spot_img
Latest Phone

Bocoran Samsung Galaxy Watch8: Desain Baru, Tapi Kecepatan Isi Daya Masih Sama?

Telko.id - Bocoran resmi dari sertifikasi 3C di China...

Garmin Instinct 3 Tactical Edition: Smartwatch Tangguh untuk Misi Ekstrem

Telko.id - Garmin baru saja menghadirkan Instinct 3 –...

ASUS Vivobook S14: Laptop AI 45+ TOPS untuk Produktivitas Tanpa Batas

Telko.id - ASUS Vivobook S14 (S3407QA), laptop terbaru yang...

Garmin vívoactive 6, Tak Sekadar Pintar, Dukung Gaya Hidup Aktif dan Tampil Lebih Gaya

Telko.id - Garmin Indonesia memperkenalkan vívoactive 6, smartwatch wellness...

Lebih Bugar Setelah Lebaran dengan Smartwatch Garmin

Telko.id - Pernahkah Anda merasa tubuh terasa berat dan...

ARTIKEL TERKAIT

Satelit Prancis Bakal Dilengkapi Senapan Mesin dan Laser

Telko.id, Jakarta  – Awal bulan ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengumumkan pembentukan pasukan antariksa. Pasukan tersebut akan bertanggung jawab mempertahankan satelit Prancis yang dilengkapi senjata mesin dan laser.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mengumumkan sebuah program pengembangan satelit nano yang dilengkapi dengan senjata dan laser. Prancis akan merealokasi € 700 juta dari anggaran militer.

{Baca juga: SpaceX akan Bangun Jaringan Internet di Mars}

Dana itu dipakai untuk pertahanan luar angkasa. Lebih dari € 4,3 miliar akan dibelanjakan pada 2025 untuk meningkatkan jaringan satelit komunikasi militer Syracuse yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Prancis.

Militer Prancis ingin satelit generasi berikutnya punya kamera untuk mengidentifikasi musuh. Bahkan, satelit generasi tindak lanjut akan dilengkapi senapan mesin ringan dan laser untuk menyerang.

Dikutip Telko.id dari The Verge, Senin (29/7/2019), Kementerian Pertahanan Prancis juga menyatakan ingin bisa meluncurkan sekelompok satelit nano ke orbit yang dapat melindungi objek strategis.

“Kami pun ingin satelit nano memiliki kemampuan untuk meluncurkan satelit secara cepat untuk menggantikan yang telah hilang. Militer Prancis menginginkan penerapan sistem itu pada 2030,” kata Parly.

{Baca juga: Australia dan Perancis Joinan Kembangkan Program Luar Angkasa}

Menurutnya, rencana inovatif tersebut sama sekali tidak akan bertentangan dengan Perjanjian Luar Angkasa, yang secara eksplisit melarang hal-hal seperti senjata nuklir atau “senjata pemusnah massal”. [SN/HBS]

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU