spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

Penjual Alat Kantor Raup Jutaan Dollar dari Scan Virus Palsu

Telko.id, Jakarta – Komisi Perdagangan Federal Amerika, FTC (The Federal Trade Commission), mendenda Office Depot sebesar USD 25 juta atau sekitar Rp 355 miliar terkait kasus penipuan. Perusahaan ritel pasokan alat kantor itu dituding tipu pelanggan dengan modus scan virus palsu.

Pihak Office Depot dituduh berbohong sehingga membuat para pelanggan membayar dukungan teknologi yang tidak perlu. Pelanggan diminta mengakses scan virus secara gratis.

Setelah mengaksesnya, para pelanggan memperoleh peringatan bahwa komputer terinfeksi dengan malware, padahal itu cuma akal-akalan mereka saja.

FTC menyatakan bahwa Office Depot meraup uang jutaan dolar Amerika Serikat dari pelanggan berkat penipuan yang dilakukan antara 2009 hingga November 2016. Mereka memanfaatkan perangkat lunak yang dipalsukan.

{Baca juga: Hati-hati! Malware Ini Menyamar jadi Aplikasi VPN Palsu}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Senin (1/4/2019), perangkat lunak bernama PC Health Check dipalsukan oleh Office Depot untuk scan virus palsu. Software itu dibuat dan dilisensi oleh Support.com. Hasil scan dibuat berdasarkan pertanyaan.

Sebelum scan palsu dimulai, Office Depot mengajukan pertanyaan kepada para pelanggan. Pertanyaannya, antara lain, apakah pelanggan merasa komputer bekerja lambat atau menerima peringatan virus?

Ada pula pertanyaan apakah komputer menampilkan iklan pop-up dan sering crash? Jika pelanggan menjawab iya, maka hasil scan menunjukkan bahwa komputer terkena gejala infeksi malware. Modus pun dimulai.

Dalam menjalankan modus, Office Depot menawarkan kepada pelanggan terkait solusi masalah itu. Biaya yang dikenakan sekitar USD 300 atau Rp 4,2 juta.

Perusahaan ritel alat kantor itu disebutkan bersedia membayar denda sebagai bagian dari kesepakatan dengan FTC. Support.com juga terkena denda sekitar USD 10 juta dalam kasus ini.

{Baca juga: Wow! USB-C Ini Diklaim Bisa Identifikasi Malware}

Sebagai informasi, Office Depot adalah jaringan ritel perlengkapan kantor di Amerika Serikat. Kantor pusat Office Depot terletak di Boca Raton, Florida. Angka penjualan tahunan perusahaan tersebut mencapai USD 11 miliar. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU