spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

IDC: Apple Kehilangan Pasar 22,73% Di Eropa Pada Q1 2019

Telko.id – Menurut laporan IDC terbaru, Apple kehilangan pasar hingga 22,73%. Yang mengalami pertumbuhan positif hanya Huawei dan Xiaomi. Yang lainnya negative.

Berdasarkan IDC, penjualan ponsel cerdas di Eropa, Timur Tengah dan Afrika mencapai 83,7 juta unit selama kuartal pertama tahun ini. Angka tersebut turun sebesar 3,3% YoY dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dalam hal nilai total, penurunan bahkan lebih besar dengan perkiraan nilai ritel sebelum pajak $ 26,8 juta, yang turun 10% pada Q1 2018.

Pada kuartal pertama tahun ini, berdasarkan data dari IDC, Huawei mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Bahkan terbesar di wilayah ini dengan pengiriman yang meningkat 66,1% YoY, diikuti oleh Xiaomi dengan 33,3%. Sedangkan merek utama lainnya turun. Mulai dari HMD turun 32,6%, Apple kehilangan 22,73%.

Walau demikian, Samsung tetap menjadi pemimpin dalam hal pangsa pasar dengan 29,5% diikuti oleh Huawei (25,4%) dan Apple (14,7%). Namun, bagi Apple, angka ini merupakan yang terendah dalam dalam lima tahun belakangan ini.

Menurut analis IDC, Marta Pinto, penurunan tersebut disebabkan karena permintaan yang melambat. Pasalnya, konsumen bertahan lebih lama pada perangkat. Itu sebabnya, semua merek diharapkan dapat memberikan inovasi terbaiknya. Termasuk juga Apple ditantang dengan perangkat terbarunya.

Di Timur Tengah, terjadi penurunan yang cukup besar, sekitar 18,8% YoY. Walaupun penurunan nya tersebut berada pada harga handset rata-rata. Di sisi lain, Afrika tumbuh sebesar 6%. Sedangkan di Eropa secara keseluruhan hanya terjadi perubahan sedikit saja atau bahkan tidak terlalu signifikan.

Lalu, harga rata-rata di Eropa Barat terlihat sedikit penurunan sementara itu di pasar Eropa Tengah dan Timur tetap statis.

Ke depan, IDC memperkirakan akan lebih banyak lagi ketidakpastian untuk penjualan ponsel pintar. Hal ini disebabkan karena adanya ketegangan geopolitik dan periode konsumen mengganti smartphone nya lebih lama. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU