spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

Lagi Bermasalah, MIT Stop Kerja Sama dengan Huawei

Telko.id, Jakarta – Massachusetts Institute of Technology (MIT) menghentikan kerja sama dengan Huawei dan ZTE. MIT mempertimbangkan penyelidikan federal Amerika Serikat (AS) terhadap dugaan pelanggaran sanksi perusahaan teknologi asal China.

“MIT tidak menerima kerja sama baru atau memperbarui kerja sama dengan Huawei dan ZTE atau masing-masing anak perusahaannya. Ada investigasi federal soal pelanggaran pembatasan sanksi,” kata Wakil Presiden MIT, Maria Zuber, seperti dilansir Reuters.

Seperti dikutip Telko.id, Jumat (5/4/2019), ia menambahkan bahwa pihaknya akan meninjau ulang kolaborasi dengan lembaga asal Rusia dan Arab Saudi.

“Kami akan meninjau kembali kolaborasi dengan entitas-entitas itu ketika dibutuhkan,” terang Zuber.

{Baca juga: Amerika Tuduh Huawei Penipu dan Pencuri Teknologi}

MIT telah bergabung dengan daftar lembaga pendidikan kondang lain asal AS yang “membuang” peralatan telekomunikasi buatan Huawei. MIT juga melakukan hal serupa untuk perusahaan lain asal China demi menghindari kehilangan dana dari pihak federal.

Hubungan perusahaan teknologi asal China dengan AS memang kian panas. ZTE terpaksa menghentikan sebagian besar bisnis antara April dan Juli tahun lalu karena sanksi. Pejabat Departemen Perdagangan AS menyebut,  ZTE melanggar perjanjian.

Tak cukup, pejabat Departemen Perdagangan AS menyatakan pula bahwa ZTE diketahui secara ilegal mengirimkan barang-barang asal Negeri Paman Sam ke Iran dan Korea Utara. Sanksi akhirnya dicabut setelah ZTE membayar denda sebesar USD 1,4 miliar.

{Baca juga: Dianggap Tidak Aman, Inggris akan Cekal Perangkat 5G Huawei}

Bagaimana dengan Huawei? Konflik AS dan Huawei semakin panas sejak penangkapan bos Huawei,

Meng Wanzhou, di Vancouver, Kanada, pada Desember tahun lalu atas perintah AS. Bahkan, AS mengajak negara-negara sekutu untuk membokit Huawei. [SN/HBS]

Sumber: Reuters

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU