spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Microsoft SharePoint Diretas, 60 Organisasi Global Terdampak Termasuk Nuklir AS

Telko.id – Kerentanan terbaru di server Microsoft SharePoint dilaporkan telah menyebabkan pelanggaran keamanan di lebih dari 100 server, memengaruhi 60 organisasi global.

Salah satu yang terdampak adalah Administrasi Keamanan Nuklir Nasional AS. Kelompok ancaman yang diduga bertanggung jawab berasal dari China, termasuk Linen Typhoon, Violet Typhoon, dan Storm-2603.

Mereka memanfaatkan kerentanan tersebut untuk mencuri kredensial dan mengakses data sensitif.

Bob Huber, Chief Security Officer Tenable, menyatakan, “Ini bukan hanya tentang satu kelemahan, tetapi bagaimana aktor canggih memanfaatkan celah ini untuk keuntungan jangka panjang.”

Menurutnya, kelompok ancaman China dikenal menggunakan kredensial curian untuk membangun pintu belakang yang persisten.

Dampak Jangka Panjang

Huber menekankan bahwa meski kerentanan awal telah diperbaiki, penyerang bisa tetap bersembunyi di dalam jaringan. “Ketika organisasi melihat bukti intrusi baru, kerusakan sudah terjadi,” ujarnya.

Insiden ini mengungkap kelemahan keamanan reaktif tradisional. Pendekatan pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko siber, terutama pada perangkat lunak on-premises seperti SharePoint yang terintegrasi dengan stack identitas Microsoft.

Solusi Keamanan yang Diperlukan

Huber menyarankan organisasi memiliki pandangan terpadu atas infrastruktur mereka. “Platform manajemen paparan yang terintegrasi dengan alat keamanan yang ada adalah satu-satunya cara untuk melihat jalur serangan kompleks sebelum dieksploitasi,” jelasnya.

Dengan Microsoft yang tertanam dalam infrastruktur pemerintah global, masalah ini bukan hanya korporat, tetapi juga menyangkut keamanan nasional puluhan negara.

Sebagai langkah antisipasi, beberapa negara mulai memperkuat kerja sama keamanan siber.  Insiden ini juga mengingatkan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi ancaman siber, seperti yang pernah terjadi saat AS dan Iran terlibat konflik siber. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU