spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Satelit Prancis Bakal Dilengkapi Senapan Mesin dan Laser

Telko.id, Jakarta  – Awal bulan ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan pembentukan pasukan antariksa. Pasukan tersebut akan bertanggung jawab mempertahankan satelit Prancis yang dilengkapi senjata mesin dan laser.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mengumumkan sebuah program pengembangan satelit nano yang dilengkapi dengan senjata dan laser. Prancis akan merealokasi € 700 juta dari anggaran militer.

{Baca juga: SpaceX akan Bangun Jaringan Internet di Mars}

Dana itu dipakai untuk pertahanan luar angkasa. Lebih dari € 4,3 miliar akan dibelanjakan pada 2025 untuk meningkatkan jaringan satelit komunikasi militer Syracuse yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Prancis.

Militer Prancis ingin satelit generasi berikutnya punya kamera untuk mengidentifikasi musuh. Bahkan, satelit generasi tindak lanjut akan dilengkapi senapan mesin ringan dan laser untuk menyerang.

Dikutip Telko.id dari The Verge, Senin (29/7/2019), Kementerian Pertahanan Prancis juga menyatakan ingin bisa meluncurkan sekelompok satelit nano ke orbit yang dapat melindungi objek strategis.

“Kami pun ingin satelit nano memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelit secara cepat untuk menggantikan yang telah hilang. Militer Prancis menginginkan penerapan sistem itu pada 2030,” kata Parly.

{Baca juga: Australia dan Perancis Joinan Kembangkan Program Luar Angkasa}

Menurutnya, rencana inovatif tersebut sama sekali tidak akan bertentangan dengan Perjanjian Luar Angkasa, yang secara eksplisit melarang hal-hal seperti senjata nuklir atau “senjata pemusnah massal”. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU