spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Google Lagi-lagi Tersandung Kasus Monopoli

Telko.id, Jakarta – Google kembali tersandung kasus monopoli. Kini, giliran otoritas antimonopoli Italia yang mulai melakukan penyelidikan terhadap Google pada Kamis (16/05), setelah perusahaan energi Enel Group mengeluh bahwa raksasa pencarian itu tidak mengizinkan aplikasi Enel X Recharge bekerja menggunakan Android Auto.

Otoritas itu sendiri menjadi anggota badan pengawas internasional yang melakukan investigasi anti-persaingan terhadap Google. Mereka bergabung dengan Uni Eropa dan Komisi Persaingan India.

Sekadar informasi, Enel Group diciptakan oleh pemerintah Italia pada 1962 silam dan baru diprivatisasi pada 1999. Saat ini, selaku pemegang saham terbesar Enel Group adalah Kementerian Ekonomi dan Keuangan Italia.

Google memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk mengembangkan versi aplikasi yang kompatibel dengan Android Auto. Namun, Google hanya memperbolehkan pengembang yang menawarkan layanan media.

Seperti dikutip Telko.id dari The Verge, Senin (20/05/2019), aplikasi Enel X Recharge sebagian besar didedikasikan untuk membantu para pengemudi menemukan stasiun pengisian daya untuk kebutuhan mobil listrik.

“Android Auto dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan untuk meminimalkan gangguan serta memastikan dapat digunakan oleh pengendara secara aman saat mengemudi,” kata juru bicara Google dalam sebuah pernyataan.

Google kabarnya sedang meninjau keluhan Enel Group. Google berharap bisa bekerja sama dengan otoritas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Google tampaknya belajar dari kasus yang sama dengan Uni Eropa dan India.

India telah membuka penyelidikan ke Google pada awal bulan ini. Sementara Uni Eropa, tercatat telah tiga kali menjatuhkan denda kepada Google senilai total USD 9,3 miliar dengan dalih pelanggaran praktik persaingan usaha. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU