spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Peneliti Ciptakan Kulit Elektronik yang Bisa Sembuh Sendiri

Telko.id, Jakarta – Para peneliti dari National University of Singapore membuat riset unik. Mereka membuat kulit elektronik yang elastis dan peka terhadap sentuhan. Riset yang mereka lakukan terinspirasi dari ubur-ubur.

Tak hanya itu, seperti dikutip Telko.id dari CNET, Rabu (20/3/2019), kulit elektronik karya para peneliti juga diklaim bisa sembuh sendiri jika tergores. Kulit tersebut cocok digunakan dalam proyek pengembangan robot.

“Kami bertanya-tanya, bagaimana cara membuat material buatan yang bisa meniru sifat tahan air dari ubur-ubur serta sensitif terhadap sentuhan. Akhirnya, kami berhasil menciptakannya,” kata peneliti utama, Benjamin Tee.

Rincian karya baru Tee telah diterbitkan di Nature Electronics pada 15 Februari 2019 lalu. Di sana dijelaskan, kulit elektronik gel, akuatik, bisa direngganggkan, dan menyembuhkan diri sendiri dan disingkat menjadi GLASSES.

{Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Kornea Mata Pakai Printer 3D}

Dengan mencampur plastik elastis dengan cairan ionik yang kaya fluor ke dalam gel, Tee dan tim peneliti National University of Singapore menciptakan kulit transparan yang mampu sembuh sendiri dan beroperasi di lingkungan basah.

“Material kami berbeda karena bisa mempertahankan bentuk di lingkungan basah maupun kering. Material bisa bekerja secara baik di air laut, bahkan di lingkungan yang asam atau alkali,” jelas peneliti National University of Singapore.

Nah, apabila kulit terpotong atau robek, tim peneliti menunjukkan bukti bahwa material bisa secara aktif mendapatkan kembali konduktivitas listrik dalam hitungan menit dan menjahitnya kembali hanya dalam waktu beberapa hari.

{Baca juga: Ilmuwan Teliti Otak Buaya Pakai MRI dan Musik Klasik}

Selain itu, material bisa merespons sentuhan, peregangan, dan penegang. Kekuatan-kekuatan itu mengubah sifat-sifat listrik kulit. Dengan mengukur perubahan-perubahan itu, kulit jadi baik untuk membuat sensor perespons sentuhan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU