spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Sempat Gagal, Peluncuran Satelit Militer UEA Disiarkan via YouTube

Telko.id, Jakarta – Peluncuran satelit Falcon Eye milik Uni Emirat Arab (UEA) bakal dilaksanakan pada Senin, tepatnya 05.53 pagi waktu setempat. Peluncuran satelit pengintai yang diproduksi di Toulouse, Prancis ini bakal ditayangkan secara langsung di YouTube.

Asal diketahui, seharusnya satelit Falcon Eye yang telah tiba di Guyana sejak Senin (01/07) itu meluncur pada Sabtu (06/07) pagi. Akan tetapi, peluncuran terpaksa dibatalkan gara-gara kondisi cuaca buruk.

Menurut laporan Gulfnews, seperti dikutip Telko.id, Senin (08/07/2019), angin kencang di kawasan peluncuran di Guyana memaksa UEA membatalkan peluncuran Falcon Eye.

{Baca juga: SpaceX akan Bangun Jaringan Internet di Mars}

Falcon Eye, yang akan menjadi satelit ke-10 milik UEA di orbit, berguna untuk merekam gambar Bumi guna keperluan militer maupun sipil selama 10 tahun ke depan. Tujuannya, tak lain untuk memperkuat keamanan nasional.

Falcon Eye memiliki sistem pencitraan definisi tinggi serta stasiun bergerak yang mampu mengirim dan menerima gambar dari wilayah mana pun di seluruh dunia.

{Baca juga: Ilmuwan Inginkan Foto Lubang Hitam Lebih Tajam}

Sebelumnya, pada Maret 2019, UEA dan 10 negara Arab mendirikan organisasi ruang angkasa. Mereka akan menggarap proyek perdana berupa pengembangan satelit yang akan dinamakan Satelit 813.

Satelit 813 buatan organisasi ruang angkasa negara-negara Arab disiapkan untuk memantau perubahan lingkungan dan iklim. Penandatanganan piagam Kelompok Kerja Sama Antariksa Arab dilakukan di Abu Dhabi. (SN/FHP)

Sumber: Gulfnews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU