spot_img

Lintasarta Cloudeka, Siap Garap Korporasi, Pemerintahan dan UKM

Telko.id – Lintasarta Cloudeka adalah solusi baru dari Lintasarta. Dimana, korporasi saat ini sedang berlomba-lomba melakukan transformasi digital. Bahkan pemerintah pun banyak melakukan transformasi digital. Begitu pun dengan UKM. Tak heran, kebutuhan akan cloud menjadi sangat besar.

“Cloud merupakan komponen yang sangat penting dalam perjalanan digital transformasi di dunia bisnis saat ini, sehingga Lintasarta meluncurkan Cloudeka. Cloudeka berdedikasi dan berkomitmen membangun dan memelihara kemitraan yang kuat untuk meningkatkan bisnis lokal melalui layanan cloud end-to-end,” ungkap Ginandjar, Marketing & Solution Director Lintasarta, usai melakukan prosesi Launching Lintasarta Cloudeka.

Targetnya adalah membantu pelanggan meraih kesuksesan dalam bisnis sesuai dengan kebutuhan para pelanggan korporasi, institusi pemerintahan & UMKM,” ujar Ginandjar menambahkan.

Ginandjar menuturkan, salah satu produk jawara ICT yang digandrungi perusahaan top level saat ini adalah Cloud. Banyak perusahaan yang menjadikan layanan ini sebagai strategi khusus untuk memenuhi tuntutan penggunaan sarana digital.

“Cloud menjadi kunci perusahaan dalam membangun daya saing di era digital. Digitalisasi di seluruh sektor mendorong perubahan cara berkomunikasi untuk dapat terhubung dan mengakses data semudah mungkin dari mana pun dan kapan pun. Hal ini juga menjadikan kebutuhan akan Cloud semakin tinggi dalam mempermudah proses bisnis dan meningkatkan pengalaman pelanggan,” ujarnya

Disisi lain, masalah cyber security juga menjadi perhatian banyak pihak ketika akan melakukan transformasi digital. Setidaknya, pada masa pandemic ini, dimana transformasi digital meningkat pesat, masalah cyber security ini juga turut meningkat.

Berdasarkan analisa Gartner 2020, setidaknya, selama pandemic ini, ada peningkatan serangan siber hingga 400%.

Tak heran, berdasarkan lembaga riset IDC mengungkapkan bahwa belanja modal perusahaan untuk sektor keamanan data pada Juli 2021 meningkat 20 persen secara tahunan. Artinya, perusahaan makin sadar akan pentingnya sebuah data dan sadar pula bahwa serangan siber ini kerap mengancam.

Managing Director IDC ASEAN Sudev Bangah mengatakan berdasarkan laporan IDC Cloud Pulse Asia Pasific, sebanyak 84 persen organisasi di Indonesia membutuhkan penyedia manajemen layanan yang dapat membantu mereka dalam mengatur lingkungan digital pada Juli 2021.

Tidak hanya itu, laporan yang sama juga menunjukkan 44 persen perusahaan yang diteliti ingin memiliki keamanan data yang kokoh.

“Keamanan data juga dianggap sebagai hal yang penting, mereka ingin memiliki layanan komputasi awan yang dapat menjamin keamanan mereka,” kata Sudev dalam Konferensi Virtual Lintasarta Cloudeka, Rabu (15/9/2021). 

Menurut Sudev, biaya yang mereka keluarkan untuk keamanan data perusahaan tercatat meningkat 20 persen pada 2021 dibandingkan dengan 2020. 

Hal tersebut disebabkan aktivitas pekerjaan dilakukan secara hibrida – luring dan daring – selama pandemi. Selain itu, para pengambil kebijakan di perusahaan menyadari bahwa data sangat penting untuk membantu bisnis makin berkembang pada masa depan. “Peningkatan juga terjadi karena perusahaan makin menyadari ancaman dari serangan siber,” kata Sudev. 

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengatakan perbankan memiliki aturan mengenai perlindungan konsumen yang ketat.  Jika dahulu perbankan langsung berhubungan dengan konsumen, saat ini perbankan menggunakan kanal digital dan pihak lain. Meski demikian masih dibutuhkan dukungan regulasi untuk menjaga keamanan data ini.  “Menuju 2030 butuh perlindungan karena kalau tidak ini berbahaya, karena melibatkan pihak lain di luar perbankan dan konsumen,” kata Aviliani. 

Bersamaan dengan peluncuran Lintasarta Cloudeka ini, Lintasarta pun menggelar konferensi nasional bagi para penggiat industri teknologi dan komunikasi di Indonesia bertajuk “Lintasarta Cloudeka Conference : ICT & Business Outlook 2022” secara virtual.

Hadir sebagai keynote speaker, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, President Director Lintasarta Arya Damar, dan beberapa pembicara ternama lainnya seperti Senior Economist INDEF Dr. Aviliani, S.E., M.Si., Managing Director APAC IDC Sudev Bangah, dan Founder & Executive Chairmain MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya, yang hadir pada plenary seassions bertajuk Envisioning Tomorrow: ICT & Business Outlook 2020. (Icha)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisement -spot_img

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0