Latest Phone

Welcome to BESPOKE AI, Cara Samsung Pamer Teknologi AI Home

Telko.id - Welcome to BESPOKE AI merupakan cara Samsung...

Tecno Perkenalkan Robot Anjing Lucu di MWC Barcelona

Telko.id – Tecno kembali ikut meramaikan MWC Barcelona 2024...

Oppo Pad Air2

Dari Silicon Valley, Pria Asal Surabaya Ini Ciptakan Aplikasi Kencan Online

Jakarta – Menjamurnya aplikasi kencan online di luar sana, tampaknya tak menjadi alasan bagi duo entrepreneur asal Silicon Valley – Jim Yang dan Min Gyung Kang – untuk mengendurkan niatnya dalam menghadirkan aplikasi serupa. Buktinya, dengan alasan membantu kaum profesional muda yang senantiasa disibukkan oleh pekerjaan, hingga bahkan tak memiliki waktu untuk pergi kencan, keduanya menciptakan Gather.

Gather sendiri merupakan sebuah layanan pencari jodoh berbasis awan, yang ditujukan untuk membantu masyarakat Jakarta menjalin hubungan asmara. Uniknya, aplikasi ini memiliki sebuah fitur canggih yang hanya dapat digunakan oleh pengguna di Jakarta. Kunci utamanya ialah akun Facebook pengguna.

Dengan Gather, masyarakat Indonesia dapat dijodohkan dengan orang-orang yang berada di dalam lingkaran teman Facebook mereka, termasuk lingkaran tingkat kedua dan ketiga, misalnya teman dari teman.

Cara penggunaan Gather juga terbilang mudah. Pengguna cukup masuk ke akun Facebook, sebelum akhirnya mulai mencari calon pasangan. Mereka dapat melihat informasi singkat pengguna lainnya yang diambil dari Facebook seperti foto profil, pekerjaan, serta kesamaan hobi dan teman.

Setelah itu, pengguna dapat memilih untuk menyukai atau tidak menyukai seseorang. Apabila keduanya saling menyukai, mereka akan dapat melihat profil masing-masing dan mulai berkirim pesan di dalam aplikasi. Sebagai alternatif, pengguna juga dapat mengirimkan balon virtual untuk menunjukkan ketertarikan mereka kepada pengguna lain.

Nah, jika Anda mulai berpikir bahwa ini sedikit banyak menyerupai Tinder, sepertinya itu tidak sepenuhnya salah. Meskipun, Gather sendiri memposisikan dirinya sebagai antitesis dari aplikasi tersebut, yang memiliki reputasi menjodohkan pengguna dengan orang asing. Dengan Gather, pengguna dapat berhubungan dengan teman dari teman mereka.

Fitur ini sangat berguna dimana pengguna – khususnya bagi wanita – bisa merasa lebih aman dan nyaman saat mereka bisa mendapatkan referensi tentang pasangannya di Gather dari teman sebelum melakukan pertemuan.

Selain itu, Gather juga menyediakan analisa berdasarkan lokasi. Melalui fitur ini, pengguna dapat mencari pasangan berdasarkan rutinitas perjalanan mereka di Jakarta. Misalnya, apabila dua pengguna Gather bertemu saat menaiki busway, keduanya bisa saling terhubung di Gather. Fitur ini terbilang unik mengingat aplikasinya juga memberitahu kedua pengguna dimana dan kapan mereka berpapasan di dunia nyata.

Menurut Jim Yang, pria asal Surabaya yang menjadi Co-Founder sekaligus CEO Gather, ada banyak sekali yang bisa disimpulkan dari lokasi.

“Sebagai contoh, apabila Anda bertemu dengan seseorang di sebuah konser atau festival, Anda sudah bisa membuat perkiraan tentang kepribadian orang itu,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10).

Sebagai informasi, Jim sendiri merupakan seorang kelahiran Surabaya, yang mengungsi ke Amerika Serikat pada tahun 1998, setelah malang melintang sebagai entrepreneur di Indonesia. Ketika ekonomi Amerika Serikat mengalami penurunan drastis pada tahun 2004, Jim mengambil ancang-ancang dan mendirikan solusi manajemen identitas bernama Identyx, yang kemudian dijual ke perusahaan penyedia open source software yang terdaftar di bursa saham bernama Red Hat pada tahun 2008.

Sejak saat itu, Jim menjadi seorang angel investor dan advisor untuk sejumlah startup. Salah satu investasinya yang paling terkenal ialah di Refinery29, sebuah media fashion yang sekarang memiliki valuasi sekitar Rp 4,1 triliun. Jim juga memegang posisi sebagai advisor di Founder Dating, sebuah jejaring sosial untuk entrepreneur. Disana ia bertemu dengan Gyung Kang, salah satu anggota yang populer di dalam website. Saat itu Gyung Kang juga sedang mencari ide besar selanjutnya di Silicon Valley. Kesamaan visi kemudian membawa keduanya menghasilkan Gather.

Saat ini, Gather telah tersedia dan dapat diunduh secara gratis di platform iOS, sementara untuk versi Android, akan segera menyusul. Aplikasi Gather juga tersedia dalam bahasa Indonesia.

Latest

Telkomsel Bersama Tencent Cloud dan MCASH, Adopsi Palm Scanner, ini Targetnya!

Telko.id – Telkomsel bersama dengan Tencent Cloud dan MCASH...

Axioo Gandeng JKT48, Sasar Para Generasi Z

Telko.id - PT. Tera Data Indonusa, melalui brand laptop...

Indosat HiFi Perluas Jangkauan 100% Fiber Optik ke Kota Sekunder

Telko.id - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Indosat HiFi perluasan...

Samsung Solve for Tomorrow Gelar Pelatihan Design Thinking, Ubah Ide Jadi Solusi

Telko.id - Samsung Solved for Tomorrow gelar pelatihan Design...

Rekomendasi

Start Up Jangjo Hadirkan Integrated Waste System, Apa Manfaatnya?

Telko.id - Start Up Jangjo memperkenalkan pengelolaan sampah Jangjo Zero Waste Integrated (JOWI) System. Sebuah system sangat efektif untuk mendukung sistem desentralisasi pengolahan sampah...

35 Startup, Terpilih Ikut Program Ekonomi Hijau GEN

Telko.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas akhirnya mengumumkan sejumlah start-up alias perusahaan rintisan untuk bergabung dalam program Ekonomi Hijau dari Greentech Entrepreneurs Network (GEN). Koordinator Ekosistem dan...

HUB.ID Bantu Startup Tingkatkan Kredibilitas, Mudahkan Dapat Pendanaan

Telko.id - Setelah sukses menjalankan program HUB.ID Accelerator di tahun 2021 dan 2022, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI kembali berhasil menyelesaikan kegiatan serupa di...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini