spot_img
Latest Phone

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Peringkat Kedua Asia untuk Minat Wisata Berkelanjutan

Telko.id – Indonesia menempati peringkat kedua di Asia sebagai pasar dengan minat tertinggi terhadap wisata berkelanjutan.

Survei Sustainable Travel 2026 dari platform perjalanan digital Agoda mengungkapkan 93% wisatawan Indonesia menyatakan keberlanjutan sebagai faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan tahun ini.

Secara keseluruhan, tren wisata berkelanjutan semakin mendapat perhatian di kawasan Asia. Lebih dari tiga dari empat wisatawan Asia (77%) kini mempertimbangkan aspek keberlanjutan saat merencanakan perjalanan, meningkat dari 68% pada tahun lalu.

Thailand memimpin dengan 95% wisatawan memprioritaskan keberlanjutan, diikuti oleh Indonesia (93%), India (88%), Malaysia (88%), dan Taiwan (83%).

Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, mengatakan, “Masyarakat Indonesia yang mengekspresikan kecintaannya terhadap bumi dan isinya melalui perjalanan memahami pentingnya menjaga lingkungan, komunitas, dan tradisi saat berwisata. Kami senang melihat kesadaran yang tinggi di seluruh Asia, yang menunjukkan bahwa wisatawan menginginkan program yang memberikan dampak positif bagi pengalaman perjalanan mereka.”

Survei yang melibatkan 1.036 responden di delapan pasar Asia ini menangkap perubahan ekspektasi wisatawan. Konsep keberlanjutan kini tidak hanya dikaitkan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi juga dengan dampak positif bagi komunitas lokal serta perlindungan terhadap destinasi yang dikunjungi.

Perhatian terhadap wisata berkelanjutan diperkirakan akan terus meningkat. Ke depan, 97% responden dari Indonesia mengatakan wisata berkelanjutan akan menjadi semakin penting bagi mereka dalam tiga tahun mendatang.

Dampak bagi Komunitas Jadi Motivasi Utama

Ketika ditanya dampak apa yang paling penting dari perjalanan berkelanjutan, wisatawan menempatkan dampak langsung bagi komunitas sebagai prioritas utama.

Hampir setengah (43%) wisatawan Indonesia ingin memastikan pengeluaran mereka untuk wisata dapat memberi manfaat bagi masyarakat lokal, persentase tertinggi dalam survei ini.

Hal ini diikuti oleh keinginan untuk membangun koneksi yang lebih mendalam dengan destinasi yang dikunjungi (27%), serta upaya melestarikan alam dan satwa liar untuk masa depan (20%).

Temuan ini menunjukkan wisatawan kini memahami konsep “berkelanjutan” bukan sebagai tujuan lingkungan yang abstrak, tapi sebagai perjalanan yang memberikan dampak nyata dan terasa lebih bermakna.

Inisiatif pariwisata berkelanjutan seperti yang dijalankan berbagai pihak dinilai krusial untuk mewujudkan hal ini.

Minat pada Pengalaman dan Perlindungan Lingkungan

Wisatawan menunjukkan minat yang jelas pada pengalaman perjalanan yang menggabungkan kesenangan dengan dampak positif. Program yang memungkinkan wisatawan berkontribusi langsung pada pelestarian alam dan komunitas lokal menempati peringkat pertama di kalangan wisatawan Indonesia (37%), sekaligus menjadi persentase tertinggi di antara pasar yang disurvei.

Di peringkat kedua adalah tur dan pengalaman yang mendukung perlindungan lingkungan sekaligus memberdayakan komunitas lokal (27%).

Hal ini diikuti pilihan transportasi dengan jejak lingkungan yang lebih rendah (20%), serta akomodasi dengan sertifikasi keberlanjutan yang diakui (17%). Temuan ini menyoroti harapan wisatawan terhadap dukungan yang lebih luas dan terintegrasi untuk perjalanan yang lebih berkelanjutan.

Upaya serupa juga terlihat dari gerakan wisata bersih yang digalakkan di berbagai daerah.

Dampak Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Hampir tiga perempat wisatawan Indonesia (67%), tertinggi di antara responden di delapan pasar, percaya bahwa destinasi yang dikelola secara bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bagi usaha lokal.

Sementara itu, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat (13%) dipandang sebagai dampak terbesar berikutnya.

Persepsi ini berada di atas manfaat potensial lainnya seperti pengembangan infrastruktur lokal, pertukaran budaya yang lebih luas, serta dukungan terhadap pelestarian budaya dan tradisi lokal. Keyakinan ini mendorong permintaan akan model bisnis pariwisata yang lebih inklusif dan memberdayakan.

Untuk merespons tren ini, Agoda menghadirkan program Eco Deals. Bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF), program ini memungkinkan wisatawan di seluruh Asia membuat pilihan perjalanan yang lebih sadar lingkungan dan berkontribusi pada upaya konservasi.

Program tahun ini menandai komitmen pendanaan terbesar Agoda hingga kini, yakni sebesar USD 1,5 juta untuk mendukung berbagai proyek konservasi WWF di 10 pasar.

Eco Deals menawarkan potongan harga hingga 15% sampai 18 Desember 2026, sementara Agoda menyumbangkan USD1 kepada WWF untuk setiap pemesanan yang selesai melalui program ini di properti yang berpartisipasi.

Untuk perjalanan berikutnya, wisatawan dapat mengidentifikasi akomodasi yang berpartisipasi melalui halaman khusus program Eco Deals maupun penanda khusus di platform Agoda. Survei Agoda ini dilakukan pada Februari 2026, melibatkan responden dari Indonesia, India, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU