spot_img
Latest Phone

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

ARTIKEL TERKAIT

Ecommerce Indonesia Capai USD 3.8 Juta pada 2019, Transaksi Online Geser COD

Telkoid – Laporan terbaru Frost & Sullivan mengatakan bahwa pasar Ecommerce Indonesia akan tumbuh 31,1 persen CAGR mencapai USD 3,8 juta pada tahun 2019, naik dari USD 1,35 juta di tahun 2015.

Beberapa hal disebut-sebut menjadi alasan, diantaranya profil demografis Indonesia yang positif, pertumbuhan ekonomi yang kuat, adopsi ponsel yang tinggi dan banyaknya pemain Ecommerce yang menawarkan berbagai macam produk online untuk konsumen Indonesia.

Ecommerce di Indonesia sangat mirip dengan China pada tahun-tahun awal. Potensi untuk tumbuh didorong oleh kenaikan pendapatan, populasi anak muda yang bertambah dan tawaran ecommerce yang kian matang,” ungkap Spike Choo, Country Director Frost & Sullivan Indonesia.

Namun, beberapa kendala pun bukannya tidak menjadi hambatan. Infrastruktur logistik yang buruk dan kesulitan mengakses layanan perbankan adalah beberapa diantaranya yang masih membutuhkan tambahan investasi dan waktu sebelum Ecommerce di tanah air benar-benar bisa lepas landas.

Untuk mode pembayaran, Frost & Sullivan mencatat bahwa uang tunai masih akan dominan untuk transaksi offline, sementara pembayaran lewat kartu kredit dan debit serta e-money akan terus tumbuh sebagai akibat dari upaya terus menerus yang dilakukan oleh bank dan penyedia telekomunikasi dalam mendorong adopsi oleh end-user.

Di akhir tahun 2015 saja, diperkirakan 113 juta ATM+kartu Debit dan 17 juta kartu kredit beredar. Kartu debit melebihi jumlah kartu kredit sekitar 6,7 banding 1. Total nilai transaksi kartu kredit tahunan adalah 1,3 kali lebih tinggi dari kartu debit, nilai rata-rata transaksi per kartu kredit adalah 16, sementara kartu debit adalah 3, nilai transaksi rata-rata per kartu kredit adalah sekitar Rp 1 juta, sementara kartu debit Rp 605.000.

Choo memprediksi bahwa transaksi online, entah itu menggunakan kartu kredit, kartu debit ataupun e-banking akan melampaui COD dan OTC sebagai modus pembayaran pilihan untuk transaksi pada akhir 2016.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU