.

    Dengan adanya ekstra baterai ini, pengguna dapat menikmati ekstra waktu penggunaan hingga 39 jam pemutaran video dalam sekali pengisian daya.

    Model iPhone 17 dan iPhone 17 Pro memiliki ukuran layar 6,3 inci, sementara untuk iPhone 17 Pro Max dengan ukuran layar 6,9 inci dan seluruh iPhone 17 Series sudah didukung dengan Super Retina XDR.

    Seri iPhone 17 juga menghadirkan warna-warna baru seperti ‘Lavender’ (iPhone 17), ‘Sky Blue’ (iPhone Air), dan ‘Cosmic Orange’ (iPhone 17 Pro).

    iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max akan tersedia dalam tiga warna memukau: biru pekat yang elegan, oranye kosmik yang cemerlang, dan perak yang disempurnakan.

    iPhone Air

    Model baru dari iPhone ini disebut-sebut sebgai pengganti seri ‘Plus’. Hadir dengan desain terbaru yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 5,6 mm!

    Namun, ketipisan ini memiliki konsekuensi yaitu kapasitas baterai yang lebih kecil, hanya 3.149mAh, bahkan dibawah iPhone 16.

    iPhone Air terobosan sangat cocok bagi yang menginginkan performa pro dalam desain yang luar biasa tipis dan ringan sehingga lebih tahan lama dibandingkan iPhone sebelumnya.

    Apple bahkan dikabarkan akan kembali menghadirkan MagSasfe Battery Pack untuk menutupi keterbatasan daya.

    iPhone Air ini juga dibuat dengan frame ‘spacecraft titanium’ untuk mempertahankan daya tahan dan bobotnya yang ringan.

    Sama seperti iPhone 17, layar iPhone Air juga menggunakan ceramic shield dengan ukuran 6,6 inci. Dilengkapi dengan fitur promotion hingga 120Hz dan keterangan 3000 nits.

    Hanya memiliki satu kamera belakang 48MP yang juga bisa menjadi kamera telephoto 2x 12MP dan kamera depan 18MP.

    Tersedia empat warna untuk iPhone Air, yakni Space Black, Cloud White, Light Gold, dan Sky Blue.

    Untuk perkiraan harga yang dipatok untuk iPhone 17 Series ini dibanderol dengan harga:

    Harga iPhone 17:

    • 256GB: US$799 (Rp13 jutaan)
    • 512GB: US$999 (Rp16 jutaan)

    Harga iPhone 17 Pro:

    • 256GB: US$1.099 (Rp18 jutaan)
    • 512GB: US$1.299 (Rp21 jutaan)
    • 1TB: US$1.499 (Rp24 jutaan)

    Harga iPhone 17 Pro Max:

    • 256GB: US$1.199 (Rp19 jutaan)
    • 512GB: US$1.399 (Rp23 jutaan)
    • 1TB: US$1.599 (Rp26 jutaan)
    • 2TB: US$1.999 (Rp32 jutaan)

    Harga iPhone 17 Air:

    • 256GB: US$999 (Rp16 jutaan)
    • 512GB: US$1.199 (Rp19 jutaan)
    • 1TB: US$1.399 (Rp23 jutaan)

    (AGI)

  • Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone

    Elon Musk Gugat Apple dan OpenAI Soal Integrasi ChatGPT di iPhone

    Telko.id – Elon Musk melalui perusahaan xAI dan xAI Corp. menggugat Apple dan OpenAI atas kesepakatan integrasi ChatGPT ke perangkat iPhone.

    Gugatan diajukan Senin (3/6) ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara Texas. Musk menuduh Apple memblokir chatbot lain seperti Grok milik xAI, sehingga pengguna iPhone terpaksa memakai ChatGPT.

    Menurut dokumen gugatan, Apple dinilai membatasi pilihan konsumen dengan hanya mengizinkan ChatGPT sebagai asisten AI di perangkatnya.

    Hal ini disebut memberikan keuntungan besar bagi OpenAI, yang mendapat miliaran prompt pengguna untuk meningkatkan kecerdasan buatan dan mengembangkan bisnisnya.

    Integrasi ChatGPT diumumkan Apple dalam konferensi developer Worldwide Developers Conference (WWDC) 2024.

    Apple Intelligence, AI besutan Apple, disebut tertinggal dari pesaing seperti Google yang sudah mengintegrasikan Gemini ke smartphone Samsung dan Pixel.

    Rilis Siri yang lebih cerdas dengan kemampuan AI bahkan ditunda hingga 2026. Saat ini, fitur AI utama Apple adalah penggunaan ChatGPT bersama Siri.

    Gugatan juga menuduh Apple memanipulasi peringkat di App Store untuk menurunkan chatbot selain OpenAI.

    Tuduhan ini sebelumnya diungkap Musk melalui unggahan di platform X. Apple membantah klaim tersebut. Perusahaan mengatakan kepada BBC, “Kami menampilkan ribuan aplikasi melalui chart, rekomendasi algoritmik, dan daftar kurasi yang dipilih ahli dengan kriteria objektif.”

    ChatGPT kini menjadi aplikasi gratis nomor satu di Apple App Store, sementara Grok berada di peringkat 26 dan X di peringkat 31.

    CEO OpenAI Sam Altman membalas keluhan Musk dengan unggahan di X yang menyoroti laporan bahwa Musk memanipulasi algoritma X untuk memprioritaskan unggahannya di umuran pengguna.

    Ini bukan pertama kalinya Musk terlibat sengketa dengan OpenAI. Tahun lalu, dia menggugat OpenAI karena mengubah struktur perusahaan menjadi model for-profit, yang dianggap menyimpang dari misi awal saat Musk masih menjadi salah satu pendiri.

    Dalam proses hukum tersebut, Musk juga mencoba membeli perusahaan induk OpenAI dengan tawaran US$97,4 miliar.

    Altman dalam wawancara dengan Bloomberg Februari lalu menyebut gugatan Musk sebagai taktik untuk memperlambat inovasi OpenAI.

    Dia menduga Musk merasa tidak aman dengan perkembangan xAI. “Mungkin seluruh hidupnya berasal dari rasa tidak aman,” ujar Altman.

    Juru bicara OpenAI menanggapi gugatan terbaru ini dengan menyatakan, “Pengajuan terbaru ini konsisten dengan pola pelecehan berkelanjutan yang dilakukan Mr. Musk.” Apple dan xAI belum memberikan komentar lebih lanjut atas permintaan wawancara.

    Bagi pemilik iPhone, gugatan ini tidak akan mengubah pengalaman menggunakan Siri dan ChatGPT dalam waktu dekat.

    Gugatan meminta persidangan juri, dan perkembangan kasus ini diperkirakan akan terus update dalam bulan-bulan mendatang. Integrasi AI tetap menjadi fokus utama Apple, terlihat dari rencana penerapan Apple Intelligence di seri iPhone 16.

    Selain sengketa dengan OpenAI, Musk juga terlibat dalam berbagai kasus hukum lainnya, termasuk kasus “Pedo Guy” yang masih berlangsung.

    Di sisi lain, kolaborasi antara perusahaan Musk dan Apple pernah terjadi, seperti ketika Tesla meminta bantuan Apple dalam investigasi pencurian data oleh mantan karyawan.

    Persaingan di dunia chatbot AI semakin ketat. Selain Grok milik xAI dan ChatGPT OpenAI, Apple juga disebut sedang mengembangkan chatbot AI sendiri yang dapat menjadi pesaing langsung.

    Perkembangan gugatan ini akan mempengaruhi lanskap kolaborasi dan kompetisi AI di industri teknologi. (Icha)

  • iPhone Lipat Apple Akan Gunakan Touch ID, Bukan Face ID

    iPhone Lipat Apple Akan Gunakan Touch ID, Bukan Face ID

    Telko.id – Apple dikabarkan akan menggunakan teknologi Touch ID, bukan Face ID, pada iPhone lipat pertamanya yang direncanakan rilis pada 2026.

    Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, ponsel lipat dengan kode nama V68 ini akan mengandalkan sensor sidik jari di bawah layar untuk autentikasi biometrik, meninggalkan sistem pengenalan wajah yang telah menjadi standar di produk iPhone modern.

    Laporan Mark Gurman dari Bloomberg mengungkap bahwa keputusan Apple untuk kembali ke Touch ID kemungkinan besar didorong oleh pertimbangan desain dan ruang.

    Perangkat lipat memerlukan komponen mekanis yang kompleks, termasuk engsel dan dua layar, sehingga ruang internal menjadi sangat terbatas. Selain itu, teknologi Face ID di bawah layar untuk perangkat lipat dinilai belum siap untuk diterapkan.

    iPhone lipat Apple juga diprediksi akan memiliki sistem kamera yang sangat mumpuni, dengan lima kamera yang tersebar di berbagai bagian perangkat.

    Satu kamera akan ditempatkan di layar penutup depan, satu di layar dalam berukuran tablet, dan dua kamera di bagian belakang. Konfigurasi ini mirip dengan yang digunakan oleh pesaing utamanya, Samsung Galaxy Z Fold series, yang telah lama menggunakan lima kamera.

    Selain itu, perangkat ini akan mengadopsi desain seperti buku, serupa dengan model lipat Samsung, dan tidak akan memiliki slot kartu SIM fisik.

    Langkah ini sejalan dengan upaya Apple untuk beralih sepenuhnya ke eSIM di masa depan. Meskipun rencana rilis masih dua tahun lagi, detail ini memberikan gambaran awal tentang bagaimana Apple merancang perangkat lipat pertamanya.

    Keputusan Apple untuk menggunakan Touch ID di iPhone lipatnya kemungkinan akan menuai beragam tanggapan dari pengguna.

    Sejak diperkenalkan pada iPhone X, Face ID telah menjadi fitur andalan yang dianggap lebih nyaman dan aman.

    Kembali ke Touch ID, meskipun dalam bentuk yang lebih modern, dapat dianggap sebagai langkah mundur oleh sebagian pengguna setia Apple.

    Namun, dari segi teknis, penggunaan Touch ID di bawah layar dapat menghemat ruang dan memungkinkan desain yang lebih ramping.

    Teknologi ini juga telah terbukti andal dan cepat, meskipun tidak secepat Face ID dalam hal kemudahan penggunaan.

    Bagi Apple, ini mungkin merupakan kompromi yang diperlukan untuk menghadirkan perangkat lipat yang fungsional dan kompetitif.

    Image of the camera system on the back of the Z Fold 7

    Selain sistem keamanan, iPhone lipat Apple juga diproyeksikan menjadi perangkat yang ditujukan untuk pengguna power, terutama dalam hal fotografi. Dengan lima kamera, Apple berharap dapat bersaing dengan Samsung dan merek lain di segmen ponsel lipat.

    Rencana ini menunjukkan komitmen Apple untuk tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga menawarkan nilai tambah yang signifikan.

    Meskipun demikian, tantangan terbesar Apple adalah memastikan bahwa perangkat lipat pertamanya dapat memenuhi harapan tinggi konsumen.

    Dengan harga yang diprediksi akan sangat premium, pengguna akan mengharapkan fitur terbaik dari segi desain, performa, dan inovasi. Keputusan untuk menggunakan Touch ID, meskipun pragmatis, harus dibarengi dengan keunggulan di aspek lainnya.

    Beberapa analis juga menyoroti bahwa Apple mungkin sedang mempersiapkan teknologi yang lebih maju untuk generasi berikutnya.

    iPhone lipat pertama bisa menjadi langkah awal untuk menguji pasar dan menyempurnakan teknologi sebelum menghadirkan inovasi yang lebih besar.

    Seperti yang terjadi dengan kekhawatiran para pakar tentang inovasi Apple, perusahaan perlu terus berinovasi untuk tetap relevan di pasar yang kompetitif.

    Di sisi lain, persaingan di segmen ponsel lipat semakin ketat. Samsung telah memimpin pasar dengan seri Galaxy Z Fold dan Z Flip, sementara merek lain seperti Motorola juga terus menghadirkan inovasi, seperti Motorola Razr 2025 Edisi Swarovski.

    Apple perlu memastikan bahwa iPhone lipatnya tidak hanya mengejar, tetapi juga menetapkan standar baru.

    Dengan rilis yang masih direncanakan pada 2026, Apple memiliki waktu untuk menyempurnakan desain dan fitur iPhone lipatnya.

    Detail yang terungkap saat ini mungkin masih dapat berubah, tetapi laporan dari Bloomberg memberikan gambaran yang cukup jelas tentang arah yang diambil Apple.

    Penggemar dan analis teknologi kini menantikan perkembangan lebih lanjut dari perangkat yang dinanti-nantikan ini. (Icha)

  • Apple Gagal Wujudkan iPhone Lipat Tanpa Lipatan, Rilis 2026?

    Apple Gagal Wujudkan iPhone Lipat Tanpa Lipatan, Rilis 2026?

    Telko.id – Apple dikabarkan gagal mewujudkan iPhone lipat dengan layar tanpa lipatan (crease) seperti yang diinginkan.

    Berdasarkan laporan dari insider industri Mark Gurman dalam newsletter Power On, perusahaan asal Cupertino itu terpaksa beralih teknologi layar untuk mengurangi visibilitas lipatan, meski tidak sepenuhnya menghilangkannya.

    Gurman mengungkapkan bahwa Apple beralih dari teknologi on-cell touch ke in-cell touch pada layar iPhone lipat. Perubahan ini dilakukan karena teknologi sebelumnya justru membuat lipatan lebih terlihat.

    Meski in-cell touch dapat mengurangi tampilan lipatan, Gurman menegaskan bahwa lipatan tetap ada, hanya saja tidak terlalu mencolok.

    Apple selama ini dikenal sangat berhati-hati dalam meluncurkan produk baru, termasuk iPhone lipat pertama yang telah lama dinantikan. Perusahaan ingin menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna, termasuk tampilan layar yang sempurna. Namun, kenyataannya teknologi untuk layar lipat tanpa lipatan belum tersedia hingga saat ini.

    Sebelumnya, banyak spekulasi yang beredar mengenai kemampuan Apple dalam menciptakan layar lipat tanpa cacat.

    Sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa 57,39% responden yakin bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi. Hasil ini ternyata sesuai dengan kabar terbaru dari Gurman.

    Beberapa bocoran juga menyebutkan bahwa smartphone lipat Apple ini akan dilengkapi dengan engsel (hinge) tercanggih di industri. Namun, tidak ada sumber yang menyatakan bahwa Apple berhasil menghilangkan lipatan sepenuhnya.

    Salah satu sumber bahkan menyebutkan bahwa Apple akhirnya mengakui ketidakmampuannya menciptakan smartphone lipat tanpa lipatan.

    Kendati demikian, Apple tetap berencana meluncurkan Smartphone lipat nya pada tahun 2026. Rilis ini telah lama ditunggu, mengingat pesaing seperti Samsung telah lebih dulu memimpin pasar dengan seri Galaxy Z Fold.

    Desain iPhone lipat disebut-sebut mirip dengan Samsung Galaxy Fold, meski dengan sentuhan khas Apple.

    For now, we can only guess what the foldable iPhone looks like. | Image credit — Technizo Concept - Apple failed to make the foldable iPhone how it wanted to, which begs the question of whether you’d even want one

    Dengan adanya keterbatasan teknologi ini, pertanyaan besar muncul: untuk siapa smartphone lipat Apple ini ditujukan? Berdasarkan spesifikasi yang bocor, smartphone lipat Apple ini sudah tertinggal dari Samsung Galaxy Z Fold 7.

    Hal ini membuat banyak pengamat bertanya-tanya apakah produk ini hanya akan menarik bagi penggemar berat Apple.

    Strategi pemasaran Apple untuk iPhone lipat diduga akan fokus pada basis pengguna setianya. Meski tidak sepenuhnya tanpa lipatan, Apple diharapkan dapat menyajikan inovasi lain yang membedakan produknya dari pesaing.

    Beberapa bocoran menunjukkan desain yang elegan dan futuristic, meski detail teknisnya masih menjadi misteri.

    Industri smartphone lipat memang masih terus berkembang. Ketidakhadiran Apple selama ini dalam segmen ini sempat memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan perusahaan.

    Namun, dengan rencana rilis pada 2026, Apple membuktikan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru dan lebih memilih menyempurnakan produk sebelum meluncurkannya.

    Keputusan Apple untuk tetap meluncurkan iPhone lipat meski dengan layar berlipatan menunjukkan bahwa perusahaan tetap percaya pada potensi pasar.

    Meski tidak sempurna, produk ini diharapkan dapat memenuhi ekspektasi sebagian pengguna yang ingin mengalami bentuk baru dari iPhone.

    Dengan semua perkembangan ini, apakah Anda masih tertarik dengan iPhone lipat? Atau justru kecewa dengan ketidakmampuan Apple menghadirkan layar tanpa lipatan?

    Jawabannya mungkin tergantung pada seberapa setia Anda pada brand Apple dan seberapa besar toleransi terhadap ketidaksempurnaan teknologi. (Icha)

  • Apple Kembangkan Chatbot AI Sendiri, Saingan ChatGPT

    Apple Kembangkan Chatbot AI Sendiri, Saingan ChatGPT

    Telko.id – Perusahaan teknologi besar Apple, mulai bergerak mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, dan masuk kedalam peta persaingan teknologi ini.

    Mengutip dari CNN Indonesia, CEO Apple Tim Cook, pekan lalu mengadakan pertemuan selama satu jam dimana ia mengatakan kepada karyawan bahwa perusahaan harus menang dalam bidang AI.

    Seorang analis dari Bloomberg, Mark Gurman, pertemuan ini dilakukan setelah panggilan telepon Ketika Cook mengatakan kepada para investor dan analis bahwa Apple akan secara signifikan meningkatkan investasi AI-nya.

    Cook dilaporkan mengatakan kepada karyawannya bahwa “Apple harus melakukan ini. Apple akan melakukan ini. Ini adalah milik kita untuk direbut.”

    Dikutip dari Tech Church, meski telah meluncurkan berbagai fitur bertenaga AI pada tahun  lalu dibawah paying Apple Intelligence, peningkatan yang dijanjikan perusahaan untuk asisten suaranya, Siri, telah tertunda secara signifikan. Cook tampaknya mengakui bahwa perusahaan telah tertinggal dari para pesaingnya.

    Apple kini diam-diam membentuk tim “Answers, Knowledge, and Information”, yang juga dikenal sebagai AKI. “Apple sedang membuka lowongan untuk tim tersebut, secara khusus mencari kandidat yang memiliki pengalamanm dalam algorotma pencarian dan pengembangan mesin pencari,”.

    Tim ini dikepalai oleh Robby Walker direktur senior di Apple yang melapor kepada John Giannandrea, wakil presiden senior Apple untuk Machine Learning dan AI.

    Tim ini hanya diketahui sedang mengerjakan sistem untuk melakukan crawling hasil pencarian dan memberikan jawaban alih-alih mengarahkan orang secara langsung ke hasil pencarian.

    Baca juga:

    “Mesin penjawab” ini, seperti yang disebut Gurman, akan dapat melakukan crawling web untuk mengumpulkan informasi dan menanggapi pertanyaan seperti yang dilakukan oleh ChatGPT.

    Sebuah Aplikasi mandiri dan rencana infrastruktur backend untuk mendukung semuanya mungkin sedang dalam proses.

    Apple Intelligence akan mendapat kemampuan baru jika apa yang dikerjakan tim AI ini sudah terwujud.

    Tanggapan publik terhadap alat bertenaga AI Apple masih tidak terlalu signifikan. Meski raksasa teknologi ini telah mempelajari cara mengintegrasikan AI kedalam sistem operasinya secara lebih agresif, mereka tampaknya belum terlalu senang denga napa yang terlihat sejauh ini.

    Peningkatan AI Siri masih dalam tahap pengerjaan dengan tanggal rilis yang diharapkan pada musim semi 2026, jadi kemungkinan besar pekerjaan AKI akan langsung diintegrasikan kedalam Siri dan produk Apple lainnya jika mereka dapat menyelesaikannya tepat waktu. (AGI)

  • Pendapatan Apple Naik 10%, Penjualan iPhone Tembus 3 Miliar Unit

    Pendapatan Apple Naik 10%, Penjualan iPhone Tembus 3 Miliar Unit

    Telko.id – Apple mengumumkan hasil keuangan kuartal III 2025 dengan pendapatan mencapai US$94 miliar, naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Laba per saham (EPS) juga tumbuh 12% menjadi US$1,57. Perusahaan mencatat rekor pendapatan untuk iPhone, layanan, dan seluruh segmen geografis.

    CEO Apple Tim Cook menyatakan, “Kami bangga melaporkan rekor pendapatan kuartal Juni dengan pertumbuhan dua digit untuk iPhone, Mac, dan layanan di seluruh dunia.”

    Cook juga menyoroti peluncuran fitur Apple Intelligence di WWDC25 sebagai pendorong kinerja positif. CFO Kevan Parekh menambahkan, basis perangkat aktif Apple mencapai rekor baru berkat kepuasan dan loyalitas pelanggan yang tinggi.

    Apple mengumumkan dividen tunai sebesar US$0,26 per saham, dibayarkan pada 14 Agustus 2025. Konferensi call hasil keuangan akan disiarkan langsung pada 31 Juli 2025 pukul 14.00 PT melalui situs resmi Apple.

    Content image for article: Apple Catat Rekor Pendapatan di Kuartal III 2025, iPhone Tembus 3 Miliar Unit

    iPhone Tembus 3 Miliar Unit Terjual

    Dalam pemaparan hasil kuartal, Tim Cook mengungkapkan total penjualan iPhone telah melampaui 3 miliar unit.

    Angka ini mencerminkan pertumbuhan signifikan sejak mencapai 1 miliar unit pada 2016 dan diperkirakan 2 miliar pada 2021. Penjualan iPhone kuartal ini tumbuh dua digit, didorong oleh permintaan global.

    Analis Bloomberg Mark Gurman menduga peningkatan penjualan dipicu kekhawatiran kenaikan tarif impor oleh pemerintahan Trump.

    Apple mengaku terkena dampak tarif sebesar US$800 juta di kuartal II dan memperkirakan kerugian akan meningkat menjadi US$1,1 miliar di kuartal III.

    Prospek iPhone 17 dan Tantangan Pasar

    Apple bersiap meluncurkan iPhone 17 pada September 2025, termasuk model tipis “iPhone 17 Air” yang menggantikan seri Plus.

    Rilis ini diharapkan memperkuat dominasi pasar, meski tarif impor tetap menjadi tantangan. Sebelumnya, Apple sempat kehilangan posisi sebagai perusahaan bernilai pasar tertinggi dari Saudi Aramco.

    Kinerja kuartal ini juga didukung pertumbuhan layanan seperti Apple Music dan iCloud, yang mencapai pendapatan tertinggi sepanjang sejarah.

    Strategi diversifikasi Apple, termasuk akuisisi startup, turut berkontribusi. Seperti dilaporkan Indosat, adopsi teknologi AI menjadi faktor kunci pertumbuhan di sektor teknologi global. (Icha)

  • Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Rilis 2026

    Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Rilis 2026

    Telko.id – Apple dikabarkan sedang mempersiapkan peluncuran iPhone lipat pertamanya pada 2026.

    Produksi perangkat ini diperkirakan akan dimulai pada akhir 2025, menandai langkah strategis Apple dalam menggarap pasar smartphone lipat yang semakin diminati.

    Menurut laporan terbaru, iPhone lipat ini akan hadir dengan desain premium dan teknologi mutakhir untuk mengatasi masalah yang sering ditemui pada perangkat lipat saat ini, seperti ketahanan dan optimasi software.

    Apple menargetkan perangkat ini untuk kalangan pengguna setia dan early adopter yang menginginkan inovasi terbaru.

    iPhone lipat Apple akan mengadopsi desain buku seperti Samsung Galaxy Fold, tetapi dengan sentuhan khas Apple.

    Layar luarnya berukuran 5,5 inci, sementara layar dalamnya dapat membentang hingga 7,8 inci dengan teknologi LTPO untuk refresh rate 120Hz. Selain itu, rasio aspek 4:3 pada layar dalam dirancang untuk produktivitas dan hiburan.

    Durabilitas dan Desain Premium

    Apple memprioritaskan ketahanan pada iPhone lipat ini. Perangkat ini akan menggunakan rangka titanium alloy dan engsel berbahan liquid metal untuk memastikan kekuatan dan fleksibilitas.

    Selain itu, teknologi ultra-thin glass akan digunakan untuk mengurangi lipatan yang terlihat, salah satu keluhan utama pengguna perangkat lipat saat ini.

    Fitur unik lainnya adalah adanya elemen pemanas internal yang menjaga performa perangkat di suhu dingin. Ini menjadi pembeda dibandingkan produk kompetitor yang sering mengalami masalah di lingkungan ekstrem.

    Spesifikasi dan Performa

    iPhone lipat ini disebut-sebut akan menjadi salah satu perangkat lipat tertipis di pasaran, dengan ketebalan hanya 4,5 mm saat terbuka dan 9-9,5 mm saat tertutup.

    Fitur keamanan Touch ID akan diintegrasikan ke tombol samping, sementara kamera hole-punch akan ditempatkan di layar luar dan kamera under-display di layar dalam.

    Dari sisi performa, iPhone lipat ini diprediksi akan ditenagai chipset A20 Pro buatan Apple dengan efisiensi daya tinggi. Konfigurasi baterai dual-cell juga akan digunakan untuk manajemen daya yang lebih baik.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang fitur kamera iPhone lipat, simak artikel Bocoran iPhone Lipat: Kamera Bawah Layar untuk Face ID?.

    Harga iPhone lipat ini diperkirakan berada di kisaran $2.000 hingga $2.500, dengan produksi terbatas sekitar 15-20 juta unit dalam dua hingga tiga tahun pertama.

    Langkah ini menunjukkan strategi Apple yang hati-hati dalam menguji pasar sebelum melakukan ekspansi lebih besar.

    Keberhasilan iPhone lipat ini bisa menjadi pintu masuk Apple ke ekosistem perangkat lipat lainnya, seperti iPad dan MacBook di masa depan.

    Namun, tantangan seperti ketepatan waktu rilis dan memenuhi ekspektasi tinggi pengguna tetap menjadi faktor krusial. (Icha)

  • Apple Rilis iOS 26 Beta 2 dengan Perbaikan Liquid Glass

    Apple Rilis iOS 26 Beta 2 dengan Perbaikan Liquid Glass

    Telko.id – Apple baru saja merilis iOS 26 beta 2 untuk pengembang, membawa sejumlah perbaikan terkait desain Liquid Glass yang sebelumnya dikeluhkan pengguna.

    Pembaruan ini mencakup penyesuaian efek blur pada Control Center dan peningkatan opsi aksesibilitas.

    Perubahan paling mencolok terlihat pada Control Center, di mana Apple menambahkan efek blur yang lebih tegas dan warna latar yang lebih gelap.

    Hal ini bertujuan meningkatkan keterbacaan menu. Selain itu, opsi Reduce Transparency di menu Aksesibilitas juga ditingkatkan untuk memudahkan pengguna membaca teks dan ikon.

    Pembaruan Safari dan Wallet

    Safari mendapatkan perubahan posisi tombol tab baru (“+”) yang kini berada di pojok kiri bawah, bersebelahan dengan kotak URL.

    Sementara itu, aplikasi Wallet kini mendukung pelacakan paket. Fitur ini memungkinkan Siri memindai email pengguna untuk menemukan nomor pelacakan secara otomatis.

    Fitur Tambahan di App Store dan Apple Music

    Apple juga memperkenalkan bagian khusus Aksesibilitas di halaman App Store, memudahkan pengguna menemukan aplikasi yang ramah aksesibilitas. Pembaruan lain termasuk ringtone baru “Alt 1” dan widget Live Radio di Apple Music.

    iOS 26 beta 2 merupakan tahap persiapan sebelum rilis beta publik yang dijadwalkan bulan depan. Versi final iOS 26 diperkirakan akan diluncurkan musim gugur ini.

    Dengan iOS 26 Beta 2, pengembang memiliki kesempatan untuk menguji aplikasi mereka terhadap pembaruan sistem terbaru untuk mengidentifikasi masalah kompatibilitas.

    Lalu juga dapat menggunakan alat dan penyempurnaan baru yang diperkenalkan dalam versi beta untuk meningkatkan kinerja aplikasi.

    Namun, seperti halnya perangkat lunak beta lainnya, iOS 26 Beta 1 juga mengalami tantangan kinerja yang harus diperhatikan oleh para penguji.

    Beberapa masalah utama yang dilaporkan meliputi adalah pengurasan baterai yang nyata di berbagai perangkat, mengurangi waktu penggunaan secara keseluruhan.

    Kemudian juga perangkat berjalan lebih panas dari biasanya, meskipun tidak ada peringatan panas berlebih yang kritis yang dilaporkan.

    Masalah-masalah ini menyoroti pentingnya menguji perangkat lunak beta pada perangkat sekunder, bukan ponsel utama Anda.

    Apple diharapkan untuk mengatasi masalah ini di Beta 2, tetapi para penguji harus tetap berhati-hati dan bersiap menghadapi gangguan potensial. (Icha)

  • iPadOS 26 Resmi Dirilis: Multitasking Lebih Canggih dan Desain Baru

    iPadOS 26 Resmi Dirilis: Multitasking Lebih Canggih dan Desain Baru

    Telko.id – Para pengguna iPad merasakan perangkat nya masih kurang gesit untuk pekerjaan multitasking? Apple baru saja menjawab keluhan itu dengan iPadOS 26, sistem operasi terbaru yang diumumkan di WWDC 25.

    Dengan pembaruan signifikan pada manajemen jendela aplikasi, desain antarmuka, dan kemampuan AI, iPadOS 26 hadir untuk mengubah cara Anda menggunakan tablet.

    Sejak peluncuran iPad Pro dengan chip M4, ekspektasi pengguna terhadap performa iPad semakin tinggi.

    Namun, banyak yang merasa potensi hardware belum sepenuhnya tergali. Kini, Apple membawa fitur-fitur macOS ke iPadOS 26, menjadikannya lebih mirip komputer daripada sebelumnya.

    Lantas, apa saja yang baru di iPadOS 26? Mari kita telusuri satu per satu.

    Revolusi Multitasking dengan Manajemen Jendela Baru

    iPadOS 26 menghadirkan perubahan besar dalam cara Anda mengelola aplikasi. Kini, Anda bisa membuka beberapa aplikasi sekaligus dengan lebih fleksibel.

    Fitur baru seperti Exposé dari macOS memungkinkan Anda melihat semua jendela yang terbuka dalam satu layar.

    Stage Manager juga ditingkatkan, memungkinkan pengelompokan jendela menjadi beberapa “panggung” yang bisa dibagi antara layar internal dan eksternal.

    iPadOS 26 announces with macOS-style multi-tasking

    Menu bar ala macOS juga hadir di iPadOS 26. Dengan menggesek ke bawah atau mengarahkan pointer ke atas layar, Anda bisa mengakses menu bar lengkap yang bisa dikustomisasi oleh developer. Tombol close, minimize, dan resize di sudut jendela semakin memperkuat kesan desktop-like.

    Preview App dan Penyempurnaan Files

    Aplikasi Preview dari macOS akhirnya tersedia di iPad. Anda bisa membuka dan mengedit gambar serta PDF, bahkan menambahkan coretan dengan Apple Pencil.

    Sementara itu, aplikasi Files mendapatkan pembaruan antarmuka dengan tampilan List view yang lebih informatif.

    Folder kini bisa diberi warna, ikon, atau emoji khusus, dan bisa ditempatkan di dock untuk akses cepat.

    Peningkatan Audio dan Liquid Glass

    iPadOS 26 memperkenalkan kemampuan memilih mikrofon berbeda untuk tiap aplikasi atau situs web.

    Fitur Voice Isolation membersihkan audio dari noise sekitar, sementara pengguna AirPods tertentu bisa menikmati rekaman “studio-quality”.

    Ada juga Local Capture untuk merekam audio dan video dari aplikasi konferensi dengan kualitas tinggi.

    iPadOS 26 announces with macOS-style multi-tasking

    Dari segi desain, Liquid Glass menghadirkan lapisan material transparan yang merespons konten di bawahnya.

    Perubahan ini memberikan kesan visual yang lebih dinamis dan modern. Kemampuan AI juga ditingkatkan dengan fitur seperti Live Translation di Phone, FaceTime, dan Messages, serta Shortcuts yang lebih powerful untuk meringkas teks dan membuat gambar.

    Ketersediaan dan Perangkat yang Didukung

    iPadOS 26 akan tersedia sebagai beta untuk developer mulai hari ini, dan beta publik bulan depan.

    Versi final dirilis akhir tahun ini untuk berbagai model iPad, termasuk iPad Pro (M4), iPad Air (M2 dan generasi ke-3 ke atas), iPad (A16 dan generasi ke-8 ke atas), serta iPad mini (A17 Pro dan generasi ke-5 ke atas).

    Dengan pembaruan ini, Apple jelas berusaha menjadikan iPad sebagai perangkat yang lebih serius untuk produktivitas.

    Namun, apakah ini cukup untuk menjawab tantangan dari tablet Android yang semakin powerful? Waktu yang akan menjawabnya. (Icha)