Kategori: Berita ZTE

  • nubia Neo 5 Series Hadir Berbekal Kipas Pendingin

    nubia Neo 5 Series Hadir Berbekal Kipas Pendingin

    Telko.id – nubia Indonesia resmi meluncurkan nubia Neo 5 Series dalam acara gaming showcase pertamanya di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta, pada 16–17 Mei 2026.

    Seri terbaru ini menghadirkan dua varian, yaitu nubia Neo 5 5G dan nubia Neo 5 GT, yang dirancang untuk memberikan pengalaman gaming profesional dengan harga lebih terjangkau.

    Acara peluncuran ini menjadi ajang bagi nubia untuk semakin dekat dengan komunitas gamer Tanah Air.

    Selain pengalaman mencoba produk secara langsung, pengunjung juga bisa mengikuti kompetisi gaming, berbagai aktivitas komunitas, serta promo eksklusif selama periode pre-order.

    “nubia Neo 5 Series dirancang bagi para gamer yang membutuhkan performa stabil, respons cepat, dan daya tahan baterai untuk bermain lebih lama. Kami menghadirkan teknologi gaming utama yang terinspirasi dari REDMAGIC ke dalam Neo Series agar lebih banyak pengguna dapat merasakan fitur gaming kelas profesional dengan akses yang lebih terjangkau,” ujar Zhuang Yongke, Country Manager nubia Indonesia.

    Sebagai informasi, nubia membangun ekosistem smartphone gaming yang komprehensif melalui dua lini produk utama, yaitu nubia Neo Series dan REDMAGIC. REDMAGIC merupakan lini gaming flagship yang berfokus pada performa ekstrem dengan positioning “Pro-Level Gaming, Built without Limit.”

    Sementara nubia Neo Series hadir dengan positioning “Pro-Level Gaming for Everyone,” yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman gaming kelas profesional kepada lebih banyak pengguna.

    Kipas Pendingin Internal untuk Gaming Lebih Lama

    Salah satu keunggulan utama hadir pada nubia Neo 5 GT, yang menjadi smartphone pertama di kelasnya yang dilengkapi cooling fan internal.

    Teknologi pendinginan aktif ini biasanya hanya ditemukan pada smartphone gaming kelas atas, dan kini dihadirkan di nubia Neo Series untuk menjaga suhu perangkat tetap rendah saat digunakan bermain game dengan intensitas tinggi.

    Cooling fan tersebut bekerja bersama sistem pendinginan besar yang terdiri dari VC Cooling dan lapisan Graphene. nubia Neo 5 GT memiliki total area pendinginan seluas 29.508 mm², sedangkan nubia Neo 5 5G dilengkapi sistem pendinginan VC + Graphene seluas 20.000 mm².

    Sistem ini membantu mengurangi risiko overheat saat bermain game berat, menjaga performa tetap lancar, serta meningkatkan kenyamanan bermain.

    Desain Flat dan Trigger Respons Cepat

    nubia Neo 5 GT mengusung desain bagian belakang datar tanpa tonjolan kamera, terinspirasi dari desain gaming khas REDMAGIC.

    Desain ini membuat smartphone lebih nyaman digenggam dan memberikan posisi tangan yang lebih baik saat bermain dalam mode horizontal, khususnya pada game FPS dan MOBA kompetitif.

    Fitur gaming andalan lainnya adalah Dual Gaming Shoulder Triggers 550Hz atau Neo Triggers 5.0. Dengan waktu respons kurang dari 5,5 milidetik, pengguna dapat melakukan aksi lebih cepat dengan sentuhan yang sangat responsif.

    Pada game FPS, shoulder triggers dapat dikustomisasi untuk fungsi menembak, membidik, crouching, maupun pergantian senjata secara cepat.

    Untuk meningkatkan respons sentuhan, nubia juga membekali Neo 5 Series dengan Magic Touch Algorithm 3.0 yang menghadirkan respons layar hingga 3.049Hz. Teknologi ini membuat input layar terasa lebih cepat, halus, dan akurat pada momen permainan yang intens.

    nubia Neo 5 GT ditenagai prosesor 4nm yang menawarkan efisiensi daya lebih baik, sementara nubia Neo 5 5G menggunakan chipset 6nm yang dioptimalkan untuk keseimbangan performa dan efisiensi daya.

    Kedua perangkat didukung NeoTurbo Engine, 360° Game Antenna, dan AI Game Space 5.0 untuk optimasi gaming.

    Untuk mendukung sesi gaming panjang, nubia Neo 5 GT dilengkapi baterai dual-cell 6.210mAh dengan 80W fast charging, sedangkan nubia Neo 5 5G hadir dengan baterai 6.050mAh.

    Fitur Bypass Charging juga tersedia, yang memungkinkan listrik langsung digunakan oleh perangkat tanpa mengisi baterai saat bermain game.

    nubia Neo 5 GT hadir dengan layar AMOLED 1.5K dan refresh rate 144Hz yang menghadirkan animasi lebih mulus dan visual gameplay lebih responsif. Layar ini juga telah mengantongi sertifikasi SGS Eye Care Low Blue Light untuk mengurangi kelelahan mata.

    nubia Neo 5 Series juga dilengkapi fitur Demi AI Copilot 2.0 yang menghadirkan interaksi lebih cerdas, bantuan saat bermain game, serta akses lebih mudah ke berbagai fitur melalui nubia AI.

    Sebagai bagian dari komitmennya terhadap ekosistem gaming di Indonesia, nubia resmi menjadi sponsor Delta Force National Championship. Kolaborasi ini sejalan dengan kemampuan gaming nubia Neo 5 Series, khususnya untuk pengalaman bermain game FPS.

    Pre-order nubia Neo 5 Series berlangsung pada 16–24 Mei 2026 melalui berbagai platform e-commerce di Indonesia. Selama periode pre-order, konsumen berkesempatan mendapatkan Mystery Box eksklusif yang berisi berbagai hadiah menarik, antara lain 99 batangan emas masing-masing seberat 2 gram, drone, gaming gamepad, cooling fan, dan voucher diskon.

    Konsumen juga dapat menikmati berbagai penawaran spesial, seperti voucher diskon hingga Rp500.000, cicilan 0% hingga 6 bulan, dan kuota gaming AXIS hingga 300GB. nubia Neo 5 Series juga dilengkapi garansi resmi selama 12 bulan yang didukung oleh jaringan pusat layanan Unicom Care di seluruh Indonesia.

    Berikut harga dan ketersediaan nubia Neo 5 Series:

    • nubia Neo 5 5G (8GB+256GB) – Rp5.699.000, tersedia di TikTok Shop by Tokopedia, Shopee, Tokopedia, Blibli, dan Lazada
    • nubia Neo 5 GT (8GB+256GB) – Rp6.499.000, eksklusif di TikTok Shop by Tokopedia dan Tokopedia
    • nubia Neo 5 GT (12GB+256GB) – Rp6.999.000, eksklusif di Shopee

    Konsumen dan para penggemar game dapat mencoba langsung unit nubia Neo 5 Series di acara nubia Neo 5 Showcase di Mini Atrium Gandaria City pada 16–17 Mei 2026.

    Acara ini menghadirkan product hands-on experience, aktivitas gaming, lucky draw, social media challenge, Coswalk Competition, dan Delta Force Fun Match dengan nubia Neo 5 Series sebagai hadiah utama.

    nubia juga akan berkolaborasi dengan sejumlah gaming KOL, termasuk Yuka Theo, BTR Gwen, EVOS Branz, Alvin, dan Sangctuary. Melalui acara peluncuran terbuka ini, nubia ingin semakin dekat dengan komunitas gaming yang terus berkembang di Indonesia sekaligus menghadirkan pengalaman smartphone gaming yang lebih mudah diakses oleh lebih banyak pengguna.

    Dengan inovasi pendinginan aktif dan fitur gaming lengkap, nubia Neo 5 Series menjadi pilihan menarik bagi gamer yang mencari performa stabil di kelas harganya. Pre-order sudah dimulai sejak 16 Mei 2026 dengan berbagai hadiah menarik, termasuk 99 batangan emas. (Icha)

  • ZTE-Telkom Teken MoU Percepat Infrastruktur Digital

    ZTE-Telkom Teken MoU Percepat Infrastruktur Digital

    Telko.id – ZTE Corporation dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan solusi dan infrastruktur digital di Indonesia. Penandatanganan ini berlangsung di Jakarta pada 13 Mei 2026.

    Kemitraan antara ZTE dan Telkom ini akan berfokus pada pengembangan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan next-generation connectivity.

    Tujuannya adalah mempercepat inovasi, meningkatkan layanan digital, serta mendukung sektor enterprise dan pemerintahan. Kedua perusahaan ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh dan kompetitif.

    Zhu Yang, Sales Director ZTE Indonesia, mengatakan, “Kami bangga dapat memperkuat kolaborasi dengan Telkom Indonesia, salah satu penggerak utama ekosistem digital di Asia Tenggara. Kemitraan ini mencerminkan visi bersama kami untuk membangun infrastruktur digital yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi ZTE dan kekuatan pasar Telkom, kami berharap dapat menciptakan nilai baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”

    Dari perspektif Telkom, kolaborasi ini sejalan dengan strategi transformasi perusahaan. Telkom tengah berevolusi dari operator telekomunikasi tradisional menjadi perusahaan berbasis infrastruktur dan platform digital yang terintegrasi. Sebelumnya, Telkom juga telah menandatangani perjanjian spin-off fiber senilai Rp35,7 triliun sebagai bagian dari transformasi ini.

    Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menegaskan bahwa kemitraan strategis memainkan peran penting dalam mempercepat agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

    “Kolaborasi ini mencerminkan fokus berkelanjutan kami dalam memperkuat infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan di masa depan. Selanjutnya, Telkom berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas di bidang data center, konektivitas, dan platform berbasis cloud, sekaligus menjadikan AI sebagai penggerak utama untuk menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan kami. Melalui kemitraan seperti ini, kami ingin membangun ekosistem digital yang lebih tangguh, aman, dan kompetitif di Indonesia maupun di tingkat regional,” ujarnya.

    Melalui kolaborasi ini, ZTE akan memanfaatkan pengalaman dan keunggulan teknologinya di tingkat global. Fokusnya mencakup infrastruktur digital, solusi berbasis AI, dan platform terintegrasi.

    Semua itu untuk mendukung Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya. Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat inovasi, memperkuat potensi layanan, serta menghadirkan solusi digital yang lebih scalable dan aman.

    Fokus pada AI dan Cloud Computing

    Salah satu pilar utama kerja sama ini adalah pengembangan layanan berbasis AI. Telkom sebelumnya telah menegaskan bahwa AI menjadi andalan utama dalam strategi bisnisnya. Perusahaan bahkan memfokuskan diri pada empat portofolio bisnis dengan AI sebagai penggerak utama. Langkah ini menunjukkan keseriusan Telkom dalam mengadopsi teknologi mutakhir untuk meningkatkan daya saing.

    Kolaborasi dengan ZTE dinilai akan memperkuat kapabilitas Telkom di bidang data center dan platform berbasis cloud. Dengan infrastruktur yang lebih solid, Telkom dapat menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi bagi pelanggan enterprise maupun pemerintahan. Hal ini sejalan dengan visi ZTE untuk mendukung transformasi digital di berbagai negara.

    Selain itu, kemitraan ini juga membuka peluang untuk mengembangkan next-generation connectivity. ZTE memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi konektivitas generasi terbaru, termasuk 5G.

    Sebelumnya, ZTE juga telah menandatangani MoU dengan Telkom untuk pengembangan 5G. Langkah ini mempertegas komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan jaringan yang lebih cepat dan andal.

    Dukungan untuk Ekonomi Digital Indonesia

    Kerja sama ini juga mendukung upaya berkelanjutan Telkom dalam mempertajam fokus portofolio dan meningkatkan disiplin eksekusi. Setiap inisiatif yang dijalankan diharapkan dapat menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan serta memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

    Ke depannya, ZTE dan Telkom akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi. Ruang lingkupnya mencakup pengembangan infrastruktur digital, solusi enterprise, layanan berbasis AI, dan pengembangan kapabilitas. Semua itu untuk mendukung kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.

    Inisiatif serupa juga terlihat di ekosistem Telkom Group. Misalnya, Telkomsel baru-baru ini menggelar Solution Day 2025 untuk mendorong inovasi AI dan 5G bagi industri. Sementara itu, TransTRACK dan BTP Telkom University juga menjalin kerja sama riset inovatif. Semua langkah ini menunjukkan komitmen Telkom Group dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

    Dengan adanya kemitraan strategis ini, ZTE dan Telkom optimistis dapat menciptakan nilai baru. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Icha)

  • nubia Rilis Teaser ‘Feel the Wind’, Inovasi Pendinginan Baru

    nubia Rilis Teaser ‘Feel the Wind’, Inovasi Pendinginan Baru

    Telko.id – nubia secara resmi memicu gelombang spekulasi di industri teknologi dan gaming dengan merilis visual teaser misterius bertajuk “Feel the Wind”.

    Teaser yang menampilkan kipas berputar kencang ini dirilis pada 30 Maret 2026, langsung menarik perhatian luas di media sosial dan forum komunitas.

    Visual teaser tersebut, meski terlihat sederhana, diyakini merupakan kode untuk inovasi pendinginan terbaru yang sedang dipersiapkan nubia.

    Brand yang dikenal kuat di segmen smartphone gaming ini tampaknya sedang mempersiapkan terobosan dalam manajemen termal untuk perangkat gaming selanjutnya.

    Frasa “Feel the Wind” menjadi pusat perhatian, mengisyaratkan pengalaman pendinginan yang lebih tangible dan powerful.

    nubia, melalui lini REDMAGIC dan seri nubia Neo, telah lama menjadi pemain kunci di pasar smartphone gaming. Teaser terbaru ini dipercaya akan menjadi jembatan antara rekayasa performa tinggi khas REDMAGIC dengan aksesibilitas yang ditawarkan seri Neo.

    “Ini adalah sinyal jelas bahwa pendinginan akan menjadi fokus utama evolusi produk gaming mereka,” kata seorang pengamat industri yang enggan disebutkan namanya.

    Konteks dan Strategi Produk nubia

    Lini nubia Neo sendiri telah sukses menarik gamer muda dan komunitas esports dengan menawarkan performa gaming kompetitif, desain agresif, dan fitur berorientasi gamer pada titik harga yang terjangkau.

    Posisi ini semakin diperkuat dengan inisiatif seperti bundling Neo 3 yang diluncurkan bersama operator telekomunikasi.

    Integrasi teknologi pendinginan canggih yang terinspirasi REDMAGIC ke dalam jajaran yang lebih luas seperti Neo akan menjadi langkah strategis. Hal ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas gaming seri tersebut tetapi juga menjawab tantangan nyata dalam game mobile modern.

    Chipset yang semakin powerful dan layar refresh rate tinggi membutuhkan sistem pembuangan panas yang efisien untuk menjaga performa stabil selama sesi marathon.

    Komitmen nubia terhadap inovasi gaming juga tercermin dari berbagai diskusi dan engagement dengan komunitas, seperti yang terlihat dalam acara nubia After Hours Talk yang membahas masa depan gaming Indonesia.

    Spekulasi dan Antisipasi Pasar

    Teaser “Feel the Wind” telah memicu berbagai spekulasi. Selain kemungkinan penyempurnaan pada seri nubia Neo, beredar pula wacana tentang kemunculan smartphone gaming baru yang sepenuhnya terinspirasi filosofi REDMAGIC, namun dengan faktor bentuk yang mungkin lebih ringkas.

    Konsep ini berpotensi menjembatani kesenjangan antara perangkat gaming dedicated dan smartphone mainstream.

    Persaingan di segmen perangkat gaming semakin ketat. Kehadiran perangkat seperti handheld gaming console dari merek lain turut memanaskan persaingan.

    Inovasi di bidang pendinginan menjadi salah satu diferensiasi kritis, karena berdampak langsung pada kenyamanan pengguna dan konsistensi frame rate.

    Strategi nubia yang berfokus pada nilai juga terlihat dari jajaran produk lainnya, seperti nubia A36 dan A56 yang menawarkan pengalaman bebas lag dengan harga terjangkau. Pendekatan serupa mungkin akan diterapkan dalam menyebarluaskan teknologi pendinginan baru ini.

    Industri kini menunggu pengumuman resmi dari nubia mengenai detail inovasi di balik kampanye “Feel the Wind”. Pengungkapan tersebut diprediksi akan memberikan kejelasan apakah ini merupakan pembaruan untuk lini existing, peluncuran sub-brand baru, atau terobosan teknologi mandiri.

    Apapun bentuknya, langkah ini menegaskan komitmen nubia untuk terus berinovasi di ekosistem gaming mobile yang terus berkembang dinamis. (Icha)

  • XLSMART dan ZTE Luncurkan Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama di Indonesia

    XLSMART dan ZTE Luncurkan Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama di Indonesia

    Telko.id – XLSMART secara resmi meluncurkan layanan komersial XL Ultra 5G+, menandai implementasi jaringan 5G blanket coverage nasional pertama di Indonesia.

    Jaringan yang dikembangkan bersama mitra strategis ZTE ini telah divalidasi oleh Ookla sebagai “The Fastest 5G Network in Indonesia, H2 2025.” Peluncuran dilakukan di Surabaya pada 12 Maret 2026.

    Strategi Blanket Coverage yang diadopsi bertujuan menghadirkan konektivitas 5G tanpa hambatan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini memungkinkan akses berkecepatan tinggi dinikmati pelanggan XLSMART secara lebih merata.

    Sebagai mitra, ZTE memberikan dukungan menyeluruh untuk menghadirkan pengalaman 5G terbaik sekaligus mendorong peningkatan kapabilitas jaringan.

    Dalam pengujian langsung di acara peluncuran di Surabaya, kecepatan downlink puncak tercatat mencapai 769 Mbps. Rata-rata kecepatan pengalaman pengguna melebihi 500 Mbps.

    Kapabilitas ini mendukung streaming video 4K/8K yang lancar, cloud gaming, serta berbagai aplikasi AR/VR, menunjukkan performa unggul dari infrastruktur baru ini. Layanan XL Ultra 5G+ ini merupakan bagian dari komitmen perluasan jaringan yang sebelumnya telah diumumkan.

    Content image for article: XLSMART dan ZTE Luncurkan Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama di Indonesia

    Hingga Januari 2026, melalui perencanaan dan implementasi yang efisien, ZTE bersama XLSMART telah menyelesaikan pembangunan jaringan 5G di 24 dari total 33 kota target di lima wilayah utama.

    Kota-kota tersebut meliputi Surabaya, Semarang, Medan, Makassar, dan Balikpapan. Pencapaian ini menempatkan XLSMART sebagai operator pertama di Indonesia yang menghadirkan cakupan jaringan 5G berskala nasional.

    Kolaborasi panjang kedua entitas telah menghasilkan integrasi dan peningkatan lebih dari 20.000 BTS 4G, serta pembangunan lebih dari 7.000 BTS 5G baru.

    Upaya ini secara signifikan meningkatkan efisiensi pemanfaatan spektrum dan koordinasi jaringan 4G/5G. Jaringan konvergensi yang dihasilkan didorong menuju kualitas lebih tinggi, kecerdasan lebih maju, dan ketahanan lebih kuat.

    Keandalan jaringan ini juga diuji dalam skala besar selama penyelenggaraan festival musik “XL Ultraverse Festival” di Surabaya yang dihadiri puluhan ribu pengunjung. ZTE menetapkan target “Double Beyond and Double Zero”, yang berarti melampaui standar industri dan ekspektasi pelanggan, dengan nol komentar negatif terhadap layanan serta nol keluhan pelanggan.

    Dengan memanfaatkan perangkat digital cerdas seperti Mongoose dan VMAX, ZTE menghadirkan pemantauan real-time terhadap status perangkat, performa jaringan, dan pengalaman pengguna.

    Sistem ini dipadukan dengan optimalisasi proaktif berbasis Artificial Intelligence (AI). Selama festival, jumlah pengguna terkoneksi secara bersamaan mencapai lebih dari 10.000 orang.

    Koneksi stabil ini memungkinkan interaksi lintas kota secara real-time, live streaming definisi tinggi, online gaming, serta berbagai pengalaman digital inovatif lainnya, yang memperoleh apresiasi tinggi.

    Komersialisasi 5G blanket coverage ini menjadi langkah penting dalam peningkatan infrastruktur digital Indonesia. ZTE menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi teknologi inovatif dan layanan jaringan terbaik.

    Kemitraan dengan XLSMART akan dipererat lebih lanjut untuk memperdalam operasi jaringan cerdas dan mempercepat pemanfaatan 5G di berbagai sektor industri. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen program keberlanjutan yang diusung perusahaan.

    Content image for article: XLSMART dan ZTE Luncurkan Jaringan 5G Blanket Coverage Nasional Pertama di Indonesia

    Ke depan, kolaborasi ini ditujukan untuk membangun jaringan digital cerdas yang lebih cepat, lebih pintar, dan lebih ramah lingkungan. Tujuannya adalah membuka masa depan digital tanpa batas di Indonesia.

    Peluncuran jaringan nasional ini juga menjadi fondasi untuk layanan dan penawaran komersial lainnya yang dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di berbagai daerah. (Icha)

  • ZTE dan XLSMART Selesaikan 92% Site MOCN dalam 8 Bulan

    ZTE dan XLSMART Selesaikan 92% Site MOCN dalam 8 Bulan

    Telko.id – ZTE Corporation bersama operator telekomunikasi XLSMART telah mencatat pencapaian signifikan dengan menyelesaikan 92% site Multi-Operator Core Network (MOCN) dalam waktu delapan bulan.

    Implementasi skala nasional ini mencakup lebih dari 20.000 site di seluruh Indonesia dan menetapkan tolok ukur baru untuk penggelaran jaringan telekomunikasi skala besar di Tanah Air.

    Kolaborasi ini bertujuan memperluas cakupan jaringan, meningkatkan keandalan dan throughput data, serta menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik.

    Pencapaian ini sejalan dengan misi berkelanjutan XLSMART dalam meningkatkan kualitas layanan seluler di Indonesia, yang tengah menghadapi lonjakan permintaan konektivitas andal dari sektor e-commerce, pembayaran digital, layanan cloud, dan streaming video.

    Shurish Subbramaniam, Chief Technology Officer XLSMART, mengatakan, “Implementasi MOCN dalam skala nasional membutuhkan teknologi yang andal serta eksekusi yang tepat. Dengan menggabungkan kemampuan operasional XLSMART dan solusi jaringan end-to-end dari ZTE, kami mampu mempercepat implementasi dengan tetap menjaga standar tertinggi dalam hal keandalan, kinerja, dan pengalaman pengguna.”

    Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini telah menghadirkan peningkatan signifikan bagi pelanggan di berbagai wilayah dan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan jaringan seluler generasi berikutnya di Indonesia. Pencapaian ini juga menunjukkan komitmen dalam mendukung efisiensi telekomunikasi nasional.

    Sebagai mitra teknologi, ZTE mengelola implementasi secara end-to-end, mencakup pembangunan site, integrasi, dan optimisasi jaringan di seluruh cakupan MOCN.

    Proyek ini memerlukan koordinasi intensif dan operasional yang didukung tim lokal, serta penyesuaian performa berkelanjutan untuk memastikan percepatan implementasi selaras dengan standar kualitas layanan tinggi.

    Sun Fangping, SVP & President of Global Service ZTE Corporation, menyatakan kebanggaannya dapat bermitra dengan XLSMART.

    “Pencapaian ini mencerminkan sinergi yang solid antara kedua tim serta komitmen bersama untuk mendukung pertumbuhan digital Indonesia melalui jaringan berkinerja tinggi dan siap menghadapi kebutuhan masa depan,” ujarnya.

    Dengan pengalaman industri lebih dari 40 tahun, ZTE memadukan inovasi teknologi dengan kapabilitas operasional berskala besar. Keunggulan konstruksi jaringan menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung kesuksesan bersama mitra strategis.

    Melalui strategi “Connectivity + Computing Power”, ZTE mengintegrasikan solusi terkini dengan dukungan lokal untuk membangun ekosistem digital yang efisien, andal, dan berkelanjutan.

    Implementasi MOCN yang masif ini membangun fondasi kuat untuk evolusi 5G di masa depan dan operasi jaringan yang cerdas. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi besar di industri telekomunikasi Indonesia, sebagaimana terlihat pada upaya integrasi jaringan oleh operator lain untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

    Ke depan, ZTE dan XLSMART berencana memperluas kolaborasi dalam pengembangan 5G, manajemen jaringan cerdas, dan operasional berbasis kecerdasan buatan.

    Ekspansi ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan ekosistem digital Indonesia sekaligus mempersiapkan infrastruktur jaringan untuk layanan generasi berikutnya. Pencapaian ini juga memperkuat posisi XLSMART pasca pertumbuhan double digit yang dicatatnya.

    Kesuksesan proyek ini menunjukkan bahwa pendekatan terstruktur dan eksekusi tepat dapat menyelesaikan modernisasi jaringan skala besar dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

    Hal ini menjadi referensi penting bagi industri, terutama dalam menyambut periode permintaan tinggi seperti libur Lebaran, di mana ketahanan jaringan sangat diuji.

    Dengan lebih dari 20.000 site yang telah terintegrasi, kolaborasi ZTE dan XLSMART tidak hanya sekadar meningkatkan cakupan, tetapi juga memperkuat konektivitas inti yang menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.

    Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan konektivitas inklusif dan andal bagi lebih dari 73 juta pelanggan XLSMART di seluruh Nusantara. (Icha)

  • RedMagic 11 Air Hadirkan Snapdragon 8 Elite dan Baterai 7.000mAh

    RedMagic 11 Air Hadirkan Snapdragon 8 Elite dan Baterai 7.000mAh

    Telko.id – Nubia kembali membuat kejutan di pasar smartphone gaming global dengan memperkenalkan perangkat terbarunya, RedMagic 11 Air.

    Smartphone ini hadir dengan proposisi nilai yang unik, menggabungkan performa kelas atas dari chipset Snapdragon 8 Elite dengan kapasitas daya yang luar biasa besar, yakni baterai 7.000mAh, dalam sebuah desain yang diklaim lebih ramping dibandingkan seri gaming konvensional.

    Kehadiran RedMagic 11 Air ini menambah daftar panjang inovasi Nubia dalam menghadirkan perangkat berkinerja tinggi.

    Penggunaan nama “Air” pada model ini mengindikasikan pendekatan desain yang berbeda, di mana produsen berusaha mematahkan stigma bahwa ponsel gaming dengan baterai besar harus selalu memiliki bodi yang tebal dan berat.

    Kombinasi antara efisiensi daya dari prosesor terbaru Qualcomm dan kapasitas baterai masif menjadi nilai jual utama perangkat ini.

    Langkah ini dinilai sebagai strategi agresif untuk mendominasi segmen pasar yang menginginkan mobilitas tinggi tanpa mengorbankan durabilitas daya.

    Dengan bekal Snapdragon 8 Elite, RedMagic 11 Air dipastikan mampu menangani beban kerja berat, mulai dari gaming kompetitif hingga multitasking intensif, sementara baterai 7.000mAh menjamin penggunaan jangka panjang tanpa perlu sering terhubung ke pengisi daya.

    Terobosan Baterai dalam Desain Tipis

    Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah bagaimana Nubia berhasil menyematkan baterai berkapasitas 7.000mAh ke dalam perangkat berlabel “Air”.

    Biasanya, kapasitas baterai sebesar ini hanya ditemukan pada tablet atau ponsel rugged yang tebal. Hal ini kemungkinan besar dicapai melalui penggunaan teknologi baterai silikon-karbon berdensitas tinggi, yang memungkinkan penyimpanan daya lebih besar dalam ukuran fisik yang lebih ringkas.

    Inovasi ini menempatkan RedMagic 11 Air pada posisi yang unik jika dibandingkan dengan saudaranya, Varian Pro, yang mungkin lebih fokus pada fitur pendinginan ekstrem.

    Bagi pengguna yang memprioritaskan ketahanan baterai untuk sesi permainan maraton atau penggunaan harian yang padat, kapasitas 7.000mAh ini menawarkan solusi nyata atas masalah kecemasan baterai lemah (battery anxiety) yang sering dialami pengguna smartphone modern.

    Performa Snapdragon 8 Elite

    Dapur pacu RedMagic 11 Air dipercayakan pada Snapdragon 8 Elite, chipset flagship terbaru dari Qualcomm.

    Chipset ini dikenal dengan arsitektur CPU Oryon yang menawarkan lonjakan performa signifikan serta efisiensi daya yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

    Kehadiran prosesor ini memastikan bahwa meskipun mengusung nama “Air”, perangkat ini tidak mengalami pemangkasan dari sisi performa mentah.

    Penggunaan Snapdragon 8 Elite juga menempatkan RedMagic 11 Air sejajar dengan perangkat flagship lainnya di pasar.

    Sebagai perbandingan, chipset ini juga menjadi otak dari Pesaing Kuat di kelasnya yang juga menonjolkan kapasitas baterai besar.

    Kemampuan chipset ini dalam mengelola grafis tingkat tinggi dan mempertahankan frame rate stabil menjadi jaminan pengalaman gaming yang mulus.

    Implikasi Pasar Smartphone Gaming

    Peluncuran RedMagic 11 Air menandai tren baru di industri seluler, di mana batas antara ponsel lifestyle yang tipis dan ponsel gaming bertenaga monster semakin kabur.

    Konsumen kini tidak lagi harus memilih antara estetika desain yang ramping atau performa baterai yang tahan lama. Nubia tampaknya ingin menjembatani kedua kebutuhan tersebut melalui perangkat ini.

    Ke depannya, persaingan di sektor ini diprediksi akan semakin ketat dengan hadirnya berbagai teknologi baru. Para kompetitor juga tengah bersiap meluncurkan perangkat Generasi Baru yang menjanjikan spesifikasi serupa.

    Namun, dengan start lebih awal melalui RedMagic 11 Air, Nubia telah menetapkan standar tinggi untuk sebuah smartphone gaming yang ringkas namun bertenaga badak.

    Kehadiran RedMagic 11 Air dengan spesifikasi kunci Snapdragon 8 Elite dan baterai 7.000mAh memberikan opsi segar bagi para gamer mobile.

    Perangkat ini membuktikan bahwa evolusi teknologi baterai dan efisiensi chipset kini memungkinkan terciptanya faktor bentuk yang lebih ergonomis tanpa mengorbankan spesifikasi teknis yang krusial. (icha)

  • REDMAGIC 11 Pro  Hadirkan Sistem Pendingin Cair Pertama di Dunia

    REDMAGIC 11 Pro Hadirkan Sistem Pendingin Cair Pertama di Dunia

    Telko.id – REDMAGIC 11 Pro resmi diluncurkan di Indonesia sebagai smartphone gaming pertama di dunia yang menggunakan sistem pendingin cair produksi massal, AquaCore Cooling System.

    Perangkat ini mencatat skor benchmark AnTuTu tertinggi sebesar 4.398.000, didukung chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan chip gaming khusus RedCore R4.

    Harga resmi smartphone ini adalah Rp19.999.000, dengan penawaran pre-order spesial mulai 8 Januari 2026.

    Zhuang Yongke, Country Manager nubia Indonesia, menyatakan fokus utama perangkat ini adalah menjawab tantangan performa dalam mobile gaming.

    “Dengan menghadirkan smartphone pertama di dunia berteknologi AquaCore Cooling System dan dipadukan dengan chipset terbaik, kami ingin memberikan pengalaman bermain yang tetap bertenaga, sejuk, konsisten, dan terkendali dari awal hingga akhir,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Telko.id.

    AquaCore Cooling System menjadi terobosan utama. Sistem ini menggunakan cairan pendingin fluorinated yang mengalir untuk menarik panas dari CPU dan baterai, didukung vapor chamber seluas 13.116 mm² dan kipas turbofan aktif tahan air berkecepatan hingga 24.000 RPM.

    Arsitektur pendinginan ini dirancang untuk menjaga stabilitas termal selama sesi gaming panjang dan intens.

    Performa Monster dan Daya Tahan Unggul

    Ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan kecepatan hingga 4,6 GHz, REDMAGIC 11 Pro dilengkapi RAM 16GB LPDDR5T dan penyimpanan 512GB UFS 4.1 Pro.

    Chip gaming RedCore R4 berperan meningkatkan performa dalam game dan pengelolaan suhu, mendukung grafis 2K super-resolution serta manajemen daya cerdas.

    Content image for article: REDMAGIC 11 Pro Resmi Hadir dengan Sistem Pendingin Cair Pertama di Dunia

    Teknologi eksklusif Energy Cube 3.0 secara dinamis mengatur penggunaan CPU, GPU, memori, sistem pendingin, dan respons sentuh secara real-time.

    Klaimnya, teknologi ini dapat meningkatkan performa hingga 40% dengan konsumsi daya 12% lebih rendah, menjaga frame rate tetap mulus pada adegan kompleks.

    Untuk daya tahan, perangkat ini mengusung baterai berkapasitas besar 7.500mAh yang dirancang untuk penggunaan jangka panjang.

    Dukungan pengisian cepat kabel 80W dan pengisian nirkabel turut disematkan untuk meminimalkan waktu jeda antar sesi bermain.

    Desain Transparan dan Layar Gaming Pro

    REDMAGIC 11 Pro menjadikan sistem pendingin sebagai identitas desain. Panel belakang transparan menampilkan langsung komponen AquaCore Cooling System yang bekerja.

    Perangkat hadir dalam varian warna Subzero dengan desain panel belakang rata tanpa tonjolan kamera untuk meningkatkan ergonomi.

    Layarnya menggunakan panel BOE X10 AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 2688 × 1216, refresh rate 144Hz, dan kecerahan puncak 1.800 nits.

    Fitur gaming-nya mencakup PWM dimming frekuensi tinggi 2.592Hz, multi-finger touch sampling rate 360Hz, dan respons sentuhan instan 3.000Hz untuk latensi minimal. Layar ini juga telah tersertifikasi SGS dan TÜV Rheinland untuk perlindungan mata.

    Untuk pengalaman gaming yang imersif, perangkat ini dilengkapi shoulder trigger 520Hz yang kini mendukung game dalam mode portrait, speaker berkualitas tinggi, motor linier sumbu X, serta pencahayaan RGB di berbagai bagian. Jack audio 3,5 mm tetap dipertahankan untuk audio berlatensi rendah.

    Dukungan perangkat lunak datang dari Game Space sebagai pusat optimasi performa dan MORA, asisten virtual berbasis AI dari REDMAGIC.

    Perangkat ini juga terintegrasi dengan Google Gemini untuk dukungan AI dalam chat, terjemahan, dan input cerdas.

    Di segi fotografi, REDMAGIC 11 Pro membawa sistem kamera belakang triple pro-grade yang terdiri dari kamera utama 50MP dengan OIS, kamera ultra-wide 50MP, dan kamera pendukung 2MP. Kamera depan 16MP dioptimalkan dengan AI untuk hasil yang tajam dan alami.

    Kehadiran REDMAGIC 11 Pro semakin mengukuhkan persaingan di pasar smartphone gaming premium.

    Sebelumnya, ZTE juga telah memperkenalkan dua ponsel gaming terbarunya yang menargetkan segmen berbeda.

    Untuk pasar yang lebih luas, nubia menghadirkan DNA gaming melalui seri nubia Neo 3 series yang menawarkan pengalaman gaming dengan harga kompetitif.

    Pasar smartphone gaming sendiri semakin ramai dengan kehadiran perangkat seperti Samsung Galaxy A36 5G yang menawarkan fitur anti lag.

    REDMAGIC 11 Pro tersedia eksklusif di nubia Flagship Store di Blibli. Selama periode pre-order 8 Januari 2026, perangkat ditawarkan dengan harga spesial Rp17.999.000.

    Pembeli juga berkesempatan mendapatkan Special Gift Box berisi REDMAGIC Gamepad (terbatas) dan opsi cicilan 0% hingga 24 bulan. Perangkat didukung pembaruan OS selama tiga tahun dan garansi Unicom Care satu tahun.

    Sebagai bagian dari kampanye peluncuran, nubia Indonesia menggelar aktivasi komunitas Snap & Win.

    Masyarakat dapat berfoto dengan videotron REDMAGIC 11 Pro di kawasan Senayan dan Sudirman pada 8–14 Januari 2026, mengunggahnya ke Instagram Story, dan men-tag @nubia_indonesia dengan tagar #StayCoolPlayREDMAGIC untuk berkesempatan memenangkan hadiah. (Icha)

  • Lewat 5G Rising Star dan Beasiswa, ZTE Siapkan Talenta Digital

    Lewat 5G Rising Star dan Beasiswa, ZTE Siapkan Talenta Digital

    Telko.id – ZTE Corporation, penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi terkemuka, secara resmi mengumumkan penyelenggaraan serangkaian inisiatif pengembangan talenta digital di Indonesia.

    Program tersebut mencakup perekrutan mahasiswa berprestasi melalui program 5G Rising Star 2025, pemberian beasiswa, serta kompetisi rencana bisnis berbasis teknologi 5G.

    Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang ZTE dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menghadapi percepatan transformasi digital.

    Program 5G Rising Star 2025 telah merekrut mahasiswa dari jurusan Teknik Telekomunikasi dan Teknik Elektro di sejumlah universitas ternama, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Telkom University (Tel-U).

    Program yang berlangsung dari September hingga Desember 2025 ini dirancang untuk membina talenta digital sekaligus memperkuat sinergi dengan dunia perguruan tinggi.

    Para peserta mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi profesional di lingkungan kerja multikultural ZTE Indonesia, mengikuti jalur pengembangan karier, serta pelatihan langsung dari para pakar perusahaan.

    Richard Liang, President Director ZTE Indonesia, menegaskan pentingnya ketersediaan talenta digital yang kompeten.

    “Seiring dengan percepatan transformasi digital dan implementasi teknologi 5G di berbagai sektor, ketersediaan talenta digital yang kompeten menjadi faktor kunci bagi daya saing industri,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa melalui program 5G Rising Star dan beasiswa, ZTE berkomitmen memberikan kontribusi berkelanjutan dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui kolaborasi erat dengan perguruan tinggi. Komitmen ini bertujuan mendukung penguatan ekosistem digital dan pertumbuhan ekonomi nasional.

    Setelah menyelesaikan program intensif ini, alumni 5G Rising Star dipersiapkan untuk menempati berbagai peran profesional strategis di ZTE.

    Peluang karier yang terbuka antara lain posisi sebagai Account Manager, Product Manager, dan Technical Engineer. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan bagi mahasiswa terbaik untuk langsung berkontribusi dalam industri telekomunikasi yang terus berkembang pesat, seiring dengan perluasan layanan 5G di berbagai wilayah Indonesia.

    Content image for article: Lewat 5G Rising Star dan Beasiswa, ZTE Siapkan Talenta Digital

    Beasiswa dan Kompetisi Inovasi 5G

    Selain program perekrutan, ZTE juga menyalurkan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi dari berbagai universitas di Indonesia tahun ini. Program beasiswa ini merupakan bagian dari dukungan berkelanjutan perusahaan terhadap dunia pendidikan.

    Tujuannya adalah mendorong mahasiswa untuk melanjutkan studi sekaligus meningkatkan kompetensi agar siap bersaing di industri teknologi dan telekomunikasi. Proses seleksi beasiswa dilakukan secara ketat melalui tiga tahap, yaitu seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara mendalam.

    Inisiatif lain yang digelar adalah Business Plan Competition berfokus pada teknologi 5G dan inovasi digital. Kompetisi ini diselenggarakan di Telkom University dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

    Ajang ini menjadi wadah untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta pengembangan talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri masa depan.

    Kompetisi semacam ini sejalan dengan semangat inovasi yang juga digaungkan oleh program-program lain di ekosistem teknologi Indonesia, seperti yang dilakukan Telkomsel Ventures melalui gelaran Demo Day.

    Kolaborasi ZTE dengan institusi pendidikan seperti ITB, ITS, dan Telkom University bukanlah hal baru. Upaya serupa dalam mengembangkan talenta digital telah dilakukan melalui berbagai program sebelumnya, menunjukkan konsistensi dalam membangun fondasi SDM teknologi tanah air.

    Sinergi antara industri dan akademisi ini dianggap krusial untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya memahami teori tetapi juga aplikasi teknologi mutakhir di dunia nyata.

    Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Digital Indonesia

    Melalui rangkaian program ini, ZTE menegaskan posisinya tidak hanya sebagai pemain bisnis, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

    Fokus pada teknologi 5G dalam setiap inisiatif menunjukkan kesadaran perusahaan akan arah transformasi digital Indonesia ke depan. Teknologi 5G dipandang sebagai tulang punggung bagi perkembangan berbagai sektor, mulai dari industri, kesehatan, pendidikan, hingga smart city.

    Ke depan, ZTE menyatakan akan terus berupaya memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia. Upaya ini akan diselaraskan dengan perkembangan kebutuhan industri teknologi dan telekomunikasi.

    Perusahaan juga berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan dan para pemangku kepentingan lainnya melalui berbagai inisiatif pengembangan talenta yang berkelanjutan.

    Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya pool talenta digital yang andal, mendukung ambisi Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.

    Dukungan terhadap pengembangan SDM, seperti kolaborasi ZTE dengan ITB, menjadi contoh konkret bagaimana investasi pada manusia adalah investasi yang paling berharga untuk masa depan teknologi bangsa. (Icha)

  • nubia Fold Resmi Diumumkan, Bawa Snapdragon 8 Elite dan Baterai 6.560mAh

    nubia Fold Resmi Diumumkan, Bawa Snapdragon 8 Elite dan Baterai 6.560mAh

    Telko.id – nubia Fold, ponsel lipat buku pertama dari sub-brand ZTE, telah resmi diumumkan melalui listing di operator Jepang Y!mobile.

    Perangkat ini akan tersedia di pasar Jepang mulai 4 Desember 2025 dengan harga JPY 178.560 atau setara dengan $1.145.

    Kehadiran nubia Fold ini melengkapi lini perangkat lipat nubia yang sebelumnya telah diisukan dengan bocoran desain untuk nubia Flip3 dan Fold.

    Menurut informasi spesifikasi yang terungkap, nubia Fold mengusung layar utama berukuran 8 inci dengan resolusi 2.480 x 2.200 piksel.

    Layar penutup di bagian luar memiliki ukuran 6,5 inci dengan resolusi 2.748 x 1.172 piksel. Kedua panel layar tersebut menawarkan refresh rate 120Hz, dengan layar utama mendukung mode split view untuk aplikasi tertentu, meningkatkan produktivitas pengguna.

    nubia Fold goes official with SD 8 Elite and 6,560mAh battery

    Dari segi dimensi, nubia Fold memiliki ukuran 144 x 160 x 5,4 mm saat terbuka. Ketika dilipat, ketebalannya menjadi 11,1 mm dengan bobot total 249 gram.

    Untuk performa, ponsel ini ditenagai oleh chipset flagship tahun lalu, Qualcomm Snapdragon 8 Elite, yang dipadukan dengan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 15 terbaru, dengan sertifikasi ketahanan IP54 terhadap debu dan percikan air.

    Di sektor kamera, nubia Fold membekali bagian belakang dengan tiga lensa: kamera utama 50MP, lensa ultrawide 50MP, dan kamera makro 5MP.

    Untuk kebutuhan selfie dan panggilan video, terdapat dua kamera depan beresolusi 20MP yang masing-masing ditempatkan pada layar utama dan layar penutup.

    Daya tahan baterai menjadi salah satu sorotan, dengan kapasitas besar 6.560mAh yang mendukung pengisian cepat 55W.

    nubia Fold goes official with SD 8 Elite and 6,560mAh battery

    nubia Fold akan hadir dalam satu pilihan warna hitam. Rilis di Jepang pada awal Desember ini menjadi langkah pertama, dengan rencana ekspansi ke lebih banyak pasar global sepanjang tahun 2026.

    Kehadiran perangkat ini semakin memanaskan persaingan di segmen ponsel lipat premium, di mana performa chipset kelas atas dan baterai berkapasitas besar menjadi nilai jual utama.

    Penggunaan Snapdragon 8 Elite menegaskan posisi nubia Fold sebagai perangkat berkinerja tinggi, melanjutkan tradisi chipset unggulan yang juga pernah menjadi pembeda untuk smartphone Android terkencang di masanya.

    Inovasi pada faktor bentuk lipat sendiri bukan hal baru bagi nubia, yang sebelumnya juga telah memperkenalkan smartwatch dengan layar lipat.

    nubia Fold goes official with SD 8 Elite and 6,560mAh battery

    Dengan spesifikasi ini, nubia Fold langsung bersaing dengan para pemain mapan di segmen foldable. Fokus pada kombinasi layar berkualitas tinggi, chipset flagship, dan baterai berdaya tahan lama menjadi strategi untuk menarik perhatian konsumen.

    Perkembangan teknologi perangkat lipat seperti ini juga berjalan beriringan dengan kemajuan di bidang teknologi pendukung lainnya, seperti yang terlihat pada proyek pengembangan baterai skala besar untuk kendaraan listrik.

    Rilis nubia Fold terjadi dalam lanskap industri seluler yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan.

    Diskusi tentang dampak AI terhadap industri, seperti yang pernah diungkapkan oleh pelaku industri dalam sebuah forum penghargaan, menunjukkan bahwa inovasi perangkat keras harus didukung oleh pengembangan perangkat lunak dan ekosistem yang cerdas.

    Keberhasilan nubia Fold di pasar akan diuji tidak hanya oleh spesifikasi mentahnya, tetapi juga oleh pengalaman pengguna secara keseluruhan yang ditawarkan. (Icha)

  • Bocoran Desain nubia Flip3 dan Fold, Ponsel Lipat Baru ZTE

    Bocoran Desain nubia Flip3 dan Fold, Ponsel Lipat Baru ZTE

    Telko.id – ZTE bersiap meluncurkan dua ponsel lipat terbaru, nubia Flip3 dan nubia Fold, berdasarkan bocoran render desain yang dibagikan oleh Evan Blass.

    nubia Fold akan menjadi ponsel lipat buku pertama dari merek tersebut, sementara Flip3 melanjutkan seri clamshell dengan peningkatan signifikan pada layar penutup.

    Bocoran ini muncul beberapa bulan setelah ZTE memperkenalkan nubia Flip2 ke pasar global. Render yang dibagikan Blass memberikan gambaran jelas tentang desain kedua perangkat yang belum diumumkan secara resmi ini.

    ZTE sendiri belum memberikan konfirmasi terkait keberadaan atau rencana peluncuran kedua perangkat tersebut.

    ZTE nubia Flip3 and nubia Fold design renders leaked

    nubia Flip3 menunjukkan perubahan mencolok pada layar penutup eksternal. Perangkat ini akan memiliki layar penutup yang lebih besar dengan desain edge-to-edge, berbeda dengan panel yang lebih kecil pada pendahulunya, Flip2.

    Desain ini mengikuti tren peningkatan utilitas layar penutup yang juga terlihat pada berbagai smartphone lipat yang diperkenalkan tahun ini.

    Bagian kamera belakang Flip3 menampilkan konfigurasi dual-camera dengan dua lubang lensa berukuran berbeda.

    Render juga mengungkapkan adanya tiga tombol fisik, termasuk tombol power dan volume rocker, serta set pogo pins. Perangkat ini kemungkinan akan tersedia dalam pilihan warna hitam dan putih.

    ZTE nubia Flip3 and nubia Fold design renders leaked

    Sementara itu, nubia Fold menghadirkan desain yang berbeda sebagai ponsel lipat buku. Perangkat ini menampilkan modul kamera belakang persegi panjang besar yang menampung tiga sensor dan LED flash.

    Layar fleksibel bagian dalam memiliki potongan kamera di sudut kanan atas, desain yang umum digunakan pada perangkat lipat buku untuk memaksimalkan area tampilan.

    Kehadiran nubia Fold menandai ekspansi ZTE dalam segmen ponsel lipat. Sebelumnya, perusahaan lebih fokus pada model clamshell dengan seri Flip.

    Langkah ini menunjukkan strategi ZTE untuk bersaing di berbagai segmen pasar perangkat lipat yang semakin berkembang. Inovasi dalam desain ponsel lipat ini juga sejalan dengan perkembangan teknologi lainnya, termasuk proyek baterai EV yang sedang berjalan.

    Meskipun spesifikasi teknis belum terungkap, peluncuran kedua perangkat ini diperkirakan akan menggunakan sistem operasi Android terbaru. Industri smartphone terus menunjukkan inovasi, baik dalam hal desain fisik maupun integrasi kecerdasan buatan, sebagaimana dampak AI yang diungkap pelaku industri.

    ZTE memiliki sejarah dalam menghadirkan perangkat dengan desain unik, termasuk smartwatch lipat Nubia Alpha yang sebelumnya diperkenalkan.

    Keberagaman inovasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengeksplorasi berbagai form faktor perangkat mobile.

    Pasar ponsel lipat terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Kehadiran nubia Flip3 dan nubia Fold akan memperkaya pilihan konsumen dan meningkatkan persaingan di segmen premium.

    Meskipun belum ada tanggal peluncuran resmi, analis memperkirakan pengumuman akan dilakukan dalam waktu dekat mengingat render desain sudah mulai beredar.

    Perkembangan teknologi ponsel lipat ini menjadi bagian dari evolusi perangkat mobile yang lebih luas, termasuk peningkatan performa seperti yang ditunjukkan oleh Xiaomi Mi 9 sebagai smartphone Android terkencang di masanya.

    ZTE nubia Flip3 dan Fold diharapkan dapat menghadirkan kombinasi antara desain inovatif dan performa yang mumpuni. (Icha)