Kategori: Berita Motorola

  • Sang Legendaris Motorola RAZR Kembali, Mampukah Tumbangkan Samsung?

    Sang Legendaris Motorola RAZR Kembali, Mampukah Tumbangkan Samsung?

    Telko.id – Smartphone lipat legenda Motorola RAZR baru saja melantai lagi di pasar Indonesia. Ditengah, kesulitan mempertahankan merek Motorola di pasar. Cukup sering , masyarakat mempertanyakan brand ini.

    “Emang ada merek Motorola?”. Ini pasti ditanya oleh gen Z yang memang pada jamannya, brand ini sudah tidak beredar lagi di Indonesia.

    Emang Motorola masih ada? Pertanyaan ini bisa dipastikan umur nya lebih senior karena mungkin dulu pernah punya, smartphone lipat Moto RAZR dijamannya.

    Namun, kehadiran Moto RAZR 60 atau Motorola RAZR 60 ditengah dominasi Samsung dengan Flip nya dan beberapa merek kecil lainnya yang mencoba peruntungan di segmen ini, pasti menjadi sangat menantang.

    Padahal, Motor RAZR di jaman nya itu, merupakan smartphone lipat yang paling tangguh. Belum ada brand lain yang mampu mengganggu dominasi pangsa pasar nya. Sayang nya, dengan berbagai masalah internal dan eksternal nya, brand ini tidak bisa lagi mempertahankan keadannya di Indonesia. Walaupun di beberapa negara, bran ini masih beredar.

    Artinya, Motorola tetap mengikut perkembangan teknologi smartphone lipat dan beragam teknologi terkini lainnya, seperti AI dan lainnya yang sebenar nya merupakan ‘amunisi’ yang cukup untuk bisa sukses di Indonesia.

    Namun, seperti biasa di pasar smartphone Indonesia, siapa yang jor-joran melakukan promosi marketing, ‘seperti’ dipercaya oleh masyarakat hingga tergerak untuk membeli.

    Nah, bagi brand yang setengah-setengah atau bahkan ‘pedit, irit atau minim’ mengeluarkan biaya marketing atau promosi, seperti sudah dapat dipastikan juga, brand nya akan biasa-biasa saja, bahkan untuk berada di posisi lima besar brand di Indonesia sangat diragukan. Yang paling parah ya akan menghilang diam-diam, tidak ada kabar nya lagi.

    Seperti Sharp dan Asus yang tetiba ‘putus asa’ dan akan mengakhiri bisnis smartphone ini di Indonesia. Sharp memang belum ketok palu, namun, tipe Sharp Aquos Sense10 dan R10, menurut rumor menjadi produk terakhir, jika, kedua smartphone ini tidak sukses juga.

    Nah, bagaimana dengan Motorola, mampukah sang legenda ini menjadi pionir seperti dijaman nya itu, yakni sekitar dua puluh tahunan lalu, atau hanya menjadi penggembira dan ‘menggapai-gapai’ dari pinggir lapangan ‘pertandingan’ saja?  

    Walaupun tentu bukan itu target nya. Motorla Indonesia sendiri sebenar nya memiliki target yang optimis. Saat resmi kembal meramaikan pasar smartphone di Indonesia sekitar pertengah tahun 2025 lalu, Country Head Motorola Indonesia Bagus Prasetyo menargetkan masuk ke lima besar pasar di Indonesia hanya dalam waktu tiga tahun.

    “Kami hadir di Indonesia memiliki satu proyeksi dalam tiga tahun akan mencapai double digit,” ujar Bagus beberapa waktu lalu.

    Distribusi Pegang Peranan

    Ya, untuk melenggang asyik di pasar smartphone, peran distributor memang memiliki peran penting. Salah memilih partner akan menjadi boomerang yang menyakitkan karena produk tidak bisa diserap dengan maksimal oleh pasar.

    Hal ini pernah dilakukan oleh Sharp, yang begitu ‘pede’ dengan kedigdayaannya di pasar elektronik, jadi ketika ingin bermain di pasar smartphone, jejaring kuat yang dimiliki lah yang digunakan. Namun, gaya konsumen dan cara pemasaran serta pendekatan pasar smartphone yang berbeda membuat semua itu tidak jalan.

    Bahkan, ketika sudah mengubah cara jualan dengan menggunakan distributor yang ‘ahli’ dalam penjualan smartphone juga tidak bisa mengeluarkannya dari kesulitannya ini.

    Bagaimana dengan Motorola? Ketika masuk ke Indonesia brand ini sudah menggandeng Digiplus, unit bisnis PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP), sebagai mitra distribusi resmi dalam memasarkan produk ponsel pintarnya di Indonesia.​​​​​​​ Penunjukan itu sudah dilakukan pada saat Motorola resmi masuk ke Indonesia.

    Sayang, ternyata waktu setengah tahun lebih ini, masih belum bisa juga mengangkat bran Motorola di pasar. Padahal Digiplus, cukup ahli dalam penjualan smartphone dan perangkat lainnya. Walau pun masih belum sebesar Erajaya Grup yang mendominasi pasar smartphone dan menjadi distributor banyak brand. Kenapa?

    Distributor itu, boleh dibilang bekerja dengan dana dari brand. Memang benar, mereka akan membeli produk dari brand untuk berjualan. Namun, ketika bicara promosi marketing, yang boleh dibilang itu keahlian mereka, jika tidak digelontor dana ‘cukup’ oleh brand maka distributor juga akan ‘diam-diam’ saja. Mereka akan bekerja sesuai ‘support’dari brand.

    Rantai yang ‘ruwet’ itu, dulu sempat didobrak Oppo, ketika baru masuk Indonesia, dengan menentukan distributor baru, channel-channel baru, dan menerapkan sistem komisi yang mengiurkan. Dan ternyata strategi ini berhasil, hingga brand Oppo saat ini bisa bertengger di 5 besar brand smartphone di Indonesia.

    So, dengan kondisi saat ini, sudah terlihat kan, blunder nya ada di mana? Nama besar yang sudah legend, Produk yang bagus, pemilihan distributor yang sudah tepat pun, jika tidak disertai dana promosi yang cukup ‘gila’ tidak akan dilirik oleh Masyarakat.

    Bagi Motorola, kehadiran Moro RAZR ke Indonesia ini merupakan ‘bahan bakar’ yang bisa menjadi pendorong, kesuksesannya di industry smartphone Indonesia. Jadi perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin semua potensi nya. (Icha)

  • Motorola Razr 60 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp 10,9 Jutaan

    Motorola Razr 60 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp 10,9 Jutaan

    Telko.id – Motorola secara resmi meluncurkan ponsel lipat terbarunya, motorola razr 60, di pasar Indonesia mulai hari ini, Selasa (25/2/2026).

    Perangkat yang mengusung sejumlah inovasi, termasuk perekaman video berbasis gestur pertama di dunia pada ponsel lipat, ini dijual dengan harga spesial peluncuran sebesar Rp 10.999.000 untuk varian 8GB RAM dan 256GB penyimpanan.

    Smartphone flip ini dapat diperoleh melalui platform e-commerce Shopee dan jaringan gerai ritel Digiplus di seluruh Indonesia.

    Kehadiran razr 60 menandai babak baru bagi Motorola dalam menghadirkan teknologi lipat premium yang lebih terjangkau, sekaligus melanjutkan warisan desain ikonik seri Razr.

    Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, dalam pernyataan resminya mengatakan, “Kami menghadirkan motorola razr 60 di Indonesia— perpaduan antara desain yang tak lekang waktu dengan inovasi tahun 2026.”

    Ia menambahkan bahwa kehadiran perangkat ini bukan sekadar nostalgia, melainkan lompatan besar dalam performa dan durabilitas dengan penawaran harga yang menarik tanpa mengorbankan kualitas.

    Motorola razr 60 menonjolkan fitur kamera yang ditingkatkan secara signifikan. Perangkat ini dilengkapi dengan sistem kamera 50MP pro-grade yang didukung motoAI dan Optical Image Stabilization (OIS), serta lensa ultrawide 13MP yang juga berfungsi sebagai macro vision. Inovasi utamanya terletak pada kemampuan perekaman video hands-free melalui Air Gesture.

    Pengguna dapat memulai rekaman dengan mengangkat telapak tangan terbuka, menjeda dengan mengepalkan tangan, dan menghentikan rekaman dengan gerakan menunjuk.

    Fitur kamera tersebut didukung oleh teknologi 100% True Colour Camera yang telah divalidasi Pantone, menjamin akurasi warna dan rona kulit. Untuk swafoto, tersedia kamera depan 32MP dengan autofocus dan teknologi Quad Pixel.

    Berbagai fitur perangkat lunak seperti Auto Video Enhancement, Color Optimization, dan Auto Smile Capture turut menyempurnakan hasil bidikan dalam berbagai kondisi.

    Dari segi ketahanan, motorola razr 60 mengusung engsel berlapis titanium yang telah disertifikasi oleh SGS untuk tahan lebih dari 500.000 kali lipatan.

    Perangkat ini juga memiliki sertifikasi ketahanan debu dan air IP48, serta layar eksternal yang dilindungi Corning Gorilla Glass Victus. Layar utama berukuran 6,9 inci dengan teknologi pOLED LTPO, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak 3.000 nit.

    Layar Luar Besar dan Integrasi AI

    Salah satu sorotan utama razr 60 adalah layar eksternal berukuran 3,6 inci, yang diklaim sebagai yang terbesar di kelasnya. Layar ini memiliki refresh rate 90Hz dan mendukung berbagai mode Flex View seperti Camcorder, Desk, Laptop, dan Tent untuk kemudahan multitasking dan pembuatan konten.

    Lebih dari sekadar panel notifikasi, layar eksternal ini terintegrasi penuh dengan motoAI dan Google Gemini. Pengguna dapat mengakses asisten AI, ringkasan cerdas (Catch Me Up), transkripsi, dan bahkan alat kreatif Google Photos tanpa perlu membuka ponsel. Integrasi ini menjadikan razr 60 sebagai satu-satunya ponsel lipat di kelasnya yang menawarkan kemampuan AI langsung dari layar luar.

    motoAI 2.0 yang diusung menghadirkan berbagai fitur cerdas seperti Next Move untuk saran proaktif, AI Image Studio untuk menghasilkan gambar dari teks, Style Sync untuk menyelaraskan wallpaper dengan pakaian, dan AI Playlist Studio untuk membuat playlist sesuai suasana hati.

    Fitur produktivitas seperti Pay Attention untuk mencatat percakapan dan Remember untuk pengingat memori juga tersemat.

    Untuk mendukung kinerjanya, motorola razr 60 ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7400X dengan arsitektur 4nm dan dukungan on-device AI.

    Perangkat ini menjalankan Android 16 dengan antarmuka Hello UI, dan dijamin mendapatkan pembaruan OS selama 3 tahun serta pembaruan keamanan selama 4 tahun. Baterai berkapasitas 4.500mAh didukung pengisian cepat 30W TurboPower dan pengisian nirkabel 15W.

    Motorola razr 60 hadir dalam tiga pilihan warna yang dikurasi Pantone: Gibraltar Sea (finish fabric), Spring Bud (finish vegan leather), dan Parfait Pink. Sebagai bagian dari promosi peluncuran, pembeli juga akan mendapatkan manfaat tambahan dari sejumlah mitra seperti XL Axiata, Vision+, Mister Aladin, DMSPlus, dan Motion Pay.

    Dukungan purna jual disediakan melalui 121 pusat perbaikan resmi Motorola yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Kehadiran motorola razr 60 ini semakin memanaskan persaingan pasar ponsel lipat di Indonesia, menawarkan alternatif dengan kombinasi desain ikonik, inovasi AI, dan harga yang lebih kompetitif. (Icha)

  • Motorola Razr 60 Siap Hadir di Indonesia, Bawa Prosesor MediaTek Terbaru

    Motorola Razr 60 Siap Hadir di Indonesia, Bawa Prosesor MediaTek Terbaru

    Telko.id – Motorola secara resmi mengumumkan kehadiran generasi terbaru ponsel lipat andalannya, Motorola Razr 60, di Indonesia.

    Perangkat yang memadukan desain ikonik dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) mutakhir ini akan tersedia mulai 25 Februari 2026.

    Peluncuran ini menandai kembalinya sang ikon dengan performa generasi berikutnya yang dijanjikan lebih mulus dan responsif.

    Motorola Razr 60 hadir sebagai ponsel lipat pertama yang mengusung prosesor MediaTek Dimensity 7400X terbaru.

    Prosesor ini dirancang untuk efisiensi daya luar biasa dan diklaim mampu meningkatkan kinerja AI hingga 15% dibandingkan generasi sebelumnya. Peningkatan ini ditujukan untuk memastikan pengalaman pengguna yang optimal di segala aspek penggunaan.

    Kehadiran Razr 60 ini semakin mengukuhkan posisi Motorola di pasar smartphone lipat yang semakin kompetitif. Sebelumnya, berbagai bocoran fitur telah beredar, namun kini semua spesifikasi resmi telah terungkap.

    Evolusi dengan Moto AI yang Lebih Intuitif

    Motorola menyatakan Razr 60 berevolusi melampaui smartphone tradisional menjadi teman yang proaktif dan intuitif berkat moto ai. Perangkat ini dilengkapi dengan petunjuk AI canggih seperti Catch Me Up, Pay Attention, dan Remember This untuk membantu mengelola tugas sehari-hari. Fitur baru, Next Move, memberikan rekomendasi secara real-time berdasarkan konten di layar.

    Content image for article: Motorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Prosesor MediaTek Terbaru

    Pengguna juga dapat memanfaatkan kecerdasan Gemini dan Gemini Live langsung dari layar eksternal yang interaktif. Fitur ini ditujukan untuk perencanaan kreatif dan pemecahan masalah secara praktis, bahkan ketika sedang bepergian. Integrasi AI yang mendalam ini menjadi nilai jual utama perangkat terbaru ini.

    Desain Khas dengan Daya Tahan Ditingkatkan

    Motorola Razr 60 menawarkan tekstur yang unik pada setiap perangkat. Pengguna dapat memilih material seperti vegan leather yang tahan lama, nilon elegan, atau Acetate ringan. Tersedia dalam tiga pilihan warna trendi: PANTONE Gibraltar Sea, PANTONE Spring Bud, dan PANTONE Parfait Pink.

    Content image for article: Motorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Prosesor MediaTek Terbaru

    Dari segi ketangguhan, Razr 60 dilengkapi pelat engsel terbaru yang diperkuat titanium. Engsel ini diklaim 4x lebih kuat dibandingkan stainless steel untuk peralatan bedah.

    Kombinasi dengan Ultra-Thin Glass yang tangguh menciptakan layar Razr paling mulus hingga saat ini. Ponsel ini juga telah bersertifikasi IP48 untuk perlindungan terhadap debu dan air, mampu bertahan ketika terendam dalam air tawar sedalam 1,5 meter selama maksimal 30 menit.

    Komitmen terhadap desain premium dan eksklusif bukan hal baru bagi Motorola, seperti yang pernah ditunjukkan pada edisi Swarovski sebelumnya. Daya tahun yang ditingkatkan juga menjawab tantangan perangkat lipat yang kerap dipertanyakan konsumen.

    Content image for article: Motorola Razr 60 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Prosesor MediaTek Terbaru

    Layar Imersif dan Sistem Kamera yang Diperkuat AI

    Pengalaman visual Razr 60 dibagi pada dua layar. Layar eksternal berukuran 3,6 inci yang imersif memungkinkan akses aplikasi favorit dan dapat dipersonalisasi dengan panel khusus. Saat dibuka, pengguna disuguhi layar pOLED HDR10+ 6,9 inci yang menampilkan warna hitam lebih pekat dan lebih dari satu miliar warna.

    Pada sektor kamera, Motorola Razr 60 menghadirkan sistem kamera utama 50MP yang didukung lensa ultra-wide 13MP dan Macro Vision.

    Sistem ini disempurnakan secara maksimal oleh moto ai melalui Photo Enhancement Engine yang meningkatkan dynamic range dan detail. Fitur Signature Style secara otomatis menyesuaikan foto agar selaras dengan estetika personal pengguna.

    Untuk perekaman video, adaptive stabilization memungkinkan pengguna merekam video yang stabil meski sedang bergerak, baik saat mengendarai sepeda motor ataupun dari kendaraan yang melaju. Kemampuan ini menempatkan Razr 60 sebagai perangkat yang siap untuk pembuatan konten.

    Baterai Besar dan Ketersediaan di Indonesia

    Motorola Razr 60 didukung baterai berkapasitas 4500mAh yang diklaim mampu bertahan lebih dari sehari penuh. Teknologi pengisian daya 30W TurboPower™ memberikan daya untuk seharian penuh hanya dalam 15 menit. Pengguna juga dapat menikmati pengisian daya nirkabel 15W untuk fleksibilitas lebih.

    Perangkat ini akan tersedia secara resmi di Indonesia mulai 25 Februari 2026. Pembelian dapat dilakukan melalui Shopee Indonesia dan beberapa outlet Digiplus.

    Informasi lebih lanjut mengenai harga, tanggal pra-pemesanan, dan ketersediaan resmi di toko ritel akan diumumkan melalui situs web Motorola.id serta media sosial mereka di Facebook, X, Instagram, TikTok, dan YouTube.

    Peluncuran Razr 60 ini mengikuti jejak generasi sebelumnya yang selalu dinantikan, bahkan sejak era bocoran unboxing awal. Kehadirannya di pasar Indonesia diperkirakan akan semakin memanaskan persaingan di segmen ponsel lipat premium, menawarkan alternatif dengan desain ikonik dan integrasi AI yang mendalam. (Icha)

  • Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Telko.id – Motorola secara resmi memperkenalkan sejumlah perangkat flagship dan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) terbarunya dalam ajang Lenovo Tech World 2026 di Las Vegas.

    Pengumuman utama meliputi peluncuran perangkat lipat pertama mereka, motorola razr fold, smartphone ultra-premium motorola signature, serta platform AI terpadu bernama Motorola Qira.

    Acara ini juga menjadi panggung untuk konsep wearable AI Project Maxwell dan edisi khusus FIFA World Cup 2026 untuk motorola razr.

    Lenovo dan Motorola menyebut Lenovo Tech World sebagai panggung terbesar mereka di Las Vegas tahun ini untuk mengumumkan deretan inovasi paling memukau.

    “Motorola dengan bangga berada di deretan depan dan menjadi pusat dari momen-momen terbesar,” demikian pernyataan resmi yang dirilis, Jumat (8/1/2026).

    Peluncuran ini tidak hanya menandai ekspansi lini produk, tetapi juga penegasan komitmen brand dalam menghadirkan teknologi yang adaptif dan terintegrasi.

    Motorola razr fold hadir sebagai produk lipat pertama yang memperkuat keluarga razr. Perangkat ini dirancang dengan form factor lipat baru yang menawarkan layout fleksibel dan interface intuitif untuk mendukung produktivitas dan hiburan.

    Dalam keadaan tertutup, pengguna dapat memanfaatkan layar eksternal berukuran 6,6 inci yang familiar seperti smartphone candy-bar. Saat dibuka, perangkat berubah menjadi kanvas luas berkat layar imersif 8,1 inci dengan resolusi 2K dan teknologi LTPO.

    Untuk mendukung multitasking, razr fold dilengkapi dengan dukungan untuk moto pen ultra stylus. Fitur AI bawaan seperti “Catch me up” dan “Next Move” juga disematkan untuk membantu pengguna tetap terorganisir dan mendapatkan informasi.

    Dari sisi kamera, perangkat ini menampilkan sistem triple 50MP yang mencakup kamera depan, ultrawide/macro, dan lensa periscope telephoto 3x. Sensor Sony LYTIA™ ditanamkan untuk menghasilkan gambar yang lebih cerah, sementara kemampuan perekaman Dolby Vision® dan stabilisasi video dihadirkan untuk footage kualitas sinematik.

    Content image for article: Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Di segmen ultra-premium, Motorola meluncurkan motorola signature. Produk ini disebut sebagai ponsel paling lengkap dan canggih yang pernah dibuat Motorola, dengan janji pembaruan Android OS dan keamanan hingga tujuh tahun.

    Smartphone ultrathin ini menjadi yang pertama di kelasnya dengan empat kamera 50MP. Performanya didukung platform mobile Snapdragon® 8 Gen 5 berproses 3nm dan mesin pemrosesan AI khusus.

    Meski berbingkai tipis, motorola signature dibekali baterai silikon-karbon berkapasitas 5200mAh dengan dukungan pengisian daya TurboPower™ 90W dan nirkabel 50W.

    Pengalaman multimedia dijamin melalui layar Extreme AMOLED 6,8 inci yang dilengkapi teknologi Dolby Vision®, Dolby Atmos®, dan Sound by Bose™.

    Ekosistem AI Terpadu dan Konsep Wearable Masa Depan

    Inovasi lain yang diumumkan adalah Motorola Qira, sebuah platform AI terpadu yang menyatukan solusi AI dari Lenovo dan Motorola, seperti moto ai, Lenovo AI Now, Creator Zone, dan Learning Zone, menjadi satu sistem.

    Content image for article: Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Platform ini dirancang untuk berfungsi sebagai kecerdasan tunggal di berbagai perangkat, didukung basis pengetahuan bersama yang membawa konteks pengguna.

    “Motorola Qira adalah jenis AI baru yang menempatkan pengguna di pusat dan memberikan kendali penuh atas setiap pengalaman,” jelas pernyataan resmi tersebut. Sistem ini memanfaatkan kemitraan dengan perusahaan seperti Microsoft, Qualcomm, Intel, Perplexity, dan Google untuk menyediakan pengalaman yang dapat diandalkan.

    Motorola Qira diharapkan dapat menyinkronkan konteks antar perangkat, mengingat kebutuhan pengguna, dan mengantisipasi perintah.

    Lebih futuristik lagi, Motorola melalui divisi 312 Labs-nya memamerkan Project Maxwell: AI Perceptive Companion Proof of Concept.

    Content image for article: Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Ini adalah konsep perangkat wearable AI-native yang dapat selalu terhubung dan memahami konteks. Perangkat ini dirancang untuk terintegrasi dalam ekosistem Motorola Qira.

    Konsepnya, asisten cerdas ini dapat terus-menerus mengumpulkan data audio dan visual dari lingkungan pengguna untuk memberikan analisis real-time dan rekomendasi.

    Contoh yang diberikan adalah saat menghadiri konferensi, pengguna dapat meminta asisten tersebut mendengarkan presentasi dan kemudian menyusun rangkuman untuk diposting di LinkedIn, semua tanpa perlu mengeluarkan ponsel.

    Fitur utama konsep ini meliputi Multimodal Perception Fusion dan Natural Language Interaction and Intention Capture yang memanfaatkan Large Action Model.

    Content image for article: Motorola Pamerkan Razr Fold, Signature, dan AI Qira di Lenovo Tech World 2026

    Motorola juga mengumumkan motorola razr FIFA World Cup 26™ Edition sebagai bagian dari seri Collections by Motorola. Sebagai Official Smartphone Partner FIFA World Cup 2026™, perangkat edisi khusus ini menghadirkan desain ikonik bertema Piala Dunia.

    Engsel titanium dengan perlindungan IP48 menjamin ketahanan, sementara baterai 4500mAh dijanjikan dapat bertahan sepanjang pertandingan. Perangkat ini akan dilengkapi wallpaper eksklusif, nada dering bertema, dan watermark FIFA yang dapat ditambahkan pada foto.

    Ekosistem perangkat Motorola juga diperluas dengan kehadiran beberapa produk baru selama CES 2026. Produk-produk tersebut termasuk moto sound flow, moto watch, moto pen ultra, dan moto tag 2 yang masuk dalam jajaran moto things.

    Produk-produk pendukung ini menawarkan konektivitas dan adaptasi yang mudah, dengan sentuhan akhir premium dan pilihan warna yang mengikuti tren Pantone.

    Peluncuran motorola razr fold dan motorola signature, bersama dengan platform Motorola Qira, menandai babak baru bagi Motorola dalam bersaing di pasar premium dan teknologi AI.

    Dengan fokus pada integrasi ekosistem dan pengalaman pengguna yang intuitif, langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat posisi brand di tengah persaingan yang semakin ketat, termasuk dengan para pesaing yang juga mengembangkan perangkat lipat seperti yang dibocorkan untuk iPhone lipat atau smartphone ringan seperti Honor Magic 8 Air. (Icha)

  • Motorola Razr Fold: Layar 8 Inci dan Kamera 50MP

    Motorola Razr Fold: Layar 8 Inci dan Kamera 50MP

    Telko.id – Motorola secara resmi memperkenalkan ponsel lipat buku pertamanya, Razr Fold, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026.

    Pengumuman ini menandai ekspansi seri Razr yang terkenal dengan desain flip ke dalam segmen foldable dengan layar dalam yang lebih besar. Perangkat ini akan tersedia dalam dua pilihan warna eksklusif.

    Lenovo, perusahaan induk Motorola, memamerkan Razr Fold langsung di panggung CES. Meski detail lengkap seperti harga dan tanggal ketersediaan belum diungkap, spesifikasi inti perangkat ini sudah terungkap jelas.

    Kehadiran Razr Fold ini mengonfirmasi berbagai bocoran desain dan fitur yang telah beredar sebelumnya.

    Motorola Razr Fold is official, gets an 8.09-inch foldable display, 50MP triple rear cameras

    Razr Fold mengusung layar dalam lipat berukuran 8,09 inci dengan panel LTPO beresolusi 2K. Layar luar atau cover screen-nya berukuran 6,56 inci, memberikan fleksibilitas penggunaan tanpa harus membuka perangkat. Konfigurasi layar ganda ini menjadi andalan untuk produktivitas dan multitasking.

    Di sektor kamera, Motorola membekali Razr Fold dengan setup triple kamera belakang. Sensor utamanya beresolusi 50MP menggunakan teknologi Sony LYTIA, didampingi oleh kamera ultra-wide 50MP dan kamera telephoto periskop 50MP dengan zoom optik 3x.

    Sistem kamera ini juga mendukung perekaman video Dolby Vision. Untuk selfie, terdapat kamera 32MP di layar luar dan kamera 20MP di layar dalam.

    Motorola menawarkan Razr Fold dalam dua varian warna yang bekerja sama dengan Pantone: Pantone Blackened Blue dan Pantone Lily White. Pilihan warna ini memberikan sentuhan premium dan personalisasi pada perangkat.

    Fitur kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sorotan, dengan kehadiran fungsi seperti “Catch Me Up” dan “Next Move” yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

    Selain itu, Razr Fold mendukung penggunaan stylus Moto Pen Ultra, menambah fungsionalitas perangkat untuk mencatat atau menggambar secara langsung di layar.

    Dukungan stylus ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai perangkat untuk produktivitas. Langkah Motorola ini mengingatkan pada momen ketika Lenovo pertama kali memamerkan desain Razr generasi awal.

    Motorola Razr Fold is official, gets an 8.09-inch foldable display, 50MP triple rear cameras

    Sayangnya, Motorola belum mengungkap spesifikasi lain seperti chipset, kapasitas RAM dan penyimpanan, serta baterai. Detail lengkap termasuk harga dan waktu peluncuran global akan diumumkan pada tanggal yang akan datang.

    Pengumuman resmi ini menjawab berbagai spekulasi yang muncul, mirip dengan situasi ketika bocoran unboxing Razr 2019 beredar sebelum peluncuran.

    Kehadiran Razr Fold di CES 2026 memperkuat portofolio lipat Motorola dan bersaing langsung dengan pemain lain di segmen foldable book-style.

    Dengan fokus pada layar besar, sistem kamera tangguh, dan integrasi AI, Motorola berusaha menawarkan proposisi nilai yang berbeda di pasar yang semakin padat. (Icha)

  • Motorola Razr Fold Bocor: Desain, Warna, dan Dukungan Stylus Terungkap

    Motorola Razr Fold Bocor: Desain, Warna, dan Dukungan Stylus Terungkap

    Telko.id – Motorola dikabarkan sedang mengembangkan ponsel lipat buku pertamanya yang akan dinamai Razr Fold.

    Rencana ini terungkap hanya beberapa jam setelah bocoran presentasi internal beredar, dan kini render press yang terlihat resmi dari perangkat tersebut telah dibocorkan oleh Evan Blass, sumber kebocoran ternama yang juga dikenal sebagai @evleaks.

    Render yang dibocorkan Blass menunjukkan desain Razr Fold mengadopsi bahasa desain dari flagship mainstream Motorola yang akan datang, Signature.

    Perbedaan utama, tentu saja, adalah adanya engsel, layar lipat, serta layar penutup di bagian luar. Sumber yang sama juga mengonfirmasi bahwa Razr Fold akan memiliki dukungan stylus, fitur yang juga diusung oleh seri Signature.

    Motorola tampaknya menyiapkan dua pilihan warna awal untuk Razr Fold, yaitu hitam dan putih. Meski demikian, kedua warna tersebut kemungkinan akan mendapatkan nama-nama warna Pantone yang lebih fancy, sesuai dengan kebiasaan perusahaan.

    Dari gambar yang bocor, Motorola memilih untuk menempatkan kamera selfie hole-punch di sudut layar lipat, sebuah keputusan desain yang dianggap lebih baik oleh banyak pengamat.

    Kehadiran Razr Fold di pasar diperkirakan akan terjadi pada suatu waktu di tahun ini. Tanggal 23 April yang terlihat pada salah satu gambar render bocor diduga memiliki signifikansi tertentu, mungkin mengindikasikan waktu peluncuran.

    Bocoran presentasi internal yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa Razr Fold akan menghadirkan “layar yang brilian, AI yang cerdas, dan sistem kamera mutakhir yang mendobrak batas, menetapkan standar baru untuk apa yang mungkin dilakukan pada perangkat lipat.”

    Janji besar dari presentasi tersebut kini menjadi sorotan. Industri menunggu bukti apakah perangkat nyata nantinya dapat memenuhi semua klaim yang diangkat.

    Bocoran ini menandai babak baru bagi Motorola dalam persaingan sengit pasar ponsel lipat, di mana perusahaan sebelumnya telah lebih dulu dikenal dengan varian lipat vertikal Razr. Perluasan lini ke format lipat buku menunjukkan strategi produk yang lebih agresif.

    Dukungan stylus menjadi poin menarik yang membedakan Razr Fold dari beberapa pesaing di segmen yang sama. Fitur ini, jika diimplementasikan dengan baik, dapat menarik segmen pengguna produktif dan kreatif.

    Konteks pasar ponsel lipat saat ini terus berkembang, dengan permintaan yang meningkat untuk perangkat yang tidak hanya inovatif secara bentuk, tetapi juga tangguh dalam performa dan fungsionalitas sehari-hari.

    Bocoran ini juga memperkuat spekulasi mengenai roadmap produk Motorola untuk tahun ini. Keberadaan Razr Fold dan Signature menunjukkan upaya perusahaan untuk menyerang dua segmen berbeda sekaligus: flagship konvensional premium dan perangkat lipat berteknologi tinggi. Kesuksesan desain Razr generasi sebelumnya mungkin menjadi landasan kepercayaan diri untuk berekspansi.

    Meski gambar yang bocor terlihat sangat meyakinkan dan detail, penting untuk mencatat bahwa ini masih dalam tahap rumor. Spesifikasi teknis seperti chipset, kapasitas RAM, baterai, dan detail sistem kameranya belum terungkap. Informasi lebih lanjut mengenai kesiapan peluncuran perangkat ini masih perlu ditunggu dari pernyataan resmi Motorola.

    Kebocoran semacam ini, seperti yang pernah terjadi pada model Razr sebelumnya, sering kali menjadi bagian dari siklus pra-peluncuran di industri teknologi.

    Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur reaksi pasar sekaligus membangun antisipasi. Bagi konsumen, ini menjadi gambaran awal tentang pilihan baru yang akan tersedia dalam waktu dekat.

    Implikasi dari kehadiran Motorola Razr Fold adalah semakin ketatnya persaingan di segmen ponsel lipat premium. Perusahaan tidak hanya harus bersaing dengan merek-merek yang sudah mapan di format lipat buku, tetapi juga harus memastikan bahwa perangkatnya menawarkan nilai tambah yang unik.

    Janji mengenai AI cerdas dan sistem kamera pendobrak batas akan menjadi parameter kunci yang diuji oleh pengguna dan reviewer.

    Sampai pengumuman resmi dilakukan, semua detail mengenai Razr Fold tetap bersifat spekulatif berdasarkan sumber kebocoran.

    Perkembangan lebih lanjut mengenai tanggal peluncuran, harga, dan ketersediaan regional diharapkan akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang, seiring dengan persiapan akhir Motorola untuk memperkenalkan perangkat lipat buku pertamanya ke pasar global. (Icha)

  • Motorola X70 Air Pro, Lebih Pro dan Bawa AI Lebih Banyak

    Motorola X70 Air Pro, Lebih Pro dan Bawa AI Lebih Banyak

    Telko.id – Motorola dikabarkan tengah mempersiapkan varian “Pro” dari smartphone tipis terbarunya, X70 Air.

    Perangkat yang kemungkinan akan dipasarkan secara global sebagai Edge 70 Pro ini dijanjikan akan menjadi lebih “Pro” dengan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih.

    Informasi ini muncul setelah Motorola merilis teaser resmi untuk model X70 Air Pro. Dalam teaser tersebut, perusahaan menyatakan perangkat ini akan “lebih Pro” dan dilengkapi “lebih banyak AI”.

    Bocoran ini menguatkan spekulasi mengenai kehadiran ponsel dengan kode model XT2603-1 yang sebelumnya terlihat di database sertifikasi 3C China dengan dukungan pengisian daya 90W.

    Motorola is teasing a Moto X70 Air Pro

    Dukungan pengisian daya 90W pada X70 Air Pro menjadi peningkatan signifikan dibandingkan varian standar X70 Air atau Edge 70 global yang hanya mendukung pengisian maksimal 67W.

    Langkah ini menunjukkan Motorola tidak hanya fokus pada faktor bentuk yang ramping, tetapi juga pada pengalaman pengisian daya yang lebih cepat.

    Selain sertifikasi 3C, perangkat dengan kode yang sama juga pernah muncul dalam hasil benchmark Geekbench pada November lalu. Informasi dari kalangan industri mengklaim bahwa ponsel ini akan ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 7+ Gen 5 yang akan datang.

    Performa chipset generasi baru ini dinanti untuk melihat sejauh mana Motorola dapat mengoptimalkan AI dan efisiensi daya pada bodi yang tipis.

    Peluncuran X70 Air Pro ini mengikuti jejak varian standarnya, Edge 70, yang diluncurkan secara global akhir Oktober lalu sebagai versi global dari X70 Air.

    Ponsel tersebut memang menekankan desain bodi yang sangat slim, mengikuti tren yang sebelumnya juga diusung oleh Apple dan Samsung meskipun hasil penjualan perangkat “Air” dari kedua raksasa teknologi itu disebut kurang memuaskan.

    Sementara itu, di jalur produk yang berbeda, Motorola juga disebut-sebut sedang menyiapkan perangkat high-end lainnya. Perangkat yang saat ini dijuluki “Motorola Signature” ini telah di-teaser di situs e-commerce Flipkart.

    Spesifikasi yang beredar mengindikasikan ini bisa jadi merupakan flagship andalan perusahaan dengan chipset Snapdragon 8 Gen 5, RAM 16GB, sistem operasi Android 16, layar OLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan resolusi 1.5K, serta kamera belakang 50MP.

    Kehadiran dua lini produk ini—X70 Air Pro yang mengusung slim design dan AI, serta “Signature” yang berorientasi flagship—menunjukkan strategi diversifikasi Motorola untuk menjangkau segmen pasar yang berbeda.

    Tren smartphone tipis terus mendapatkan perhatian, seperti yang juga terlihat pada produk-produk Honor Magic V5 yang mengklaim sebagai smartphone lipat tertipis.

    Fokus pada AI yang diusung X70 Air Pro juga sejalan dengan perkembangan industri yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai fitur pembeda utama. Implementasi AI di perangkat ini nantinya akan menjadi poin menarik untuk diamati, apakah akan berfokus pada fotografi, produktivitas, atau optimasi sistem secara keseluruhan.

    Meskipun teaser telah dirilis, detail lebih lanjut seperti tanggal peluncuran resmi, harga, dan ketersediaan pasar global untuk X70 Air Pro masih harus ditunggu.

    Begitu pula dengan kebenaran spesifikasi dan nama akhir perangkat flagship “Signature” tersebut. Komunitas teknologi kini menanti konfirmasi dan pengumuman resmi dari Motorola untuk kedua perangkat yang menjanjikan ini.

    Persaingan di segmen smartphone premium dan mid-high end semakin ketat dengan kehadiran inovasi dari berbagai merek.

    Selain Motorola, perusahaan seperti OPPO dengan Find N5-nya juga menawarkan solusi perangkat lipat yang tipis dan tangguh untuk profesional. Keberhasilan Motorola X70 Air Pro akan sangat bergantung pada eksekusi desain, performa, dan nilai tambah fitur AI yang ditawarkan kepada konsumen. (Icha)

  • Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series, Harga Mulai Rp1,8 Juta

    Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series, Harga Mulai Rp1,8 Juta

    Telko.id – Motorola Indonesia secara resmi meluncurkan Moto Pad 60 Series, lini tablet perdana mereka yang dirancang khusus untuk menemani momen liburan akhir tahun.

    Tiga varian tablet ini hadir dengan fokus berbeda pada hiburan, eksplorasi konten, dan kreativitas, dengan harga mulai dari Rp1.839.000.

    Peluncuran ini merupakan bagian dari kampanye #IniRuangMu yang mengajak konsumen menentukan ruang digital sesuai gaya liburan mereka.

    Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, menyatakan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda menikmati waktu istirahat.

    “Untuk itu kami hadirkan Moto Pad 60 Series dengan tiga varian yang punya fokus berbeda, jadi pengguna bisa pilih sesuai cara mereka menikmati waktu istirahat,” ujarnya.

    Kehadiran Moto Pad 60 Series ini menandai ekspansi Motorola ke segmen tablet di Indonesia, melengkapi portofolio smartphone yang selama ini didominasi oleh seri G dan Edge. Langkah ini diambil dalam menghadapi persaingan pasar gadget yang semakin ketat.

    Spesifikasi dan Harga Tiap Varian

    Seri ini terdiri dari Moto Pad 60 Lite, Neo, dan Pro. Varian paling terjangkau, Moto Pad 60 Lite, dibanderol Rp1.839.000. Tablet ini ditujukan untuk hiburan personal dengan layar 10,1 inci bersertifikasi TÜV Low Blue Light, audio Dolby Atmos, dan baterai yang diklaim tahan hingga 9,5 jam untuk streaming YouTube.

    Perangkat ini juga sudah termasuk case stand dan dilengkapi Google Kids Space dengan parental control untuk anak-anak.

    Content image for article: Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series, Harga Mulai Rp1,8 Juta

    Moto Pad 60 Neo hadir dengan harga Rp2.869.000. Tablet ini menawarkan layar 11 inci beresolusi 2,5K dengan refresh rate 90Hz untuk eksplorasi konten yang lebih smooth.

    Yang membedakan, varian ini sudah dilengkapi dengan Moto Pen dan fitur Circle to Search untuk memudahkan pencarian informasi langsung dari layar.

    Varian tertinggi, Moto Pad 60 Pro, dipasarkan dengan harga Rp6.099.000. Tablet ini ditujukan untuk kebutuhan kreatif dengan layar terbesar 12,7 inci beresolusi 3K dan refresh rate 144Hz.

    Perangkat ini dilengkapi Moto Pen Pro, audio quad speaker JBL dengan Dolby Atmos, baterai 10.200mAh, serta dukungan AI tools from Google untuk proses kreatif seperti sketching dan editing foto.

    Bonus dan Layanan Purna Jual

    Untuk melengkapi pengalaman hiburan, setiap pembelian ketiga tablet ini menyertakan langganan gratis layanan streaming Vidio selama 6 bulan. Konsumen dapat langsung mengakses ribuan konten hiburan di tablet baru mereka.

    Motorola juga menyediakan layanan purna jual untuk ketiga varian Moto Pad 60 Series. Semua tablet dilengkapi garansi resmi selama 1 tahun.

    Untuk klaim garansi atau servis, konsumen dapat mengunjungi layanan service center Lenovo Indonesia yang ditunjuk.

    Kehadiran serangkaian tablet ini memperkaya pilihan tablet di pasar Indonesia, khususnya yang menawarkan paket lengkap dengan stylus dan layanan hiburan.

    Produk ini akan bersaing dengan tablet dari merek lain yang juga gencar merilis produk baru, seperti yang terjadi pada segmen smartphone premium.

    Perangkat ini kini sudah tersedia di seluruh Indonesia melalui toko retail resmi Motorola dan Lenovo, serta berbagai platform e-commerce.

    Dengan strategi harga yang kompetitif dan penawaran bundle yang menarik, Motorola berharap dapat merebut perhatian konsumen yang mencari perangkat pendamping liburan akhir tahun. (Icha)

  • Moto G Stylus (2026) Bocor, Edge 70 Ultra Juga Dukung Stylus

    Moto G Stylus (2026) Bocor, Edge 70 Ultra Juga Dukung Stylus

    Telko.id – Bocoran pertama yang menunjukkan wujud asli Moto G Stylus (2026) akhirnya muncul. Ini mengoreksi informasi sebelumnya yang ternyata keliru dan justru menampilkan Moto G Power (2026). Sementara spesifikasinya masih misteri, desain ponsel ini mengikuti tren terbaru Motorola.

    Berdasarkan gambar yang bocor, Moto G Stylus (2026) hadir dengan desain yang konsisten dengan smartphone Motorola lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

    Bagian belakang ponsel tampak menggunakan material yang menyerupai kulit sintetis (fake leather). Perangkat ini diperlihatkan dalam dua varian warna, meskipun belum dapat dipastikan apakah hanya dua pilihan itu yang akan tersedia saat peluncuran resmi.

    Bocoran gambar Moto G Stylus (2026) menunjukkan desain belakang dengan tekstur fake leather dalam dua pilihan warna

    Sayangnya, hingga saat ini belum ada informasi detail mengenai spesifikasi teknis Moto G Stylus (2026) yang terungkap. Bocoran ini hanya terbatas pada tampilan visual perangkat.

    Keberhasilan lini M seri Motorola di pasar menengah, seperti yang terlihat dari antusiasme terhadap Moto G45 5G, Jadi Smartphone Pertama Saat Motorola Kembali ke Indonesia, menjadi konteks yang menarik untuk kemunculan model Stylus terbaru ini.

    Edge 70 Ultra Juga Disebut Akan Dukung Stylus

    Dalam perkembangan terpisah terkait Motorola, model flagship yang dinantikan, Edge 70 Ultra, juga dikabarkan akan mendukung penggunaan stylus.

    Informasi ini muncul setelah gambar perangkat tersebut bocor beberapa hari lalu. Sumber bocoran menyebutkan fitur dukungan stylus pada ponsel flagship tersebut.

    Namun, belum jelas apakah stylus tersebut akan disertakan dalam paket penjualan (bundling) atau dijual secara terpisah sebagai aksesori.

    Jika Motorola memutuskan untuk membundel stylus dengan Edge 70 Ultra, langkah itu akan menjadi strategi kompetitif langsung melawan Samsung Galaxy S26 Ultra yang telah lama identik dengan S-Pen.

    Inisiatif AI dari Motorola, seperti yang diusung Motorola Edge 60 FUSION: Smartphone AI dengan Layar dan Kamera Terbaik, menunjukkan fokus perusahaan pada pengalaman pengguna yang berbeda.

    Kabar dukungan stylus untuk lini Edge ini menandai perluasan fitur produktivitas Motorola ke segmen high-end. Selama ini, fitur stylus lebih identik dengan seri Moto G Stylus di segmen mid-range.

    Penerapan di seri Edge, yang dikenal dengan layar imersif seperti pada Motorola Edge 60 FUSION: Smartphone Premium dengan AI dan Layar Paling Imersif, berpotensi menarik pengguna profesional.

    Kedua bocoran ini—Moto G Stylus (2026) dan dukungan stylus untuk Edge 70 Ultra—muncul di saat performa smartphone Motorola di segmen menengah dan entry-level mendapatkan apresiasi positif dalam beberapa tahun terakhir.

    Sumber berita GSMArena.com juga menyoroti peningkatan kualitas signifikan produk Motorola di rentang harga tersebut dibandingkan periode sebelumnya.

    Hingga berita ini diturunkan, Motorola belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kebenaran bocoran desain Moto G Stylus (2026) maupun fitur stylus pada Edge 70 Ultra. Tanggal peluncuran resmi dan detail spesifikasi lengkap dari kedua perangkat tersebut masih ditunggu. (Icha)

  • Motorola Masuk 5 Besar Smartphone Terlaris di Shopee 11.11

    Motorola Masuk 5 Besar Smartphone Terlaris di Shopee 11.11

    Telko.id – Motorola berhasil mencatatkan namanya dalam jajaran lima besar brand smartphone terlaris berdasarkan volume penjualan selama program Shopee 11.11 Big Sale.

    Pencapaian ini didorong oleh kontribusi signifikan dari dua model andalannya, moto g67 POWER dan moto g06 POWER, yang menjadi daya tarik utama konsumen selama periode promosi 24 jam tersebut.

    Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian ini.

    “Pencapaian ini semakin menegaskan kehadiran dua smartphone moto g POWER, yang mengusung kapasitas baterai besar dengan teknologi Silikon Karbon canggih — sehingga desainnya lebih ramping dan penggunaan jangka panjang,” ujarnya.

    Menurut Prasetyo, moto g67 POWER hadir memadukan daya tanpa kompromi dengan fotografi luar biasa sehingga pengguna dapat merasa anti bosan on terus-terusan. Sementara moto g06 POWER, yang dijuluki Juaranya Baterai 7K Indonesia, menghadirkan pengalaman yang canggih dan andal bagi konsumen.

    Kesuksesan Motorola dalam program 11.11 Shopee ini menunjukkan strategi pemasaran yang tepat dalam menghadapi persaingan e-commerce yang semakin ketat. Peringkat tersebut berdasarkan hasil penjualan selama 24 jam pada periode 11.11, menandakan momentum positif bagi brand yang terus memperkuat posisinya di pasar Indonesia.

    moto g67 POWER yang menjadi salah satu pendorong kesuksesan ini menawarkan baterai 7000mAh dengan Teknologi Silikon Karbon canggih untuk desain ramping dan masa pakai hingga 58 jam.

    Perangkat ini dilengkapi fitur Battery Care 2.0 dan prosesor Snapdragon 7s Gen 2 4nm yang super cepat. Kombinasi RAM 8GB (dapat diperluas hingga 24GB dengan RAM Boost) dan penyimpanan 256GB memastikan multitasking yang lancar dengan dukungan konektivitas 5G/Wi-Fi 6.

    Dari segi fotografi, moto g67 POWER menghadirkan kamera utama 50MP Sony LYTIA 600 yang didukung moto AI dengan fitur-fitur cerdas, lensa Ultrawide 8MP, dan kamera selfie 32MP.

    Kemampuan merekam video 4K turut melengkapi perangkat ini untuk hasil fotografi dan video yang memukau. Pengalaman visual didukung oleh layar 6,7 inci FHD+ 120Hz dengan Corning Gorilla Glass 7i, sementara audio disempurnakan dengan dual stereo speaker Dolby Atmos dan Hi-Res Audio.

    Sementara itu, moto g06 POWER yang juga berkontribusi dalam pencapaian ini dirancang khusus untuk daya tahan harian dan hiburan yang imersif.

    Smartphone ini membawa baterai 7000mAh terbesar di kelasnya yang mampu bertahan hingga 3 hari per pengisian daya, didukung pengisian daya TurboPower 20W.

    Menurut riset internal yang dilakukan 25 September 2025, moto g06 POWER merupakan smartphone dengan baterai 7K terbaik dalam rentang harga 1-2 juta Rupiah di pasar Indonesia.

    Kemampuan hiburan moto g06 POWER semakin ditingkatkan dengan layar HD+ 120Hz 6,88 inci terbesar yang pernah ada dan speaker stereo Dolby Atmos.

    Untuk fotografi, ponsel ini menggunakan sistem kamera Quad Pixel 50MP yang serbaguna dengan mode Portrait berbasis AI untuk potret berkualitas profesional. Fitur Auto Night Vision memastikan kejernihan dan kecerahan bahkan dalam kondisi minim cahaya.

    Performa moto g06 POWER ditopang oleh prosesor MediaTek Helio G81 Extreme, dengan RAM hingga 12GB dan fitur RAM Boost, serta penyimpanan internal 256GB yang dapat diupgrade.

    Desain premium dengan lapisan kulit vegan dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3 dan ketahanan air IP64. Fitur pintar seperti Circle to Search dan keamanan tangguh melalui Moto Secure dan ThinkShield turut melengkapi perangkat ini.

    Keberhasilan Motorola dalam Shopee 11.11 Big Sale ini sejalan dengan tren pasar smartphone Indonesia yang semakin kompetitif. Posisi Motorola di antara lima besar brand terlaris menunjukkan penerimaan positif dari konsumen terhadap produk-produk dengan fokus pada daya tahan baterai dan fitur lengkap dalam segmen harga menengah.

    Motorola terus memperkuat kehadirannya di pasar Indonesia melalui kemitraan strategis dan fokus menghadirkan teknologi sesuai dengan kebutuhan konsumen.

    Smartphone Motorola tersedia secara luas di Indonesia melalui platform e-commerce terkemuka seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, Blibli, Akulaku, serta melalui toko ritel resmi di seluruh Indonesia seperti DigiPlus dan Sentra Ponsel.

    Pencapaian ini menandakan babak baru bagi Motorola dalam persaingan pasar smartphone Indonesia, di mana brand global harus bersaing ketat dengan merek-merek ternama lainnya.

    Kesuksesan moto g67 POWER dan moto g06 POWER membuktikan bahwa strategi fokus pada baterai berdaya tahan tinggi dan fitur lengkap mendapatkan tempat di hati konsumen Indonesia. (Icha)