spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Riset : 2017 Perusahaan Telko Gunakan NFV

Telko.id – Michael Howard, senior research director Carrier Networks, IHS Markit mengatakan bahwa sebagian besar penyedia layanan telekomunikasi akan berusaha untuk mendeploy network functions virtualization (NFV) pada 2017 mendatang.

Dilansir dari TelecomLead (24/8), sebanyak 100 persen dari penyedia layanan telekomunikasi yang berpartisipasi dalam survei strategi IHS Markit NFV mengatakan mereka akan mendeploy NFV di beberapa titik. Sementara 81 persen operator jaringan telekomunikasi juga mengharapkan untuk melakukan investasi di NFV 2017.

Lebih lanjut, survei tersebut juga menjelaskan sekitar 59 persen dari operator jaringan telekomunikasi telah mendeploy atau akan mendeploy solusi NFV pada tahun ini.

Namun, mengintegrasikan NFV ke jaringan yang ada adalah masalah bagi sebagian besar responden survei, seperti kurangnya produk carrier-grade.

IHS Markit juga berujar bahwa penyedia layanan telekomunikasi bergerak tengah menuju kearah NFV. Operator-operator percaya bahwa NFV dan pendsmpingnya yakni software-defined network (SDN) merupakan perubahan mendasar dalam sebuah arsitektur jaringan telekomunikasi.

Sekadar informasi, otomatisasi, layanan lebih gesit, lebih banyak pendapatan, efisiensi operasional dan penghematan Capex merupakan manfaat utama dari NFV.

Selain itu, Banyak operator pada tahun 2016 mulai memindahkan Proof of Concept (PoC) NFV mereka, uji laboratorium dan evaluasi untuk bekerja dengan vendor yang mengembangkan dan memproduksi perangkat lunak, yang sedang digunakan secara komersial.

Riset tersebut memprediksi, mayoritas penyebaran NFV di awal tahun depan lebih ditujukan untuk bisnis virtual enterprise customer premises equipment (vE-CPE), atau juga dikenal sebagai vBranch atau enterprise vCPE. Bisnis vE-CPE dapat membantu dengan generasi pendapatan karena memungkinkan operator telekomunikasi untuk mengganti CPE fisik dengan software sehingga mereka dapat dengan cepat berinovasi dan meluncurkan layanan baru.

Laporan IHS Markit juga mengatakan industri telekomunikasi saat ini berada pada tahap awal dari transisi ke jaringan SDN dan NFV architected. Operator akan belajar bahwa beberapa jalan yang tidak berbuah seperti yang diharapkan, produsen peralatan telekomunikasi dan pemasok perangkat lunak juga dapat menciptakan pendekatan baru dan berpeluang menemukan aplikasi baru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU