Credit score Bagus, Bekal UMKM Ajukan Kredit

Telko.id – UMKM penting memiliki credit score. Pasalnya, ibarat raport sekolah, Credit score ini merupakan penilaian untuk menentukan lolos tidaknya pengajuan kredit, baik bagi individu, pelaku UMKM maupun korporasi besar.

Karena itulah penting bagi debitur untuk mengetahui nilai rapornya alias credit score sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan, baik itu bank, perusahaan pembiayaan, fintech, dan lainnya.

Salah satu perusahaan yang menyediakan jasa credit scoring, PT PEFINDO Biro Kredit IdScore atau IdScore mengungkapkan setidaknya ada enam aspek yang harus diperhatikan oleh debitur agar penilaian kreditnya bagus sehingga layak mendapatkan pinjaman.

“Kami punya jutaan data yang kita peroleh dari OJK langsung, dan kemudian juga banyak data yang kita peroleh sendiri. Data-data itu kemudian kami kumpulkan dan kami proses menggunakan pendekatan matematika statistik dan sebagainya dan kemudian kita mendapatkan score,” ujar Wahyu Trenggono, Direktur Komersial IdScore dalam diskusi bertajuk “Memenangi Persaingan Bisnis UMKM dan Kemudahan Akses Pendanaan”, beberapa waktu lalu.

Wahyu menyampaikan enam indikator yang menjadi aspek penting dalam credit score adalah demografi, prilaku pembayaran, status hutang terbaru, utilitas kredit, kapabilitas finansial dan manajemen operasional perusahaan.

Dari keenam indikator tersebut, jelas Wahyu, indiaktor atau aspek yang paling berpengaruh atau memberikan kontribusi paling besar dalam penilaian kredit adalah prilaku pembayaran.”Itu menyumbang 57% dari score,” ujarnya.

Prilaku pembayaran ini terkait dengan kedisiplinan debitur dalam melakukan pembayaran baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang pernah dia terima dari perusahaan keuangan. “Apakah kita rajin membayar, apakah kita tepat waktu membayar? Kalau semuanya tepat waktu, dan akhirnya pinjaman kita lunas 100%, tidak ada celah, itu nilainya akan bagus,” ungkap Wahyu.

Lebih jauh, Wahyu juga menyatakan bahwa kalau misalnya kita cicilan bunganya terlambat, cicilan pokoknya terlambat atau bahkan misalnya tidak membayar sampai akhir atau bahkan sampai sita jaminan, sudah bisa dipastikan prilaku pembayarannya buruk.

Indiktor kedua yang juga berkontribusi besar dalam penilaian kredit adalah status hutang terbaru yang berkontribusi hingga 33%. “Kita lihat, apakah dia punya posisi hutang? Di mana saja? Ini akan berpengaruh juga,” jelas Wahyu.

Selanjutnya, aspek yang juga berpengaruh cukup besar adalah kapabilitas finansial, yang berkontribusi sebesar 17%. Kapabilitas finansial ini terkait dengan sumber penghasilan calon debitur, apakah dari gaji atau pengasilan lainnya.

Manajemen operasional perusahaan juga memiliki pengaruh yang cukup besar yaitu 12%. Wahyu mengatakan manajemen operasional ini terkait dengan pengelolaan perusahaan. “Kita lihat dari sisi cash flow, kita lihat dari sisi rasio keuangan. Itu juga berpengaruh terhadap penilaian atau score yang dihasilkan untuk masing-masing SME (Small Medium Enterprise),” ujarnya.

Indikator demografi, berkontribusi 6% terhadap penilaian kredit. Aspek demografi ini antara lain terkait dengan jenis kelamin dan usia. Wahyu mengatakan ada perbedaan prilaku antara pria dan wanita, demikian juga antara yang berusia tua dan muda.

Terakhir, indikator utilitas kredit berkontribusi sebesar 4%. Hal ini terkait dengan sejarah pemanfaatan plafon kredit yang pernah diberikan. Calon debitur yang menggunakan 100% plafon kredit, memiliki score yang lebih baik ketimbang debitur yang menggunakan lebih sedikit.

Wahyu mengatakan memiliki credit score yang bagus sangat penting dalam pengajuan kredit. Bila memiliki credit score yang jelek, bisa diperbaiki dengan memperhatikan keenam indikator tadi. “Silakan dilihat mana yang harus diperbaiki, mana yang kemudian bisa meningkatkan score-nya,” ujarnya.

Apa pentingnya score yang bagus? Tidak saja untuk kemudahan mendapatkan kredit, dengan score yang bagus, calon debitur juga memiliki keleluasaan untuk memilih lembaga keuangan yang terbaik.

“Kita bisa pergi ke bank mana pun dan kita pasti akan mendapatkan dana yang kita butuhkan,” ujarnya.

Tidak saja mendapatkan dana yang dibutuhkan, suku bunga yang terbaik juga bisa didapat. Karena, jelas Wahyu, makin banyak lembaga keuangan yang menerapkan risk based pricing sebagai dasar dalam pemberian kredit. Semakin rendah profil risiko calon debitur, suku bunga juga semakin kecil dan sebaliknya. (Icha)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

TELKO TV

Latest Phone's

Latest Articles

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0