Mengenal Jaringan Backbone dan Manfaatnya

Telko.id – Bagi anda yang sering berkutat dengan dunia telekomunikasi pasti sudah sering mendengar dan bahkan sudah pengetahui pentingnya network backbone bagi kelancaran transfer data anda.

Namun, bagi anda yang masih awam dan belum mengerti mengenai hal ini, ada baiknya anda menyimak artikel yang telah di rangkum oleh tim Telko.id yang berasal dari berbagai sumber ini agar anda dapat mengetahui beberapa elemen penting yang dapat mempengaruhi kecepatan internet anda.

Sejatinya, Backbone sendiri merupakan saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan. Sedangkan network backbone adalah network yang menghubungkan beberapa jaringan dengan berkecepatan rendah melalui gateway.

Sederhananya, konsep ini dapat tergambar dari jaringan lokal yang biasa tersambung pada masing-masing lantai di bangunan bertingkat, yang menggunakan satu lajur kabel utama dan kabel khusus. Jaringan backbone inilah yang merupakan jalan, saluran, jalur utama atau biasa disebut dengan jalan tol pada sebuah jaringan. Jaringan backbone ini sendiri dirancang untuk dapat membedakan antara network pada lokasi sama, seperti area perkantoran.

Dengan menggunakan jaringan backbone, masalah kecepatan interkoneksi antar jaringan lokal dapat teratasi. Sebenarnya pengguna bisa saja hanya memanfaatkan kabel jaringan UTP untuk menggabungkan atar jaringan lokal tersebut, tetapi akan terasa sekali lambatnya. Karena kabel UTP itu hanya bisa di lewati dengan kecepatan transfer data hingga 100 Mbps, sementara jaringan backbone bisa memuat hingga 10 Gbps.

Konsep Jaringan Backbone

Konsep Back_Net (Backbone Network) seperti ini merupakan konsep yang sangat banyak digunakan, karena sangat ampuh untuk dapat mencegah bootleneck  yang menyerang server induk. Secara teknis, kabel yang digunakan merupakan jenis fiber optic dengan kabel RG-58/8. Konektor yang digunakan seperto ST untuk fibel optic, BNC pada kabel RG-58 dan AUI pada kabel RG-8.

clara_backbone_diagram

Secara umum, backbone network  yang sering digunakan adalah backbone yang menyediakan infrastruktur yang mendukung jaringan tunggal (individu) yang terdapat pada area pusat (misalnya kantor pusat ) dimana seluruh karyawan yang menyebar di seluruh dunia dapat sharing data dengan proses yang sangat mudah.

Pendekatan jaringan yang serupa juga sering diterapkan pada kampus-kampus, dengan cara membuat jaringan lokal yang dapat difungsikan pada setiap bangunan yang terhubung dengan sistem terpusat dan memungkinkan untuk berbagi data melalui interkoneksi jaringan, dimana semua jaringan berjalan secara independen namun masih dapat bertukar data dalam jaringan terhubung.

Baca Juga : Lebih Dekat Dengan Latency, Serta Pengaruhnya Pada Kecepatan Jaringan

Komponen Penting Jaringan Backbone

Alat yang di butuhkan untuk membangun jaringan backbone diantaranya, bridge atau switch yang memiliki kecepatan antara 1-10 Gbps, kemudian bisa juga menggunakan converter yang mengubah kecepatan 100 Mbps ke 1 Gbps.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum membangun Back_Net, antara lain :

  • Penyediaan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk membangun desain jaringan, seperti jenis data, service, frame relay dan IP.
  • Perhatikan kapasitas yang diperlukan untuk membuat Back_Net. Hal ini sangat tergantung pada desain output yang diinginkan.
  • Pertimbangan setiap desain topologi dan teknologi yang digunakan  untuk membangunnya.
  • Konsep atau rancangan topologi sangat berpengaruh pada letak node, jumlah, desain jalur/ sambungan dan seluruh desain akses backbone.
  • Konsep penggabungan trafic pada path yang memiliki tipe yang berbeda
  • Platform yang digunakan sesuai dengan bandwidth yang dimiliki
  • Perangcangan Rerouting dan redudancy
  • Pemilihan teknologi bridge backbone ring dan lain-lain.

Pentingnya Pengimplementasian Jaringan Backbone

Setidaknya terdapat beberapa alasan untuk mengimplementasikan jaringan backbone. Seperti :

  • Kecenderungan peningkatan kebutuhan interkoneksi pada jaringan lokal.
  • Adanya peningkatan kecepatan data transfer khususnya data dengan tipe multimedia seperi grafis, audio, video, yang kecepatan transfer FDD hingga 100Mbps.
  • Diyakini bahwa proses instalasi dan pengaturan manajemen backbone network ini dianggap lebih sederhana, efektif dan efisien dengan jarak jangkauan yang sangat luas.
  • Backbone network ini mampu menangani masalah transfer bottleneck
  • Memiliki sistem ketahanan kegagalan (fault tolerance) yang tinggi bila menggunakan sistem dual ring.

Sedangkan, keuntungan yang dapat diperoleh dari sistem interkoneksi dengan jaringan backbone seperti :

  • Jaringan backbone mempunyai kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps sehingga dapat mengurangi terjadinya peristiwa bottleneck.
  • Jaringan backbone biasanya akan menggunakan teknik dual ring sehingga memiliki fault tolerance yang sangat tinggi.
  •  Jaringan backbone dapat mendukung lalu lintas data, suara dan gambar.
  • Lingkup jaringan dapat mencapai 100 km.

Tetapi sistem interkoneksi dengan menggunakan jaringan backbone ini juga memiliki beberapa kekurangan, antara lain :

  • Proses instalasi membutuhkan tenaga ahli khusus.
  • Biaya instalasi dan perawatan masih relatif mahal.

Jenis Infrastruktur Telekomunikasi

Pada dasarnya, prinsipnya Infrastruktur Telekomunikasi dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu :

 1. Back bone Internasional, yaitu jaringan yang menghubungkan trafik domestik ke jaringan internasional, sarana utama yang digunakan adalah kabel optik bawah laut dan satelit internasional dan regional.

2. Backbone Domestik, adalah sarana infrastruktur yang menghubungkan kota-kota di seluruh Indonsia. Untuk hubungan kota-kota metropolitan di bagian barat Indonesia pada umumnya telah terhubung dengan kabel optik, sedangkan satelit dan radio teresterial telah terhubung ke seluruh wilayah Indonesia.

3. Jaringan Akses, adalah jaringan yang terhubung langsung ke pelanggan. Jaringan inilah yang memerlukan investasi yang sangat besar dengan berbagai macam variasi teknologi. Secara garis besarnya dibagi menjadi dua, yaitu yang menggunakan media kabel dan wireless. Umumnya jumlah pelanggan dari masing-masing operator menggambarkan jumlah akses yang tersedia.

Demikianlah beberapa hal mengenai jaringan backbone serta pemanfaatannya. Bagi anda yang merasa memiliki pengetahuan lebih mengenai tulisan ini, silahkan posting komentar anda di kolom yang tersedia.

*Dari berbagai sumber*

Leave your vote

2 points
Upvote Downvote

Total votes: 2

Upvotes: 2

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Hey there!

or

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…