spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Tencent Gandeng Qualcomm Garap “Game 5G”

Telko.id, Jakarta Tencent Holdings berkerjasama dengan Qualcomm untuk  menghadirkan teknologi game 5G dan Augmented/Virtual Reality di perangkat game. Tujuannya untuk mengejar pertumbuhan pendapatan ditengah larangan merilis game baru oleh pemerintah China.

Dilansir Telko.id dari Asia One pada Kamis (01/08/2019), kedua perusahaan tersebut akan bekerja sama untuk mengoptimalkan perangkat game mobile yang berjalan di chip Qualcomm Snapdragon Elite.

Mereka juga akan mengembangkan game berteknologi 5G dan teknologi baru seperti Virtual dan Augmented Reality. “Mobile Gaming, kasus penggunaan 5G akan mengambil keuntungan dari konektivitas generasi berikutnya,” ujar Ketua Qualcomm China, Frank Meng.

{Baca juga: Begini Cara Main PUBG Mobile di PC Pakai Tencent Gaming Buddy}

Menurut Frank, teknologi 5G akan menghasilkan pengalaman game berkecepatan tinggi. Selain itu mereka juga akan mengeksplorasi smartphone untuk menghadirkan produk game yang lebih berkualitas.

“Kecepatan lebih cepat, lebih banyak bandwidth, dan latensi ultra-rendah mutakhir akan mendukung pengalaman gaming real-time, multipemain, dan imersif,” tambah Frank Meng.

Kolaborasi ini dilakukan setelah industri di China lumpuh upaya untuk membendung kecanduan game oleh otoritas Cina. Pemerintah menangguhkan proses perizinan untuk game baru selama 9 bulan sejak desember 2018 lalu.

Pemerintah pusat telah menyalahkan game mobile karena berkontribusi terhadap penyakit miopia di kalangan anak muda dan menuduh perusahaan game menjajakan produk yang bersifat adiktif.

Pada kuartal pertama (Q1), Tencent melaporkan penurunan 2% dalam pendapatan game mobile menjadi 21,2 Miliar Yuan atau Rp 43,3 Triliun karena hanya sedikit judul baru yang dirilis pada periode tersebut.

{Baca juga: Qualcomm dan Tencent Kembangkan AI untuk Gaming}

Baru di kuartal kedua (Q2) produk game miliknya mengalami pertumbuhan 23% tahun berkat beberapa judul baru yang dirilis, seperti Peacekeeper Elite yang memiliki lebih dari 50 juta pengguna aktif harian pasca dua bulan diluncurkan. [NM/HBS]

Sumber: Asia One

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU