spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Dear Pasien Diabetes, Tato Ini Bisa Cek Kadar Gula

Telko.id, Jakarta – Para ilmuwan di Jerman menemukan cara alternatif bagi penderita diabetes untuk memantau kadar glukosa dalam tubuhnya. Mereka menciptakan tato khusus yang tintanya dapat berubah warna berdasarkan kadar glukosa pasien diabetes.

Maklum saja, penderita diabetes harus terus-menerus memantau kadar glukosa dalam tubuh untuk menjaganya agar tidak terlalu tinggi. Artinya, mereka harus hampir setiap hari melakukan tes darah, dan itu merepotkan.

Tato tersebut juga bisa bereaksi terhadap biomarker lain seperti tingkat albumin atau pH. Artinya, jika seorang penderita diabetes ingin memeriksa kadar glukosa, tato itu bisa otomatis memberi petunjuk.

{Baca juga: Facebook Bisa Deteksi Penyakit Mental dan Diabetes}

Kendati begitu, dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (30/07/2019), tato tersebut belum diuji di manusia. Tato kadar glukosa itu baru diuji coba di kulit babi. Sejauh ini, percobaan berlangsung sesuai ekspektasi.

Menurut para peneliti, modifikasi tubuh dengan menyuntikkan pigmen ke dalam lapisan dermis adalah kebiasaan lama yang sudah dilakukan sejak lebih dari 4.000 tahun lalu. Cara tersebut hanya sedikit dikembangkan.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa “Merawat” Pasien Diabetes dan Liver}

Teknologi kosmetik fungsional diinovasi dengan menggabungkan seni tato dan biosensor kolorimetri. Sensor tato dermal berfungsi sebagai tampilan diagnostik dengan menunjukkan perubahan warna.

Nantinya, akan muncul spektrum yang terlihat sebagai respons terhadap variasi konsentrasi pH, glukosa, dan albumin. Mungkinkah temuan para ilmuwan diterapkan bagi manusia? Jika iya, semua pasien diabates tentu akan bertato untuk mengetahui kondisinya. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU