spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Riset Ungkap 1 dari 4 Smartphone Aktif di Dunia Adalah iPhone

Telko.id – Data terbaru dari firma riset pasar Counterpoint Research mengungkapkan pencapaian signifikan bagi ekosistem Apple di kancah global. Laporan tersebut mencatat bahwa satu dari setiap empat smartphone yang aktif digunakan di seluruh dunia saat ini adalah iPhone.

Angka ini menandakan dominasi Apple dalam hal basis pengguna aktif (installed base), meskipun persaingan pengiriman unit perangkat keras terus berlangsung ketat dengan berbagai pabrikan Android.

Pencapaian pangsa pasar 25% dari total populasi smartphone aktif ini menegaskan tingginya tingkat retensi pengguna Apple dibandingkan kompetitornya. Counterpoint menyoroti bahwa metrik ini berbeda dengan data pengiriman kuartalan yang sering berfluktuasi.

Basis pengguna aktif mencerminkan jumlah perangkat yang benar-benar beroperasi di tangan konsumen, bukan sekadar jumlah unit yang dikirimkan ke distributor atau toko ritel dalam periode tertentu.

Keberhasilan Apple menguasai seperempat pangsa smartphone aktif global didorong oleh siklus hidup perangkat yang lebih panjang serta dukungan pembaruan perangkat lunak yang konsisten.

Hal ini membuat iPhone model lama tetap relevan dan digunakan oleh konsumen dalam jangka waktu lama, atau beralih tangan melalui pasar sekunder yang sangat hidup. Fenomena ini menjaga ekosistem iOS tetap tumbuh stabil di tengah dinamika industri seluler yang kompetitif.

Dominasi Basis Pengguna Aktif

Data yang dipaparkan Counterpoint Research memberikan gambaran jelas mengenai loyalitas merek yang kuat di kalangan pengguna Apple. Sementara sistem operasi Android secara kolektif menguasai sisa pangsa pasar sebesar 75%, angka tersebut terpecah ke dalam ratusan merek (OEM) yang berbeda seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan lainnya.

Sebaliknya, Apple berdiri sendiri sebagai entitas tunggal yang memegang porsi 25% tersebut, menjadikannya pemain tunggal dengan basis pengguna terbesar.

Kekuatan basis pengguna aktif ini menjadi aset vital bagi Apple dalam mengembangkan bisnis layanan mereka. Dengan semakin banyaknya perangkat yang aktif, potensi pendapatan dari App Store, Apple Music, iCloud, dan layanan berlangganan lainnya semakin besar.

Ini adalah strategi jangka panjang yang membedakan Apple dari banyak pesaing yang lebih fokus pada volume penjualan perangkat keras semata.

Menariknya, pertumbuhan basis pengguna ini juga didukung oleh performa penjualan model-model terbaru. Laporan pasar menunjukkan bahwa seri terbaru Apple terus mendapatkan respons positif.

Hal ini terlihat dari data yang menempatkan iPhone 16 sebagai salah satu kontributor utama dalam menjaga momentum penjualan Apple di berbagai wilayah kunci.

Peran Pasar Sekunder dan Perangkat Refurbished

Salah satu faktor kunci yang memungkinkan Apple mencapai penetrasi 25% adalah ketahanan nilai jual kembali perangkatnya. iPhone dikenal memiliki nilai jual kembali (resale value) yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata ponsel Android.

Hal ini menciptakan pasar sekunder yang kuat, di mana perangkat yang sudah berusia dua atau tiga tahun masih aktif diperjualbelikan dan digunakan oleh pemilik baru.

Strategi Apple untuk mulai masuk secara resmi ke ranah penjualan perangkat rekondisi juga turut memperluas jangkauan pasar mereka ke segmen harga yang lebih terjangkau.

Langkah strategis seperti menghadirkan opsi iPhone Refurbished resmi memberikan akses bagi konsumen dengan anggaran terbatas untuk tetap masuk ke dalam ekosistem iOS, yang pada akhirnya menambah jumlah total pengguna aktif global.

Pasar sekunder ini secara efektif memperpanjang umur pakai setiap unit iPhone. Jika sebuah ponsel Android mungkin dipensiunkan setelah 2-3 tahun pemakaian, sebuah iPhone seringkali berganti pemilik hingga dua atau tiga kali sebelum akhirnya didaur ulang.

Akumulasi dari perangkat lama yang masih beroperasi inilah yang mendongkrak angka active installed base Apple secara signifikan.

Konteks Persaingan Global dan Lokal

Melihat lanskap yang lebih luas, pencapaian Apple ini terjadi di tengah pemulihan industri smartphone secara umum. Data industri menunjukkan adanya tren positif dalam pengiriman dan aktivasi perangkat baru.

Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi pada segmen premium, tetapi juga mencerminkan pulihnya daya beli konsumen yang mendorong Pasar Global ke arah yang lebih sehat setelah sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, penetrasi iPhone yang kuat di pasar global juga memberikan dampak tidak langsung terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meskipun pasar lokal masih didominasi oleh perangkat Android di segmen entry-level dan mid-range, aspirasi konsumen untuk memiliki produk Apple terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital.

Analis memproyeksikan bahwa Pasar Indonesia akan terus melihat peningkatan adopsi smartphone premium dalam beberapa tahun ke depan, yang berpotensi memperbesar porsi Apple di tanah air.

Ke depan, Apple tampaknya tidak akan mengendurkan gas. Rumor mengenai inovasi desain dan teknologi pada seri mendatang, seperti iPhone 17, mengindikasikan bahwa perusahaan asal Cupertino ini terus berupaya menarik minat pengguna baru maupun pengguna lama untuk melakukan upgrade.

Inovasi perangkat keras yang dipadukan dengan ekosistem perangkat lunak yang matang menjadi benteng pertahanan utama Apple dalam menjaga rasio 1 banding 4 ini tetap bertahan, atau bahkan meningkat di masa depan.

Data dari Counterpoint ini menjadi indikator penting bagi para pengembang aplikasi, pemasar, dan investor. Tingginya jumlah pengguna aktif iPhone berarti demografi pengguna iOS tetap menjadi target pasar yang sangat lukrat dengan tingkat pengeluaran yang umumnya lebih tinggi dibandingkan pengguna platform lain.

Bagi Apple, tantangan selanjutnya adalah bagaimana mempertahankan basis pengguna raksasa ini agar tidak beralih ke kompetitor di tengah gempuran inovasi ponsel lipat dan AI dari kubu Android. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU