spot_img
Latest Phone

Garmin dan PBESI Siapkan Timnas Menuju Asian Games 2026

Telko.id - Garmin melalui divisi ekosistem B2B, Garmin Health,...

POCO F9 Series Siap Meluncur 1 September, Ini Keunggulannya!

Telko.id - POCO siap memperkenalkan lini terbarunya, POCO F9...

POCO X8 Pro Series Siap Libas Semua Genre Game Berat

Telko.id - POCO X8 Pro Series resmi diposisikan sebagai...

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Latihan Sesuai Kondisi Tubuh

Telko.id - Samsung resmi menghadirkan Galaxy Watch Ultra2 dan...

Asyik, Samsung Galaxy Watch8 Kini Dukung NFC Pay myBCA

Telko.id – Samsung resmi menghadirkan fitur NFC Pay di...

ARTIKEL TERKAIT

Dear Pasien Diabetes, Tato Ini Bisa Cek Kadar Gula

Telko.id, Jakarta – Para ilmuwan di Jerman menemukan cara alternatif bagi penderita diabetes untuk memantau kadar glukosa dalam tubuhnya. Mereka menciptakan tato khusus yang tintanya dapat berubah warna berdasarkan kadar glukosa pasien diabetes.

Maklum saja, penderita diabetes harus terus-menerus memantau kadar glukosa dalam tubuh untuk menjaganya agar tidak terlalu tinggi. Artinya, mereka harus hampir setiap hari melakukan tes darah, dan itu merepotkan.

Tato tersebut juga bisa bereaksi terhadap biomarker lain seperti tingkat albumin atau pH. Artinya, jika seorang penderita diabetes ingin memeriksa kadar glukosa, tato itu bisa otomatis memberi petunjuk.

{Baca juga: Facebook Bisa Deteksi Penyakit Mental dan Diabetes}

Kendati begitu, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (30/07/2019), tato tersebut belum diuji di manusia. Tato kadar glukosa itu baru diuji coba di kulit babi. Sejauh ini, percobaan berlangsung sesuai ekspektasi.

Menurut para peneliti, modifikasi tubuh dengan menyuntikkan pigmen ke dalam lapisan dermis adalah kebiasaan lama yang sudah dilakukan sejak lebih dari 4.000 tahun lalu. Cara tersebut hanya sedikit dikembangkan.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa “Merawat” Pasien Diabetes dan Liver}

Teknologi kosmetik fungsional diinovasi dengan menggabungkan seni tato dan biosensor kolorimetri. Sensor tato dermal berfungsi sebagai tampilan diagnostik dengan menunjukkan perubahan warna.

Nantinya, akan muncul spektrum yang terlihat sebagai respons terhadap variasi konsentrasi pH, glukosa, dan albumin. Mungkinkah temuan para ilmuwan diterapkan bagi manusia? Jika iya, semua pasien diabates tentu akan bertato untuk mengetahui kondisinya. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU