Monday, July 16, 2018

80% Capex XL Akan Digunakan Untuk Tingkatkan Layanan Data

 

 

Telko.id – XL mempersiapkan capital expenditure atau Capex untuk tahun 2017 ini sebesar Rp.7 Trilun. Sekitar 80% nya akan digunakan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas. Semua itu akan dikhususkan untuk meningkatkan layanan data yang trend nya terus meningkat setiap waktu. Setidaknya, dari 80% Capex XL tersebut, 25% akan digunakan untuk memperkuat transmisi.

“Peningkatan kualitas jaringan merupakan salah satu bagian penting dari upaya XL meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh. Semakin baik kualitas jaringan akan menopang semua aspek kualitas layanan. Upaya tersebut meliputi dua hal, yaitu peningkatan kapasitas dan ekspansi jaringan. Peningkatan kapasitas antara lain dilakukan dengan memperbesar alokasi jaringan hingga 3x lipat. Sementara itu untuk ekspansi meliputi wilayah Jawa dan luar Jawa. Untuk Jawa, dikhususkan di daerah yang selama ini belum ter-cover layanan 3G secara memadai,” kata Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

Untuk tahun 2017, XL akan meneruskan upaya peningkatan kualitas dan perluasan jaringan dengan menganggarkan lebih dari 80% dari belanja modal (capex). Beberapa rencana yang akan dilakukan terkait hal ini antara lain adalah melanjutkan perluasan wilayah cakupan layanan dengan memanfaatkan layanan 3G melalui frekuensi 900MHz ke wilayah-wilayah baru yang belum tersedia layanan Data. Selain itu, XL juga terus meningkatkan kualitas layanan data melalui perluasan layanan 4G LTE di wilayah-wilayah yang memiliki kebutuhan data tinggi di Indonesia. Untuk itu, pembangunan jaringan fiber optic juga akan terus digelar, terutama di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Layanan data ini menjadi focus XL karena saat ini telah terjadi penggunaan layanan tradisional voice dan SMS ke aplikasi-aplikasi digital yang bisa menggantikan keduanya telah mendorong trafik layanan Data. Peningkatan konsumsi layanan Data juga terus meningkat dari pelanggan XL yang berada di berbagai pelosok daerah yang sebelumnya masih mengutamakan voice dan SMS untuk berkomunikasi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin luas pelanggan XL dan masyarakat Indonesia yang telah merasakan  manfaat positif dari layanan Data digital, termasuk dalam format video. Total trafik jaringan dari seluruh layanan  meningkat 162% menjadi sekitar 500 Petabytes  per akhir 2016.

Selanjutnya, Yessie menambahkan bahwa “Hingga akhir tahun 2016 lalu, sebanyak lebih dari 350 kota/kabupaten telah terjangkau dengan layanan 3G, dan hampir 100 kota/area terlayani dengan 4G LTE. Ini artinya 91% populasi Indonesia telah terlayani oleh layanan 3G yang berkualitas dari XL. Untuk jaringan 4G LTE telah menjangkau 53% populasi. Semantara itu, total jaringan 2G menjangkau 93% populasi. Dengan demikian, layanan XL telah membuka kesempatan kepada pelanggan untuk menimba manfaat yang lebih maksimal dari teknologi digital untuk membangun kehidupan dan masa depan yang lebih baik”.

Itu sebabnya, XL akan menggunakan Capex nya tersebut untuk melakukan inovasi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan 4G LTE dengan implementasi BTS 4.5G ready yang akan mendukung teknologi-teknologi 4.5G tanpa perlu upgrade BTS.

Kemudian menggunakan juga teknologi 4×4 MIMO dengan menggandakan jumlah cabang antena BTS dari 2×2 menjadi 4×4 telah diimplentasikan di Jabotabek, Bandung, kota-kota di Jawa Tengah, DIY, Surabaya dan Denpasar dan memberikan manfaat kenaikan kecepatan data, kekuatan penetrasi sinyal dan kestabilan akses data.

BTS 4.5G ready ini juga sudah mendukung teknologi high modulation 256 QAM yang akan menaikkan kecepatan layanan data 30% diatas jaringan 4G. BTS 4G LTE XL juga sudah siap untuk implementasi penggabungan frekuensi LTE 1800 MHz dengan LTE  2100 MHz (Carrier Aggregation) dan akan mulai diimplementasikan bila teknologi netral di 2100 MHz sudah di berikan ijin oleh pemerintah guna memberikan kapasitas yang lebih lebar pada layanan data yang dari tahun ke tahun meningkat secara tajam.

Peningkatan kualitas akses internet dan Data di berbagai pelosok wilayah Tanah Air ini juga diharapkan akan mampu berkontribusi bagi percepatan pembangunan di daerah. Apalagi, dewasa ini semakin banyak anggota masyarakat pengguna aktif layanan jejaring media digital atau netizen yang secara sukarela ikut mempromosikan potensi daerah, terutama di bidang wisata. Akses yang mudah dan berkualitas hingga pelosok daerah akan menjadi sarana penunjang untuk pemerintah daerah dan elemen warga masyarakat lokal untuk menginformasikan potensi ekonomi daerahnya. (Icha)

Hey there!

Sign in

Forgot password?
Close
of

Processing files…