spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Peneliti Bisa Kendalikan Otak Lewat Smartphone

Telko.id, Jakarta – Para ilmuwan dari Institut Sains dan Teknologi Korea serta ahli saraf dari University of Washington telah menciptakan implan otak kecil yang dapat dikendalikan oleh smartphone. Mereka dimungkinkan untuk kendalikan otak untuk secara selektif memanipulasi sirkuit sel dan mengungkap masalah neurologis.

Masalah neurologis atau saraf yang dimaksud oleh para insinyur itu adalah, kecanduan dan depresi parkinson serta alzheimer.

“Kami sangat ingin menggunakan perangkat untuk studi farmakologis yang kompleks sehingga membantu pengembangan terapi baru untuk rasa sakit, kecanduan, dan gangguan emosional,” kata profesor Michael Bruchas.

{Baca juga: Coba Lihat! Foto Berwarna Ini Aslinya Hitam Putih}

Menurut laporan New York Post, menggunakan kartrid obat yang dapat diganti seperti Lego dan energi Bluetooth, teknologi tersebut bekerja dengan menargetkan neuron tertentu menggunakan obat dan cahaya.

Kartrid yang dapat diganti memungkinkan sirkuit otak yang sama dipelajari dalam waktu berbulan-bulan. Kendati demikian, seperti dikutip Telko.id, Rabu (07/08/2019), sejauh ini teknologi itu baru dipelajari pada tikus.

{Baca juga: 7 Fitur yang Dinantikan dari Samsung Galaxy Note 10}

Implan dimasukkan ke dalam otak tikus melalui probe setipis rambut. Para ilmuwan kemudian mengendalikan implan menggunakan smartphone, mengubah jumlah obat dan sekuensing cahaya melalui sentuhan jari.

Sebelumnya, teknologi neurologis termutakhir butuh tabung logam besar dan serat optik yang membuat lesi otak dan tidak bertahan lama. “Perangkat revolusioner ini adalah buah dari desain elektronik canggih,”  kata profesor. (SN/FHP)

Sumber: New York Post

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU